February 13, 2016

One More Happy Ending Episode 6 - 2

One More Happy Ending Episode 6 - 2


Hae Joon semakin mendekatkan wajahnya pada Mi Mo. Mi Mo senang melihat ciuman yang diharapkan akan terjadi sebentar lagi. Matanya langsung menutup untuk menerima ciuman itu.

Namun matanya tiba-tiba terbuka saat dia ingat, kalau tadi dia baru saja makan cumi-cumi kering. Tak ingin Hae Joon mencium bau yang tak enak dari mulutnya, Mi Mo langsung mencium pipi Hae Joon dan memeluknya.




“Terima kasih. Kau juga sangat berharga bagiku, Hae Joon. Aku sangat mencintaimu,” ucap Mi Mo dan menyembunyikan ekspresi kesalnya pada diri sendiri. Hae Joon tampak bingung tapi ia mengikuti kehendak Mi Mo. 


Di rumah Mi Mo langsung menyikat giginya sambil mendumel. Dia menyalahkan dirinya kenapa harus makan cumi-cumi. Tapi ia meyakinkan dirinya kalau Hae Joon pasti akan menciumnya nanti, tidak akan lama lagi. 


Dong Mi pergi ke bank dan mendepositokan tabungannya untuk enam bulan. Alasannya mengambil 6 bulan dan bukan setahun, karena dia tidak tahu kapan akan menggunakannya. Dia kemudian pergi ke sebuah toko elektronik dan dia melihat barang-barang disana, tapi tak ada barang yang dibeli.

Dong Mi selalu menabung selama 6 bulan. Alasannya agar ia tidak bisa membeli barang-barang baru dengan mudah. Ia harus membelinya lagi saat menikah. Untuk menikah, ia harus mengambil tabungannya. Tapi karena kekhawatiran konyol itu, dia tidak bisa membeli gadget yang baru selama 6 tahun terakhir,” ucap Mi Mo sebagai narator.


Saat menaiki eskalator, Dong Mi melihat sebuah jam pria yang sangat bagus dan jam yang limited edition. Dong Mi terkejut saat mendengarnya kalau harganya 5500 dolar dan mengurungkan niatnya untuk membeli jam itu. Namun niatnya langsung berubah saat seorang wanita kaya dan keren muncul di sampingnya dan hendak membeli jam tersebut. 


“Hari itu, Dong Mi mengambil uang tabungannya dan membeli jam mahal itu,” ucap Mi Mo sebagai narator.


A Ni pergi ke restoran tempat Jung Hoon bekerja dan dia datang untuk mencarinya. Sebelum A Ni bertemu dengan A Ni, Soo Hyuk langsung menariknya untuk bicara. Soo Hyuk menjelaskan kalau alasannya menutupi tentang Mi Mo, karena dia hanya tak ingin Mi Mo mendapatkan masalah jika artikel tentangnya keluar.


“Apa pernah kita membuat artikel yang baik? Kau tahu. Sejak kapan kita memikirkan perasaan mereka? Selain itu, bos sendiri yang minta aku untuk mencari tahu. Memang kau ini siapa berani melarangku?” tanya A Ni.

Soo Hyuk menjawab kalau ada saatnya mereka tidak boleh melewati batas. Mereka tidak seharusnya mengekspos kaum minoritas dan membuat mereka jadi terpojok. Tapi A Ni tetap mencari tahu tentang hal tersebut dan dia sendiri nanti yang akan memutuskannya, akan diterbitkan atau tidak. 


Orang yang sedang mereka perdebatkan sekarang sudah berpenampilan cantik dengan bibir yang menggoda. Hehhe.... Mi Mo mau ketemuan sama Hae Joon. Sebelum pergi dia bertanya tentang penampilannya pada Da Jung dan Da Jung hanya menjawab iya. Karena temannya itu menjawab dengan begitu tak bersemangat, jadi Mi Mo mengambil kertas yang sedang Da Jung baca.


“Apa? Mengapa banyak sekali hutangnya?” tanya Mi Mo dan Da Jung menjelaskan kalau itu adalah dokter yang dia kenalkan pada Na Hyo Mi waktu itu. Da Jung tidak tahu kalau dokter itu punya banyak hutang dan Hyo Mi pasti akan sangat marah pada DA Jung jika tahu tentang hal itu. 

“Mereka saling menyukai, katakan pada mereka, cinta bisa membantu mereka untuk mengatasi segalanya,” jawab Mi Mo dan pergi menemui Hae Joon.


Mi Mo dan Hae Joon pergi ke sebuah restoran mewah. Sebelum makan, Hae Joon pergi ke toilet dan meninggalkan Mi Mo sendiri. Saat sendirian, Mi Mo langsung mengeluarkan lipstiknya dan menambah polesan lipstik di bibirnya. Tepat disaat itu, dia mendengar ponsel Hae Joon berbunyi. Penasaran, Mi Mopun mengintip SMS  yang masuk ke ponsel Hae Joon.  


“Bunga pinjaman Koo Hae Joon jatuh tempo tanggal 5,” isi SMS untuk Hae Joon. Membaca sms itu, Mi Mo pun sedikit terkejut mengetahui Hae Joon punya pinjaman. 


Hae Joon kembali dari toilet dan saat membaca SMS untuknya itu, dia mengumpat menyebut orang yang mengirim SMS itu sebagai rentenir.


Mendengar itu, Mi Mo dengan hati-hati bertanya apa Hae Joon punya hutang. Hae Joon malah balik bertanya apa Mi Mo jadi cemas saat mengetahui dia punya hutang. Tentu saja Mi Mo tak menjawab iya, dia menggelengkan kepalanya.

Hae Joon lalu mengaku kalau dia melakukan pinjaman ke bank untuk sekolah kedokterannya, karena orang tuanya tidak kaya. Melihat ekspresi Mi Mo yang ketakutan kalau pacarnya banyak hutang, Hae Joon pun menambahkan kalau dunia pinjaman lebih menakjubkan dari yang Mi Mo bayangkan.


“Memikirkan kalau akan bertemu rentenir besok, membuat hatiku berdetak. Kapan ini akan berakhir? Perang melawan pinjaman,” ucap Hae Joon yang diam-diam melirik Mi Mo untuk melihat ekspresinya. Mi Mo sendiri sudah tak bisa berkata-kata, dia langsung minum wine miliknya.

“Tunggu, kau tidak akan memutuskanku karena hutangku, kan?” tanya Hae Joon menyelidik.Mi Mo hanya tersenyum. 


Keesokan harinya, Mi Mo masih kepikiran tentang kata-kata Hae Joon yang berkata kalau dia sudah lelah perang melawan pinjaman. Mi Mo merasa frustasi, bertanya-tanya apa yang harus dia lakukan.

“Tidak apa-apa, cinta akan membantuku melalui semua ini,” ucap Mi Mo meyakinkan dirinya karena dia merasa bahagia saat bersama Hae Joon.


“Tidak, bagaimana kalau hutangnya banyak? Lalu bagaimana? Ah tidak. Apa yang harus aku lakukan?” tanya Mi Mo bingung dan dia benar-benar merasa cemas akan hal itu. Tepat disaat itu dia mendapat SMS dari Hae Joon yang bertanya apa hari ini Mi Mo lembur. 

Aku merasa wanita karir itu seksi. Carilah uang yang banyak. SEMANGAT!” isi SMS Hae Joon yang kedua malah membuat Mi Mo tambah frustasi.


Hae Joon sendiri sedang tertawa-tawa senang, ehmmmm sepertinya dia sedang mengerjai Mi Mo.


“Aku belum pernah melihatmu seperti ini sebelumnya. Ternyata kau memiliki senyum yang cerah,” ucap Yeon Soo yang saat itu juga ada di ruangan Hae Joon.


“Aku juga berikan senyuman ini padamu. Kau hanya tidak pernah menyadarinya,” jawab Hae Joon dan kata-kata itu berhasil membuat Yeon Soo terkejut.


Di kantornya, Mi Mo sedang menghitung-hitung sesuatu dengan kalkulatornya. Tepat disaat itu, pegawainya masuk dan memberitahu kalau ada sepupu Mi Mo yang ingin bertemu dengannya. Siapa sepupu Mi Mo? Ternyata dia adalah Min Woo.


“Tinggal bersebrangan otomatis membuat kita seperti keluarga,” ucap Min Woo danMi Mo mengerti.


Dong Mi memberikan jam tangan mahal yang sudah dia beli pada si penjual oven. Tentu saja si penjual oven itu merasa senang sudah mendapatkan jam mahal dari Dong Mi. Ada telepon masuk ke ponselnya, namun dia tak mau menjawab.

Dong Mi memintanya menjawab saja karena mungkin saja itu adalah telepon yang penting. Pria itu pun akhirnya mengangkat telepon di luar restoran, dia beralasan kalau dia akan berbicara dengan keras, jadi tidak enak kalau menjawab telepon di dalam restoran, takut mengganggu yang lain.


Dong Mi yang bertanya-tanya apakah pria itu akan berteriak-teriak saat mengangkat telepon, terus memperhatikan ekspresi wajah laki-laki itu saat berbicara dengan orang yang menelponnya. Dong Mi pun langsung memalingkan wajahnya saat melihat pria itu selesai menjawab telepon. 

“Apakah baik-baik saja?” tanya Dong Mi dan pria itu menjawab kalau Dong Mi tidak perlu khawatir sebab telepon seperti itu sudah sering dia terima.


Min Woo memberikan kartu nama Mi Mo dan berkata kalau dari sana dia tahu profesi Mi Mo juga tempat kerjanya. Ia memberikan buku tabungannya beserta stempelnya dan meminta Mi Mo mencarikan wanita yang baik untuk ayahnya. "Aku ingin dicarikan seorang wanita untuk Ayah, bukan seorang ibu untukku."

Mi Mo terkejut karena menurutnya, Soo Hyuk tidak membutuhkan hal itu, karena dia sudah bertanya langsung padanya.


Min Woo menjawab kalau ayahnya pasti sudah berbohong, karena sikap yang ditunjukkannya akhir-akhir ini adalah sebaliknya. Ayahnya sudah mulai mabuk-mabukan. Mendengar itu, Mi Mo pun menyetujui akan membantu Min Woo. Saat ditanya wanita seperti  apa yang Min Woo inginkan, dia pun menjawab wanita yang seksi, menarik dan baik hati.


Mi Mo mengerti dan berjanji akan mencarikannya. Tapi Mi Mo mengembalikan buku tabungan Min Woo dan berkata untuk pembayarannya akan mereka bicarakan nanti setelah ayah Min Woo berkencan. Min Woo menolak karena dia tak ingin Mi Mi membantunya secara gratis.

“Kau sudah tumbuh menjadi anak yang manis, Min Woo,” puji Mi Mo.


Malamnya, Min Woo mengatakan pada sang ayah kalau dia besok akan ikut kerja sukarelawan. Karena acara itu diadakan siang hari, jadi  Soo Hyuk memutuskan ikut. Dua hanya akan berkerja sampai jam 11. Tentu saja Min Woo senang mendengarnya. 


Tapi ternyata saat Soo Hyuk dalam perjalanan pulang, Hyun Ki menelpon dan memintanya kembali lagi. Mereka harus meliput gosip lagi, Hyun Ki melihat Kang Na Rae masuk ke toko gaun pernikahan. Soo Hyuk tentu saja merasa bimbang, karena dia harus pergi ke acara kerja sukarelawan bersama anaknya.

Namun karena Hyun Ki berkata kalau mereka akan mendapat masalah kalau sampai Soo Hyuk tak datang meliput dengannya, jadi Soo Hyuk pun memutuskan untuk pergi meliput.


Soo Hyuk kemudian menelpon Min Woo dan memberitahu kalau dia tak bisa datang. Min Woo terlihat kecewa, namun dia berkata tidak apa-apa. Sepertinya hal itu bukan yang pertama kali terjadi. 


Tepat disaat itu, Mi Mo datang dan menunjukkan foto wanita yang ingin dia jodohkan dengan Soo Hyuk. Namun tak ada satupun yang Min Woo suka. Dia ingin wanita yang cantik alami tanpa operasi plastik, kalaupun harus operasi plastik, dia ingin wanita itu hanya mengoperasi bagian mata dan hidung saja.  Mi Mo pun bergumam kalau pencarian jodoh untuk Soo Hyuk, tidak akan mudah karena Min Woo orangnya pilih-pilih.

Melihat Min Woo sudah memakai jaket dan seperti hendak pergi, Mi Mo pun bertanya dia akan kemana. Min Woo menjawab kalau dia akan pergi ke acara kerja sukarelawan. Setelah tahu kalau Soo Hyuk tidak bisa ikut bersamanya, Mi Mo pun bertanya apa dia bisa ikut ke acara itu bersama Min Woo. 


Min Woo mengizinkan Mi Mo ikut, karena mereka berdua sekarang sudah berada di tempat kerja sukarelawan. Mi Mo pun membantu Min Woo memakai sarung tangan dan perlengkapan yang lainnya. Para ayah yang ikut ke acara itu, langsung mengenali Mi Mo kalau Mi Mo adalah mantan anggota Angels. Semua orang kemudian jadi tahu kalau Mi Mo adalah mantan artis dan mereka pun menyapanya dengan ramah. 


Tiba-tiba sebuah batu bata meluncur ke arahnya dan dengan sigap Mi Mo menangkapnya. Ternyata yang melemparnya adalah guru Min Woo, dia sepertinya tidak suka pada Mi Mo. Ya, dia tidak suka pada Mi Mo karena Mi Mo adalah teman Soo Hyuk dan guru Min Woo sangat menyukai Soo Hyuk.


Pekerjaan sebagai sukarelawan pun dimulai, mereka semua bekerja sama untuk memindahkan batu bata dari bawah ke atas. Setelah itu setiap orang diminta mengangkat batu bata dengan menggunakan kayu di punggung mereka. Dasar licik, guru Min Woo sengaja menaruh 2 batu bata lebih banyak dari yang seharusnya Mi Mo bawa. Mi Mo yang tidak tahu hal tersebut, hanya berusaha untuk sekuat mungkin membawa batu batanya. 


Hyun Ki meminta maaf pada Soo Hyuk, karena dia sudah salah orang. Ternyata yang masuk ke toko gaun pengantin itu bukan Kang Na Rae, tapi orang yang hanya mirip dengannya. Tentu saja Soo Hyuk kesal, karena gara-gara Hyun Ki, dia jadi tak bisa ikut ke acara kerja sukarelawan yang Min Woo ikuti. 


Mi Mo selfie dengan menambahkan coretan arang di pipi. Sepertinya dia ingin mengirimkan fotonya pada Hae Joon. 


“Sahabat ayahku mengatakan kalau dia benci wanita yang mengambil foto dirinya sendiri untuk membuktikan kalau mereka sukarelawan,” komentar Min Woo saat melihat apa yang Mi Mo lakukan. Mendengar itu, Mi Mo pun bertanya apa orang yang Min Woo maksud adalah teman Soo Hyuk yang bermarga “Koo”. 

“Bagaimana kau tau?” tanya Min Woo yang tak tahu kalau Mi Mo kenal dengan Hae Joon.


“Aku pintar menebak,” jawab Mi Mo dan kemudian menutup ponselnya, tak jadi mengirimkan foto. Dia kemudian memakan roti yang sudah dipersiapkan untuknya. Melihat Min Woo yang makannya belepotan, Mi Mo pun langsung mengeluarkan tisu dan membersihkan pipi Min Woo.


Tepat disaat itu, Soo Hyuk datang dan melihat apa yang Mi Mo lakukan pada anaknya. Dan sekarang Min Woo malah usil. Dia berkata kalau ada sesuatu di wajah Mi Mo dan sreeett.. ganti dia membersihkan pipi Mi Mo yang katanya kotor. Padahal dia malah menggoreskan noda arang di wajah Mi Mo.


Menyadari kalau Min Woo sudah mengoleskan sesuatu pada wajahnya, Mi Mopun langsung melihat gambar dirinya di ponsel dan mereka berdua tertawa bersama. 


“Apa yang terjadi?” tanya Soo Hyuk saat menghampiri mereka berdua. Soo Hyuk ingin tahu kenapa Mi Mo ikut kerja sukarelawan bersama Min Woo dan Min Woo menjawab kalau dia sedikit dekat dengan Mi Mo. Mereka berdua sudah berteman.

“Aku pikir aku harus sedikit bekerja sukarelawan agar aku bisa masuk surga,” alasan Mi Mo dan menawari Soo Hyuk rotinya.


A Ni menemui Hae Joon dan bertanya apa Hae Joon kenal dengan Han Mi Mo. Hae Joon menjawab kalau dia sangat mengenalnya. A Ni lalu berkata kalau sepertinya Soo Hyuk menyukai Mi Mo. Karena belakangan ini, Soo Hyuk melakukan apa yang tidak pernah dia lakukan. Soo Hyuk berusaha melindungi Mi Mo setiap saat.

“Mereka berteman. Mereka satu sekolah,” jawab Hae Joon.


“Teman sekolah? Dia melihat wanita itu lebih dari seorang teman.  Sepertinya dia berusaha untuk melindungi wanita yang sangat dia sukai,” ucap A Ni dan Hae Joon memintanya untuk tidak sembarangan mengambil kesimpulan. 


“Wanita itu.... dia kekasihku,” aku Hae Joon. Dia memberitahu A Ni kalau dia dan Mi Mo sekarang sudah berpacaran.

“Sunbae... aku punya perasaan kalau kalian berdua akan canggung,” ucap A Ni dan Hae Joon berkata kalau hal seperti itu tidak akan terjadi. A Ni yang yakin pada perkataannya langsung berkata kalau mereka tunggu saja nanti, apa ucapannya yang benar atau ucapan Hae Joon. 


Mi Mo, Min Woo dan Soo Hyuk mulai melakukan kerja sukarelawan lagi. Soo Hyuk terlihat senang bisa melakukan hal itu bersama Mi Mo dan Min Woo. Soo Hyuk juga sangat perhatian pada Mi Mo, dia membantu mengangkat tas kayu milik Mi Mo agar Mi Mo tidak merasa berat.


Saat mereka berdua turun tangga, tiba-tiba kaki Mi Mo keselo dan hampir jatuh ke bawah kalau tidak di tangkap oleh Soo Hyuk. Berada di posisi pelukan sepertinya, membuat mereka canggung sejenak. Tapi mereka dengan cepat membuang rasa canggung tersebut.


Mi Mo tak sengaja mendengar para ayah siswa yang lain menjelek-jelekan Soo Hyuk. Mereka berkata kalau waktu kuliah, Soo Hyuk sangat populer. 

“Kakak iparku, kuliah di universitas yang sama. Dia mengatakan padaku kalau dia itu seorang mata keranjang sejati. Dia sudah mempermainkan banyak gadis dan tanpa disengaja lahirlah Min Woo. Ibu Min Woo kabur setelah melahirkan,” ucap salah seorang ayah disana dan setelah mendengar hal tersebut, ayah yang lain berkata kalau mulai sekarang dia tak mau lagi berbicara dengan Soo Hyuk.


Mi Mo kesal mendengar temannya diejek.  Dia pun menghampiri mereka semua dan menyindir kalau mereka semua tidak ikut kerja dan kasihan pada anak-anak mereka yang akan mengikuti sifat jelek ayahnya. Dia juga sengaja mengepak-kepakan sarung tangannya, pada mereka semua agar mereka pergi dari tempat itu. 


Sekarang gantian Mi Mo yang memberi batu. Tepat disaat itu pria yang memfitnah Soo Hyuk tadi datang, berniat ikut membantu. Mendengar itu, Mi Mo pun langsung memberikan alat angkut yang paling besar. Dia juga sengaja memberikan banyak batu bata pada pria itu, sehingga membuat pria itu merasa keberatan.

Tapi karena rasa gengsinya, pria itu berusaha keras mengangkut semua batu bara yang Mi Mo isi di alat angkutnya. 


Kegiatan sukarela selesai dan waktunya pulang. Saat Soo Hyuk melihat Mi Mo berjalan dengan kaki pincang, dia pun langsung menghampirinya. Saat ditanya kaki Mi Mo kenapa, Mi Mo pun dengan santai menjawab kalau akibat terkilir tadi, kakinya mulai terasa sakit.


Mendengar itu, Soo Hyuk langsung jongkok dan membuka sepatu Mi Mo untuk melihat kondisi kaki Mi Mo. “Kenapa kau terus bekerja saat pergelangan kakimu terkilir? Kenapa kau begitu bodoh?!” teriak Soo Hyuk dengan kesal.

“Kenapa kau berteriak padaku?” tanya Mi Mo balik dan tak mengerti kenapa Soo Hyuk memarahinya seperti itu.


Di mobil, Soo Hyuk dan Mi Mo sama-sama diam sedangkan Min Woo sudah tertidur. Mi Mo teringat pada kata-kata pria yang bercerita tentang masa lalu Soo Hyuk dan juga teringat tentang cerita klien-nya yang menceritakan bagaimana susahnya untuk seorang pria mengasuh seorang anak. Mengingat semua itu, Mi Mo pun melihat ke arah Soo Hyuk yang sekarang sibuk menyetir dengan pandangan baru.


Mi Mo mendapat SMS dari Hae Joon yang bertanya kapan dia selesai kerja sukarela dan Mi Mo memberitahu kalau dia sudah jalan pulang. Dia juga berkata kalau dia akan menelpon Hae Joon ketika sudah sampai rumah. Tanpa Mi Mo sadari, Hae Joon sudah berada di parkiran gedung apartemennya. 


Hae Joon kemudian teringat pada kata-kata A Ni yang mengatakan tentang apa yang akan dilakukan Hae Joon jika dia punya masalah dengan sahabat yang selama ini hidup dengan perasaan bersalah dan sahabat yang sangat dia perdulikan.


Tepat disaat itu mobil Soo Hyuk lewat. Mi Mo dan Soo Hyuk turun dari mobil itu. Karena mendengar Mi Mo mengeluh kakinya mulai terasa sakit, Soo Hyuk pun menyuruh Mi Mo naik ke punggungnya, tapi Mi Mo menolak. Karena Mi Mo menolak, Soo Hyuk pun langsung membopongnya dan Min Woo membawakan tas milik Mi Mo.


Melihat semua itu, Hae Joon terlihat emosi dan langsung keluar dari mobilnya. Namun dia tak lmenghampiri mereka. Dia hanya berdiri di depan mobilnya sambil mengepalkan tangannya. Dia terlihat sedang menahan rasa emosinya.  Hae Joon akhirnya melepas kepalan tangannya dan menghela nafas.


Soo Hyuk membawa Mi Mo ke rumahnya. Dia menurunkan Mi Mo di sofa dan Min Woo meletakkan tas milik Mi Mo di meja yang jauh dari tempat Mi Mo berada. Setelah melepaskan sepatu Mi Mo dan meminta Mi Mo tidak kemana-mana. Kalau sampai Mi Mo pergi, Soo Hyuk akan marah.  Min Woo pamit keluar untuk membeli obat. 


“Mengapa kau membesar-besarkan luka ini?” tanya Mi Mo yang menganggap Soo Hyuk dan Min Woo sudah bertingkah berlebihan. Mi Mo beranjak dari duduknya dan hendak pergi, tapi Soo Hyuk menahannya dan menyuruhnya duduk. Soo Hyuk kemudian mengompres kaki Mi Mo dengan air yang dia bawa. 


Mi Mo terus berkata kalau dia tidak apa-apa, tapi dia langsung terdiam saat melihat Soo Hyuk menatapnya. Diapun membiarkan Soo Hyuk mengompres kakinya.


Hae Joon masih menunggu di mobilnya. Karena Mi Mo tak kunjung menelpon, jadi dia yang menelpon duluan. Sayangnya Mi Mo tak bisa menjawab telelponnya, karena ponselnya ada di meja yang jauh darinya. Selain itu, karena Soo Hyuk juga tak mengizinkan Mi Mo beranjak dari duduknya. 


Teleponnya tak dijawab, Hae Joon pun merasa emosi dan langsung keluar dari mobilnya. Namun, dia lagi-lagi menahan diri untuk langsung menemui Mi Mo. Akhirnya ia mengurungkan niatnya masuk ke dalam lift.


“Terima kasih,” ucap Mi Mo untuk Soo Hyuk yang sudah merawat kakinya. Soo Hyuk juga berterima kasih pada Mi MO karena Mi Mo sudah mau menemani Min Woo. Mi Mo lalu menyebut kalau Min Woo adalah anak yang manis. 


Mi Mo melihat-lihat kesekeliling dan dia menemukan undangan dari SD Dalbit. Dia lalu bertanya apa Soo Hyuk akan datang dan Soo Hyuk menjawab iya.

“Kalau kau?” tanya Soo Hyuk.

“Aku juga akan pergi. Jika kau berpikir soal itu, kenangan itu akan pudar,” ucap Mi Mo.

“Kau berpikir seperti itu. kenangan itu bisa saja tetap ada.”


“Sudah banyak yang berubah sejak saat itu. kau sudah berubah dan aku sudah berubah. Terasa aneh, usiamu waktu itu masih 10 tahun dan sekarang kau seorang ayah dari anak laki-laki berusia 13 tahun,” ucap Mi Mo dan Soo Hyuk menunduk sedih.


“Pasti sulit untukmu. Bagaimana kau mengatasi semuanya? Pasti sulit untuk merawat seorang putra sendirian. Jika aku jadi dirimu, aku tidak akan bisa mengatasinya dengan baik. Kau sudah tumbuh menjadi orang baik. Soo Hyuk-a..,”ucap Mi Mo dan membelai kepala Soo Hyuk.


Soo Hyuk mengambil tangan Mi Mo dan memindahkan dari kepalanya,”Jangan sentuh aku,” pinta Soo Hyuk. “Membuatku jadi ingin memelukmu,” ungkap Soo hyuk yang masih menggenggam tangan Mi Mo dan menatapnya dengan pandangan serius.

Tepat disaat itu, Min Woo masuk rumah dengan membawa obat yang dia beli untuk Mi Mo. 


Setelah mendengar kata-kata Soo Hyuk, Mi Mo jadi salah tingkah dan langsung bergegas keluar dari rumah Soo Hyuk. Mi Mo masuk ke rumahnya sendiri dan di balik pintu, dia meraba dadanya dan merasakan jantungnya berdegup kencang. 

Soo Hyuk sendiri masih berada di tempatnya, dia menatap air bekas kompres Mi Mo dan menghela nafas. 


Keesokan harinya, Soo Hyuk mengajak Hyun Ki bicara di luar kantor, agar kepalanya dingin dan pikirannya kembali normal. Tapi Hyun Ki malah memberitahu informasi yang dimiliki A Ni. “Identitas gadis dari Andong sudah terungkap. Dia adalah Han Mi Mo. Dia wanita yang bertengkar dengan Koo Seul Ah.”
“Apa maksudmu?”

“A Ni menulis sebuah artikel dan dia hanya perlu mendapatkan persetujuan untuk mem-publish artikel itu,” ungkap Hyun Ki. Soo Hyuk langsung bergegas menemui A Ni di kantornya. 


Di meja kerjanya, A Ni sedang mengetik artikel tentang Mi Mo saat Soo Hyuk datang dengan emosi dan langsung menutup laptop A Ni keras.

“Aku sudah katakan padamu untuk tidak menyakiti seseorang!” ucap Soo Hyuk.

“Siapa yang akan disakiti? Wanita itu?” tanya A Ni dengan emosi.

“Apa kau bahkan tidak mencari tahu soal dia di internet? Apa kau mencari tahu bagaimana keterlibatannya dengan Koo Seul Ah?” tanya Soo Hyuk mengingatkan A Ni. Namun A Ni tetap bersikeras menerbitkan artikel yang dia tulis, sehingga membuat Soo Hyuk emosi dan mengatakan kalau Mi Mo akan terluka jika artikel itu terbit. 


“Seseorang selalu terluka saat sebuah artikel diterbitkan!” teriak A Ni. “Kenapa kau membuat persoalan untuk hal yang satu ini?” tanya A Ni dan bertanya apa Soo Hyuk menyukai Han Mi Mo. 

“Apa kau menyukai kekasih sahabatmu sendiri, Han Mi Mo? Kau suka dengannya?” tanya A Ni.



“Jika kau penasaran soal itu, terbitkan saja artikelmu. Terbitkan saja jika kau penasaran seberapa marahnya aku nanti. Dan... orang yang seharusnya  mengetahui perasaanku...bukan dirimu,” ucap Soo Hyuk dan berjalan pergi. 


Soo Hyuk pergi menemui Hae Joon dan meminta maaf. Hae Joon tahu maksud Soo Hyuk dan berkata jangan diteruskan. "Jangan melibatkan diri dalam hubungan kami."


"Maafkan aku. Tapi aku akan melibatkan diri. Aku tak punya pilihan lain."

Komentar: 

Agak bingung melihat Soo Hyuk. Kenapa dia tak punya pilihan lain? Ada jauh lebih banyak ikan di kolam. Atau karena artikel itu? Ia bisa mencegah artikel itu seperti ia mencegah A Ni barusan. Apa karena perasaannya pada Mi Mo? Mi Mo sudah punya pacar dan pacar itu sahabatnya sendiri.

Apa Mi Mo terpaksa pacaran dengan Hae Joon? Nggak, kan?

Saya mengerti kalau Soo Hyuk menyukai Mi Mo. Saya juga pingin Mi Mo akhirnya jadian dengan Soo Hyuk. Tapi bukan dengan cara seperti ini. Bukan dengan cara merebut pacar sahabatnya sendiri.  
Bersambung One More Happy Ending Episode 7

1 comment :

  1. Ky nya sih soo hyuk nda ad niat ngerebut. Dia cuma mau jagain mi mo deh.
    Atauuu... mau nyelesaikan perasaannya sejak SD dulu.

    ReplyDelete