March 16, 2016

One More Happy Ending Episode 16 - 1


Soo Hyuk melamar Mi Mo dan Mi Mo menerima lamaran itu dengan senang hati. Dia bahkan sangat menyukai cincin pemberian Soo Hyuk.  Jam menunjukkan pukul 12 malam dan Mi Mo sekarang sudah menggunakan baju biasa. Soo Hyuk keluar dari kamar dan  membawa koper dengan ekspresi penuh emosi.



“Kau membuatku gila. Aku pulang ke unit 1502,” ucap Soo Hyuk kesal. Dia pun langsung keluar rumah dan memanggil Min Woo. Min  Woo tentu sedih ditinggal oleh Soo Hyuk seperti itu.

One More Happy Ending episode 16


Mi Mo lewat di depan gedung pengadilan. Berada di depan gedung pegadilan, Mi Mo teringat kembali pada percakapannya dengan Seung Jae.


Flashback!
“Kita sama-sama bosan saat kita hidup bersama kan?” tanya Seung Jae.

“Ya, kita masing-masing tidak membiarkan yang lain menang,” jawab Mi Mo.

“Aku tidak tahu seperti apa Song Soo Hyuk, tapi aku harap kau beruntung,” ucap Seung Jae.
Flashback End


Mi Mo sekarang sudah berada di kantornya. Disana ada pasangan yang baru bertemu di Brave Wedding dan Sek. Gwak juga sedang sibuk memberitahu klien tentang cara mengisi formulir. Mi Mo lewat ruangan Da Jung dan disana dia melihat klien yang ingin mendapatkan seseorang yang berbeda dengan mantan suaminya.


Mi Mo terlihat cemas. Dia teringat pada saat masih berpacaran dengan Jung Hoon dan juga teringat ketika dia bercerai dengan Seung Jae. Setelah bercerai dari Seung Jae, Mi Mo benar-benar sedih, dia menangis sambil mencium kaos milik Seung Jae.


Seorang klien berkonsultasi pada Mi Mo. Dia mengaku kalau dia tidak butuh pernikahan di hotel, namum dia ingin pernikahannya itu di selenggarakan di tempat yang bagus. Klien itu juga mengaku kalau dia dan pasangan terus berselisih pendapat mengenai acara pernikahan mereka. Dia ingin makanan 40 dolar untuk tamu-tamu mereka sedangkan pasangannya tidak mau, jadi mereka pun mengambil jalan tengan dengan 35 dolar.

Mi Mo kemudian memberi saran agar kliennya itu tidak terlalu fokus pada acara pernikahannya saja, lagi pula itu juga penikahan pertamanya. Mendengar saran Mi Mo klien itu jadi emosi.

“Apa kau mau bilang janda tidak boleh jadi pemilih?” tanya klien itu dengan kesal dan Mi Mo berusaha menjelaskan kalau bukan seperti itu maksudnya. Mi Mo hanya ingin memberitahukan kalau kehidupan pernikahannya lah yang lebih penting, bukan pesta pernikahannya. Bukannya mengerti, klien itu tambah emosi, dia menganggap Mi Mo sudah mengecap dirinya materalistik.

“Aku ingin pernikahan keduaku berbeda. Karena aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan di pernikahan pertama. Teganya kau, sebagai Presdir mengatakan hal seperti itu padaku?” ucap klien itu dan langsung keluar ruangan Mi Mo, tanpa mau mendengarkan penjelasan Mi Mo.


Mi Mo kemudian mendapat sms dari Soo Hyuk yang berisi, “Aku akan menunggumu dengan makan malam yang sudah tersedia, sayang.”


Da Jung masuk dan bertanya kenapa klien tadi marah-marah, padahal dia sebentar lagi akan menikah. Mi Mo menjawab kalau klien itu marah karena tak suka dengan apa yang Mi Mo katakan. Mi Mo kemudian bertanya, “Mengapa kau pikir kita harus menikah?”

“Apa yang kau bicarakan?” tanya Da Jung tak mengerti. Mi Mo menjawab kalau mereka bisa saling mencintai dan hidup sebagaimana mestinya, jadi mengapa mereka harus menikah. Mendengar itu, Da Jung berkomentar kalau pemikiran Mi Mo itu sangat berbahaya, apalagi Mi Mo adalah Presdir dari sebuah peruahaan perjodohan.

“Kau tahu... aku dulu berpikir cinta...harus selalu menuju ke pernikahan. Aku harus menempel label padanya jika aku pikir dia orangnya dan memastikan dia tidak kemana-mana. Tapi sekarang aku memikirkannya meski kita melakukan semuanya. Beberapa orang tetap pergi. Hanya butuh lebih lama,” jelas Mi Mo dan berkata kalau mereka tidak bisa memaksa siapapun untuk tetap bersama mereka.

“Beberapa orang masih tetap bersama,” jawab Da Jung dan mencontohkan dirinya dan Gun Hak yang masih tetap bersama, padahal mereka sudah berada di ujung pernikahan. Semua itu karena mereka berdua sama-sama berusaha.


Soo Hyuk sekarang sedang berada di toko perhiasan bersama Hyun Kil. Soo Hyuk ingin membeli cinci berlian untuk Mi Mo. Atas rekomendasi si penjaga toko, Soo Hyuk pun membeli cincin berlian yang simple agar bisa di gunakan sehari-hari. Si penjaga toko memastikan kalau dengan cicin itu, Soo Hyuk tidak akan di tolak.


Pulang ke rumah, Soo Hyuk manata rumahnya dengan penuh bunga mawar. Bukannya membantu, Hyun Ki malah menakut-nakuti Soo Hyuk dengan mengatakan kalau Mi Mo pasti akan berubah sangar pada Soo Hyuk setelah mereka 3 bulan menikah. Namun Soo Hyuk tetap yakin, kalau dia dan Mi Mo bisa membangun rumah tangga yang bahagia.

Hyun Ki lalu memberitahu Soo Hyuk kalau dia masih bisa bersama Mi Mo tanpa harus menikah. Soo Hyuk kemudian mengaku kalau dulu dia kehilangan kesempatan untuk melakukan semua itu, jadi sekarang dia tak mau kehilangan kesempatan lagi.


Sekarang Soo Hyuk sudah bersama Mi Mo dan mereka melihat video yang Soo Hyuk buat. Setelah video berakhir, Soo Hyuk berlutut dan melamar Mi Mo dengan cincin yang sudah dia beli. Dari balik dinding, Min Woo berbisik agar Mi Mo menerima lamaran Soo Hyuk.

“Soo Hyuk-a, ada yang ingin aku katakan padamu,” ucap Mi Mo.

“Ya, katakanlah. Apa itu?” tanya Soo Hyuk dengan nada tak enak.


“Dari pada menikah, mari kita saling merasakan satu sama lain,” jawab Mi Mo dan Soo Hyuk tidak mengerti. Mi Mo kemudian menarik Soo Hyuk untuk duduk di sofa lagi. Mi Mo berkata kalau dia sendiri sudah pernah menikah dan dia tahu bagaimana kehidupan pernikahan, yang kemudian dia bercerai.

“Aku selalu berpikir hubungan yang berhasil akan mengarah ke pernikahan.  Makanya aku selalu menantikan momen seperti ini, dimana aku mendapat lamaran sementara melalui semua sakit hati. Aku lari ke arah tujuan ini. Tapi aku menyadari kalau aku tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya,” jelas Mi Mo yang kemudan mengaku kalau dia merasa takut karena Soo Hyuk . “Aku sangat ingin semuanya berjalan lancar kali ini. Aku menerima cincin ini, namun tidak mejamin kita akan bahagia bersama. Mari kita pikirkan jika kita benar- benar bisa membuat hal ini berjalan dan jika kita benar-benar cocok untuk satu sama lain. Mari kita lihat. Mari kita cari tahu,” jelas Mi Mo dan Soo Hyuk hendak mengatakan sesuatu namun Mi Mo memotong dengan mengatakan kalau Soo Hyuklah yang membuat Mi Mo merasa bisa mengumpulkan keberanian untuk melakukannya. Mi Mo ingin bahagia sekali lagi.


Min Woo masuk ke kamarnya karena merasa apa yang di bicarakan Mi Mo dan Soo Hyuk, tak perlu lagi dia dengarkan.

“Bagaimana menurutmu? Apa YA atau TIDAK? Apa ada jawaban di antaranya?” tanya Min Woo pada Ppoppo.


Mi Mo pulang ke rumahnya. Sambil menggendong Ppoppo, Min Woo menghampiri Soo Hyuk yang masih duduk di sofa dan melihat cincin untuk Mi Mo. Min Woo meletakkan Ppoppo di sofa dan kemudian dia memeluk sang ayah.

“Ayah kelihatan sedih. Mungkin karena ayah di tolak,” ucap Min Woo dan Soo Hyuk langsung membantah dengan mengatakan kalau dia tidak di tolak oleh Mi Mo. Mi Mo hanya meminta Soo Hyuk untuk menunggu sebentar, Soo Hyuk juga yakin kalau Mi Mo akan segera kembali dan segera menjawab lamarannya.  Namun Soo Hyuk tidak bisa menutupi rasa kecewanya, dia kemudian menyalahkan pada si pegawai toko yang memberikan cincin dengan model seperti itu.


“Aku rasa bukan karena modelnya,” koment Min Woo.

“Aigo... kau sangat pintar. Aigo, anakku,” ucap Soo Hyuk dan Min Woo kemudian bertanya apa yang harus mereka lakukan pada Ppoppo sekarang.


Dengan wajah serius Soo Hyuk menemui Mi Mo dan mengembalikan Ppoppo. Setelah menurunkan Ppoppo, Soo Hyuk kemudian mengeluarkan formulir pendaftaran pernikahan mereka berdua. Mi Mo berkata kalau saat mendaftar mereka berdua sedang mabuk, jadi mereka melakukan hal-hal yang bodoh.

 “Kau mengatakannya. Pernikahan, pernikahan, pernikahan. Kau mengatakannya,” ucap Soo Hyuk dengan nada marah.


“Orang berubah. Aku sudah melalui banyak hal sejak saat itu,” jawab Mi Mo dan Soo Hyuk menyebutnya ikan mas karena Mi Mo benar-benar plin plan.

“Kau mempenngaruhi dan memikatku, kau ikan mas. Kau.. aish,” ucap Soo Hyuk kesal sampai tak bisa berkata-kata. Mi Mo tak tega dan diapun langsung memeluk Soo Hyuk. Dia minta maaf karena sudah membuat Soo Hyuk emosi.

“Kau ingat kan? Kau bilang kau tidak mau menikah,” ucap Mi Mo membalikkan semuanya.


“Itu.... aigo, ini tidak bisa dipercaya. Masalah apa ini??” ucap Soo Hyuk menahan emosi dan Mi Mo kembali memeluknya.

“Ini apa yang dikatakan orang-orang padaku. ‘Pernikahan adalah hal gila, dan perceraian adalah hal yang mengerikan’. ‘Dan jika kau menikah lagi, kau akan menghadapi banyak tantangan’. Apa yang kita pikir untuk di lakukan, bisa mengakibatkan tantangan selanjutnya. Jadi, proses ini adalah sesuatu yang harus kita lalui. Ini untuk kita berdua,” jelas Mi Mo. Dia juga berkata kalau dia tak ingin kalau akhirnya dia nanti bercerai lagi.


Soo Hyuk bertanya apa kalau Mi Mo bercerai lagi, itu akan membahayakan karirnya. Namun Mi Mo tak menjawab, dia malah bertanya apa mereka berdua saat ini sedang mabuk, karena mereka berdua bisa mengingat semuanya.

“Kita sudah mulai tertarik satu sama lain saat itu,” ucap Soo Hyuk dengan kesal.

“Benarkah?” tanya Mi Mo dengan perasaan tak enak.


Soo Hyuk menceritakan semua yang terjadi pada Hyun Ki Hyun Ki bertanya bagaimana kalau memang Soo Hyuk dan mi Mo tidak cocok satu sama lain. Bukan hanya itu, Hyun Ki juga meledek kalau Soo Hyuk terlihat lega setelah ditolak. Tentu saja ledekan itu membuat Soo Hyuk sedikit kesal dan Hyun Ki langsung minta maaf. Dia mengatakan semua itu hanya untuk menghibur Soo Hyuk.

Soo Hyuk lalu bertanya bagaimana kalau dia benar-benar harus melepaskan Mi Mo lagi dan Hyun Ki menjawab kalau memang seperti itu, maka Soo Hyuk harus melepaskannya.


So Eun datang ke rumah Soo Hyuk dan dia shock melihat banyak bunga disana. Min Woo juga memberitahunya kalau sudah tak ada kesempatan lagi bagi So Eun untuk mendapatkan Soo Hyuk.

“Aku sangat mencintaimu, tapi ayahku tidak mencintaimu,” tambah Min Woo dan So Eun langsung menyuruh Min Woo untuk memikirkan semuanya.

“Berapa lama kau mengenalnya? Dia mungkin berubah jadi ibu tiri yang menakutkan setelah menikah denngan ayahmu. Kau tidak bisa hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa. Kau harus memprotesnya,” hasut So Eun dan langsung keluar rumah Soo Hyuk dengan kesal.

So Eun berjalan pulang, tiba-tiba dia hampir terjatuh dan kepalanya terasa pusing. Berhenti melangkah karena merasakan kepala yang pusing, So Eun malah berbalik lagi dan menemui Mi Mo.


“Biar aku katakan sesuatu padamu. Aku meminta untuk dipindahkan ke cabang Korea jadi aku bisa bersama Soo Hyuk. Tapi karena kau, semua usahaku sia-sia. Satu-satunya kesalahan yang aku buat... adalah ketinggalan satu langkah. Aku terlambat datang kesini. Aku mohon padamu. Mi Mo-shi, kau.... lebih baik dari aku karena.... ( So Eun melihat Mi Mo dari atas sampai bawah, namun tak menemukan sesuatu yang lebih dari dirinya ).. kau lebih dewasa,” ucap So Eun dengan memohon.

“Maafkan aku, tapi...aku juga tidak bisa menyerahkan Soo Hyuk. Dia pria pertaa yang membuatku merasa sangat takut. Aku takut dia akan meninggalkanku. Aku tidak bisa menyerah,” jawab Mi Mo dan So Eun kembali merasa sakit pada kepalanya. So Eun lalu memutuskan pulang, melihat So Eun yang terlihat lemas, Mi Mo pun berpesan agar So Eun makan dengan baik.


“Kau sangat kurus sehingga kau kelihatan bisa pingsan sewaktu-waktu,”ucap Mi Mo dan setelah dia menyudahi kata-katanya, So Eun tiba-tiba pingsan. Tentu saja Mi Mo langsung berusaha membangunkannya, karena So Eun tak juga sadar jadi Mi Mo memanggil ambulans.


Di UGD, Mi Mo bertemu dengan Hae Joon dan mereka kemudian bicara berdua.  Mi Mo mengaku kalau sebenarnya dia ingin menghubungi Hae Joon untuk tahu kabarnya, tapi dia tak bisa melakukannya, karena hal itu tidak boleh di lakukan. Hae Joon pun membenarkan kalau hal tersebut tidak penting.


“Apa yang akan kau lakukan jika aku menginginkanmu lagi?” tanya Hae Joon dan Mi Mo tak bisa menjawabnya. “Kenapa kau sangat kaget? Aku hanya bercanda.” Mi Mopun tersenyum lega mendengarnya.

Mi Mo kemudian membahas tentang Yeon Soo yang datang ke Brave Wedding dan Hae Joon menjawab kalau dia tahu hal tersebut. Hae Joon juga bertanya kenapa Mi Mo menjodohkan Yeon Soo dengan pria yang biasa-biasa saja, karena seharusnya Mi Mo mencarikan pria yang hebat untuk Yeon Soo.

“Dia tidak menyukainya?” tanya Mi Mo.

“Dia bilang itu seperti penipuan,” jawab Hae Joon.

“Itu karena dia memiliki standard yang sangat tinggi. Itu juga sebagian salahmu,” balas Mi Mo dan mereka berdua tersenyum.


Gun Hak dan Da Jung sedang berjalan berdua. Gun Hak memberanikan diri menggandeng  tangan Da Jung dan dia juga  berkata kalau dia ingin mereka bergandengan seperti dulu. Tentu saja Da Jung tak menolaknya, karena perasaan cinta Da Jung pada Gun Hak sekarang sudah tumbuh kembali.


Da Jung dan Gun Hak menemui Yeon Soo untuk mengetahui hasil pemeriksaan Da Jung setelah operasi. Yeon Soo memberitahu kalau hasilnya semakin baik, selain itu Da Jung juga sudah tersenyum. Yeon Soo pun menyebut Gun Hak dan Da Jung adalah pasangan yang hebat.

“Ini menjadi lebih baik. Kau hanya perlu tetap melakukannya,” tambah Yeon Soo.

“Terima kasih. Ini semua berkat dirimu,” ucap Gun Hak dan kemudian pamit. Gun Hak keluar duluan dan Da Jung berbalik lagi. Dia berterima kasih pada Yeon Soo.


“Aku dengar semuanya dari suamiku. Aku dengar kau memberinya banyak nasehat... sehubungan dengan hal-hal selain kesehatanku,” ucap Da Jung dan Yeon Soo menjawab kalau semua itu juga bagian dari pekerjaannya sebagai dokter.  Namun Da Jung tetap berterima kasih, karena berkat Yeon Soo, dia dan Gun Hak bisa memberi kesempatan satu sama lain untuk memperbaiki hubungan dan mereka berhasil melakukan yang terbaik.

“Jika kami tidak berusaha, aku pasti menyesalinya,” aku Da Jung dan pamit keluar. Yeon Soo tersenyum lega melihat pasangan itu.


Berjalan menuju kantor Da Jung, mereka melewati toko bunga dan Gun Hak menawari Da Jung bunga untuk diletakkan di kantor. Namun Da Jung menolak, karena dia lebih ingin bunga dalam pot daripada bunga biasa.

“Aku ingin menjaganya di sampingku dan menyiramnya agar bunganya tumbuh,” ucap Da Jung dan Gun Hak tak keberatan membelikannya.


Di ruangannya, Da Jung terus memandangi bunga pemberian Gun Hak. Da Jung terlihat sangat sedang dan menyukai bunga tersebut. Mi Mo masuk dan berkata kalau dia dilamar.

“Aku mendapat bunga dalam pot,” jawab Da Jung tanpa menoleh, namun dia cepat menyadari kalau apa yang Mi Mo barusan katakan adalah hal yang penting. “Apa? Kau dilamar?” tanya Da Jung dan berbalik. “Dia benar-benar melamarmu?” Mi Mo menjawab dengan anggukan. “Jadi ada apa dengan wajah ini?” tanya Da Jung karena melihat wajah Mi Mo yang terlihat tak senang.

“Aku tidak yakin apakah aku ingin mencintai atau menikah,” jawab Mi Mo.


“Kau memikirkan hal itu sekarang? Aku pikir kau hanya ingin bahagia. Tidak peduli proses yang harus kau lalui,” ucap Da Jung dan Mi Mo membenarkan. Mi Mo kemudian bertanya apa bunga dalam pot itu adalah dari Gun Hak dan Da Jung pun mengiyakan. Melihat Da Jung yang sekarang sedang merasa kebahagiaan dalam pernikahannya, membuat Mi Mo merasa ingin menikah juga.


“Daripada mencoba mencari tahu tentang dia, haruskah aku menikah?” tanya Mi Mo.

“Melihatmu plin plan seperti ini membuatku berpikir... kau pasti sangat menyukainya. Han Mi Mo, kau menemukan jodohmu,” ucap Da Jung dan Mi Mo tersenyum lega.


Jung Woo mengajak Dong Mi untuk hanya berkencan dan tidak lebih. Namun Dong Mi tidak mau karena umurnya sudah 34 tahun. Dia menjelaskan kalau di usia 25, seseorang memang hanya memikirkan untuk berkencan saja, tapi tidak untuk orang yang sudah berusia 34 tahun. Di usia itu, seseorang punya ketakutan dan kekhawatiran.

“Lima tahun itu terlalu lama, jadi aku memberimu waktu tiga tahun. Kau harus mendapat pekerjaan dan mapan saat itu dan menikah,” ucap Dong Mi tegas.

“Bagaimana aku bisa melakukannya dalam waktu tiga tahun?”

“Jadi kau ingin aku menunggumu selama 5 tahun? Ini tidak akan berhasil. Kita tidak cocok satu sama lain,” ucap Dong Mi menyerah dan Jung Woo kemudian mengungkapkan apa perasaannya saat ini. Jung Woo menyukai Dong Mi, tapi dia masih tidak yakin dengan pernikahan.


Ae Ran membuka selimut Dong Mi dan berkata kalau hanya satu solusi untuk masalah Dong Mi. Solusinya adalah Dong Mi melupakan tentang pernikahan. Ae Ran bahkan berkata kalau menikah itu tidak enak, karena dia sudah mencobanya. Tentu saja Dong Mi tidak mau, dia bahkan merasa kesal pada Ae Ran.

“Hei, aku benci orang-orang sepertimu. Kalian semua sudah menikah dan menyuruhku untuk tidak menikah,” teriak Dong Mi.


“Unni-a.. aku sudah menyuruhmu putus dengan bayi itu... dan cari seseorang yang lebih cocok untukmu. Kau yang memaksakan hubungan itu. Aku memberimu nasehat yang tulus. Mengapa kau berteriak padaku?” tanya Ae Ran tak terima.

“Dia sangat membuat ketagihan, aku harus bagaimana? Aku tidak bisa putus dengannya. Untuk beberapa alasan, aku hanya tergoda olehnya,” aku Dong Mi dan Ae Ran hanya bisa menghela nafas berkali-kali. Ae Ran lalu duduk dan mengatakan kalau Dong Mi masih punya pilihan ke dua.

“Saat kau kencan dengan bayi itu, kau bisa pergi ke  kencan buta...  dengan pria yang lebih cocok denganmu untuk jaminan,” ucap Ae Ran.

“Kau mau aku selingkuh darinya?” tanya Dong Mi dan Ae Ran menjawab kalau itu bukan benar-benar selingkuh, melainkan hanya kencan buta saja. Ae Ra pun menyuruh agar Dong Mi menganggapnya sebagai jaringa kerja. Namun Dong Mi masih ragu melakukannya, karena hal itu sangat berbahaya.

“Itu bukan ide yang buruk untuk melakukan hal berbahaya sekali saja. Kau selama ini hidup di zona aman,” jawab Ae Ran.


Kita beralih pada Soo Hyuk dan Hae Joon. Mereka sedang bersama di sebuah kedai. Soo Hyuk bertanya-tanya kenapa untuk menikah sangat sulit baginya,  padahal orang lain bisa berkencan dan menikah dengan mudah. Namun Hae Joon tak setuju dengan pendapat Soo Hyuk, karena menurut Hae Joon  semua orang juga mengalami kesulitan dalam sebuah hubungan.

“Lalu bagaimana denganmu? Saat kau menikahi Yeon Soo. Apa itu sulit?”tanya Soo Hyuk.

“Itu mudah... makanya itu sulit dan itu menyakitkan. Kami kencan karena kami tidak saling membenci. Kami tidak saling mencintai,” jawab Hae Joon.

“Itu menyakitkan dan aku orang luar,” ucap Soo Hyuk.

“Melihat ke belakang, aku bisa lihat seberapa sering aku menyakitinya. Jadi... aku masih merasa tidak enak sekarang. Setiap aku melihatnya, aku merasa bersalah,” aku Hae Joon.


Kita beralih pada Ae Ran yang melakukan presentasi produknya ke perusahaan yang bernama  GG Home Shopping. Setelah melihat brosur milik Ae Ran, pihak GG Home Shopping dengan blak-blakan berkata kalau Ae Ran masih harus lebih banyak belajar. Pihak GG Home Shopping juga mengungkapkan kalau barang yang Ae Ran bawa, semuanya adalah model lama dan mereka tidak bisa meluncurkan produk seperti itu. Di kritik seperti itu, membuat Ae Ran tak terima dan kemudian berkata kalau produk yang dibawanya itu adalah produk dengan penjualan tertinggi di pusat perbelanjaan mereka.

“Jika ini terjual dengan baik, aku sudah bisa tahu bagaimana pakaian lainnya,” sindir pihak GG Home Shopping yang memang sedikit kasar, sehingga membuat Ae Ran tersinggung. “Kau mungkin kesal dan marah, tapi aku akan tetap mengatakannya....


... kau harus mempertimbangkan selera pelanggan. Tidak ada yang membeli produk hanya karena merknya,” ucap pihak GG Home Shopping dan sekarang Ae Ran sudah berada di luar gedung. Dia duduk di bangku taman. Ae Ran juga teringat pada cemoohan juniornya saat mereka sama-sama menjadi Idol.

“Meski sulit mencari nafkah, jangan tunjukkan padaku betapa menyedihkan yang kau lakukan,” sindir juniornya saat itu.

Ae Ran juga teringat saat dia diperlakukan tidak sopan dengan pelanggannya. Padahal saat itu Ae ran mengatakan kalau dulu dia adalah anggota ANGELS, tapi si pelanggan hanya menyuruh Ae Ran menaruh barangnya di depan pintu tanpa membukakan pintu.

Ae Ran menghela nafas mengingat semua itu. Dia juga kembaliteringat pada apa yang pihak GG Home Shopping katakan pada dirinya. “Sebelum kau melakukan facial atau pergi ke gym, pelajari lebih banyak tentang produk-produknya. Jika kau kembali dengan produk yang bagus, aku akan melakukan pertemuan.”


Soo Hyuk menemui Mi Mo dan menunjukkan formulir pendaftaran pernikahan. Dia memberi waktu pada Mi Mo satu tahun untuk memikirkan semuanya. “Kita akan berusaha dan jika sepertinya berhasil, kita akan mendaftar tahun depan,” ucap Soo Hyuk namun Mi Mo tak menjawab. Mi Mo hanya senyum-senyum saja dan itu semakin membuat Soo Hyuk kesal, karena mengira Mi Mo hanya mengulur-ulur waktu dengan alasan ingin lebih mengenal satu sama lain. Mi Mo berkata kalau proses mengenal lebih dulu, sangat penting sebelum mereka nanti menikah.

“Itu karena aku ingin bahagia bersamamu selamanya. Mari kita.... lebih mengenal satu sama lain,” ucap Mi Mo dan menggenggam tangan Soo Hyuk.

Soo Hyuk kemudian mengeluarkan cincin yang sudah dia beli. Dia memberikannya pada Mi Mo dan meminta Mi Mo untuk menjaganya.


“Dia menangis... karena kau tidak mau membawanya. Dan melihatnya menangis membuatku sedih,” ucap Soo Hyuk kesal dan Mi Mo mau menerima cincin tersebut. Soo Hyuk kemudan mengeluarkan kertas stikernya. “Jika aku mengisinya, nikahi aku bahkan sebelum kita mencapai satu tahun. Kau janji akan mendapat satu permintaan. Aku putuskan apa yang aku inginkan,” ucap Soo Hyuk tegas.

“Baiklah, aku mengerti,” jawab Mi Mo.


“Kau yang bilang! Aku akan membuatmu bahagia... dan akan cepat mewujudkannya,” janji Soo Hyuk dengan nada dan ekspresi marah.

“Aku tidak akan semudah itu,” jawab Mi Mo.

Apakah Soo Hyuk akan berhasil meluluhkan hati Mi Mo?

Selanjutnya : Sinopsis One More Happy Ending ep 16 - 2

3 comments :