February 6, 2016

Remember : War of the Son Episode 14 - 2

Remember War of the Son Episode 14 - 2


Jin Woo memata-matai Chul Joo. Ia adalah saksi pembunuhan di vila Seochon dan 3 bulan yang lalu pernah ditangkap dengan dugaan penyalahgunaan narkoba tapi dibebaskan oleh Dong Ho. Ternyata Chul Joo memang sering mengadakan pesta narkoba dan besok akan ada pesta lagi. Rencana Jin Woo adalah menangkap Gyu Man melalui Chul Joo.



Dugaan Jin Woo benar. Chul Joo membujuk Gyu Man untuk datang ke pestanya karena sudah lama Gyu Man tak pernah datang ke pestanya lagi setelah menjadi Presdir. Gyu Man setuju untuk datang.


Di parkiran, Jin Woo menemui Chul Joo. Walau ingat siapa Jin Woo, tapi Chul Joo pura-pura tak mengenalnya. Jin Woo tersenyum dan memperingatkannya untuk berhati-hati jika memilih teman karena bisa membahayakannya. Chul Joo ada di video saat Gyu Man mengaku membunuh Jung Ah. Chul Joo mencoba tak menghiraukan ancaman itu malah mengancam balik kalau ia akan membunuh Jin Woo jika mereka bertemu lagi.


Gyu Man menyuruh So Bum untuk menyelesaikan masalah Chul Joo yang sepertinya memiliki masalah wanita. Wanita itu hanya mengejar uang Chul Joo saja. “Kalian kan sama-sama miskin, kau pasti memahami bagaimana cara berpikirnya. Pikirkan apa yang kira-kira ia inginkan dan selesaikanlah.”

Ughh.. So Bum gerah mendengarnya tapi ia menyabarkan diri. So Bum menolak melakukan hal itu karena ia adalah asisten Gyu Man bukan asisten Chul Joo.


Gyu Man bangkit. Dan sambil nyengir ia berkata, “Hei.. apa kau ini ingin mati?” Ia mencekik So Bum, mulanya main-main, tapi lama-lama cekikannya semakin kencang membuat So Bum sesak nafas.


Tak tahan, So Bum mencengkeram tangan Gyu Man dan melepaskannya sambil membentak, “Gyu Man, aku ini temanmu!” Gyu Man kaget mellihat kekurangajaran So Bum. So Bum langsung berkata sopan, “Aku ini bukannya tak punya harga diri. Aku hanya menahan diri. Kumohon bedakan.” Ia menunduk hormat dan meninggalkan ruangan.

Gyu Man bingung campur marah melihat tindakan So Bum. Tapi ia tak melakukan apapun.


So Bum mengeluarkan unek-uneknya pada Sang Ho yang khusus datang untuk mendengar curhatnya. Bagaimana jika ia kabur dari Gyu Man, karena ia sudah tak tahan membersihkan pekerjaan boss/temannya itu. Sang Ho tak bisa menjawab dan menyarankan untuk berkonsultasi dengan Dong Ho jika berhubungan dengan Gyu Man.


Dong Ho menemui Presdir Nam yang menyindirnya sudah jarang menemuinya. Dong Ho beralasan kalau ia sedang menangani banyak tuntutan yang dilayangkan pada Grup Ilho. Presdir Nam tahu kalau Dong Ho khawatir pada Jae Il. Tapi Dong Ho membantah. Ia yakin kalau Presdir Nam akan segera mengeluarkan hyung-nya dari penjara.


“Itu tergantung padamu,” ujar Presdir Nam. “Jadi orang itu seharusnya jangan terpaku pada masa lalu karena hanya dapat banyak kerugian untuk mencapai keuntungan yang sedikit. Bukan begitu?” Dong Ho diam menahan emosi.


Dong Ho mendapat bukti percakapan Nam Il Ho yang berjanji pada Tuan Ha, jika bersedia dipenjara beberapa tahun, sekeluarnya dari penjara Tuan Ha akan hidup enak. 


Sementara Presdir Nam meminta Moo Suk untuk memastikan tak ada celah di kejadian ledakan Seogwang Grup. Moo Suk meyakinkan Presdir Nam kalau ia sudah menyelesaikan kasus itu 17 tahun yang lalu dan Presdir Nam secara hukum benar-benar bersih. Apalagi jika Presdir Nam bisa menutup mulut Tuan Ha, maka kasus ledakan itu akan terkubur selamanya.


Yeo Kyung mendapat informasi tentang adanya pesta narkoba yang diadakan nanti malam. Ia segera melaporkan hal ini pada atasannya. Tapi betapa kecewanya ia saat diberitahu kalau kasus itu dilemparkan ke bagian narkotika, karena sebagai jaksa, ia juga ingin ikut menggerebek dan memperoleh kasus ini. Ia pun mengumpulkan penyidik untuk bergerak malam ini.  


Diam-diam So Bum menyelinap ke ruangan Gyu Man dan mengambil sesuatu dari dalam rongga patung kuda. Ternyata alat bukti pembunuhan Jung Ah tersimpan di ruangan Gyu Man. Ia memasukkan kembali bukti itu saat Gyu Man meneleponnya.


Ternyata Gyu Man mengajak Soo Bum makan malam. Ia berlaku sangat baik, bahkan minta maaf telah berlaku keterlaluan pada temannya itu, karena sebenarnya ia kesal pada Seo Jin Woo. “Kau kan tahu kalau kau adalah satu-satunya temanku. Jadi tetaplah di sisiku, aku janji akan mensejahterakanmu.” Gyu Man juga memberi 30 juta won agar Soo Bum dapat membelikan barang untuk ibu Soo Bum dan 20 juta lagi untuk Soo Bum.

Soo Bum ragu, tapi Gyu Man memaksanya. Akhirnya ia menerimanya. Gyu Man juga mengajaknya minum-minum selayaknya teman.


Dong Ho menemui Jae Il di penjara untuk memberitahu kalau ia akan menjatuhkan Nam Il Ho. Jae Il panik  mendengarnya. Kenapa Dong Ho tetap bersikeras melompat ke dalam api? Tapi Dong Ho tak menghiraukan Jae Il. Ia sudah menarik panahnya, membidik Presdir Nam. “Hyung-nim, ini adalah pertarungan finalku.”


Jae Il mencoba mencegah, tapi Dong Ho berdiri dan memberi hormat padanya. “Terima kasih untuk semuanya.” Ia beranjak pergi walau Jae Il berteriak memanggilnya dengan nada cemas.


Jin Woo yang memberi informasi anonim ke kejaksaan, juga mempersiapkan tim-nya agar bisa menangkap Gyu Man di TKP dan memperoleh barang bukti. Jika Gyu Man ditahan, maka mereka bisa menambahkan kasus pembunuhan Jung Ah dan ayahnya.

Pengacara Song akan menyamar sebagai tamu dan merekam tingkah laku Nam Gyu Man di pesta itu dengan pena yang ada kameranya. Sementara ia dan In Ah akan menjaga pintu belakang untuk mencegat Gyu Man yang mungkin kabur. Sementara Manajer Yeon akan menjadi penghubung mereka dan menelepon polisi jika terjadi sesuatu.


Moo Suk mengunjungi Jae Il lagi untuk menyampaikan pesan Presdir Nam. Jae Il akan bebas jika Jae Il bersedia membunuh Park Dong Ho. Melihat Jae Il ragu, ia menasehati pria itu untuk tidak sok setia. “Selamatkanlah dirimu. Itu hal yang paling bijaksana.”


Dong Ho kembali ke kantor lamanya. Ia ingat ucapan Presdir Nam yang menyuruhnya tak terpaku pada masa lalu. Tapi seperti yang ia ucapkan pada Jae Il, ia akan bertempur mati-matian. Ia mengeluarkan beberapa tumpuk berkas perkara hukum Grup Ilho dan kaset dari Tuan Ha dan berkata pada dirinya sendiri, “Ayo kita segera selesaikan hal ini.”


Sang Ho memuji Dong Ho yang kali ini tak memakai baju warna-warni dan hanya memakai setelan jas dan dasi hitam. Dong Ho menjawab, “Mulai sekarang, kita akan melihat banyak pertumpahan darah. Aku tak mungkin memakai baju putih, kan?”


Jin Woo cs mulai bergerak. Mereka berhasil memotret Gyu Man yang turun dari mobil. Jin Woo menyelinap ke parkiran dan menemukan dimana mobil Gyu Man diparkir. Jae Ik juga sudah masuk ke dalam pesta, dibawa masuk oleh si pengedar. Ia berhasil menemukan Gyu Man yang sedang minum minuman yang sudah dicampur narkoba, dan ia segera merekam keduanya.


Gyu Man dan Chul Joo sedang high saat Chul Joo menceritakan kalau Jin Woo kemarin menemuinya. Ia mengungkit-ungkit kasus lama itu, membuat Gyu Man marah.


Gyu Man menendang vas bunga dan menyuruh DJ mematikan musik. Chul Joo balik marah karena Gyu Man mengacau di pestanya. Gyu Man malah tertawa dan memanggilnya anak haram, membuat Chul Joo semakin marah dan mencengkeram baju Gyu Man.


Gyu Man memukul Chul Joo dan mengejeknya, “Apa kau pikir semua sendok perak (orang kaya) itu sama?!! Dasar!” Gyu Man tertawa-tawa seperti orang gila dan mulai minum lagi. Pengacara Song berhasil merekam semua kejadian itu.


Mendadak polisi datang untuk menggerebek. Jin Woo yang mendapat info dari In Ah, segera bersiap. Gyu Man yang melihat hal ini segera pergi. Ia tak menggubris Chul Joo yang masih terduduk di lantai dan tak sanggup berdiri karena mabuk.


Gyu Man berlari sempoyongan menuju pintu belakang. Pengacara Song mengejarnya, tapi buru-buru bersembunyi saat Yeo Kyung muncul menghadang kakaknya. Ia mengeluarkan penanya, mulai merekam lagi.


Yeo Kyung tak percaya kakaknya ikut pesta narkoba. Gyu Man tak merasa bersalah, malah meminta Yeo Kyung melepaskannya karena jika ia tertangkap maka hidupnya akan berakhir. “Apa kau ingin memenjarakan kakakmu?!”


Gyu Man berlalu pergi, tapi tangannya dicekal oleh Yeo Kyung. Ia hanya  menoleh dan melepaskan cekalan tangan adiknya dan berlalu pergi dengan terhuyung-huyung. Yeo Kyung terlalu shock untuk mengejar kakaknya. Pengacara Song menguntit Gyu Man, tapi ia kehilangan jejak. 


Gyu Man menelepon So Bum, meminta So Bum untuk mengeluarkan mobilnya.


Dong Ho menemui Presdir Nam untuk memberikan surat pengunduran dirinya. Presdir Nam bertanya alasannya. Dong Ho pun menjawab, “Anda tentu ingat peristiwa ledakan Seogwang, kan? Apa Anda tahu siapakah yang meninggal karena keserakahan Anda yang menjijikkan itu? Namanya adalah Park Kyung Soo. Anda ingat kan? Beliau adalah ayahku.”


“Aku turut berduka atas kematian ayahmu. Tapi kau  memiliki kehidupan sendiri,” jawab Presdir Nam dingin.


“Aku tak mungkin tunduk hormat pada musuh yang membunuh ayahku. Karena, aku adalah anaknya.”


Jin Woo melihat Gyu Man masuk ke dalam mobil. Ia segera memberitahukan hal ini pada In Ah untuk menangkap Gyu Man sekarang. Mobil Gyu Man bergerak dan beberapa mobil polisi mencegat mobil Gyu Man.


Semua mata terbelalak melihat sosok yang keluar dari mobil bukanlah Gyu Man, melainkan So Bum.


Sementara Gyu Man berhasil keluar dari sisi lain gedung, menuju mobil lain dan mengendarainya dengan tenang. Di belakang, sirene mobil polisi terus bergaung seiring dengan banyak orang dibawa masuk ke dalam mobil tahanan.


Dan Gyu Man meninggalkan TKP dengan senyum santai.

Komentar :

Penggerebekan kali ini sukses besar. Banyak yang ditangkap. Sayangnya target yang dibidik Jin Woo lepas.

Semakin lama, Gyu Man semakin licin dan mahir melepaskan diri dari jerat hukum. Hmm.. jika terus diasah, mungkin 10 tahun lagi, Gyu Man benar-benar menjadi konglomerat yang handal dan tak ada yang mampu mengalahkannya karena kelicinan dan kelicikannya.


Saya terharu saat melihat persidangan Pengacara Song. Itu bukan persidangan pertamanya, tapi bagi Pengacara Song, ini adalah persidangan pertamanya dimana ia memiliki kepercayaan diri dan dukungan penuh dari koleganya.

Saat Pengacara Song menjadi pengacara ayah Jin Woo, saya merasa kegagapannya adalah akal-akalan Pengacara Song yang bekerja sama dengan Jaksa Hong untuk menjebloskan ayah Jin Woo ke dalam penjara. Tapi ternyata saya salah.

Untunglah ia kembali bertemu dengan Jin Woo yang mau merangkulnya dan menyemangatinya untuk terus mencoba.



Penyakit Jin Woo merupakan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. Duh, jadi deg-degan.. takut penyakit Jin Woo muncul saat bicara dengan Gyu Man. Haduhh.. kalau kejadian, bisa kelar deh.

1 comment :

  1. Semoga masalahnya cepet selesai, Gyu Man cepet ditangkap biar kejahatannya bisa dihentikan. Jin Woo semangat!

    ReplyDelete