February 7, 2016

Signal Episode 5 - 1

Signal Episode 5 - 1


Soo Hyun bergegas masuk ke ruang otopsi setelah mendengar penemuan tulang belulang. Dokter mengkonfirmasi bahwa tulang belulang itu adalah laki-laki, tinggi sekitar 185 dan meninggal di usia pertengahan 30 tahunan.

Tulang belulang itu ditemukan di jalan tol 13 di Yasan. Ciri-cirinya memang sangat mirip dengan ciri-ciri pria yang Soo Hyun cari-cari selama ini. Tapi kemudian dokter berkata bahwa bahu tulang itu mulus dan tidak ada plat logam di bahu kanannya. Jadi tulang belulang ini bukan mayat pria yang Soo Hyun cari.

Dokter bertanya-tanya siapa sebenarnya yang Soo Hyun cari? Apa mungkin pacar lama? Tapi Soo Hyun menolak menjawabnya lalu cepat-cepat pergi.




Setelah Soo Hyun pergi, dokter memberitahu partnernya bahwa Soo Hyun itu selalu datang setiap kali mereka menemukan tulang belulang. Entah siapa yang dicarinya, mungkin seseorang yang sangat ingin dia temukan atau seseorang yang mungkin dia harapkan sudah mati.


Soo Hyun akhirnya pergi dengan langkah lesu. Tapi kemudian dia berhenti saat melihat sebuah ruangan berlabel 'ruang jaga malam'. Ruangan yang mengingatkannya pada masa lalunya.

Flashback 1 September 1995,


Hari itu adalah hari pertama Soo Hyun dipindah-tugaskan ke departemen kejahatan berat di Kepolisian Distrik Seoul. Kedatangannya sontak menarik perhatian semua orang karena orang-orang yang bekerja di departemen itu semuanya adalah pria. Gayanya sangat kaku dan formal saat dia pertama kali melapor dan memperkenalkan dirinya pada semua orang, dan pertanyaan pertama yang diajukannya adalah dimana ruang jaga malam khusus wanita?

Karena Soo Hyun adalah petugas wanita pertama yang mereka miliki, jadi tentu saja mereka hanya punya ruang jaga malam khusus pria. Kapten akhirnya memutuskan untuk mengubah ruang jaga malam mereka jadi ruang tugas malam khusus wanita. Semua polisi langsung berlarian panik mengeluarkan barang-barang mereka dari ruangan itu.


Jae Han sedang tidur nyenyak setelah tugas pengintaian selama 3 hari, saat semua orang ribut memindahkan barang-barang mereka. Jae Han langsung dipaksa untuk bangun tapi Jae Han mau bangun-bangun.


Kesal, Jae Han protes protes pada Kapten. Dia tidak terima diusir dari ruangan itu, dimana mereka akan tidur nantinya kalau mereka memberikan ruangan itu pada polisi wanita itu? Kapten berkata kalau dia akan mengosongkan gudang untuk ruang jaga malam mereka nantinya. Tapi Jae Han tetap tak terima, masak mereka musti dipindahkan ke gudang hanya demi wanita itu.


Rekannya setuju dengan Jae Han. Tapi mereka bingung bagaimana harus memberitahukann pada Soo Hyun. Dia dan Jae Han akhirnya hompimpa untuk menentukan siapa yang harus bicara pada Soo Hyun dan Jae Han kalah.


Jae Han akhirnya masuk kembali ke ruangan itu dan menceramahi Soo Hyun bahwa saat mereka memakai seragam polisi maka tidak ada yang namanya perbedaan antara pria dan wanita.

"Dan jika sekali lagi kau bertingkah sebagai wanita dan jadi orang rewel, kau akan mati! Mengerti?" ancam Jae Han

Jae Han lalu mengklaim kembali ruangan itu dengan kembali melanjutkan acara tidurnya dan mengusir Soo Hyun.

Kembali ke masa kini,


Sementara itu di kantor polisi, Hae Young menatap resume Jae Han sambil memikirkan percakapannya dengan bibi Won Kyung tentang Jae Han.


Bibi waktu itu berkata bahwa Jae Han selalu mengunjungi makam Won Kyung setiap tahun. Tapi sekarang dia tidak pernah lagi bertemu dengannya dan Jae Han juga sudah tidak pernah lagi mengunjungi makam Won Kyung. Hae Young bertanya apakah mungkin Jae Han berhenti berkunjung sejak tahun 2000? Tapi bibi tidak bisa memberikan jawaban pasti karena dia tidak terlalu ingat sejak tahun kapan.


Penasaran, Hae Young akhirnya memutuskan untuk menanyakan masalah Jae Han pada Kapten Ahn yang dulu turut menangani kasus penculikan Kim Yoon Jung bersama Jae Han. Kapten Ahn langsung membeku mendengar Hae Young menyebut nama itu. Kenapa Hae Young mencari Jae Han? tanya Kapten Ahn.

"Itu alasan pribadi. Dia bertugas di Jinyang sampai tahun 2000 tapi datanya mengatakan kalau dia diberhentikan tahun 2001. Kenapa dia diberhentikan?"

Kapten Ahn menjawabnya dengan bertanya balik, apa Hae Young tahu kriteria apa yang menyebabkan seorang polisi diberhentikan? Hae Young menyebutkan beberapa hal seperti gangguan mental, gangguan kepribadian, tidak bertanggung jawab, moral rusak dan lain sebagainya.


Kapten Ahn menambahkan "Satu lagi, jika polisi itu tidak mungkin lagi menjalankan tugas. Menghilang."


Hae Young langsung shock dan tidak percaya mendengarnya. Saking bingungnya, Hae Young langsung memberondong Kapten Ahn dengan berbagai pertanyaan. Kenapa Jae Han menghilang? Bagaimana dia bisa menghilang? Siapa kepala Departemen Kejahatan Berat saat Jae Han masih bertugas? Apa dokumen investigasinya masih ada? Kapten Ahn berkata bahwa yang menginvestigasi kasus menghilangnya Jae Han bukan tim kejahatan berat tapi tim masalah internal.


Hae Young tidak buang-buang waktu untuk menyelidiki kasus Jae Han dan langsung pergi ke departemen masalah internal saat itu juga. Disana, dia malah mendapati sesuatu yang lebih mencengangkan. Jae Han dianggap melalaikan tugas saat tengah menangani kasus penculikan Kim Yoon Jung. Dia menghilang tanggal 3 Agustus 2000 dan sejak itu keberadaannya tidak pernah diketahui.

Selain itu, Jae Han juga dicap sebagai polisi korup yang terbukti melakukan tindak korupsi dan menerima uang suap. Beberapa hal yang membuktikan korupsi yang dilakukan Jae Han adalah beberapa foto bergepok-gepok uang, beberapa bukti transaksi dan juga pengakuan seorang saksi bernama Kim Sung Bum yang mengaku bahwa dia sering diancam dan dimintai uang oleh Jae Han. Dalam resume Jae Han, tertulis bahwa di bahu kanan Jae Han ada sebuah bekas luka akibat pemasangan plat logam.


Sementara itu, Kapten Ahn melapor pada Bum Joo tentang Hae Young yang mencari Jae Han. Bum Joo cemas, berapa banyak yang sudah Hae Young ketahui? Kapten Ahn meyakinkan Bum Joo bahwa dokumen investigasinya Jae Han sangat sempurna. Dan selama 15 tahun ini, tidak ada seorangpun yang tahu.


Yang mengherankan Kapten Ahn, bagaimana Hae Young bisa tahu tentang Jae Han? Saat Jae Han menghilang seharusnya saat itu Hae Young masihlah seorang anak kecil, jadi tidak mungkin mereka saling mengenal. Dan lagi, dia sudah mencari segala informasi tentang Hae Young dan tidak menemukan hal apapun yang menghubungkannya dengan Jae Han.

Bum Joo sama sekali tidak mempedulikan masalah itu. Satu-satunya yang dia pedulikan adalah jangan sampai Hae Young mengetahui kebenaran di balik menghilangnya Jae Han. Karena itulah, dia memerintahkan Kapten Ahn untuk selalu mengawasi Hae Young.


Kapten Ahn langsung pergi mencari barang bukti kasusnya Jae Han tapi dia diberitahu bahwa semua barang bukti itu sudah dibuang. Kapten lalu bertanya kapan barang bukti kasus Jae Han itu dibuang? Polisi berkata tanggal 27 Juli.

Kapten Ahn pun langsung pergi mengecek CCTV tanggal 27 Juli dan mendapati bahwa hari itu jam 11:23 malam, Hae Young menemukan walkie-talkie di dalam kantong pembuangan barang-barang bukti kasusnya Jae Han. (Oh, jadi walkie talkie itu sebenarnya walkie talkie-nya Jae Han?)


Hae Young kembali ke gedung bekas rumah sakit jiwa Seonil. Hae Young menyadari bahwa tanggal 3 Agustus 2000 adalah hari dimana Jae Han bicara padanya lewat radio dan menginformasikannya perihal penemuan mayat Seo Hyung Joon. Pada tanggal itu pula, Jae Han memberitahunya bahwa masa lalu bisa diubah sebelum akhirnya Hae Young mendengar suara tembakan.

"Korupsi dan fakta dia menghilang. Dia dijadikan kambing hitam. Detektif Lee telah dibunuh"


Keesokan harinya, tim kasus dingin mendapatkan penghargaan atas jasa mereka memecahkan dan menangkap pembunuh berantai Gyeonggi Nambu. Soo Hyun maju untuk mewakili timnya mendapatkan penghargaan itu.


Walaupun acara itu adalah acara pemberian penghargaan, tapi Detektif Ahn dan Hun Gi merasa wajah semua orang sangat suram dan suasananya jauh lebih mirip pemberian hukuman.


Sementara itu, Hae Young melamun memikirkan hasil penyelidikannya terhadap kasus korupsi Jae Han. Hae Young sudah pernah menemui Kim Sung Bum, saksi kasus korupsinya Jae Han. Sung Bum berkata kalau Jae Han itu gila uang dan sering memerasnya. Dia bahkan langsung menunjukkan beberapa bukti transaksi yang dikoleksinya dalam sebuah buku jurnal.


Setelah mempelajari kembali dokumen investigasi kasus korupsi Jae Han, Hae Young menyadari bahwa segala hal mulai dari saksi dan bukti yang tercantum dalam dokumen itu amat sangat sempurna. Hal ini membuktikan bahwa orang yang menjebak Jae Han pastinya orang dalam kepolisian.

Pertanyaannya, siapa diantara para polisi itu yang menjebak Jae Han dan kenapa?


Begitu mereka kembali ke kantor mereka, Detektif Ahn dengan sangat antusias memuji-muji kehebatan kerja tim mereka yang telah sukses memecahkan 2 kasus dingin, kasus penculikan Kim Yoon Jung dan kasus pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu.


Tapi Soo Hyun mengingatkan kalau semua ini sebenarnya berkat Hae Young. Mereka berhasil memecahkan kasus penculikan karena Hae Young menemukan kerangka mayat Seo Hyung Joon. Detektif Kim yakin kalau Hae Young cuma beruntung saja bisa menemukan kerangka mayat Seo Hyung Joon. Tapi Soo Hyun langsung mengingatkan semua orang bahwa kerangka mayat Seo Hyung Joon ditemukan di lubang bekas rumah sakit jiwa Seonil. Rasanya tidak mungkin kalau menemukan mayat ditempat seperti itu cuma sekedar keberuntungan.


Menyadari kebenaran ucapan Soo Hyun, tiba-tiba semua orang langsung berpaling dan memandang Hae Young dengan penasaran dan curiga, dari mana Hae Young bisa tahu letak mayat Seo Hyung Joon? Hae Young langsung terdiam tegang...


Tapi kemudian dengan santainya dia menjawab bahwa dia adalah seorang profiler, tugasnya adalah memahami pikiran penjahat. Dia mengetahui keberadaan mayat Seo Hyung Joon lewat metode profiling yang dia lakukan pada Suster Yoon. Lalu setelah itu, dia langsung cepat-cepat pergi.


Semua orang hanya diam menerima penjelasannya padahal sebenarya mereka tidak ada yang percaya pada bualannya.


Malam harinya, Kapten Ahn ditelepon Sung Bum yang mengabari tentang Hae Young yang datang mencarinya. Sung Bum meyakinkan Kapten Ahn kalau dia menjawab pertanyaan Hae Young dengan jawaban yang sama persis dengan jawabannya 15 tahun yang lalu. Kapten Ahn mengintruksikan Sung Bum untuk tidak menghubunginya dulu untuk sementara waktu dan bersikap wajar saja.


Di rumahnya, Hae Young meringkas segala informasi tentang transmisinya dengan Jae Han. Orang yang bicara dengannya lewat transmisi itu hanya Jae Han, transmisi itu selalu terjadi tiap jam 11:23 walaupun dia belum bisa memastikan lama tiap transmisi berlangsung. Dia pertama kali bertransmisi dengan Jae Han di tahun 2000 lalu transmisi kedua adalah dengan Jae Han tahun 1989 malam.

Dari semua informasi itu, hanya ada satu pertanyaan yang masih belum dia mengerti, bagaimana dan kenapa transmisi itu bisa terjadi? Kenapa? Kenapa..?

Pertanyaan yang kemudian mengingatkannya akan masa lalunya.

Flashback,


Hae Young kecil terkantuk-kantuk di halte. Dia sedang menunggu hyung-nya pulang sekolah. Kepalanya hampir saja kejedot jika saja hyung-nya tidak datang tepat waktu dan mencegah kepalanya terantuk.


Hyung lalu menggendong Hae Young pulang. Dalam perjalanan, Hae Young sangat bawel bertanya ini-itu dan kebanyakan pertanyaannya adalah tentang 'Kenapa?' Kenapa manusia harus tidur, kenapa manusia harus bekerja, dan lain lain. Dan Hyung menjawab semua pertanyaannya dengan sangat sabar.

Dari percakapan mereka, tampaknya mereka tidak dekat dengan orang tua mereka. Hyung berkata bahwa orang tua mereka sibuk bekerja untuk mencari uang. Tapi Hae Young tidak terlalu yakin. Wajah Hyung tampak suram mendengar ucapan Hae Young tapi kemudian dia cepat-cepat mengalihkan topik. "Banyak sekali yang membuat Hae Young penasaran. Kau pasti akan jadi orang hebat nanti"



"Kenapa?"

"Karena itu artinya kau punya ketertarikan yang sangat besar tentang segala hal yang terjadi di dunia ini"

Kembali ke masa kini,


Hae Young tiba-tiba tersadar dari kenangan masa lalunya gara-gara alarmnya berbunyi dan menunjukkan jam 11:22, 1 menit menjelang walkie talkie-nya menyala. Tapi malam itu walkie talkie itu tidak menyala.


Hae Young menyadari transmisi itu memang tidak terjadi setiap hari dan mungkin hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Berkat transmisi itu mereka berhasil menyelamatkan nyawa seseorang... tapi, berkat transmisi itu pula, orang-orang yang seharusnya hidup malah mati.

10 September 1995,


Seorang pria yang tinggal di sebuah rumah mewah, baru saja keluar dari kamarnya dan mendapati seorang maling merampok brankas rumahnya.


Ternyata aksi perampokan rumah-rumah mewah ini memang bukan pertama kalinya. Karena begitu suara ribut terdengar, puluhan polisi langsung keluar dari persembunyian mereka. Awalnya mereka celingukan bingung dimana perampoknya. Tapi tiba-tiba seseorang berteriak "Di sana!"


Semua polisi itu langsung berlarian ke arah yang ditunjuk. Mereka berlarian keliling kompleks mengejar si tersangka. Di tengah jalan, seorang polisi lain langsung menghadang dan menumbuk tersangka itu sampai terjatuh.


Polisi-polisi yang lain langsung melumpuhkannya dengan cara menindihnya. Tapi setelah Kapten melihat orang yang mereka tangkap, Kapten langsung menyuruh mereka melepaskannya karena yang mereka tangkap adalah Jae Han.


Begitu kembali ke kantor polisi, semua orang bertanya-tanya keheranan kenapa polisi sebanyak itu tidak bisa menangkap satu orang perampok. Kemana kaburnya si perampok itu. Kapten akhirnya membagikan beberapa file mantan napi yang dia curigai.


Jae Han membaca dan perhatiannya langsung tertuju pada data salah seorang pria bernama Oh Kyung Tae. Kyung Tae dulu adalah seorang pencuri yang sangat ahli sebelum akhirnya dia ditangkap oleh Jae Han, tapi hubungan mereka berdua cukup dekat.


Jae Han langsung pergi menemuinya. Dia melihat Kyung Tae memiliki sebuah mobil baru yang akan dia gunakan untuk bisnis. Jae Han langsung curiga tapi dia berusaha bertanya dengan nada biasa tentang mobil itu. Dari mana Kyung Tae mendapatkan uang untuk membeli mobil itu? Dan apa yang dilakukan Kyung Tae semalam?

Kyung Tae menjawab kalau dia mendapatkan uang pinjaman dari temannya dan menegaskan bahwa bukan dia yang melakukan perampokan semalam karena semalam dia tidur lelap setelah kecapekan kerja sepanjang hari.


Tiba-tiba mereka melihat Eun Ji, putri Kyung Tae, pulang dari sekolah. Kyung Tae tampak sangat menyayangi putrinya. Dan Jae Han pun juga cukup dekat dengan Eun Ji karena Jae Han-lah yang merawat Eun Ji selama Kyung Tae dipenjara dulu. Eun Ji bahkan sudah menganggap Jae Han seperti pamannya sendiri.

Kedua pria itu sudah sepakat untuk tidak menyebut-nyebut perampokan itu dihadapan Eun Ji, tapi Eun Ji cukup pintar dan langsung bisa menebak dengan benar bahwa alasan Jae Han menemui Kyung Tae pasti mengenai masalah perampokan.


Jae Han lalu ikut pulang ke rumah mereka dan Eun Ji memasakkan makan malam untuk mereka. Selama mereka makan, Eun Ji menduga kalau si perampok itu pasti seorang amatiran, karena jika si perampok itu seorang profesional maka tidak mungkin dia akan membuat kekacauan.

Eun Ji juga memberitahu mereka bahwa di pasar tidak ada barang curian yang dijual. Hal itu membuktikan kalau si perampok adalah orang cerboh yang tidak tahu bagaimana menjual barang curian.


Kyung Tae juga menambahkan bahwa cara si perampok masuk ke rumah-rumah mewah itu terkesan sangat mudah. Rumah-rumah mewah kan biasanya selalu dilengkapi dengan tingkat keamanan yang tinggi, tapi si perampok itu bisa melewatinya dengan mudah. Karena itulah, Kyung Tae menduga kalau si perampok itu pasti orang yang dekat dengan korban.


Saat mengantarkan Jae Han keluar, Eun Ji memberikan kaset rekaman lagu-lagu untuk Jae Han dan menegaskan bahwa ayahnya bukan pelaku perampokan itu.


Jae Han pulang ke rumahnya untuk mandi dan ganti baju lalu bersiap-siap untuk keluar lagi. Ayahnya langsung protes dan berusaha meminta Jae Han untuk menginap di rumah sehari saja. Tapi Jae Han tidak bisa karena dia masih harus mengejar si perampok itu.

Melihat ada sebuah jimat tertempel di atas kamarnya. Jae Han langsung protes tapi ayahnya membela diri dan berkata bahwa kewarasan Jae Han kembali berkat jimat itu.

"Kau tidak pernah dapat pesan lagi dari 'barang aneh' itu lagi kan?" tanya Ayah

"Itu cuma salah paham saja," jawab Jae Han canggung


Setelah ayahnya keluar, Jae Han mengeluarkan walkie talkie yang disimpannya didalam laci. Dia berusaha bicara pada walkie talkie itu dan menanyakan siapa perampoknya tapi walkie talkie itu tidak menyala. Jae Han akhirnya mengembalikan walkie talkie itu ke laci.

Selanjutnya: Signal Episode 5 - 2

1 comment :

  1. Ahirnya mbk dee dah posting sinopnya dari td bolak balik nungguin sinop signal gomawo...lanjutin mbk dee ditunggu trus...

    ReplyDelete