March 31, 2016

Jackpot (Daebak) Episode 1 - 2


Bok Soon menemui In Jwa dan bertanya dengan putus asa, apa yang harus dia lakukan. Di depan In Jwa, Bok Soon duduk dan menangis, mengaku kalau dia tak bisa hidup seperti ini lagi. In Jwa pun menyuruh Bok Soon untuk menjadi wanitanya Raja.




Di kamarnya, Ok Jung murka saat mengetahui kalau raja menemui Bok Soon lagi. Bukan hanya menemui, Raja bahkan mengajak Bok Soo jalan-jalan di sekitar istana. Raja juga menunjukkan lukisan Bok Soon dan memuji kecantikannya. Perlahan, raja meraih tangan Bok Soon dan menggandengnya.


Sepertinya Raja senang mendengar suara Bok Son, karena Raja berkali-kali memanggil nama Bok Soon. Berkali-kali, dengan takut, Bok Soon menyahuti panggilannya.


Akhirnya Bok Soon memberanikan diri menarik tangannya dari genggaman Raja dan itu membuat Raja menghentikan langkahnya. Raja bertanya kenapa Bok Soon melakukan itu. Bok Soon langsung berlutut dan mengaku kalau dia sudah punya suami. Tentu saja Raja shock mendengarnya. 


Di kamar, Raja terlihat tak sehat. Sepertinya fakta kalau Bok Soon sudah bersuami terus mengganggu pikirannya. Raja lalu memanggil Sa Woon dan Sa Mo untuk mencari tahu tentang Bok Soon. Dimana dan dengan siapa dia tinggal serta bagaimana kehidupannya.



Sa Woon dan Sa Mo melaporkan kalau Bok Soon berasal dari Jeolla dan keluarganya meninggal akibat terkena wabah. Di istana, Bok Soon bekerja sebagai pelayan mendiang permaisuri Inhyun. Dia kemudian dijual pada maniak judi Bae Man Geum.


Setiap pagi, Bok Soon menyiapkan sarapan suaminya begitu bangun dan bekerja sebagai pelayan di Istana.  Dia mencuci baju dan piring di siang hari kemudian memasak di tempat hiburan. Lalu dia menjahit baju semalaman. Sementara suami Bok Soon, Bae Man Geum, selalu mencuri uang darinya. Begitu terus berulang-ulang. 

Raja kemudian bertanya orang seperti apa Bae Man Geum itu. Mereka menjawab kalau Man Geum adalah bangsawan tapi keluarganya hancur. Dan sekarang Man Geum kecanduan judi. 


Selir Jang Ok Jung melakukan tindakan sendiri dengan menangkap Bok Soon. Ia membakar lukisan Bok Soon dan memakinya karena sudah berani mendekati Raja. Bok Soon sendiri hanya bisa meminta maaf. Seorang dayang mengambil besi panas dan mendekatkannya ke wajah Bok Soon.


“Jangan pernah berpikir untuk naik tandu dengan wajah cantikmu itu. Jangan pernah datang ke istana lagi,” ancam Ok Jung dan malam itu juga Bok Soon langsung meninggalkan istana. 


Tak diduga, Bok Soon bertemu dengan Hong Mae di depan gerbang istana. Ada yang ingin dia bicarakan dengan Bok Soon.


Raja kembali berlatih memanah namun kali ini berbeda. Dari ketiga anak panah yang ditembakkan, tak satupun ada yang tepat sasaran. Melihat hal tersebut, Yi Soo pun bertanya apa Raja sedang kurang sehat. Raja hanya menjawab kalau ada yang sedang mengganggu pikirannya. Yi Soo langsung menawarkan diri untuk membantu namun ditolak oleh Raja dengan alasan kalau Yi Soo tidak akan bisa membantu untuk masalahnya kali ini. 

“Apa tentang pelayan Choi?” tanya Yi Soo dan Raja terlihat kaget mendengar pertanyaan Yi Soo. Raja bertanya dari mana Yi Soo tahu tentang Bok Soon. 


Flashback!
Yi Soo diminta In Jwa untuk mengabulkan permintaan Raja. Permintaan yang dimaksud In Jwa adalah permintaan Raja mengenai Choi Bok Soon.
Flashback End!


Yi Soo mengaku pada Raja kalau saat muda, dia sering pergi ke tempat judi dan dia bisa tahu apa saja kebiasaan para penjudi. Raja lalu bertanya apa Yi Soo tahu orang seperti apa Baek Man Geum itu.


“Dia adalah orang yang sangat ketagihan judi. Dia orang yang seperti itu,” jawab Yi Soo. dan kita melihat orang seperti apa Man Geum itu.


Man Geum yang baru keluar dari rumah dengan terburu-buru. Namun, tepat disaat itu Bok Soon muncul. Melihat Man Geum menyembunyikan sesuatu, Bok Soon langsung berusaha merebutnya. Bok Soon menangis saat melihat cincin miliknya,  juga mau di jual oleh Man Geum.


“Mau sampai kapan? Mau sampai kapan hidup seperti ini? Kau, apa pernah sekali saja.. sekali saja.... menganggapku sebagai orang yang berharga?” tanya Bok Soon. Man Geum kelihatan sulit menjawab maka Bok Soon melanjutkan, “Tidak... aku tak pernah punya suami sepertimu.”


Flashback
Saat Bok Soon pertama kali dibawa pada Man Geum, Man Geum meminta Bok Soon percaya padanya karena dia akan mendapat banyak uang. Man Geum berjanji akan membawakan emas dan permata untuk Bok Soon. 

“Untuk saat ini, aku memberikanmu ini,” ucap Man Geum dan menunjukkan cincin yang sudah dia persiapkan untuk Bok Soon. Man Geum kemudian memasangkan cincin itu di jari manis Bok Soon, membuat Bok Soon luluh.

Flashback End


Kali ini Bok Soon melempar cincin pemberian Man Geum ke tanah dan berkata kalau itu adalah benda terakhir yang bisa Bok Soon berikan pada Man Geum. Man Geum terperangah melihat istrinya yang sekarang berdiri dan membungkuk untuk memberikan penghormatan terakhirnya padanya. Setelah melakukan itu, Bok Soon berjalan pergi.


Hong Mae lagi-lagi muncul dan menghampiri Bok Soon. Dia berkata pada Bok Soon, kalau apa yang terjadi seperti yang Hong Mae katakan sebelumnya. Bok Soon tak menjawab, dia langsung berjalan pergi. Man Geum hendak mengejar Bok Soon, namun dihalangi oleh Hong Mae dan bodyguard-nya. 

“Apa yang akan kau lakukan pada Bok Soon?” tanya Man Geum sambil mencengkram baju Hong Mae.


Hong Mae menepis tangan Man Geum dari bajunya dan memberitahu Man Geum tentang kedatangan orang paling bodoh se-Hanyang di tempat judinya. Awalnya, Man Geum hendak mengejar Bok Soon saja, tapi ketika mendengar kalau kesempatan Man Geum menang sangat besar, Man Geum pun tergoda dan mengikuti kata-kata Hong Mae. 


Ternyata orang bodoh se-Hanyang itu adalah Raja yang menyamar dengan pakaian biasa. Raja mengaku kalau dia adalah pedagang dari dinasti Qing. Hong Mae meminta tip 10% untuk setiap kemenangan, tapi Raja sudah melemparkan segepok nyang. Ia membayar tip itu di muka. Hong Mae tentu saja senang dan membawa Raja ke sebuah ruangan untuk dipertemukan dengan Man Geum.


Raja lalu menuangkan arak dan mengajak Man Geum minum sebelum memulai permainan, namun Man Geum menolak dengan alasan kalau perasaannya sedang kacau. Tak jauh dari tempat Raja dan Man Geum, ada Yi Soo yang terus mengamati mereka. 


Permainan di mulai dan Man Geum menang berturut-turut. Tentu saja Man Geum merasa senang. Tak lama kemudian sekotak uang dibawa oleh Raja untuk diperlihatkan pada Man Geum. Jelas saja, mata Man Geum langsung berbinar-binar saat melihat semua uang itu.


Raja ingat instruksi Yi Soo untuk menarik perhatian Man Geum dengan uang. Baek Man Geum punya banyak hutang, jadi Raja harus menghabiskan sedikit uang terlebih dahulu, agar Man Geum terpancing. 

Raja lalu mengaku pada Man Geum kalau dia sebenarnya tidak bisa bermain kartu dan dia datang ke tempat itu hanya karena hobi. Mendengar itu, Man Geum bersyukur karena orang di depannya punya hobi seperti itu. 

Raja menuangkan minuman dan kembali teringat pada apa yang Yi Soo katakan, dimana cara kedua adalah membuat Man Geum kehilangan fokus. Menghabiskan uang hanyalah umpan saja, karena tujuan utama adalah membuat Baek Man Geum hilang konsentrasi. Selain itu, Yi Soo juga minta Raja terus menawari Man Geum minum. 


Raja pun menawari Man Geum minum dan kali ini Man Geum menerima tawaran itu, karena suasana hati Man Geum memang sedang senang. Dia kembali menang berturut-turut. Man Geum kemudian mengajak Raja untuk melakukan permainan yang lain, karena permainan kartu, Raja kalah terus. Namun dari semua pemainan yang biasa dimaninkan di tempat itu, tidak ada satupun yang Raja ketahui.

Man Geum terlihat enggan meneruskan permainan, karena Raja tak mengetahui semua permainan. Tak ingin Man Geum pergi begitu saja, Raja pun berkata kalau dia masih ingin menghabiskan semua uangnya terlebih dahulu. 

“Lakukan permianan  yang gampang dan tunjukkan kalau Anda tak pandai berjudi,” pesan Yi Soo.


Raja lalu menyarankan agar mereka melakukan permainan tebak botol. Mereka harus menebak botol mana yang berisi alkohol, diantara dua botol yang sama dan yang satu diisi dengan air biasa. Man Geum setuju dengan permainan itu, karena kesempatan menangnya 50 : 50.  Dan karena Raja yang merekomendasikan permainan itu, jadi dia mempersilahkan Man Geum untuk memilih lebih dulu. Untuk permainan gampang itu, Raja bertaruh 2 perak yang seharga dengan 100 nyang. 


Permainan dimulai, anak buah Hong Mae membawakan dua botol yang berisi minuman dan alkohol. Man Geum memperhatikan kedua botol dengan teliti. Satu botol terlihat kering dan botol satunya basah. Man Geum pun sangat yakin kalau botol yang kering itulah yang berisi alkohol karena botol alkohol sudah lama disimpan.


Tebakan Man Geum benar dan dengan bangga dia meminum alkohol yang ada di dalam botol itu. 


Anak buah Hong Mae membawa Bok Soo menemui In Jwa dan In Jwa langsung bertanya apa Bok Soo sudah memutuskan semuanya.


Permainan tebak botol terus dilakukan dan Man Geum menang banyak. Raja lalu mengeluh kalau dia tak pernah menang sekalipun. Untuk menghibur Raja, Man Geum pun mengajaknya minum lagi. Raja lalu menyarankan permainan lagi dan kali ini dia ingin melakukan permainan tebak koin. 

Man Geum mengambil koin yang Raja pegang dan bergumam dalam hati, “Ini koin yang sama seperti yang kumainkan selama bertahun-tahun.”


Flashback
Man Geum memainkan koin Ohyoung-Chung dan setiap diputar beberapa kali, koin itu selalu menunjukkan bagian belakangnya. Karena sudah mempraktekkannya beberapa kali ini di rumah dan hasilnya sama, Man Geum pun mengajak teman-temannya untuk melakukan permainan itu dan karena sudah banyak berlatih Man Geum pun terus memenangkan permainan.

Flasback End

9 dari 10, selalu bagian belakang yang muncul,” ucap Man Geum dalam hati dan Raja langsung menaikkan taruhannya sebesar 100 nyang. Tentu saja melihat uang sebanyak itu, mata Man Geum langsung terbelalak senang karena dengan semua uang itu, dia bisa membayar sebagian hutang-hutangnya. 


Man Geum menjadi pemilih pertama dan Raja menjadi pemutar koin. Tentu saja Man Geum langsung memilih koin bagian belakang dan Raja tak punya pilihan lain, dia memilih bagian depan. Koin pun diputar dan saat berhenti, koin menunjukkan bagian depannya. Man Geum terbelalak kaget, dia tak percaya tebakannya meleset.

Penasaran, Man Geum pun mengajak Raja bermain lagi. 

Flashback!

Yi Soo memberikan koin khusus buaatan militer pada Raja, dimana koin itu sudah dicoba sebanyak 100 kali dan yang selalu muncul adalah bagian depannya. 
Flashback End


Man Geum minum dan kemudian berkata kalau dia memilih belakang lagi. Dia juga bertaruh 200 nyang untuk permainan kali ini. Raja menyanggupi dan dia memilih bagian depan. Man Geum memutar koin dan lagi-lagi koin menunjukkan bagian depan. 


Man Geum masih tak percaya dan dia kembali mengajak Raja main, Raja pun tak menolak. Tiba-tiba Hong Mae meletakkan pisaunya ke leher Man Geum dan berkata kalau nyawa Man Geum tergantung pada uang itu. Tak mau kalah lagi, Man Geum memilih belakang lagi namun mereka harus menggunakan koin yang berbeda. 


Yi Soo yang ada di belakang Raja langsung terkejut mendengarnya, namun Raja masih terlihat santai. Raja memutar koin dan bagian akhir yang diperlihatkan adalah bagian depan. Ya, Man Geum kalah lagi dan dia sudah tak punya uang.


Raja beranjak pergi dan Man Geum memohon untuk bermain lagi. Man Geum mengeluarkan cincin Bok Soon untuk menjadi taruhannya. 


Raja mengambil cincin itu dan langsung berkata kalau barang murahan seperti itu bisa dia cari di mana saja. "Tapi kalau yang kau tawarkan adalah pemilik cincin itu..," Raja mengamati cinin itu, "Aku akan menyetujui untuk bermain lagi." Kemudian Raja meninggalkan Man Geum bersama cincinnya. 


Man Geum tengah di dalam kebimbangan. Dia melihat cincin itu dan semua uang Raja. Ia harus memutuskan saat itu juga.


"Tunggu!" seru Man Geum mengejar Raja. "Baiklah, aku akan mempertaruhkan istriku!" Gegerlah satu ruangan itu, sementara Raja tersenyum mendengarnya.


Tanpa Man Geum sadari, Bok Soon juga ada di tempat itu dan mendengar apa yang dia  katakan. Tentu saja hati Bok Soon merasa sakit dijadikan bahan taruhan oleh suami sendiri. 


“Berhubung kau pertaruhkan istrimu yang berharga... aku bertaruh 10 keping perak, seharga 500 nyang,” ucap Raja di depan semua orang dan permainan yang akan mereka mainkan adalah menebak berapa mangkuk arak dalam satu botol. 


Permainan dimulai dan Man Geum diberi kesempatan untuk memilih terlebih dahulu. Man Geum mencoba mengingat-ingat berapa mangkuk arak yang mereka minum tadi dan akhirnya Man Geum menebak 7 mangkuk. Dengan santai Raja menebak 6 mangkuk.


Untuk membuktikannya Raja kemudian menuangkan arak ke dalam mangkuk Satu mangkuk.. dua mangkuk.. tiga.. empat.. lima.. enam..


Man Geum menahan nafas saat melihat Raja menuangkan botol di mangkuk ke tujuh. Arak mengalir hanya beberapa tetes. Ternyata arak sudah habis di mangkuk ke enam. Man Geum tercengang tak bisa berkata-kata.

Dia telah kehilangan Bok Soon. Dan Raja tersenyum menang.


Komentar :

Dengan Raja memperjuangkan Bok Soon seperti itu dan ia memiliki marga Choi, mungkin kita bisa menebak siapa Bok Soon ini. Tapi di awal, drama ini sudah memberi keterangan kalau drama ini adalah rekaan walau diambil dari peristiwa nyata. Jadi jika ceritanya berbeda dengan cerita di drama yang pernah kita tonton, semisal Dong Yi dan Jang Ok Jung, maka harap dimaklumi.

Apa yang akan terjadi setelah ini? Bagaimana nasib Bok Soon? Tunggu kelanjutan ceritanya pada sinopsis episode 2.

Bersambung ke Sinopsis Jackpot Episode 2

7 comments :

  1. Karena rekaan, jadi Choi sukbin nya juga beda ya sama dongyi dan di JOJ. Tp aku tetep suka ngikutin drama ini. Intriknya menarik ^^. Makasih sinopnya mbak. Hana

    ReplyDelete
  2. wahahaha gile niat banget buat artikelnya, ini mah gw ga perlu nonton lagi, cukup baca disini udh cukup

    ReplyDelete
  3. bacanya enak kayak nonton filmnya hehehe, ajieb dah

    ReplyDelete
  4. bisa tahu ceritanya cuma karena membaca saja...hahaha,,keren banget nih...mirip sama baca komik.

    ReplyDelete
  5. wihh ... lebih baik baca di sini ceritanya ya ... dari pada lihat filmnya tapi nggak tahu artinya. he .. he

    ReplyDelete
  6. Gak usah nonton, nonton lebih susah memahami ceritanya biasanya aku kalau nonton 3 kali di ulang barujelas isi ceritanya, kalau ini enak nih, lanjutkan gan..

    ReplyDelete