March 14, 2016

One More Happy Ending Episode 15 - 2


Mi Mo menunggu Seung Jae di lobi, dia ingin meminta Seung Jae untuk melepaskan Shi A karena dia tak bisa hidup tanpa Soo Hyuk. Dia mempraktekkan apa yang akan ia ucapkan pada mantannya, “Aku sudah tua dan pria lain tidak mau berkencan denganku dan aku terlihat jelek saat menangis.”

Tapi ia ragu untuk mengucapkannya. “Apa aku serendah itu?” tanya Mi Mo pada dirinya sendiri.




Tepat disaat itu Seung Jae keluar, namun sebelum Mi Mo sempat memanggilnya, Shi A muncul bersama So Eun dan menghampiri Seung Jae. Mi Mo tentu saja tak jadi menemui Seung Jae, karena akan berabe jika Shi A dan So Eun melihat dia menemui Seung Jae.

Hae Joon keluar lift dan melihat Soo Hyuk yang  sedang menunggu dirinya. Hae Joon bertanya kenapa Soo Hyuk datang. Soo Hyuk menjawab kalau dia kebetulan lewat dan juga merindukan Hae Joon. 


Soo Hyuk menceritakan pada Hae Joon tentang tunangan Shi A yang ternyata mantan suami Mi Mo. Hae Joon pun berpendapat kalau Soo Hyuk harus bisa menerimanya.

“Kau tidak bisa memiliki semuanya. Akan lebih mudah jika kau pilih salah satu, mana yang lebih penting. Dulu seorang wanita pernah mengatakan hal ini kepadaku saat ia sudah meninggalkanku," ujar Hae Joon dan tersenyum. Soo Hyuk sadar siapa yang dibicarakan.


Ae Ran terheran-heran dengan kelakuan Dong Bae. Selesai makan malam, Dong Bae mengambil alih untuk cuci piring, bahkan dia tidak memperbolehkan Ae Ran membantunya. Ae Ran nonton TV tapi matanya terus memperhatikan Dong Bae yang kerajinan. Karena selain mencuci piring, Dong Bae juga membuang sampah dan menyetrika baju. 


Tengah malam, Ae Ran diam-diam keluar kamar dan menelpon Da Jung. Dia menceritakan tentang sikap Dong Bae yang mencurigakan. 

“Dia mencuci piring, menyetrika baju dan membuang sampah. Dia melarangku untuk membantunya. Aku pergi ke kamar untuk tidur dan dia mengisi pelembab ruangan dengan air. Ia juga mengucapkan selamat malam dengan suara yang lembut. Bukankah seorang pria akan mengeluh saat aku tidur sementara dia mengerjakan pekerjaan rumah?" tanya Ae Ran.

“Mengapa kau mencurigainya karena sudah berlaku baik denganmu? Mungkin dia belajar dari wanita teman kantornya dan tahu bagaimana menghadapimu. Kau ini beruntung, jadi sebaiknya kau berhenti mencurigainya,” jawab Da Jung.

Tapi Ae Ran tetap yakin kalau Dong Bae sedang menyembunyikan sesuatu. “Unni, dia pernah menusukku dari belakang saat hari pernikahan. Apa kau tidak ingat? Aku merasa apa yang aku lakukan sudah benar sebelum pernikahan.  Aku yakin dia menginginkan sesuatu,” ujar Ae Ran yakin.

“Terus saja seperti itu dan kau akan terus berkhayal,” jawab Da Jung menuding keparnoan Ae Ran.


“Tidak. Aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” jawab Ae Ran kesal dan menutup telepon. Ae Ran kemudian berusaha membuka ponsel Dong Bae, namun dia tak bisa membuka passwordnya malah terpencet tombol kamera. Klik.


Di rumah, Da Jung sedang berusaha mencari panggilan sayang di internet. Ketika Gun Hak muncul dan Da Jung langsung bertanya dia mau dipanggil apa. Namun Gun Hak sendiri tak tahu panggilan sayang apa yang cocok untuk mereka berdua. 

Da Jung kemudian memberitahukan tentang panggilan sayang milik Sek. Gwak dan mantan pacarnya yaitu Jajang dan Jajangmyun. Gun Hak suka dengan panggilan itu dan mengusulkan untuk menggunakannya. Da Jung setuju.


Maka Gun Hak memilih Jajangmyun dan Da Jung adalah Jajang. Setelah sepakat dengan nama panggilan, Da Jung dan Gun Hak langsung menulisnya di buku PR mereka. Da Jung jadi Baek-Jajang dan Gun Hak jadi Kim-Jajangmyun. 

“Mengapa kita tidak mengerjakan PR nomor 1? Apa karena kita baru saja punya nama panggilan?” ajak Gun Hak dan Da Jung langsung melihat apa PR nomor 1 mereka. PR-nya adalah ‘Pergi berbelanja bersama dan memasak bersama.’


“Haruskah?” tanya Da Jung dengan senyum yang mengembang. Gun Hak dan Da Jung sekarang sudah berada di supermarket. Mereka belanja bersama dan sudah kelihatan tak canggung.


Mi Mo pulang dan melihat So Eun sedang berusaha membuka kode kunci rumah Soo Hyuk. Mi Mo menghampiri dan mengatakan kalau dia sudah mengganti password-nya. Tentu saja itu membuat So Eun kesal dan bertanya apa hak Mi Mo mengganti password-nya. Mi Mo menjawab, “Aku masih kekasih Soo Hyuk. Aku tidak suka melihatmu datang dan pergi sesuka hatimu.”

“Berikan password-nya padaku,” pinta So Eun dengan sombong.

“Aku tidak akan mengubahnya jika aku akan memberitahukanmu,” jawab Mi Mo, tapi ia terlihat lelah. "Jangan khawatir dan pulanglah. Mungkin lain kali kau akan mendapatkan kesempatan,” tambah Mi Mo dengan tatapan sedih.


Mi Mo masuk rumah dan menjatuhkan tubuhnya di sofa. Tepat disaat itu Mi Mo mendapat telepon dan saat dia membaca nama kontak si penelpon, Mi Mo terlihat emosi. 


Soo Hyuk dalam perjalanan pulang dan menelpon Mi Mo namun tak diangkat. Kemana Mi Mo? Ternyata dia sedang ketemuan dengan Seung Jae di depan gedung apartemennya. Seung Jae datang membawa surat perjanjian asuransi. 


“Aku tidak ingin kehilangan uanganya jadi aku membiarkannya. Tapi aku sudah memikirkannya dan menyadari kalau...  jika terjadi sesuatu padaku. Pada akhirnya kau akan mendapatkan semua uangnya. Aku sudah mengecek ke perusahaan asuransi dan mereka bilang kalau...  kau akan mendapat uang dengan jumlah yang besar...  kalau terjadi sesuatu padaku.. kau bukan lagi istriku karena... namamu masih tertera disana,” ucap Seung Jae.

“Lalu?” tanya Mi Mo dan Seung Jae meminta Mi Mo untuk mengambil surat perjanjian itu lalu ubah namanya sendiri. Tentu saja Mi Mo tak mau melakukannya, bahkan dia jadi kesal karena Seung Jae menemuinya hanya untuk masalah asuransi.

“Kau sakit kepala? Kau tidak bisa mengendalikan emosimu,” sindir Seung Jae.

“Dengar... apa kau tahu.. betapa tertekannya aku sekarang....setelah bertemu denganmu dan Song Shi A?” ungkap Mi Mo dengan emosi dan bertanya apa Seung Jae tidak merasa tertekan juga. “Apa kau tidak peduli hanya karena kau akan menikah dengannya?”


“Apa yang kau bicarakan?” tanya Seung Jae tak mengerti. Mi Mo lalu meminta Seung Jae melepas Shi A karena dia tak bisa melepas Soo Hyuk. Tanpa mereka sadari, Soo Hyuk melihat mereka dan mendengar pembicaraan mereka. 

“Haruskah kita seperti mereka yang ada di “opera sabun”? haruskah aku... menjadi keluarga mereka juga?” tanya Mi Mo.

“Apa yang kau bicarakan?” tanya Seung Jae yang masih tak mengerti dengan maksud Mi Mo.


“Kau dan aku... kita berdua akan menjadi keluarga. Kita tidak bisa berpura-pura... bahwa tidak saling mengenal. Tapi kita akan selalu bertemu saat acara keluarga. Jika aku tidak mau mengalah, bagaimana?” jelas Mi Mo dan Seung Jae langsung teringat saat Shi A menyebut  kalau Soo Hyuk adalah oppa-nya. 

Seung Jae memejamkan matanya dan tertawa. “Ayo... jangan buat masalahnya menjadi semakin rumit. Aku tidak percaya jika akhirnya kau mengalaminya seperti itu. Aku jadi ingin ketawa,” ucap Seung Jae yang tak terlalu menganggap semua itu jadi sebuah masalah.

“Aku harus memikirkannya karena Soo Hyuk sangat berarti bagiku,” jawab Mi Mo dan Seung Jae menjawab kalau hal itu tidak boleh terjadi. 

“Aku akan beritahu sedikit informasi. Mungkin bisa membantumu. Kami akan menikah minggu depan. Bukankah sudah jelas kalau kau yang harus mengalah?” ucap Seung Jae dan pergi.


Sendirian, Mi Mo langsung menangis dan bertanya apa yang harus dia lakukan sekarang. Hujan turun dan Mi Mo masih terus menangis disana. Soo Hyuk muncul dan memayungi Mi Mo. 

“Kenapa kau duduk disini dibawah hujan? Kau bisa masuk angin,” ucap Soo Hyuk dan menghapus air mata Mi Mo. Mi Mo sendiri hanya bisa diam saja.


Dong Mi sudah mengumpulkan keberaniannya dan dia memberikan surat yang berisi isi hatinya pada Jung Woo. Jung Woo pun menerima surat dan berkata akan membacanya. Karena Jung Woo ingin membacanya sendiri, jadi Dong Mi pun meninggalkannya sendiri.


Jung Woo-a... sebenarnya... aku juga bohong mengenai usiaku. Jadi perbedaan usia yang sebenarnya adalah... 9 tahun... maafkan aku. Melihat matamu yang dalam dan indah. Aku sadar kalau aku tidak bisa terus bohong padamu. Ingat saja 1 hal, aku berbohong karena aku ingin bersamamu. Aku memikirkannya dan menyadarinya kalau aku sudah belajar perkalian... dan mengenai partai di sekolah. Saat kau masih balita. Aku harus tahu diri. Aku terlalu tua untukmu. Aku rasa... aku harus menyadarinya sekarang dan... menerima kenyataannya bahwa kita tidak bisa bersama-sama. Diusiaku sekarang ini, seharusnya aku bertemu dengan orang yang sukses lalu menikah. Aku harap kau ngertiin aku. Maafkan aku... kita.. putus saja. Dari... Koo Dong Mi.”

Disaat kita diperdengarkan isi surat Dong Mi, kita juga diperlihatkan pada Dong Mi yang sedang merasa galau dan cemas. Bahkan disaat mengajar di kelas, Dong Mi juga terlihat galau.  


Selesai membaca surat Dong Mi, Jung Woo menghela nafas. Dan ternyata Dong Mi belum pulang, dia masih menunggu di luar. Dari luar dia melihat ekspresi wajah Jung Woo dan bertanya – tanya, kenapa  Jung Woo tidak berusaha menghentikan dirinya. Dong Mi mengintip lagi dan Jung Woo masih duduk di tempatnya. 


“Ya... Ae Ran memang benar... kalau aku terus berkencan dengannya. Maka, dia yang pertama kali mencampakkanku. Itu pasti sangat menyakitkan. Baiklah, semoga kau beruntung dengan hidupmu, An Jung Woo,” ucap Dong Mi kesal. Tapi ia mengintip lagi, dan kali ini Jung Woo sudah tak ada lagi di tempat duduknya. 


Namun saat ia balik badan, ia terkejut melihat Jung Woo sudah berada di depannya. Tak mau Jung Woo berfikir macam-macam tentang dirinya, Dong Mi langsung beralasan kalau payungnya rusak dan dia tak bisa membukanya.

Untuk membuktikan, ia membuka payung, tapi ternyata payung itu bisa terbuka dengan baik.  “Ah... sekarang bisa. Waduh... aku menggunakan sepatu yang tidak nyaman. Kakiku sakit,” ucap Dong Mi lagi yang berusaha mencari alasan lainnya.

“Ada lagi yang  lainnya?” tanya Jung Woo. Ia meneluh ternyata sangat melelahkan, mengencani wanita yang tidak berpengalaman. “Koo Dong Mi, katakan padaku sejujurnya. Kau kurang pengalaman dalam berkencan, kan?” tanya Jung Woo lagi.

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Dong Mi kaget.

“Seharusnya kau tidak bicara mengenai putus secara terbuka.”

“Apa maksudmu?” tanya Dong Mi tak mengerti. 

“Apa kau akan menuliskan ini jika kau benar-benar ingin putus?” Jung Woo mengeluarkan surat Dong Mi. Tapi Dong Mi masih tidak mengerti dengan apa yang Jung Woo maksud, maka Jung Woo menjelaskan, "Jika kau sungguh-sungguh, kau bisa bilang ‘ayo kita putus’. Kau tidak perlu menulis surat yang panjang ini kalau hanya untuk menjelaskan semuanya. Ah, ini seperti...  ‘aku sangat menyukaimu’ itu seperti surat cinta. Dasar,” kata Jung Woo yang langsung memeluk Dong Mi. 

“Kau ini bodoh sekali. Jangan pernah bicara omong kosong seperti ini lagi. Koo Dong Mi, kau sudah membuatku jatuh cinta, jadi jangan lari. Beri aku waktu. Aku akan buktikan kalau kita bisa mengatasi perbedaan usia kita. Kita lihat dan tunggu saja,” ucap Jung Woo dan kembali memeluk Dong Mi. Dong Mi sendiri hanya bisa diam.


Yeon Soo membuka payungnya dan hendak berjalan pulang. Tepat disaat itu Hae Joon muncul dan juga akan pulang.

“Apa kau punya payung?” tanya Yeon Soo dan Hae Joon mengiyakan sambil menunjukkan payung hitamnya. Mereka kemudian jalan bersama dengan payung masing-masing. 


Mi Mo sudah berada di rumah dan Soo Hyuk memberinya minuman hangat. Melihat wajah murung Mi Mo, Soo Hyuk kemudian berkata kalau dia harus keluar sebentar untuk menemui seseorang. 

“Sekarang? Selarut ini?” tanya Mi Mo dan Soo Hyuk mengiyakan. “Oke. Hati-hati dan jangan sampai kehujanan.”

“Jangan menangis. Oke? Kau jelek sekali kalau menangis,” goda Soo Hyuk dan pergi.

Tapi setelah ditinggal sendiri, Mi Mo kembali menangis. Dia teringat kembali kata-kata Seung Jae yang memberitahu kalau dia dan Shi A akan menikah seminggu lagi.


Mi Mo mengeluarkan lagi kostum sapinya dan kapsul waktu milik Soo Hyuk. Mi Mo memeluknya dan kembali menangis. Sambil menangis, Mi Mo memakai kostum sapinya membuat bingung si Ppoppo. Hahhaha.. masa majikannya sekarang sapi?


Siapa yang Soo Hyuk temui? Ternyata dia adalah Seung Jae. Tanpa basa basi, Soo Hyuk bertanya apa Seung Jae tidak merasa aneh, melihat mantan istrinya menderita.

“Akhir-akhir ini, kami sudah sering bertemu. Dia membuatku repot. Cepat atau lambat dia akan mengetahuinya. Aku tidak akan mengatakannya sendiri,” ucap Seung Jae.

Soo Hyuk heran, apa Seung Jae tidak bisa memikirkan kemungkinan orang lain akan terluka, meskipun itu hanya sesaat.  “Aku bisa melihat mengapa kalian berpisah,” ucap Soo Hyuk.


“Apa yang kau bilang?”

“Jangan sakiti Shi A. Dia adikku yang sangat berharga. Tapi, aku rasa aku tidak bisa bertemu denganmu lagi karena kekasihku. Mulai sekarang, aku akan menjadi kakak yang jahat dan akan memisahkan kalian. Jadi kau harus baik padanya. Aku yakin kau mau melakukannya,” jelas Soo Hyuk.


Soo Hyuk pulang dan hendak menemui Mi Mo. Tapi karena jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, maka Soo Hyuk pun mengurungkan niatnya. Tepat disaat itu dia mendapat telepon dari seseorang yang bertanya tentang suatu dokumen dan Soo Hyuk menjawab kalau dokumennya sudah siap. Orang yang menelpon itu pun meminta Soo Hyuk mengirim dokumen itu sekarang juga. Karena harus mengirim dokumen, Soo Hyuk pun langsung masuk rumah. 


Beberapa menit setelah Soo Hyuk masuk rumahnya, Mi Mo keluar rumah dengan memakai kostum sapi. Dia duduk di depan pintu apartemennya dan menangis. Di dalam rumah, Soo Hyuk masih sibuk dengan laptopnya.


Mi Mo menangis sambil melempar batu ke arah pintu apartemen Soo Hyuk. Dari dalam Soo Hyuk bisa mendengarnya, namun dia tak menghiraukannya. Dia melanjutkan pekerjaannya. Tak ada respon, Mi Mo kembali melempar batu dan menangis. Pintu terbuka dan Soo Hyuk keluar.

“Kau tidak tidur?” tanya Soo Hyuk kaget melihat Mi Mo.

“Kapan kau pulang?” tanya Mi Mo dan Soo Hyuk menjawab baru saja. Dia bertanya kenapa Mi Mo duduk di sana. Sambil menangis Mi Mo berkata kalau mereka harus putus. 

“Han Mi Mo..,” ucap Soo Hyuk dan belum selesai kita melihat Soo Hyuk menyelesaikan kata-katanya, kita langsung dialihkan pada Shi A dan Seung Jae. Cerita yang Soo Hyuk akan ceritakan sama dengan yang akan diceritakan Shi A.


Seung  Jae memberitahu Shi A tentang semuanya namun Shi A bisa menanggapi masalah itu dengan dewasa. “Aku dan Soo Hyuk oppa bukan saudara kandung. Kami memang dekat. Kami sudah seperti saudara. Tapi bagiku, kau lebih penting,” ucap Shi A.

“Terima kasih karena sudah berpikiran seperti itu. Selain itu, aku benar-benar minta maaf,” jawab Seung Jae.


Mi Mo kesal pada Seung Jae dan langsung memeluk Soo Hyuk. Soo Hyuk lalu meminta maaf karena Mi Mo pasti sudah mengalami hari-hari yang sulit. 

“Aku sangat khawatir. Bahkan aku tidak bisa mengatakannya padamu,” ucap Mi Mo sambil menangis.

“Maafkan aku, seharusnya aku mengatakan siapa dia sebenarnya. Ini kesalahanku. Maafkan aku,” jawab Soo Hyuk  dan Mi Mo menyalahkan Soo Hyuk  karena sudah bilang Shi A adalah keluarganya.


“Mengapa kau tidak bilang kalau dia bukan saudara kandung? Kenapa nama keluarga kalian sama?” teriak Mi Mo dan kembali memeluk Soo Hyuk. Soo Hyuk sendiri hanya bisa minta maaf. Tepat disaat itu So Eun keluar dari lift dan terkejut melihat Soo Hyuk dan Mi Mo pelukan.


“OPPA! Apa yang kau lakukan di lorong selarut ini? Bagaimana jika Min Woo melihatmu?” tanya So Eun.

“Dia adiknya Shi A,” ucap Soo Hyuk dan kembali memeluk Mi Mo. Tentu saja So Eun tambah kesal melihatnya, karena apa yang dia katakan tidak dihiraukan. 


Soo Hyuk menemani Mi Mo tidur. Setelah Mi Mo benar-benar tertidur pulas, Soo Hyuk baru meninggalkannya. Di kamarnya sendiri, Soo Hyuk kembali teringat pada obrolannya dengan Hyun Ki. 


Flashback
Pada Hyun Ki, Soo Hyuk berkata kalau dia ingin membuat Mi Mo selalu ada di sampingnya, meskipun itu artinya dia harus melihat perubahan. 

“Selama dia tidak meninggalkanku. Itu saja yang aku butuhkan,” ucap Soo Hyuk.

“Kau akan tahu jika kau tinggal bersama. Ketika dia sudah menjadi dekat, kau akan bilang padanya untuk pergi. Dan jika dia melakukan perjalanan bisnis selama sebulan, kau akan merasa senang. Aku sangat iri dengan pasangan jarak jauh,” jawab Hyun Ki.

Flashback End


Soo Hyuk melihat album fotonya dan disana dia mengambil formulir pendaftaran pernikahannya dengan Mi Mo. Itu adalah formulir pernikahan yang mereka isi saat merek mabuk.  


Dong Bae melihat wajah Ae Ran yang tertangkap kamera ponselnya akibat Ae Ra mencoba-coba membuka password. Walaupun sudah tertangkap basah, Ae Ra masih membantah kalau dia sudah berusaha membuka ponsel Dong Bae, dengan alasan dia tidak tahu kenapa fotonya ada disana. 

“Apa kau berselingkuh lagi?” tanya Ae Ran karena Dong Bae mengubah password ponselnya. Kalau memang Dong Bae tidak selingkuh, Ae Ran meminta Dong Bae menghapus password-nya.

“Kau buka dulu HP-mu. Lalu... aku juga akan membukanya,” pinta Dong Bae dan Ae Ran menjawab kalau dia butuh waktu satu hari. Mendengar itu, Dong Bae tertawa dan bertanya apa Ae Ran bodoh? “Meskipun aku selingkuh, aku bisa menghapus semua buktinya,” ucap Dong Bae. Dia tersenyum senang dan  Ae Ran terlihat sangat kesal.


Mi Mo dan Seung Jae kembali bertemu. Mi Mo mengembalikan surat asuransi karena dia tak membutuhnya. 

“Apa kau senang sudah membuatku menderita?” tanya Mi Mo.

“Aku sudah menerima informasinya, jadi hentikan,” jawab Seung Jae, namun dia tak mau memberitahu Mi Mo tentang siapa yang memberitahunya. “Kita sudah sama-sama lelah, disaat kita tinggal bersama bukan?” tanya Seung Jae dan Mi Mo membenarkan.

“Benar. Tidak satupun dari kita akan membiarkan salah satu dari kita bisa menang,” jawab Mi Mo.

Seung Jae berkata kalau Shi A-lah yang terbaik untuk dirinya dan ia bersyukur mendapatkannya. "Aku tidak tahu Song Soo Hyuk itu seperti apa, tapi aku berharap kau beruntung,” ucap Seung Jae.


“Dia menginginkanku. Dia sangat berbeda denganmu yang suka mempermainkan perasaan orang lain. Dia selalu mengutamakan aku dalam kondisi apapun. Dia selalu khawatir apakah aku akan terluka. Kau sudah membuatku sangat menginginkan Soo Hyun karena ia tak sebanding denganmu,” jawab Mi Mo dan Seung Jae hanya menanggapi dengan senyuman.


Mi Mo pulang dan saat menunggu lift, dia bertemu dengan penjaga gedung yang sangat super pembersih. Mi Mo usil, dia sengaja bersin di depan pria itu dan pria itu secara reflek langsung menyemprotkan semprotannya. 

“Jika kau melakukan itu, hidungmu selamanya akan terbebas dari kuman. Itu akan menurunkan sistem kekebalan tubuhmu. Aku rasa sekali-sekali kau harus sakit juga,” ucap Mi Mo dan tentu saja pria itu tak setuju dengan pendapatnya. Lagi-lagi Mi Mo usil, sebelum masuk lift, dia memegang pundak pria itu dan pria itu kembali menyemprotkan semprotannya. 


Keluar dari lift, Mi Mo terkejut tapi senang saat melihat karpet merah terhampar lengkap dengan lilin, gambar dan catatan kecil dari Soo Hyuk yang menghiasi lorong apartemen.

Si penjaga yang tak suka dan beranggapan kalau hal itu mengotori gedung langsung bertanya apa Mi Mo yang bertanggung jawab dengan semua itu.  Mi Mo pun mengiyakan dan terus melihat gambar-gambar yang Soo Hyuk tempel.



Meskipun perjalanan hidupmu mungkin sangat sulit dan sangat menyakitkan. Aku mencintaimu bukan karea aku menginginkannya, tapi karena aku tidak bisa menghentikan diriku sendiri untuk mencintaimu."  Itu adalah catatan kecil yang ditulis Soo Hyuk dan juga pesan untuk Mi Mo agar langsung menuju ke apartemennya.


Mi Mo kemudian memencet bel dan ia disambut dengan senyum lebar Soo Hyuk bersama Min Woo, sekaligus Ppoppo. 


Di dalam rumah Soo Hyuk sudah penuh dengan lilin dan bunga mawar. Mi Mo dan Soo Hyuk duduk di sofa, mereka kemudian melihat foto-foto yang sudah Soo Hyuk susun menjadi sebuah video. Judul video itu adalah “Dia orang yang paling berharga” dimana isinya adalah semua foto Mi Mo.


Aku suka Han Mi Mo yang seksi. Han Mi Mo yang rendah hati. Han Mi Mo yang pekerja keras. Han Mi Mo yang energik dan Han Mi Mo yang manis. Aku menyukai semuanya


Tapi orang yang paling aku sukai hanya satu. Han Mi Mo yang ceria (gambar disaat Mi Mo mabuk dan bahagia karena dia sudah menikah dengan Soo Hyuk) Jika aku berjanji untuk membuatmu tersenyum seperti ini, setidaknya sekali dalam sehari,” ucap Soo Hyuk dalam video tersebut.


Soo Hyuk lalu berlutut di depan Mi Mo dan menunjukkan cincin yang sudah dia beli untuk Mi Mo. “Apa kau mau menikah denganku?” tanya Soo Hyuk dan di balik dinding, Min Woo berharap Mi Mo akan menjawab iya. 

“Tolong katakan, ya,” bisik Soo Hyuk.


“Soo Hyuk-a... ada yang ingin aku sampaikan padamu,” ucap Mi Mo dan tersenyum.

Komentar :

Euum... bau-baunya Mi Mo bakal nolak nih? Penasaran dengan kelanjutannya? Apa yang akan di jawab oleh Mi Mo?

Semua kayakya dapat happy endingnya. Termasuk Hae Joon dan Yeon Soo yang mungkin akan menjalani hubungan lagi, dengan perasaan yang pernah ada tapi sikap yang berbeda.

Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending episode 16

1 comment :