March 28, 2016

Marriage Contract Episode 7 - 1


Hye Soo akhirnya sadar saat dia di UGD. Suster mengecek suhu tubuhnya yang ternyata demam tinggi. Dokter langsung memerintahkan suster untuk melakukan cek darah pada Hye Soo. Tapi Hye Soo menolak dan ngotot kalau dia sudah sehat, padahal jelas-jelas wajahnya masih pucat pasi.




Dia bahkan langsung cepat-cepat pergi menghindar dengan membawa Eun Sung. Ji Hoon mengejarnya dan berusaha memaksanya untuk kembali dan diperiksa. Tapi Hye Soo tidak mau dan terus bersikeras kalau dia cuma flu jadi tidak perlu dirawat di UGD.

Ji Hoon terus berusaha mengejarnya tapi Hye Soo malah jadi emosi dan menampik tangan Ji Hoon sambil berteriak meyakinkan Ji Hoon untuk tidak cemas karena bagaimanapun keadaannya, dia akan tetap melaksanakan operasi transplantasi hati itu.

"Yang kumaksud bukan tentang masalah itu."

"Sebentar lagi aku akan dirawat di rumah sakit, jadi aku tidak mau ada disini lebih awal. Aku benci rumah sakit."


Ji Hoon akhirnya menyerah lalu mengantarkan mereka pulang. Tapi dia masih sangat cemas. Dia bertanya apakah Hye Soo punya obat di rumahnya. Hye Soo berkata dia punya banyak obat jadi Ji Hoon tidak usah cemas karena demamnya pasti akan turun sebentar lagi.

"Bohong, tangan ibu masih sepanas ini," kata Eun Sung

Hye Soo bersikeras kalau dia tidak bohong dan beralasan kalau tangannya memang selalu panas, lalu cepat-cepat membawa Eun Sung masuk. Tidak tenang, Ji Hoon langsung turun ke dapur restoran dan mengambil setermos es batu dan handuk.


Hye Soo berusaha meninabobokan Eun Sung tapi Eun Sung tidak bisa tenang karena terus mengkhawatirkan keadaan Hye Soo. Pintu tiba-tiba diketuk dan Eun Sung langsung lari membukakan pintu untuk Ji Hoon. Ia lalu membasahi handuk dengan air es untuk mengompres Hye Soo, tapi ragu saat dia hendak menempelkan handuk itu di dahinya Hye Soo. Akhirnya dia menyuruh Eun Sung untuk mengompres ibunya dengan handuk itu.

Hye Soo batuk-batuk lagi. Ji Hoon langsung mengomelinya karena tidak melindungi lehernya saat dia batuk dan akhirnya mengeluarkan syalnya dan menyuruh Eun Sung untuk mengikatkannya di leher Hye Soo. Melihat Eun Sung agak kesulitan melakukannya, Ji Hoon pun langsung membantunya. Hye Soo hanya terdiam menatap Ji Hoon dan membiarkan mereka berdua merawatnya.

"Kalau besok demammu masih belum turun maka kita akan membawamu ke rumah sakit apapun yang terjadi. Kau tidak boleh meremehkan demam," ujar Ji Hoon


Ji Hoon memutuskan bermalam disana untuk menjaga Hye Soo. Tengah malam, Hye Soo terbangun dan mendapati Eun Sung tertidur di dekat Ji Hoon. Ji Hoon tiba-tiba terbangun. Hye Soo langsung cepat-cepat berbaring lagi dan pura-pura tidur. Melihat tidak ada apa-apa, Ji Hoon kembali melanjutkan tidurnya. Hye Soo membuka matanya dan memandang Ji Hoon sebelum akhirnya tidur kembali.


Keesokan paginya, Ji Hoon bangun dan mendapati ibu dan anak itu masih lelap tidur. Pelan-pelan dia memindahkan kepala Eun Sung yang tidur di kakinya lalu membaringkannya di sisi Hye Soo. Setelah menyelimuti mereka berdua, dia akhirnya beranjak pergi.


Manager Park berangkat ke restoran dengan langkah gembira. Sesampainya didepan restoran, dia melihat mobil Ji Hoon. Dia mengira kalau Ji Hoon pasti meninggalkan mobilnya disana sebelum pergi ke Jeju. Tapi yang tidak disangkanya, Ji Hoon malah keluar dari restoran tak lama kemudian.

Manager Park heran, apa Ji Hoon tidak jadi berangkat ke Jeju. Sung Kook meneleponnya terus jadi dia bilang kalau Ji Hoon pergi mengurus bisnis ke Jeju. Tapi kenapa Ji Hoon ada disini, apa yang dilakukannya semalam kalau tidak berangkat ke Jeju.


"Aku akan pergi sekarang, nanti akan kutelepon ayahku," gerutu Ji Hoon sebal

Tapi sebelum pergi, dia memberitahu Manager Park bahwa hari ini Hye Soo mungkin tidak akan masuk kerja dan meminta tolong pada Manager Park untuk mengecek keadaan Hye Soo. Jika keadaan Hye Soo bertambah parah, dia meminta Manager Park untuk segera membawanya ke rumah sakit.

Manager Park tidak mengerti kenapa Ji Hoon begitu tertarik pada Hye Soo, pantas saja sikapnya ini malah membuat para pegawai salah paham dengan hubungan mereka. Kesal mendengar gerutuan Manager Park, Ji Hoon langsung mendesis sebal sambil mempelototinya. Manager Park akhirnya diam dan Ji Hoon pun langsung pergi.


Joo Yeon baru tiba didepan rumah Hye Soo tapi malah mendapati Manager Park sedang mengintip ke dalam rumah Hye Soo seperti maling. Bahkan saat Joo Yeon menegurnya, Manager Park langsung melompat kaget.


Joo Yeon bertanya apa yang Manager Park lakukan disini, kenapa dia mengintipi rumah orang lain. Manager Park menyangkal dan beralasan bahwa sebagai atasan yang baik, dia hanya sedang mengecek keadaan Hye Soo yang sedang sakit.


Joo Yeon kaget juga mendengar Hye Soo sakit. Dia lalu masuk dan membantu Eun Sung ganti baju sambil bertanya-tanya apa sebenarnya sakitnya Hye Soo. Hye Soo bersikeras kalau dia cuma flu tapi Eun Sung berkata kalau ibunya benar-benar sakit dan demamnya sangat tinggi. Dia hampir saja bilang kalau ahjussi yang merawat ibunya, tapi Hye Soo cepat-cepat membungkam mulut Eun Sung dan terus ngotot kalau dia sudah baikan sekarang.


Joo Yeon tiba-tiba membahas masalah Seung Joo dan meminta maaf pada Hye Soo. Tidak ingin pembicaraan didengar Eun Sung, Hye Soo langsung menyuruh Eun Sung untuk masuk kamar mandi dan sikat gigi. Joo Yeon menjelaskan bahwa dia tak sengaja menyemburkan segalanya pada Seung Joo.

Dia takut kalau Seung Joo akan membuat masalah makin besar karena Seung Joo terus menerus berkata kalau dia mau pergi menemui Ji Hoon, makanya semua kata-kata itu refleks keluar dari mulutnya tanpa pikir panjang. Joo Yeon menyesal dan berjanji akan memastikan Seung Joo tidak akan membocorkan rahasia ini pada siapapun.


Hye Soo memintanya untuk tidak cemas, lagipula masalah ini terjadi karena dirinya sendiri. Malah dia yang sangat merasa bersalah pada mereka berdua karena dia selalu saja membuat mereka berdua mencemaskannya.


Hye Soo masuk kerja walaupun dia masih pucat. Malam harinya setelah mengantarkan para pelanggan keluar, Manager Park meminta Hye Soo untuk pulang dan istirahat saja sekarang. Chef Kong muncul tak lama kemudian dan langsung mengomel dan menyindir Manager Park, "Kalau kau secemas itu, tidak seharusnya kau menerima pelanggan di jam segini."

Manager Park membela diri dan beralasan kalau dia tidak tega menolak mereka apalagi mereka datang jauh-jauh dari Busan hanya demi mencicipi makanan restoran mereka ini. Chef Kong terus marah-marah karena jelas-jelas sekarang waktunya para pegawai pulang tapi Manager Park malah terus saja memasukkan pelanggan ke restoran. Kesal, Chef Kong langsung menyeret Manager Park keluar dan memaksa Manager Park untuk mentraktirnya minum-minum.


Ji Hoon pulang tak lama setelah Manager Park dan Chef Kong keluar. Hye Soo baru saja selesai ganti baju saat dia melihat Ji Hoon pulang dan langsung lari menyambutnya. Sesaat mereka tampak agak canggung. Ji Hoon berkata kalau urusannya selesai lebih cepat.

"Tapi, apakah hobimu adalah menyiksa dirimu sendiri? Aku kan menyuruhmu istirahat jadi kenapa kau tidak mendengarkanku? Apa kau berniat membuat kami dalam masalah dengan memaksa dirimu sendiri untuk kerja lembur?"

"Aku masuk kerja karena aku sudah merasa baikan. Berkat kau, Direktur. Terima kasih"

Ji Hoon lalu menanyakan Eun Sung. Hye Soo memberitahunya kalau Eun Sung sedang bersama temannya sekarang dan hendak menjemputnya. Dia baru saja mau pamit tapi tiba-tiba Ji Hoon bertanya apakah dia sudah makan malam. Dia mengaku kalau dia lapar lagi sekarang.


Tapi dia melarang Hye Soo memasak untuknya dengan alasan Hye Soo pasti kelelahan setelah bekerja keras seharian. Karena itulah, dia ingin memanggang daging steak sendiri dan meminta Hye Soo untuk membantunya memberikan pengarahan tentang bagaimana memasak steak yang baik dan benar.


Berniat memamerkan kemampuan memasaknya, Ji Hoon tiba-tiba mengangkat Hye Soo dan mendudukkannya di counter dapur "Kau duduk tenang saja disini, omeli aku dan cicipi rasanya. Aku orang yang terbiasa memasak makananku sendiri. Hanya saja sekarang aku tidak melakukannya lagi."


Hye Soo tidak enak dan terus bersikeras ingin turun, tapi Ji Hoon langsung menatapnya tajam dan memperingatkannya untuk duduk diam saja disitu. Hye Soo menurut. Ji Hoon pun masuk dapur, memakai celemek, menyalakan kompor, mengambil panci, menuang minyak, mengeluarkan daging steak lalu langsung menggorengnya begitu saja. Hye Soo sampai tertawa melihatnya.


Tak lama kemudian, steak goreng itupun jadi. Ji Hoon menatanya di piring dan menghias dengan sangat sederhana dengan menggunakan sayur-sayuran yang dibentuk jadi ekspresi sedih. Hye Soo tersenyum geli melihatnya lalu mengubah posisi mulut buncisnya agar terlihat seperti ekspresi senyum.

"Dari penampilannya, kelihatannya lumayan," komentar Hye Soo


Hye Soo mencicipinya dan ternyata rasanya lumayan. Ji Hoon menyuruhnya untuk menghabiskan semuanya. Tapi Hye Soo menyuruh Ji Hoon makan juga, bukankah tadi dia bilang kalau dia lapar. Aww... ternyata dia memasak khusus untuk Hye Soo agar Hye Soo cepat sembuh dengan makan makanan bergizi.


Hye Soo pun meneruskan makannya dengan lahap. Dia mengaku cukup senang bisa makan seolah dia pelanggan, dia senang karena akhirnya bisa tahu bagaimana rasanya jadi pelanggan restoran.

"Silahkan minum wine-nya, pelanggan yang terhormat" ujar Ji Hoon sambil menyodorkan segelas wine. Mereka pun bersulang dan saling tersenyum.


Tapi tepat saat itu juga, Hye Soo melihat A Ra kembali ke restoran. Panik dan takut ketahuan, Hye Soo langsung mendorong Ji Hoon menunduk lalu cepat-cepat menyeret Ji Hoon bersembunyi di balik tembok.

A Ra kembali untuk mencari bando kucingnya tapi malah mendapati dapur berantakan. Dia langsung menggerutu kesal mengira dapur ditinggalkan begitu saja tanpa dibersihkan terlebih dulu. Dia langsung naik ke atas counter sambil memanggil chef tapi tidak ada yang menjawab. Lucunya, Ji Hoon langsung menunduk ke bawah, mengintip rok mininya A Ra.


Hye Soo langsung cepat-cepat menarik kepala Ji Hoon sebelum A Ra sempat melihat mereka. Bukan cuma dapur, A Ra juga mendapati ada bekas piring, gelas dan juga topi dan ikat rambut. A Ra makin menggerutu kesal, dia tahu betul topi dan ikat rambut itu milik Hye Soo. Tapi untunglah dia masih belum menyadari Hye Soo dan Ji Hoon ada disana karena mereka berdua sedang bersembunyi di ruang penyimpanan wine.

Ruang penyimpanan wine itu sebenarnya tembus pandang karena seluruhnya dari kaca. Tapi mereka berdua selalu berhasil merapat tiap kali A Ra lewat disana ataupun mengaca disana.


Setelah menemukan bandonya, A Ra tiba-tiba naik tangga sambil memanggil manager Park. Ji Hoon langsung menunduk sambil melongo melihat penampilan seksi A Ra. Sadar apa yang Ji Hoon lihat, Hye Soo langsung menutup mata Ji Hoon dan membekap mulutnya, lalu mendorong Ji Hoon menunduk saat dia melihat A Ra berjalan lewat lagi.


A Ra ditelepon seseorang dan akhirnya pergi tak lama kemudian. Mereka berdua pun akhirnya bisa keluar dan mendesah lega. Tapi setelah itu Ji Hoon malah menggerutu bingung, kenapa mereka musti bersembunyi padahal mereka tidak salah apa-apa. Hye Soo meminta maaf dan beralasan kalau A Ra tidak boleh tahu. Kenapa tidak? tanya Ji Hoon. Entahlah, jawab Hye Soo bingung sendiri. Mereka berdua langsung tertawa, menertawakan situasi yang menggelikan barusan.


Keesokan harinya, Young Hee menyuruh Seung Joo untuk memakan bubur labu yang ditinggalkan seseorang. Siapa? tanya Seung Joo. Siapa lagi yang akan meninggalkannya begitu saja disini lagipula dari rasanya saja dia pasti bisa menebak siapa yang membuatnya, jawab Young Hee.


Sambil menggerutu kesal, Young Hee mengeluarkan tas berisi pakaian dan kaos kaki yang tadinya ingin dia berikan untuk Eun Sung dan menyuruh Seung Joo untuk memberikannya pada Hye Soo. Seung Joo tidak mau dan menyuruh Young Hee untuk memberikannya sendiri pada Hye Soo.

Tapi Young Hee terus memaksa, lagipula mana mungkin dia kembali ke sana setelah keributan yang dilakukannya waktu itu. Young Hee mengaku kalau dia sudah berniat untuk meredakan emosinya dan merestui mereka saja, keputusan ini dibuatnya demi kebaikan cucunya dan mendiang putranya.


Seung Joo memberikan tas itu pada Hye Soo di restoran dan meyakinkan Hye Soo kalau dia tidak mengatakan apapun pada Young Hee. "Dia berharap kau akan hidup dengan baik. Dia berpesan padamu untuk tidak mengkhawatirkan kami dan hiduplah dengan baik. Dia juga meminta agar kau tidak meneleponnya untuk berterima kasih dan jangan lagi meninggalkan sesuatu seperti bubur labu"

Seung Jae lalu bertanya kapan Hye Soo akan dioperasi. Hye Soo berkata minggu depan. Seung Joo masih tampak tidak setuju mendengar itu, tapi dia tidak membantah dan berjanji akan menjaga rahasia Hye Soo.


Ji Hoon memperbaiki sensor lampu rumah Hye Soo sendiri. Heran melihat kelakuan Ji Hoon, Manager Park langsung menginterogasinya, kenapa Ji Hoon sebaik ini pada Hye Soo. Tapi Ji Hoon malah menjawabnya dengan senyum. Manager Park jadi semakin curiga "Apa kau menyukai wanita itu?"

Sambil tersenyum lebar, Ji Hoon protes karena Manager Park terlalu menilainya, apa Manager Park akan percaya kalau dia bilang dia menyukai seseorang. Tentu saja Manager Park tidak percaya, dia hanya percaya jika Ji Hoon berkata kalau dia cuma main-main dengan Hye Soo. Ji Hoon tersinggung, walaupun dia cowok murahan tapi dia tidak serendah itu.


"Mungkin benar. Aku akan mencampakkannya setelah aku puas bersenang-senang. Aku bahkan membeli livernya dengan uang. Yang kulakukan itu memang sangat keji. Aku memang sampah."


Hye Soo dan Eun Sung pulang tak lama kemudian. Eun Sung langsung menghampiri Ji Hoon dan menyeret Ji Hoon keluar untuk menunjukkan sesuatu padanya, 3 ekor anak kucing liar yang dibawanya pulang dan masing-masing diberinya nama si gendut, si imut dan si hitam.

"Hei anak-anak, ahjussi ini akan menjadi ayahku" kata Eun Sung pada ketiga anak kucing itu.


Saat itu, Sung Kook tiba di depan restoran dan melihat Ji Hoon sedang bermain gembira bersama Eun Sung. Ji Hoon menggendong Eun Sung dan berputar-putar tepat saat Sung Kook naik dan menatap mereka dengan penuh amarah.


Ji Hoon menurunkan Eun Sung lalu menghampiri ayahnya. Tapi Sung Kook langsung menampar keras Ji Hoon. Eun Sung ketakutan dan langsung berlindung ke pelukan ibunya.


Mereka bicara berdua didalam. Sung Kook langsung menyindir dan menggerutui semua kebohongan yang Ji Hoon padanya lalu bertanya-tanya apakah anak kecil tadi putrinya Hye Soo. Ji Hoon mengiyakannya. Lalu berapa banyak uang yang Ji Hoon bayar pada Hye Soo untuk menikahinya dan menjadi donor liver. Lalu apakah sekarang Ji Hoon berakting jadi ayah yang baik agar kebohongannya ini tidak ketahuan.

Sung Kook benar-benar marah besar pada Ji Hoon. Dia membayar Hye Soo untuk pura-pura menikah dengannya dan menjadi donor untuk Mi Ran. Apa yang Ji Hoon lakukan ini sama saja menjual organ ilegal. Kalau masalah ini sampai bocor ke media maka perusahaan yang dibangunnya dengan keringat dan darahnya ini akan hancur seketika.


Karena itulah, Ji Hoon harus segera menceraikan Hye Soo dan membatalkan operasinya. Ji Hoon berusaha meminta belas kasihan Sung Kook apalagi masalah ini melibatkan nyawa ibunya. Tapi Sung Kook tidak mau tahu dan bersikeras akan menghentikan semua ini.

Bersambung ke episode 7 - 2

11 comments :

  1. aaaahhhh,, makasih sinopsisnya teh,, semangat ya buat sisnopsis selanjutnya,,,

    ReplyDelete
  2. Makasih sinopnya mba...lanjut dong part 2 dan ep 8...gak sabar­čść

    ReplyDelete
  3. Ditunggu lanjutannya...tq ima

    ReplyDelete
  4. Makasih sinopsisnya mba imaa.. kata2 nya enak bgt di bacaa.. jd ngerti alurnyaa.. kyk lagi nton live jadi nya hehe.. semangaatt ^^

    ReplyDelete
  5. Unnie... keren sinopsisnya... semangat untuk ep selanjutnya :)

    tiap nonton marriage contract pasti nangis, tapi di episode ini ga nangis lagi krn liat kebahagiaan Hye Soo. ketika benih2 cinta mulai tumbuh.

    ReplyDelete
  6. keren sinopsisnya, semakin penasaran sma part 2 nya

    ReplyDelete
  7. keren sinopsisnya, semakin penasaran sma part 2 nya

    ReplyDelete
  8. Thanks sinopsisnya.. AJA AJA FIGHTING ! :-)

    ReplyDelete
  9. Makasih episode 7nya. Dah ditugguin dr kmrn. Akhirnya nongol jg...Part 2 nya dong mba... semangat ya! thanks..

    ReplyDelete
  10. Makasih episode 7nya. Dah ditugguin dr kmrn. Akhirnya nongol jg...Part 2 nya dong mba... semangat ya! thanks..

    ReplyDelete
  11. Sebenarnya belum nonton drama ini tp sinopsisnya enak dibaca. Terima kasih ya

    ReplyDelete