February 3, 2016

Signal Episode 4 - 2

Signal Episode 4 - 2

 

Di tahun 2015,

Soo Hyun menunjukkan taser yang selama ini disimpan Kyung Soo dan mengumumkan pada media bahwa di benda itu ada sidik jari dan darah korban terakhir Gyeonggi Nambu. Selain itu juga ada DNA si pembunuh. Pembunuh berantai Gyeonggi saat ini terbaring di rumah sakit karena kecelakaan yang terjadi 26 tahun yang lalu, kecelakaan yang mengakibatkan dirinya lumpuh dari pinggang ke bawah.

"Dia adalah pasien di rumah sakit dan putra Lee Chun Goo, namanya Lee Jin Hyung"




Sementara itu, Hae Young sedang menginterogasi Chun Goo. Tapi Chun Goo tetap bersikeras mengatakan kalau pembunuh Gyeonggi bukan anaknya. Dia tetap ngotot menyatakan anaknya bukan orang yang seperti itu. Anaknya adalah anak yang malang dan tumbuh kesepian tanpa ibunya.

"Kau memuakkan!"


Satu per satu, Hae Young memperlihatkan semua korban yang telah dibunuh Jin Hyung pada Chun Goo tapi Chun Goo langsung memalingkan wajahnya dari semua foto itu.


"Lihat mereka baik-baik! Bukan cuma kau yang punya keluarga yang berharga! Mereka juga punya keluarga yang berharga! Apa kau sungguh-sungguh tidak merasakan apapun pada mereka? Seharusnya kau merasa bersalah pada mereka"


Tapi Chun Goo malah melempar semua foto-foto itu dari hadapannya dan terus bersikeras kalau anaknya sudah membayar semua dosanya.

Tahun 1989,



Yakin kalau Chun Goo lah yang membunuh Won Kyung, Jae Han langsung menerobos rumah Chun Goo dan langsung menodongnya dengan pistol.


Chun Goo berteriak-teriak dan saat itulah Jin Hyung keluar dengan memakai pakaian serba hitam dan topi hitam. Jae Han langsung mengenali sosoknya, orang yang dia kejar pada malam percobaan pembunuhan Lee Mi Sun.

Jae Han langsung menodongkan pistolnya ke Jin Hyung tapi Chun Goo berusaha mencegahnya. Jin Hyung memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri.


Jae Han mengejarnya hingga akhirnya dia berhasil menyudut Jin Hyung di atap sebuah gedung. Jae Han meninjunya berkali-berkali dan berteriak frustasi dalam setiap tinjunya "Kenapa?! Kenapa?! kenapa?! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa?!"


Tapi saat itu Chun Goo berhasil menyusul mereka dan langsung menghentikan Jae Han dengan menghantam kepala Jae Han. Jae Han sekarang mengerti kenapa Chun Goo berbohong, karena ternyata dia ingin melindungi anaknya. Chun Goo bersikeras kalau anaknya bukan pembunuh dan malam itu tidak ada yang naik bis.


"Kalau ahjussi menjawab jujur waktu itu. Dia pasti belum mati, dia pasti masih hidup"

"Aku tidak mengerti kau bicara apa. Anakku bukan pelakunya"

"Tolong, berhentilah! Dia akan membunuh lagi, dia akan terus membunuh lagi"


Tapi walaupun begitu, Chun Goo terus menerus bersikeras menyatakan anaknya bukan pembunuh. Bahkan sekalipun dia diancam dengan pisau di leher, dia akan tetap bersikeras kalau anaknya bukan pembunuh.


"Begitu yah? Walaupun ada pisau di lehermu, kau tidak mau mengatakannya? Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain. Aku tidak punya bukti ataupun saksi. Aku akan mengakhirinya dengan tanganku sendiri"


Jae Han langsung menyambar pistolnya dan menodongkannya ke Jin Hyung. Jin Hyung berusaha menghindar tapi malah tersandung dan terjatuh dari atap.


Jae Han menangkap tangan Jin Hyung. Dia sebenarnya berusaha menolong Jin Hyung tapi Jin Hyung malah tersenyum licik padanya. Jae Han akhirnya melepaskan pegangan tangannya.


Setelah kejadian itu, Jae Han mendatangi rumah sakit dan mendapati Jin Hyung lumpuh. Chun Goo tentu saja tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya dan hanya berkata pada dokter kalau anaknya tersandung dan terjatuh.


Jae Han berkata kalau dia akan menyerahkan dirinya pada polisi dan mengakui perbuatannya pada Jin Hyung. Tapi dia juga meminta Chun Goo untuk melakukan hal yang sama dengannya dan menyerahkan Jin Hyung ke polisi.

Chun Goo menolak dan juga melarang Jae Han menyerahkan dirinya ke polisi. Dia bersikeras untuk menganggap apa yang terjadi pada anaknya hanyalah sebuah kecelakaan saja. Lagipula mulai sekarang anaknya akan selamanya terbaring di tempat tidur.

"Pikirkan perbuatan anakmu. Setidaknya keluarga korban punya hak untuk tahu"


Chun Goo bersikeras menolak dengan alasan tidak mau membuat hidup anaknya yang malang jadi makin menderita.


Di tahun 2015,

Chun Goo bersikeras kalau anaknya sudah membayar semua kejahatannya gara-gara 'si orang gila' itu menjatuhkan anaknya dari atap gedung. Hae Young shock menyadari Jae Hanlah yang membuat Jin Hyung lumpuh dan menghentikan pembunuhan itu.

Chun Goo berkata kalau dia dan anaknya dia sudah cukup menderita dan sekarang kasus itu malah dibuka lagi. Semua orang sudah melupakan kasus itu jadi kenapa mereka malah membuka kasus ini lagi? Kenapa mereka menyelidiki kasus ini lagi?


"Bagaimana seandarinya hari itu, Detektif Lee Jae Han benar-benar membunuh anakmu. Apa kau akan bisa melupakannya? Apa kau bisa hidup seolah tak pernah terjadi apapun? Apa kau bisa tertawa, bicara, makan dan tidur? Apa kau bisa hidup bahagia?

Mereka tidak melepaskan tangan orang yang mereka kasihi. Mereka mati di tanah yang dingin dengan penuh kengerian. Seseorang di luar sana, pasti ada yang mengingatnya. Begitu juga dengan Jung Kyung Soo. Dia mungkin serakah dengan memeras uangmu, tapi dia tidak pantas dibunuh. Kematiannya, aku akan mengingatnya."


Setelah keluar dari ruang interogasi, Hae Young termenung menatap keluar jendela. Soo Hyun datang tak lama kemudian dan menasehati Hae Young untuk melakukan kegiatan tertentu untuk menenangkan dirinya, misalnya minum-minum atau memukuli sesuatu di arena tinju.


"Ini pertama kalinya kau melihat orang mati, kan? Sebarapa banyakpun kau melihatnya, kau tidak akan terbiasa melihat pembunuhan. Bukan karena pertama kalinya tapi karena melihat orang mati akan semakin sulit mulai sekarang"


Hae Young menjawabnya dengan mendekati Soo Hyun untuk melihat bekas cekikan di leher Soo Hyun dan berkata kalau leher seorang wanita tidak seharusnya seperti itu. Karena itu iia menasehati Soo Hyun untuk pergi ke rumah sakit, "Dan juga... ini bukan pertama kalinya bagiku melihat orang mati"


Malam harinya, Hae Young tampak sibuk mempelajari suatu kasus saat tiba-tiba saja dia teringat ucapan Soo Hyun tentang pertama kalinya dia melihat orang mati. Ucapan itu mengingatkan Soo Hyun pada masa kecilnya dulu...


Flashback,


Hae Young kecil melihat hyung-nya dimasukkan kedalam mobil tahanan sebagai tersangka kasus pemerkosaan geng SMA di Injoo.


Suatu hari setelah pulang sekolah, Hae Young mendapati rumahnya sepertinya sedang kosong. Dia mencoba memanggil ibunya dan hyungnya tapi tidak ada jawaban. Saat dia masuk, dia melihat ada darah tercecer di kamar hyungnya. Dia membuka lebar pintu kamar hyungnya dan mendapati hyungnya mati bunuh diri dengan menyayat lengannya.


Kembali ke masa kini,



Hmm... sepertinya kasus yang dipelajari Hae Young adalah kasus pemerkosaan yang melibatkan hyung-nya dulu. Hae Young membuka buku tempat dia menyimpan sebuah foto kenangannya bersama hyung-nya.

Sementara itu, Soo Hyun berjalan ke sebuah tangga yang terletak di belakang gedung kantor polisi. Sebuah tempat yang mengingatkannya pada masa lalunya bersama Jae Han saat dia masih jadi polisi baru.

Flashback,


Malam itu, Soo Hyun menangis sendirian di tangga setelah melihat mayat. Jae Han kebetulan lewat dan melihat gadis itu menangis. Jae Han lalu duduk di sebelahnya dan menawarinya jus jeruk. Jae Han meyakinkannya bahwa dia dan semua polisi lainnya juga sering menangis. Dan karenanya, dia menyarankan agar Soo Hyun menemukan suatu kegiatan untuk menenangkan dirinya. Menangis juga bisa jadi salah satu cara yang tepat untuk mengatasi situasi ini.


"Siapa yang merasa baik-baik saja setelah melihat orang mati? Karena itulah, kita harus menangkap penjahatnya. Kalau kita saja menderita seperti ini, bayangkan bagaimana keluarga korban. Air mata yang mereka tumpahkan mungkin sebanyak lautan"


Kembali ke masa kini,


Soo Hyun duduk di tempat yang sama dan menangis saat dia menatap ke sebelah, tempat Jae Han duduk di sebelahnya dulu.


Keesokan harinya, Hae Young mendatangi bibi Kim Won Kyung (Oh, aku kira dia ibunya). Didalam rumah, dia melihat foto-foto Kim Won Kyung yang selalu tersenyum ceria.


Bibi Won Kyung berkata bahwa sekarang Won Kyung pasti sudah beristirahat dengan tenang. Ia lalu bertanya apa benar polisi menangkap pembunuhnya berkat barang milik Won Kyung. Hae Young membenarkannya.  Mereka berhasil menangkap pelakunya berkat Won Kyung.


"Bukan karena Won Kyung. Tapi karena petugas Lee. Karena dialah kalian bisa menangkapnya. Dia adalah orang yang disukai Won Kyung"

"Petugas Lee. Apakah namanya Lee Jae Han?" tanya Hae Young

"Iya benar. Petugas Lee Jae Han"

Flashback,

Won Kyung baru keluar kantor saat dia melihat keributan di luar. Dia melihat Jae Han sedang menilang sebuah mobil dan memaksa si supir untuk mengeluarkan SIM-nya. Si supir berusaha menyuap Jae Han tapi Jae Han bersikeras menolak.


Bahkan saat supir mencoba mengancamnya dengan menunjuk bosnya yang sedang duduk di jok belakang, Jae Han dengan santainya bilang bos itu tidak salah, yang salah adalah si supir. Saat itu adalah pertama kalinya Won Kyung melihat Jae Han dan langsung kagum padanya.


Suatu hari, Jae Han masuk ke kantornya Won Kyung untuk menanyai para pegawai di sana perihal sebuah kasus tabrak lari. Won Kyung menatapnya dan tersenyum padanya.


Jae Han jadi malu ditatap seperti itu. Tapi dia mulai menyukai Won Kyung sejak saat itu walaupun dia tidak pernah berani mendekatinya apalagi menyatakan perasaannya secara langsung.


Walaupun hadiah pertama yang Jae Han berikan padanya hanyalah sebuah taser dan bukannya cincin berlian atau semacamnya, tapi Won Kyung sangat bahagia.


Setelah kematian Won Kyung, Bibi mendatangi Jae Han di rumahnya. Jae Han tampak sangat canggung sementara Bibi mengamati rumah Jae Han. Di meja, Bibi melihat sebuah surat pengunduran diri, tampaknya Jae Han sudah memutuskan untuk berhenti jadi polisi.


Bibi lalu memberikan sebuah amplop pada Jae Han. Didalamnya, Jae Han menemukan 2 buah tiket film. Bibi memberitahu Jae Han bahwa 2 tiket itu adalah barang yang awalnya ingin Won Kyung berikan pada Jae Han, tapi pada akhirnya dia membatalkannya karena dia takut kalau Jae Han tidak akan menyukainya.


"Won Kyung sangat menyukaimu, Petugas Lee. Walaupun kau kaku dan pendiam. Dia bilang kau tidak merendahkan dirimu didepan orang lain dan selalu bertindak benar. Dia bilang, itulah yang paling dia sukai dari dirimu"


Jae Han termenung sepanjang hari sejak pertemuannya dengan Bibi, dia baru tersadar dari lamunannya saat dia mendengar suara Hae Young menyapanya dari walkie talkie. Hae Young memberitahu Jae Han bahwa mereka sudah berhasil menangkap pembunuh berantai Gyeonggi Nambu. Jae Han langsung bertanya, bagaimana mereka menangkapnya? Apa mereka punya bukti? Bukti apa? Dimana bukti itu?


Hae Young tidak bisa memberitahunya. Karena walaupun Jae Han menemukan bukti itu, tapi teknologi di masa itu masih belum memungkinkan untuk membuktikannya (tes DNA).


"Tapi, berkat Anda kami bisa menangkapnya sekarang. Anda meninggalkan bukti bagi kami, Detektif. Walaupun saat ini teknologi sudah banyak berkembang tapi tanpa bukti, kami tidak akan bisa menangkapnya. Andalah yang menangkapnya, Detektif. Meski terlambat tapi kami akhirnya bisa menangkapnya. Terima kasih"

Di tahun 1989,


Jae Han pergi ke bioskop dengan menggunakan tiket film dari Won Kyung. Film yang seharusnya mereka tonton berdua adalah film komedi, semua orang tertawa tapi Jae Han menangis sepanjang film.

Di tahun 2015,



Jin Hyung akhirnya ditahan dan dibawa ke kantor polisi. Media ribut meliput berita ini sementara keluarga korban termasuk bibi Won Kyung, menangis histeris.


Ayah Jae Han menitikkan air mata saat menonton berita itu bersama Soo Hyun. Sementara Hae Young menatap pemandangan kota di atap rumahnya dengan mata berkaca-kaca.


Komentar:

Yang paling bikin emosi tuh sebenarnya bukan si pembunuh tapi bapaknya. Okelah aku ngerti, dia sangat banget sama anaknya. Orang tua mana yang ga sayang sama anaknya dan ingin melindungi anaknya. Tapi saat seorang anak melakukan kejahatan yang memakan banyak korban, tidak seharusnya seorang ayah malah menutup-nutupi kejahatan yang dilakukan anaknya. Seberharga apapun anaknya tapi anak orang lain juga sama berharganya bagi keluarga mereka masing-masing. 

Parahnya lagi, dia bahkan sampai berbohong dan mengarahkan Jae Han ke arah lain dan membiarkan anaknya membunuh orang lain. Dia bahkan tidak mau tahu walaupun nantinya anaknya akan terus membunuh lebih banyak orang.

Hmm... tentang hyung-nya Jae Han. Kalau sampai sekarang Hae Young masih mempelajari kasus pemerkosaan yang melibatkan hyung-nya, apa mungkin ada suatu misteri dibalik bunuh diri  hyung-nya itu?

Artikel terkait : BTS Signal 

6 comments :

  1. Terima kasih sinopsisnya, Mbak Ima. Saya juga setuju komentarnya. :)

    ReplyDelete
  2. Iya.. Mgkin kasus selanjutnya tentang hyungnya hae young... Karena kasus giyonggi nambu udh selesai dengan baik... Kita tunggu aja aksinya hae young episode selanjutnya... Hwating mb ima...

    ReplyDelete
  3. Kenapa tdk dijelaskan motif pembunuhan jin hyung?

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  4. Kalau berdasarkan kasus aslinya (Pembunuhan Berantai di wilayah Hwaseong, Gyeonggi-do 1986-1991), profiler menyatakan bahwa pembunuhnya membunuh karena dia psikopat tanpa hubungan sosial yang normal.

    Jadi apa motif Jin Hyung ? Tidak ada. Pembunuh semacam ini punya struktur fantasi kekerasan yang rumit di dalam pikirannya sendiri, yang kekejaman dan alasannya sulit dipahami oleh orang lain.

    ReplyDelete
  5. Kalau berdasarkan kasus aslinya (Pembunuhan Berantai di wilayah Hwaseong, Gyeonggi-do 1986-1991), profiler menyatakan bahwa pembunuhnya membunuh karena dia psikopat tanpa hubungan sosial yang normal.

    Jadi apa motif Jin Hyung ? Tidak ada. Pembunuh semacam ini punya struktur fantasi kekerasan yang rumit di dalam pikirannya sendiri, yang kekejaman dan alasannya sulit dipahami oleh orang lain.

    ReplyDelete