March 30, 2016

Marriage Contract Episode 7 - 2


Saat mereka makan malam bersama, Eun Sung bertanya pada ibunya kenapa ahjussi dipukul kakek, apa karena ahjussi berbuat kesalahan? Hye Soo mengiyakannya.

"Ahjussi pasti kesakitan. Kakek jahat! Walaupun dia salah kenapa dia harus dipukul?"




Ji Hoon merenung sedih saat tiba-tiba dia mendengar suara ketiga anak kucing mengeong-ngeong. Dia menoleh dan melihat ketiga anak kucing itu berkumpul mengelilingi sebuah baskom kecil berisi susu yang mereka jilati bersama-sama.

Hye Soo keluar tak lama kemudian setelah mendapati sensor lampunya sudah diperbaiki. Dia langsung menghampiri Ji Hoon dan melihat bibir pria itu berdarah gara-gara tamparan tadi. Tapi Ji Hoon jauh lebih mencemaskan Eun Sung, dia pasti sangat ketakutan tadi.

Hye Soo ingin mengatakan sesuatu tapi Ji Hoon cepat-cepat menyelanya. Dia tahu apa yang ingin Hye Soo katakan. Dia mengerti kecemasan Hye Soo akan kedekatannya dengan Eun Sung belakangan ini. Dia tahu kalau seharusnya dia tidak terlalu memberi harapan pada Eun Sung. Tapi dia tidak bisa begitu saja menjauhkan diri dari Eun Sung. Karena itulah, dia akan berusaha melakukannya pelan-pelan.

"Bukan itu yang ingin kukatakan," ujar Hye Soo. "Eun Sung sangat mengkhawatirkanmu. Tabahlah."


Ji Hoon tersentuh mendengarnya. Tapi sesaat kemudian, dia kembali ke sikapnya yang biasanya. Menggerutui kecemasan Hye Soo yang menurutnya salah tempat karena seharusnya yang Hye Soo cemaskan adalah dirinya sendiri. "Jangan khawatir dan bersiap sajalah untuk operasi. Aku tahu kalau aku ini pria jahat. Begitu operasinya selesai, segalanya akan berakhir. Aku tidak akan memintamu untuk berpura-pura lagi ataupun memanfaatkanmu dan putrimu."

"Direktur..."

"Apa lagi?"

"Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Keberanianmu itu, tidak semua orang memilikinya. Demi menyelamatkan hidup orang lain, kau mengorbankan dirimu sendiri. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang."


Hye Soo membantu mengusap darah di bibir Ji Hoon dengan sapu tangan, lalu tiba-tiba terdengar suara klik dan flash menyala. Eun Sung memotret mereka.


Di kediaman keluarga Han, Sun Young menuntut Sung Kook untuk melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah yang menyangkut hubungan masa lalu Ji Hoon dan Na Yeon. Jung Hoon langsung menggerutu  dan menuduh Ji Hoon mempermainkan Na Yeon dan mereka semua, bahkan menuduh Ji Hoon pura-pura memiliki pacar palsu hanya demi menutupi hubunganya dengan Na Yeon.

Sung Kook kesal mendengar gerutuan itu, dia bahkan masih belum percaya dengan kecurigaan Jung Hoon tentang hubungan Na Yeon dan Ji Hoon. "Buanglah rasa rendah dirimu pada saudaramu itu. Katakan padanya untuk terus mengencani Na Yeon kalau mereka memang ada hubungan. Apa sanggup melakukannya?"


Sun Young jelas tidak terima karena Sung Kook selalu saja lebih membela Ji Hoon ketimbang Jung Hoon. Sun Young mengakui kalau Jung Hoon memang punya banyak kekurangan dibandingkan Ji Hoon. Tapi bagaimana bisa Sung Kook sekejam itu sampai menuduh Jung Hoon merasa rendah diri pada Ji Hoon.

Justru sekarang Sun Young merasa sangat kecewa pada Ji Hoon. Selama ini dia sudah menjalankan tugasnya untuk membesarkan anak wanita lain. Tapi apa balasan anak yang sudah dibesarkannya itu? Ji Hoon memperlakukannya bagai orang asing dan malah sangat berbakti pada ibu yang bahkan tidak pernah melakukan apapun untuk membesarkannya.

Tidak tahan lagi dengan berbagai masalah yang terjadi seharian ini, Sung Kook langsung memerintahkan istrinya keluar.


Keesokan harinya, Mi Ran menelepon Ji Hoon bertanya apakah Sung Kook sudah mengetahui segalanya. Ji Hoon heran memangnya kenapa, tapi suara ibunya terdengar sangat cemas.


Sementara itu, Sung Kook pergi menemui Na Yeon dan langsung to the point bertanya apakah alasan Na Yeon memutuskan pertunangan dengan Jung Hoon adalah karena Ji Hoon. Na Yeon langsung bereaksi seketika, tentu saja reaksinya itu membenarkan kecurigaan Jung Hoon tentang mereka berdua.

Lalu apakah sekarang mereka masih saling berhubungan, tanya Sung Kook. Na Yeon berkata tidak. Kalau begitu tidak bisakah Na Yeon melupakan masa lalunya saja. Saat Na Yeon hanya diam, Sung Kook bertanya apa alasan perpisahan mereka dulu.

Na Yeon berkata bahwa Ji Hoonlah yang meninggalkannya terlebih dulu. Dulu Ji Hoon berkata padanya bahwa Ji Hoon hanyalah seorang mahasiswa miskin yang belajar di luar negeri, yatim piatu dan tak punya sanak saudara dan dia mempercayainya begitu saja.

Air matanya mulai mengalir saat dia menceritakan awal perpisahan mereka. Bagaimana dulu orang tuanya mengetahui hubungan mereka dan berusaha memisahkan mereka. Sejak saat itu, Ji Hoon menghilang dan mereka tak pernah lagi saling kontak. Dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu Ji Hoon kembali dalam keadaan seperti ini.

Jika Ji Hoon menipunya dan membohonginya lalu kenapa dia menangis. "Apa itu artinya kau masih punya perasaan padanya?" tanya Sung Kook yang kemudian menyodorkan sapu tangan untuk Na Yeon.


Dia kembali ke kantor bersamaan dengan Ji Hoon yang baru saja tiba dan bertanya apakah Sung Kook yang memerintahkan agar operasi ibunya dibatalkan. Sung Kook sama sekali tidak menyangkalnya dan beralasan kalau dia melakukan itu demi kebaikan semua orang. Dia tidak bisa mengorbankan nyawa banyak orang hanya demi menyelamatkan satu nyawa.


"Tapi tidak seharusnya ayah membatalkan operasinya. Apa nyawa ibuku tidak berarti bagi ayah?"

Sung Kook heran kenapa Ji Hoon begitu peduli pada nyawa ibu yang bahkan tidak pernah mengurusinya dan mungkin saja dia juga akan membuat hidup Ji Hoon hancur berantakan juga nantinya.

"Tapi ayah kan tidak perlu bersikap sekejam ini."

"Orang-orang mungkin akan menganggapmu sebagai anak berbakti yang diturunkan dari surga. Dan aku mengira kau jauh lebih kuat daripada hyung-mu. Tapi hanya demi menyembuhkan penyakit itu, kau mengorbankan hidupmu sendiri. Cepat ceraikan ibu anak itu dulu baru kau datang lagi"

"Aku tidak bisa menceraikannya. Ayah, aku sudah sejauh ini. Kumohon biarkan dia dioperasi."

Sung Kook langsung naik darah mendengarnya. Bagaimana tidak kesal, kedua putranya tidak ada yang becus. Ji Hoon bukan cuma membuat masalah jual beli donor ilegal tapi juga merahasiakan hubungan masa lalunya dengan Na Yeon, apa dia sengaja melakukan semua ini untuk mempermalukan seluruh keluarga? Sung Kook tidak mau tahu, pokoknya mulai besok Ji Hoon harus bekerja di kantor pusat. Apakah nantinya dia akan memasukkan Ji Hoon ke penjara atau tidak, tergantung performa kerja Ji Hoon.


Ji Hoon termenung sedih memikirkan semua masalah ini sampai malam. Saat dia menoleh keluar jendela, dia melihat Na Yeon baru saja datang. Mereka saling menatap sesaat, tapi kemudian Na Yeon memutuskan untuk pergi.


Hye Soo terus menatap Ji Hoon dengan cemas, tapi Chef Kong cepat-cepat menyadarkannya.


Setelah restoran tutup, Hye Soo pergi ke rumah Joo Yeon karena dia menitipkan Eun Sung padanya. Joo Yeon meyakinkan Hye Soo untuk tidak mencemaskan Eun Sung dan konsentrasi saja pada operasinya, dia berjanji akan menjaga Eun Sung dengan baik selama Hye Soo dirawat di rumah sakit nanti.


Joo Yeon lalu mengalihkan topik membicarakan Ji Hoon yang menurut pandangannya jelas-jelas bukan orang baik-baik. Hye Soo tidak setuju karena setelah cukup mengenal Ji Hoon, dia malah mendapati Ji Hoon itu agak menyedihkan. Bahkan semakin dia mengenal Ji Hoon, dia merasa Ji Hoon itu cukup manusiawi. Karena itulah, dia berharap semoga Ji Hoon akan baik-baik saja dan kesedihannya cepat berlalu.

Joo Yeon langsung menanggapinya dengan sinis, menyuruh Hye Soo untuk mencemaskan dirinya sendiri saja dan mengingatkan Hye Soo bahwa mereka bukan suami istri betulan. Dan bagaimana dengan keadaannya sekarang, apa Hye Soo benar-benar sudah sembuh. Hye Soo mengiyakannya sambil ngotot bahwa penyakitnya kemarin cuma flu biasa saja.


Tapi keesokan harinya saat dia sedang mengiris bawang, tangannya teriris lalu sakit kepalanya tiba-tiba kambuh lagi sampai dia ambruk. Chef Kong melihatnya dan langsung memaksa Hye Soo untuk pergi memeriksakan dirinya ke rumah sakit sekarang juga.

Hye Soo bersikeras kalau dia baik-baik saja dan beralasan kalau dia cuma pusing sedikit. Tapi Chef Kong tidak terima alasan dan tetap memaksa Hye Soo pergi ke rumah sakit secepatnya.



Hye Soo akhirnya pergi ke rumah sakit. Dia gemetar ketakutan saat menunggu gilirannya. Dan saat namanya dipanggil, dia langsung melarikan diri.


Tapi saat dia sudah keluar, tampaknya dia mulai sadar. Dia hendak kembali masuk ke dalam, tapi tepat saat itu juga dia ditelepon Sung Kook.


Di restoran, Ji Hoon mendapati Manager Park malah asyik tidur. Kesal, dia langsung menendang meja sampai manager Park terbangun dan bertanya dimana Hye Soo. Manager Park juga tidak tahu. Tapi saat Manager Park mulai membahas tentang ayahnya Ji Hoon dan bertanya-tanya apakah Sung Kook masih marah, Ji Hoon jadi curiga dan mulai cemas. Dia mencoba menghubungi Hye Soo tapi tidak diangkat.


Karena saat itu Hye Soo sedang bersama Sung Kook jadi dia sengaja mematikan hapenya. Sung Kook langsung blak-blakan melabrak kebohongan Hye Soo dan memerintahkan Hye Soo untuk segera bercerai dari Ji Hoon dan mengembalikan semua uang yang sudah Ji Hoon berikan padanya.

Dia juga menyuruh Hye Soo untuk menandatangani surat kontrak lain. Surat kontrak yang menyatakan bahwa segala hal yang sudah terjadi, tidak pernah terjadi. Dia mengancam Hye Soo untuk merahasiakan rahasia ini dari siapapun. Jika tidak maka dia membuat Hye Soo tidak pernah ada di dunia ini. Sudah itu saja. Dia lalu memerintahkan Hye Soo untuk pergi. (Kejam amat!) Tapi Hye Soo tidak langsung menurutinya begitu saja.

"Lalu bagaimana dengan operasinya? Tidak... saya harus melakukan operasi itu. Waktunya sudah di depan mata. Sangat sulit untuk bisa sampai sejauh ini. Selama ini saya, saya bertahan hidup dengan sangat bodoh. Tidak, saya tidak bercerai dengannya. Saya akan melakukan operasi itu."


Hye Soo bahkan langsung berlutut di kaki Sung Kook, meminta belas kasihan Sung Kook dan meminta Sung Kook untuk membiarkannya melakukan operasi itu sekali saja. Tapi sikap Hye Soo ini malah membuat Sung Kook jadi semakin yakin kalau Hye Soo adalah seorang penipu dan semakin ngotot memaksa Hye Soo untuk segera bercerai dari Ji Hoon, dia bahkan akan mengirim pengacara untuk mengurus perceraian mereka.


Hye Soo pulang naik bis. Dalam perjalanan, dia berusaha menghibur dirinya sendiri dengan melihat-lihat foto-fotonya bersama Ji Hoon yang diambil Eun Sung dan foto-foto Eun Sung. Tiba-tiba Young Hee meneleponnya. Young Hee mengaku kalau dia merasa tidak tenang, karena itulah dia menelepon untuk memberitahu Hye Soo.


"Aku tidak punya dendam padamu. Hanya saja nasibku begitu menyedihkan hingga aku melampiaskan semua kebencianku padamu. Jangan terlalu bersedih karena hal ini. Dan juga, hiduplah dengan baik. Aku menelepon untuk mengatakan ini. Cinta yang tidak bisa kau terima dari putraku. Pastikan kau menerimanya dari pria itu. Hiduplah untuk waktu yang sangat lama dan sehat selalu. Jangan marahi Eun Sung, cintailah dia, kutitipkan dia padamu, katakan pesanku ini pada pria itu."


Hye Soo menitikkan air mata penuh haru mendengarnya. Dia begitu diliputi emosi hingga saat dia turun, dia tidak sadar kalau hapenya ketinggalan di bis. Hye Soo terus menangis saat dia berjalan pulang. Saat dia mulai bisa tenang, dia baru sadar kalau hapenya tidak ada. Sementara itu, Ji Hoon terus berusaha menghubungi Hye Soo tapi tidak pernah ada respon.


Hye Soo mencari hapenya sampai ke terminal bis dan memeriksa bis-bis di sana satu demi satu, tapi tetap saja hapenya tidak ada di mana-mana. Dia mencoba menanyakan pada petugas disana, tapi petugas bilang seharian ini tidak ada yang menyerahkan barang hilang. Hye Soo ingin terus mencari tapi si petugas langsung protes bahkan mengejek Hye Soo dan mengatainya masih muda tapi sudah kehilangan akal.


Mendengar hinaan itu, Hye Soo yang seharian ini mengalami begitu banyak masalah, tidak bisa lagi menahan emosinya hingga ia langsung terduduk disana dan menangis.


Ji Hoon dipanggil menghadap Sung Kook tapi setibanya disana, Sung Kook menyerahkan formulir permohonan perceraian dan memerintahkannya untuk mengisi formulir itu karena dia masih sangat yakin kalau Hye Soo itu cuma seorang penipu. Ji Hoon berusaha membela Hye Soo, tapi Sung Kook tetap teguh dengan keyakinannya mengingat Hye Soo adalah seorang wanita yang rela menjual livernya hanya demi uang.

"Dia wanita aneh. Sekarang setelah aku bertemu dengannya, aku semakin yakin dengan penilaianku padanya. Dia mencengkeram ujung celanaku dan memohon padaku untuk mengizinkannya melakukan operasi. Dan kurasa masalah ini bukan sesuatu yang bisa ditangani dengan mudah."


Ji Hoon kaget mendengar Sung Kook bertemu Hye Soo. "Apa yang ayah katakan pada Hye Soo?" tuntut Ji Hoon.

Apa lagi memangnya, tentu saja dia menyuruh Hye Soo untuk menyingkir dari hadapannya secepat mungkin. Dia bertekad untuk menyingkirkan Hye Soo tanpa sepengetahuan siapapun. Ji Hoon sangat marah mendengarnya dan langsung pergi mencari Hye Soo.


Tapi Hye Soo tidak ada di rumahnya. Dia langsung pergi ke tokonya Joo Yeon, tapi Hye Soo juga tidak ada disana. Teleponnya juga masih saja tidak diangkat. Makin lama Ji Hoon jadi semakin cemas, dimana Hye Soo.

Dia akhirnya pulang dan mencoba berteriak memanggil Hye Soo, tapi tidak ada jawaban. Frustasi, dia akhirnya hanya bisa duduk menunggu di bangku taman.


Hye Soo akhirnya pulang tak lama kemudian. Begitu melihatnya, sontak Ji Hoon langsung menghampirinya dan menarik Hye Soo kedalam pelukannya.

Komentar:

KYAAAAAA!!! Akhirnya pelukan juga. Tapi gimana nanti dengan tumor otaknya Hye Soo yah? semoga saja tidak mematikan. Kasihan Eun Sung.

Ayahnya Ji Hoon jahat banget. Kalaupun alasannya demi kebaikan orang banyak, seharusnya dia tetap membantu Mi Ran dan Ji Hoon dengan alternatif lain dong. Masa Mi Ran dibiarin mati begitu saja. Kasihan Hye Soo juga kan, dia akan semua yang dia perjuangkan selama ini jika pernikahan kontraknya ini dibatalkan.

Tapi akhirnya Young Hee sudah memutuskan untuk melupakan dendamnya pada Hye Soo dan menyadari bahwa kebenciannya pada Hye Soo sebenarnya tidak beralasan.

6 comments :

  1. Yeah! Akhirnya muncul jg part 2 nya. Trmksh mba.... semangat terus ya nulisnya. Kami selalu menantikan sinopsismu. Sehat selalu...

    ReplyDelete
  2. Sinopsis berikutnya jangan lama-lama ya min.. gak sabar soalnya

    ReplyDelete
  3. sukaaa episode ini apalagi endingnya secara ji hoon cemas banget sama hye soo. Moga nanti endingnya nggak tragis. Makasih ya unnie. Fighting!aq selalu menantikan sinopsismu

    ReplyDelete
  4. semangat trus ya nulis sinopsisnya....walaupun aku dah nonton episode 8 tapi tetep aku bakal baca sinopsisnya....hehehe...

    ReplyDelete
  5. kayanya nanti diepisode 9 mereka bakalan kissu dech...jadi gak sabar pengen liat lol..

    ReplyDelete
  6. terimakasi udah bikin sinopsis ini. semangat terus ya buat nulisnya, aku tunggu episode 8nya. terima kasih

    ReplyDelete