February 10, 2016

Signal Episode 6 - 1

Signal Episode 6 - 1
Sinopsis Signal Episode 6 - 1

Apa yang sebenarnya terjadi setelah Hae Young memberikan berbagai saran pada Jae Han lewat transmisi waktu itu? Marilah kita kembali tak lama setelah transmisi mereka terputus.

Han Se Kyu, anak salah satu korban sekaligus orang yang di episode sebelumnya melihat perampok masuk rumahnya, memberikan kesaksian tentang siapa pelaku perampokan. Sikapnya tampak agak ogah-ogahan dan congkak saat polisi memperlihat beberapa foto mantan napi yang dicurigai sebagai pelaku.




Se Kyu langsung menunjuk seseorang (aku yakin dia cuma asal nunjuk). Tapi begitu dia melihat foto Kyung Tae, tiba-tiba dia berubah pikiran dan ganti menunjuk Kyung Tae sebagai pelakunya, kali ini dia menunjuk dengan lebih tegas. Dugaan Kyung Tae sebagai pelaku semakin diperkuat dengan adanya bukti sidik jari Kyung Tae yang ditemukan di kotak surat.


Gara-gara semua bukti itulah, Jae Han langsung mengejar Kyung Tae sampai akhirnya dia berhasil menyudutkan Kyung Tae di jalan buntu dan menuduh Kyung Tae membohonginya. Kyung Tae berusaha membela dirinya dan meyakinkan Jae Han bahwa dia benar-benar bukan pelaku perampokan itu. Tapi Jae Han tidak percaya karena semua bukti menunjuk padanya.

Jae Han makin curiga saat dia teringat dengan mobil Kyung Tae. Dari mana Kyung Tae dapat uang untuk membeli mobil itu? tanya Jae Han. Kyung Tae sakit hati mendengarnya. Dia berusaha meyakinkan Jae Han kalau dia sungguh-sungguh membeli mobil itu dengan uang halal karena dia membelinya demi masa depan Eun Ji. Tapi Jae Han tidak percaya.


Eun Ji terburu-buru menghampiri mereka. Dia berusaha melindungi ayahnya dengan merentangkan kedua tangannya sebagai penghalang dan terus berusaha meyakinkan Jae Han bahwa ayahnya bukan pelaku perampokan itu. Tapi Jae Han tetap bersikeras menyuruh Kyung Tae untuk pergi bersamanya ke kantor polisi dengan cara-cara baik-baik.


Kyung Tae akhirnya menyerah dan mau pergi ke kantor polisi. Tapi dia memohon agar dia diizinkan mengantarkan Eun Ji pulang dulu. Tapi Jae Han berkata bahwa saat ini rumah Kyung Tae mungkin sudah diserbu polisi, jadi jauh lebih baik jika Kyung Tae pergi bersamanya saja. Kyung Tae akhirnya menyuruh Eun Ji pulang sendiri dan meminta Eun Ji untuk menunggunya di rumah.


Kyung Tae mengawasi Eun Ji sampai dia naik ke bis sementara Jae Han memborgol tangannya ke mobil. Jae Han tidak langsung membawa Kyung Tae ke kantor polisi.


Dia membantu Kyung Tae mengantarkan Eun Ji pulang dengan cara membuntuti bis yang Eun Ji tumpangi. Jae Han mengikuti bis itu dari samping agar Kyung Tae bisa melihat Eun Ji. Mereka melihat Eun Ji menangis.


Yang tidak mereka ketahui waktu itu adalah Shin Yeo Jin dan ayahnya naik bis yang sama dan duduk di belakang Eun Ji.

Di tahun 2015,


Ayah Yeo Jin memberitahu Soo Hyun tentang kecelakaan yang pernah dialaminya bersama putrinya 20 tahun yang lalu di jembatan Hanyoung. Kecelakaan itu sangat traumatis bagi Yeo Jin dan bahkan sampai sekarang, Yeo Jin tidak pernah sembuh dari traumanya. Yang tidak dia mengerti, apa hubungannya kecelakaan 20 tahun yang lalu itu dengan penculikan putrinya?

Soo Hyun menjelaskan bahwa putri Kyung Tae meninggal dunia dalam kecelakaan jembatan itu. Mungkin Kyung Tae menculik Yeo Jin untuk minta uang tebusan tapi ada baiknya untuk memikirkan kemungkinan lainnya. Karena itulah, Soo Hyun meminta ayah Yeo Jin untuk memberikan informasi lebih banyak tentang putrinya.


Tiba-tiba telepon rumah berbunyi. Semua polisi langsung bersiap untuk melacak. Ayah Yeo Jin mengangkat telepon itu sesuai aba-aba dari polisi. Mereka mengira Kyung Tae-lah yang menelepon.


Tapi yang tidak mereka sangka-sangka, ternyata Yeo Jin-lah yang menelepon. Polisi langsung memulai pelacakan dan dengan cepat berhasil mendapatkan beberapa perkiraan lokasi penyekapan. Mereka mendengar suara tangis Yeo Jin yang memberitahu ayahnya kalau dia kedinginan.


Menyadari sepertinya tidak ada Kyung Tae di dekat Yeo Jin, Soo Hyun langsung mengambil alih telepon dan menyuruh Yeo Jin untuk menenangkan diri dan memberi informasi tentang tempat keberadaannya.

Yeo Jin mulai memperhatikan keadaan tempatnya disekap dan menyadari kalau dia berada di dalam sebuah mobil yang tempatnya cukup luas tapi sangat tertutup dan tempat itu sangat dingin. Soo Hyun langsung menyimpulkan tempat Yeo Jin disekap adalah sebuah truk pendingin.


Di markas, Kapten Ahn mendapat informasi perkiraan lokasi truk pendingin tempat Yeo Jin disekap dan langsung memerintahkan semua orang untuk berpencar mencari truk pendingin itu di semua lokasi perkiraan.

Semua polisi yang berada di rumah Yeo Jin diperintahkan untuk ikut membantu mencari truk pendingin, hanya satu orang saja yang diperintahkan untuk tetap bersiaga di rumah korban.


Sementara polisi yang lain berhamburan keluar rumah, Soo Hyun tidak segera beranjak. Sesuatu menganggu pikirannya. Ada yang aneh dari telepon barusan, Kyung Tae selama ini terkenal sangat teliti dan cermat. Tapi kenapa sekarang Kyung Tae malah meninggalkan hape untuk Yeo Jin? Rekannya tidak ambil pusing masalah itu, dia berpikir kalau Kyung Tae mungkin cuma lupa mengambilnya, lalu memerintahkan Soo Hyun untuk keluar sekarang juga.


Soo Hyun masih tidak tenang tapi akhirnya dia menurut. Sebelum keluar, dia berhenti sebentar karena melihat ayah Yeo Jin berdiri membelakanginya. Tapi kemudian dia cepat-cepat pergi, hmm... mungkin karena dia mengira ayah Yeo Jin cuma sedang menatap kamar putrinya.


Dalam perjalanan, Hae Young menelepon dan memberitahunya bahwa sasaran utama Kyung Tae sebenarnya bukan Yeo Jin tapi ayahnya, Shin Dong Won "Kecelakaan itu tidak normal, waktu itu putri Oh Kang Tae sebenarnya bisa diselamatkan"

Tahun 1995,


Kyung Tae tidak bisa mengalihkan pandangannya dari putrinya yang menangis di dalam bis. Jae Han akhirnya memutuskan untuk memundurkan mobilnya ke belakang bis agar Kyung Tae tidak bisa melihat Eun Ji.


Tapi tak lama kemudian, jembatan itu runtuh tepat saat bis yang Eun Ji tumpangi melintas. Refleks, Jae Han langsung banting setir agar mobilnya tidak ikut terjatuh. Gara-gara rem dadakan itu, mobil-mobil lain jadi menabraknya dan membuat Jae Han dan Kyung Tae pingsan.


Bis itu terjun bebas ke bagian jalan yang runtuh di atas sungai sebelum akhirnya berguling dan mencelakai semua penumpangnya. Dong Won lah yang pertama kali terbangun dan langsung mencari-cari putrinya. Dalam keadaan terluka, dia menyempatkan diri mengeluarkan beberapa penumpang dari bis sambil terus berusaha memanggil-manggil putrinya.


Setelah berhasil mengeluarkan beberapa penumpang, Dong Won menemukan Eun Ji. Dia berusaha membangunkannya tapi Eun Ji tidak membuka matanya. Mengira Eun Ji mungkin sudah mati, dia akhirnya meneruskan mencari putrinya.


Tak lama kemudian, Jae Han akhirnya terbangun. Begitu ingat apa yang sedang terjadi, dia langsung keluar dari mobilnya dan melihat Eun Ji masih terperangkap di bis itu. Dia meneriakkan nama Eun Ji lalu berusaha mencari jalan turun.

Teriakannya itulah yang kemudian membangunkan Kyung Tae tapi Kyung Tae tidak bisa menolong karena tangannya terborgol ke mobil, akhirnya satu-satunya yang bisa dilakukannya hanya berteriak-teriak meminta seseorang menolong putrinya.


Tak lama kemudian, Dong Won akhirnya menemukan putrinya yang terperangkap di bagian belakang bis. Sekarang hanya tinggal Eun Ji dan Yeo Jin yang terperangkap dalam bis. Para petugas medis berusaha menyelamatkan kedua siswi itu. Tapi tiba-tiba mereka melihat bensin bis mulai bocor.

Kyung Tae mengetahui apa yang terjadi di bawah sana berkat koneksi radio para petugas medis yang terhubung ke mobilnya Jae Han. Para petugas medis mulai panik menyadari kalau mereka kekurangan peralatan dan tidak punya cukup waktu untuk menyelamatkan nyawa kedua siswi itu gara-gara bensin bocor.


Kepanikan Kyung Tae semakin menjadi-jadi saat dia mendengar Dong Won berteriak menyuruh mereka memilih salah satu saja. Dan mereka akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan Yeo Jin karena Dong Won mengancam akan menuntut mereka kalau nyawa putrinya tidak diselamatkan.

Jae Han berusaha mencari jalan turun tapi pada akhirnya dia terperangkap di tengah tangga jembatan karena sudah tidak ada jalan turun lagi.

Kyung Tae menjerit-jerit histeris saat melihat Yeo Jin digotong keluar dan mereka semua meninggalkan Eun Ji begitu saja.

 

Percikan mulai menyala... tepat saat Eun Ji tba-tiba membuka matanya dan melihat ayahnya... sebelum akhirnya bis itu meledak.


Kyung Tae dan Jae Han shock hebat... sebelum akhirnya mereka menjerit pilu dan tak berdaya melihat Eun Ji terbakar hidup-hidup dalam bis itu.

Di tahun 2015,
 

Hae Young menduga bahwa Kyung Tae meyakini Dong Won-lah yang bertanggung jawab atas kematian putrinya. Soo Hyun langsung curiga dari mana Hae Young tahu? Siapa yang mengatakannya?

"Ada saksi yang menyaksikannya secara langsung," jawab Hae Young

Soo Hyun menuntut siapa saksi itu? (Hmm... mungkin dia dengar dari Jae Han) Tapi Hae Young tidak menjawab dan langsung mengalihkan topik dengan mengingatkan Soo Hyun bahwa masalah siapa saksi itu tidak penting sekarang.

Sasaran utama Kyung Tae bukanlah Yeo Jin karena jika Kyung Tae ingin mengambil nyawa Yeo Jin yang hidup menggantikan Eun Ji, maka sudah pasti Kyung Tae akan langsung menghabisinya tanpa perlu susah-susah menculiknya.

Melihat cara Kyung Tae menculik Yeo Jin bahkan sampai meninggalkan jejak tentang dirinya, menunjukkan kalau dia ingin balas dendam pada Dong Won. Dia ingin membuat Dong Won sama seperti dirinya dulu yang tidak berdaya melihat putrinya mati. Karena penculikan ini dilakukan karena dendam masa lalu, Hae Young menduga mungkin Yeo Jin disekap di sekitar jembatan Hanyoung.


Tiba-tiba Soo Hyun ingat sesuatu. Sebelum dia pergi, dia melihat Dong Won membelakanginya... dengan memegang sebuah hape. Soo Hyun sekarang mengerti kalau Kyung Tae bukan tak sengaja meninggalkan hapenya tapi memang sengaja meninggalkan hape itu untuk Yeo Jin untuk mengecoh polisi. Dugaannya terbukti benar. Polisi yang bersiaga di rumah Dong Won melapor kalau Dong Won tidak ada di rumah dan pintu depan terbuka.


Sementara Hae Young dalam perjalanan mencari Kyung Tae, dia teringat kembali pada percakapan terakhirnya dengan Jae Han. Waktu itu Jae Han memberitahu Hae Young bahwa Kyung Tae bukan pelakunya.

Flashback,


Jae Han ternyata pernah melabrak rekannya yang telah menuduh Kyung Tae sebagai pelaku. Jae Han sudah mendengar kabar kalau sidik jari yang ditemukan di kotak surat itu sebenarnya hanya sidik jari sebagian dan bahkan tidak bisa diidentifikasi, lalu kenapa Kyung Tae malah dituduh sebagai tersangka?

Si Polisi itu dengan santainya membela diri dan berkata ada saksi yang melihat pelaku. Jae Han tidak percaya karena saksi itu hanya melihat sekilas dalam keadaan gelap. Si Polisi itu tidak peduli karena karena atasan mereka ingin sekali menangkap pelakunya. Hah? Jadi maksudnya dia asal menangkap orang biar bisa dikambinghitamkan sebagai pelaku gitu?!

Jae Han langsung menonjoknya dan bersumpah akan mengungkap kebenarannya. Si polisi mengingatkan Jae Han kalau Kyung Tae itu mantan napi jadi tidak akan ada orang yang percaya padanya.... Dan memang benar-benar tidak ada yang mempercayainya karena setelah itu Kyung Tae dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman.


"Kau benar... kasus ini, harusnya tetap tidak terungkap. Seharusnya aku membiarkannya saja," tangis Jae Han.

"Temukan pelaku yang sesungguhnya" ujar Hae Young "Kita sudah mengacaukan segalanya jadi kita harus mengembalikan semuanya seperti semula. Kalau kita bisa menemukan pelakunya sekarang maka kita bisa meluruskan segalanya"

Kembali ke masa kini,


Hae Young menyadari dialah yang bersalah, karena itulah dia bertekad untuk menghentikan semua ini. Dan dengan tekad itu, Hae Young langsung tancap gas menuju jembatan Hanyoung.


Pada saat yang bersamaan, Soo Hyun juga tancap gas menuju jembatan sambil menelepon Detektif Kim dan menyuruhnya untuk mengirim satu tim ke jembatan Hanyoung untuk mencari Dong Won.


Dugaan Hae Young memang benar, Kyung Tae memang berada di jembatan Hanyoung dan Dong Won datang tak lama kemudian. Dong Won mengetahui lokasi ini berkat SMS dari Kyung Tae yang menyuruhnya datang ke jembatan itu sendirian, Kyung Tae mengancam akan meningkatkan suhu truk pendingin tempat dia menyekap Yeo Jin jika Dong Won datang dengan polisi.

Begitu bertemu Kyung Tae, Dong Won langsung menonjoknya lalu menuntut keberadaan Yeo Jin. Kyung Tae hanya menatapnya dengan senyum dingin dan bertanya "Bagaimana rasanya melihat putrimu sekarat?"

"Kenapa kau melakukan ini pada kami? Kenapa?"

Kyung Tae langsung membalikkan pertanyaan itu pada Dong Won dan mengingatkan Dong Won bagaimana dulu dia mengancam semua orang untuk menyelamatkan putrinya dan membiarkan putri orang lain mati. Makanya dia ingin membuat Dong Won sama sepertinya, merasakan perasaan tak berdaya melihat putrinya sekarat.


Dong Won berlutut dan berusaha memohon-mohon agar Kyung Tae menyelamatkan putrinya. Tapi Kyung Tae mengabaikan permohonan itu dan dengan dinginnya memberitahu Dong Won bahwa yang seharusnya Dong Won lakukan saat ini adalah pergi menyelamatkan putrinya.


Hae Young akhirnya tiba di area sekitar Jembatan Hanyoung sambil celingukan mencari keberadaan Kyung Tae. Begitu melihat sosok Kyung Tae di tepi jembatan, dia langsung memarkir mobilnya di tengah jalan tol dan berlari ke seberang menembus keramaian lalu lintas.


Hae Young langsung memelintir Kyung Tae dan menanyakan keberadaan Yeo Jin. Tapi Kyung Tae tidak mempedulikannya, dia terus menatap ke satu arah sambil memanggil nama putrinya.


Hae Young mengikuti arah pandangannya dan mendapati Kyung Tae tengah menatap tugu peringatan jatuhnya jembatan Hanyoung... dan didekat tugu peringatan itu, ada sebuah truk pendingin. Hae Young cepat-cepat menelepon Soo Hyun dan mengabarkan lokasi truk itu.


Pada saat yang bersamaan, Dong Won bergegas menghampiri truk itu sambil memanggil-manggil Yeo Jin. Dia berusaha membuka truk itu tapi pintunya terkunci. Di tempat lain, tim polisi 1 menemukan truk pendingin terparkir di pinggir jalan. Sementara tim polisi 2 juga menemukan sebuah truk pendingin terparkir di area yang sepi.


Soo Hyun akhirnya tiba di truk pendingin yang berada di dekat tugu peringatan sementara Hae Young memborgol Kyung Tae dan mulai membacakan hak-haknya Kyung Tae. Tapi Kyung Tae tetap tidak mempedulikannya. Matanya terus mengawasi Dong Won lalu menyela Hae Young dan berkata "Terlalu cepat, dibandingkan 20 tahun yang kualami."


Mendengar itu, Hae Young tiba-tiba teringat dengan ucapan penjaga penjara bahwa selama di penjara Kyung Tae mempelajari keahlian elektronik. Di bawah jembatan, Soo Hyun menembak gembok truk untuk membuka pintu truk itu. Hae Young mulai memikirkan alasan kenapa Kyung Tae memutuskan untuk mempelajari keahlian elektronik selama dia dipenjara.

Refrigerator dalam truk pendingin itu menggunakan gas petroleum cair yang jika terkena percikan api maka akan membuat truk itu meledak. Dia berencana membunuh Dong Won dengan cara yang sama persis seperti Eun Ji. Tapi saat dia melihat kebawah jembatan, dia mulai ketakutan menyadari nyawa Soo Hyun juga berada dalam bahaya.


Hae Young berlari secepat mungkin ke bawah jembatan sementara Soo Hyun mulai merangkak masuk kedalam truk. Di tempat lain, kedua tim polisi juga sama-sama membuka truk pendingin temuan mereka masing-masing. Truk itu sangat gelap maka Soo Hyun pun langsung mencari saklar lampu.


Hae Young terus berlari dan berlari secepat mungkin menyusul Soo Hyun... "Detektif Cha, jangan!" teriaknya. Tapi dia masih terlalu jauh hingga Soo Hyun tidak mendengarnya.


Yeo Jin akhirnya ditemukan... oleh tim polisi dua.


Soo Hyun menemukan saklar lampu dan langsung menyalakannya... "Jangan! Minggir!" teriak Hae Young.


Soo Hyun menoleh padanya tepat saat lampu itu mulai memercikkan bunga api. Soo Hyun berpaling melihat percikan api itu... ketakutan tergambar jelas dalam matanya menyadari apa yang akan terjadi, saat tiba-tiba saja truk itu meledak, membakar Soo Hyun didalamnya dan membuat Hae Young terlempar ke belakang.


Tim polisi dan petugas pemadam kebakaran tengah berusaha memadamkan api saat Hae Young akhirnya sadar. Reaksi pertamanya adalah berlari ke truk itu tapi beberapa polisi langsung memeganginya dan mencegahnya.


Begitu api padam, petugas medis langsung mengeluarkan mayat Soo Hyun. Hae Young berlari mengejarnya tapi para polisi langsung memeganginya. Hae Young shock hebat hingga ia terjatuh berlutut dan merangkak untuk mengambil ID tag-nya Soo Hyun yang meLeleh.


Yeo Jin dilarikan ke rumah sakit, Dong Won dikawal pergi dan Kyung Tae dibawa ke kantor polisi.


Semua polisi sangat shock dan sedih saat mendengar kabar kematian Soo Hyun. Mereka berkumpul di lorong rumah sakit saat keluarga Soo Hyun tiba tak lama kemudian.


"Tidak benar, kan? Tidak benar, kan?" tanya Ibu seolah memohon pada Kapten Ahn.

Kapten Ahn meminta maaf pada Ibu saat dia harus mengkonfirmasi kebenaran kematian Soo Hyun. Ibu langsung terjatuh dan merangkak ke kamar mayat dalam tangisan yang menyayat hati semua orang.


Selanjutnya : Signal episode 6 part 2

No comments :

Post a Comment