March 17, 2016

One More Happy Ending Episode 16 - 2 Final


Soo Hyuk berjanji pada Mi Mo kalau dia akan membuat Mi Mo bahagia setiap hari, sehingga Mi Mo harus menempelkan stiker di kertasnya. Dan setelah kertas milik Soo Hyuk penuh dengan stiker, maka Mi Mo harus mewujudkan satu permintaan Soo Hyuk. Permintaan Soo Hyuk adalah Mi Mo mau menikah dengannya. Mi Mo pun mengiyakan permintaan Soo Hyuk tersebut.

Setelah perjanjian itu, Soo Hyuk dan Mi Mo pun berlomba untuk membuat bahagia satu sama lain. Saat makan bertiga dengan Min Woo, Mi Mo dengan baiknya menyuapi Soo Hyuk dan ternyata daging yang mereka makan saat itu adalah daging yang dibeli Mi Mo. Min Woo hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah keduanya.



Saking inginnya mendapatkan stiker dari Soo Hyuk, Mi Mo mengajak Soo Hyuk makan di atas tempat tidur. Soo Hyuk sendiri merasa tak nyaman, karena menurutnya tempat tidur adalah tempat untuk tidur, bukan untuk makan. Namun Mi Mo berpikiran beda, menurutnya tempat tidur bisa digunakan multifungsi.

“Tempat tidur tidak akan senang jika digunakan untuk tidur saja. Aku yakin ‘dia’ ingin menunjukkan kegunaannya untuk hal lain,” jelas Mi Mo dan Soo Hyuk tak bisa menjawab lagi. Mi Mo meneruskan bacaan komiknya, dia membaca komik sambil minum. Tepat disaat itu, cerita di komik sangat lucu, sehingga membuat Mi Mo tak sengaja menyemburkan minuman yang dia minum karena tertawa.


Melihat Mi Mo membasahi tempat tidurnya, tentu saja Soo Hyuk terlihat kesal dan langsung melepas stiker yang sudah di temple untuk Mi Mo.

Soo Hyuk membuka lemari, karena selimut yang di masukkan dibagian atas tidak dilipat dengan baik jadi selimut itu terus menjatuhinya. Soo Hyuk terlihat sangat kesal karena Mi Mo lah yang memasukkan selimut dengan cara seperti itu.


Mi Mo sekarang sedang bermain dengan Min Woo. Mereka berdua sangat kompak dan akrab. Dari luar kamar, Soo Hyuk melihat mereka dan itu membuat Soo Hyuk bahagia, sehingga dia memberikan satu stiker untuk Mi Mo.


Soo Hyuk mengantar Mi Mo kerja. Karena Mi Mo sedang berusaha meminum kopi tanpa menggunakan penutupnya, Soo Hyuk pun mengendarai mobilnya dengan pelan dan hati-hati. Semua itu agar kopi yang ada di gelas tidak tumpah ke mobilnya. Namun, tanpa Soo Hyuk sadari dia melewati polisi tidur, alhasil kopi milik Mi Mo pun tumpah dan mengotori mobil Soo Hyuk.

“Ahh, Han Mi Mo, tolong ya!” teriak Soo Hyuk. “Itu makanya aku katakan untuk menghabiskannya di kedai kopi tadi."

Tak terima dimarahi, Mi Mo lalu berkata kalau Soo Hyuk pasti akan memutuskannya kalau dia menumpahkan minuman soda di mobil. Mi Mo menganggap Soo Hyuk lebih mengkhawatirkan mobil daripada Mi Mo. Padahal dulu Soo Hyuk bilang kalau Mi Mo yang paling dia utamakan. Tentu saja Soo Hyuk mendengar ucapan Mi Mo,  langsung membuat Soo Hyuk merasa bersalah karena sudah memarahi Mi Mo.


“Song Soo Hyuk, ada orang yang cocok denganmu di apartemen,” ucap Mi Mo kesal dan orang yang Mi Mo maksud adalah orang yang freak kebersihan, tinggal di lantai 15 dan selalu jalan sambil menyemprotkan sesuatu.

“Ahh, dia kan seorang pria. Tidak ada gadis dalam pikiranmu? Setidaknya aku bisa berbicara dengannya,” jawab Soo Hyuk. Ucapan itu tambah membuat Mi Mo kesal.


Di saat Mi Mo dan Soo Hyuk terus-terusan bertengkar, pasangan Da Jung dan Gun Hak sedang romatis-romantisnya. Mereka masak makan malam bersama, sedangkan Tae Young menunggu di meja makan. Saat makan, Gun Hak sengaja menggoda Tae Young dengan tak jadi menyuapinya, karena Gun Hak lebih memilih untuk menyuapi Da Jung.

“Kami akan sangat dekat? Apa kau tahu?” ucap Gun Hak pada Tae Young.

“Tau ah!” jawab Tae Young dan melanjutkan makan, tapi terlihat dia senang dengan kedekatan kedua orang tuanya.


Da Jung masih berbaring di tempat tidurnya, saat dia mendengar panggilan Gun Hak yang meminta bantuan, Da Jung langsung menutup mata. Dia pura-pura tidur. Gun Hak masuk kamar dengan membawa dua gelas jus dan roti untuk sarapan pagi mereka. Karena Da Jung tak mau membuka mata, Gun Hak pun pura-pura tak kuat membawa semuanya dan rencananya berhasil. Da Jung langsung membuka mata dan bangun.


Gun Hak duduk di samping Da Jung dan menggodanya dengan menyenggol-nyenggol Da Jung. Hmmm… mereka terlihat sangat bahagia sekarang. Malamnya, mereka jalan bareng dan Gun Hak memberanikan diri mencium kening Da Jung. Da Jung pun tak menolaknya, dia malah terlihat sangat senang.


Kita kembali lagi pada pasangan yang sekarang terus berperang. Soo Hyuk marah besar pada Mi Mo karena meninggalkan tulang babi di bawah sofa. Sebenarnya yang melakukan semua itu adalah Ppoppo dan Mi Mo tidak tahu. Namun Soo Hyuk tak mau dengar alasan Mi Mo, dia bahkan menyebut Mi Mo sebagai pasien yang menderita lupa ingatan sejenak.


Dikatai “pasien” membuat Mi Mo emosi dan langsung memutuskan keluar dari rumah Soo Hyuk. Mi Mo nekad kembali ke rumahnya, walau Soo Hyuk mengancam. Soo Hyuk mengancam akan mengakhiri hubungan mereka jika Mi Mo pulang ke rumahnya.


Melihat Mi Mo benar-benar pulang, amarah Soo Hyuk langsung mereda. Dia mengetuk pintu rumah Mi Mo dan meminta maaf. Namun tak ada jawaban dari Mi Mo, sehingga membuat Soo Hyuk masuk sendiri ke rumah Mi Mo.


Mi Mo ngambek dan memilih berbaring di tempat tidur. Dia mendengar Soo Hyuk masuk rumah dan membiarkannya. Melihat Mi Mo berbaring, Soo Hyuk pun ikut berbaring di sampingnya dan meminta maaf.


Mi Mo langsung bangun dan bertanya, “Maaf untuk apa?” dengan nada marah. “Katakan dengan jelas padaku apa kesalahanmu. Agar aku memaafkanmu jika kau meyakinkanku.”

“Aku sudah salah karena...,” jawab Soo Hyuk mencoba menjelaskan, namun ternyata semua itu hanya khayalan Mi Mo. Karena pada kenyataannya, Mi Mo tidak balik marah pada Soo Hyuk.


Mi Mo masih berbaring dan Soo Hyuk meminta maaf padanya. Mi Mo berbalik dan menjawab kalau dia juga minta maaf. Mereka berdua pun jadi rebutan minta maaf karena sudah melakukan hal yang salah.


Jung Woo bergegas menuju suatu tempat. Temannya mengejar dan bertanya kemana saja dia akhir-akhir ini. Jung Woo harus mempersiapkan diri untuk wawancara kerja. Dengan nada panik, Jung Woo menjawab kalau dia tak punya waktu untuk melakukan hal itu.

“Apa kau tahu kemana kekasihku pergi?” tanya Jung Woo.

“Dia pasti sudah membuatmu cemas hingga kau seperti ini,” jawab teman Jung Woo dan Jung Woo langsung pergi karena dia harus segera menemukan Dong Mi.


Kemana Dong Mi? Dia sekarang sedang dikelilingi oleh banyak pria. Ternyata dia mengikuti saran Ae Ran untuk melakukan kencan buta. Berbeda dengan kencan buta yang terakhir kali dia ikuti, kali ini pria-pria yang ikut masih muda dan terlihat cocok untuknya. Mereka banyak bertanya pada Dong Mi untuk bisa lebih tahu tentang Dong Mi, bahkan ada yang memuji Dong Mi punya tubuh yang bagus.


“Hei, istri,” panggil seseorang di belakang Dong Mi. Semua pria yang duduk bersama Dong Mi kaget dan bertanya-tanya, kenapa pria yang datang itu memanggil Dong Mi dengan sebutan “istri”. Dong Mi menoleh dan ternyata yang datang adalah Jung Woo. Dong Mi sempat cemas, namun dia berbalik lagi dan bertanya, “Kau ini siapa? Memang dimana istrimu?”


Jung Woo langsung menarik Dong Mi untuk berdiri. Dia mengambil nametag Dong Mi dan mengganti nama Koo Dong Mi dengan tulisan “milik An Jung Woo”. Jung Woo juga menunjukkannya pada pria yang duduk di meja Dong Mi.

Jung Woo menghela nafas, “Kau bisa anggap sakit hati ini menjadi kisah cinta. Sangat sulit bagiku menemukan permata ini dan mengubahnya menjadi manusia yang baru. Sekarang, kau meninggalku dan mencari orang lain yang lebih kaya dan mapan? Kau akan meninggalkan aku begitu saja?” tanya Jung Woo dan Dong Mi tak bisa menjawabnya di tempat itu, sehingga dia langsung mengajak Jung Woo untuk keluar.


Di luar, Dong Mi mengingatkan Jung Woo kalau mereka berdua sudah putus. Dong Mi tidak ingin menyia-nyiakan waktunya dengan orang yang tidak mau menikah. Karena Jung Woo tidak bisa mengatakan apa-apa soal itu, berarti itu tandanya mereka sudah putus.

“Siapa yang mengatakan itu? Aku tidak pernah setuju kalau kita putus,” jawab Jung Woo.

“Lalu, apakah kau akan menikah denganku?” tanya Dong Mi. Diapun menghela nafas karena Jung Woo tak bisa menjawab. “Aku akan masuk untuk mengambil kembali uang 200 dollar yang sudah kukeluarkan,” ujar Dong Mi dan hendak pergi

Namun Jung Woo menahannya. Jung Woo mengatakan kalau di nametag Dong Mi sudah bertuliskan kalimat, “milik Ah Jung Woo.”


“Berikan aku waktu satu tahun. Aku akan mewujudkannya,” janji Jung Woo dan Dong Mi terlihat senang mendengarnya. “Dong Mi, jangan pernah menyalahkan aku jika hidupmu sengsara nanti.”

“Aku percaya padamu, Jung Woo. Aku tahu kalau kau tidak akan membiarkanku,” jawab Dong Mi.


Gun Hak mengucapkan selamat malam pada Da Jung, namun kali ini dia mengaku kalau dia benci mengucapkan selamat malam pada Da Jung seperti itu tiap malam. Gun Hak meraih tangan Da Jung dan bertanya apa malam ini mereka bisa bersama. Tapi Da Jung menolak dengan alasan kalau dia belum siap dan luka bekas operasi juga masih tampak jelas.

Gun Hak berkata kalau Da Jung tidak perlu malu, karena dia hanya ingin memegang tangan Da Jung dan tidur. Namun Da Jung tetap masih belum mau. Tepat disaat itu, Tae Young muncul dan dengan mata mengantuk, dia melewati kedua orang tuanya.


Ae Ran mengaku pada Dong Bae kalau dia mau sekolah lagi. Dia sadar kalau dia sudah semakin tua dan tidak bisa menyebut dirinya sebagai mantan anggota Angels selamanya, jadi Ae Ran ingin belajar dan fokus mengembangkan bisnisnya.

“Ae Ran, kau ini sangat keren. Ini sebabnya aku tidak bisa melepaskanmu. Lakukanlah. Aku akan melakukan apa saja untuk mendukungmu,” ucap Dong Bae dan Ae Ran senang mendengarnya. Mereka berjanji akan saling membantu dalam pekerjaan rumah.


“Terima kasih,” ucap Ae Ran dan kemudian memeluk Dong Bae. Dong Bae pun yakin kalau Ae Ran akan jadi wanita yang pintar, tambah seksi dan  tambah menarik.


Yeon Soo dilamar oleh pria yang sekarang memang sedang dekat dengannya. Pria itu memberikan cincin dengan berlian yang cukup besar. Kita tidak diperlihatkan pada jawaban Yeon Soo, karena kita langsung dialihkan pada Yeon Soo yang sekarang sedang bersama Hae Joon.


Yeon Soo kemudian mengeluarkan jepit rambut dan bertanya apa Hae Joon masih mengingatnya. Ternyata itu adalah hadiah pertama darinya untuk Yeon Soo. Jepit rambut itu, bahkan tidak dibeli oleh Hae Joon, tapi dia membuatnya sendiri. Hae Joon pun jadi malu mengingatnya.

“Bentuknya bahkan asal sekali. Tidak bagus kan? Tapi aku harus mengatakan padamu. Hadiah ini membuat jantungku berdebar. Meskipun ini sangat murahan dibanding ini,” ucap Yeon Soo sambil menunjukkan cincin berliannya. “Aku akan serius berkencan dengan pria yang memberikan ini. Aku pikir kita harus menutup masa lalu kita. Itu adil untuk hubungan baru yang akan ku mulai,” aku Yeon Soo dan Hae Joon mengerti.


“Aku merasa tidak enak dengan semuanya. Aku masih menyesalinya. Sepertinya kau sudah menemukan pria yang baik. Aku harap dia pantas untukmu. Dengan sepenuh hati aku berharap kau  bahagia,” ucap Hae Joon.

“Kau juga. Aku harap kau juga merasakan kebahagiaan,” jawab Yeon Soo dan mereka pun tersenyum. “Dan pastikan untuk membeli barang yang lebih mahal sebagai hadiah nanti,” tambah Yeon Soo. Hae Joon memintanya untuk tidak khawatir soal itu.


Soo Hyuk shock saat melihat kalau kertas milik Mi Mo sudah penuh, sedangkan miliknya masih kurang satu. Menyadari hal itu, Soo Hyuk lalu bertanya apa yang ingin Mi Mo makan saat ini dan Mi Mo menjawab tidak ada.

“Apa ada yang kau inginkan? Haruskah aku membelikan 100 tas seperti waktu itu?” tanya Soo Hyuk dan Mi Mo jawab tidak ada. Soo Hyuk lalu bertanya lagi apa Mi Mo dibelikan tas banyak lagi atau dia ingin Soo Hyuk bersih-bersih rumahnya dan Mi Mo kembali menjawab tidak butuh apa-apa dan dia juga sudah terbiasa dengan debu.

“Kalau begitu, apa Ppoppo harus dibawa jalan-jalan keluar?” tanya Soo Hyuk lagi.

“Belakangan ini dia merasa lelah,” jawab Mi Mo.


“LALU?!” tanya Soo Hyuk dengan nada kesal, “Aku akan memikirkan sesuatu,” tambah Soo Hyuk dan langsung berjalan pergi.


“Kenapa dia? Membuatku gugup,” gumam Mi Mo melihat Soo Hyuk pergi.

Mi Mo sedang membaca buku di temani Ppoppo. Tepat disaat itu, dia mendapat telepon dari kakak perempuannya yang memberitahu Mi Mo kalau mereka mendapat kiriman uang dari Soo Hyuk untuk perjalanan keluarga. Jadi, sebagai gantinya Mi Mo harus memberikan stiker pada Soo Hyuk. Telepon di tutup dan Soo Hyuk datang. 


Tanpa basa basi lagi, Soo Hyuk langsung menunjukkan kertas miliknya dan menyuruh Mi Mo menempel. Namun Mi Mo tak mau melakukannya, dia menyebut Soo Hyuk sudah curang. Dia bahkan bertanya berapa uang yang sudah Soo Hyuk kirim karena dia akan mengembalikannya.

“Hei, kau… kau tidak bisa seperti ini. Mengapa kau mengabaikan sikap baikku,” ucap Soo Hyuk dan Mi Mo tak bisa menjawabnya. “Kau akan terus menundanya kan? Apa kau memanfaatkan situasi ini… untuk terus menundanya?”

“Aku pikir kita harus…menghabiskan setidaknya 4 musim bersama-sama sebelum mengambil keputusan,” jawab Mi Mo dan itu benar-benar membuat Soo Hyuk kecewa, dia bahkan berkata kalau Mi Mo sudah menipunya. Soo Hyuk meletakkan kertas stiker di meja dan kemudian pergi.


Da Jung dan Ae Ran bersama pasangan mereka melakukan double date, pergi ke arena bowling. Setelah bermain bowling, mereka foto berempat dan fotonya langsung ditempel di buku PR Da Jung. Di atas foto diberi judul, misi double date dari Baek Jajjang dan Kim Jajjangmyun. Da Jung lalu memberitahu Ae Ran kalau tugas mereka hampir selesai.


“Baek Jajjang dan Kim Jajjangmyun?” ucap Ae Ran dan tertawa.

“Awalnya aku pikir kekakan-kanakan, tapi menyenangkan. Setiap kali kami menyelesaikan tugas kami. Kami bisa merasakan perubahan dalam melihat perasaan kami masing-masing. Dan kami benar-benar berubah,” jawab Da Jung.

“Jadi Baek Da Jung dan Kim Gun Hak menjadi Jajjang dan Jajjangmyun?” tanya Ae Ran dan Da Jung mengangguk. Ae Ran kemudian memberitahu Da Jung tentang dirinya yang sudah mendaftar di Program MBA.

“Aku harus menunggu apakah mereka menerimaku, tapi aku ingin belajar,” aku Ae Ran dan tentu saja Da Jung terkejut mendengarnya. “Aku pikir berinvestasi pada hal yang bisa mengubahku, lebih bijaksana dari pada terobsesi untuk terlihat muda yang tidak bisa kau kendalikan,” ucap Ae Ran dan Da Jung bangga mendengarnya.


Soo Hyuk tidak bisa tidur karena memikirkan Mi Mo yang belum mau menikah dengannya, bahkan Mi Mo terus mencari alasan untuk menolak menikah. Soo Hyuk kemudian menelpon seseorang dan mengajaknya minum kopi. Dalam perjalanan menemui seseorang yang dia telepon tadi, dia tersorot cahaya lampu dan  itu membuatnya mengerem mendadak.


Mi Mo sedang tertidur dan seseorang menelponnya. Setelah mendengar sesuatu dari si penelpon, Mi Mo langsung pergi ke rumah sakit. Mi Mo bertanya pada seorang perawat tentang pasien kecelakaan mobil, namun sebelum Mi Mo menyebut nama Song Soo Hyuk secara lengkap, perawat itu langsung menunjuk ke arah pasien yang semua bagian tubuhnya di perban.

Melihat Soo Hyuk di perban seperti itu, tentu saja Mi Mo shock dan langsung berjalan menghampirinya. Mi Mo duduk di samping Soo Hyuk dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


“Soo Hyuk-a…. tolong jangan mati. Tolong, kau tidak boleh mati. Jika kau hidup, aku akan merawatmu. Aku akan merawatmu selamanya. Maafkan aku karena kau tidak mendengar apa yang ingin kau dengar. Soo Hyuk-a, aku menyesal. Soo Hyuk…tetap bersamaku. Aku akan melakukan segalanya. Aku akan merawatmu. Jadi tolong tetap berada di sampingku. Tolong, kau bisa melewati semua ini,” ucap Mi Mo dan menangis.

Tanpa dia sadari ada seseorang berada di belakangnya dan mendengar semua yang Mi Mo katakan.


Hae Joon menghampiri Soo Hyuk dan berkata kalau dia iri pada Soo Hyuk. “Ahh, betapa beruntungnya kau ini,” ucap Hae Joon dan Soo Hyuk bertanya kenapa Hae Joon menelpon Mi Mo.

“Kecelakaan mobil, itu saja yang aku katakan. Dia bahkan tidak mendengarkan lagi dan langsung berlari kesini. Tidak ada waktu untuk menjelaskannya,” jawab Hae Joon.

Soo Hyuk lalu menghampiri Mi Mo dan memanggilnya. Saat mendengar namanya di panggil, Mi Mo tak langsung menoleh ke belakang. Dia malah mengira pasien yang sedang berbaring itu yang memanggilnya. Ketika Soo Hyuk memangilnya untuk kedua kali, baru Mi Mo sadar kalau orang yang memanggilnya ada di belakang.


Mi Mo kesal pada Soo Hyuk dan Hae Joon, karena merasa dikerjai. Soo Hyuk pun melihat ke arah Hae Joon dan mengatakan kalau semua itu adalah salah Hae Joon. Hae Joon sendiri bingung menjelaskannya, karena awalnya dia tidak bermaksud mengerjai Mi Mo.


Mi Mo kesal dan langsung pergi, Soo Hyuk pun mengikutinya. Soo Hyuk berjalan dibelakang Mi Mo dan meminta Mi Mo untuk tidak jalan cepat-cepat karena punggung Soo Hyuk masih sakit akibat kecelakaan tadi. Mi Mo menghentikan langkahnya dan menghampiri Soo Hyuk.

“Kenapa kau tidak tidur di jam selarut ini? Kenapa kau keluar dengan mobilmu dan membuat keresahan seperti ini?” tanya Mi Mo kesal. “Aku benar – benar… aku sungguh terkejut. KAU!!!” teriak Mi Mo dengan mata berkaca-kaca dan langsung memeluk Soo Hyuk. “Terima kasih karena sudah tidak apa-apa. Kau tidak boleh kecelakaan seperti ini lagi, mengerti?”



“Baiklah,” jawab Soo Hyuk.

Hehhee… lucu liatnya kalau Mi Mo lagi meluk Soo Hyuk gitu. Kasian Soo Hyuk, dia nyeimbangin tinggi dengan Mi Mo.


Da Jung mengaku pada ketiga sahabatnya kalau dia akan menikah, tentu saja ketiganya langsung kaget mendengar hal tersebut, karena setahu mereka Da Jung sudah menikah. Da Jung menambahkan kalau dia akan menikah dengan Gun Hak, jadi lebih tepatnya dia akan melakukan Reminder Wedding (Pengingat Pernikahan).


Flashback
Da Jung dan Gun Hak mendapatkan sertifikat penghargaan dari camp pasangan. Dalam sertifikat itu bertuliskan, “Sertifikat ini diberikan untuk Jajjang dan Jajjangmyun karena sudah menyelesaikan tugasnya.”

Tae Young ikut senang atas keberhasilan yang di capai kedua orang tuanya. “Ibu, apa ini artinya kalau ibu dan ayah menjadi juara di kelas?” tanya Tae Young dan Da Jung membenarkannya. Tae Young senang dan bertanya lagi apa hadiahnya.

“Ada hadiah yang sudah aku pikirkan,” jawab Gun Hak dan kemudian dia menyampaikannya pada Da Jung tentang hadiah apa yang dia pikirkan. Gun Hak mengatakannya tanpa ada Tae Young disana.


Gun Hak ingin mereka berdua melakukan pernikahan ulang, dia ingin mengundang orang-orang terdekat mereka saja. Dia ingin menjadikan pernikahan ulang itu sebagai sebuah janji kalau mereka akan berusaha membina keluarga dengan baik. Da Jung setuju dengan ide Gun Hak.
Flashback End

“Ahh.. ada orang yang menikah dua kali,” ucap Dong Mi melihat Da Jung. “dan ini bisa dikatakan sebagai menikah untuk kedua kalinya,” ucap Dong Mi dan melihat Mi Mo.

“Kau sedang menikmati masa lajangmu. Ini kesempatan kedua dalam hidupmu. Tidak ada orang sebebas dirimu. Aku jadi iri,” ucap Ae Ran pada Dong Mi.

“Ahh, aku tadi juga sedikit merasa iri, tapi sekarang aku tidak iri lagi. Aku hanya harus menunggu satu tahun,” jawab Dong Mi dengan yakin. Mi Mo kemudian bertanya apa Jung Woo akan berhasil mewujudkan keinginan Dong Mi dalam waktu setahun.


“Ahh, aku tidak tahu jika suamiku nanti anak muda itu atau orang lain, tapi aku memutuskan untuk tidak perlu gelisah. Sekarang, karena aku sudah mengubah pandanganku, dunia terlihat berbeda bagiku,” ucap Dong Mi. (Hmmm… aku suka kata-kata Dong Mi yang satu ini)

“Aku senang mendengarnya,” jawab Da Jung dan kedua sahabatnya yang lain juga sependapat.


Mi Mo menutup kantor dan Soo Hyuk tiba-tiba muncul. “Ayo kita menikah. Kita menikah saja, ikan mas. Tidak ada gunanya jika tidak sekarang,” ajak Soo Hyuk dan lagi-lagi Mi Mo menghindari ajakan itu.

“Kau bilang sendiri kalau kau ingin selalu ada disampingku. Aku akan selalu disampingmu sekarang,” ucap Soo Hyuk dan Mi Mo tidak mengatakan apapun.

Soo Hyuk terus merayu Mi Mo, bahkan saat mereka berada di lift. “Aku tidak akan sakit. Aku  akan membuatmu tertawa sekali dalam sehari. Aku juga akan selalu merawat Ppoppo. Kau bilang bahasa inggrismu hebat. Aku akan mengirimkanmu ke luar negeri,” ucap Soo Hyuk, namun Mi Mo tak menjawab sedikitpun perkatan Soo Hyuk.


Mi Mo hendak masuk ke dalam rumah, tapi Soo Hyuk mencegahnya. Dia membalik badan Mi Mo dan menyudutkannya ke dinding. “Bahkan untuk bertahun-tahun lamanya. Aku akan tetap membuat jantungmu berdebar seperti saat ini,” janji Soo Hyuk.  Lagi-lagi, Mi Mo tak menjawabnya, dia membuka pintu dan langsung masuk ke dalam rumah.


“Han Mi Mo, kau salah menilaiku. Aku orang yang sangat gigih. Aku akan melakukan ini setiap hari sampai kau mengatakan ‘ya’. Kenapa ? karena aku memiliki keyakinan. Tidak peduli apa kata orang, aku tidak akan menyerah,” ucap Soo Hyuk dan tanpa Soo Hyuk tahu, di dalam rumah Mi Mo sedang memakai cincin pemberian darinya.


“Kau sangat serakah, Song Soo Hyuk. Mengapa harus kau yang melakukan semuanya?” ucap Mi Mo dan kemudian mengeluarkan kotak cincinnya. “Biarkan aku yang melakukannya kali ini,” janji Mi Mo pada dirinya.


Pengingat pernikahan Da Jung dan Gun Hak di gelar. Ketiga sahabat Da Jung juga datang bersama pasangan mereka. Khusus Soo Hyuk, dia datang bukan hanya sebagai tamu, dia datang sebagai fotografer acara.


Gun Hak dan Da Jung kemudian mengucapkan janji pernikahan. Mendengar janji pernikahan di ucapkan, Dong Mi pun berkomentar kalau dia rasa inilah yang orang-orang bilang sebuah keindahan.  Ae Ran berkata kalau Da Jung dan Gun Hak terlihat sangat bahagia.


“Beberapa orang bertanya mengapa manusia menikah. Tapi setidaknya.. bagi pasangan ini.. pernikahan adalah hal yang benar-benar berarti,” ucap Mi Mo dan melihat Gun Hak memasangkan cincin di jari manis Da Jung. “Mereka bisa saja membatalkannya, namun mereka sudah memikirkannya berulang kali. Mereka menunggu selama 7 tahun... kemudian berusaha memperbaikinya selama setahun. Dan sekarang, mereka tersenyum... berpegangan tangan seperti itu. Itu kebahagiaan.”


“Jadi, apa kau sudah memutuskannya?” tanya Dong Mi pada Mi Mo mengenai lamaran Soo Hyuk. Namun Mi Mo tak langsung menjawab, dia hanya melihat ke arah Soo Hyuk yang sibuk mengambil gambar. Soo Hyuk menoleh ke arah  Mi Mo dan kemudian mengambil gambarnya.


Waktunya lempar bunga dan Sek. Gwak sudah bersiap-siap menangkapnya. Bunga di lempar dan tiba-tiba Soo Hyuk melompat dan menangkap bunganya. Semua orang terkejut dan Sek. Gwak merasa kecewa, karen bunga itu adalah jatah dirinya. Dengan membawa bunga itu, Soo Hyuk menghampiri Mi Mo dan hendak berlutut, namun dicegah oleh Mi Mo.

“Kau serakah, Song Soo Hyuk!” ucap Mi Mo dan Soo Hyuk tak mengerti maksudnya. “Biar aku yang melakukannya kali ini.”

“Melakukan?” tanya Soo Hyuk tak mengerti.


“Aku ingin melakukannya,” jawab Mi Mo dan  mengambil kotak cincin di dalam  saku baju Dong Mi. Soo Hyuk tersenyum salah tingkah melihat apa yang Mi Mo lakukan. Apa yang Mi Mo lakukan? Dia berlutut di depan Soo Hyuk dan melamar Soo Hyuk. Woooow... daebak! Semua orang yang hadir juga terkejut dengan apa yang Mi Mo lakukan.


“Song Soo Hyuk-a... kau sempurna di mataku. Maukah kau... menikah denganku?” tanya Mi Mo dan menyodorkan cincinnya.


“Tentu saja!” jawab Soo Hyuk senang dan membuang bunganya lalu menerima cincin yang disodorkan Mi Mo. “Kau dimataku... juga sempurna,” ucap Soo Hyuk dan Mi Mo berdiri lagi. Mereka berdua tertawa senang dan yang lain menyambutnya dengan tepuk tangan. Soo Hyuk kemudian menggendong Mi Mo dan memutar-mutarnya.

The End.....

9 comments :

  1. Drama berakhir bahagia tp rasanya kurang greget..
    knp pasangan dokter tdk bersatu lg, sayang sekali,padahal ku berharap hae jon & yon seo bs rujuk diakhir drama,
    Tp ya sudahlah namanya jg drama
    Makasih buat mba lilik atas perjuangannya tuk membuat recap ini..
    Maaf jrg berkomentar, tp walaupun begitu aku slalu baca rekapannya mba

    ReplyDelete
  2. Drama berakhir bahagia tp rasanya kurang greget..
    knp pasangan dokter tdk bersatu lg, sayang sekali,padahal ku berharap hae jon & yon seo bs rujuk diakhir drama,
    Tp ya sudahlah namanya jg drama
    Makasih buat mba lilik atas perjuangannya tuk membuat recap ini..
    Maaf jrg berkomentar, tp walaupun begitu aku slalu baca rekapannya mba

    ReplyDelete
  3. Drama berakhir bahagia tp rasanya kurang greget..
    knp pasangan dokter tdk bersatu lg, sayang sekali,padahal ku berharap hae jon & yeon soo bs rujuk diakhir drama,
    Tp ya sudahlah namanya jg drama
    Makasih buat mba lilik atas perjuangannya tuk membuat recap ini..
    Maaf jrg berkomentar, tp walaupun begitu aku slalu baca rekapannya mba

    ReplyDelete
  4. betul, kayak ada yang kurang,nasib dokternya kok gantung

    ReplyDelete
  5. wahhh happy enddd
    suka" sama pasangan mi mo dan soo hyuk🙌
    gomawoo..

    ReplyDelete
  6. Sip.. Pokoknya.. Akhirnya.. Mereka besatu... Y3eyy

    ReplyDelete
  7. xo hae joon gk ada pasangan.a ea???

    ReplyDelete
  8. akhirnya ending juga. Makasih ya unnie udh ngerecap drama ini sampe tamat. Klo dipikir-pikir kayaknya ada yang terasa kurang tapi ya udahlah yg penting happy ending. Toh semua happy, dokter hae joon sayang emang nggak dapet pasangan tp dia kayaknya enjoy aja. Kebahagiaan kan nggak melulu soal pernikahan.
    Duuh jadi kepanjangan komennya. Anyway,semoga bisa ketemu lagi dengan unnie di recap drama yg lain

    ReplyDelete