March 1, 2016

High End Crush Episode 10

High End Crush Episode 10


Suara bruk yang didengar Se Hoon itu ternyata bukan suara tembakan atau pukulan, melainkan handphone Yi Ryung yang terjatuh karena di-vibrate. Tapi Se Hoon tak mengetahui hal itu.



Ia hanya bisa terengah-engah dan memeluk Yi Ryung dengan lega. Setelah itu? Marah-marah karena Yi Ryung tak ada takut-takutnya sama sekali membukakan pintu pada orang yang tak dikenal. Yi Ryung merasa Se Hoon berlebihan karena toh saat ia tinggal di gunung pun ia juga hidup sendiri.

“Apa kau tahu kalau tingkat kejahatan di Seoul itu tinggi? Dan dari sekian banyak itu, apa kau tahu berapa prosentase kejahatan yang membidik wanita yang lemah? Apa kau ini kuat? Kau bisa memukul dan menangkap orang yang menyerangmu?”


“Aku kenal orang yang pingsan karena pukulanku,” sindir Yi Ryung.

Tapi Se Hoon lagi tak ingin bercanda. Ia memegang kedua tangan Yi Ryung, menyuruhnya untuk memukulnya lagi kalau bisa.


Tentu saja Yi Ryung kesulitan, bahkan melepaskan tangannya saja sulit, tapi ia terus berusaha, hingga mereka berdekatan dan berpandang-pandangan. Saat tersadar, Yi Ryung bertanya apa yang sedang Se Hoon lakukan saat ini.

Sambil terus memandangi Yi Ryung, Se Hoon berkata ia sedang berpikir. Ia sedang berpikir kenapa ia terus-terusan selalu memikirkan Yi Ryung. “Tak hanya itu, kenapa selalu berdebar-debar?”


“Apanya? Hatimu?” tanya Yi Ryung bingung.

“Kenapa juga hatiku berdebar-debar?” sanggah Se Hoon. Tapi teringat betapa ia terus lari beberapa hari ini gara-gara Yi Ryung, di hutan, di kantor dan yang terakhir ini di apartemen, ia langsung beralasan, “Aku selalu berlari kesana kemari demi kamu.”


Yi Ryung mengangguk canggung. Se Hoon merasa bingung, karena berarti benar hatinya berdebar-debar. Yi Ryung memberinya minum dan saat Se Hoon sudah tenang, Se Hoon berkata kalau ia memang tak tahu apa yang harus ia lakukan pada Yi Ryung. Ia menatap Yi Ryung, “Tapi aku tahu apa yang kuinginkan saat ini. Dan itu sangat sederhana.”


Se Hoon tersenyum tapi tak menjelaskan apa yang ia maksud. Ia berjalan hendak meninggalkan apartemen Yi Ryung saat tersadar sesuatu, “Siapa tamu yang tadi datang?” Yi Ryung enggan menjawabnya, membuat Se Hoon curiga. Tapi Se Hoon tak memaksa Yi Ryung menjawab. Ia hanya minta Yi Ryung untuk membuka pintu untuk sembarang orang.


Se Hoon tak menyadari ada orang yang melihatnya masuk mobil dan meninggalkan gedung apartemen. Ia adalah tetangga Yi Ryung, Joong Oh, yang melapor pada Direktur Jang kalau ia sudah menyampaikan pada Yi Ryung.


Pagi-pagi Se Hoon yang mencoba mengalihkan perhatiannya dari Yi Ryung, kaget setengah mati karena melihat poster Yi Ryung yang setinggi tembok ruangannya.  Apa-apaan ini? Chief Jo langsung berkata kalau bukan mereka yang memasang, tapi Chief Heo. Se Hoon pun menelepon Chief Heo untuk mengomelinya. Kenapa Chief Heo memasang foto orang yang belum tanda tangan kontrak? Bahkan ia tak pernah memasang foto artisnya yang paling terkenal di ruangan.


Tapi Chief Heo, yang sedang menjemput Yi Ryung, tak disangka menanggapinya dengan santai. Ia memasang foto itu karena alasan pribadi. “Alasan yang semua orang sudah tahu.” Se Hoon sudah mau marah lagi, tapi Chief Heo tahu ucapan apa yang bisa menenangkan Se Hoon, “Aku sekarang sedang bersama Yi Ryung dan sebentar lagi akan ke sana.”


Chief Heo kembali membujuk Yi Ryung untuk tanda tangan kontrak dengan manajemen Se Hoon. Yi Ryung mendapat handphone baru karena handphone kemarin rusak. Handphone yang sekarang sangat mahal, tapi Chief Heo mempersilakan Yi Ryung untuk merusak 10 atau 100 handphone jika Yi Ryung mau bergabung dengan mereka. Ia bahkan sudah mendownload banyak aplikasi untuk Yi Ryung dan men-save nomor kontak Se Hoon dan nomornya.

Tapi Yi Ryung berkata kalau ia tak ingin tanda tangan kontrak dengan manajemen Se Hoon.  Chief Heo frustasi dan terus mengoceh. Yi Ryung hanya setengah mendengar ocehan itu karena ada yang menurutnya aneh di handphone-nya. Chief Heo jadi penasaran, apa yang membuat Yi Ryung heran.


Yi Ryung menunjuk nama di kontak, “Ini nama aslimu?” tanya Yi Ryung. Chief Heo mengangguk dan bertanya, “Ada masalah?” Yi Ryung menggeleng, tapi tetap merasa aneh.


Siapa sih namanya? Ternyata namanya jika di-bahasa Inggriskan adalah Heo Chief Section. Heo Kepala Bagian. Ha.. aneh? Nggak juga, karena di Kompas edisi Minggu beberapa saat yang lalu pernah diulas tentang nama-nama unik yang ada di Indonesia. Ya sudah, kita ganti namanya jadi Heo Ka Bag aja ya?


Yi Ryung kembali latihan untuk syuting MV. Koreo ahjumma memberi cara lain agar Yi Ryung bisa mendalami perannya. Ia minta Yi Ryung untuk memikirkan orang yang ia suka saat para cowok-cowok itu mendekatinya. Yi Ryung mengaku tak punya, tapi pikirannya malah tertuju pada Se Hoon.


Dan saat lagu diputar, hanya Se Hoon yang mampu ia ingat. Pertemuan pertamanya, kekesalannya saat direcokin Se Hoon di hutan, kelegaannya saat Se Hoon mencarinya di tengah hujan lebat, semua-muanya tentang Se Hoon. Tapi kenangannya itu membuat wajah Yi Ryung bersinar-sinar, membuat semua yang melihatnya tersenyum senang. Latihan kali ini berhasil.


Yang tak berhasil adalah Ka Bag yang berusaha mengelak dari Se Hoon yang menghajarnya habis-habisan atas kasus foto itu.  Ka Bag hanya bisa mewek di depan pintu, melihat rambutnya rontok karena dijambak oleh Se Hoon.


Anggota MonstaX yang sudah latihan mencoba menghibur Ka Bag, tapi Ka Bag bertanya mengapa mereka di sini? Mana Yi Ryung? Para anggota itu menjelaskan kalau latihan sudah selesai dan Yi Ryung pergi, katanya untuk menemui seseorang.


Dan Ka Bag terjengkang ke belakang karena pintu mendadak terbuka. Ternyata Se Hoon yang membuka pintu dan langsung berlari pergi. Ka Bag hanya bisa berkomentar, “Wahh.. si boss buka pintu pun dengan cara yang berbeda.”


Yi Ryung ternyata pergi bertemu dengan Joong Oh yang ternyata juga sedang bersama Direktur Jang. Rupanya Direktur Jang berniat merekrut Joong Oh dalam manajemennya. Dan ia juga menawari Yi Ryung untuk ikut dalam manajemennya juga. Ia merasa mereka berdua memiliki image yang bagus jika disandingkan berdua.


Ia mulai membandingkan dirinya dengan Se Hoon. Ia dikenal dengan nama Direktur Jjang karena sangat menyenangkan bekerja dengannya, sedangkan Se Hoon dikenal dengan nama ‘Penyulut Kanker’, karena orang bisa mati muda jika bekerja padanya. “Direktur Choi itu punya reputasi yang jelek..”


Yi Ryung terbelalak, bukan karena ucapan Direktur Jang, tapi karena sosok di belakangnya yang meremat bahu Direktur Jang hingga mengaduh-aduh.


Selain pada Direktur Jang, Se Hoon mendelik pada Joong Oh, mengisyaratkan pria itu untuk pindah tempat duduk. Joong Oh balas mendelik dan berdiri..


..untuk kemudian pindah ke sebelah Direktur Jang. Haha.. keder juga Joong Oh liat tatapan Se Hoon. Se Hoon menatap Joong Oh tanpa berkedip, tak menghiraukan Yi Ryung yang menatapnya penuh arti.


Komentar :


Cie ciyeee… yang udah mulai posesip nih.. ayo segera diasah cakarnya.. cring-cring.. *komen lebay ah..*

No comments :

Post a Comment