March 21, 2016

Marriage Contract Episode 5-1


[Dee] Hai.. drama Marriage Contract ini akan ditulis bergantian oleh Imma dan Lilik, ya.. Tapi jangan khawatir, kita gak perlu gonta ganti blog kalau mau ngikutin recap ini, karena Imma dan Lilik akan menulisnya di kutudrama. 

Penasaran nggak sih, kenapa mereka berdua mau ngerecap drama yang sama padahal masih banyak drama yang bermunculan? Ternyata dramanya memang mengesankan. Pantes aja menduduki puncak rating untuk drama Sabtu Minggu. Yuk, kita ikuti sama-sama. 

Belum ngikutin awalnya?  Jangan khawatir, baca aja dulu sinopsis singkat episode 1 - 4.

Marriage Contract Episode 5-1


 

Ji Hoon berusaha mengejar Eun Sung tapi Eun Sung langsung melempar foto pernikahan dengan Hye Soo dengan marah lalu melarikan diri ke taman. Tepat saat itu juga, Na Yeon datang dan melihat foto pernikahan yang robek dan kusut itu.


Walaupun foto wajah Ji Hoon memang tertutup separuh, tapi karena takut Na Yeon mengenalinya, Hye Soo langsung menyambar foto itu dan menyembunyikannya sambil berkata kalau itu adalah foto pernikahannya dengan suaminya yang sekarang sudah meninggal dunia.


Dia menyapa Ji Hoon layaknya menyapa bos lalu cepat-cepat pergi menyusul Eun Sung.


Na Yeon heran karena dia sempat melihat foto pria dalam foto itu tadi terlihat sangat mirip Ji Hoon. Tapi Ji Hoon langsung pura-pura bodoh dan  tidak mengerti foto apa yang Na Yeon maksud. Aktingnya cukup meyakinkan sampai Na Yeon mempercayainya.


Hye Soo akhirnya berhasil mengejar Eun Sung. Dia benar-benar marah hingga Eun Sung akhirnya menyesali perbuatannya dan meminta maaf. Dan seketika itu pula, hati Hye Soo langsung luluh.


Di restoran, Na Yeon berusaha membahas masalah pegawai wanita itu tadi dan bertanya-tanya apakah wanita itu membawa anaknya ke tempat kerjanya ini. Tapi Ji Hoon menolak membahas masalah itu dan bertanya apa tujuan Na Yeon datang kemari.

"Aku datang karena aku merindukanmu. Tidak bolehkah?"

Ji Hoon langsung tertawa geli mendengarnya. Tepat saat itu juga, dia dapat SMS dari pekerja sosial di rumah sakit Seung Jin yang memberitahunya tentang jadwal interview kedua dan Ji Hoon juga diminta untuk membawa Eun Sung.

Ji Hoon langsung memanfaatkan SMS itu sebagai alasan dipanggil meeting di kantor pusat agar bisa cepat-cepat menghindar dari Na Yeon. Tak terima ditinggal begitu saja, Na Yeon langsung berseru memanggilnya. Ji Hoon langsung membeku dan akhirnya berbalik.


Na Yeon senang melihat Ji Hoon menurutinya. Tapi yang tidak disangkanya, Ji Hoon malah dengan dinginnya berkata "Mulai sekarang, tolong jangan lagi datang ke restoran kami. Aku tidak punya waktu untuk menghibur tamu keluargaku."


Ji Hoon pergi mencari Hye Soo dan Eun Sung di taman bermain dan menguping pembicaraan mereka tentangnya. Hye Soo bertanya-tanya apakah Eun Sung benar-benar membenci Ji Hoon. Eun Sung tidak menjawab dan langsung mengembalikan pertanyaan itu pada Hye Soo, apakah ibu sendiri benar-benar menyukai ahjussi itu.


"Iya," jawab Hye Soo. Eun Sung tidak mengerti, apa yang ibu sukai dari ahjussi itu? Bukankah selama ini ahjussi itu sangat galak dan selalu membentak ibu?

"Hanya karena seseorang galak dan suka membentak, bukan berarti dia orang jahat."

"Mana mungkin, orang kan harus bicara dengan cara baik-baik dan memakai kata-kata yang sopan."

"Itu memang benar, tapi ahjussi itu bukan orang jahat. Awalnya, Ibu pikir dia orang jahat tapi semakin Ibu mengenalnya, dia ternyata tidak seperti itu. Dia memang suka teriak-teriak tapi hatinya lembut dan baik."

"Apanya yang lembut dan baik?"

"Eun Sung-ah, kau tahu kucing yang kau cintai itu kan? Saat kucing itu ketakutan, apa yang dia lakukan?"

"Saat dia ketakutan, dia menangis dengan cara meong meong," kata Eun Sung.


Dan tepat saat itu juga, dia melihat kehadiran Ji Hoon yang pura-pura menirukan kucing mengeong. Eun Sung tersenyum melihatnya, sebelum akhirnya sadar dan langsung kembali menunjukkan wajah cemberutnya.

"Betul. Saat orang ketakutan, mereka juga akan menangis seperti mengeong. Ahjussi teriak-teriak karena dia ketakutan. Tapi hatinya sebenarnya lembut dan baik."

Untuk membuktikan betapa baiknya Ji Hoon, Hye Soo memberitahu Eun Sung segala kebaikan Ji Hoon pada mereka. Bahwa dia bisa membayar semua hutang mereka berkat Ji Hoon. Dan berkat Ji Hoon pula, sekarang mereka punya rumah lagi. Tapi walau begitu, Eun Sung tetap bersikeras tidak menyukai Ji Hoon dan langsung lari ke lapangan basket untuk bermain dengan beberapa anak remaja di sana.


Ji Hoon memberitahu Hye Soo kalau sebentar lagi dia mungkin akan menerima SMS tentang interview kedua yang mengharuskannya untuk membawa Eun Sung. Melihat Eun Sung seperti ini, dia pastinya tidak akan mau diajak interview.

Tapi Ji Hoon meyakinkan Hye Soo untuk tidak cemas. Dia akan berusaha melakukan sesuatu agar mereka bisa lulus interview, jadi sebaiknya Hye Soo jangan terus memaksa Eun Sung. Takutnya situasi mereka akan jadi semakin memburuk jika Hye Soo terus memaksa Eun Sung.


Sung Kook (ayah Ji Hoon) masih kesal atas penolakan Ji Hoon atas perjodohannya, dia curiga jangan-jangan Ji Hoon sudah punya kekasih. Sun Young (ibu tiri Ji Hoon) meyakinkan suaminya untuk tidak usah lagi memaksa Ji Hoon menikah, Ji Hoon itu suka gonta-ganti wanita dan dia bahagia hidup dengan cara seperti itu.

Tapi tidak biasanya Ji Hoon bersikap menentang ayahnya. Karena itulah, Sung Kook yakin sekali pasti ada sesuatu yang terjadi.


Jung Hoon tidak nafsu makan mendengar semua pembicaraan ini dan langsung pamit naik kembali ke kamarnya. Cemas, Sun Young langsung mengejarnya. Ada apa dengan Jung Hoon? Dan kenapa sekarang Jung Hoon tidak lagi memintanya untuk main golf dengan Na Yeon, apa mereka sedang bertengkar sekarang?

"Dia sudah punya pria lain. Dia ingin putus denganku."

"Apa?"


Sung Kook berusaha menghubungi Mi Ran tapi telepon Mi Ran tidak bisa dihubungi. Kemana Mi Ran tiba-tiba menghilang, gerutu Sung Kook. Dia lalu menghubungi Ji Hoon untuk menanyakan keberadaan Mi Ran. Bingung karena mendadak ditanya seperti itu, dengan agak tergagap Ji Hoon berkata kalau ibunya saat ini sedang liburan ke Santiago dan mungkin baru akan kembali 2 bulan lagi.

Sung Kook heran. Perasaan saat dia bicara dengan Mi Ran baru-baru ini, Mi Ran sedang flu. Lalu kenapa sekarang dia malah mendadak pergi liburan? Dia sama sekali tidak percaya dengan alasan yang Ji Hoon utarakan bahwa Mi Ran merencanakan liburan ini bersama teman, karena dia tahu betul kalau Mi Ran sama sekali tidak punya teman.

"Dia bersikap sangat aneh seakan dia sudah mau mati," gerutu Sung Kook.

"Kenapa Ayah tiba-tiba menanyakan tentang Ibu? Bukankah Ayah lebih suka tidak mendengar kabar apapun darinya"

Ah, sudahlah! Sung Kook memutuskan untuk berhenti membicarakan masalah ini. Lalu ganti topik menanyakan kapan Ji Hoon ada waktu. Panik, Ji Hoon langsung cepat-cepat berbohong mengatakan dia sedang sibuk meeting.


Mi Ran termenung memikirkan saat Hye Soo menyelamatkannya dan berusaha meyakinkannya untuk terus bertahan hidup apapun yang terjadi. Dia teringat saat dia bertanya kenapa Ji Hoon ingin menyelamatkannya dan Ji Hoon berkata karena mereka adalah keluarga, karena dia adalah satu-satunya keluarganya Ji Hoon. Semua kenangan itu membuat Mi Ran tersenyum tipis penuh haru.

Pelayannya datang tak lama kemudian membawakan bubur untuknya. Dia berusaha meyakinkan Mi Ran untuk makan dan mengembalikan tenaganya demi putra dan menantunya. Tapi Mi Ran terlalu sedih hingga ia sama sekali tidak ada nafsu untuk makan sedikitpun.


Sikap dingin Ji Hoon padanya tadi membuat Na Yeon melamun dan hampir saja tidak konsen dengan sesi latihannya. Tapi untunglah dia cepat sadar dan bisa kembali melanjutkan latihannya.


Setelah memastikan Eun Sung sudah tidur, Hye Soo keluar untuk menunggu Ji Hoon pulang. Saat itulah akhirnya dia mendapat SMS yang dimaksud Ji Hoon tentang interview kedua yang mengharuskannya untuk membawa Eun Sung.

Tak lama kemudian, Ji Hoon akhirnya pulang. Hye Soo langsung pergi menemuinya untuk mendiskusikan masalah interview kedua mereka. Dia bersikeras ingin tetap melakukannya dan karenanya dia meminta Ji Hoon untuk menundanya lebih lama agar dia bisa membujuk Eun Sung. Dia bertekad untuk menyelamatkan ibunya Ji Hoon karena itu kan yang paling penting saat ini.

Ji Hoon heran dengan sikap Hye Soo. Dulu Hye Soo bilang tidak ingin menyakiti Eun Sung tapi sekarang berubah pikiran. Apa Hye Soo takut kalau dia akan menuntutnya untuk mengembalikan uangnya. Jangan khawatir, dia meyakinkan Hye Soo kalau dia tidak akan melakukan itu. Dia akan berusaha untuk melakukan sesuatu agar mereka bisa lulus interview tanpa memaksa Eun Sung. Lagipula kalau mereka terus menerus menunda-nunda, takutnya malah akan jadi terlihat semakin mencurigakan.


Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Ji Hoon tidak melihat interkom dulu dan langsung berjalan ke pintu. Tapi Hye Soo melihat interkom dan melihat yang datang adalah Na Yeon. Panik, Hye Soo langsung menyembunyikan dirinya di dapur sebelum Ji Hoo membuka pintu.

Cemas karena didalam ada Hye Soo, Ji Hoon berusaha mengajak Na Yeon keluar saja. Tapi Na Yeon langsung memaksa masuk dan tidak peduli walaupun nantinya akan ada orang yang melihat mereka berduaan.


Ji Hoon memperhatikan Na Yeon sepertinya agak mabuk. Na Yeon mengaku kalau dia memang baru saja minum sebotol wine tapi bersikeras kalau dia tidak mabuk. Dia minum wine di restoran karena sikap Ji Hoon yang menyuruhnya untuk tidak datang lagi, membuat Na Yeon malah semakin ingin datang terus. Dia sudah memutuskan untuk putus dari Jung Hoon, jadi dia memohon pada Ji Hoon untuk tidak lagi mendorongnya menjauh.

Ji Hoon berusaha untuk mengusirnya. Tapi Na Yeon langsung menampiknya dan hanya mau pergi setelah dia memastikan sesuatu terlebih dulu. "Ji Hoon-ssi, apa kau sudah tidak punya perasaan apapun lagi padaku?"


Saat Ji Hoon hanya diam, Na Yeon semakin yakin kalau Ji Hoon masih belum melupakannya. Dia langsung memeluk Ji Hoon dan meminta Ji Hoon untuk memulai segalanya dari awal lagi. Ji Hoon mendesah mendengarnya tapi kemudian dia langsung mendorong Na Yeon dan memintanya untuk pulang saja. Na Yeon tidak mengerti, apa sebenarnya yang Ji Hoon takutkan? Ayahnya?

Ji Hoon menolak menjawab dan memaksa Na Yeon untuk pergi sekarang juga. Tapi saat Na Yeon hendak mengambil jaketnya, tak sengaja dia memergoki Hye Soo dari bayangan cermin. Keberadaan Hye Soo di rumah ini tentu saja membuat Na Yeon jadi semakin yakin kalau mempelai pria di foto pernikahan yang dilihatnya tadi siang memang Ji Hoon.


Hye Soo hendak menjelaskan tapi Ji Hoon langsung merangkul Hye Soo dan terang-terangan mengklaim kalau Hye Soo adalah tunangannya. Kesal dan sakit hati, Na Yeon langsung pergi.


Hye Soo berusaha menyuruh Ji Hoon untuk mengejar Na Yeon dan menjelaskan masalah mereka yang sebenarnya sebelum Ji Hoon menyesali segalanya nanti. Tapi Ji Hoon menolaknya dan melarang Hye Soo mengejar Na Yeon, bahkan memperingatkan Hye Soo untuk tidak ikut campur dalam urusannya.

Tapi Hye Soo merasa dia harus ikut campur. Dari apa yang didengarnya tadi, jelas-jelas Na Yeon adalah mantannya Ji Hoon. Dia adalah wanita yang bersama Ji Hoon dalam foto yang dibakarnya waktu itu. Dia memang tidak tahu apa yang terjadi dalam hubungan mereka, tapi dia yakin sampai sekarang Ji Hoon masih belum melupakan Na Yeon. Karena interview itu, banyak hal yang dipelajarinya dan dia ketahui tentang Ji Hoon. Karena itulah, dia tahu betul perasaan Ji Hoon pada Na Yeon.

"Jika kau menjelaskan tentang hubungan kita yang sejujurnya padanya, dia pasti akan bisa memahami. Jangan melakukan sesuatu yang akan kau sesali nanti. Karena setiap momen cepat sekali berlalu. Jika kau kehilangan momen itu, maka kesempatan itu tidak akan pernah muncul kembali. Aku sangat berterima kasih pada suamiku. Aku sangat mencintainya... tapi dia pergi sebelum aku sempat mengucapkan semua kata-kata itu. Aku sangat menyesalinya. Aku selalu berpikir kalau aku tidak cukup baik hingga aku melampiaskan segalanya pada suamiku dan selalu berusaha mendorongnya menjauh..."


Tidak tahan lagi, Ji Hoon langsung membentaknya, marah karena Hye Soo terlalu ikut campur dalam urusannya. Dia memperingatkan Hye Soo untuk menjalankan tugasnya jadi istri kontraknya saja lalu cepat-cepat mendorong Hye Soo keluar dari rumahnya.


Hari sudah mulai subuh saat Hye Soo melihat-lihat foto-foto lama Eun Sung. Eun Sung terbangun tak lama kemudian dan bertanya-tanya apa yang sedang ibunya lihat di hape. Hye Soo memberitahu Eun Sung kalau hari ini mereka akan pergi menemui ayah Eun Sung dan dia ingin meninggalkan foto Eun Sung agar ayah Eun Sung bisa melihat Eun Sung setiap saat.

Eun Sung tidak mengerti kenapa Ibu tiba-tiba ingin menemui Ayah? Apa Ibu mau memberitahu Ayah kalau dia akan punya ayah baru? Hye Soo menyangkalnya dan mengingatkannya kalau hari ini mereka memang harus menemui ayah Eun Sung (karena hari ini hari peringatan kematian ayah Eun Sung).

"Ayah pasti akan sangat terkejut melihatmu sudah tumbuh sebesar ini."

"Ayah bahkan tidak tahu wajahku seperti apa. Ayah kan meninggal sebelum aku lahir, bagaimana bisa ayah tahu seberapa banyak aku tumbuh?"

"Hei, kenapa ayah tidak tahu wajahmu? Dia bisa melihat segalanya dari surga. Ayo kita pilih foto yang mana."


Eun Sung akhirnya memilih salah satu fotonya saat giginya masih belum tanggal karena menurutnya dia kelihatan paling cantik saat masih punya gigi.


Siang harinya, Hye Soo membawa Eun Sung ke rumah abu dimana Hye Soo meletakkan foto pilihan Eun Sung di kotak abu mendiang suaminya. Hye Soo berkaca-kaca saat di memberitahu suaminya bagaimana belakangan ini dia sangat membutuhkan semangat dan meminta suaminya untuk selalu mengawasi mereka.


Sementara Hye Soo didalam, Eun Sung keluar untuk melihat-lihat. Tepat saat itu juga, Young Hee (nenek Eun Sung) tiba. Eun Sung tidak mengenalinya, jadi dia cuek saja. Walaupun selama ini Young Hee tidak pernah melihat cucunya, tapi hanya dengan melihat Eun Sung, Young Hee langsung tercengang melihat kemiripan anak itu dengan mendiang putranya.


Dia menyadari anak itu adalah cucunya saat mendengar Hye Soo memanggil nama anak itu. Dia melihat Hye Soo menunjukkan Eun Sung yang sudah tumbuh besar pada ayahnya.


"Eun Sung-ah, bilang pada Ayah kalau kau merindukan Ayah."

"Aku merindukanmu, Ayah."

"Aku merindukamu, kami merindukanmu."



Tapi saat Hye Soo dan Eun Sung hendak pergi, Young Hee langsung cepat-cepat menyembunyikan diri. Eun Sung sempat menoleh sebentar dan melambai pada wanita yang sebenarnya neneknya itu,


Sepanjang perjalanan pulang, Eun Sung melihat ibunya melamun sedih. Hye Soo menyangkal saat Eun Sung bertanya apakah dia menangis dan mengaku kalau dia hanya sedikit merindukan ayah Eun Sung.

"Aku tidak merindukan ayah sama sekali. Kalau ayah melihat dari surga, kenapa dia melihatku? Ayah kan tidak tahu apa-apa. Bahkan sekalipun Ibu menangis seperti ini, Ayah tetap mengabaikan Ibu. Ayah tidak tahu kalau gigiku tanggal dan tidak tahu kalau aku bisa lompat tali sepuluh kali. Ayah tidak tahu apa-apa. Ayah bodoh! Menikah saja dengan ahjussi itu, Ibu."

Eun Sung akhirnya setuju untuk membiarkan ibunya menikah dengan ahjussi itu. Lagipula, ibu bilang kalau ahjussi itu bukan orang jahat walaupun dia suka membentak-bentak. "Baiklah, aku mengerti. Aku akan menyukai ahjussi itu untuk ibu. Menikah saja dengannya."


Hye Soo sangat terharu mendengarnya. "Maafkan ibu, Eun Sung-ah"

"Untuk apa?"

"Untuk segalanya."

"Jangan minta maaf," ujar Eun Sung sambil memeluk dan menepuk-nepuk ibunya.


Sementara itu, Ji Hoon menghadiri sesi interview itu seorang diri. Saat si pekerja sosial mendesak jawaban tentang kenapa dia tidak membawa Eun Sung, Ji Hoon sedikit berbohong dengan mengaku kalau dia sebenarnya memang tidak pernah bisa dekat dengan Eun Sung walaupun dia dan ibu Eun Sung pacaran cukup lama. Eun Sung tidak pernah menyukainya dan tidak mau menerimanya sebagai ayah. Karena itulah, sepertinya dia tidak akan bisa membawa anak itu kemari. Jadi tidak bisakah masalah ini dilewati saja, pinta Ji Hoon dengan nada hampir putus asa.


Walaupun tampak agak kasihan pada Ji Hoon tapi si pekerja sosial itu tetap saja tidak terlalu mempercayainya. Tepat saat mereka hampir saja berdebat sengit, Hye Soo muncul dengan membawa Eun Sung.

 
Saat Si pekerja sosial bertanya pada Eun Sung tentang apakah Eun Sung mengenal ahjussi itu. Eun Sung menjawab dengan tenang kalau ahjussi itu adalah orang yang akan menikah dengan ibunya dan akan menjadi ayahnya.


Jawaban itu saja sudah cukup bagi si pekerja sosial dan interview itu akhirnya berakhir sukses, sekarang mereka hanya perlu menunggu hasilnya.


Sikap Ji Hoon langsung berubah manis sekali pada Eun Sung. Dia bahkan menawarkan diri untuk mengantar Eun Sung ke tempat penitipan anak. Tapi Eun Sung langsung menghindar dan menolak pergi bersama Ji Hoon.

Bersambung ke Marriage Contract episode 5 - 2

6 comments :

  1. ga tau kenapa dari awal sy berharap drama ini direcap sm mba Imma dan ternyata terkabulkan .. makasih mba Imma^^

    ini drama Lee Seo Jin yang pertama sy ikuti jadii saya sangat bersemangat membaca dan menunggu kelanjutannya .. Banyak gambarnya jadi berasa nonton .. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa mungkin karena mbak suka baca sinopnya mbak ima yang taiwan itu hihihihi
      saya juga nggak nyangka mbak ima juga ikutan bikin ini, kirain mbak lilik aja (trus siapa ya yang bikin memory? bagus nggak :P)

      sama euy, ni drama lee seo jin pertama yang saya ikuti setelah kemarin melewatkan wonderful days karya lee kyung hee swnim. awwww seo jin yah sama brondong lol suka sama dia yang ga keliatan tuir banget disamping uee
      agak kurusan nggak sih dibanding di gyrandpas overy flowers :D

      Delete
  2. baca juga ya sinopsis drama korea di blog ku http://nuninkwoowh.blogspot.co.id/2016/03/sinopsis-drama-korea-marriage-contract.html
    makasih

    ReplyDelete
  3. nuninkwooowh.blogspot.com gomawo

    ReplyDelete
  4. Di jam tayangnya, drama ini emang peringkat pertama. Waktu pertama tayang dulu, drama ini bahkan lebih tinggi dari drama tv sebelah yang emang langganan peringkat atas weekend meski jamnya beda. Tapi sekarang drama ini belum bisa menyaingi hehe

    ReplyDelete
  5. nih gaes, drama yang rilisnya ditunda mulu tapi akhirnya rilis juga. PAGE TURNER ^^ Sinopsis Page Turner Episode 1 - Nothing Impossible http://www.dramehouse.com/2016/03/sinopsis-page-turner-episode-1-nothing-is-impossible.html

    ReplyDelete