March 26, 2016

Marriage Contract Episode 6-2


Hye Soo bekerja sambil terus terbatuk-batuk. Cheff Kong menghampirinya dan menyuruhnya beristirahat karena tahu Hye Soo sedang sakit. Tapi Hye Soo tidak mau, dia merasa masih sanggup untuk bekerja.




A Ra mendengar percakapan itu dan langsung berkomentar Hye Soo sakit karena terus pergi ke suatu tempat akhir-akhir ini. “Beristirahatlah untuk beberapa hari. Direktur mungkin akan memberi ijin untukmu,” sindir A Ra.

“Pikirkan apa yang kau katakan! Kenapa direktur memberi ijin pada Hye Soo?!” tanya Cheff Kong yang tak suka mendengar sindiran A Ra pada Hye Soo.

Seung Joo hanya diam saja mendengar semua itu, namun terlihat dari ekspresinya, dia juga tak menyukai hal tersebut. A Ra kemudian memberitahu Cheff Kong kalau Ji Hoon menyukai Hye Soo karena Ji Hoon selalu memberi tumpangan pada Hye Soo, selain itu A Ra juga sering melihat Ji Hoon dan Hye Soo saling berbisik. 

“A Ra, pergi urus para pelanggan. Apa yang kau lakukan disana?” Manager Park muncul dan menyuruh A Ra. Dia memang sengaja melakukan hal itu, agar A Ra pergi dan tidak membuat gosip berlanjut.


“Bukan hanya Direktur yang menyukaimu, tapi manager juga. Kau memiliki pendukung yang luar biasa,” kali ini A Ra tak lagi menyindir tapi berkata blak-blakan.

Tak mau semua pegawai berpikir seperti yang A Ra katakan, Manager Park langsung menyuruh Hye Soo membersihkan saus yang tumpah di depan toko. 



Hye Soo membersihkan saus di tangga restoran, tepat ketika Jung Hoon datang dan melihat Hye Soo. Dia kemudian bertanya pada A Ra apakah Hye So adalah pegawai di restoran mereka. A Ra mengiyakan dan memberitahu kalau Hye Soo adalah chef yang bertugas membuat saus. A Ra heran kenapa Jung Hoon bertanya tentang Hye Soo. Jung Hoon hanya menjawab karena Hye Soo cantik.

“Cant… apanya yang cantik dengan ahjumma itu?” tanya A Ra tak percaya.

“Ahjumma? Dia sudah menikah?” tanya Jung Hoon kaget dan A Ra mengiyakan. A Ra juga memberitahu Jung Hoon kalau Hye Soo bahkan sudah punya anak.


“Aku mendengar dia berpisah dengan suaminya. Aku tidak tahu tentang itu, tapi sesuatu terjadi dengan ahjumma itu,” A Ra mulai bergosip.

Manager Park menghampiri mereka dan menyapa Jung Hoon. Namun Jung Hoon tak berkata apa-apa pada Manager Park, dia langsung berjalan pergi. “Apakah dia mengatakan kenapa dia datang?” tanya Manager Park pada A Ra. A Ra hanya menjawab tidak tahu.

Dari dalam restoran, Manager Park melihat Jung Hoon menoleh ke arah Hye Soo sebelum dia masuk ke dalam mobilnya. 


Hye Soo melihat kembali bandrol pakaian yang dia pakai untuk menemui Sung Kook dan menghitung nol di belakang angka 1, ada 6. Dia kemudian memasukkannya kedalam tas sambil bergumam, “Aku harus menabung selama setahun, ini terlalu mahal.”


Hye Soo menghampiri Eun Sung yang sedang sibuk menggambar dan bertanya apa Eun Sung mau bubur labu, karena Hye Soo akan membuatnya hari ini. Eun Sung pun mengiyakan dan Hye Soo memuji anaknya karena sangat baik dalam hal makan. Eun Sung tidak pernah pilih-pilih makanan. 

“Eun Sung-a, jika ibu tidak ada disini, kau akan makan semua lauk dengan baik kan?” T\hanya Hye Soo.

“Ibu akan pergi ke suatu tempat?” tanya Eun Sung balik dan Hye Soo memberitahunya kalau dia nanti akan pergi ke rumah sakit untuk sementara waktu, jadi Een Sung harus tinggal bersama Joo Yeon. Eun Sung pun kembali bertanya apa Hye Soo sakit dan Hye Soo menjawab tidak. 


“Mari kita bicara tentang itu nanti. Teruslah menggambar,” ucap Hye Soo dan langsung pergi ke dapur untuk membuatkan bubur labu. Eun Sung masih penasaran kenapa Hye Soo harus ke rumah sakit, padahal Hye Soo tidak sakit.

Hye Soo kebingungan menjawab rasa penasaran Eun Sung, sehingga dia langsung mengubah topic pembicaraan dengan membahas apa yang Eun Sung gambar.


Eun Sung menggambar dirinya sedang bermain skuter, dan gambar orang berkaki panjang itu adalah Ji Hoon. Dia memberitahu ibunya kalau Ji Hoon sudah berjanji akan mengajarinya naik skuter setiap hari. Hye Soo bertanya kenapa Eun Sung sekarang sangat menyukai Ji Hoon padahal sebelumnya, Eun Sung sangat tak menyukainya. 

“Yah… dia tidak seburuk yang aku pikir. Dia mengatakan banyak hal-hal lucu juga,” jawab Eun Sung.


“Aku akan membuatkan mucastella squash (sponge cake ), juga,” ucap Hye Soo dan beranjak untuk pergi ke dapur. Eun Sung lalu menyarankan agar mereka juga memberikan sponge cake ke Ji Hoon karena Ji Hoon suka roti.  Mendengar saran Eun Sung, Hye Soo terlihat khawatir.



Hye Soo berjalan menuju rumah Young Hee, namun di saat dia melihat Young Hee keluar, Hye Soo langsung bersembunyi. Setelah Young Hee pergi dengan gerobak dagangannya, Hye Soo meninggalkan dua wadah bubur labu di depan rumah Young Hee. 


Hye Soo membawakan bubur labu untuk Mi Ran juga. Namun Mi Ra tak mau, karena ia malah merasa tak nyaman karena melihat Hye Soo. Hye Soo tahu kalau Mi Ran merasa tak nyaman, jadi setelah hari ini, dia berjanji untuk tidak terlalu sering datang. Lagi pula jadwal operasinya tidak lama lagi akan dilakukan. Hye Soo lalu memberikan sendok di tangan Mi Ran agar Mi Ran makan buburnya.

“Secara kebetulan, apakah kau mendegar sesuatu dari Ji Hoon?” tanya Mi Ran. “Ayah Ji Hoon. Apakah dia pergi tanpa pamit? Dia tidah tahu?” tanya Mi Ran dan Hye Soo mengiyakan. Mendengar jawaban itu, Mi Ran terlihat kecewa. Mi Ran kemudian mengaku kalau dia tidak percaya apa yang Ji Hoon katakan. 


“Jangan khawatir. Cobalah makan setidaknya satu sendok,” bujuk Hye Soo dan Mi Ran mau memakan bubur labunya. Setelah menelan sesuap bubur, Mi Ran bertanya bagaimana bisa Hye Soo membuat bubur yang enak seperti itu. Apa tidak ada yang tidak bisa Hye Soo lakukan.?

“Saya tidak tahu tentang apapun, tapi saya tahu sedikit tentang memasak,” jawab Hye Soo dengan senyum. Mi Ran lalu bercerita ketika masih muda, dia juga sering memasak. Mi Ran benar-benar menikmati memasak makanan yang enak untuk ayah Ji Hoon. 


“Tapi kau... kesinilah,” ucap Mi Ran dan Hye Soo menoleh. “Kenapa kau tidak memakai dandanan sedikitpun? Apa kau akan bisa menikah kalau terlihat seperti itu? Berapa lama kau berencana untuk hidup sendiri bersama anak itu?” tanya Mi Ran.

Ia kemudian memberikan satu lipstik miliknya pada Hye Soo. Dia ingin Hye Soo berdandan agar bisa mendapatkan seorang pria, Mi Ran bahkan berkomentar kalau wajah Hye Soo lebih pucat dari seorang pasien. 


“Sekarang aku merasa seperti aku akan hidup. Ada begitu banyak hal yang kurasakan tidak adil. Ketika mereka mengatakan bahwa aku sedang sekarat, aku bersyukur masih bisa hidup,” keluh Mi Ran dan menghela nafas karena merasa hidupnya tidak adil.


Hye Soo menggenggam tangan Mi Ran. “Nyonya, ayo.. ayo kita hidup dengan baik. Anda dan saya...," suara Hye Soo tercekat dan matanya berkaca-kaca tapi ia tersenyum menguatkan, "Operasi kita pasti sukses dan kita nanti akan menjalani hidup dengan luar biasa. Sebenarnya saya ingin memberitahu hal ini, karena itulah saya datang. Setelah melihat Anda, saya pikir mungkin saya merasa lebih berani,” Hye Soo  tak tahan lagi dan menangis tersedu-sedu.


Ji Hoon sedang berbelanja di supermarket. Dia membeli semua barang-barang yang dibutuhkan untuk rumah Hye Soo, salah satunya adalah sensor lampu depan rumah Hye Soo. Setelah berbelanja, Ji Hoon menelpon seseorang untuk memperbaiki jendela di rumah Hye soo.

Tepat di saat itu Jung Hoon muncul dan melihat Ji Hoon. Ia memanggil Ji Hoon dan Ji Hoon pun menutup teleponnya. Jung Hoon mengajak Ji Hoon makan malam, namun Ji Hoon menolak karena nanti malam dia akan berangkat ke Pulau Jeju. Ada sembilan resort yang ingin bekerja sama dengan restoran Ji Hoon. 


“Omong kosong itu tidak akan membantu perjualan tahunanmu. Kau menjadi gila karena mencoba untuk meningkatkan penjualanmu, hah? Sekarang karena ayah memberimu sedikit perhatian belakangan ini, kau menjadi sangat sombong,” sindir Jung Hoon yang kemudian berkata kalau ayah mereka benar-benar menyukai pacar Ji Hoon. “Dia pasti seorang putri dari keluarga yang luar biasa. Apakah kau hanya akan memperkenalkan dia kepada ayah? Kau akan mengabaikan ibu dan aku?’


“Itu karena aku belum siap untuk memperkenalkan dia kenapa seluruh keluarga,” jawab Ji Hoon dan berjalan pergi. Tapi Jung Hoon menghentikan langkahnya dengan menyebutkan hubungan Na Yoon dan Ji Hoon. Ji Hoon menghampiri Jung Hoon lagi dan bertanya geli. Apa Jung Hoon benar-benar meragukan pacarnya sendiri. Tanpa menunggu jawaban, Ji Hoon berjalan pergi.

“Hei, Kau ingin mati?!” teriak Jung Hoon, karena ditinggal Ji Hoon seperti itu. “Apakah kau pikir aku hanya akan duduk diam dan menerimanya?!”


Seung Joo menemui Joo Yeon di tempat kerjanya. Dia  datang untuk mendapat konfirmasi apa pacar Hye Soo benar-benar adalah Ji Hoon. Sebenarnya, Joo Yeon tidak mau membahasnya, namun dari cara Joo Yeon mengelak, Seung Joo bisa menebak kalau pacar Hye Soo benar-benar Ji Hoon.

Mengetahui hal tersebut membuat Seung Joo emosi karena tahu kalau Ji Hoon bukanlah pria yang baik. Ji Hoon terkenal playboy yang suka berganti-ganti wanita. Melihat Seung Joo yang begitu emosi dan mengurusi masalah asmara Hye Soo, Joo Yeon pun bertanya apa Seung Joo menyukai Hye Soo. Tentu saja Seung Joo membantah dengan alasan kalau dia adalah paman Eun Sung. 

“Paman apa? Tidak ada hubungan darah sama sekali,” goda Joo Yeon.

Seung  Joo meminta agar Joo Yeon menghentikan Hye Soo berkencan dengan Ji Hoon karena Seung Joo tidak mau melihat Hye Soo terluka nantinya. Karena Joo Yeon tidak mau melakukan permintaannya, Seung Joo langsung pergi dan Joo Yeon mengejarnya, mencegah Seung Joo melabrak Ji Hoon karena khawatir Seung Joo dipecat.


Tapi Seung Joo tak peduli, toh ia hanya karyawan paruh waktu. Joo Yeon kehabisan kata-kata untuk mencegah Seung Joo dan akhirnya berkata, "Jangan lakukan itu. Jangan ikut campur kalau kau tak tahu alasannya. Apa aka mau tanggung jawab kalau akhirnya Hye Soo harus mengembalikan uang padanya?!"

Seung Jae mendelik mendengar uang disebut-sebut. Joo Yeon semakin bertambah kebingungan,


Ji Hoon memberitahu kalau dia akan melakukan perjalanan bisnis ke Jeju. Mananger Park mengerti dan meminta Ji Hoon untuk tidak khawatir dengan urusan restoran. Manager Park melihat paper bag milik Ji Hoon dan penasaran dengan isinya. Namun belum sempat Manager Park melihat isinya, Ji Hoon langsung mencegahnya. 

Agak heran dengan kelakuan bosnya, tapi menurut. Ia memberitahu Ji Hoon kalau semua pegawai mereka sedang bergosip tentang Ji Hoon menyukai Hye Soo dan memberi saran agar Ji Hoon tidak memanggil Hye Soo di depan pegawai mereka tanpa alasan yang jelas. 

“Kapan aku melakukannya?!” bentak Ji Hoon membuat Manager Park kaget. Kenapa juga Ji Hoon harus berteriak seperti itu padanya. Tapi Ji Hoon terus berteriak kesal karena disangka sudah menyukai Hye Soo. Dia kemudian pergi dengan membawa paper bag-nya, membuat Manager Park semakin heran melihat kelakuan Ji Hoon.


Seung Joo menemui Hye Soo dan memarahinya. Dia tidak terima Hye Soo memberikan hatinya untuk mendapatkan uang. Tanpa mereka ketahui, Ji Hoon mendengarkan obrolan mereka dari dalam rumah.  Seung Joo terus menjelekkan Ji Hoon, dia menuduh Ji Hoon yang menggoda Hye Soo untuk melakukan semuanya.

Hye Soo berusaha memberitahu kalau Ji Hoon tidak salah, namun karena Seung Joo terus menjelekkan Ji Hoon, Hye Soo reflek menampar Seung Joon. “Ini hanya kontrak. Sebuah kontrak yang kami berdua sepakati,” ucap Hye Soo.


Seung  Joo bertanya apa Ji Hoon akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Hye Soo. Namun Hye Soo tak bisa menjawab. Dia malah meminta Seung Joo untuk tidak memberitahu siapa-siapa tentang semua itu. Hye Soo mengaku dia takut, namun tak ada lagi yang bisa dia lakukan sekarang. Dia hanya ingin bertahan dan bergerak maju.

Tahu ia tak bisa berbuat apapun, Seung Joo geram dan berteriak kesal. “Kalau bajingan itu menyakitimu, aku akan membunuhnya,” teriak Seung Joo dan membanting jaketnya.


Ji Hoon yang sedari tadi mendengarkan obrolan mereka, akhirnya membuka pintu. Seung Joo bertambah emosi dan ingin menghajar Ji Hoon.

Tapi Hye Soo dengan cepat mencegahnya. Air matanya menetes saat ia memohon Seung Jae agar tidak berbuat lebih jauh. Kesal tapi tak bisa melampiaskannya, Seung Joo pun memutuskan pergi.

Hye Soo menghapus air matanya dengan cepat sebelum berbalik dan berkata pada Ji Hoon kalau semua itu bukan apa-apa. Tanpa berkata sepatah katapun, Ji Hoon berjalan masuk rumah.


Hye Soo melanjutkan pekerjaannya. Saat Hye Soo mengambil beras, dia melihat Eun Sung yang sedang duduk murung di depan restoran. Ternyata Eun Sung sedang menunggu Ji Hoon yang berjanji akan main skuter bersama. 


Hye Soo pergi menemui Ji Hoon di rumahnya. Dia datang membawa semua barang yang dikenakan saat menemui ayah Ji Hoon. Merasa sikap Ji Hoon berubah sejak Seung Joo marah-marah, Hye Soo pun menjelaskan kalau Seung Joo sudah seperti adik sendiri untuknya. Namun Ji Hoon menjawab kalau dia tidak penasaran dengan semua itu. 


“Aku harus bersiap-siap untuk perjalanan bisnis. Aku akan menemuimu nanti,” ujar Ji Hoon dingin.

Hye Soo pun tahu diri. Tapi sebelum pergi, ia meminta Ji Hoon untuk tidak bersikap baik lagi pada Eun Sung karena dia tak mau Eun Sung nantinya terluka. Hye Soo juga meletakkan paperbag yang beisi barang-barang yang dia pakai sebelumnya di atas meja. Hye Soo merasa tak punya alasan menyimpan barang-barang itu, jadi dia mengembalikannya. 


Eun Sung masih menunggu Ji Hoon dan dia terus melihat ke atas namun tak ada bayangan Ji Hoon sama sekali disana. Dia menunggu Ji Hoon sampai gelap. Tanpa dia sadari, Ji Hoon sebelumnya sudah muncul dan melihat gadis itu. Ji Hoon sebenarnya tak tega pada Eun Sung, namun dia tak punya pilihan lain.


Hye Soo masih bekerja dan sekarang dia menggunakan masker walau batuknya semakin menghebat. Cheff Kong menyarankan agar Hye Soo pergi ke rumah sakit, namun Hye Soo menolak dengan mengatakaan kalau batuknya tak lama lagi mereda. 


Sung Kook menelpon Direktur Administrasi Park dan bertanya apa dia sudah bertemu dengan Jaksa Oh.

Ya, aku bertemu dengan dia, tapi sekarang ini tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain membatalkan pernikahan. Tapi, itu tidak akan mudah,” jawab Direktur Administasri Park.

Sung Kook terlihat kesal mendengarnya dan menutup telepon. Dia kesal atas apa yang Ji Hoon lakukan. Tepat disaat itu Jung Hoon muncul dan mengatakan kalau Ji Hoon sudah berbohong. Pacar yang dia bawa menemui sang ayah, bukanlah pacar asli Ji Hoon.


Sung Kook menjawab kalau dia sudah tahu semuanya, membuat Jung Hoon kaget dan bertanya kenapa sang ayah tidak melakukan apa-apa, padahal sudah mengetahui semuanya. 

“Jangan khawatir tentang urusan saudaramu, khawatirkan saja tentang dirimu. Pergi dan dapatkan kembali Na Yoon, entah kau harus mengemis atau terus menempel padanya,” perintah Sung Kook. Tepat disaat itu Sun Young masuk membawakan minuman untuk Sung Kook.


Kesal, Jung Hoon pun akhirnya mengatakan kalau pria yang Na Yoon sukai adalah Ji Hoon. “Ayah tidak tahu apa yang anak itu rencanakan sekarang. Dia bisa menipu kita semua,” ucap Jung Hoon.

“Kau mengatakan kekasih Na Yoon adalah Ji Hoon?” tanya Sung Kook tak percaya dan Jung Hoon menjawab sudah megnetahui semuanya. Bukannya membantu Jung Hoon, Sung Kook malah mengatainya bodoh.

Sun Young tak terima mendengar anaknya dikatai bodoh. “Apakah kau mengatakan dia mengarang semua ini karena ketakutan?” tanya Sun Young pada Sung Kook. Sun Young kemudian menyuruh Jung Hoon untuk memanggil Ji Hoon karena dia ingin menanyakan tentang hal itu sendiri. 

“Jangan ikut campur!” bentak Sung Kook. “Aku yang paling tahu situasinya. Aku akan mengurusnya, jadi kalian berdua keluar. “

“Ayaaaaaah!” rengek Jung Hoon.

Ji Hoon masih berada di rumahnya dan setelah duduk diam beberapa saat, dia pun berangkat.  


Hye Soo dan Eun Sung sudah berbaring tidur. Namun Hye Soo terus saja batuk-batuk dan itu membuat Eun Sung bangun. 

“Ibu.. apa Ibu benar-benar sakit?” tanya Eun Sung lirih.

“Tidak. Aku tidak sakit. Kembali tidur,” jawab Hye Soo dan Eun Sung menyuruhnya minum obat. Agar anaknya tidak khawatir, Hye Soo pun menurutinya.

Sebelum minum obat, Hye Soo membuka internet dan membaca artikel tentang cara mengetahui gejala awal tumor otak. Hmmm... sepertinya Hye Soo batuk-batuk bukan karena sedang batuk, melainkan gejala awal tumor otak.



Hye Soo minum obat, Eun Sung kembali bertanya apa ibu baik-baik saja. Tentu saja Hye Soo menjawab kalau dia baik-baik saja. Hye Soo kembali tidur, namun kali ini sakit yang dia rasakan bertambah parah.

Dia kedinginan dan mengigil, membuat Eun Sung terbangun dan panik melihat ibunya seperti itu. Eun Sung pun langsung mengambil ponsel Hye Soo dan menelpon Ji Hoon.




Ji Hoon sendiri dalam perjalanan menuju Jeju dan saat melihat panggilan dari Hye Soo, Ji Hoon mengabaikannya, tapi Eun Sung menelpon lagi. Untuk panggilan yang kedua ini, Ji Hoon mengangkatnya dan kaget karena mendengar suara Eun Sung.

Eun Sung memberitahu Ji Hoon kalau Hye Soo sakit dan tak mau bangun walau sudah dipanggil beberapa kali. Ji Hoon menjadi panik dan berjanji akan segera kesana, jadi Eun Sung diminta menunggunya.

Setelah telepon di tutup, Ji Hoon mendapat telepon dari ayahnya yang meminta Ji Hoon untuk segera datang ke rumah. Tapi Ji Hoon langsung menolak. “Maafkan aku. Aku tidak bisa ke sana sekarang,” jawab Ji Hoon dan memutar balik mobilnya.


Ji Hoon sampai di rumah Hye Soo dan setelah melihat kondisi Hye Soo, Ji Hoon langsung membawanya ke rumah sakit. Karena Hye Soo tak bisa berjalan sendiri, jadi diapun menggendongnya dan Eun Sung dan Eun sung mengikuti mereka dari belakang sambil membawa sepatu Hye Soo. Eun Sung dan Ji Hoon sama-sama panik melihat Hye Soo seperti itu.


Komentar :

Ironis sekali melihat paper bag yang dikembalikan Hye Soo bersebelahan dengan paper bag yang berisi barang-barang yang dibeli Ji Hoon untuk memperbaiki rumah Hye Soo.

Walau di mulut Ji Hoon menolak dianggap menyukai Hye Soo, tapi tindakannya selalu untuk Hye Soo dan Eun Sung. Ia mengkhawatirkan kondisi ibu dan anak itu.

Walau Seung Jae yang ditampar Hye Soo, ia juga merasa tertampar karena Hye Soo mengakui kalau semua yang ia lakukan hanyalah demi uang. Ji Hoon menjadi tersadarkan kalau semua yang mereka lakukan ini palsu. Kekhawatirannya akan keselamatan ibu anak di rumah itu bukan hal yang semestinya. Hubungannya dengan Hey Soo palsu. Kedekatannya dengan Eun Sung juga semu.

Jadi apakah kekhawatirannya mendengar suara Eun Sung dan melihat Hye Soo tergolek tak berdaya juga semu?



Bersambung ke sinopsis Marriage Contract Episode 7

4 comments :