February 15, 2016

Signal Episode 7 - 1

Signal Episode 7 - 1


Menyadari kalau dia tidak akan bisa mendapatkan surat perintah penangkapan hanya karena Se Kyu itu anak Kepala Kejaksaan, Jae Han akhirnya merencanakan cara lain. Se Kyu adalah penjahat amatiran yang pastinya kurang pandai menyembunyikan jejaknya. Karena itu cara terbaik memancing tikus kecil seperti Se Kyu adalah dengan cara memancingnya.

Barang curian itu sudah pasti disembunyikan di tempat rahasia, sebuah tempat yang punya cukup ruang untuk menyembunyikan barang curian dan mudah dipindahkan... dan tempat yang paling mungkin adalah mobil.

Keesokan harinya, Jae Han sengaja menghampiri supir pribadi Se Kyu dan menanyakan masalah mobil Se Kyu yang lain, mobil yang berwarna merah. Dia menanyakannya dengan gaya biasa tapi sukses membuat si supir tampak gelisah. Si supir bersikeras kalau Se Kyu cuma punya satu mobil saja.




Malam harinya, Supir itu diam-diam pergi ke villa Se Kyu. Di sana, dia mengeluarkan mobil Se Kyu yang disembunyikan di garasi villa lalu mengendarai mobil itu sampai ke tepi danau. Dia sudah hampir mendorong mobil itu ke danau... saat tiba-tiba saja Jae Han yang sedari tadi membuntutinya secara diam-diam, muncul.


Jae Han langsung memborgol si supir dan akhirnya menemukan sebuah tas besar yang disembunyikan di bagasi.


Keesokan harinya, Jae Han membawa mobil merah itu ke kantor polisi dan menunjukkan tas besar berisi barang-barang curian itu pada Kapten "Sekarang kita punya saksi dan bukti. Apa ini cukup untuk mendapatkan surat perintah walaupun dia anak Kepala Kejaksaan?"


Kapten tampak tidak senang dengan penemuan ini tapi akhirnya dia terpaksa mengabulkan keinginan Jae Han dan Jae Han akhirnya bisa memborgol Han Se Kyu. Penangkapan anak Kepala Kejaksaan jelas langsung jadi berita heboh dan Oh Kyung Tae akhirnya dibebaskan dari penjara.


Di tahun 2015,

Hae Young ketiduran di meja kantornya. Begitu dia terbangun keesokan harinya, dia mendengar Detektif Kim dan Hun Gi baru datang sambil berbincang dengan riang seolah tak pernah ada duka. Dia juga melihat tulisannya di papan tentang kasus perampokan itu sudah tidak ada... seperti tak pernah ada.

Dia lalu menoleh ke samping dan kaget melihat meja kerja Soo Hyun beserta semua isinya sudah kembali seolah tak pernah dipindahkan. Menyadari masa lalu pasti sudah berubah, dia langsung menanyakan tentang Soo Hyun. Dimana Detektif Cha? tanyanya pada mereka berdua. Detektif Kim dan Hun Gi malah langsung menoleh padanya penuh keheranan.


"Detektif Cha kan izin sakit," kata Hun Gi.

"Kau kan juga ada disana waktu itu," kata Detektif Kim.


Senyum Hae Young langsung merekah lebar mendengarnya. Dia lalu pergi ke rumah Soo Hyun... dimana dia melihat Soo Hyun baru bangun tidur dengan dikelilingi kedua keponakan nakalnya.

Wah! Dia benar-benar hidup lagi kayak tidak pernah terjadi apapun. Saat menyadari Hae Young menatapnya, Soo Hyun langsung membentak, "Apa?! Belum pernah lihat orang sakit?"


Beberapa saat kemudian, Hae Young dipaksa kedua keponakannya Soo Hyun bermain hompimpa bersama.


Kedatangannya disambut dengan hangat oleh ibu Soo Hyun, apalagi selama ini belum pernah ada rekan kerjanya Soo Hyun yang datang berkunjung.

"Tapi... umurmu berapa?" tanya Ibu. Hahaha..! Mau dijadiin mantu kayaknya.


Belum sempat Hae Young menjawab, Soo Hyun tiba-tiba muncul dan memanfaatkan kedatangan Hae Young agar dia bisa keluar rumah. Dia pura-pura membuat alasan kalau Hae Young datang kemari pasti untuk menjemputnya karena kantor lagi sibuk. Hae Young hendak menyangkalnya tapi Soo Hyun cepat-cepat menendangnya dan memaksanya pergi.

Paham isyarat itu, Hae Young akhirnya pura-pura membenarkan ucapan Soo Hyun lalu beranjak bangkit. Ibu terus berusaha mencari tahu umurnya sebelum Hae Young pergi. Tapi Soo Hyun langsung menendang Hae Young keluar sebelum dia sempat mengucapkan apapun pada ibunya.


Dalam perjalanan, Hae Young terus menerus melirik Soo Hyun, kagum melihat Soo Hyun masih hidup sambil mengusap ingus. Soo Hyun heran ditatap seperti itu. Hae Young tiba-tiba bertanya padanya, apakah Soo Hyun tidak pernah menyesal menjadi seorang polisi? Pekerjaan ini berbahaya dan membuatnya jadi tidak bisa punya kehidupan perkawinan yang normal.

 
Itu adalah percakapan yang membuat Soo Hyun tidak nyaman. Dia langsung menyuruh Hae Young untuk berhenti lalu cepat-cepat pergi setelah terlebih dulu menyuruh Hae Young untuk tidak bolos hanya karena dia tidak masuk kantor.


Apakah sekarang kasus Se Kyu benar-benar sudah selesai sampai disini? Malam harinya, Soo Hyun membrowsing informasi kasus ini dan mendapati kalau Se Kyu hanya dikenakan hukuman penjara 6 bulan. Bah! hukum memang tidak pernah adil untuk orang kecil. Oh Kyung Tae dipenjara sampai 20 tahun, si pelaku yang asli malah cuma 6 bulan!

Karena apa dia cuma dihukum 6 bulan? Ternyata hal itu karena pengacaranya berkata kalau Se Kyu sangat amat menyesali perbuatannya. Dia bahkan mengklaim kalau Se Kyu sudah berencana menyerahkan diri tapi malah ditangkap duluan. Ada yang berubah di masa lalu dan di masa depan. Namun ada juga yang tidak berubah. Se Kyu di masa sekarang tetap menjadi seorang pengacara di sebuah firma hukum ternama.

Lalu bagaimana dengan Kyung Tae setelah dia keluar dari penjara? Hae Young mencoba membrowsing kasus runtuhnya jembatan Hanyoung dan mendapati sebuah berita baru. Seorang mantan napi membunuh seseorang karena dendam atas insiden runtuhnya Jembatan Hanyoung.

Tahun 1995,


Setelah keluar dari penjara, Kyung Tae langsung mendatangi Shin Dong Won dan menusuknya berkali-kali sampai dia mati. Dia langsung kembali dipenjara gara-gara itu. Jae Han sangat kecewa dengan perbuatan gegabah Kyung Tae tapi Kyung Tae tidak peduli. Dia hanya membuat Dong Won membayar kejahatannya dan sekarang dia dipenjara untuk membayar kejahatannya sendiri.


"Hanya Hyung saja yang ada di sini. Semua orang yang terlibat tetap menjalani hidup mereka, tapi kenapa hanya Hyung yang ada didalam sini? Kenapa Hyung melakukannya? Penjahat yang sebenarnya melupakan semuanya dan melanjutkan hidup mereka. Kenapa? Kenapa hanya Hyung yang masih disini?"

Tahun 2015,


Hae Young mengunjungi penjara dan mendapati Kyung Tae sudah meninggal dunia saat Kyung Tae masih menjalani masa hukumannya. Karena dia tidak punya keluarga yang mengurus pemakaman, akhirnya mayatnya dikubur di hutan. Bahkan nisannya pun hanya berupa papan kayu. Kuburannya sangat menyedihkan hingga membuat Hae Young teringat akan nisan hyung-nya yang juga cuma berupa papan kecil tertempel di pohon.

"Walaupun masa lalu berubah, tapi ada hal-hal yang tak kan pernah berubah. Dunia masih tetap tidak adil."

Tahun 1995,

Jae Han masuk kantor sambil ngomel-ngomel kesal gara-gara membaca berita tentang Se Kyu yang katanya mencuri cuma karena penasaran. Jae Han marah karena investigasi kasus ini jelas tidak dilakukan dengan benar. Mana mungkin ada orang mencuri 3 rumah hanya karena penasaran. Lagipula ada beberapa barang curian yang sampai sekarang masih belum ditemukan.

Begitu Kapten datang, Jae Han hendak protes keras tapi malah terheran-heran mendapati Kapten sedang mengepaki semua barang-barangnya. Kapten ternyata dipindah-tugaskan tanpa alasan yang jelas. Tapi Jae Han yakin kalau masalah ini pasti karena Se Kyu.


Kapten langsung cepat-cepat mengajak Jae Han keluar dan membisikinya sebuah rahasia besar. Kapten memberitahu Jae Han bahwa tim polisi Jinyang yang menyelidiki insiden runtuhnya Jembatan Hanyoung, memeriksa latar belakang Perusahaan Konstruksi Sekang, perusahaan konstruksi yang membangun jembatan itu.

Dari hasil pemeriksaan itu, mereka menemukan petunjuk tentang korupsi besar yang melibatkan anggota kongres dan petinggi perusahaan itu. Dan nilai korupsi itu diperkirakan sampai milyaran dolar.

Kasus ini berhubungan dengan kasus perampokan yang dilakukan Se Kyu, karena 3 rumah yang dirampok Se Kyu punya kaitan erat dengan kasus korupsi itu. Entah apakah Se Kyu melakukan perampokan ini dengan mengetahui rahasia itu atau tidak, tapi Kapten menduga bahwa bukti penting mengenai kasus ini ada diantara barang yang dicuri. Kasus ini jauh lebih besar daripada kemampuan kepolisian karena itulah Kapten sangat menyarankan agar Jae Han tetap diam dan pura-pura tidak tahu apa-apa.


Belum sempat melanjutkan percakapan mereka lebih jauh, Kapten pengganti tiba-tiba muncul... dan si pengganti itu adalah Bum Joo. Sejak awal Bum Joo memang brengs*k. Dia bahkan tak segan-segan menyindir Kapten yang menurutnya terlalu lembek dan tak bisa mengontrol anak buahnya sendiri.


Begitu melihat Jae Han, dia langsung mencaci Jae Han dan mengatainya sebagai penyebab kekacauan ini. Berbeda dengan Kapten yang menerima hinaannya dengan lapang dada, Jae Han langsung balas menyindir Bum Joo dengan sengit.


"Seharusnya kami dapat penghargaan karena berhasil menangkap Han Se Kyu. Tapi bos kami malah dipecat lalu atasan menggantikannya dengan salah satu anj*ng mereka! Sepertinya ada yang ingin mereka sembunyikan. Jangan khawatir. Aku tidak akan mengecewakanmu. Akan kubongkar semuanya."


Jae Han memulai penyelidikannya dengan mencari tahu terlebih dulu tentang barang curian apa yang hilang. Ia menemukan kalau satu-satunya barang curian yang hilang adalah sebuah kalung berlian biru. Kalung berlian biru itu dicuri dari rumah Anggota Kongres Jang.


Tak butuh waktu lama bagi Han Se Kyu untuk pulang kembali ke rumahnya. Pengacaranya memperingatkan kalau ketiga keluarga lain mau berdamai dengan Se Kyu asalkan Se Kyu mengembalikan semua barang yang dicurinya. Dia juga memperingatkan Se Kyu untuk tetap tutup mulut mengenai masalah itu. Hmm... sepertinya Se Kyu tahu tentang korupsi itu.


Anggota Kongres Jang dikerubungi wartawan mengenai masalah pencurian itu. Awalnya dia tenang-tenang saja menanggapi pertanyaan-pertanyaan para wartawan, menampilkan senyum ramah sambil berpura-pura berbaik hati memaafkan Se Kyu. Tapi tiba-tiba seseorang berseru dan bertanya...

"Apa anda sudah mendapatkan barang Anda yang hilang?" teriak Jae Han.

Anggota Kongres Jang langsung terdiam tak nyaman mendengarnya. Dia langsung pergi tanpa mengatakan apapun. Tapi Jae Han langsung mengejarnya dan bertanya-tanya kenapa Anggota Kongres Jang berbaik hati pada Se Kyu tapi tidak pada Kyung Tae "Atau mungkin... Anda tidak punya pilihan lain selain melepaskannya karena kalung berlian biru itu?"


Sindirannya langsung membuat Anggota Kongres Jang resah. Sepertinya dia ingin mencengkeram baju Jae Han. Tapi menyadari ada banyak wartawan yang memperhatikan gerak-geriknya, dia akhirnya berusaha bersikap tenang dan pura-pura cuma mau merapikan bajunya Jae Han saja.

Di tahun 2015,


Soo Hyun sedang menikmati secangkir kopi sambil melihat pemandangan malam di atap. Hae Young bergabung dengannya tak lama kemudian. Hae Young menanyakan sakit flu yang diderita Soo Hyun tapi Soo Hyun tidak mau membahasnya.


"Jaga dirimu. Jangan sampai sakit atau terluka," ujar Hae Young.

Soo Hyun langsung menatapnya dengan aneh, heran dengan perhatian Hae Young padanya. Hae Young beralasan kalau tadi itu dia hanya menasehati Soo Hyun untuk jaga kesehatan agar dia bisa menikah.


"Apa kau ingat dengan percakapan kita? Aku pernah tanya tentang apa yang akan kau lakukan seandainya kau mendapat pesan dari masa lalu? Waktu itu kau bilang kau akan mencobanya daripada tidak melakukan apapun dan menyesalinya, bahkan sekalipun nantinya akan terjadi kekacauan. Tapi, kurasa kau salah. Yang terbaik adalah mengabaikan pesan-pesan itu. Segalanya benar-benar bisa jadi kacau"


Jam 11:23, walkie talkie-nya Hae Young menyala kembali. Jae Han baru saja memberitahu Hae Young tentang hilangnya berlian biru yang mungkin bagian dari kasus yang jauh lebih besar, tapi Hae Young cepat-cepat menyelanya dan memberitahu Jae Han bahwa transmisi ini lebih baik dihentikan sampai disini.

"Kita tidak bisa mengubah dunia, iya kan? Kita hanya membuat segalanya semakin berantakan. Seorang polisi yang tidak ada hubungannya dengan ini, nyaris mati karena kita."


Jae Han langsung panik mendengarnya. Di saat dia sangat membutuhkan bantuan Hae Young, Hae Young malah ingin mengakhiri hubungan mereka. Jae Han berusaha meminta Hae Young untuk mencari tahu keberadaan kalung berlian biru itu, tapi Hae Young sudah membulatkan keputusannya.


"Letnan! Letnan! Aku tidak tahu apa yang salah, tapi jika ada seseorang yang melakukan kejahatan maka mereka harus membayarnya walaupun mereka punya banyak uang. Itulah tujuan kita menjadi polisi!"


Tapi tepat saat itu juga transmisi mereka terputus. Hae Young benar-benar memutuskan untuk melupakan segala hal yang berhubungan dengan Jae Han. Dia menghancurkan segala informasi tentang Jae Han termasuk laporan kasus korupsi yang melibatkan Jae Han, lalu membuang walkie talkienya di kantong sampah yang kemudian dia buang ke tempat pembuangan sampah.


Setelah itu, dia langsung pulang tanpa mengetahui kalau Kapten Ahn diam-diam mengawasinya. Kapten Ahn membuka kantong sampah itu dan menemukan walkie talkie yang di belakangnya ada stiker smiley. Kapten Ahn tampaknya mengenali walkie talkie itu.


Keesokan harinya, Soo Hyun baru tiba di kantor dan berpapasan dengan Kapten Ahn. Dia cepat-cepat menghentikan Soo Hyun lalu mulai menanyai Soo Hyun tentang walkie talkie Jae Han "Walkie talkie yang ada stiker smiley warna kuning. Kau kan yang menempelkannya?"

Flashback,


Jae Han dipaksa teman-temannya untuk mengajari Soo Hyun cara menyetir yang benar, tapi Soo Hyun selalu membuat kesalahan bahkan hampir saja menabrak mobil orang, Jae Han sampai stres dibuatnya. Kesal, Jae Han akhirnya menyerah dan keluar dari mobil. Tapi walaupun begitu, Soo Hyun tidak menyerah begitu saja dan terus berusaha belajar menyetir sendiri. Tapi ujung-ujungnya malah hampir menabrak Jae Han dan yang lainnya.


Jae Han marah besar gara-gara kejadian itu. Soo Hyun berusaha meredakan kemarahan Jae Han dengan memberinya kopi yang sesuai selera Jae Han. Tapi Jae Han malah menolaknya dan berkata kalau dia cuma minum kopi kalengan. Dia lalu melanjutkan omelannya dengan mengkritik Soo Hyun yang selalu saja melakukan hal-hal seperti seorang pembantu dan bukannya menyelidiki kasus layaknya polisi yang lain.



Saat Jae Han sedang tidak di kantor, Soo Hyun diam-diam menaruh kopi kalengan di meja kerjanya dan sebuah pesan yang dia tempel dengan stiker smiley. Di pesan itu ada simbol love-nya tapi kemudian cepat-cepat dia coret dan dia ganti sebagai tanda seru. Di meja itulah, Soo Hyun menemukan walkie talkie Jae Han.


Saat rekannya Jae Han melihat Soo Hyun memegang walkie talkie itu, dia memperingatkan Soo Hyun untuk tidak menyentuh walkie talkie itu karena walkie talkie itu adalah jimat keberuntungan Jae Han. Mendengar itu, Soo Hyun diam-diam menempeli walkie talkie itu dengan stiker smiley.

Bersambung ke episode 7 part 2

1 comment :

  1. Lanjut mbak, jd deg2an lhat kapten ahn
    Takug wAlkje talkienya diambil

    ReplyDelete