February 8, 2016

Signal Episode 5 - 2

Signal Episode 5 - 2


Di tahun 2015,

Soo Hyun dipaksa kedua keponakannya untuk bermain jadi orang mati. Sementara dia tiduran sambil pura-pura mati, kedua keponakannya melompat-lompat mengelilinginya. Ibunya dan saudaranya sedang asyik ngobrol di ruang keluarga.


Ibu Soo Hyun berkata kalau ia sudah merencanakan sebuah acara kencan buta untuk Soo Hyun besok dengan seorang pengacara. Ibu bahkan sudah membelikan sebuah gaun warna pink untuk Soo Hyun pakai di acara itu nanti. Pfft! Bukan cuma itu saja, Ibunya Soo Hyun memang selalu membelikan pakaian warna pink. Bahkan segala macam barang-barang di kamarnya juga warna pink.




Saking asyiknya main, kedua keponakan Soo Hyun sampai merobohkan sebuah rak buku. Ibu kedua anak itu langsung ngomel-ngomel dan mengusir mereka dari kamar Soo Hyun.


Saat mengambil buku-buku yang terjatuh, Soo Hyun menemukan buku jurnal milik Jae Han. Dia lalu membalik-balik halaman buku jurnal itu dan berhenti pada catatan tentang kasus perampokan tahun 1995.


Hae Young baru saja kembali ke rumahnya saat tiba-tiba mendengar suara radio. Pada saat yang bersamaan di tahun 1995, Jae Han hendak pergi saat tiba-tiba saja dia mendengar walkie talkie yang disimpan di laci menyala. Mereka berdua langsung mengeluarkan walkie talkie mereka dan saling menyapa.


Jae Han bertanya kenapa Hae Young tak pernah ada kabar selama 6 tahun ini. Hae Young jelas langsung bingung mendengarnya "6 tahun? Jadi... disana... tahun 1995? Disini masih tahun 2015. Sekarang baru seminggu sejak komunikasi terakhir kita"

"Apa benar disana tahun 2015? Apa kau mempermainkanku? Apa kau benar-benar Park Hae Young?"


"Aku Park Hae Young yang membantu menyelidiki kasus pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu. Kita sudah bicara 5 kali. Dan berdasarkan waktumu, kita hilang kontak setelah tanggal 10 November 1989"

"Ah, aku gila rasanya"

"Aku juga tidak tahu yang sebenarnya terjadi. Tapi disini benar-benar tahun 2015"


Jae Han akhirnya memutuskan untuk menyudahi permasalahan itu dan mengalihkan topik untuk mencari informasi tentang siapa pelaku perampokan itu. Kalau Hae Young benar-benar hidup di tahun 2015 maka Hae Young pasti tahu siapa pelaku perampokan yang cukup terkenal di tahun 1995 itu.

Sayangnya, Hae Young tidak bisa membantunya. Karena kasus itu juga berada dalam deretan kasus dingin yang masih belum terpecahkan. Jae Han tidak percaya mendengarnya, masak selama 20 tahun kasus itu masih saja belum terpecahkan. Apa Hae Young yakin?


Hae Young mengeluarkan berkas kasus itu dan memberitahu Jae Han bahwa kasus itu sudah cukup lama dia jadi tidak bisa mendapatkan file aslinya. Tapi karena kasus itu cukup terkenal, dia pernah mencoba mem-profiling penjahatnya berdasarkan informasi yang dia dapatkan dari artikel koran.

"Kau mem-pro... apa?"

Hae Young menjelaskan profiling adalah teknik investigasi yang ada di masa depan. Hae Young mengaku kalau dia tidak bisa dia mengajarkan teknik ini pada Jae Han karena takutnya hal ini akan membahayakan dan merubah masa lalu.


Tapi Jae Han sudah bertekad untuk menangkap si penjahat. Dia akhirnya hanya meminta Hae Young untuk memberinya informasi tentang rumah mana yang akan jadi sasaran selanjutnya. Kemarin malam si pencuri melakukan pembobolan ke-4. Dia memohon agar Hae Young memberinya informasi karena mereka sudah berusaha keras, bahkan sudah sebulan tidak pernah bisa pulang.

Hae Young membaca dokumennya dan mencari informasi lewat internet tapi tidak banyak informasi tentang kasus ini. Hae Young hanya bisa memberi informasi bahwa pembobolan rumah ke-4 adalah pembobolan yang terakhir dan barang-barang yang dicuri pun tidak pernah ditemukan.


"Kalau begitu, lakukan saja profiling atau pro-wrestling atau apalah itu. Kau bilang itu adalah metode investigasi yang lebih baik. Membantuku menangkap satu pencuri kan tidak akan menghancurkan seluruh umat manusia. Apanya yang berbahaya? Kita kan harus menangkap para penjahat!"


Hae Young akhirnya menyerah lalu bertanya di antara daftar tersangka, adakah yang termasuk kerabat korban? Jae Han berkata bahwa mereka masih belum bisa menentukan tersangkanya. Selain itu, mereka juga menyingkirkan keluarga atau para pegawai korban dari daftar tersangka.


Hae Young akhirnya memberikan beberapa petunjuk berdasarkan dugaan-dugaan yang dibacanya di artikel koran. Si pencuri kemungkinan sudah tahu isi rumah dan bagaimana cara menembus sistem keamanan rumah-rumah itu. Jadi, jika si pencuri adalah orang luar maka pastinya yang harus dia lakukan adalah mencari tahu segala informasi tentang rumah-rumah itu dan bagaimana cara menembus sistem keamanan rumah-rumah itu.

Kemungkinan si pencuri akan mencari tahu dengan cara melihat-lihat kotak surat tiap-tiap rumah, tempat sampah atau kantong koran. Jadi kemungkinan mereka akan bisa menemukan sidik jari si pencuri di barang-barang yang dia sebutkan itu.


Saat Jae Han masih mencatat semuanya, Hae Young memperingatkan agar Jae Han berhati-hati "Transmisi ini telah membuat orang-orang yang tidak seharusnya mati jadi mati"


Transmisi mereka terputus setelah itu. Hae Young ketiduran di meja kerjanya dan Soo Hyun tidur setelah membaca buku jurnal Jae Han. Angin mulai bertiup menerbangkan kertas-kertas dokumennya Soo Hyun dan membalik-balik halaman buku jurnal itu.


Entah apa yang terjadi berkat informasi dari Hae Young itu. Tapi dalam beberapa kilas adegan, kita melihat beberapa kejadian yang memperlihatkan masa lalu yang benar-benar telah berubah.

Kyung Tae ditetapkan sebagai tersangka. Jae Han mengejarnya. Eun Ji membela ayahnya dan berusaha meyakinkan Jae Han bahwa ayahnya bukan pelaku perampokan itu. Tapi Jae Han tetap menahannya dan memborgolnya di mobil. Eun Ji akhirnya pulang naik bis sementara Jae Han dan Kyung Tae membuntuti bis yang Eun Ji tumpangi dari belakang.


Tiba-tiba jalan didepan mereka roboh tepat saat bis yang Eun Ji tumpangi melintas. Bis itu langsung ambruk. Jae Han cepat-cepat mengerem mobilnya lalu keluar dari mobilnya dan melihat tubuh Eun Ji terkapar berlumuran darah di dalam bis.


Kyung Tae tidak bisa menolong Eun Ji karena tangannya terborgol ke mobil. Tak lama kemudian, mereka melihat bis itu meledak dan membakar Eun Ji di dalamnya. Kedua pria itu hanya bisa melihat semuanya  dengan tak berdaya.

Pada saat yang bersamaan di tahun 2015, hasil browsing internet-nya Hae Young yang awalnya berjudul 'Kasus Perampokan Tak Terpecahkan' sekarang berubah menjadi 'Perampok kasus pembobolan akhirnya ditangkap' lengkap dengan foto-foto penangkapan Kyung Tae.


Tak lama kemudian, Hae Young terbangun dan mendapati kertas-kertasnya bertebaran. Dan begitu menatap layar komputernya, dia langsung shock mendapati masa lalu telah berubah lagi.


Pada saat yang bersamaan, Kyung Tae dibebaskan dari penjara.


Di kantor polisi, Detektif Kim dan Hun Gi sekarang jadi lebih bersemangat dalam bekerja. Mereka bahkan langsung mendata semua kasus dingin di Korea yang akan mereka tangani nantinya.

Tiba-tiba si polisi baru, Hwang Eui Kyung, ikutan nimbrung dan bertanya apa pendapat mereka tentang kasus 'Jack the Ripper' (Tokoh misterius yang melakukan pembunuhan berantai sadis pada abad ke-19 di London, Inggris). Tapi Detektif Kim malah tidak tahu apa itu Jack the Ripper.


Eui Kyung hendak menjelaskan tapi Hae Young tiba-tiba datang dan langsung bertanya tentang kasus perampokan tahun 1995. Detektif Kim bingung, untuk apa membahas kasus itu. Itu kan bukan kasus dingin, pencurinya juga sudah ditangkap.

Hae Young berkata bahwa dia sudah membaca informasi tentang penahanan si pencuri dan kabarnya selama dipenjara, si pencuri pernah mencoba kabur beberapa kali sehingga hukumannya jadi makin diperpanjang. Hun Gi berkata kalau pencurinya kemungkinan sudah dibebaskan tahun ini.


Eui Kyung ikutan nimbrung lagi dan memberitahu Hae Young bahwa masa hukuman Kyung Tae terus diperpanjang karena Kyung Tae terus menerus mengelak dan tidak mau mengakui perbuatannya padahal semua bukti jelas mengarah padanya.


Soo Hyun membenarkannya, Kyung Tae ditetapkan sebagai tersangka setelah sidik jarinya ditemukan di TKP. Hun Gi menambahkan bahwa lebih tepatnya sidik jari itu ditemukan di kotak surat rumah korban. Hae Young langsung shock, karena dialah yang memberi saran pada Jae Han untuk menyelidiki kotak surat atau tempat sampah di rumah korban.

Detektif Kim ingin mereka menentukan kasus dingin berikutnya yang akan mereka tangani. Tapi Hae Young langsung menyala dan menyarankan agar sebaiknya mereka membuka kasus ini kembali. Bahkan dengan sangat antusias dia langsung bertanya dimana dia bisa menemui para detektif yang pernah menangani kasus itu dulu.


Semua orang menatapnya dengan heran, kenapa Hae Young malah tertarik pada kasus yang sudah selesai itu. Hae Young terdiam beberapa saat memikirkan jawabannya, sebelum akhirnya berkata "Dia dipenjara selama 20 tahun. Bagaimana kalau mereka ternyata menangkap orang yang salah. Bagaimana kalau dia dipenjara selama 20 tahun untuk sesuatu yang tidak dia lakukan? Itu tidak benar, kan?"


Detektif Kim tetap bersikeras agar mereka menangani kasus dingin yang lain saja tapi Soo Hyun memikirkan ucapan Hae Young dan langsung mengajak Hae Young keluar bersamanya. Hae Young mengira kalau Soo Hyun mau membawanya menemui detektif yang menangani kasus perampokan itu dulu. Tapi ternyata Soo Hyun membawanya ke klub malam.


Bos klub malam itu langsung hormat pada Soo Hyun dan mengira kalau Soo Hyun datang untuk menangkapnya gara-gara dia main-main dengan anak dibawah umur. Dia berusaha membela diri dan meyakinkan Soo Hyun kalau kali ini dia tidak salah karena dia langsung memulangkan anak itu begitu dia tahu kalau dia anak dibawah umur.

Soo Hyun mengoreksi kalau dia datang hari ini bukan untuk mengurusi masalah itu tapi mengantarkan Hae Young.


Dia lalu menyuruh Hae Young untuk bertanya pada Bos itu setelah memberitahu bahwa bos klub malam itu dulu pernah lima kali dihukum atas tuduhan pencurian. Hae Young memperkenalkan dirinya lalu menanyakan masalah pencurian tahun 1995.

"Kau orang yang baru muncul setelah kasusnya setelah ditangani," kata Bos dengan nada mengejek.

Soo Hyun tersenyum geli mendengarnya tapi dia memperingatkan Bos untuk bicara dengan hormat pada Hae Young karena walaupun Hae Young masih kecil tapi bagaimanapun dia adalah seorang detektif. Jika dia tidak mau menghormati polisi maka seharusnya dia hidup dengan cara menaati hukum. Bos klub malam itu akhirnya merubah sikapnya jadi lebih sopan pada Hae Young.


Bos klub malam berkata bahwa Oh Kyung Tae adalah seorang legenda. Metodenya dalam beraksi sangat bersih. Setiap kali Kyung Tae menentukan targetnya, maka selama beberapa hari dia akan mengawasi area rumah targetnya. Banyak yang bilang, Kyung Tae selalu punya cara jitu untuk mengakses masuk ke rumah target. Kyung Tae sangat cermat dan detil hingga tidak pernah sekalipun meninggalkan sidik jari.


Pada saat yang bersamaan, seorang wanita kaya raya yang tampak sangat pucat, keluar rumah untuk mengantarkan kedua orang tuanya pergi. Setelah masuk rumah, dia menyalakan sistem keamanan rumahnya lalu masuk ke kamarnya... tanpa menyadari kehadiran bayangan yang entah kapan menerobos masuk kedalam rumahnya.

Wanita itu lalu mengambil botol obat di lemari kaca kamar mandinya. Tapi saat dia melihat bayangan dirinya sendiri di kaca, tiba-tiba dia teringat pada kejadian traumatis, kejadian ledakan bis di jembatan yang roboh. Kenangan buruk itu sangat mengguncangnya hingga tak sengaja dia menjatuhkan botol obatnya.


Saat akhirnya dia bangkit kembali, dia malah shock mendapati Kyung Tae sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan dingin dan kejam. Kyung Tae menghajar wanita itu sampai pingsan, mengembalikan botol obatnya ke lemari lalu dengan sengaja meninggalkan sidik jarinya di cermin.


Saat mereka pergi, Hae Young berpikir bahwa ada yang aneh dari kasus ini. Walaupun situasi bisa beruah tapi kepribadian inti seseorang tidak akan berubah. Jika Kyung Tae adalah orang yang sangat teliti dan detil maka tidak mungkin dia akan meninggalkan sidik jarinya di kotak surat.

Soo Hyun bertanya apakah dia mau masuk lagi dan mencari tahu lebih banyak. Hae Young bilang tidak, dia hanya ingin Soo Hyun memberinya petunjuk agar dia bisa menyelidikinya sendiri. Soo Hyun langsung mengoreksi kalau dia membawa Hae Young kemari bukan untuk membantu Hae Young tapi karena dia ingin menyelidiki Hae Young.

"Apa maksudmu?"

"Aku tidak bisa bekerja dengan seseorang yang memiliki rahasia. Kasus perampokan ini, apa sebenarnya alasanmu ingin tahu tentang kasus ini? Kenapa kau penasaran dengan kasus yang bahkan tidak banyak kau ketahui"

Tapi belum sempat mendapatkan jawaban apapun dari Hae Young, Detektif Kim tiba-tiba menelepon dan menyuruh mereka kembali ke kantor sekarang juga karena ada kasus penting.


Begitu kembali ke kantor, mereka mendapati semua polisi mondar-mandir dengan ribut. Detektif Kim menginformasikan bahwa telah terjadi penculikan. Korban adalah seorang profesor dan ayahnya adalah CEO sebuah perusahaan konstruksi.

Siapapun yang berhasil menangkap si penculik akan langsung naik pangkat, karena itulah semua polisi berlarian kesana-kemari. Detektif Kim hendak memberitahu mereka tentang siapa si tersangka saat tiba-tiba saja Kapten Ahn dan Bum Joo datang dan semua orang disuruh masuk ruang rapat.


Kapten Ahn melaporkan bahwa korban bernama Sin Yeo Jin yang diculik pada tanggal 1 November jam 9 malam. Dia diculik saat kedua orang tuanya meninggalkan rumah. Wajah si tersangka tertangkap kamera CCTV, dimana tersangka tampak sedang menyeret sebuah kantong besar. Identitas tersangka ditemukan lewat sidik jari yang ada di cermin kamar mandi Yeo Jin... dan orang itu adalah Kyung Tae yang baru dibebaskan dari penjara 3 hari yang lalu.

Dari rekaman CCTV, Kyung Tae terlihat membawa korban dengan sebuah mobil. Dari CCTV lalu lintas, mereka mendapati mobilnya Kyung Tae terparkir di daerah Gyeonggi Uicheon. Tapi baik tersangka maupun korban sudah tidak ada di mobil itu saat polisi tiba. Mereka juga tidak bisa melakukan pelacakan karena handphone dan kartu kredit korban tidak dipakai.


Bum Joo menduga kalau Kyung Tae pasti mau mencuri lagi. Tapi karena mungkin tidak ada uang tunai yang bisa dicurinya maka akhirnya dia menculik orangnya untuk mendapatkan uang.


Belum selesai dia bicara, Hae Young tiba-tiba menyela dan berkata bahwa ada yang aneh dari kasus yang satu ini. Semua polisi  yang lain, langsung mengernyit sebal karena ketidaksopanan Hae Young.

Tapi Hae Young tak peduli dan terus bicara. Dia mengingatkan semua orang bahwa Kyung Tae biasanya hanya melakukan aksi pencurian dan tidak pernah menyentuh korbannya. Metodenya kali ini pun berubah. Meninggalkan sidik jari di TKP dan tertangkap kamera, sama sekali tidak seperti metode kerja Kyung Tae. Karena itulah, Hae Young menduga bahwa kali ini pasti ada motif lain di balik penculikan yang dilakukan Kyung Tae ini.

Bum Joo tidak mempedulikan dugaan itu dan langsung menginstruksikan apa saja yang harus mereka lakukan dalam menangani kasus ini. Bum Joo mengintruksikan  mereka harus menemukan tersangka dalam kurun waktu 24 jam. Hae Young hendak bicara lagi tapi Soo Hyun cepat-cepat menghentikan mulut besarnya dengan menginjak kakinya.


Kapten Ahn mengintruksikan bahwa semua petugas polisi harus menangani kasus ini. Dia menyuruh mereka untuk memulai investigasi dari tempat mobil tersangka ditinggalkan. Begitu semua polisi keluar ruangan, Kapten Ahn langsung menonjok Hae Young dan mengomelinya karena bersikap sok hanya karena dia berhasil memecahkan kasus Gyeonggi Nambu.

Bukannya merubah sikapnya atau meminta maaf, Hae Young malah menyindir balik bahwa para polisi adalah orang-orang yang sulit diajak berkomunikasi. Soo Hyun langsung menendang kakinya dan meminta maaf pada kapten Ahn. Kapten Ahn mengintruksikan Soo Hyun untuk ikut tim yang akan pergi ke rumah keluarga korban dan menyuruh Hae Young untuk menyingkir saja.


Setelah Kapten Ahn pergi, Soo Hyun langsung mengomeli Hae Young dengan kesal. Apa Hae Young jadi polisi hanya supaya dia bisa melawan polisi yang lain? Hae Young berkata kalau dia sebenarnya tidak mau bekerja dengan orang-orang seperti mereka karena mereka tidak punya kemampuan tapi harga dirinya sangat tinggi, karena itulah mereka tidak bisa menangkap penjahat.

Kasus penculikan ini bukan sekedar penculikan biasa. Kyung Tae adalah orang yang sangat cermat tapi kali ini dia sengaja meninggalkan sidik jarinya di cermin dan membiarkan wajahnya tertangkap kamera. Karena itulah Hae Young sangat yakin bahwa Kyung Tae pasti memiliki tujuan tertentu dalam melakukan penculikan ini dan nyawa korban bisa saja berada dalam bahaya.


Jika dugaan Hae Young benar dan korban mati maka itu artinya Hae Young lah yang telah membunuhnya, ujar Soo Hyun. Jika Hae Young seyakin itu maka seharusnya dia berusaha lebih keras untuk meyakinkan semua orang tadi. Jika Hae Young terus menerus bersikap seperti ini maka tidak akan ada seorangpun yang mau mendengarnya. Dan jika itu terjadi maka akan banyak nyawa orang akan mati setiap saat.

"Aku tidak tahu kenapa kau begitu membenci polisi. Tapi jika kau tidak mampu menghadapi rasa sakit karena tidak bisa menangkap penjahatnya, maka kau tidak hak untuk mengutuk polisi"


Sementara polisi yang lain sibuk berkeliaran mengecek CCTV dan menginterogasi keluarga korban, Hae Young pergi ke penjara tempat Kyung Tae ditahan dulu. Dari penjaga penjara, Hae Young mendapat informasi bahwa selama Kyung Tae dipenjara, dia mempelajari keahlian elektronik. Kyung Tae juga sering kali sendirian dan jarang bicara. Sebenarnya Kyung Tae jarang membuat kekacauan tapi terkadang dia tiba-tiba menggila.


Dalam flashback, Kyung Tae terlihat sedang antri makan siang saat tiba-tiba saja dia melihat api di kompor berkobar. Api itu langsung memicu kenangan traumatis akan ledakan yang membunuh Eun Ji. Kyung Tae langsung berteriak-teriak histeris memanggil-manggil Eun Ji.


Hae Young menyadari bahwa masalah api itu tidak pernah disebutkan dalam laporan penahanannya. Penjaga penjara memberitahu Hae Young bahwa trauma api itu disebabkan karena putri Kyung Tae mati dalam sebuah ledakan.


Korban penculikan, Yeo Jin, terbangun dan langsung panik mendapati dirinya terkurung dalam ruang es. Dia berusaha berteriak minta tolong tapi tak seorangpun yang mendengarnya. Dia melihat ada handphone didekatnya dan mencoba meraihnya, tapi gagal. Gara-gara itu serangan panik tiba-tiba melandanya kembali dan mengingatkannya pada kejadian ledakan bis itu.


Soo Hyun meneliti kamar korban dan menemukan obat anti-depresi. Dia lalu menanyai ayah korban perihal obat itu. Ayah korban berkata bahwa Yeo Jin menderita PTSD sejak dia menyaksikan kejadian ledakan bis yang terjatuh akibat robohnya jembatan Hanyoung.


Pada saat yang bersamaan, Hae Young juga mem-browsing berita tentang robohnya jembatan Hanyoung dan ledakan bis yang membunuh putri Kyung Tae. Hae Young benar-benar tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi. Alarmnya berbunyi menunjukkan jam 11:22, maka Hae Young pun langsung mengambil walkie talkie dan menunggunya menyala.

Sementara itu di tahun 1995,


Jae Han menunggu didepan gedung pengadilan dan melihat Kyung Tae dikawal pergi oleh 3 polisi. Begitu Kyung Tae melihat Jae Han, dia langsung memberontak dari polisi penjaganya dan berlari ke arah Jae Han dan menyerangnya. Dia menyalahkan Jae Han sebagai penyebab kematian Eun Ji.

"Semua ini salahmu! Salahmu! Eun Ji-ku! Jika kau tidak menahanku, aku akan berada disisinya. Aku akan bisa menyelamatkannya! Semua ini salahmu!" teriak Kyung Tae.


Saat Jae Han kembali ke mobil, dia memutar kaset rekaman pemberian Eun Ji dan mendengarkan lagu-lagu dalam kaset itu dengan mata berkaca-kaca.

Di tahun 2015,


Begitu walkie talkie menyala tepat jam 11:23, Hae Young langsung bertanya apa yang sebenarnya terjadi? Apa Kyung Tae benar-benar bersalah? Dia memberitahu Jae Han bahwa masa lalu menyangkut kasus perampokan ini telah berubah. Dan sekarang Kyung Tae menculik seseorang dan mungkin akan membunuh orang yang diculiknya itu.


"Apa sebenarnya yang terjadi pada hari itu?" tanya Hae Young

Jae Han berusaha keras menahan isak tangisnya saat dia menjawab. "Kita salah. Tidak, tidak... aku... aku yang mengacaukan semuanya. Semuanya hancur karena salahku. Transmisi ini... seharusnya tidak pernah terjadi"


Komentar:

Kasihan banget Jae Han *puk-puk Jae Han*. Kenapa kedua kasus terakhir ini kok malah jadi salah gara-gara ulah Jae Han yah? Apa yang sebenarnya terjadi di tahun 1995 itu?

2 comments :

  1. Lanjut mbak, kasihanmlht jae han
    Sebenarnya jae han msh hdup atau tidak d tahun 2015 msh menjd misteri

    ReplyDelete