March 3, 2016

One More Happy Ending Episode 12 - 1



Mi Mo duduk di bangku taman dan meraba tempat di sampingnya. Tepat disaat itu, Soo Hyuk muncul dan kemudian duduk jongkok di depannya.


Namun, ternyata itu hanyalahan bayangan Soo Hyuk saja, karena perlahan-lahan Soo Hyuk menghilang.



Keesokan harinya, Mi Mo berangkat kerja. Sebelum pergi, dia menempelkan kertas memo di pintu rumah Soo Hyuk yang bertuliskan, “Kemana kau pergi tanpa mengatakan apapun padaku? Hubungi aku kalau kau kembali.”

Hari kedua, Mi Mo menempel kertas lagi bertuliskan, “Kapan kau akan kembali, Soo Hyuk?”

Hari ketiga, “Apa kau pergi jauh, Soo Hyuk?”

Hari keempat, “Kau bajingan.”

Hari kelima, “Kau juga membuat aku marah”.


Mi Mo melakukan hal tersebut sampai pintu rumah Soo Hyuk penuh. Saat pulang kerja, Mi Mo melihat kertas-kertas yang sudah dia tempel di pintu rumah Soo Hyuk dan kertas terakhir yang Mi Mo tempel bertuliskan, “Aku harap kau akan segera kembali.”


Keesokan harinya, Mi Mo mendapat kiriman dari SD Dalbit. Barang yang dikirim adalah kapsul waktu milik Soo Hyuk. Sepertinya pihak SD Dalbit sudah membuka isi kapsul waktu Soo Hyuk, sehingga mereka bisa beranggapan kalau barang itu milik Mi Mo.


Mi Mo membuka kapsul waktu dan melihat kotak perhiasan yang ada di dalamnya. Melihat kotak perhiasan itu, Mi Mo ingat kalau itu adalah kotak perhiasan yang dia inginkan saat kecil dulu. Diapun tersenyum mengetahui kalau Soo Hyuk ternyata mendapatkan kotak perhiasan itu. 


Mi Mo membuka kotak perhiasannya dan disana dia melihat cincin bermata besar yang pernah dia pakai. Melihat cincin itu, Mi Mo langsung teringat pada pengakuan Soo Hyuk tentang Romeo dari SD Dalbit yang tidak bisa mengungkapkan perasaannya pada si Juliet, sehingga Romeo harus mengubur perasaannya itu di dalam sebuah kapsul waktu. Setelah 24 tahun, perasaan itu kini muncul kembali, tapi harus disembunyikan lagi dan menganggap seperti tak terjadi apa-apa. 


Mi Mo juga betapa malam itu saat dia mabuk, dia meminta agar Soo Hyuk pergi dari hadapannya. Mengingat semua itu membuat Mi Mo menangis karena akhirnya menyadari kalau dialah yang membuat Soo Hyuk pergi.


Mi Mo menemui Hyun Ki untuk menanyakan semuanya. Hyun Ki lalu mengaku kalau sebelum pergi, Soo Hyuk meminta bantuan padanya, namun dia tak bisa memberitahu Mi Mo tentang bantuan apa itu.


“Tapi yang pasti, jangan terlalu dipikirkan apa yang kau katakan padanya,” ucap Hyun Ki dan Mi Mo mengerti.


Pulangnya, Mi Mo menekan bel pintu rumah Soo Hyuk. Tetap tak ada yang muncul dari apartemen Soo Hyuk, Mi Mo pun langsung menarik kembali kertas memo yang sudah dia tempel di pintu Soo Hyuk.


Di kantor, Mi Mo mendapat klien yang menginginkan  pria yang mau terbuka, agar setiap mendapat masalah, dia dan pasangannya bisa menyelesaikan permasalahan dengan membicarakannya. Dulu ia dengan pasangannya berbicara hanya dengan menempel memo.

Mi Mo tersenyum sopan, menyadari apa yang juga telah ia lakukan pada tetangganya.


Sek. Gwak lalu menemui Mi Mo dan memberikan berkas pada Mi Mo. Dia juga memberitahu Mi Mo kalau Mi Mo ada pertemuan dengan tiga grup minggu ini.  “Syukurlah... sebulan yang lalu, aku kira kita akan bangkrut. Kita dituntut atas penggelapan dana, berbohong dan juga istri yang melarikan diri. Itu mimpi buruk. Bagaimana semuanya terjadi pada saat yang bersamaan... seperti semua masalah itu menunggu untuk melompat pada kita?” ucap Sek. Gwak.


“Aku ingat... betapa cemasnya kau Sek. Gwak. Aku tidak pernah tahu kau seperti itu. Bagaimana kau bisa bicara saat kau sangat cemas?” tanya Mi Mo.

“Itu karena kau sangat bagus dalam memecahkan masalah,” puji Sek. Gwak dan Mi Mo malah semakin sedih dengan pujian itu, karena sebenarnya masalah itu bukan ia yang selesaikan.


Biro jodoh Mi Mo berhasil menjodohkan pasangan dan mereka menjadi pasangan ke 200. Sebagai bukti dokumentasi, Mi Mo dan yang lain mengambil foto bersama pasangan baru. 


Gun Hak masuk ke ruangan Da Jung dengan alasan dia ingin berkonsultasi. Gun Hak bertanya kalau dia bercerai, di level manakah dia akan ditempatkan. 

“Kami tidak menerima klien yang belum bercerai. Aku akan memberitahumu kalau kau sudah bercerai,” jawab Da Jung.

“Kalau aku bercerai dan datang padamu, apa aku bisa bertemu dengan wanita pilihanku? Aku ingin bertemu dengan wanita yang bernama Baek Da Jung,” aku Gun Hak dan Da Jung menebak kalau Gun Hak pasti sedang merasa bosan, sehingga dia datang dan membuat lelucon seperti itu. 

Gun Hak tersenyum dan berkata kalau apa yang dia katakan di rumah kemarin sudah sangat jelas, jadi dia sangat berharap Da Jung akan merasa senang melihat dirinya datang. 

“Kau tidak senang?” tanya Gun Hak yang kemudian tertawa kecil karena Da Jung tak menjawab. “Aku tahu, sekarang baru sebulan. Kau tidak akan terbuka semudah itu. aku akan berusaha keras. Sampai jumpa di rumah,” ucap Gun Hak dan pergi.


Mi Mo sedang menikmati minuman hangat sambil melihat aquarium yang berisi ikan mas. Mi Mo kemudian memberi makan ikan-ikan itu. Sek. Gwak kebetulan lewat dan melihat hal itu. Ia bertanya apa Mi Mo sudah memutuskan untuk bersikap baik lagi pada ikan-ikan itu? Sek. Gwak mengaku kalau dia merasa khawatir setiap melihat ikan-ikan itu. 


“Aku ingin tahu ada apa, makhluk malang ini hanya punya ingatan selama tiga detik,” ucap Sek. Gwak.


“Apa aku seperti itu?” tanya Mi Mo tanpa sadar dan pertanyaan itu membuat Sek. Gwak terkejut lalu bertanya apa Mi Mo juga seekor ikan mas. Hahahaha.. Sebelum Mi Mo kesal, Sek. Gwak langsung berjalan pergi.


Da Jung muncul dan berkata kalau dia memang tidak bisa minum dengan Mi Mo, tapi dia bisa menjadi pendengar yang baik. Mi Mo tersenyum mendengarnya dan mereka sekarang sudah berada di pojangmacha. Mi Mo minum soju dan Da Jung hanya menemaninya.

“Kemana perginya Han Mi Mo yang romantis? Mi Mo yang aku kenal pasti sudah membeli tiket pesawat dan menyusul terbang ke Amerika sekarang,” ucap Da Jung. Mi Mo menjawab kalau dia tak mungkin menyusul Soo Hyuk, karena ia sendirilah yang menyuruh Soo Hyuk pergi. 


Da Jung kemudian meracik menuman dan memberikannya pada Mi Mo karena minuman seperti itulah yang sangat di sukai Mi Mo. Namun Mi Mo menolak minuman campur seperti itu karena itu mengingatkan Mi Mo dengan Soo Hyuk. 

“Bagaimana denganmu?” tanya Mi Mo balik bertanya karena tadi dia melihat Gun Hak datang ke kantor. “Kenapa kau mendorongnya menjauh? Aku merasa tidak enak karena dia sudah berusaha keras.”


“Hatiku belum lagi merasa hangat dengannya. Dia seperti dua sisi koin,” jawab Da Jung.

“Dia akan kelelahan...  kalau kau terus mendorongnya menjauh. Kau juga harus berusaha,” saran Mi Mo.


Kita kemudian beralih pada Dong Bae yang terus berusaha meluluhkan hati Ae Ran. Dong Bae datang ke rumah Dong Mi dengan membawa sogokan berupa kacang almond. Dong Bae bahkan sudah mempersiapkan kotak kecil untuk kacangnya, agar Ae Ran bisa membawanya kemana-mana.


Dong Mi yang sengaja duduk diantara Ae Ran dan Dong Bae, hanya bisa mendengar rayuan Dong Bae pada Ae Ran dan makan kacang almond yang ada di toples. Dong Bae kemudian menyuapi Ae Ran kacang almond, walaupun awalnya enggan Ae Ran disuapi tapi dia tetap mau memakannya. 


Mi Mo sedang masak sendiri di rumahnya dan saat mengiris telur dadar, lagi-lagi dia teringat pada Soo Hyuk. 

Flashback



Saat itu Mi Mo sedang membuat makanan untuk Hae Joon. Ketika Mi Mo minta Soo Hyuk mencicipi, Soo Hyuk tiba-tiba marah dan mengobrak-abrik telur dadarnya. 

Flashback End


Mi Mo meneruskan memasak, tiba-tiba dia terperanjat karena mendengar suara password pintu rumah Soo Hyuk/ Mi Mo buru-buru membuka pintu untuk melihat apakah Soo Hyuk sudah pulang. Tapi ternyata pintu rumah Soo Hyuk masih tertutup.


Saat Mi Mo hendak menutup pintu rumahnya, tiba-tiba pintu rumah Soo Hyuk terbuka, namun bukan Soo Hyuk yang keluar dari sana, melainkan pemilik gedung dan pasangan yang hendak menyewa rumah Soo Hyuk.


“Permisi, apa orang yang tinggal di unit 1501 akan pindah?” tanya Mi Mo pada si pemilik gedung dan pemilik gedung mengiyakan.

“Ya, aku mendapat telephon beberapa hari yang lalu,” jawab si pemilik gedung.

“Dia menelpon?” tanya Mi Mo lagi dan hendak meminta nomor telepon Soo Hyuk, namun diurungkannya. Mi Mo kembali masuk ke dalam rumah, dia terlihat tambah sedih karena dia benar-benar tidak bisa bertemu dengan Soo Hyuk lagi. 


Pagi tiba, Mi Mo keluar rumah dan melihat seorang gadis langsung melemparinya dengan telur. Dengan lihainya, Mi Mo mengelak dari lemparan telur dan berjalan maju. “Aku tak percaya masih ada fans yang belum selesai marah padaku. Aku sudah muak,” ucap Mi Mo dan menangkap tangan gadis itu.


“Apa kau tidak tahu siapa aku?” tanya gadis itu dan Mi Mo berusaha mengingat-ingat. Akhirnya Mi Mo ingat kalau gadis yang ada di depannya itu adalah anak SMA yang sangat menyukai Hae Joon, Yeon Mi. Yeon Mi sangat murka pada Mi Mo karena sudah menghancurkan hati Hae Joon. 

“Yang dia miliki hanyalah penampilannya... dan kau meletakkan bayangan di wajahnya,” teriak Yeon Mi dan menangis. 

“Maafkan aku. Itu semua adalah kesalahanku. Tapi aku seharusnya tidak muncul di hadapannya, jadi kau harus menjaganya. Dan kalau kau ingin melemparkan sesuatu padaku, silahkan saja. Aku akan menjadi bantalan tinjumu,” tawar Mi Mo.

“Apa?” tanya Yeon Mi tak mengerti.


“Tapi..,” Mi Mo melihat telur yang di bawa Yeon Mi. “Pikirkanlah untuk menggunakan tipe telur yang berbeda. Telur burung puyuh atau telur bebek, juga ada telur angsa dan burung unta... bukankah telur burung unta sangat menyakitkan?” ucap Mi Mo dan kemudian menyuruh Yeon Mi membersihkan bekas telurnya, karena petugas kebersihan gedung Mi Mo sangat cerewet. 


“Kenapa harus aku?” tanya Yeon Mi dan Mi Mo tak mau menjelaskan, Mi Mo memilih pergi bekerja. Tepat di saat itu petugas kebersihan muncul dan dia langsung berteriak histeris saat melihat bekas telur di lantai. Tahu kalau orang yang mengotori lantai adalah Yeon Mi, si petugas pun menyuruh dia untuk membersihkannya.

Yeon Mi selesai membersihkan lantai, keluar dari lift Yeon Mi teringat saat dia melihat Hae Joon bicara di telepon dan memaki Mi Mo.

Flashback

“Kau benar-benar jahat. Apa sebenarnya.... kesalahanku? Apa yang kulakukan? Setelah bertemu denganmu, aku menjadi pecundang. Aku menjadi bodoh. Aku bahkan memukul temanku dan menyuruhnya untuk pergi. Aku benar-benar bukan diriku sendiri belakangan ini. Han Mi Mo... bagaimana kau bisa sangat mengerikan. Ya, benar kau orang yang sangat mengerikan, hah? Aku benar-benar akan meludahimu...dan melupakanmu. Aku benar-benar... aku benar-benar akan melupakanmu,” ucap Hae Joon dan menangis.


Sebenarnya, Hae Joon tidak sedang berbicara dengan Mi Mo, orang yang dia telepon adalah Yeon Soo. Namun, karena Yeon Mi mendengar nama Han Mi Mo, maka dia pun berpikiran kalau Hae Joon sedang berbicara dengan Mi Mo.

Flashback End


Yeon Mi menemui Hae Joon di ruangannya dan memberitahu kalau dia sudah membalas dendam pada Mi Mo. Mendengar itu, Hae Joon langsung emosi dan bertanya siapa yang menyuruh Yeon Mi melakukan itu semua. 

“Aku hanya  tidak suka melihatmu patah hati..,” jawab Yeon Mi dan langsung dipotong oleh Hae Joon.


“Kau pikir kau bisa berbuat seperti ini karena aku baik padamu? Apa kau tidak punya pikiran sehat? Kenapa kau balas dendam padanya? Aku bahkan tidak melakukannya, tapi kenapa kau melakukannya?!” bentak Hae Joon dan Yeon Mi shock melihat Hae Joon emosi seperti itu. 


Dong Mi sedang bersama brondongnya, dia begitu manja pada Jung Woo sampai-sampai terus minta disuapi. Tepat disaat itu, teman An Jung Woo muncul dan menyapa mereka. Teman Jung Woo bernama Heung Joon. Saat melihat Dong Mi, Heung Joon mengira kalau Dong Mi adalah kakak Jung Woo.

“Tidak, dia kekasihku,” aku Jung Woo tanpa malu dan Heung Joon terkejut mendengarnya. 


“Halo, aku temannya Jung Woo, Park Heung Joon. Maaf penglihatanku buruk,” sapa Heung Joon pada Dong Mi.

“Aku mengerti, aku Koo Dong Mi. Senang bertemu denganmu,” jawab Dong Mi dan Heung Joon kemudian menyuruh Jung Woo untuk mengajak Dong Mi berkumpul dengan mereka kapan-kapan. 

“Tapi, Jung Woo adalah pria yang hebat,” ucap Heung Joon pada Dong Mi. “Dia pria berumur 25 tahun dengan tingkat kedewasaan pria 30 tahun. Dia sangat dewasa, sampai jumpa nanti,” tambah Heung Joon dan pergi. 


Mendengar informasi yang di berikan Heung Joon, Dong Mi langsung terkejut dan minta Jung Woo memberikan penjelasan. 

“Maaf, aku menambahkan 3 tahun saat aku memberitahu umurku padamu. Tapi perbedaan usia 6 tahun bukan masalah sekarang ini. Itu tidak akan menjadi masalah. Kenapa.... kenapa kau kelihatan serius sekali?” tanya Jung Woo karena melihat Dong Mi sepertinya tidak suka dengan perbedaan umur mereka yang banyak.


“Dengar...  jangan bicara secara informal (banmal) denganku sekarang,” pinta Dong Mi yang terlihat bingung, karena perbedaan umur mereka yang sebenarnya bukanlah 6 tahun, melainkan 9 tahun.  Mendengar permintaan Dong Mi, Jung Woo pun terlihat lemas dan tak bisa berkata-kata lagi.


Di rumah, Dong Mi menceritakan apa yang baru dia alami pada Ae Ran. Tentu saja Ae Ran kaget mendengar fakta kalau pacar Dong Mi masih berusia 25 tahun. 

“Aku kira,  akhirnya aku bisa berkencan dengan seseorang yang baik,” keluh Dong Mi sedih.

“Jadi dia 9 tahun lebih muda darimu? Sadarlah unni...kalau beda usianya 6 tahun, itu lain ceritanya. Perbedaan 9 tahun terlalu jauh. Kalau dia 25 tahun, apa dia sudah menyelesaikan wajib militer?” tanya Ae Ran.

Dong Mi mengiyakan, bahkan Jung Woo dengan sangat bangga menceritakan tentang itu. Ae Ran lalu berkata kalau Jung Woo masih perlu banyak waktu untuk lulus dan mencari pekerjaan dengan benar.


“Saat anak itu berumur 30 tahun, kau akan berumur 39 tahun,” ujar Ae Ran. Dong Mi langsung lemas mendengarnya. “Diamlah! Kau pikir dia akan menikah denganmu? Dia hanya penasaran. Kau akan terus bertambah tua saat kau membuang-buang waktu dengannya.,” tambah Ae Ran dan itu semakin membuat Dong Mi lemas.


Gun Hak menghampiri Da Jung dan memberikan sebuah amplop. Saat ditanya amplop itu untuk apa, Gun Hak menjawab, “Aku rasa kita tidak bisa terus seperti ini, mari kita cari bantuan.”

Da Jung membuka amplop, teryata di dalamnya adalah undangan ke kamp pasangan. Gun Hak kemudian memberikan hadiah pada Da Jung. “Mari kita pergi ke sana dan berusaha memperbaiki cinta kita. Aku tahu kita bisa melakukannya,” ucap Gun Hak. 


Di kamar, Da Jung membuka kotak yang diberikan Gun Hak dan ternyata di dalamnya adalah kaos couple. 


Mi Mo sekarang benar-benar merindukan Soo Hyuk. Tanpa ia sadari, Hae Joon datang dan melihatnya dari jauh. Melihat Mi Mo yang terus meraba tempat duduk disampingnya, Hae Joon bisa menebak kalau Mi Mo sangat merindukan Soo Hyuk.


Hae Joon pulang ke rumah dan teringat pada saat dia memukul Soo Hyuk, juga saat ia  menyuruh Soo Hyuk pergi. Hae Joon kemudian menelpon seseorang. “Ini aku...” ucap Hae Joon.


Mi Mo buru-buru keluar dari apartemennya. Sembari menunggu pintu lift terbuka, Mi Mo melihat ponselnya. Pintu lift terbuka dan seorang laki-laki keluar dari lift. Mi Mo mengangkat kepalanya dan terkejut saat melihat bahwa pria yang keluar dari lift itu adalah Soo Hyuk. 


“Ikan mas... apa kabarmu baik-baik saja?” tanya Soo Hyuk dan Mi Mo masih terbengong-bengong. Soo Hyuk berjalan maju dan Mi Mo reflek melangkah mundur sehingga membuat dia hampir terjatuh, untungnya Soo Hyuk dengan cepat menangkap tubuh Mi Mo.


“Song Soo Hyuk?” tanya Mi Mo masih tak percaya.

“Kau belum melupakan aku kan? Kau  kan gampang melupakan semuanya dalam tiga detik, ikan mas...” jawab Soo Hyuk.


Hae Joon mendapat SMS dari Soo Hyuk yang mengabarkan kalau dia sudah sampai di Korea. Ternyata,  saat Hae Joon menelepon seseorang, orang itu adalah Soo Hyuk. Dulu ia pernah meminta  Soo Hyuk untuk pergi. Kali ini ia meminta Soo Hyuk untuk kembali sebelum seseorang (Mi Mo) melupakan Soo Hyuk.

Tepat disaat itu, seorang perawat masuk dan memberitahu Hae Joon kalau Presdir RS Sarang ingin bertemu dengan Hae Joon. Saat Hae Joon bertanya kenapa, si perawat juga tak bisa memberitahukan alasannya, karena dia juga tidak tahu. 


Mi Mo masih merasa ragu. Apakah ini benar-benar Soo Hyuk? Soo Hyuk tersenyum, apa Mi Mo sudah melupakannya? Melihat Mi Mo hanya bengong terdiam, ia pun menganggap Mi Mo memang sudah melupakannya. 


"Baiklah kalau begitu, tidak ada pilihan lagi. Aku harus mengganggumu lagi. Kau akan segera mengingatnya. Kau akan mengingat pria yang tinggal di depan apartemenmumu yang punya hubungan baik denganmu. Kita terus bertemu sebanyak tiga kali sehari secara tidak sengaja. Selain itu, aku tahu kita melakukan sesuatu yang bodoh bersama-sama,” ujar Soo Hyuk. 


Mi Mo meneteskan air mata, lega tapi masih tak percaya. Soo Hyuk hendak menghapus air mata itu, namun melihat Mi Mo hanya terus diam mematung, ia pun menurunkan tangannya.  


Soo Hyuk bertanya apa Mi Mo akan pergi kerja, namun Mi Mo tak menjawab karena dia masih terpaku. Soo Hyuk lalu mengaku kalau dia sekarang sedang bebas dan kemudian dia perlahan berjalan ke pintu apartemennya. Setelah membuka password pintu, ia tak kunjung masuk. Sepertinya ia menunggu reaksi Mi Mo. Tapi Mi Mo terus mematung membuat Soo Hyuk pun akhirnya masuk rumah. 


Akhirnya Mi Mo bisa menggerakkan kakinya setelah Soo Hyuk menghilang dari balik pintu. Keduanya sama-sama berada di depan pintu, sama-sama menunggu, sama-sama takut. 

Bersambung ke One More Happy Ending Episode 12 - 2

4 comments :

  1. Ceritanya bagus,, tapi kalah rating, :-(

    ReplyDelete
  2. hehehe... iya.... drama saingannya berat2... pemainnya jg lebih terkenal...

    ReplyDelete
  3. mmg apa aja drama saingannya mbk lilik?? # kuper aku wkwkwk

    ReplyDelete