March 1, 2016

One More Happy Ending Episode 11 - 2

One More Happy Ending Episode 11-2


Da Jung akhirnya pulang dari rumah sakit. Ia dijemput sahabat-sahabatnya dan juga putranya. Tepat di depan gedung apartemen, Mi Mo mendadak bertanya pada Tae Young, apa Tae Young lapar? Sebenarnya itu bukan pertanyaan. Mi Mo, Dong Mi dan Ae Ran seperti memaksa Tae Young agar menjawab kalau dia lapar.

"Iya, aku sangat lapar," jawab Tae Young sambil tersenyum.


Da Jung khawatir melihat anaknya. Ia buru-buru mengajak Tae Young makan di luar dulu. Tapi secara kompak Mi Mo dan yang lain berkata, "Tidak!"


"Unni, di luar itu dingin. Kau masuk saja, kami yang akan menemani Tae Young cari makan," ucap Ae Ran. Da Jung merasa dia tak apa-apa.

"Kami yang keberatan. Cepat masuk," ucap Dong Mi dan akhirnya Da Jung benar-benar ditinggal di depan gedung dengan terheran-heran melihat kelakuan teman-temannya.



Da Jung masuk ke dalam rumah dan terkejut melihat ruangan yang sekarang berbeda dengan saat ia tinggalkan. Ruangan itu sekarang penuh mawar Diapun terus berjalan menuju meja dan di atas meja ada kertas yang bertuliskan,”Bae Da Jung, bagiku kau tetaplah seorang wanita.”


Menyadari kalau orang yang menyiapkan semua itu untuk dirinya adalah Gun Hak, Da jung menangis. Gun Hak kemudian muncul, dia duduk di samping Da Jung dan memeluknya.   


Mi Mo dan kedua sabahabatnya mengajak Tae Young makan pizza. Tae Young mengaku kalau dia sangat bahagia karena ibunya juga bahagia. 

“Dia pasti sudah melihatnya. Ribuan bunga mawar. Pasti habis uang banyak,” komentar Ae Ran.

“Uang bukan masalah yang penting hatinya bahagia,” jawab Dong Mi dan berharap agar Da Jung dan Gun Hak bisa memulai semuanya dari awal lagi. Namun Ae Ran berpendapat lain, dia berkata kalau satu peristiwa saja tidak akan cukup, Gun Hak harus terus berusaha. 


Tae Young lalu menunjukkan gambar mata ibunya dan berkata kalau dia akan menghadiahkan  gambar itu pada Da Jung. Melihat gambar Tae Young, Ae Ran bertanya kenapa mata Da Jung besar sekali. Walau sudah oplas, matanya tidak akan sebesar itu. 

“Kau ini tak mengerti anak kecil. Lihat mata Da Jung baik-baik,” ucap Dong Mi dan menunjuk gambar mata Tae Young. 

“Apa itu? Manusia?” tanya Ae Ran.


“Itu Tae Young. Tae Young punya mata yang tajam. Dia bilang selalu melihat dirinya di mata ibunya,"jawab Dong Mi.


Semua mata menatap Tae Young yang akhirnya menjelaskan lebih lanjut, "Aku selalu memikirkan ibu, saat aku makan, saat aku ke sekolah, saat aku belajar dan saat aku tidur,” jawab Tae Young.


Mendengar kata-kata Tae Young, Mi Mo jadi teringat pada Soo Hyuk yang berkata kalau setiap keputusan yang Soo Hyuk ambil, semua itu tergantung pada perasaan Mi Mo. Mengingat kata-kata Soo Hyuk, Mi Mo jadi terlihat sedih dan itu membuat Dong Mi mengira kalau Mi Mo terharu dengan apa yang Tae Young lakukan. 

“Kalau Tae Young sudah besar, dia bisa jadi seniman. Sekarang saja dia sudah punya penggemar,” ucap Ae Ran.


Kita kembali pada orang tua Tae Young. Da Jung meminta agar Gun Hak tidak mengasihani dirinya karena dia merasa hal itu sangat menyedihkan. Namun Gun Hak menjawab kalau dia melakukan semua itu bukan karena dia kasihan pada Da Jung.

“Lalu? Setiap hari kau selalu minta cerai. Tiba-tiba seperti ini, apa namanya kalau bukan kasihan? Kau... kasihan padaku,” ucap Da Jung dan Gun Hak terus berkata kalau dia tidak kasihan, tapi dia juga belum tahu alasan dirinya melakukan semua itu. Tapi yang bisa Gun Hak pastikan, dia tak bisa meninggalkan Da Jung seperti itu. Surat cerai yang Da Jung tanda tangani sudah Gun Hak robek, jadi dia minta Da Jung tidak menyuruhnya pergi karena dia tak punya tujuan lain. 


Gun Hak menggenggam tangan Da Jung, “Kita coba saja lagi. Bukan seperti saat kita menghabiskan waktu tanpa arti. Tapi seperti saat kita menikmati setiap waktunya," pinta Gun Hak.

Tae Young masih bersama teman-teman ibunya. Tepat disaat itu, Mi Mo mendapat telepon dari Hae Joon yang memintanya bertemu. 


Mi Mo menemui Hae Joon di sebuah restoran. Setelah mengela nafas panjang dan memberanikan diri, Hae Joon mengeluarkan sebuket bunga mawar. “Aku malu... memberikan sesuatu seperti ini,” ucap Hae Joon yang kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil dan meminta Mi Mo untuk membukanya.


Namun Mi Mo tak langsung membukanya, dia malah menangis. 

“Kau tak penasaran? Kenapa menangis?” tanya Hae Joon tapi tak dijawab oleh Mi Mo. “Tak kusangka kau akan tersentuh seperti ini.”

“Hae Joon-shi... Hae Joon-shi maaf. Aku minta maaf,” ucap Mi Mo akhirnya.


“Tidak perlu, ini tidak mahal,” jawab Hae Joon yang sepertinya sedang menyembunyikan rasa kecewa.

“Maafkan aku. Sepertinya aku tak bisa menerimanya. Sakit sekali.... untuk mengatakan hal ini. Aku yakin kau lebih sakit,” aku Mi Mo dan Hae Joon langsung memintanya berhenti. Hae Joon sepertinya sudah tahu apa yang akan Mi Mo katakan. Namun Mi Mo tetap ingin melanjutkan kata-katanya dan hal itu semakin membuat Hae Joon sakit hati. Hae Joon pun memilih pergi, meninggalkan Mi Mo yang sedang menangis. 


Di mobil, Hae Joon terlihat sangat kecewa. Mi Mo sendiri sekarang sudah berada di pojangmacha bersama Ae Ran. Dia menceritakan semuanya pada Ae Ran dan Ae Ran menyarankan agar Mi Mo jujur pada Hae Joon tentang Mi Mo yang menyukai pria lain. Mi Mo harus bisa melepaskan Hae Joon, namun Mi Mo tak bisa melakukan itu, dia tak ingin Hae Joon terluka. 

“Memangnya ada pilihan lain?” tanya Ae Ran.

“Aku benar-benar jahat. Aku duluan yang mencintainya. Sekarang aku menggantungkannya,” jawab Mi Mo dan Ae Ran berpendapat tak masalah jadi orang jahat karena kalau Mi Mo ingin terus terlihat baik di depannya, maka Mi Mo serakah. 


“Aku tak suka orang seperti itu. Orang yang tak ingin terlihat jahat, jadi dia menunggu untuk diputus. Apapun yang kau lakukan, dia tetap akan terluka. Kalau kau mau melepasnya, paling tidak dia bisa lebih cepat melupakanmu. Unni, ingat apa yang terjadi pada Jung Hoon? Dia memutuskanmu lewat SMS. Karena itu besoknya kau langsung melupakannya. Tidak apa-apa jadi orang jahat. Jujur pada perasaanmu dan putuskan dia. Itu yang terbaik,” nasehat Ae Ran untuk Mi Mo.


Mi Mo berjalan pulang dalam keadaan mabuk dan kebetulan Soo Hyuk berada di belakangnya. Ia melihat Mi Mo diganggu oleh pria yang juga sedang mabuk. Maka Soo Hyuk maju dan mengusir pria mabuk itu agar tak mengganggu Mi Mo. Setelah pria itu pergi, Soo Hyuk bertanya apa Mi Mo baik-baik saja. 


Mi Mo menghentakkan tangannya agar terlepas dari tangan Soo Hyuk. “Tidak. Aku tidak baik-baik saja,” jawab Mi Mo dan kemudian mendorong-dorong badan Soo Hyuk. “Apa-apaan kau ini? Kenapa selalu ikut campur? Apa urusannya denganmu, mau aku mabuk atau tidak? Tidak bisakah kau abaikan aku? Memangnya kau ibu peri? Kenapa selalu muncul seperti ini?” teriak Mi Mo. “Kenapa.... kenapa harus dirimu? Kenapa kau membuatku menderita? Tolong tinggalkan aku. Tak bisakah kau biarkan aku sendiri?” Dan ia pun menangis.

“Kenapa kau menangis? Aku hanya ingin kau tersenyum. Maaf, jangan menangis. Jangan menangis karena aku,” ucap Soo Hyuk dengan perasaan bersalah.


Di rumah Soo Hyuk teringat kata-kata Hae Joon dan Mi Mo yang meminta dirinya pergi. Dia juga teringat saat Mi Mo melangkah mundur darinya. Soo Hyuk pun menemui Min Woo dan mengajaknya ke Amerika untuk mengunjungin orang tuanya, kakek dan nenek Min Woo. 


“Apa seberat itu?” tanya Min Woo dan Soo Hyuk mengiyakan. Tanpa bertanya lagi, tentang masalah apa itu, Min Woo langsung setuju  dan memeluk sang ayah. Euuum... so sweet banget ne ayah ma anak. 


Mi Mo pulang kerumah, tapi dia terus berpikir. Akhirnya ia pergi ke apartemen Hae Joon dan menunggu Hae Joon di lobi, namun Hae Joon tak mau menemuinya.


Di rumah, Hae Joon teringat kembali dengan pembicaraannya dengan Yeon Soo. 

Flashback

Saat itu Hae Joon bertanya apa hidup bersamanya sangat menyakitkan?

“Aku kesepian. Dan aku semakin kesepian setelah kita menikah,” jawab Yeon Soo dan Hae Joon bertanya lagi kenapa Yeon Soo tidak mengatakan hal itu disaat mereka bercerai dulu. Yeon Soo menjawab kalau dia ingin menjaga harga dirinya.

“Diamku... selain karena harga diri, juga karena perasaanku padamu,” ungkap Yeon Soo.

“Harga diri... entahlah,” ucap Hae Joon.


“Kau dan Soo Hyuk, wanita ideal kalian tidak realistis. Wanita yang polos meski sering terluka dan wanita dengan kekurangan yang indah. Ini cuma pendapat pribadiku. Kau takkan menemukan wanita yang tetap polos setelah terluka. Wanita yang hatinya sering terluka... takkan bisa polos atau naif. Tapi.... banyak wanita dengan kekurangan. Itu artinya... Soo Hyuk ingin mengisi kekurangan itu,” tambah Yeon Soo.

Flashback End


Soo Hyuk memberikan surat pengunduran dirinya pada si bos. Namun si bos tak mau menerimanya, dia berkata kalau sebentar lagi pasti masalah Soo Hyuk akan segera selesai, jadi Soo Hyuk di minta bertahan. 

“Aku memilih pekerjaan ini karena tak ingin serius. Tapi bekerja disini... terlalu berat,” ucap Soo Hyuk.

“Aku tahu kau stres. Tapi setelah waktu berlalu, mereka akan berhenti. Penggemar gila ataupun CEO itu.”

“Aku tidak berhenti karena mereka. Aku sudah kehilangan minat.”

“Hal ini membuatku merasa kita telah kalah dari tekanan luar,” si Bos masih mencoba membujuk Soo Hyuk, tapi menjawab kalau kepergiannya justru membuat hidup si bos akan lebih mudah. Si bos bisa mendapatkan banyak iklan lagi sehingga akan memperoleh bonus akhir tahun. 


Soo Hyuk sekarang sudah bersama Hyun Ki untuk pamitan. Hyun Ki sedih ditinggal seniornya, sampai-sampai dia menangis. 


Hae Joon baru selesai praktek dan pasien terakhirnya baru saja keluar. Tepat disaat itu, perawat masuk dan memberitahu ada pasien yang hendak bertemu dengan Hae Joon.

“Apa? Pasien terakhir barusan keluar,” ucap Hae Joon bingung dan kemudian pintu terbuka. Ternyata pasien itu adalah Mi Mo. Perawat itu lalu meninggalkan Mi Mo dan Hae Joon berdua. 


Mi Mo duduk di depan Hae Joon dan berkata, “Dokter Koo Hae Joon, kepalaku sakit. Karena itulah aku kemari.”

“Aku akan bicara duluan. Ayo kita putus. Aku sudah tidak menyukai Han Mi Mo lagi. Kubilang lihat aku saja. Tapi dia tak mau, jadi aku tidak suka dia lagi. Hatimu sudah tidak bersamaku. Karena itu... ayo kita putus,” ucap Hae Joon.


Mi Mo berkata kalau beberapa bulan yang lalu ia menemukan pria impiannya di sini dan pria itu datang menyelematkannya. Saat itu ia mengalami cinta pada pandangan pertama. Tapi sekarang ia harus mengakui kalau Hae Joon bukanlah the one. "Aku memang aneh. Kalau aku menyukai orang lain, tidak seharusnya aku denganmu kan? Aku tidak, boleh melakukannya kan?"

Mi Mo tak merasa bangga pada dirinya karena melakukan hal itu. Namun jika ia boleh memberitahu Hae Joon, ia berharap Hae Joon tahu kalau sejak pertemuan pertama mereka hingga saat ini, perasaan yang dirasakan Mi Mo itu tulus. Ia mengeluarkan kotak cincin yang ditinggalkan Hae Joon di restoran, "Maaf, kau boleh boleh melupakan aku. Kau boleh mengingatku sebagai Han Mi Mo yang bodoh. Hinalah aku sepuasmu... dan lupakan aku.”


“Bagaimana mungkin, aku bisa menghinamu? Kau adalah wanita yang hebat. Aku hanya sedih tidak bisa berada disamping wanita yang hebat... kau kelihatan lebih cantik hari ini dan menyedihkannya yang kulihat sekarang, akan mengingatkanku pada Han Mi Mo yang paling cantik, yang pernah kulihat.

Bukan Han Mi Mo mantan anggota Angels yang sering nyanyi di nada yang salah,  juga bukan Han Mi Mo yang mendambakan cinta yang sempurna. Han Mi Mo yang tidak menyukaiku, itulah yang akan kuingat,” aku Hae Joon dan itu membuat Mi Mo menangis. Hae Joon tersenyum dan meminta Mi Mo pergi, karena dia tak mau melihat Mi Mo menangis.


Mi Mo menangis di taman, meluapkan perasaannya. sedangkan Hae Joon membuka kotak yang sudah dia persiapkan untuk Mi Mo, ternyata di dalamnya ada cincin couple. Hae Joon berniat melamar Mi Mo.


Mi Mo sudah berada di depan rumahnya, sebelum masuk dia memandangi pintu apartemen Soo Hyuk. Apa ia berharap Soo Hyuk tiba-tiba keluar dari apartemennya?


Dong Bae sedang merayu Ae Ran, agar Ae Ran mau tinggal bersama dirinya. Tapi Ae Ran ogah dan sudah hampir menutup pintu, jika tak ditahan oleh Dong Bae yang kemudian memutar lagu romantis dan menunjukkan lembar demi lembar kertas berisi ungkapan hatinya. sambil memutar lagu romantis, seperti di film Love Actually.



Ae Ran.. Aku tahu siapa gadis ini (kertas berikutnya berisi gambar Ae Ran saat masih bersama Angels). Aku juga tahu siapa orang ini (kertas berikutnya berisi foto-foto Ae Ran yang bergaya aneh-aneh) Dimana pun dia berada.... Pasti akan kutemukan... Hanya kaulah... Yang ada dimataku...


Temukan Ae Ran (gambar banyak gadis dan hanya Ae Ran yang gambarnya paling besar).... meskipun kau nanti menjadi seperti ini (gambar Ae Ran yang di edit dengan penuh keriput  dan sudah tua) Cintaku padamu takkan pernah berubah.... Aku akan mencintaimu selamanya....


“Aku takkan berpaling darimu... ayo kita hidup bersama, Ae Ran,” ajak Dong Bae dan Ae Ran sendiri mulai tersentuh dengan apa yang Dong Bae lakukan. 


Seorang klien mengeluh pada Mi Mo karena pria yang di jodohkan padanya punya tanggungan sebesar 1,5 jt perbulan untuk kebutuhan anaknya. Dengan santai Mi Mo meminta kliennya itu untuk menganggap semua itu sebagai harga yang harus di bayar untuk hidup bahagia bersama An Soo Hong. 

“Bagaimana kalau anda di posisi saya? Bagaimana kalau tunangan anda memberikan pengakuan sebelum menikah bahwa dia punya banyak hutang. Apa anda masih bisa berlagak keren seprti ini?” tanya klien itu dengan kesal.

“Iya, sepertinya saya bisa. Kalau dia memang layak dan dapat membahagiakan saya,” jawab Mi Mo dengan tersenyum.

“Saat anda melihat 1,5 jt hilang tiap bulannya, anda tidak akan bahagia lagi,” ucap klien itu marah dan kemudian meminta Mi Mo untuk mengenalkan dirinya dengan pria lain lagi. 


Mi Mo menghela nafas lela setelah klien itu pergi. Da Jung masuk dan bertanya apa Mi Mo sudah bertemu dengan Song Soo Hyuk. Mi Mo menjawab kalau hal itu tidak mungkin, dia tak punya keberanian untuk bertemu dengan Soo Hyuk. 

“Kenapa? Ada apa?” tanya Mi Mo tak mengerti.

“Dia tinggal di depanmu, tapi kau tidak pernah bertemu?”

“Iya”


“Mi Mo-a...,” Da Jung terlihat ragu sebelum mengatakan sesuatu. Dan yang beriktunya terjadi adalah Mi Mo yang pergi dengan tergesa-gesa menuju kantor masspunch. diiringi suara Da Jung yang menjadi alasan Mi Mo lari. "Teman Sek. Gwak adalah jurnalis disana dan katanya Song Soo Hyuk mengundurkan diri. Dia pasti dapat banyak tekanan. Ia pergi setelah menyerahkan surat pengunduran diri."


Di kantor Masspunch, Mi Mo akhirnya bertemu dengan Hyun Ki dan langsung bertanya apa Soo Hyuk mengundurkan diri karena dirinya dan Hyun Ki menjawab bukan, Soo Hyuk keluar karena dia ingin keluar saja. 

“Terlalu berat untuknya?” tanya Mi Mo lagi.

“Mungkin memang berat untuknya. Tapi itu tidak seperti yang Anda kira...,” belum selesai Hyun Ki berkata-kata, Mi Mo langsung berlari pergi. “Apa seharusnya kubilang saja? Tapi aku tidak boleh ikut campur urusan mereka,” gumam Hyun Ki.

Mi Mo buru-buru pulang dan saat menunggu lift, Mi Mo berusaha menelpon Soo Hyuk tapi nomornya tak aktif. Sampai di apartemen Soo Hyuk, Mi Mo langsung mengetuk-ngetuk, memencet bel pintu dan terus memanggil – manggil Soo Hyuk. Namun tak ada jawaban. 


Mi Mo juga pergi ke taman dan disana tak ada Soo Hyuk. Dia berlari ke pojangmacha dan taman bermain, disana juga tak ada Soo Hyuk. Mi Mo kembali kebangku taman dan mengumpat Soo Hyuk jahat. 

“Dia pergi kemana?” tanya Mi Mo dengan sedih dan frustasi. Ia teringat ucapan Soo Hyuk. Setiap keputusan yang kubuat, tergantung perasaanmu. Kalau kau tidak mau, takkan kulakukan. Soo Hyuk saat itu hanya memandangi Mi Mo dan tak berani menyentuh wajahnya.


“Kau bilang tergantung perasaanku. Bagaimana bisa kau pergi...,” ucap Mi Mo dan menangis.


Mi Mo sudah bersiap pergi kerja. Sambil siap-siap dia berbicara dengan orang di telephon mengenai acara kencan buta yang akan Brave Wedding laksanakan. Mi Mo kemudian keluar rumah dan menunggu lift. Saat menunggu lift, Mi Mo terus fokus pada ponselnya, sampai pintu lift terbuka dan dia melihat seorang pria keluar dari dalam lift. 



Karena Mi Mo sedang fokus pada ponselnya, maka yang pertama Mi Mo lihat pada pria itu adalah sepatunya dan saat matanya melihat ke wajah si pria, Mi Mo langsung terlihat kaget. Ternyata pria yang keluar dari lift adalah Soo Hyuk. 


“Ikan mas... kau sehat?” tanya Soo Hyuk. Mi Mo terlalu shock, dan tanpa sadar melangkah mundur. Hampir saja ia terjatuh. Untungnya Soo Hyuk dengan cepat menangkap Mi Mo. 

Komentar :

Berapa lama Soo Hyuk meninggalkan Korea? Apa sebulan? Dua bulan? Sepertinya cukup lama ya karena Mi Mo sudah ceria lagi dan Soo Hyuk juga sudah ganti model rambut.

Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending Episode 12 

3 comments :

  1. penasaran bangeet, sama episode selanjutx..

    ReplyDelete
  2. duh makin seru aja...mbak makasih ya tetap semangat lanjut sinopsisnya...

    ReplyDelete
  3. Daebakkkkk, semakin penasaran, gummawo mb lilik utk sinopnya ditunggu eps selanjutnya������

    ReplyDelete