February 11, 2016

Signal Episode 6 - 2

Signal Episode 6 - 2


Hae Young menangis saat ia teringat penyesalan Jae Han yang menyalahkan dirinya sendiri atas segalanya. Dia kembali ke kantor dan mendapati ada bunga krisan putih di meja kerjanya Soo Hyun.




Dia mengambil foto Batman yang mengingatkannya akan pertemuan pertama mereka dan semua kenangan sejak Soo Hyun meremehkannya hingga ia mempercayainya. Tapi tiba-tiba dia teringat saat dia memberitahu Jae Han untuk menemukan pelakunya dan mengembalikan segalanya seperti semula.


"Jika kita menemukan pelakunya..." ujar Hae Young

"... kita bisa mengubah masa depan" ujar Jae Han

Di tahun 1995,


Jae Han mulai menyelidiki kembali kasus ini. Satu per satu, dia menanyai para polisi yang ikut dalam aksi pengintaian tanggal 10 September 1995. Dari semua informasi yang dikumpulkannya, Jae Han menyimpulkan bahwa malam itu para polisi berjaga di segala penjuru jadi seharusnya si perampok tidak mungkin bisa melarikan diri.

Di tahun 2015,


Hae Young juga berusaha mencari informasi dari polisi yang dulu ikut dalam aksi pengintaian tapi si polisi menolak menjawab pertanyaannya. Saat dia kembali ke kantor, dia malah mendapati Eui Kyung sedang memindahkan semua barang-barang Soo Hyun. Eui Kyung memberitahunya bahwa dia diperintahkan untuk memindahkan meja kerja Soo Hyun untuk petugas polisi yang lain. Hae Young langsung melarang Eui Kyung memindahkan meja itu.

"Tapi aku diperintahkan oleh atasan."

"Siapa yang menyuruhmu? Siapa?"


"Aku yang menyuruh," sela Kapten Ahn.

Kapten Ahn mengingatkan Hae Young kalau mereka adalah pekerja yang digaji dari pajak yang dibayar rakyat dan bahkan meja itu pun dibeli dengan uang rakyat jadi meja itu tidak boleh dianggurin begitu saja.

Kesal, Hae Young langsung memprotes dan menyindir sikap Kapten Ahn yang sama sekali tidak menghormati rekan kerja mereka yang baru meninggal dunia kemarin. Mendengar itu, Kapten Ahn langsung mengingatkan Hae Young bahwa dia sama sekali tidak punya hak meneriakkan protes itu karena dia bahkan tidak melakukan apapun untuk menyelamatkan Soo Hyun padahal malam itu dia bersama Soo Hyun.


Sampai malam tiba, Hae Young terus merenung menatap tempat kosong yang tadinya berisi meja kerja Soo Hyun. Dia teringat saat Soo Hyun pernah mengomelinya untuk tidak membiarkan emosi menguasai pikirannya saat bekerja. Ingatan itu langsung membuat semangat Soo Hyun kembali lagi.


Dia mengesampingkan semua emosinya dan mulai menyelidiki kembali kasus pencurian itu. Dia mulai menulis ringkasan daftar 4 korban pencurian di papan. 2 korban pertama adalah rumah-rumah CEO perusahaan besar sementara 2 korban terakhir adalah rumah-rumah pejabat tinggi. Bukti yang mengarah ke Kyung Tae adalah sidik jari sebagian yang ditemukan di kotak surat dan kesaksian Han Se Kyung yang pada malam perampokan itu terjadi, dia sedang sendirian di rumah.

Walaupun tidak punya foto-foto TKP ataupun berkas investigasi tapi Hae Young yakin kalau dia pasti bisa menemukan sebuah petunjuk "Transmisi pasti akan datang lagi. Aku harus menemukannya sebelum itu. Bukti, saksi dan juga kasus. Aku harus melihatnya seperti sebuah titik di kejauhan. Jangan biarkan emosi menguasai penilaianku."


Keesokan paginya, Detektif Kim baru tiba di kantor dan mendapati Hae Young menatap papan informasi kasus perampokan tahun 1995. Detektif Kim mendesah melihatnya dan menyuruh Hae Young berhenti saja... tapi kemudian, dia memberikan sebuah berkas tebal berisi copy laporan investigasi kasus perampokan itu.


Berkas-berkas itu berisi segala informasi yang dibutuhkan Hae Young. Mulai dari data-data korban, foto-foto TKP, bahkan juga ada foto-foto barang-barang yang dicuri yang semuanya adalah perhiasan-perhiasan mahal. Dari data-data korban, Hae Young mendapati anak-anak korban pernah bersekolah di SMP dan SMA yang sama.


Hae Young menyadari ke-4 itu bersahabat sejak kecil. Mereka bisa bebas keluar-masuk rumah masing-masing... dan tidak akan pernah dicurigai. Tapi dari ke-4 anak itu yang menjadi saksi hanya Han Se Kyu seorang. Hae Young bertanya-tanya pada dirinya sendiri "Bagaimana seandainya kesaksiannya bohong?"

Di tahun 1995,


Jae Han juga mencurigai kesaksian Se Kyu. Bahkan hari itu, dia sengaja menemui Se Kyu langsung ke rumahnya setelah teleponnya terus menerus ditolak Se Kyu. Dia menolak bicara dengan Jae Han tapi Jae Han tidak peduli dan langsung bertanya curiga apakah malam itu Se Kyu benar-benar melihat perampok keluar dengan melompat lewat jendela timur? Aneh sekali jika memang perampok itu melompat lewat jendela timur karena malam itu jelas-jelas ada banyak polisi berjaga di segala penjuru, tapi tidak ada seorangpun yang melihat perampok itu.

Saat Se Kyu dengan kasarnya berkata kalau dia memang melihat si perampok lompat lewat jendela timur, Jae Han langsung membentaknya dengan ucapan yang sama kasarnya dan mengingatkan Se Kyu "Dulu kau bilang di jendela yang di arah sebaliknya... sampai kapan kau mau berbohong. Sejak awal tidak ada siapapun disana, bukan? Jika benar ada seseorang maka tidak mungkin dia bisa kabur. Kenapa kau berbohong?!"

"Aku tidak mau bicara lagi, pergi sana!"

"Jadi kau pelakunya?"


Kesal, Se Kyu langsung menyuruh supirnya untuk mengusir Jae Han. Saat melihat Se Kyu masuk rumahnya, Jae Han teringat ucapan Eun Ji kalau si perampok ini adalah seorang amatiran buktinya sampai sekarang barang curiannya belum ditemukan di pasaran, hal itu membuktikan kalau si perampok bukan orang yang berhati-hati tapi hanya belum mengerti cara menjualnya. Kyung Tae juga pernah bilang kalau si perampok itu bisa dengan mudahnya masuk ke rumah-rumah yang tingkat keamanannya sangat tinggi.

"Amatir yang bisa masuk dengan mudah dan tidak akan dicurigai oleh siapapun. Dia orangnya, dia pelakunya," pikir Jae Han.


Di kantor, Jae Han diomeli habis-habisan oleh Kapten setelah Kapten mendapat kabar tentang perbuatan Jae Han yang melabrak Se Kyu. Jae Han memperlihatkan peta area perumahan itu dan menunjukkan pada Kapten bahwa malam itu para polisi yang berjaga di segala arah jadi jika malam itu benar-benar ada seorang pencuri yang kabur maka tidak mungkin dia bisa lolos. Tapi fakta bahwa mereka tidak menangkap siapapun, itu menunjukkan bahwa sejak awal mereka memang tidak mengejar siapa-siapa.

"Si bocah Han Se Kyu itu, dia berbohong sejak awal. Dia bohong soal pencurian dan dia bohong tentang ada orang yang 'lari kesana'."

Kapten bersikeras kalau kasus ini sudah selesai dan pelakunya sudah tertangkap. Jae Han tidak terima, Han Se Kyu itu berbohong dan jika kesaksiannya palsu maka sudah seharusnya investigasi ini dibuka kembali. Kapten tidak percaya kalau Se kyu berbohong karena dia itu anak seorang kepala jaksa.

"Kalau dia anak Kepala Kejaksaan, apa itu artinya dia lahir dengan alat pendeteksi kebohongan di mulutnya? Toling beri saya surat perintah. Kalau saya menyelidiki segala sesuatu tentangnya, saya pasti akan mendapatkan sesuatu"

Kapten menolaknya dan mengingatkan Jae Han bahwa semua orang punya tingkatan masing-masing. Omongan orang setingkat Han Se Kyu selalu benar sementara omongan orang setingkat Kyung Tae adalah omong kosong. Jae Han langsung berteriak kesal, apakah itu artinya dia harus tutup mulut melihat ketidakadilan ini. Kapten memberitahu Jae han bahwa satu-satunya cara membuktikan tuduhannya adalah hanya jika Jae Han punya bukti yang tak terbantahkan. Jae Han langsung pergi menemui Kyung Tae, mungkin untuk menginterogasinya, tapi Kyung Tae menolak menemuinya.


Tak lama kemudian, dia mendengar suara Hae Young menyapanya dari walkie talkie. Jae Han langsung bertanya tentang Kyung Tae, apa yang terjadi pada Kyung Tae di masa depan? Hae Young memberitahunya bahwa Kyung Tae telah membunuh seseorang "Seorang polisi telah mati."

Saat Hae Young bertanya apakah Jae Han sudah menangkap pelaku yang sebenarnya, Jae Han mengaku kalau dia sudah menemukan tersangka tapi dia tidak bisa mendapatkan surat perintah penahanan dan sangat sulit untuk mencari bukti di sekitar tersangka.


"Apa tersangka itu adalah saksi Han Se Kyu?" tanya Hae Young

Jae Han kaget dari mana Hae Young bisa tahu? Hae Young memberitahunya bahwa dia sudah membaca laporan kesaksian Han Se Kyu dan mendapati ada yang aneh dari penyataan Se Kyu karena awalnya Se Kyu menunjuk orang lain tapi kemudian dia ganti menunjuk Kyung Tae.

Hae Young berkata bahwa dalam kasus seperti ini, biasanya korban akan mengalami trauma dan sulit mengingat wajah si pelaku dengan akurat. Tapi anehnya, Se Kyu menunjuk Kyung Tae dengan penuh keyakinan. Ditambah lagi, foto Kyung Tae yang ditunjukkan pada Se Kyu sebenarnya foto lama. Hal ini menunjukkan kalau Se Kyu pasti sudah pernah bertemu Kyung Tae sebelum insiden perampokan terjadi. Entah bagaimana mereka bisa saling mengenal, tapi Se Kyu pasti mengenal Kyung Tae hingga dia menarget dan mengkambinghitamkan Kyung Tae.


Jadi yang harus mereka lakukan sekarang adalah mencari tahu bagaimana mereka bertemu. Saat Jae Han memberitahu kalau Kyung Tae menolak menemuinya, Hae Young berkata kalau dia yang akan mencari tahu "Walaupun sudah 20 tahun, Oh Kyung Tae masih ada disini. Yang harus anda lakukan disana adalah menemukan bukti. Barang-barang curian itu masih belum bisa ditemukan. Itu artinya, dia mencuri bukan untuk mendapatkan uang. Jika anda bisa menemukannya maka itu bisa menjadi bukti yang anda butuhkan"

"Akan kutemukan. Pasti akan kutemukan. Letnan Park, tolong bujuk Kyung Tae"

"Detektif Lee, anda juga harus bisa mengungkapkan kasus ini. Kumohon"

Di tahun 2015,


Kyung Tae tidak mau bicara bahkan tidak mau memandang Hae Young saat Hae Young menemuinya. Tapi saat Hae Young menyinggung kegagalan rencana yang sudah disusunnya selama 20 tahun dan bagaimana Dong Won pasti sedang berbahagia bersama putrinya saat ini, Kyung Tae akhirnya mulai buka suara dan mengancam akan membunuh Hae Young kalau Hae Young sampai menyinggung nama Dong Won lagi.

"Tidak. Sejak awal kau sudah salah. Shin Dong Won juga korban"

"Korban? Putriku mati di tangannya!"


"Kalau kau berada di posisinya, kau pasti juga akan melakukan hal yang sama. Ini bukan salahnya Shin Dong Won. Kalau kau mau balas dendam, maka lakukannya dengan benar. Seharusnya kau mengejar orang-orang yang berbohong tentang keamanan jembatan itu. Kenapa? Apa kau takut menarget orang kuat?"

"Kau tahu apa sampai berani bicara begitu? Polisi tahu apa?"

Hae Young setuju, dia juga tahu betul betapa tidak kompeten dan tidak bergunanya para polisi karena dia juga pernah mengalaminya. Tapi polisi yang terbunuh malam itu berbeda dari polisi yang lain. Kyung Tae telah membunuh polisi yang benar-benar bisa memahaminya.

"Orang yang memahamiku? Tidak ada orang di dunia ini yang bisa memahamiku"


Saat Kyung Tae beranjak pergi, Hae Young memberitahunya bahwa pelaku yang sebenarnya, orang yang telah menjebak Kyung Tae sekaligus orang yang telah membuat Kyung Tae tak berdaya menolong Eun Ji, masih hidup sampai sekarang. Orang itulah yang seharusnya Kyung Tae hukum. Seharusnya Kyung Tae membalas dendam pada orang itu. Orang yang seharusnya dihukum itu, mungkin saat ini sedang hidup damai dan bahagia.

"Aku akan membantumu. Kalau kau bekerja sama denganku, kita bisa menangkapnya" Hae Young menggenggam tangan Kyung Tae lalu mengoreksi "Tidak... tolong bantu aku. Kita harus menangkap orang itu"


Kyung Tae akhirnya setuju dan mau duduk kembali. Hae Young meminta polisi jaga untuk melepaskan borgol Kyung Tae sebelum dia mulai menginterogasi Kyung Tae. Hae Young meminta Kyung Tae untuk mengingat kembali kenangan 20 tahun yang lalu, lebih tepatnya kenangan sejak tanggal 1 September 1995. Hae Young meminta Kyung Tae untuk mengingat semuanya karena kenangan apapun sejak hari itu, bisa sangat membantu.

Kyung Tae mencoba mengingatnya... tapi pada akhirnya dia tidak ingat apapun. Hae Young mencoba membantu dengan cara lain, dengan mengingatkan Kyung Tae bagaimana pagi itu (tanggal 1 September 1995) cuacanya cerah tapi sangat dingin "Apapun tidak masalah. Coba kenang kembali pelan-pelan"

Di tahun 1995,


Jae Han mentraktir salah seorang preman untuk mencari informasi tentang barang curian itu. Si informan berkata kalau dia belum mendapati ada barang curian apapun yang masuk ke Cina dan semua kenalannya juga tidak ada yang membelinya. Jika barang curian itu masih belum ada di pasar gelap maka itu artinya si pelaku masih menyimpannya, pikir Jae Han. Tapi dimana kira-kira barang curian itu disimpan. Tidak mungkin kalau disimpan dirumah.


Maka Jae Han pun mulai berkeliling ke segala tempat yang sering dikunjungi Se Kyu. Tempat pertama yang ditujunya villa milik keluarganya Se Kyu, tapi penggeledahannya hanya berlangsung singkat karena penjaga villa melabraknya dan melaporkan perbuatannya pada polisi.


Dia lalu menanyai pegawai bank dimana Se Kyu memiliki safe deposit box pribadi, tapi pegawai bank berkata kalau Se Kyu tidak menyimpan barang apapun selama 6 bulan terakhir ini. Dia lalu pergi ke klub golf dimana Se Kyu menjadi anggota, tapi dia tetap tidak menemukan apapun di lokernya Se Kyu. Dia juga berusaha mencari ke klub-klub yang lain dan berbagai bar langganan Se Kyu, tapi tetap saja dia tidak mendapatkan hasil apapun.

Di tahun 2015,


Hae Young menanyai Kyung Tae tentang kegiatannya tanggal 10 September 1995, saat perampokan di rumahnya Se Kyu terjadi. Hari sebelumnya Kyung Tae bekerja di Incheon untuk hari Chuseok, lalu apakah tanggal 10 Kyung Tae istirahat atau pergi ke suatu tempat?

Kyung Tae mencoba mengingat kembali dan teringat kalau hari itu dia tidak bisa istirahat karena banyak pesanan yang harus diantar. Tapi saat Hae Young bertanya kemana Kyung Tae melakukan pengiriman pada tanggal itu, Kyung Tae tidak bisa mengingatnya. Hae Young akhirnya mengubah pertanyaannya dan bertanya barang apa yang Kyung Tae antarkan hari itu? Karena hari itu adalah hari Chuseok, mungkin saja dia mengantarkan buah, ikan atau daging.


Kyung Tae mencoba mengingat-ingat dan akhirnya berkata kalau hari itu dia mengantarkan ikan. Dia juga mulai ingat kalau hari itu dia mengantarkan ikan ke daerah Gaesu-dong, yang merupakan daerah tempat tinggal Se Kyu.


[Flashback]

Malam itu, Kyung Tae mengantarkan sekotak ikan ke rumahnya Se Kyu. Tepat saat dia hendak memencet bel, Se Kyu datang. Kyung Tae menoleh saat mendengar suara Se Kyu tapi malah tak sengaja menabrak Se Kyu yang berdiri terlalu dekat di belakangnya. Ikan-ikannya terjatuh dan mengenai bajunya Se Kyu.

Kyung Tae meminta maaf tapi saat dia hendak menyentuh Se Kyu, Se Kyu langsung menampiknya dan mendorongnya dengan kasar... dan gara-gara itulah, tangannya Kyung Tae secara tak sengaja menempel ke kotak surat.


Hae Young lalu memberitahukan informasi ini pada Jae Han. Jae Han tentu saja kaget mendengarnya, dia tidak menyangka kalau Kyung Tae dikambinghitamkan sebagai pelakunya gara-gara pertemuan mereka waktu itu. Jae Han langsung mengumpati Se Kyu dengan kesal. Jae Han makin kesal saat Hae Young bertanya apakah barang curiannya sudah ditemukan. Dia sama sekali tidak menemukan apapun dan tidak bisa mendapatkan surat perintah hanya karena Se Kyu orang kelas atas.


"Apa di sana juga sama?" tanya Jae Han "Jika kau punya uang dan kekuasaan. Apakah kau tetap bisa hidup dengan baik dan bahagia walaupun kau sudah melakukan sesuatu yang buruk?"


Hae Young tidak menjawabnya tapi dia melihat Se Kyu keluar dari kantornya. Dia hidup dengan baik dan bahagia bahkan sekarang dia menjadi seorang jaksa.


"Bagaimanapun sudah 20 tahun berlalu. Pasti ada sesuatu yang berubah, iya kan?" tanya Jae Han

"Iya, ada yang berbeda. Berbeda dibandingkan dulu. Kita bisa membuatnya begitu. Akan ada petunjuk dari kesaksian Oh Kyung Tae. Detektif Lee, anda harus menangkap pelakunya. Aku tidak bisa melakukannya disini."


Jae Han berkaca-kaca mendengarnya... tapi tiba-tiba sesuatu terbersit dalam benaknya. Dia lalu tanya pada Hae Young tentang apa warna mobilnya Se Kyu. Hae Young membaca filenya lalu memberitahu Jae Han bahwa mobil itu berwarna merah. (itu mobil yang dipakai Se Kyu saat dia bertemu Kyung Tae). Hae Young bingung, memangnya ada apa dengan warna mobil itu?


Tepat saat itu juga, Jae Han melihat Se Kyu pulang dengan mobil warna hitam "Sepertinya aku bisa menangkapnya... Tidak, aku pasti akan menangkapnya"

"Mati kau sekarang," geram Jae Han saat dia melihat Se Kyu masuk ke dalam rumahnya.

Komentar:

Saya speechless waktu Soo Hyun mati. Di tengah-tengah episode lagi. Lah dia kan LF-nya, terus gimana nanti ceritanya yah? Apa nanti mereka akan merubah masa lalu agar Soo Hyun bangkit dari kematian di masa depan?

Kasus ini bahkan bukan kasus pembunuhan tapi korbannya banyak. Niatnya cuma nangkap satu pencuri tapi malah berbuntut panjang sampai nyawa orang-orang yang tidak bersalahpun jadi korban.

Err... sebenarnya ada yang kurasa aneh sih dari penyelamatan penumpang bis di jembatan. Soalnya disitu kan banyak petugas medis tapi yang sibuk mondar-mandir mengeluarkan para penumpang dari bis itu kok kayaknya cuma Dong Won seorang. Dan para petugas medis baru masuk ke bis itu setelah Dong Won minta bantuan mereka mengeluarkan putrinya. Lagian orang sebanyak itu masak iya sih tidak ada satupun yang bisa menggendong Eun Ji keluar? Aneh.

3 comments :

  1. masalah yang di bis. itu sepertinya 2 orang itu kejepit dua2nya. buat nyelamatinnya harus pake alat, dan sepertinya alatnya cuma satu. makanya waktu petugasnya datang si bapak yang di bis minta anaknya dulu yang diselamatkan.

    ReplyDelete
  2. yg aneh itu knp sejak awal kok kyknya ga ada petugs yg datang ke bis itu, mrk br dtg stlh diminta si bpk, yah mungkin dibuat gt kali yah walopun jd kerasa janggal

    ReplyDelete