February 16, 2016

One More Happy Ending Episode 7 - 2

One More Happy Ending Episode 7 - 2


Walau jalan bersama Hae Joon, yang ada di dalam pikiran Mi Ho adalah Soo Hyuk. Apa dia belajar sambil mengasuh Min Woo? Karena gosip yang Mi Mo dengar adalah ibu Min Woo lari dari rumah. Hae Joon terlihat tak senang mendengar Mi Mo yang terus membahas tentang Soo Hyuk, dia pun bertanya apa Mi Mo penasaran pada Soo Hyuk.

“Dia kelihatannya belum dewasa, tapi sepertinya aku salah. Memikirkan semua hal yang telah dilaluinya, membuatku merasa sedih. Selama ini, dia pasti kesepian. Aku ingin mengenalkan seseorang padanya,” ujar Mi Mo dan bertanya pada Hae Joon wanita seperti apa yang Soo Hyuk sukai. 



Hae Joon menjawab tidak tahu dan menambahkan kalau setiap laki-laki sama saja, mereka ingin wanita yang cantik. Mi Mo membenarkan pendapat Hae Joon, dan menambahkan kalau untuk Soo Hyuk harus wanita baik yang bersedia merawat Min Woo seperi anaknya sendiri. Mi Mo mendesah karena akan sulit mencari wanita seperti itu karena orang-orang yang datang ke agensinya adalah orang-orang yang hanya memperdulikan tentang uang.

Hae Joon tiba-tiba berdiri di depan Mi Mo dan mengecup bibirnya. "Mulai sekarang kau hanya boleh menggunakan mulutmu untuk membicarakan diriku, dan kepalamu hanya boleh memikirkan tentang aku. Aku ini adalah pria serakah."


“Kau sadar dari tadi kau hanya membicarakan Soo Hyuk? Kau sudah bosan denganku?” tanya Hae Joon dan tentu saja Mi Mo menjawab tidak. Hae Joon langsung memeluk Mi Mo dan berkata kalau dia itu adalah pria yang mudah ngambek, jadi kalau Mi Mo terus-terusan membicarakan orang lain di depannya, dia pasti akan marah.


Mi Mo pulang masih terkesima dengan ciuman itu dan saat keluar dari lift, dia menyentuh bibirnya dengan jarinya. Namun ketika akan masuk rumah, ingatan Mi Mo kembali pada Soo Hyuk.

Dia memencet bel rumah Soo Hyuk, namun tak ada yang membukakannya. Kemana Soo Hyuk? Ternyata dia sedang berbaring di bangku taman, teringat pada kata-kata A Ni yang mengatakan agar dia tidak mendekati Mi Mo karena akan bahaya dan membuat Soo Hyuk jadi lebih terluka.


Soo Hyuk juga teringat akan pertemuannya dengan Hae Joon, dimana Hae Joon meminta Soo Hyuk untuk tak mengganggu hubungannya dengan Mi Mo. Kalau Soo Hyuk benar-benar menyukai Mi Mo, maka Soo Hyuk harus menahan perasaannya dan berdoa kalau orang yang dicintainya bahagia dengan cintanya. 


Soo Hyuk membuka mata dan terkejut melihat Mi Mo di atasnya. Apakah ia terlalu memikirkan Mi Mo hingga ia membayangkan sejelas ini?

“Sudah kuduga kau ada disini,” ucap Mi Mo.


Soo Hyuk terbelalak dan langsung bangkit, menyadari kalau wajah itu benar-benar asli dan bukan ilusi. Bahkan ia meyakinkan dirinya dengan menyentuh bahu Mi Mo. Mi Mo tak menghiraukan sikap aneh Soo Hyuk dan bertanya kenapa Soo Hyuk langsung pergi, padahal dia sudah datang ke kantor Mi Mo. Soo Hyuk menjawab kalau ada hal penting yang harus ia lakukan. 

Melihat Soo Hyuk yang menunduk, membuat Mi Mo kembali teringat saat Soo Hyuk menggenggam tangannya dan meminta untuk tidak menyentuhnya. Mi Mo pun mencoba membahasnya, namun Soo Hyuk berusaha meyakinkan Mi Mo kalau hal itu bukanlah hal yang penting. Dia mengatakan kalau ia reflek melakukan itu karena sudah lama tak ada wanita yang menyentuh kepalanya.  


“Aku membuatmu klepek-klepek?” tanya Soo Hyuk dengan nada bercanda saat melihat Mi Mo terdiam. “Aku tidak bermaksud seperti itu.”

“Mana mungkin aku klepek-klepek? Apa kau pikir kau ini Won Bin atau Hyun Bin? Kau pikir aku akan jatuh cinta padamu hanya karena tanganku kau pegang?” bantah Mi Mo memungkiri apa yang sebenarnya dia rasakan kemarin. Soo Hyuk sedikit kecewa mendengarnya, namun tentu saja dia juga tak mungkin mengharapkan yang lebih dari itu. 


Mi Mo lalu memberikan buku tabungan milik Min Woo pada Soo Hyuk dan memberitahukan apa yang dilakukan Min Woo dan yang diinginkannya. Mi Mo minta Soo Hyuk untuk tak sembarangan memegang tangan orang lain hanya karena merasa kesepian. "Karena kau memiliki Min Woo, jadi kau harus mencari wanita yang tak akan meninggalkanmu."

“Aku akan membantumu, untuk menemukan orang itu,” janji Mi Mo. “Soo Hyuk-ah, aku menyadari sesuatu setelah pernikahanku gagal. Yang terpenting dalam hidup ini adalah kebahagiaanku sendiri. Aku harus bahagia agar orang disekitarku juga harus bahagia. Min Woo juga ingin kau selalu bahagia," ucap Mi Mo dan membuat Soo Hyuk tak bisa berkata-kata lagi.


Gun Hak hendak menemui Da Jung di kamarnya, namun ia ragu dan akhirnya mengurungkan niatnya itu. Ehhmmmm.... sepertinjya masih ada rasa sayang di hati Gun Hak pada Da Jung, namun harga dirinya melarangnya untuk mendekati Da Jung lagi, karena penolakan-penolakan Da Jung padanya selama ini. 


Yeon Soo pergi ke sebuah cafe bersama teman-temannya dan disana dia melihat Hae Joon sedang minum sendirian. Penasaran apa yang terjadi pada mantan suaminya itu, Yeon Soo pun memutuskan misah dengan teman-temannya dan memilih menghampiri Hae Joon. 

Yeon Soo heran melihat Hae Joon yang ia kira tak akan pernah galau. Mengapa Hae Joon sedih? Apa karena takut kehilangan Mi Mo? Atau malah khawatir karena pria saingannya adalah Soo Hyuk? Hae Joon terkejut mendengar Yeon Soo mengetahui masalahnya. Yeon Soo akhirnya mengaku kalau ia melihat peristiwa tadi siang. Hae Joon pun menjawab dua-duanya. 



Flashback

Hae Joon diberitahu oleh dokter kalau Soon Soo mengalami pendarahan dan darahnya masuk ke paru-paru sehingga membuat Soon Soo sulit bernafas. Tidak ada yang bisa menyelamatkan Soon Soo. Itu semua adalah takdir.


Namun kakak Soon Soo tidak mau tahu, dia menyalahkan Soo Hyuk atas kematian Soon Soo. Saat itu Soo Hyuk hanya bisa berlutut dan menangis, “Andai saja dia tidak bertemu denganku,,," Soo Hyuk tak bisa meneruskan ucapannya dan bersujud, berkali kali minta maaf. "Maafkan aku... maafkan aku..,"



Mendengar perkataan Soo Hyuk, kakak Soon Soo semakin emosi. Ia menyebut Soo Hyuk sebagai orang paling buruk di dunia. “Dia mati karena bertemu denganmu. Kalau tidak mana mungkin, dia bisa mati karena penyakit yang hanya diderita oleh satu dari jutaan orang?! Ini semua karenamu. Kau, jangan berani pacaran lagi. Karena pasanganmu juga pasti akan mati,” ucap kakak Soon Soo dan pergi.

Flashback End


“Kenapa dia melakukannya lagi?” gumam Hae Joon.

“Lagi?” tanya Yeon Soo tak mengerti. Namun Hae Joon tak menjelaskan lebih lanjut.Yeon Soo merasakan betapa pedihnya dulu saat ia berkata akan meninggalkan Hae Joon tapi Hae Joon hanya menanggapinya dengan tenang.

“Lalu? Kau ingin aku menghentikanmu?” tanya Hae Joon.


“Iya, akan lebih baik kalau kau juga menangis,” jawab Yeon Soo. Ia sekarang penasaran apa yang terjadi jika ternyata bukan Soo Hyuk yang merebut Mi Mo, tapi Mi Mo-nya sendiri yang berbalik pergi pada Soo Hyuk. "Apa yang terjadi nanti? Kau tak akan menghentikannya, karena kau tak pernah melakukan hal itu sebelumnya."

Hae Joon tak mampu menjawab, tapi dari ekspresi wajahnya, Hae Joon terlihat cemas.


Soo Hyuk sedang bersama Min Woo yang sudah tidur. Dia membelai Min Woo dan mencium keningnya. Soo Hyuk kemudian membuka buku tabungan milik Min Woo.

Flashback
Soo Hyuk memberikan buku tabugan untuk Min Woo, agar rajin menabung dan Min Woo bisa menggunakan uangnya nanti untuk mendapatkan apa yang benar-benar Min Woo inginkan. 


Soo Hyuk berkaca-kaca melihat isi tabungan Min Woo yang ternyata rajin menabung. Soo Hyuk teringat pada ucapan Mi Mo yang harus merasa bahagia agar bisa membahagiakan orang di sekitarnya. "Min Woo benar-benar mengingkan kau selalu bahagia." Soo Hyuk tak bisa menahan air matanya mengingat semua itu. Ia menangis tersedu-sedu tanpa suara.


Paginya, selesai sarapan, Min Woo memakai sepatu bersiap untuk berangkat sekolah. Soo Hyuk tiba-tiba muncul dan minta dipeluk. Min Woo heran melihat ayahnya yang tiba-tiba manja. Tentu saja ia menolak karena ia sudah besar dan tak mau dipeluk lagi. Ayahnya masih tetap membuka tangannya, minta dipeluk.


Tetap saja Min Woo menolak dan langsung keluar rumah. Namun tak ada hitungan menit, Min Woo masuk rumah lagi dan memeluk sang ayah erat. Euuuuum..... scene ini bener-bener so sweet.....



Mi Mo sedang mengetik saat tiba-tiba sebuah tangan muncul dan menggenggam tangannya. Tentu saja Mi Mo terkejut dan menoleh kiri kanan. Tak ada siapapun. Euum... Mi Mo mulai memikirkan Soo Hyuk terus rupanya. Dia terbayang terus akan genggaman Soo Hyuk.


Tak mau mengkhianati sang pacar, Mi Mo pun langsung membuka handphone dan melihat foto-foto Hae Joon agar bayangan Soo Hyuk menghilang darinya. 


Tapi wajah Soo Hyuk muncul lagi, membuat Mi Mo terperangah. Tapikali ini nyata karena Soo Hyuk memang masuk ruang kerjanya dan berkata, "Seorang ibu dan juga seorang wanita. Ada kan wanita seperti itu?


Mi Mo kemudian memberika formulir untuk Soo Hyuk isi, namun Soo Hyuk tak mau mengisinya dan meminta Mi Mo saja yang mengisi dengan perkiraannya saja. 

“Aku tidak melihatmu selama 20 tahun, kalau hanya sesuai perkiraanku dan aku disalahkan karena memasangkanmu dengan alasan pertemanan, apa kau mau tanggung jawab? Ini adalah hal serius yang berdampak pada kehidupan orang lain. Jangan cerewet dan isi saja,” ucap Mi Mo dan menyodorkan lagi formulirnya. 


Soo Hyuk akhirnya mau mengisi formulirnya. Melihat Soo Hyuk fokus mengisi, Mi Mo kembali teringat ketika Soo Hyuk mengompres kakinya. Saat mengisi kolom “Wanita Idaman Anda”, Soo Hyuk mengisi kalau dia ingin seseorang yang memiliki kekurangan. 

“Hei, semua orang yang kesini pasti punya kekurangan. Mereka semua bercerai,” ucap Mi Mo dan Soo Hyuk pun kemudian menambahkan kalimat yang dia tulis menjadi Seseorang dengan kekurangan yang indah.

Melihat itu, Mi Mo langsung berkomentar kalau Soo Hyuk dan Hae Joon mirip. Sama-sama menulis kolom wanita yang diinginkan dengan ciri-ciri yang abstrak. Mi Mo menjelaskan kalau yang harus disebutkan itu misalnya seperti berapa tinggi wanita itu, kelompak matanya ganda atau tidak, keberatan kalau operasi plastik atau tidak, dan bagaimana bentuk tubuhnya.


“Tingginya sekitar 163 cm, kelopak matanya ganda, sepertinya dia tidak operasi plastik. Dia mungil. Cukup?” ucap Soo Hyuk sambil terus menatap ke arah Mi Mo. Ya, semua ciri-ciri itu mengarah pada Mi Mo. 

“Iya, ya sudah cukup,” jawab Mi Mo dan menyuruh Soo Hyuk menulis apa yang dia katakan tadi di kolom isian.


Dong Mi sedang menunggu Wook di depan sebuah cafe. Tepat disaat itu seorang pria keluar dari cafe dan menghampiri Dong Mi. Ia menyapa sekaligus mengejek Dong Mi.

“Ko Dong Mi? Wow,. kau tidak berubah sama sekali. Bagaimana bisa masih terlihat sama? Kau pasti punya kemampuan khusus. Dong Mi, riaslah sedikit wajahmu. Aku kasihan padamu,” ucap pria itu membuat Dong Mi minder. Tapi tepat di saat itu Wook muncul dan langsung merangkul Dong Mi.

“Siapa pria ini?” tanya Wook pada Dong Mi. Pria itu langsung terkejut saat tahu Woo adalah pacar Dong Mi. Dengan bangga, Dong Mi berkata kalau dia memang tidak berubah, namun sekarang dia sudah bersama pria yang lebih baik. Dong Mi dan Wook pun masuk ke restoran meninggalkan pria itu sendiri.


Di dalam restoran, Dong Mi memberikan uang pada Wook untuk tunjangan anak seperti yang Wook bilang. Sebagai ganti uang yang sudah Dong Mi berikan, Wook bernyanyi lagu cinta untuknya. Tentu saja Dong Mi tersentuh dan senang dengan nyanyian itu, bahkan ia sampai merekamnya agar bisa dinikmati setiap saat. 


Dong Mi kembali memutar nyanyian Wook di kamar. Ae Ran muncul dan berteriak kalau lagu itu sudah merusak telinganya sampai-sampai membuatnya tidak bisa tidur.

“Kalau begitu pergi ke tempatnya Mi Mo,” jawab Dong Mi dan meleletkan lidahnya pada Ae Ran meledek.

“Hidupku sangat berantakan sekarang. Apa Unni tidak tahu kalau aku sedang stres karena penjualan turun? Apa Unni mau mengejekku terus?!” ucap Ae Ran kesal namun Dong Mi tak memperdulikannya, dia malah melanjutkan nonton video Wook. 


Ae Ran pergi ke tempat para artis ngumpul dan disana dia berpapasan dengan juniornya saat dia masih menjadi member Angels, tapi sekarang wanita itu sudah menjadi artis terkenal. 

Flashback

Ae Ran berpapasan dengan orang itu, karena orang itu hanya menundukkan kepalanya saja sebagai rasa hormatnya pada senior, Ae Ran dengan sombong memanggilnya.


“Hei, Bong Bong Mi,” panggil Ae Ran dan orang yang bernama Bong Mi itupun berbalik dan memberi salam pada Ae Ran. Tapi Ae Ran tak puas dan membungkukkan tubuh Bong Mi sampai 90 derajat sambil memberitahu kalau memberi salam harusnya seperti itu. 

(wkwkwkwk.... Ae Ran sama aja kayak Gyu Man)

Kita kembali pada pertemuan mereka yang sekarang.


“Angels-shi... Hong Ae Ran?” panggil Bong Mi dan kemudian bertanya-tanya apa para satpam tidak berjaga sehingga membiarkan Ae Ran masuk ke tempat artis. Kali ini Bong Mi yang gantian menghina Ae Ran, dia menyebut Ae Ran orang biasa. Tentu saja hal itu membuat Ae Ran kesal. 

Bong Mi melihat Ae Ran datang untuk promosi jualannya. Melihat itu Bong Mi memberitahu kalau sebenarnya semua orang tak suka dengan barang-barang Ae Ran. Tapi mereka mau memakai karena Ae Ran memaksa mereka untuk mencoba baju Ae Ran dan memfotonya.


“Aku tahu hidup memang sulit, tapi jangan bodoh ya?” ejek Bong Mi sambil mengusap pundak Ae Ran dan melenggang pergi, Ae Ran yang sudah merasa kesal langsung berteriak kalau dia tidak akan menjual pakaiannya pada Bong Mi karena dia tidak butuh bantuannya. 

Karena memang pengunjung situsnya sudah sepi, Ae Ran pun membuat promosi giveaway “Masukklah dan menangkan kiriman spesial dari Ae Ran”. 


Setelah menemukan pemenang yang masuk ke situsnya, Ae Ran secara pribadi mengirimkan hadiahnya. Tak seperti yang dibayangkan, semua pemenang yang Ae Ran datangi, tak ada yang memberikan respon bagus. Yang pertama ingin hadiahnya ditukar, yang kedua menyuruh Ae Ran menaruh hadiahnya di tempat satpam, yang ketiga suami si pemenang marah-marah karena istrinya belanja online lagi, yang keempat adalah anak-anak.


Semua respon yang dia dapat membuat Ae Ran tak bersemangat lagi untuk menemui pemenang yang kelima. Namun di luar perkiraan, ternyata pemenang ke lima adalah seorang pria yang sangat mengidolakan ANGELS terutama  Ae Ran. Di rumah pria itu penuh dengan pernak-pernik Angels dan itu membuat Ae Ran terharu, sampai-sampai memeluk pria itu.


Mi Mo menemui Soo Hyuk dan mengatakan kalau dia sudah menemukan wanita dengan ciri-ciri tinggi 163 cm, kelopak mata ganda dan juga mungil. Melihat foto wanita itu, Soo Hyuk hanya berkomentar biasa saja.


“Kau tahu berapa yang dia habiskan untuk merubah wajahnya?” ucap Mi Mo yang kemudian mengatakan sangat susah mencari wanita yang tidak oplas seperti permintaan Soo Hyuk, jadi dia meminta waktu lebih lama lagi untuk mencarikannya. Tapi sementara itu, Mi Mo tetap ingn Soo Hyuk menemui wanita yang dia tunjukkan fotonya dulu di hari yang sudah ditetapkan. 

Tanpa menunggu respon Soo Hyuk, Mi Mo langsung masuk ke dalam rumah. Tapi karena memang tak tertarik pada wanita yang Mi Mo tunjukkan, Soo Hyuk pun meninggalkan profilnya di depan pintu rumah Mi Mo. 


Dong Mi membawa syal dari Wook untuk diperbaiki di tempat penjualan syal mahal. Namun pelayan memberitahu kalau syal yang Dong Mi itu palsu jadi tidak bisa diperbaiki. Mengetahui kalau pemberian Wook  palsu, bukannya membuat Dong Mi curiga pada Wook, dia malah semakin merasa kasihan pada Wook. 


“Aku mungkin terlalu materialistis, dia pasti sedih karena tidak sanggup beli yang asli,” ucap Dong Mi pada ke tiga sahabatnya. *tepok jidat*

Da Jung mencoba menyadarkan Dong Mi kalau yang Wook miliki hanyalah lagu yang dinyanyikan untuk Dong Mi. Dan kalau itu dibawanya ke Brave Wedding maka Wook tidak mungkin diterima sebagai klien. 


“Coba saja hidup dengannya dan kau pasti ingin menyumpal mulutnya,” tambah Mi Mo. Ia merasa aneh karena pengasilan Wook pasti lumayan banyak untuk dituntut perawatan anak sampai sebesar itu. Sebab setahu Mi Mo, pengadilan tidak pernah meminta uang di luar kemampuannya.

“Iya kan? Aneh kan?” tanya Ae Ran yang memang sudah merasa aneh pada Wook.


“Jangan menjelekkannya,” pinta Dong Mi kesal. “Kau sendiri bagaimana? Apa kau sudah mencium pacarmu? Lebih baik kekurangan uang daripada kekurangan cinta," ucap Dong Mi pada Mi Mo

Tapi Mi Mo menjawab kalau ia sudah kissing. Namun dia tak bisa bercerita banyak mengenai ciuman pertamanya itu, karena Mi Mo merasa ada yang kurang. Mendengar itu, Dong Mi langsung berkomentar kalau Mi Mo dan Hae Joon sepertinya tidak cocok.


Soo Hyuk sedang mengintai seorang artis dari mobil mereka. Hyun Ki kemudian bertanya apa Soo Hyuk sudah membuat keputusan untuk mencarikan ibu untuk Min Woo. Soo Hyuk mengiyakan dan ingin mengambil cara yang paling gampang.

Hyun Ki terkejut. Apa itu berarti Soo Hyuk akan berkencan dengan A Ni? Soo Hyuk membantah karena ia akan akan bertemu wanita baru dan memulai semuanya dari awal. 


Ae Ran lalu menunjukkan stiker-stiker mereka dulu. Melihat itu, Dong Mi dan Mi Mo langsung ingin membakarnya. Tentu saja Ae Ran langsung menghalangi mereka untuk melakukan itu.


Di tengah perdebatan mereka, tiba-tiba Da Jung menangis saat melihat gambar stiker-nya yang menjadi anggota Angels. 
.

“Cantik sekali. Dulu aku cantik sekali,” ucap Da Jung dan menangis. Mi Mo dan kawan-kawan langsung menghampiri Da Jung dan menghiburnya dengan mengatakan kalau sekarang Da Jung juga masih tetap cantik. 


Mi Mo dan Hae Joon sedang makan siang bersama. Sama seperti sebelumnya, kali ini Mi Mo kembali membahas tetang Soo Hyuk karena hari ini adalah kencan pertama Soo Hyuk dengan wanita yang Mi Mo pilihkan. Mi Mo terlihat khawatir apakah Soo Hyuk menggunakan pakaian yang bagus atau tidak. 

“Soo Hyuk akan kencan buta,” ucap Mi Mo pada Hae Joon.

“Aku tahu. Kau sudah bilang kemarin,” jawab Hae Joon. Namun Mi Mo masih tak berhenti membahas tentang Soo Hyuk. 

“Aku sudah bilang harus pakai apa dan bagaimana menata rambutnya. Tapi dia tidak mau mendengarkanku. Bagaimana kalau dia berulah didepan wanitanya? Aku tidak tahu mulutnya bisa diam atau tidak. Kau tahu kan dia pintar membuat orang jengkel. Tapi paling tidak dia punya kepandaian. Song Soo Hyuk, si kunyuk itu....”


Tiba-tiba Hae Joon menghentakkan sumpitnya di meja sehingga membuat bunyi yang keras dan membuat Mi Mo kaget dan terdiam.  Dia kemudian mengajak Mi Mo pergi dari restoran itu.

“Ada apa?” tanya Mi Mo.

“Kau tidak tertarik untuk makan,” jawab Hae Joon dan akhirnya Mi Mo sadar kalau Hae Joon sedang marah. 

“Mi Mo-shi, kau lebih parah dari yang kukira.  Kau dan aku makan bersama, minum kopi bersama dan nonton film bersama. Yang terus kau bicarakan hanyalah kencan butanya Soo Hyuk, sampai aku bisa melihat apa yang dia pakai, dan mendengar pembicaran yang akan dilakukannya hari ini. Aku sampai tidak tahu aku ini berkencan dengan Han Mi Mo atau Soo Hyuk," ujar Hae Joon.


Mi Mo berkata kalau yang dia tahu Soo Hyuk dan Hae Joon sangatlah dekat, jadi Mi Mo menceritakan semua itu karena mengira Hae Joon juga ingin tahu. Hae Joon mengingatkan Mi Mo kalau dia kemarin sudah meminta Mi Mo berhenti menceritakan tentang Soo Hyuk.

Mi Mo mencoba mengingat-ingat. Ia akhirnya teringat pada ciuman pertamanya kemarin. Setelah mengecup bibirnya, Hae Joon memang memintanya untuk berhenti mengatakan hal-hal selain tentang Hae Joon, Hae Joon ingin mulutnya hanya membahas tentang Hae Joon saja

“Jadi, kau menciumku karena cinta atau untuk membuatku berhenti bicara?” tanya Mi Mo dengan tatapan serius dan Hae Joon menjawab keduanya. Mendengar jawaban itu, Mi Mo pun jadi ikut emosi.

“Itu adalah ciuman pertama kita. Jangan  tidak menghargaiku. Memang aku yang bilang suka duluan tapi bukan berarti kau bisa menciumku saat kau tidak menginginkannya,” tegur Mi Mo keras.


"Siapa yang tidak menghargaimu?!" tanya Hae Joon marah. Ia menoleh ke sekitar dan menyadari kalau semua orang melihat ke arah mereka. "Ayo pergi, bisa-bisa nanti kita bertengkar,” ajak Hae Joon yang merasa malu.

“Ini sudah bertengkar dan aku memang mau pergi,” ujar Mi Mo meninggalkan Hae Joon.


Orang yang menjadi penyebab pertengkaran Mi Mo dan Hae Joon sekarang sudah berada di sebuah restoran dengan pakaian rapi. 


Kita lalu beralih pada seorang wanita bertubuh gemuk sedang berjalan membawa air yang berisi rumput kering. Di kantornya, Dong Mi sedang mesra berteleponan dengan Wook. Saat Dong Mi menutup teleponnya, tiba-tiba muncul seseorang dan bertanya, “Koo Dong Mi?” 

“Iya?” jawab Dong Mi dan tiba-tiba “byuuuuuuur” Dong Mi disiram dengan air yang berisi rumput kering. 

“Siapa kau ini?! Apa kau gila?!” teriak Dong Mi.

“Kenal Lee Wook kan?” tanya ahjumma bertubuh besar itu.

“Wook-shi?”


“Aku istrinya,” ucap wanita itu

"Istri?!” tanya Dong Mi tak percaya.


Kita kembali pada Hae Joon yang sudah berada di depan rumah sakit. Yeon Soo menghampiri dan bertanya apa Hae Joon menikmati makan siang setelah meninggalkan janji makan siang dengannya? Hae Joon tak menjawab dan malah meneruskan langkahnya. Yeon Seo bertanya khawatir apakah apa Hae Joon sedang tak enak badan?

“Diamlah, jangan tanya terus,” jawab Hae Joon dengan nada kesal dan terus berjalan.


“Manisnya,” sindir Yeon Soo. Tiba-tiba matanya kelilipan dan ia meminta Hae Joon untuk meniup matanya. Hae Joon pun melakukan apa yang Yeon Soo minta. 


Mi Mo berjalan menuju ke rumah sakit karena dia ingin berbaikan dengan Hae Joon. Namun Mi Mo terus menggerutu karena seharusnya Hae Joon yang mengejarnya untuk berbaikan,tapi ini malah sebaliknya. “Kau membuatku datang padamu dan kelihatan seperti yang kalah.  Bagaimana bisa..,” omel Mi Mo


Ia tiba-tiba terdiam karena melihat Hae Joon sedang meniup mata  Yeon Soo. 


Setelah meniup mata Yeon Soo, Hae Joon pun bertanya apa Yeon Soo sudah merasa baikan. Melihat Hae Joon dengan posisi sedekat itu, Yeon Soo pun teringat saat Hae Joon berkata kalau dia dulu juga tersenyum bahagia pada Yeon Soo, hanya Yeon Soo saja yang tak menyadarinya. 

“Apa benar aku tidak menyadarinya?" tanya Yeon Seo. "Aku ingin kau kembali. Aku ingin mendapatkanmu kembali,” ucap Yeon Soo.


Memandangi keduanya saling bertatapan, Mi Mo berkata dalam hati, "Aku lupa, ada orang berbahaya di dekatnya dan dia sangat dekat."

Komentar :

Hmmm... di episode ini Mi Mo terlihat mulai suka sama Soo Hyuk. Tapi ia juga melihat kalau pacarnya didekati lagi oleh mantan istrinya. Mana yang harus ia pilih?


Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending episode 8

No comments :

Post a Comment