March 24, 2016

Marriage Contract Episode 6 - 1


Saat sedang bersama, Ji Hoon dan ayahnya berpapasan dengan Hye Soo yang baru saja membeli minuman ringan dan hendak kembali ke kamar rawat Mi Ran. Melihat Hye Soo, Sung Kook pun bertanya tentang siapa Hye Soo sebenarnya, karena Sung Kook sangat yakin kalau dia bukanlah seorang pengasuh. Namun Ji Hoon tak bisa menjawab. 



“Datanglah ke rumah malam ini. Aku ada perlu denganmu,” suruh Sung Kook pada anaknya dan berjalan pergi. Hye Soo sendiri hanya bisa menunduk saat Sung Kook berjalan melewatinya.


Hye Soo sedang membersihkan pecahan mangkuk bubur yang Mi Ran jatuhkan saat Ji Hoon muncul. Ia menyuruh Hye Soo membiarkannya saja, namun Hye Soo tetap membersihkannya. 

Mi Ran menebak kalau sekarang Sung Kook sudah tahu semuanya tapi Ji Hoon menjawab tidak. Mi Ran heran karena Sung Kook pergi tanpa mengetahui sesuatu. Ji Hoon menjadi kesal karena ibunya begitu takut pada Sung Kook. 


“Bukankah lebih baik seperti ini karena dia tidak peduli Ibu mati atau hidup? Memang Ibu ingin membuat dia marah, jadi bukankan lebih baik kalau dia tahu? Aku akan menyelesaikannya dengan Ayah. Aku akan segera menjelaskannya jadi jangan khawatir tentang hal itu. Ibu persiapkan saja operasi dengan baik,” ujar Ji Hoon. Mi Ran masih ragu kalau Sung Kook akan mengerti semuanya. Namun Ji Hoon tetap pada pendiriannya karena menurut Ji Hoon, Sung Kook tidak akan melempar dirinya. 

Tak mau membicarakan tentang hal itu lagi, Mi Ran pun menyuruh Ji Hoon kembali bekerja. Mi Ran berkata kalau dia tidak sekarat dan dia sendirilah yang memutuskan untuk hidup bagaimana pun caranya. Jadi, Ji Hoon tak perlu mengkhawatirkan dirinya. 

Ji Hoon mengantarkan Hye Soo kembali ke restoran.


Di mobil, Sung Kook menelpon dokter Ja dan meminta bantuannya untuk mencari informasi tentang Oh Mi Ran. 


Hwang Joo Yeon datang ke restoran dengan pakaian rapi dan itu membuat Manager Park dan Cheff Kong terpesona padanya. Joo Yeon mengaku kalau dia adalah teman Hye Soo dan dia datang untuk mencarinya.


Tepat disaat Manager Park bertanya nama, Joo Yeon melihat Seung Joo dan langsung menghampirinya. Ternyata Seung Joo dan Joo Yeon saling kenal dan karena sudah lama tak jumpa, reflek Joo Yeon langsung memeluk Seung Joo. Bukan hanya memeluk, Joo Yeon bahkan mencium pipi Seung Joo, membuat Manager Park, Cheff Kong dan A Ra terkejut. 


“Bukankah itu mobil direktur?” ucap A Ra dan melihat ke luar jendela. Yang lain pun ikut melihatnya. Mereka kembali terkejut karena melihat Hye Soo keluar dari mobil Ji Hoon, kecuali Manager Park. Dia bahkan berusaha menutupi semuanya.


Hye Soo terkejut saat menyadari bahwa mereka semua melihat ke arahnya dan dia pun langsung masuk restoran untuk menemui Joo Yeon. 

A Ra penasaran dan bertanya kenapa Hye Soo keluar dari mobil Ji Hoon. Mendapat pertanyaan seperti itu, Hye Soo bingung menjawab. Untung saja Manager Park maju untuk menjelaskan, dia berkata kalau Hye Soo pasti kebetulan bertemu denga Ji Hoon dan sebagai atasan yang baik, Ji Hoon pun memberikan tumpangan. 


Hye Soo mengajak Joo Yeon ke rumahnya. Joo Yeon pun mengaku kalau alasan dia berpakaian rapi seperti itu karena dia pergi kencan buta hari ini. Dia juga bertanya tentang Hye Soo yang keluar dari mobil Ji Hoon, semua orang pasti akan berpikiran kalau mereka berdua benar-benar pasangan. 

Hye Soo memberitahu Yeon Joo kalau dia baru dari rumah sakit dan hari operasi sudah di tetapkan yaitu sekitar bulan depan. 

Joo Yeon heran melihat ketenangan sahabatnya itu. Apa hal itu tidak menakutkan Hye Soo? Dengan yakin Hye Soo menjawab kalau dia tidak takut. Saat Joo Yeon minum dan kepanasan, reflek Hye Soo mengkhawatirkannya. Yeon Joo pun jadi kesal karena Hye Soo selalu lebih mengkhawatirkan orang lain dari pada dirinya sendiri.

“Bahkan saat aku khawatir, kau mengeluh,” gumam Hye Soo. Joo Yeon terlihat kaget.


Young Hee duduk di luar dan tak lama kemudian Seung Joo pulang. Dia bertanya kenapa Young Hee melamun di luar seperti itu. Tanpa menoleh, Young Hee berkata kalau kekasih Hye Soo sangat kaya, dia punya mobil dan pakaian yang bagus. Seung Jae terkejut mendengarnya dan bertanya bagaimana Young Hee tahu kekasih Hye Soo. 

“Apa maksudmu bagaimana? Dia keluar dari mobil import putih besar dan dia cukup tampan. Aku hanya berharap dia tidak menyakiti cucuku,” harap Young Hee yang juga mengaku kalau dia merasa sakit hati, sehingga tak bisa memberi selamat pada Hye Soo. 


Ketika Ji Hoon ke rumah, ayahnya menanyai lagi tentang Hye Soo, Ji Hoon akhirnya menjawab kalau Hye Soo adalah kekasihnya. Sung Kook kemudian meminta Ji Hoon membawa Hye Soo untuk makan bersama besok. 


Hye Soo sedang menjemur pakaian ketika Ji Hoon menemuinya dan mengatakan tentang acara pertemuan besok dengan Sung Kook. Ji Hoon meminta agar Hye Soon menjawab semua pertanyaan Sung Kook, sesuai dengan profil Hye Soo sebagai istri Ji Hoon. 


Sebelum bertemu sang ayah, Ji Hoon mengubah penampilan Hye Soo terlebih dahulu. Ketika berada di butik, Hye Soo hanya bisa melongo karena melihat semua harga barang-barang yang ada disana. Setelah selesai memilih pakaian, tas dan sepatu, Ji Hoon menunggu di luar.


“Wow, kau sangat cantik,” komentar seorang pelayan toko ketika melihat Hye Soo keluar dengan tampilan yang sudah berdandan. Ji Hoon berbalik dan sepertinya dia juga terperangah melihat kecantikan Hye Soo, namun dia tak berkata apa-apa. 

Di dalam mobil Hye Soo bertanya apa tidak masalah dengan apa yang mereka lakukan dan Ji Hoon menjawab tidak apa-apa. Mereka akan berpura-pura pacaran di depan keluarga sampai operasi selesai dan setelah itu Ji Hoon akan memberitahu sang ayah tentang semuanya. Ji Hoon juga berpesan, agar Hye Soo membiarkan Ji Hoon mengambil alih semuanya jika Hye Soo sudah tak bisa menjawab pertanyaan dari Sung Kook.


Sebelum masuk ke tempat pertemuan, Ji Hoon memberikan kalung dan cincin emas untuk Hye Soo pakai. 


Seperti dugaan Ji Hoon, Sung Kook banyak bertanya pada Hye Soo. Sung Kook membahas tentang Hye Soo yang menjadi seorang koki dan bertanya apa Hye Soo punya restoran sendiri. 

“Dia berencana untuk segera membukanya dan dia memberiku banyak saran yang baik,” jawab Ji Hoon memotong. Sung Kook bertanya lagi dimana mereka pertama kali bertemu dan lagi-lagi Ji Hoon yang menjawab kalau mereka bertemu di New York karena dikenalkan seorang teman. 

“Aku tidak bertanya padamu. Kenapa kau terus yang menjawab?” tanya Sung Kook dan itu membuat Ji Hoon terdiam. Sung Kook melanjutkan pertanyaannya, dia bertanya tentang pekerjaan orang tua Hye Soo. 

“Ayahku adalah seorang ahli fisika, orang tuaku meninggal dalam kecelakaan. Nenekku membesarkanku, berkat bisnis restorannya yang sukses, aku bisa belajar di luar negeri,” jawab Hye Soo dan Ji Hoon terlihat lega karena Hye Soo bisa mengatasi semuanya. Sung Kook penaasaran dimana restoran milik nenek Hye Soo dan diapun bertanya restoran itu ada dimana. Dengan santai Hye Soo menjawab kalau sekarang nenenknya ada di Jepang. 

“Apa dia keturunan Korea-Jepang?” tanya Sung Kook.

“Iya, Kumiko-san.”

“Ah, Shibata Kumiko,” ucap Sung Kook yang ternyata tahu tentang kumiko.


“Tapi.. dia seorang ahli waris dari sebuah perusahaan kue yang tekenal dan dia diadopsi ke dalam keluarga itu. Dengan kekayaan yang dia warisi, dia memulai bisnis real estate dan restoran. Sekarang, dia tidak menjalankan bisnis restoran lagi dan dia hanya melakukan investasi,” jawab Hye Soo yakin.

Sung Kook mengubah topik lagi dengan menanyakan apa yang Hye Soo sukai dari Ji Hoon, karena menurut Sung Kook, Ji Hoon adalah pria yang dingin.


“Tidak. Ji Hoon-shi..,” Hye Soo menoleh ke arah Ji Hoon dan berkata kalau Ji Hoon tidak sedingin itu. “Didalam hatinya, dia orang yang sangat hangat dan baik,” jawab Hye Soo dan Sung Kook langsung berkomentar kalau Ji Hoon sangat beruntung. 

“Ayah,” panggil Ji Hoon dan memegang tangan Hye Soo. “Neneknya akan datang hari ini dan kupikir dia harus pergi menjemputnya. Dia membuat keputusan di menit terakhir, jadi aku tidak punya kesempatan untuk memberitahumu lebih cepat,” ucap Ji Hoon yang bermaksud agar ayahnya tidak bertanya banyak hal lagi dan mereka secepatnya menyelesaikan makan siang mereka.

“Tolong jaga Ji Hoon. Kita harus lebih sering bertemu mulai sekarang,” ucap Sung Kook dan mengajak keduanya makan.


Selesai makan, Sung Kook masuk  mobil diantar oleh Ji Hoon dan Hye Soo. Tepat di saat itu Jung Hoon muncul dan memanggil ayahnya. Sung Kook membuka jendela mobil dan Hye Soo langsung melingkarkan tangannya ke lengan Ji Hoon. 


“Apa kau makan disini?” tanya Jung Hoon menghampiri mereka. Sung Kook pun hanya mengiyakan dan langsung pergi dengan mobilnya.


Jung Hoon lalu berbalik dan bertanya siapa Hye Soon. Tanpa ragu, Ji Hoon menjawab kalau Hye Soo adalah pacarnya. Tak ingin Jung Hoon nantinya banyak tanya, Ji Hoon pun langsung membawa Hye Soo pergi. 


Di dalam mobil, Hye Soo langsung melepas high heels dan memijat-mijat kakinya. Terlihat sekali kalau Hye Soo tak terbiasa mengunakan sepatu seperti itu. Tak lama kemudian terdengar suara perut Hye Soo.


“Kupikir akhirnya aku bisa bersantai,” ucap Hye Soo sedikit malu.

“Haruskah kita pergi makan beberapa tteokbokki (kue beras pedas)?” ajak Ji Hoon dan Hye Soo kaget dengan ajakan itu. “Makanan yang kau suka. Biji wijen, kacang-kacangan dan tteokbokki. Aku belajar banyak, juga,” aku Ji Hoon.

“Ini tteok (kue beras) dengan kacang dan cluster biji wijen. Tahu dengan baik dulu sebelum kau mengatakannya,” koreksi Hye Soo. Tapi Ji Hoon membantah kalau hal tersebut sama saja. 


Semua makanan yang Hye Soo sukai pun dihidangkan. Hye Soo makan dengan nikmat, namun tidak dengan Ji Hoon. Dia sepertinya tidak menyukai makanan itu. Ji Hoon kemudian bertanya Hye Soo tahu dari mana tentang Kumiko-san. 

“Kumiko-san? Sebelum aku menikah, aku belajar karena aku ingin sekolah di Jepang. Aku ingin belajar sedikit membuat kue. Tapi aku langsung menyerah karena aku tidak punya uang. Itu nama penulis buku yang aku pelajari. Shibata Kumiko-san. Bukan, sepertinya Abata?” jelas Hye Soo yang kemudian mengatakan beberapa kata dalam bahasa Jepang yang dia ketahui, seperti  “konichiwa”, “aisiteru” dan banyak lagi yang lain. 

Hye Soo lalu berhenti bicara karena menyadari Ji Hoon terus memandanginya. Ji Hoon memberikan tisu karena Hye Soo makan belepotan. Sambil makan, Hye Soo berkomentar kalau hidup kaya ternyata tidak selalu menyenangkan.


“Sejujurnya, kau sedikit mengganggu. Tapi melihatmu hari ini, aku juga merasa sedikit kasihan padamu. Kau tidak bisa melakukan apa yang ingin kau lakukan,” ucap Hye Soo. Ji Hoon bertanya memang apa yang Hye Soo tahu tentang dirinya. 

“Apa? Apa ada yang aku tidak tahu tentangmu? Aku tahu berapa lama kau sekolah. Hobi, keahlian, kebiasaan, buku-buku favorite, music. Tak satupun dari itu semua ada hubungannya dengan bisnis, itu saja,” jawab Hye Soo. Ji Hoon tak bisa berkomentar lagi karena apa yang Hye Soo katakan itu semuanya memang benar.

Ji Hoon menyarankan agar Hye Soo nanti pergi keluar negeri untuk belajar, namun Hye Soo menjawab kalau hal tersebut tidak semudah itu dilakukan.  Setelah operasi, Hye Soo ingin membuat toko makanan ringan seperti yang sedang mereka kunjungi itu dan hidup bahagia bersama Eun Sung. 


Akhirnya Sung Kook tahu siapa Hye Soo sebenarnya. Ditangannya sekarang sudah ada resume milik Hye Soo dan formulir seleksi calon transplantasi organ yang diisi Hye Soo. Jung Hoon muncul dan Sung Kook langsung menutup berkas itu. Jung Hoon masuk untuk meminta penjelasan tentang pacar Ji Hoon. Tepat di saat itu Sun Young masuk dan mendengar kalau Ji Hoon punya pacar. 


“Apa ini waktunya untukmu khawatir tentang saudaramu? Pergi dan jemput Na Yeon. Bagaimana bisa kau tidak mendapatkan hatinya. Apa yang sudah kau lakukan untuk membuatnya menjauh?” tanya Sung Kook mengalihkan pembicaraan. Jung Hoon menolak untuk disalahkan, namun dia tak bisa memberitahu alasan Na Yeon menolaknya. 

“Jadilah setidaknya setengah dari kebaikan saudaramu. Dia membawa seorang gadis yang sangat cantik,” teriak Sung Kook dan keluar ruangan.

Sun Young yang tidak tahu apa-apa, langsung meminta penjelasan pada Jung Hoon namun Jung Hoon tak mengatakan apa-apa. Dia hanya menghela nafas marah.


Na Yeon baru selesai latihan. Dia mengingat saat Hye Soo merebut foto yang robek di tanah, foto yang dimana gambar prianya mirip dengan Ji Hoon. Dia juga mengingat saat Ji Hoon memperkenalkan Hye Soo sebagai pacarnya dan mereka sudah bertunangan. Tepat disaat itu Jung Hoon muncul dan mengajak Na Yeon bicara. Namun Na Yeon menolak karena menurutnya sudah tidak ada lagi yang perlu mereka bicarakan. 


Dengan kasar Jung Hoon menangkap lengan Na Yeon tapi Na Yeon langsung menghempaskan tangannya, membuat Jung Hoon kesal. “Apakah orang tuamu tahu kau seperti ini? Aku menyetujui pernikahan ini karena ayahmu memintanya terus. Kalau pernikahan ini tidak terjadi, kau tahu berapa banyak kerugian yang akan diderita keluarga kita? Bagaimana kau akan bertanggung jawab untuk semua uang itu? Aku tidak tahu kalau kau orang yang senekad ini."

Na Yeon meminta pergi karena dia tak bisa mengatakan apapun. Jung Hoon kemudian membahas tentang Ji Hoon yang sekarang punya pacar dan ayah mereka tahu akan hal itu. “Ayahku sepertinya benar-benar tertarik padanya. Sekarang apakah kau masih memiliki perasaan untuk Ji Hoon?” tanya Jung Hoon.

Ia meminta Na Yoon untuk menghapus perasaan yang dimiliki pada Ji Hoon dan kembali lagi padanya. Namun Na Yoon tidak mau karena dia tahu, pacar yang diakui Ji Hoon sekarang hanyalah pegawai restoran dan dia memberitahukan fakta itu pada Jung Hoon. 

“Jung Hoon-shi… itu sesuatu yang tidak ada hubungannya denganku dan Ji Hoon. Sudah kukatakan kalau itu tidak akan mengubah hubungan kami. Aku sekarang bisa tahu bagaimana perasaanku padamu dan itu melegakan karena sekarang aku sudah tahu. Akan mengerikan jika aku  mengetahuinya setelah menikah. Hubungan kita sudah berakhir. Aku merasa kasihan pada orang tua kita tapi kupikir akan sulit bagi kita untuk memulainya lagi dari awal. Tolong pergilah,” ucap Na Yoon membuat Jung Hoon hilang sabar dan hampir saja menamparnya. Tapi Na Yoon hanya tersenyum sinis dan berjalan pergi. 


"Kau belum tahu siapa Ji Hoon sebenarnya. Dia itu penipu dan sekarang kau sedang ditipu olehnya!" teriak Jung Hoon.


Eun Sung berada di tempat penitipan anak. Dia hendak bermain skuter, namun muncul anak laki-laki yang merebutnya. Bukan hanya merebut skuternya, anak laki-laki itu juga mengambil bandana milik Eun Sung. Anak laki-laki itu bernama Jung Min dan Eun Sung langsung mengadukannya pada guru mereka, namun sang guru hanya berteriak meminta Jung Min mengembalikan bandana milik Eun Sung, tanpa mau mengambilnya. 


Tiba-tiba seseorang menahan ban skuter yang dinaiki Jung Min dan meminta bandana milik Eun Sung. Jung Min langsung memberikannya walau langsung bertanya, “Siapa kau, Ahjussi?” 


“Aku...,” Ahjussi yang ternyata adalah Ji Hoon merasa kebingungan menjawab siapa dirinya. Eun Sung menghampiri mereka dan menjawab kalau Ji Hoon adalah ayahnya. Eun Sung hendak kembali ke kelas namun dia berbalik lagi dan melambai sambil tersenyum pada Ji Hoon. Ji Hoon membalas lambaiannya. 


Hye Soo berlari menuju tempat penitipan anak, namun Eun Sung sudah tak ada lagi disana. Kata guru penjaga, Eun Sung sudah dibawa oleh seorang pria. Pria yang Eun Sung sebut sebagai ayahnya. Mendengar itu, Hye Soo pun bisa tahu siapa orang yang sudah membawa Eun Sung.


Eun Sung sedang bermain skuter di taman bersama Ji Hoon. Hye Soo baru sampai di depan restoran dan melihat keakraban Ji Hoon dan Eun Sung. Hye Soo tersenyum senang, namun senyumannya langsung hilang saat dia menyadari kalau kebersamaan itu tidak akan lama. Ji Hoon bukan siapa-siapanya dan mereka nanti akan berpisah setelah operasi. 


Eun Sung melihat ibunya. Ia menghampiri dan memberitahu kalau skuter itu dibelikan oleh Ji Hoon. Tentu saja itu membuat Hye Soo tambah tak nyaman. Tanpa meminta persetujuan Hye Soo, Ji Hoon kembali mengajak Eun Sung bermain.  


Selesai bermain, Ji Hoon menggendong Eun Sung pulang. Dia menurunkan Eun Sung tepat di depan pintu dan pamit. Tiba-tiba Eun Sung mengejar Ji Hoon dan mengajaknya masuk ke rumah, sebenarnya Hye Soo melarang dengan mengatakan kalau Ji Hoon sibuk. Namun Eun Sung tak mau tahu, dia bahkan menarik Ji Hoon masuk. 


Di rumah, Eun Sung menunjukkan harta karun nomor satunya pada Ji Hoon. Harta karun itu berupa gigi depan Eun Sung yang sudah copot. Eun Sung mengeluh lapar dan ingin makan. Dia bertanya apa yang bisa Ji Hoon masak dan setelah Ji Hoon menjawab ramen, Eun Sung meminta dibuatkan ramen oleh Ji Hoon. Tak bisa menolak, Ji Hoon pun membuatkan ramen untuk Eun Sung.


Ramen yang Ji Hoon masak sudah siap. Sung mencobanya dan berkomentar kalau ramennya belum matang. Ji Hoon membela diri dengan mengatakan kalau ramen terasa paling enak kalau tidak terlalu matang. Hye Soo ikut mencoba dan bertanya, “Kau juga tahu bagaimana memasak ini?”


“Di Korea adakah seseorang yang tidak bisa memasak ramen?” jawab Ji Hoon dan mereka makan ramen bersama. Ji Hoon tiba-tiba merasakan ada hembusan angin yang masuk dan dia langsung mencari sumbernya. Ternyata angin itu masuk dari jendela yang tidak bisa di tutup. 


“Seseorang harus memeriksanya,” ucap Ji Hoon dan dia tanpa sengaja menemukan gitar. “Kau bahkan memiliki sebuah gitar. Ahjussi juga bisa bermain sedikit…,”

“Itu milik ayahku,” jawab Eun Sung. Mendengar hal itu, Ji Hoon langsung meletakkan kembali ke tempatnya. 


“Direktur, hari sudah malam kupikir kau harus pergi, ada banyak hal yang harus kulakukan,” ucap Hye Soo yang sepertinya merasa tak nyaman jika Ji Hoon terlalu lama di rumahnya.


Ji Hoon mengiyakan dan langsung pamit pada Eun Sung. Namun Eun Sung tak mengizinkan Ji Hoon pulang, dia masih ingin makan ramen bersama dan main bersama. Walaupun begitu, Hye Soo tak bisa membiarkan Ji Hoon lama-lama di rumahnya, dia mengangkat Eun Sung dan menyuruhnya mengucapkan selamat tinggal pada Ji Hoon. 


Saat hendak keluar rumah, Ji Hoon melihat foto ayah Eun Sung tapi dia tak berkata apapun. Saat Ji Hoon mengambil jasnya, tiba-tiba dia tersandung sesuatu sehingga membuat kakinya kesakitan. Ji Hoon berusaha menyalakan lampu di depan pintu, tapi tak menyala.

“Apa lampunya juga rusak?” tanya Ji Hoon kesal dan Hye Soo mengiyakan. “Apa yang akan kau lakukan jika kau menabrak ini pada malam hari terutama saat ada seorang anak?”


“Ini sudah rusak sejak awal,” kilah Hye Soo. Ji Hoon menyarankan untuk mengganti sensornya. Setelah Ji Hoon keluar, Hye Soo tertawa geli sendiri dan dia jadi malu saat Eun Sung melihat kearahnya. 

“Ayo kita makan ramennya berdua saja,” ajak Hye Soo.



Ji Hoon pulang dan terlihat sangat senang. Akhirnya ia berhasil memenangkan hati Eun Sung! Dia terus senyum-senyum sendiri, bahkan dia telungkup di atas meja makan dan melempar-lempar bola rotan. Dia kemudian membaringkan tubuhnya di atas sofa dan menendang-nendangkan kakinya saking senangnya. Ji Hoon melakukan ini itu, dan terakhir, dia lompat-lompat diatas tempat tidur.

Komentar : 

Hahaha.. entah apa tanggapan Eun Sung kalau melihat 'ayah'nya punya kelakuan seperti itu. Jadi berubah pikiran atau malah ikut-ikutan kalap kayak Ji Hoon, ya? 

Bersambung ke sinopsis Marriage Contract Episode 6 - 2

3 comments :

  1. Makasih sinopsisnya...part 2 nya ditunggu yaa..

    ReplyDelete
  2. Tulisan sinopsisnya keren. .
    Fighting ^_^

    ReplyDelete