March 22, 2016

Marriage Contract Episode 5-2


Mi Ran hendak check-up di lab saat tiba-tiba dia melihat Hye Soo lewat bersama Eun Sung lalu disusul Ji Hoon. Dia melihat interaksi mereka bertiga yang sudah seperti keluarga kecil bahagia. Eun Sung bahkan tidak keberatan saat Ji Hoon mengajaknya berhigh-five. Saat mereka berpisah jalan, Mi Ran langsung mengejar Hye Soo.




Mereka kemudian duduk bersama di kantin dimana Hye Soo memberitahu Mi Ran bahwa dia datang ke rumah sakit ini untuk interview. Saat Hye Soo menanyakan keadaannya setelah kehujanan waktu itu (saat Mi Ran berniat bunuh diri), Mi Ran dengan agak ketus bertanya balik kenapa Hye Soo begitu ingin hidup? Apa karena anak itu?

"Itu..."

"Sudahlah, jangan dijawab. Aku tidak ingin bertanya ataupun mendengar apapun. Aku tidak penasaran sedikitpun dengan situasimu. Lagipula, kau melakukan ini juga demi uang. Kau tidak boleh memberitahu siapapun. Tidak ada seorangpun yang boleh tahu tentang masalah ini. Mengerti?"

"Saya mengerti. Saya sudah tanda tangan kontrak."


Eun Sung datang dengan membawa kopi untuk mereka dan jus untuk dirinya sendiri. Mi Ran penasaran, berapa umur anak ini? Belum sempat menjawab, Eun Sung langsung menjawab sendiri, "Tujuh tahun."


Mi Ran memutuskan pergi tak lama kemudian tapi diam-diam dia memperingatkan Hye Soo untuk merahasiakan semua ini karena hidup putranya sedang dipertaruhkan.


Saat dia kembali ke kamar rawatnya, dia bertemu Ji Hoon yang cemas karena tidak melihatnya ada di kamar. Mi Ran langsung mengomel kesal karena semua hal yang dilakukan Ji Hoon untuk membuatnya tetap hidup.

Baiklah jika memang itu yang Ji Hoon inginkan, tapi dia memperingatkan Ji Hoon untuk tidak menyesali perbuatannya ini di kemudian hari. Dia juga tidak akan bertanya-tanya apapun tentang situasinya ataupun tentang Hye Soo.


Young Hee memandang foto Eun Sung yang dia bawa pulang dari kotak abu ayah Eun Sung. Seung Joo pulang tak lama kemudian dan langsung menyambar foto Eun Sung yang dia pegang. Dari mana ibu mendapatkan foto ini? Apa ibu sudah bertemu noona? tanya Seung Joo heran. Young Hee menyangkalnya, justru sekarang dia baru mau pergi menemui Hye Soo.

"Kenapa tiba-tiba? Dan dari mana foto ini berasal?"

"Dia meninggalkan foto itu di sana, jadi kubawa pulang. Aku melihat mereka pergi dari kejauhan. Dia tampak sangat mirip dengan ayahnya waktu ayahnya masih kecil."

"Darah memang kental. Ibu sendiri yang tidak mau dengar saat aku menyuruh Ibu untuk pergi menemui mereka."


Young Hee berkata kalau dia akan pergi menemui mereka sebentar, dia hanya akan mengantarkan beberapa pakaian dalam dan kaos kaki untuk mereka. Tapi yang mengherankannya, sekarang Seung Joo malah melarangnya pergi.

Memang Seung Jae yang menyuruh ibu untuk pergi menemui mereka. Tapi apa gunanya Ibu ingin menemui mereka sekarang kalau niat Ibu hanya mau melempar beberapa pakaian dalam pada mereka. Jika Ibu tidak bisa membantu mereka maka sebaiknya Ibu jangan menganggu mereka.

Young Hee tetap bersikeras mau pergi untuk menemui Eun Sung. Tapi Seung Joo ngotot menghalanginya. Seung Joo akhirnya memberitahu ibu kalau sekarang Hye Soo sudah punya kekasih baru jadi sebaiknya ibu tidak usah pergi karena kehadiran ibu hanya akan jadi penghalang dalam hidup mereka. "Biarkan saja noona hidup dengan baik. Abaikan dia seperti yang selama ini Ibu lakukan padanya."


Sung Kook masih terus berusaha menghubungi Mi Ran tanpa hasil. Dia sama sekali tidak percaya kalau Mi Ran sedang travelling. Dia lalu menelepon Ji Hoon untuk bertanya apakah besok dia bisa datang. Ji Hoon langsung membuat-buat alasan kalau besok dia harus menghadiri sesi pemotretan iklan restoran. Sung Kook langsung kesal mendengarnya, dia tahu betul kalau itu cuma alasan.


Masih kesal memikirkan Ji Hoon, istrinya tiba-tiba masuk dan memberitahukan kabar buruk. Pertunangan Jung Hoon dengan Na Yeon sepertinya akan putus. Tapi yang tidak Sun Young sangka. Bukannya menggerutui Na Yeon, Sung Kook malah menggerutui Jung Hoon.

Sung Kook yakin sekali kalau akar masalahnya pasti dari Jung Hoon. Pasti Jung Hoon telah melakukan tindakan bodoh sampai Na Yeon ingin putus. Pantas saja istri pertama Jung Hoon dulu langsung kabur hanya dalam waktu 1 bulan setelah pernikahan mereka.

Sun Young tidak terima anaknya disalah-salahkan, menurutnya Jung Hoon hanya tidak beruntung mendapatkan istri yang aneh. Dia benar-benar kasihan pada Jung Hoon karena harus mengalami hal seperti ini lagi disaat luka lamanya masih belum sembuh. Karena itulah Sung Kook harus turun tangan untuk mengatasi masalah ini.

"Aigoo, apa gunanya punya dua putra saat yang satunya hanya bisa mempermalukan ayahnya saja?"


Hari sudah malam tapi restoran mendadak sibuk karena kedatangan puluhan tamu pesta pernikahan yang mendadak dialihkan ke restoran ini. Saking mendadaknya, Manager Park sampai tidak tahu berapa tamu yang datang.


Chef Kong langsung ngamuk-ngamuk memarahi Manager Park karena tidak becus menangani acara dadakan ini, apalagi dia juga tidak tahu berapa banyak sisa bahan makanan mereka untuk melayani banyaknya tamu dadakan ini. Walaupun kesal tapi Manager Park tidak berani membantahnya.


Gara-gara acara dadakan ini, Hye Soo terpaksa harus lembur dan tidak bisa menjemput Eun Sung. Dia berusaha menelepon Joo Yeon dan meminta bantuan temannya itu untuk menjemput Eun Sung. Tapi Joo Yeon tidak bisa dengan alasan hari ini ibunya ultah padahal sebenarnya itu cuma alasan karena jelas-jelas dia cuma sedang sibuk dengan para pelanggan toko manicure-nya.


Hye Soo akhirnya menelepon daycare center dan meminta guru di sana untuk menjaga Eun Sung lebih lama karena dia harus lembur. Chef Kong tiba-tiba muncul dan langsung marah-marah memergoki Hye Soo malah telepon-teleponan di saat sibuk seperti ini.

Ji Hoon yang barusan menguping segalanya, langsung menawarkan diri untuk menjemput Eun Sung. Hye Soo sebenarnya agak ragu, tapi dengan situasinya yang sekarang dan ancaman Ji Hoon untuk tidak bolos kerja, akhirnya dia membiarkan Ji Hoon pergi menjemput Eun Sung.


Young Hee masih shock setelah mengetahui Hye Soo sekarang sudah move on bahkan sudah punya kekasih baru. Ia langsung menangis memikirkan putranya. "Kenapa kau buru-buru pergi secepat itu? Kau bahkan tidak melihat wajah putrimu."


Ji Hoon akhirnya tiba di daycare center untuk menjemput Eun Sung. Walaupun sekarang Eun Sung sudah mau menerima pernikahan Ji Hoon dengan ibunya, tapi saat bu guru bertanya apakah pria  itu ayahnya, Eun Sung menyangkal dan berkata kalau dia cuma ahjussi kenalannya saja. Bahkan saat Ji Hoon mengulurkan tangan untuk menggandeng tangan Eun Sung, Eun Sung menolak.


Mereka kemudian jalan-jalan di taman bermain. Ji Hoon berusaha mengajaknya ngobrol dan bertanya apakah daycare itu tempat yang menyenangkan. Tapi Eun Sung dengan pintarnya malah langsung membalikkan pertanyaan itu pada Ji Hoon dan bertanya apakah restorannya adalah tempat yang menyenangkan.

"Kau pikir pekerjaan itu untuk bersenang-senang?"

"Aku disana juga bukan karena tempat itu menyenangkan."

"Tapi kau kan tetap bisa bermain setiap saat, sementara aku sakit kepala setiap hari."

"Aku juga sering sakit kepala."

"Kau? Kenapa?"

"Anak-anak kecil di kelasku selalu saja membuat masalah dan guru-guru selalu menyuruhku untuk makan bayam padahal aku tidak suka. Ada banyak hal yang membuatku sakit kepala," kata Eun Sung dengan gaya sok dewasanya tapi tetap imut.


Tapi kemudian dia berbalik dan bertanya, "Ahjussi, apa kau mencintai ibuku?"

"Apa kau tahu apa itu cinta?"

"Memangnya ada orang yang tidak tahu apa itu cinta? Apa kau mencintainya?"

Ji Hoon bingung bagaimana harus menjawabnya, tapi akhirnya dia menjawab "Aku mencintainya," tapi sambil mengalihkan tatapan matanya menghindari tatapan mata Eun Sung.


Eun Sung terus menuntut seberapa besar cinta ahjussi pada ibunya. "Sebesar langit? Sebesar bumi?"

"Itu... aku tidak bisa mengira-ngira seberapa besar, tapi..."

"Kalau begitu, kau tidak boleh pergi seperti ayahku. Kau harus berada disisi ibuku untuk waktu yang sangat-sangat lama. Kau tidak boleh pergi ke surga seorang diri seperti ayahku." (Awwww, Eun Sung-ah T_T)


Kata-kata itu membuat Ji Hoon menjadi merasa bersalah. Tepat setelah dia memasukkan Eun Sung ke dalam mobil, dia ditelepon pekerja sosial yang mengabarkan kalau mereka lulus proses review dan meminta Ji Hoon untuk datang ke rumah sakit bersama Hye Soo besok agar mereka bisa menjadwal operasinya.

Akhirnya! Ji Hoon pun akhirnya bisa menghela napas lega.


Pesta resepsi pernikahan dadakan di Restoran Promise berlangsung meriah, semua orang menikmati pesta kecuali Chef Kong yang terus menerus menggerutu kesal. Tapi Eun Sung tiba-tiba diberitahu bahwa ada seseorang yang ingin bertemu dengannya di luar.



Hye Soo keluar dan langsung kaget mendapati mertuanyalah yang datang menemuinya. Tapi sikap Young Hee pada Hye Soo masih tetap dingin dan dia hanya datang untuk mengembalikan foto Eun Sung. Dia memperingatkan Hye Soo untuk tidak lagi datang menemui putranya dan jangan pula meninggalkan foto semacam itu lagi.

Bukankah Hye Soo sudah punya kekasih baru sekarang, jadi untuk apa dia menemui putranya? Apa karena Hye Soo merasa bersalah? Apa Hye Soo meninggalkan foto ini agar dia bisa tenang? Apa waktu itu Hye Soo menemuinya dulu juga untuk alasan ini? Atau dia ingin membuang Eun Sung padanya setelah punya kekasih baru?

Dia sempat mengira kalau Hye Soo ingin dia berubah pikiran dan membuka hatinya untuk Hye Soo lagi. Tapi sekarang, dia tidak menyangka Hye Soo tiba-tiba menampakkan batang hidungnya di hadapannya setelah menemukan kekasih baru.

Hye Soo ingin menyangkalnya tapi dia terlalu shock dengan semua tuduhan Young Hee sampai dia tak sanggup mengatakan apapun untuk membela diri. Young Hee tidak bisa menerima semua kenyataan ini, bagaimana bisa Hye Soo ingin menikah lagi saat suaminya terbaring didalam tanah yang keras dan dingin.


"Ibu..."

"Kenapa? Apa kau merasa tidak adil? Kau sedih? Apa kau sangat cemas kalau ibu mertuamu yang tidak berguna ini akan menghalangi pernikahanmu?"

"Tidak."

"Apa maksudmu tidak? Memang benar, aku memang orang yang kejam. Setelah tahu kau sudah punya pria lain, aku sangat marah dan kesal sampai aku langsung pergi menemuimu."

Young Hee langsung menangis dan menyalahkan Hye Soo sebagai penyebab kematian putranya. Ji Hoon tiba saat itu bersama Eun Sung yang sudah ketiduran. Saat Young Hee melihat Ji Hoo menggendong Eun Sung, dia langsung tahu pasti pria itu kekasih barunya Eun Sung. Kesal, Young Hee langsung cepat-cepat pergi.


Hye Soo berusaha mengejarnya tapi Young Hee terus menampiknya dan mendorongnya sampai dia terjatuh. Ji Hoon menitipkan Eun Sung pada Manager Park dan langsung pergi mengejar Eun Sung. Saat Young Hee melihatnya, dengan dinginnya dia menyindir mereka. "Kalian berdua, makan dan hiduplah dengan baik. Dan jangan sakiti cucuku."

Hye Soo masih ingin terus mengejarnya, tapi Ji Hoon mencegahnya dan mengingatkannya akan Eun Sung. Dia melihat tangan Hye Soo berdarah tapi Hye Soo sama sekali tidak mempedulikannya karena rasa bersalahnya yang begitu besar pada Young Hee.


Ji Hoon benar-benar tidak mengerti kenapa Hye Soo seperti ini "Apa sebenarnya salahmu sampai kau jadi seperti ini? Kenapa kau terus bertahan pada suami yang hanya meninggalkan banyak hutang padamu?"

"Jangan bicara seperti itu. Dia adalah orang yang baik."

"Tapi dia meninggalkan anak istrinya dan mati."

"Tidak ada seorangpun yang mati karena mereka ingin mati. Kau tidak tahu suamiku. Tolong jangan berkata seperti itu lagi. Dia orang yang jauh lebih hebat daripada kau, Direktur."


Hye Soo lalu menggendong Eun Sung sementara Ji Hoon membantu membawakan sepatu dan tasnya Eun Sung. Dia memberitahu Hye Soo kalau mereka lulus dan besok Hye Soo harus ke rumah sakit untuk menjadwal operasi. Hye Soo langsung tersenyum senang dan lega mendengarnya. Tapi Ji Hoon sama sekali tidak mengerti kenapa Hye Soo sebahagia itu, apa menjual livernya membuat Hye Soo merasa sangat bahagia?

"Aku lega, tadinya aku sangat cemas."

"Kenapa kau bodoh sekali?! Aku... akan segera menceraikanmu. Jadi lain kali, pastikan kau bertemu dengan orang yang baik. Mengerti?"


Mi Ran masih belum bisa dihubungi dan Ji Hoon juga sama saja. Tidak tahan lagi, Sung Kook akhirnya memutuskan untuk pergi ke kediaman Mi Ran. Tapi sesampainya disana, penjaga gedung memberitahunya kalau Mi Ran saat ini sedang dirawat di rumah sakit.


Di rumah sakit, Mi Ran melihat hapenya dan mendapati ada beberapa SMS dari Sung Kook yang ingin bertemu dengannya. Mi Ran langsung mendengus membaca SMS itu, setelah sekian lama tidak pernah datang menemuinya, kenapa tiba-tiba Sung Kook mencarinya. Dia melihat bayangan dirinya yang sangat pucat dan memutuskan untuk mengoleskan lipstik.

Hye Soo datang tak lama kemudian dengan membawakan bubur dan juga kabar baik bahwa pihak rumah sakit sudah menyetujui operasi donor liver mereka.


Ji Hoon baru tiba di lobi rumah sakit saat dia tiba-tiba menyadari, orang yang berjalan didepannya adalah ayahnya. Ji Hoon cepat-cepat mengejarnya tapi terlambat, ayahnya sudah naik lift! Sung Kook akhirnya tiba di lantai kamar rawat Mi Ran sementara Ji Hoon tidak bisa mengejarnya lebih cepat karena terkendala lift yang ditumpanginya masih harus turun di lantai lain.


Hye Soo membawakan bubur ikan laut karena dia sudah dengar kampung halaman Mi Ran di daerah tepi laut. Hye Soo bercerita kalau dia juga berasal dari daerah tepi laut dan setiap kali dia sakit, neneknya selalu membuatkannya bubur itu. Mi Ran kaget mendengar pengetahuan Hye Soo akan kampung halamannya, dari mana Hye Soo tahu? Hye Soo mengaku kalau dia mengetahuinya karena banyak hal yang harus dia pelajari tentang Ji Hoon dan keluarganya demi lulus interview.

Kesal dengan semua itu, Mi Ran langsung menolak makan bubur itu dengan alasan buburnya amis. Hye Soo tidak mengerti dengan kemarahannya dan berusaha meyakinkan Mi Ran kalau buburnya tidak amis.


Dokter dan suster datang tak lama kemudian dan langsung menyapa Hye Soo sebagai menantunya Mi Ran... tepat saat Sung Kook melangkah masuk.


"Apa Anda barusan memanggilnya 'menantu'?"


Ji Hoon akhirnya tiba. Hanya dengan melihat situasi ini, Hye Soo tampaknya langsung mengerti hubungan di antara mereka. Cemas, Mi Ran meminta dokter untuk memeriksa darahnya nanti saja. Setelah dokter dan suster pergi, Sung Kook langsung menuntut jawaban mereka, kenapa dokter itu memanggil wanita ini sebagai menantu?

Mi Ran dengan tenangnya berbohong mengatakan kalau Hye Soo adalah suster pribadinya. Dan sebutan 'menantu', hanyalah nama panggilan yang dia berikan pada Hye Soo "Dia bekerja dengan sangat baik dan dia juga sangat cantik, jadi aku bercanda memanggilnya menantu. Semua orang di rumah sakit memanggilnya seperti itu, menantuku."

Ji Hoon berusaha mengusir ayahnya, tapi Sung Kook tidak mau dan menuntut kenapa Ji Hoon berbohong. Mi Ran langsung membela Ji Hoon dan berkata kalau dialah yang menyuruh Ji Hoon berbohong. Dia menduga Sung Kook pasti akan bahagia kalau mendengarnya sedang sakit, makanya dia menyuruh Ji Hoon mengatakan kebohongan itu.

"Demi apa aku mendapat kehormatan kunjungan ini. Aku tidak yakin kalau kau datang karena mengkhawatirkanku."

"Kau sakit apa?"

"Bukan masalah besar. Liverku sedikit bermasalah karena kebanyakan minum"

Sung Kook tidak percaya karena sepertinya Hye Soo sudah dirawat cukup lama, apalagi dia sampai punya seorang suster pribadi yang sangat dia sayangi.

 

Tidak enak terlibat dalam situasi ini, Hye Soo langsung pamit keluar untuk membeli minuman. Sung Kook tampaknya tidak percaya dengan kebohongan Mi Ran tentang wanita yang katanya suster pribadinya itu.


Begitu Hye Soo pergi, Sung Kook dan Mi Ran langsung berdebat sengit. Sung Kook marah-marah dengan sikap mereka berdua yang belakangan ini penuh rahasia. Dia marah karena Mi Ran tidak bertingkah sesuai umurnya dan menyia-nyiakan hidupnya seperti ini. Mi Ran benar-benar kesal dan marah mendengarnya sampai dia langsung sesak napas. Ji Hoon cepat-cepat mengusir ayahnya dan datang lagi saja lain kali.

Tapi Mi Ran menolak dikunjungi Sung Kook lagi. "Aku tidak mau melihat wajahmu lagi! Kau sendiri yang menyuruhku untuk tidak muncul lagi di hadapanmu. Jadi kenapa kau datang padaku? Kenapa? Kenapa? Kenapa?!"


Dalam perjalanan keluar, Sung Kook langsung menyindir bakti Ji Hoon pada ibu yang bahkan tidak pernah membesarkannya. Dan kenapa Ji Hoon merahasiakan tentang masalah ini darinya? Ji Hoon beralasan kalau dia hanya mengira ayah tidak akan peduli dengan kondisi ibunya. Lagipula sikap ayah yang tidak menanyainya tentang apa penyakit ibunya dan seberapa parah kondisinya, jelas membuktikan kalau ayah memang tidak tertarik sama sekali.
 
Dan memang benar, jangankan mau tahu kondisi Mi Ran, percaya saja tidak. Sung Kook tidak percaya sedikitpun kalau Mi Ran sakit parah, dia yakin sekali kalau Mi Ran hanya overacting saja untuk cari perhatian.


Tepat saat itu juga, mereka berpapasan dengan Hye Soo yang hendak kembali setelah membeli minuman. Melihat kecanggungan Hye Soo pada mereka, Sung Kook jadi semakin curiga "Dia bukan suster pribadi kan? siapa dia?"


Komentar:

Eun Sung memang pintar dan dewasa banget yah? Dia mencintai ibunya sama besarnya dengan cinta ibunya padanya hingga akhirnya dia mau menerima Ji Hoon semata-mata demi kebahagiaan ibunya. Bayangkan anak umur 7 tahun bisa ngucapin kata-kata sedalem itu tapi tetap terasa kepolosan dan keluguannya.

Hye Soo akan diperkenalkan sebagai apa yah pada ayahnya Ji Hoon? Teman doang? Atau dia akan jujur memperkenalkan Hye Soo sebagai calon menantunya? Bagaimana perkembangan hubungan antara Ji Hoon-Hye Soo dan Ji Hoon-Eun Sung? Hmm... kita tunggu saja kelanjutan sinopsis episode 6 ^^

2 comments :