February 1, 2016

Signal Episode 3 - 2

Signal Episode 3 - 2

Sinopsis Signal Episode 3 - 1

Sementara itu di tahun 1989, Jae Han kembali ke tempat dia menemukan Lee Mi Sun untuk menelusuri kembali jejaknya saat mengejar si pelaku malam itu. Dia berlari melewati gang-gang yang dia lewati untuk mengejar pembunuh malam itu sampai akhirnya dia tiba di halte tempat dia menangkap Choi Young Shin yang dia kira si pembunuh.





Dia benar-benar heran, dimana kira-kira dia kehilangan jejak si pelaku malam itu. Tak lama kemudian, sebuah bis berhenti di depannya. Saat itulah Jae Han ingat kalau malam itu memang ada sebuah bis yang lewat. Jae Han akhirnya menyimpulkan bahwa mungkin si pembunuh melarikan diri dengan bis malam itu.


Pada saat yang bersamaan di tahun 2015, Hae Young juga menyadari hal yang sama dengan Jae Han. Selang satu jam setelah gagal membunuh Lee Mi Sun dan melarikan diri dengan bis, si pembunuh langsung membunuh Hwang Min Joo yang bekerja sebagai kondektur bis. Dua hari kemudian, dia membunuh korban ke-9.

Biasanya seorang pembunuh akan berhenti untuk sementara waktu jika mereka merasa kalau mereka akan ketahuan agar mereka tidak sampai tertangkap polisi. Tapi si pembunuh yang ini malah mempercepat pembunuhannya sejak kegagalannya di Hyungpoong.


Soo Hyun menduga mungkin karena kegagalannya, si pembunuh jadi kalap dan tidak bisa mengontrol hasratnya untuk membunuh hingga akhirnya melakukan pembunuhannya dengan lebih cepat. Tapi Hae Young berpikir lain, dia yakin kalau si pembunuh mempercepat pembunuhannya karena dia punya alasan kuat yang mengharuskannya untuk membunuh lebih cepat.


Setelah gagal membunuh Lee Mi Sun, dia melarikan diri lewat gang-gang yang gelap dan sepi sampai akhirnya dia berhasil masuk kedalam bis 95, berkat bis itulah si pembunuh tidak tertangkap.


Kedua korban selanjutnya dibunuh bukan karena mereka korban yang dipilih secara acak tapi karena mereka adalah saksi mata yang melihat si pembunuh masuk bis... dan salah satunya ternyata wanita yang ditaksir Jae Han, Kim Won Kyung. Waaaah!


Detektif Kim terheran-heran mendengar dugaan Hae Young, apa Hae Young menyimpulkan teori itu karena dia pernah bertemu dengan detektif yang dulu menangani kasus ini. Detektif Kim ingat kalau dulu, polisi yang menyelamatkan Lee Mi Sun juga pernah mengatakan kata-kata tidak masuk akal yang sama persis seperti teori yang Hae Young kemukakan. Dulu Jae Han juga mengatakan kalau pembunuhnya naik bis dan karena itulah Hwang Min Joo dibunuh.


Di tahun 1989, Lee Jae Han berusaha keras meyakinkan salah satu detektif bahwa pembunuhnya melarikan diri dengan naik bis 95. Dia berusaha meminta pak detektif untuk mencoba bicara pada para penumpang bis malam itu, dia yakin kalau mereka pasti akan mendapatkan informasi siapa penjahatnya. Pak detektif tidak mempercayai teorinya tapi kebetulan saat itu mereka sedang menginterogasi beberapa orang yang terakhir kali bersama Hwang Min Joo.

Maka mereka pun langsung masuk ke ruang interogasi dimana mereka sedang menginterogasi dua orang, pak supir bis yang menemukan mayat Hwang Min Joo dan seorang wanita kondektur bis, rekan kerjanya Hwang Min Joo yang malam itu bekerja bersama Min Joo di bis 95.


Tapi saat pak supir ditanyai tentang apakah malam itu ada pria berjaket hitam dan berusia 20 tahunan yang naik di halte Hyungpoong, dia menjawab bahwa malam tidak ada seorangpun yang naik dari halte itu. Dan yang lebih anehnya lagi, rekan kerjanya Min Joo malah tampak tercengang mendengar jawaban pak supir.

Tentu saja Jae Han jadi bingung. Pak detektif yang lebih mempercayai ucapan pak supir, berkata bahwa jika teorinya Jae Han benar maka orang yang akan dibunuh lebih dulu pastilah pak supir ini. Karena jika si pembunuh benar-benar naik bis itu maka pak supir lah orang pertama yang melihat wajah si pelaku dengan jelas.


Di tahun 2015, Soo Hyun dan Hae Young sama-sama tercengang mendengar cerita detektif Kim. Soo Hyun langsung tanya apakah supir bis itu masih hidup sekarang. Detektif Kim mengiyakannya dan sebenarnya dia sudah mewawancarai si supir bis itu lagi dan si supir bis itu masih teguh dengan pernyataannya yang dulu bahwa tidak ada orang yang naik di halte Hyungpoong.


Lalu bagaimana dengan rekan kerjanya Min Joo? tanya Soo Hyun. Detektif Kim berkata kalau sebenarnya dia mau menemui wanita itu kemarin tapi sepertinya wanita itu sedang tidak ada di rumah. Soo Hyun langsung menyuruh detektif Kim untuk memberikan alamat wanita itu, dia yang akan pergi menemui wanita itu.

Detektif Kim masih sangat pesimis tapi saat Soo Hyun mulai menceramahinya bahwa dalam menangani kasus dingin mereka harus menyelidiki segala sesuatu yang dilewatkan oleh polisi dulu, Detektif Kim akhirnya menyerahkan alamat wanita itu pada Soo Hyun. Begitu mendapatkan alamat itu, Soo Hyun langsung mengajak Hae Young pergi. Hmm... kayaknya sekarang Soo Hyun sudah mulai mempercayai Hae Young yah.


Dalam perjalanan, Hae Young termenung memikirkan apa yang kira-kira sedang dilakukan si pembunuh sekarang. Dia orang yang kecanduan membunuh, sangat pintar memanipulasi polisi hingga tidak pernah sekalipun dijadikan tersangka, jadi kenapa dia berhenti? Ada banyak dugaan yang beredar tentang si pembunuh itu: ada yang bilang mungkin dia sudah mati, mungkin dia dipenjara atas kejahatan lainnya, atau mungkin dia sudah melarikan diri ke negara lain.


"Tapi... bagaimana kalau dia masih ada ditengah-tengah kita? Orang biasa tidak akan tahu kalau dia seorang pembunuh"


Mereka akhirnya tiba di gang rumah mantan rekan kerjanya Hwang Min Joo... tanpa menyadari ada seseorang yang mengawasi mereka dari sudut gelap, seseorang yang bahkan tidak diperhatikan oleh para pejalan kaki lainnya.


Soo Hyun memencet bel pintunya tapi tidak ada jawaban. Dia mencoba melihat kedalam melalui jendela dan mendapati bahwa walaupun rumah itu tampaknya tidak ada orang tapi TV-nya menyala dan ada sepiring makanan yang berhamburan di lantai.


Curiga, Soo Hyun langsung mencoba membuka pintunya yang ternyata tidak terkunci. Mereka masuk dan didalam kamar, mereka mendapati mayat wanita itu mati dalam keadaan tangan dan kaki diikat dengan simpul unik yang sama persis seperti korban-korban pembunuhan Gyeonggi Nambu dulu.


Berita kembali beraksinya pembunuh berantai Gyeonggi Nambu setelah 26 tahun berlalu, sontak langsung menghebohkan semua orang termasuk media. Bum Joo juga sudah mendapat kabar ini dan langsung memerintahkan sesuatu pada kapten Ahn.


Soo Hyun kembali ke kantor polisi untuk melapor pada kapten Ahn bahwa walaupun ciri-ciri pembunuhannya sama tapi mereka masih belum bisa memastikan apakah pembunuhan ini dilakukan oleh pembunuh Gyeonggi Nambu.


Sekarang ini tim kasus dingin sudah berada di TKP untuk melakukan penyelidikan... tapi Kapten Ahn malah memerintahkan Soo Hyun untuk menarik timnya dari TKP dan berkata kalau kasus ini akan diserahkan pada kepolisian Gyeonggi. Soo Hyun langsung protes dan mengingatkan Kapten Ahn bahwa merekalah yang sekarang ini sedang menyelidiki ulang kasus pembunuhan Gyeonggi Nambu, mereka punya banyak data informasi tentang kasus ini. Jadi dia tidak diterima kalau dia dikeluarkan kasus ini. Tapi keputusan Kapten Ahn sudah bulat. Kayaknya dia diperintah Bum Joo deh.


Sementara itu tim forensik tiba di TKP untuk menyelidiki mayat korban. Soo Hyun memeriksa kunci rumah dan mendapati tidak ada tanda-tanda kerusakan pada kunci pintu itu.


Tiba-tiba tim kepolisian Gyeonggi muncul. Awalnya Detektif Kim sangat senang menyambut kedatangan mereka apalagi dulu mereka pernah bekerja bersama. Tapi Detektif Park dari kepolisian Gyeonggi itu malah dengan kasarnya memerintahkan mereka untuk pergi dari tempat ini dan menyatakan kalau mereka akan mengambil alih kasus ini.


Detektif Kim mengira kalau detektif Park pasti cuma bercanda tapi Detektif Park malah bersikap makin kelewatan dengan menghina Detektif Kim yang turun pangkat gara-gara menerima pernah menerima uang suap dan memerintahkan Detektif Kim untuk hormat dan sopan padanya karena sekarang pangkatnya lebih tinggi dari Detektif Kim.


"Jadi kalau pangkatku sama denganmu, aku tidak perlu sopan padamu kan?" kata Hae Young memprovokasi Detektif Park. "Kasus ini adalah kasus kami, jadi pergi sana."


Detektif Park langsung marah mendengarnya tapi Hae Young terus menerus memprovokasinya dengan menghina cara kerja polisi Gyeonggi yang tidak becus dalam menyelidiki kasus itu dulu. Detektif Park tidak terima dan menekankan kalau si pembunuh kembali beraksi gara-gara terprovokasi tim kasus dingin yang menginvestigasi ulang kasus ini. Lama-lama pertengkaran mulut mereka malah berubah jadi perkelahian fisik.


Dan selama semua orang sibuk sendiri dengan perkelahian itu, Hun Gi cepat-cepat memanfaatkan keadaan untuk kembali memeriksa mayat.


Soo Hyun datang tak lama kemudian untuk menghentikan perkelahian itu dan mengejutkan para anggota tim kasus dingin dengan menyerahkan kasus ini pada tim kepolisian Gyeonggi lalu memerintahkan para anak buahnya untuk mundur dari TKP sekarang juga.


Hae Young protes tidak mengerti kenapa mereka malah harus keluar dari kasus ini. Detektif Park memang benar, wanita itu terbunuh gara-gara mereka membuka kembali kasus pembunuhan Gyeonggi. Jadi sudah seharusnya mereka yang menyelidiki kasus ini dan menangkap pelakunya. Lalu bagaimana caranya mereka bisa menangkap si pembunuh kalau mereka keluar dari kasus ini.


"Park Hae Young, apa yang sebenarnya kau lakukan dalam tim ini? Kau mungkin belum jadi profiler ahli tapi kau tetaplah seorang profiler. Saat aku begelut keliling Seoul dengan bukti dan saksi, seharusnya kau mengawasiku dari bulan seperti Neil Amstrong dari Apollo 11. Baik bukti, saksi ataupun kasus ini, lihatlah semuanya dari kejauhan. Jangan biarkan emosi mempengaruhi penilaianmu. Jangan biarkan emosimu mengambil alih"


Tapi Hae Young sama sekali tida bisa tenang, karena dia sadar betul kalau wanita itu mati karenanya, karena transmisi radionya. Tanpa mempedulikan kebingungan Soo Hyun, Hae Young menyatakan tekad untuk mengembalikan segalanya seperti semula, selama dia masih punya kesempatan.


Dia bertekad untuk menyelamatkan korban ke-9 - Kim Won Kyung. Dan karenanya dia memutuskan untuk menunggu jam 11:23 dengan walkie talkie di tangan agar dia bisa bicara dengan Jae Han.


Di tahun 1989, Jae Han masih diperiksa polisi. Tapi tiba-tiba salah satu detektif malah mencurigai alibi Jae Han yang menurutnya aneh. Dia juga sudah memeriksa jadwal kerja Jae Han dan mendapati kalau malam itu Jae Han tidak sedang bertugas. Jadi fakta kalau Jae Han berada di lokasi saat itu benar-benar sangat aneh. Si detektif curiga, jangan-jangan Jae Han adalah anteknya si pembunuh. Yakin dengan dugaannya itu, si detektif langsung mengurung Jae Han di sel.


Tepat saat jam 11:23, walkie talkie itu menyala tapi Jae Han saat itu sedang berada di sel dan walkie talkienya tergeletak di meja yang cukup jauh darinya. Jae Han mendengar suara radio itu dan mendengar suara Hae Young yang menyapanya.


Jae Han langsung teriak-teriak menuduh orang yang bicara di walkie talkie itu sebagai pelakunya soalnya dia yang bilang akan ada yang mati di Hyungpoong. Tapi teriakannya sama sekali tidak didengar karena si polisi jaga sedang tidur.


"Ada lagi yang mati?"

"Tuh, tuh! Lihat tuh! Dia bilang lagi!"

"Dia mati karena kita. Jika kau sungguh-sungguh berada di tahun 1989, tolong hentikan!"

"Lihat, dia mulai lagi tuh."

"Aku tahu ini sulit dipercaya, tapi aku dari tahun 2015"


Jelas saja Jae Han tidak percaya dan langsung menuduh Hae Young itu orang gila, dia terus berusaha berteriak-teriak menyuruh pak polisi jaga untuk bangun dan menangkap orang yang di walkie talkie itu tapi pak polisi jaga terus tidur dengan lelap.


Hae Young tetap berusaha meyakinkan Jae Han dengan memberitahu Jae Han bahwa sampai tahun 2015, mereka masih belum bisa menangkap pembunuhnya. Tapi mereka masih punya satu kesempatan karena masih ada satu orang saksi mata yang masih hidup, saksi mata yang melihat wajah si pembunuh.

"Kalau kau bisa menangkapnya maka masa depan bisa berubah juga. Korban ke-9 adalah Kim Won Kyung, dia seorang pegawai kantoran yang akan mati tanggal 7 November 1989 jam 9:30 malam di jalan Hyungpoong-dong. Aku tidak tahu apa kau dengar atau tidak. Tapi kumohon, tolong! Tangkap pembunuhnya."


Jae Han langsung shock mendengar nama wanita yang ditaksirnya, disebut sebagai korban ke-9. "Kau sudah gila yah? Kenapa Won Kyung harus mati?!"


"Aku juga tidak tahu kenapa transmisi radio ini bisa terjadi. Aku tidak tahu apa lagi yang akan terjadi dengan memberikan pesan ini padamu. Tapi kita bisa saling bertukar informasi. Kita bisa menangkap pembunuhnya dan menyelamatkan orang. Kejadian itu terjadi tanggal 7 November malam di jalan Hyungpoong-dong."


Jae Han masih sulit mempercayainya tapi tepat saat itu juga komunikasi radio mereka terputus. Jae Han mulai panik dan berusaha mendobrak-dobrak terali selnya dengan kalut, tapi tetap saja tidak berhasil dan teriakannya tak didengar sama sekali.



Keesokan harinya, Jae Han berusaha menuntut haknya pada detektif untuk menelepon satu kali saja. Dia berusaha memberitahu pak detektif tentang Kim Won Kyung yang mungkin akan mati, tapi pak detektif tidak percaya dan tidak mengizinkan Jae Han menelepon.


Hae Young terbangun setelah bermalam di kantor. Dia langsung mengecek papan tapi mendapati status kematian Kim Won Kyung masih belum berubah.


Tak lama kemudian, Soo Hyun dan yang lainnya tiba. Soo Hyun memberitahu mereka bahwa tim kepolisian Gyeonggi banyak mendapatkan dukungan. Tapi saat ini tim Gyeonggi sedang pusing karena di sana nyaris tidak ada saksi ataupun CCTV. Mungkin nantinya teknik penyelidikan tim Gyeonggi akan membaik tapi saat ini posisi mereka masih jauh lebih baik. Saat para anak buahnya menatapnya dengan bingung, Soo Hyun memberitahu mereka bahwa mereka punya banyak informasi yang belum diketahui tim Gyeonggi.


"Kau bicara apa? Bukankah kau sendiri yang menyuruh kami mundur?"

"Aku menyuruhmu untuk mundur dari TKP. Aku tidak bilang kalau kita akan berhenti menyelidiki kasus pembunuhan Gyeonggi Nambu"


Tim Gyeonggi boleh memiliki kasus pembunuhan wanita itu tapi kasus pembunuhan berantai Gyeonggi masih jadi milik mereka. Dan yang harus mereka lakukan sekarang adalah menangkap pembunuhan lebih dulu.

Dia sudah berkonsultasi dengan dokter ahli forensik yang mengotopsi mayat wanita itu. Dan menurut keterangan dokter korban kali ini berbeda dari korban-korban sebelumnya. Korban-korban yang dulu, dibunuh setelah mereka diikat. Tapi korban yang sekarang, diikat setelah dia dibunuh. Apakah hal ini menunjukkan bahwa pembunuhnya berbeda atau tidak, dia masih belum bisa memastikannya. Tapi satu hal yang pasti, penjahat yang sekarang ini berhubungan dengan kasus Gyeonggi Nambu.


Hae Young tiba-tiba ingat tentang simpul unik yang digunakan pada para korban Gyeonggi Nambu. Publik memang tahu kalau para korban diikat dengan simpul unik, tapi sebenarnya mereka tidak pernah tahu seperti apa tepatnya bentuk simpul unik itu karena foto-foto simpul itu tidak pernah disebar ke publik.

Sementara simpul yang digunakan dalam pembunuhan kali ini bentuknya sama persis dengan simpul yang digunakan dalam pembunuhan Gyeonggi. Jelas hal ini menunjukkan kalau si pembunuh yang sekarang memang ada hubungan dengan si pembunuh Gyeonggi Nambu. Jika mereka bisa menangkap pembunuh ini maka mereka juga akan bisa menemukan pembunuh Gyeonggi Nambu.


Mendengar semua itu, Hun Gi tiba-tiba ikutan nimbrung dan memperlihatkan sebuah bukti yang sengaja dia sembunyikan karena dia sudah menduga kalau Soo Hyun pasti tidak akan menyerah semudah itu. Bukti itu adalah sebuah pecahan kaca yang dia temukan di bawah tubuh korban. Soo Hyun langsung memerintahkan Hun Gi untuk menganalisis bukti itu sekarang juga.


Detektif Kim langsung memutar otaknya dan tiba-tiba dia ingat sesuatu. Di area TKP itu memang tidak ada CCTV. Tapi malam itu saat dia dalam perjalanan kembali ke kantor polisi, dia melihat ada sebuah truk pengantar barang yang parkir di sekitar area TKP, truk pengantar barang yang dia lihat malam itu punya sebuah black box camera. Detektif Kim langsung keluar kantor dengan penuh semangat untuk mencari rekaman black box truk itu.


Sementara Hun Gi dan Detektif Kim keluar melakukan tugas masing-masing, Soo Hyun dan Hae Young mulai meneliti kejadian malam saat mereka menemukan korban.


Dari tidak adaanya tanda-tanda kerusakan di kunci pintu, Hae Young dan Soo Hyun menyimpulkan bahwa si pembunuh pastilah seseorang yang dikenal korban. Dan dilihat dari cara si pembunuh beraksi kembali setelah 26 tahun berdiam diri, Hae Young menyimpulkan bahwa motif pembunuhan yang sekarang ini pastinya untuk menghancurkan bukti.


Soo Hyun masih curiga dengan supir bis 95 yang bilang tidak ada orang yang naik dari halte Hyungpoong itu. Dan lagi, hanya dia satu-satunya yang mengenal mendiang kedua kondukter bis itu.


Tapi Hae Young tidak setuju. Dulu ada banyak profiler yang membuat profil pembunuh Gyeonggi. Semuanya memang berbeda-beda tapi ada satu kesamaan, semua profiler menyimpulkan bahwa si pembunuh adalah pria yang berumur sekitar awal 20 tahunan, mungkin sekitar umur 23 tahun, pria yang tidak pernah memiliki hubungan sosial yang normal. Dan lagi saat Choi Young Shin ditangkap, supir bis itu sedang menyetir jadi rasanya tidak mungkin kalau dia pelakunya.


Tak lama kemudian, Detektif Kim menelepon dan mengabarkan kalau dia sudah berhasil mendapatkan rekaman black box itu mendahului tim Gyeonggi yang ternyata beraksi lumayan cepat. Mendengar itu, Soo Hyun langsung memerintahkan Hae Young untuk mencari informasi ke perusahaan bis sementara dia akan pergi menemui si supir bis itu.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam di tahun 1989. Won Kyung masih sibuk kerja lembur sendirian... tanpa menyadari kehadiran seseorang yang tengah mengawasinya.


Sementara itu di kantor polisi, Jae Han sudah frustasi karena masih belum dikeluarkan dari penjara. Akhirnya dia pura-pura sakit perut. Begitu polisi masuk selnya, dia langsung membantingnya dan membuatnya pingsan. Dia mengambil walkie talkienya dan melihat saat itu sudah jam 8:05 malam sebelum dia pergi.


Jae Han langsung berlari secepat kilat mencari Won Kyung di rumahnya. Tapi ibunya Won Kyung memberitahunya kalau malam ini Won Kyung kerja lembur. Jae Han langsung cepat-cepat pergi keliling gang sambil memanggil-manggil Won Kyung. Dia makin panik saat dia mengecek jam tangannya yang sekarang menunjukkan pukul 8:45.


Komentar:

Si supir bis ternyata mencurigakan. Kenapa si supir bis berbohong seolah melindungi si pembunuh? Apa mungkin dia takut atau mungkin dia mengenal si pembunuh? Kalau kondektur yang satunya sih kayaknya cuma memang takut aja makanya dia diam. Tapi kalau si supir bis-nya yang jelas mencurigakan.

Mengubah masa lalu memang tidak baik yah, mereka berhasil menyelamatkan satu orang tapi konsekuensinya malah membuat nyawa orang lain melayang.

4 comments :

  1. Drama wajub tonton ini, lanjutkan mb sinopsisnya, 😊

    ReplyDelete
  2. Drama wajub tonton ini, lanjutkan mb sinopsisnya, 😊

    ReplyDelete
  3. Mksih y mb atas sinopsisnya
    salam kenal sebelumnya. Saya udah baca sinopsis ep 1 dan 2 dan merasa sangat tertarik dengan drama ini, smoga mb tetap semangat untuk menulis kelanjutannya, ditunggu y mb ... ^_^

    ReplyDelete
  4. Drama ini mirip sama dramanya Lee Joon "Gapdong" dan ga terduga penjahat yang sebenarnya.Semangat terus ya mba ngesinopsisnya.ditunggu ep selanjutnya :)

    ReplyDelete