March 13, 2016

One More Happy Ending Episode 15 - 1


Di pinggir sungai, Mi Mo memejamkan mata sejenak kemudian berteriak, “Bagaimana kabarmu?! Kalau aku baik-baik saja…,” Mi Mo berhenti dan bergumam kenapa dia merasa tidak terluka, bahkan dia juga tidak bisa meneteskan air mata. Diapun menyimpulkan kalau semua itu pasti karena sudah 5 tahun berlalu. 


“Bagaimana kabarmu? Kalau aku baik-baik..,” teriak Mi Mo lagi. Tepat disaat itu, tukang pos datang dan memberikan sebuah kiriman dari mantan suami Mi Mo. 

Diamplop tertulis, “Dari: mantan suami. Untuk: mantan istri.”


Menerima amplop itu, Mi Mo pun bertanya-tanya apa itu adalah jawaban dari pertanyaannya. Dia sedikit bingung karena tadi dia hanya berteriak saja. Mi Mo membuka amplop dan ternyata itu adalah undangan pernikahan antara Seung Jae dan Shi A.  Tentu saja Mi Mo jadi kesal dan bertanya-tanya kenapa harus Shi A yang dia pilih. Saking kesalnya, Mi Mo menginjak-injak undangannya. 



Mi Mo dan Seung Jae sampai di depan restoran dan menyadari kalau tempat janjian mereka sama. Mi Mo langsung berpesan agar Seung Jae mencari tempat duduk yang jauh darinya karena nafsu makannya langsung hilang saat berdekatan dengan Seung Jae. Tak mau kalah, Seung Jae juga mengatakan kalau dia tak suka berada dekat dengan Mi Mo. 


Mi Mo dan Seung Jae masuk ke dalam restoran. Min Woo dan Soo Hyuk langsung melambaikan tangan pada Mi Mo sedangkan Shi A melambaikan tangan pada Seung Jae. Mi Mo dan Seung Jae tentu saja reflek membalas lambaian tangan mereka. Mengetahui kalau Shi A adalah adik Soo Hyuk, Mi Mo pun langsung menoleh ke Seung Jae dan berkata, “Jangan bilang…”

“Apa kau… kau orangnya?” tanya Seung Jae.

“Itu kau,” ucap Mi Mo yang tak kalah terkejutnya. Melihat Mi Mo, Shi A pun berkata pada Soo Hyuk kalau dia mengenalnya. Namun dia tak langsung memberitahu Soo Hyuk tentang bagaimana dia bisa mengenal Mi Mo.


Mi Mo dan Seung Jae sudah ikut bergabung di meja, namun suasana jadi canggung. Shi A lalu berkata kenapa semuanya jadi kebetulan seperti ini dan Mi Mo membenarkan, dia juga tak menyangka bisa bertemu lagi dengan Shi A. Soo Hyuk yang belum tahu semuanya langsung bertanya ada apa.

“Tempat kuliahnya sama dengan tunanganku,” jawab Shi A dan dia juga menambahkan kalau mereka berdua bukanlah teman dekat. Mendengar itu, Soo Hyuk jadi penasaran dengan apa yang terjadi pada mereka berdua, sehingga membuat mereka seperti musuhan seperti itu.


Seung Jae hendak menjelaskan, namun Mi Mo langsung memotong dengan mengatakan kalau semua itu gara-gara Seung Jae adalah penggemar Koo Seul Ah. 

“Ketika aku menderita karena dia dan setelah Angels bubar, dia salah satu penggemar yang mengirimkan surat yang ditanda tangani dengan darah dan racun,” ucap Mi Mo dan itu langsung membuat Soo Hyuk marah, sampai-sampai dia mengacungkan sendok. Tak ingin Soo Hyuk emosi, Mi Mo langsung mengatakan kalau semuanya hanya masa lalu. Dia  juga melepaskan sendok yang Soo Hyuk genggam.


Shi A lalu bertanya pelan pada Seung Jae, apa dia benar-benar penggemar Seul Ah. Seung Jae menghela nafas dan karena Mi Mo menatap ke arahnya, jadi diapun mengiyakan.

“Iya dulu, tapi dia salah paham padaku. Aku bukan penggemar beratnya yang mengirim surat bertandatangan darah dan racun. Meskipun aku tidak senang dengan Han Mi Mo saat kuliah. Aku membencinya karena meniru Koo Seul Ah,” jelas Seung Jae. 

“Apa kau pernah bertemu langsung dengan Koo Seul Ah? Dia orang yang gampang untuk dibenci. Angels bubar karena Mi Mo berkelahi dengan dia,” ucap Soo Hyuk dan Seung Jae hanya bisa menahan rasa tak nyamannya itu sendiri karena dicap sebagai penggemar Seul Ah. 

“Pasti sulit bagimu karena sudah dibenci oleh laki-laki kekar seperti dia. Apa dia tidak membuatmu ketakutan?” tanya Soo Hyuk dan Mi Mo mengaku kalau dia memang merasa ketakutan, jadi dia pun selalu berusaha menghindar dari Seung Jae dimanapun berada. 

Tak ingin tunangannya di sudutkan, Shi A langsung membela dengan mengatakan kalau Seung Jae memang punya sifat yang lucu seperti itu. Memang kebanyakan pria menyukai girlband di usia itu. 

“Aku senang kau tidak menyukai Han Mi Mo dari semua anggota Angels. Soalnya, pasti hari ini jadi canggung nanti,” ucap Shi A dan pernyataan itu membuat Mi Mo dan Seung Jae semakin tak nyaman. Karena yang sebenarnya, Seung Jae bukan hanya menyukai Mi Mo saat itu, tapi juga menikahinya. 


Selesai makan, mereka berlima menikmati teh hangat sambil mengobrol. Mi Mo kemudian memberikan hadiah yang dia beli pada Min Woo, begitu juga dengan Seung Jae. Hadiah di perlihatkan dan suasana kembali membuat Mi Mo dan Seung Jae tak nyaman karena barang yang mereka belikan untuk Min Woo sama persis. 

“Kalian berdua tidak dekat, tapi… selera kalian sama,” komentar Shi Ah dan Soo Hyuk juga berkata seperti itu. Shi Ah yang tak mau berpikir macam-macam langsung berkata kalau semua itu pertanda bagus, “Meskipun mereka tidak dekat.. mungkin mereka bisa melupakan masa lalu dan menjadi teman baik. Sepertinya mereka akan cocok.”

“Benarkah?” tanya Soo Hyuk.

“Mengapa kita tidak bertemu setiap hari… sehingga mereka bisa bertambah akrab sebelum kami pindah ke Amerika?” tanya Shi A dan Seung Jae langsung menjawab tidak perlu. 

“Mereka tidak menyadari kalau mereka bertambah dekat… jika mereka saling sering bertemu,” ucap Soo Hyuk yang beranggapan kalau hal tersebut pasti akan jadi lebih menarik. Soo Hyuk kemudian memberitahu Shi A kalau Mi Mo adalah satu-satunya wanita yang punya kekurangan yang memikat. “Dia sangat memikat bahkan saat dia membuat kesalahan… atau tidak berbuat salah. Dia bahkan terlihat imut saat dia marah,” puji Soo Hyuk.

“Dia terlihat imut saat dia marah?” tanya Seung Jae yang sepertinya tidak setuju dengan pernyataan itu.

“Kenapa? Apa kau tidak percaya denganku?” tanya Soo Hyuk dan Seung Jae langsung membantahnya. Seung Jae juga berkata kalau Shi A juga imut saat marah, tapi Shi A hampir tidak pernah marah. 

“Dia sangat mengerti dan perhatian. Dia tidak pernah kesal,” puji Seung Jae dan melihat ke arah Mi Mo.

Mi Mo kemudian bernarasi “Orang yang sudah bercerai mencari semacam kompensasi. Mereka ingin menunjukkan pada mantannya.. kalau orang yang mereka pilih sekarang ini jauh lebih baik dari mantannya.”



Kita beralih pada Hae Joon yang melihat Yeon Soo dibawakan makan siang oleh seorang pria. Yeon Soo kemudian mengajak dua perawat untuk menikmati makan siang yang dibawakan pria tadi. Salah satu perawat melihat Hae Joon dan mengajaknya ikut makan, namun Hae Joon menolak dengan alasan kalau dia ada pertemuan makan siang dengan seseorang. Yeon Soo juga melihat kearah Hae Joon dan mereka hanya saling senyum saja. 


“Dokter Woo, pria yang jadi kencan butamu… sepertinya dia baik sekali,” ucap perawat itu dan perawat satunya menambahkan kalau sepertinya pria itu sangat ramah. Merekapun meminta agar Yeon Soo tidak melepaskan pria itu karena sedikit sulit menemukan pria baik di kencan buta. 

Yeon Soo tertawa kecil dan kemudian menyuruh mereka berdua makan. Salah satu perawat menawari Yeon Soo juga untuk makan, tapi Yeon Soo menolak karena dia tak suka sushi. Hae Joon yang duduk dibelakang mereka mendengar apa yang Yeon Soo katakan. 


Kita kembali pada Mi Mo yang dengan antusias menceritakan bagaimana Soo Hyuk melindunginya saat dia dilempari telur oleh fans Seul Ah. Saat itu Mi Mo melihat Soo Hyuk seperti pangeran untuknya. Mi Mo juga mengaku kalau dia sangat suka dengan cara Soo Hyuk menatapnya. 

“Mataku sangat istimewa, mereka menyedot semuanya. Terutama dirimu,” ucap Soo Hyuk dan Mi Mo tentu saja merasa senang. Yang tak senang mendengarnya hanya Seung Jae. 

“Seung Jae juga punya mata yang bagus,” ucap Shi A yang mengatakan kalau mata Seung Jae tajam. Mi Mo tak mau kalah, dia mengatakan kalau tak ada satupun yang ada di tubuh Soo Hyuk yang tak indah. 


“Bahkan lubang hidungnya juga indah,” ucap Mi Mo dan itu membuat Min Woo terkejut sampai-sampai dia hampir menumpahkan minumnya. Mi Mo benar-benar ingin memberitahu Seung Jae kalau pria yang dia cintai sekarang lebih baik darinya, sampai-sampai dia berkata kalau lubang hidung Soo Hyuk berbentuk hati. 


“Kalian berdua ini lagi dimabuk cinta,” ucap Shi A karena melihat tingkah Mi Mo dan Soo Hyuk yang sedikit berlebihan.

“Aku harus mengatakannya seperti itu... aku sangat jatuh cinta padanya. Aku tidak mau dipisahkan darinya bahkan semenitpun,” aku Mi Mo dan memegang tangan Soo Hyuk. “Aku akan terus melekat padanya seperti lem... sepanjang hidupku.”

“Oh, begitu ya.. sekarang aku tahu.. kenapa kau dingin sekali pada So Eun. Karena kau sudah mendapatkan cinta yang kau inginkan,” ucap Shi A yang akhirnya tau alasan Soo Hyuk menolak So Eun.


Mi Mo masuk ke toilet, di depan kaca dia terus bertanya apa yang harus dia lakukan sekarang. Mi Mo terlihat sangat bingung dan tak percaya pada apa yang terjadi. 

“Adik Soo Hyuk adalah... kekasih Seung Jae...,” gumam Mi Mo. Tepat disaat itu Shi A masuk dan Mi Mo langsung menghidupkan keran lalu mencuci tangannya. Dia berusaha bersikap biasa saja pada Shi A. 

“Terima kasih..,” ucap Shi A.

“Apa?” tanya Mi Mo tak mengerti.


“Sudah baik dengan Soo Hyuk oppa, terima kasih,” ungkap Shi A dan Mi Mo pun hanya mengiyakan. “Seseorang yang aku kenal akan terluka karena ini. Jadi aku sedikit sedih.. . tapi aku bahagia untuk kalian berdua. Aku senang karena oppa punya kekasih yang luar biasa seperti dirimu. Tolong... jaga dia baik-baik. Tetaplah berada di sisi Song Soo Hyuk, seperti sekarang ini,” tambah Shi A dan tertawa. Shi A lalu membubuhkan lagi bedak di wajahnya, tapi karena Mi Mo terus melihat ke arahnya, jadi dia menoleh pada Mi Mo lagi. 

“Kapan kalian berdua....akan menikah?” tanya Mi Mo.

“Satu minggu lagi,” jawab Shi A senang.

“Apa? Secepat itu?” tanya Mi Mo kaget.

“Kami akan melakukan upacara pernikahannya di Amerika. Kami tidak akan mengadakan pesta besar di Korea. Kami akan saling bertukar cincin saat makan, hanya bersama keluarga dan kerabat dekat,” jawab Shi A dengan penuh antusias. Dia juga memberitahu Mi Mo kalau Seung Jae sudah pernah menikah, jadi keluarga Seung Jae menginginkan acara yang sederhana saja.

Mendengar Shi A tahu kalau Seung Jae sudah pernah menikah membuat Mi Mo reflek batuk kecil. Shi A kemudian mengajak Mi Mo keluar bareng.


Soo Hyuk sepertinya juga baru keluar dari toilet dan tanpa sengaja dia mendengar Seung Jae berbicara dengan seseorang ditelpon. Dia mendengar Seung Jae menyebut Mi Mo adalah mantan istrinya. Tentu saja Soo Hyuk terkejut mendengarnya. Tepat disaat itu, Min Woo, Mi Mo dan Shi Ah muncul. Seung Jae pun langsung menutup teleponnya dan mereka pun pulang.


Hae Joon sudah bersama temannya. Mereka berada di restoran sushi. Melihat chef restoran sedang membuat sushi, Hae Joon pun jadi teringat pada Yeon Soo.


Flashback
Hae Joon dan Yeon Soo sedang jalan bersama. Saat itu mereka masih pacaran. Hae Joon bertanya apa yang ingin Yeon Soo makan dan Yeon Soo menjawab apa saja kecuali ikan karena dia tak suka pada baunya. 

“Meskipun masih segar, tapi... baunya amis,” jawab Yeon Soo.

“Benarkah? Kau pasti tidak suka sushi juga. Aku suka sushi,” ucap Hae Joon dan Yeon Soo langsung mengusulkan untuk pergi ke restoran sushi saja. Hae Joon bisa memesan sushi sedangkan dia akan memesan makanan yang lain seperti teriyaki. Yeon Soo mengaku kalau dia sangat menyukai teriyaki.

Flashback End


Sushi yang Hae Joon pesan sudah ada di meja dan temannya langsung memfotonya dengan kamera handpone.Teman Hae Joon lalu bertanya kabar Yeon Soo dan Hae Joon menjawab dia baik-baik saja. 

“Aku selalu kagum tiap kali aku melihat kalian berdua. Apa itu seperti gaya Amerika? Bagaimana kalian bisa bekerja ditempat yang sama setelah berpisah,” ucap teman Hae Joon.

“Pekerjaan adalah pekerjaan,” jawab Hae Joon.

“Kau tahu, ada rasa kasih sayang juga. Kalian selalu ditempat yang sama. Kau harus membuatnya nyaman,” tambah temannya, dan itu membuat Hae Joon berpikir.


Dalam perjalanan pulang, Mi Mo tak bicara sepatah katapun dan Soo Hyuk pun tak bisa bertanya apa-apa karena dia tahu penyebab Mi Mo bersikap seperti itu. Mi Mo kemudian teringat saat Soo Hyuk memberitahunya kalau dia akan mengenalkan Mi Mo dengan wanita yang disukai Min Woo dan wanita itu adalah adiknya.


Flashback
“Apa kau punya seorang adik?” tanya Mi Mo.

“Iya, namanya Song Shi A. Ketika aku pergi ke Amerika. Dia tidak bertanya apa-apa padaku... dan hanya memberikanku sebuah pelukan yang hangat. Saat itu, aku tidak bisa melihat apa-apa... tidak bisa mendengar apa-apa. Tapi seiring berjalannya waktu.. aku bisa melihat Min Woo tersenyum... dan mendengar dia bicara dengan jelas. Shi A, orang yang membuat semuanya... itu tidak mungkin,” aku Soo Hyuk.

“Benar-benar adik yang baik,” ujar Mi Mo.

“Karena jasa dia, aku bisa mengumpulkan keberanianku untuk kembali ke Korea,” tambah Soo Hyuk dan Mi Mo pun mengaku kalau dia sangat penasaran dengan sosok adik Soo Hyuk itu.

Flashback End

Setelah mengetahui siapa adik Soo Hyuk, Mi Mo pun terlihat lemas. 


Hae Joon masuk keruangan Yeon Soo dan memberikan makan siang untuk Yeon Soo. Tentu saja mendapat makan siang dari Hae Joon, Yeon Soo langsung terlihat heran.

“Aku membawanya dari tempat makan siangku. Kau sangat menyukainya,” ucap Hae Joon dan Yeon Soo langsung melihat makanan apa yang Hae Joon bawa. “Makanlah, aku pergi,” ucap Hae Joon dan keluar dari ruangan Yeon Soo. 

Yeon Soo tersenyum dan menghela nafas melihat makanan yang di bawa Hae Joon. Dia juga teringat pada kata-kata Mi Mo yang berkata, “Sulit untuk mengetahui isi hati seseorang meskipun kau sudah lama mengenalnya. Aku hanya sebentar mengenalnya. Tapi, Hae Joon yang aku kenal punya hati yang baik.”

“Aku pikir aku sangat mengenalnya,” gumam Yeon Soo yang ternyata juga salah memahami Hae Joon.


Soo Hyuk mengantarkan Mi Mo ke kantornya. Di depan kantor, mereka berdua terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi mereka menahannya.Tepat disaat itu Sek. Gwak keluar dan Mi Mo memperkenalkannya pada Soo Hyuk. 

“Jadi... dia orangnya...yang tiba-tiba menyebabkanmu bersikap aneh,” ucap Sek. Gwak menyindir Mi Mo.

“Apa?” tanya Soo Hyuk tak mengerti.

“Ah, akhir-akhir ini, dia sedikit aneh,” jawab Sek. Gwak yang langsung izin makan siang sebelum dia kena semprot oleh Mi Mo. 


Soo Hyuk kemudian mengatakan pada Mi Mo kalau dia akan pergi sampai besok untuk bekerja. Tentu saja Mi Mo merasa senang, karena Soo Hyuk sudah mendapat pekerjaan. 

“Kalau begitu.... ah...,” Soo Hyuk diam, dia terlihat ragu untuk melanjutkan kata-katanya dan diapun langsung mencium kening Mi Mo. Soo Hyuk meminta Mi Mo untuk tidak sedih karena tak bisa melihatnya. Soo Hyuk lalu berjalan pergi dan tiba-tiba Mi Mo memanggilnya. 

“Tunggu, Soo Hyuk.”

“Ya?”

“Sebenarnya....,” Mi Mo berhenti dan terlihat ragu. “Tidak apa-apa. Hati-hati dijalan,” ucap Mi Mo akhirnya.


“Mi Mo-a...,” panggil Soo Hyuk dan Mi Mo menoleh. “Aku akan segera kembali,” ucap Soo Hyuk yang sepertinya juga tidak bisa mengatakan kalau dia sudah tahu tentang hubungan Mi Mo dan Seung Jae yang sebenarnya. 


Shi A dan Seung Jae masih bersama. Shi A bertanya bagaimana perasaan Seung Jae setelah bertemu dengan Mi Mo lagi. Apa Seung Jae masih merasa salah tingkah?

“Itu bukan masalah. Kenapa aku harus khawatir mengenai hal itu? Itu bukan berarti aku aka sering bertemu dengannya,” jawab Seung Jae dan diapun berniat memberitahu Shi A yang sebenarnya, namun tak jadi. Sama seperti Mi Mo, Seung Jae juga tak punya keberanian untuk jujur dengan pasangan mereka. 

Soo Hyuk siap berangkat kerja dan di lobi dia bertemu dengan Hyun Ki yang ingin ikut dengannya. Saking niatnya ingin bersama Soo Hyuk, Hyun Ki sampai mengambil cuti kerja  satu hari.


Sek. Gwak hendak menemui Mi Mo di ruangannya, tapi setelah melihat Mi Mo yang terlihat kebingungan dan cemas, Sek. Gwak pun mengurungkan niatnya untuk menemui Mi Mo.


Di ruangannya, Mi Mo sedang bingung tentang hubungannya dengan Soo Hyuk, Shi A dan Seung Jae. Dia bahkan membuat bagan yang menggambarkan hubungan mereka. Mi Mo juga menulis kalau Soo Hyuk dan Shi Ah adalah saudara kandung. 


Melihat kalau dirinya dan Seung Jae akan saling berhubungan dan bertemu terus. Membuat Mi Mo semakin stres, karena dia tidak akan bisa menutupi hubungannya dengan Seung Jae selamanya, apalagi seluruh dunia tahu kebernaran hubungan dia dan Seung Jae. 

Mengingat Shi A dan Seung Jae akan menikah satu minggu lagi, Mi Mo pun berkata kalau semuanya akan  berakhir seminggu lagi. 

“Han Mi Mo, apa kau bisa melepaskan Song Soo Hyuk? Apa kau akan melepaskannya begitu saja? Haruskah aku meminta agar Seung Jae merahasiakan semuanya? Tidak, jika kita melakukannya..,” gumam Mi Mo dan kemudian membayangkan dirinya sudah menikah dan makan bersama Shi A dan Seung Jae.


Wajah Mi Mo terlihat pucat, dia terlihat sangat tertekan bersama yang lain. Sedangkan yang lain hanya bersikap biasa saja, bahkan Soo Hyuk menganggap Mi Mo merasa sangat bahagia semenjak mereka menikah. 


Mi Mo kembali mendapat kiriman dari tukang pos dan isinya benar-benar mengejutkan. Itu adalah foto pernikahan Seung Jae dan Mi Mo. Siapa yang sudah mengirimnya? Dan tukang pos tadi berubah menjadi So Eun.


“Aku tahu hubungan yang terjadi antara kau dan Kim Seung Jae... 5 tahun yang lalu. Dan kenapa kau masih berani menikahi Soo Hyuk? Apa kau masih punya hati nurani? Kau sudah mengacaukan silsilah keluarga dan kau berharap untuk bahagia?” teriak So Eun.

Mi Mo berusaha menepis pemikirannya itu dan menenangkan diri. Sek. Gwak masih memperhatikan Mi Mo dari luar ruangan. 

“Aigoo...,” ucap Sek. Gwak dan berjalan pergi.


Da Jung sedang memandangi buku pasangannya. Dia terlihat bingung karena dia belum mendapatkan nama yang sesuai untuk buku tersebut. Isntruktur Camp Pasangan menyuruh semua pasangan untuk menamai buku itu dengan panggilan untuk pasangan mereka masing-masing dan mulai sekarang, mereka juga harus memanggil pasangan mereka dengan panggilan tersebut. 


Tepat disaat itu Sek. Gwak masuk dan memberikan sebuah berkas pada Da Jung. Sek. Gwak melihat buku Da Jung dan bertanya apa itu.

“Ini dari camp pasangan. Ini pekerjaan rumah kita,” jawab Da Jung.

“Pekerjaan rumah?” tanya Sek. Gwak tak mengerti.

“Kita harus pergi ke bioskop bersama... belanja bersama dan ikut kelas yoga. Masih banyak lagi yang lain. Aku harus melakukan itu bersama suamiku dan mengambil gambarnya sebagai bukti. Pasangan yang pertama kali menyelesaikannya akan mendapat tiket perjalanan,” ucap Da Jung.

“Begitu. Jadi, mungkin kau tidak peduli untuk itu. Kau benar-benar tidak peduli dengan hal seperti itu. Itu bukan karena kau tidak punya uang. Kelihatannya kau tidak punya waktu,” jawab Sek. Gwak dan Da Jung kemudian bertanya apa Sek. Gwak punya panggilan untuk pacarnya. Sek. Gwak sedikit kesal dengan pertanyaan itu karena dia sudah putus dengan pacarnya. Namun Sek. Gwak tetap mau memberitahu nama panggilan mereka.

“Nama panggilan kami dulu adalah Jajjang dan jajangmyun,” ucap Sek. Gwak yang beralasan karena mereka punya kesukaan yang berbeda. “Pikirkanlah secara sederhana. Jangan membuatnya terlalu rumit,” pesan Sek. Gwak.


Dong Mi sedang menunggu Jung Woo di restoran. Dia terlihat bimbang, antara memberitahu Jung Woo tentang perasaannya atau tidak. Semua yang dia ingin katakan, sudah dia tulis dalam bentuk surat.

Dong Mi teringat kembali dengan pertemuan pertamanya dengan Jung Woo di club malam. Mulai dari Jung Woo yang menangkap Dong Mi saat akan jatuh, kemudian Jung Woo mengobati luka di kening Dong Mi akibat terkena tutup botol wine. Mengingat semua itu, Dong Mi menyimpan lagi suratnya. Namun setelah dipikir-pikir lagi, Dong Mi mengeluarkan lagi suratnya. 


Tepat disaat itu Jung Woo datang dan Dong Mi dengan cepat menyembunyikan suratnya. Jung Woo mengaku kalau dia berlari saat datang tapi dia masih juga terlambat. Dia kemudian bertanya apa yang ingin Dong Mi katakan padanya. 

“Ada sesuatu hal yang harus kau ketahui,” aku Dong Mi yang terlihat ragu.

“Apa itu? Apa terjadi sesuatu? Kau terlihat gugup,” tanya Jung Woo dan menggenggam tangan Dong Mi. Dong Mi mengaku kalau ada sesuatu yang ingin dia katakan pada Jung Woo dan Jung Woo siap mendengarkannya.

“Setidaknya kau tidak bohong padaku mengenai usiamu seperti yang aku lakukan. Kau ini seorang guru,” ucap Jung Woo dan mendengar itu Dong Mi jadi down.


Ae Ran menemui Dong Mi yang sekarang sudah sendirian. Pada Ae Ran, Dong Mi mengaku kalau dia tak sanggup mengatakan semuanya pada Jung Woo. 

“Dia berpikir kalau aku orang yang jujur. Aku tidak bisa menatap matanya yang indah itu dan mengatakan padanya kalau aku sudah membohonginya,” ucap Dong Mi yang kemudian memberitahu Ae Ran kalau sekarang Jung Woo sudah pergi ke tempat kerja paruh waktunya. 

Ae Ran menghela nafas, “Unni... ini kenyataan yang terjadi antara kau dan anak muda itu. Kau punya karir yang bagus. Dia hanya bekerja paruh waktu. Apa kau tidak bisa melihat?” tanya Ae Ran dan Dong Mi semakin frustasi.


Mi Mo menemui Da Jung dan menceritakan semuanya. Dia bertanya pendapat Da Jung, tentang apa yang harus dia lakukan sekarang? Da Jung sendiri bingung harus berkata apa. Dia hanya bisa memberi pelukan pada Mi Mo agar Mi Mo tenang. 

“Apa kau sudah bicara dengan Soo Hyuk?” tanya Da Jung.

“Untuk apa? Dia akan terkejut, “ jawab Mi Mo dan Da Jung beranggapan kalau mereka harus membicarakannya bersama-sama. Namun Mi Mo tidak bisa, dia takut Soo Hyuk akan terluka. 

“Jika bukan untukku. Jika aku tidak terlibat...,” ucap Mi Mo bingung.


Dalam perjalanan, Soo Hyuk hanya diam saja dan Hyun Ki bertanya apa tema pemotretan hari ini. 

“Janji,” jawab Soo Hyuk.

“Apa yang kau maksud dengan janji yang dibuat oleh pasangan?” tanya Hyun Ki dan Soo Hyuk membenarkan. “Ah, seharusnya aku tidak perlu ambil cuti. Apa kau tidak melakukan hal yang lebih asik dan menyenangkan?” tanya Hyun Ki lagi.

“Kau ini pria yang beruntung, karena bisa bercanda seperti ini,” jawab Soo Hyuk. 

“Apa?”

“Bagi beberapa orang, janji itu bisa sangat menantang. Itu tidak mudah,” ucap Soo Hyuk dan Hyun Ki setuju.


Soo Hyuk dan Hyun Ki sudah berada di taman bermain. Soo Hyuk sibuk mengambil gambar sedangkan Hyun Ki terus mengajaknya makan siang. Soo Hyuk mengambil gambar pasangan tua dan muda, juga anak-anak yang sedang asik bermain. Saat mengambil gambar pasangan muda, pasangan itu menoleh ke arah Soo Hyuk dan Hyun Ki. Reflek mereka berdua langsung menyembunyikan kamera mereka.


“Tunggu... mengapa harus sembunyi?” tanya Soo Hyuk dan mereka akhirnya sadar kalau pekerjaan mereka sekarang bukan sedang menguntit selebriti. 


Soo Hyuk dan Hyun Ki sekarang sudah berada di pinggir sungai Han. Soo Hyuk mengambil gambar sungai Han di waktu malam. 


“Jika kau memikirkannya dulu untuk mengucapkan janji. Maka, itu curang namanya,” jelas Hyun Ki. “Kau bisa mengucap janji, tapi tidak mendaftarkan pernikahanmu. Jika kau melakukannya, kau bisa bercerai. Kalian bisa berpisah setelah bercerai. Kau sudah lupa akan perasaanmu terhadap orang lain... ketika kalian mengucap janji..,” ucap Hyun Ki.

“Aku masih ingin mencobanya. Jika perlu, aku ingin berjanji kalau aku akan mengambil bintang dan bulan,” jawab Soo Hyuk. Hyun Ki tertawa mendengarnya karena zaman sekarang tidak ada yang mengucap janji seperti itu. Lagi pula, bintang dan bintang selalu berubah-ubah tempatnya. 

“Ucapkan janji yang lain saja. Ada banyak hal yang tidak akan berubah,” saran Hyun Ki.


“Lumrah saja jika ada sesuatu yang berubah. Yang terpenting adalah bagaimana cara mereka berubah,” jawab Soo Hyuk.

Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending Episode 15 - 2

2 comments :

  1. Semangat mbak,��������
    Mbak kalo mau download drama biasanya dari mana ya mbak, rekomendasiin dong mbak
    Wulan

    ReplyDelete
  2. Download videonya di smallencode.com terus cari subtitlenya di subscene.com. Dua file dikasih nama sama dan ditaruh di satu folder. Jadi deh.. udah bisa ditonton.

    ReplyDelete