February 1, 2016

One More Happy Ending Episode 3 - 2

One More Happy Ending Episode 3 - 2


Mi Mo berada di depan rumah sakit untuk mengembalikan jas dokter milik Hae Joon. Namun dia merasa ragu saat hendak melangkah masuk ke gedung rumah sakit. Sepertinya dia masih malu untuk bertemu dengan Hae Joon. 

“Bagiku, daripada menggunakan make-up. Aku memilih mengumpulkan keberanianku,” ucap Mi Mo dalam hati dan kemudian melangkah maju.

Mi Mo akhirnya menemui Hae Joon dan berterima kasih atas semua bantuan Hae Joon malam itu. Karena Hae Joon masih memanggil Mi Mo dengan sebutan “kakak ipar” maka Mi Mo pun bertanya kenapa Hae Joon masih memanggilnya dengan nama itu padahal Soo Hyuk sudah memberitahunya tentang hubungan mereka yang sebenarnya. 

“Mungkinkah.. kau ingin menjauhiku? Karena apa yang pernah aku katakan? Karena itulah kau menjaga jarak?” tanya Mi Mo yang merasa Hae Joon menjaga jarak darinya.


Hae Joon menjawab kalau apa yang di lakukan Mi Mo adalah hal yang wajar, karena banyak pasien yang menyatakan cinta pada dokternya. Jadi, Hae Joon pun tidak akan menanggapi apa yang Mi Mo katakan, agar dia tak jadi besar kepala. 

Mi Mo lalu melangkah mendekat dan meminta Hae Joon untuk menatap matanya lalu bertanya apa matanya terlihat bergetar, terlihat gugup dan ucapannya tidak jelas. Hae Joon menjawab tidak dan Mi Mo bertanya kenapa Hae Joon tak mempercayainya, padahal dia mengatakan semuanya dalam kondisi sadar.

Hae Joon akhirnya menjelaskan kalau hal yang paling dia benci adalah hubungan yang rumit. Dia mengaku kalau dia tak mau terlibat cinta segitiga antara Mi Mo dan Soo Hyuk. Yang lebih pedasnya lagi, Hae Joon berkata kalau Mi Mo tak begitu cantik sehingga membuat dia dan Soo Hyuk jadi bermusuhan. Mendengar itu, Mi Mo pun berkata kalau dia tak ada niat membawa Hae Joon ke dalam hubungan seperti itu. Dia hanya ingin mengungkapkan perasaannya saja. 

Mi Mo lalu mengaku kalau dia sudah mengumpulkan keberaniannya, kepercayaan dirinya, berganti baju berulang kali, bahkan sempat berubah pikiran sebelum menemui Hae Joon. 

“Aku selalu gugup ketika bersamamu. Tapi aku menyukai perasaan itu,” tambah Mi Mo sambil memaksakan senyum. “Meskipun akhirnya ditolak seperti ini. Maaf sudah mengganggu waktu sibukmu,” ucap Mi Mo dan berbalik hendak pergi. Namun dia berbalik lagi dan mengembalikan jas dokter milik Hae Joon yang masih ada di tangannya. 


Hae Joon masih menatap kepergian Mi Mo saat Yeon Soo muncul menghampirinya. Yeon Soo bertanya apa wanita yang baru saja pergi adalah pasien yang hanya mengenakan pakaian dalam semalam. Ternyata Yeon Soo tahu siapa Mi Mo. Dia juga tahu kalau Mi Mo adalah mantan dari Angels.


Soo Hyuk sedang mengedit ulang berita tentang Seul Ah dan Jung Hoon. Judul artikelnya dia buat kalau Seul Ah dan Jung Hoon akan segera menikah. Tapi artikel itu mengingatkan Soo Hyuk pada Mi Mo, karena tahu kalau Mi Mo pasti akan merasa sakit hati jika membacanya, Soo Hyuk jadi merasa ragu untuk mengirimnya. Namun karena dia harus menerbitkan berita itu, maka ia kirimkan berita itu.


Setelah Soo Hyuk mengklik send, berita tentang Seul Ah dan Jung Hoon langsung menyebar dan menjadi perbincangan di mana-mana. Mi Mo yang saat itu sedang berada di restoran, jadi ikut mendengar apa yang mereka perbicangkan. Tentu saja Mi Mo masih merasa sakit hati mendegarnya, apalagi hari ini dia baru saja ditolak oleh seorang pria.

Bukan hanya di restoran, Mi Mo juga harus melihat dan mendengar orang membicara Seul Ah dan Jung Hoon di jalan, karena berita tentang mereka sudah di muat di koran. 

Saat rapat, atasan Soo Hyuk bertanya kenapa Soo Hyuk terlihat murung padahal artikelnya sedang menjadi perbincangan dimana-mana. Bukankah Soo Hyuk selalu berkata kalau mendapatkan gosip dari selebriti lebih menyenangkan daripada berpacaran? Mendengar itu, Soo Hyuk hanya beralasan kalau dia merasa Seul Ah dan Jung Hoon tidak cocok, jadi dia tak terlalu senang. 

Atasannya lalu bertanya pada Jung A Ni tentang artis masa lalu yang sedang dia wawancarai. A Ni menjawab kalau artikelnya akan ia selesaikan hari ini. A Ni tak menyebutkan kalau artis yang sedang dia wawancara adalah Mi Mo. 


Selesai rapat, A Ni menghampiri Soo Hyuk dan mengajaknya makan malam besok. Karena merasa tak ada jadwal apa-apa, Soo Hyuk pun mengiyakan ajakan tersebut. 


Mi Mo sedang minum sendirian di bangku taman dan Soo Hyuk melihatnya saat hendak masuk ke gedung apartemen. Soo Hyuk lalu menghampirinya. Mi Mo memuji liputan Soo Hyuk yang sangat bagus dan rapi, sampai-sampai dia merasa membenci Soo Hyuk. 

“Maaf, tapi aku butuh hidup,” ucap Soo Hyuk dan kemudian mengambil sekaleng minuman milik Mi Mo. Soo Hyuk mengaku kalau dia sebenarnya ingin menelpon Mi Mo dulu sebelum dia menerbitkan berita itu.

Mi Mo mengaku saat mantan suaminya minta cerai, dia pikir mantannya itu punya selingkuhan. Namun dia tak ingin mencari tahu, karena dia tak bisa menerima fakta jika si suami benar-benar menyelingkuhinya.

“Sama halnya saat putus dengan pacarku. Aku tidak mau bertanya banyak pertanyaan. Tapi kali ini, kau sudah membuatnya jelas,” aku Mi Mo dan kemudian ingin menanyakan sesuatu pada Soo Hyuk. Dia bertanya apa Jung Hoon terlihat bahagia saat bersama Seul Ah. 


Mi Mo teringat saat momen indahnya bersama Jung Hoon. Saat itu, mereka berdua merasa dunia hanya milik mereka berdua. Jung Hoo mencium pipi Mi Mo dan memeluknya di tempat umum. 

Soo Hyuk menjawab kalau dia hanya menulis saat mereka bergandengan tangan, saat berpelukan saat berciuman dan saat mereka berduaan. Dia tak perduli, mereka berdua bahagia atau tidak. 

“Maaf,” ucap Soo Hyuk karena membuat Mi Mo semakin sedih.

“Seharusnya aku jadi ikan mas saja. Di saat seperti ini pun, aku masih memikirkan orang lain,” ungkap Mi Mo. Soo Hyuk membenarkan, seharusnya dia memanggil Mi Mo dengan sebutan ikan mas. Mi Mo mengaku kalau sekarang dia sudah menemukan orang yang bisa membuatnya gembira dan hatinya bergetar. Tapi seharusnya dia bisa menahan dirinya untuk tidak mengutarakan semuanya pada orang itu, karena sekarang hatinya merasa tercabik-cabik kembali. 


“Irinya.... kau bisa mengutarakan isi hatimu, ketimbang menahannya. Rasanya bahagia sekali, kalau bisa melepaskan mereka. Isi hatiku sudah mengakar di dalam dan akhirnya hanya penyesalan,” ungkap Soo Hyuk dan Mi Mo berpendapat kalau isi hati memang aneh. Mereka berdua pun tertawa bersama. Soo Hyuk hendak memegang pundak Mi Mo, namun dia mengurungkannya.


Dong Mi sedang mengajar di kelas, dan sepertinya Dong Mi adalah tipe guru yang sadis. Dia menghukum muridnya di depan kelas karena telat masuk, sedangkan dia sendiri asik bertelponan di kelas. Dia sedang bertelponan dengan Mi Mo yang memintanya untuk menghibur Ae Ran. Tapi Dong Mi tak mau karena dia merasa Dong Baelah yang harusnya dihibur bukannya Ae Ran. 


Seorang siswinya maju dan menunjukkan kue yang sudah dia buat semalaman. Siswi itu membuat kue untuk pacarnya karena pacarnya itu suka pilih-pilih makanan dan hanya mau makan kue buatannya. 

“Masih kecil, kok sudah pacaran!” ucap Dong Mi dan membuka kotak kue itu. 

“Kalau umur segini aku tidak punya pacar. Menyedihkan sekali,” jawab si siswi.

“Hati-hati kalau bicara. Menyedihkan apanya?! Kalau kau mengatakannya lagi. Bu Guru akan marah,” ucap Dong Mi dan memakan kue itu. Karena rasa kuenya memang enak, Dong Mi pun bertanya pada siswinya,  apa para cowok memang menyukai kue seperti itu dan si siswi menjawab kalau mereka semua sangat menggilainya. 


Di rumah Ae Ran shock saat melihat hasil alat testpack-nya. Euum apakah Ae Ran hamil??? Koq bisa? Sama siapa? Katanya dia gak suka sama Dong Bae? Mau tahu jawabannya? Kita lanjut sinopsisnya.

Tepat di saat itu Mi Mo datang, dia datang untuk menghibur Ae Ran.  Pada Mi Mo, Ae Ran bertanya dia harus bagaimana dan Mi Mo menjawab mungkin semua ini yang terbaik untuk Ae Ran dan Dong Bae. Dan waktulah yang akan menyembuhkan semuanya. Namun Ae Ran masih terlihat sedih, dia juga tidak memberitahu Mi Mo tentang hasil testpack tadi. 

Ruangan kelas sudah kosong dan Dong Mi masih ada di sana. Apa yang dia lakukan? Ternyata dia sedang melihat-lihat oven di situs jual online. Seperti biasa, Dong Mi mencari oven yang murah namun dengan kualitas yang bagus. Setelah melihat-lihat akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi orang yang menjual oven dengan harga $320. 

Di telepon, Dong Mi meminta agar  si penjual mau memberinya diskon $30. Mendengar permintaan Dong Mi, si penjual sempat terdiam sesaat walau akhirnya menyetujui permintaanya. Saat ditanya barangnya mau dikirim ke mana, Dong Mi menjawab kalau dia mau melihat barangnya terlebih dahulu. 


Akhirnya Dong Mi ketemuan dengan pria si penjual oven. Namun perhatian Dong Mi bukan fokus pada si oven, melainkan pada si penjualnya. Saat si penjual berkata kalau oven yang dia bawa masih dalam kondisi bagus, Dong Mi malah bergumam tentang si penjual. 

“Selama 34 tahun. Inilah yang terbaik," ucap Dong Mi, namun si penjual beranggapan kalau Dong Mi sedang membicarakan ovennya. 

“Jadi, mau beli?” tanya si penjual.

“Tentu saja kalau bisa,” jawab Dong Mi yang masih dalam lamunannya. Tapi ketika dia melihat wajah si penjual yang meminta jawaban pasti, akhirnya Dong Mi terbangun dari khayalannya dan langsung berkata kalau dia akan membeli ovennya. 

Karena Dong Mi sudah menyetujui untuk membeli ovennya, si penjual pun bercerita tentang sejarah si oven yang ternyata milik mantan istrinya. Dia memutuskan menjual oven tersebut karena  dia tidak bisa move on dari bayangan mantan istrinya setiap melihat oven itu. 

Mendengar hal itu, Dong Mi merasa lega dan senang. Dia kemudian bertanya apa si penjual punya anak dan si penjual menjawab tidak. Jawaban itu juga langsung membuat Dong Mi senang, namun dia menutupi rasa senangnya itu. 


Dong Mi dan Mi Mo minum bersama di rumah Dong Mi. Mereka minum soju sambil menikmati jajangmyun dan melihat berita tentang Seul Ah. Dong Mi kemudian mengalihkan topik dengan bertanya pendapat Mi Mo tentang pacaran dengan duda. Mendengar itu, Mi Mo langsung menjawab kalau Dong Mi sedang bertanya dengan seorang janda. 

Dong Mi pun bercerita kalau hari ini dia bertemu dengan dua barang seken. Yang pertama adalah oven seken dan yang kedua adalah pria seken, pria sexy berumur 40 tahun. 

“Kau menyuruhku tetap dalam lingkunganku. Kenapa kau malah melewati batasanmu?” tanya Mi Mo dengan nada sedikit kesal karena kemarin dia dimaki habis-habisan oleh Dong Mi gara-gara mengharapkan Hae Joon dan tidak memperhatikan kondisi perawan tua seperti Doong Mi. Diingatkan dengan pernyataan itu, Dong Mi pun menjawab dengan santai kalau batasan di buat memang untuk dilewati. LOL

“Aigo, kalau memang mau begini, kenapa menunggu sampai tua?” komentar Mi Mo tentang Dong Mi. 

Dong Mi lalu bertanya bagaimana duda itu dan Mi Mo menjawab tergantung orangnya, karena harga barang bekas tergantung pada kondisinya. Dong Mi menambahkan kalau duda yang dia temui kemarin adalah duda kelas satu. Karena Dong Mi sangat yakin pada pria itu, Mi Mo pun hanya bisa menasehati untuk mencobanya. Mi Mo menambahkan kalau Dong Mi mau mencari jodoh lewat perusahaannya, dia harus bayar mahal. 

Dong Mi kemudian meminta nasehat dari Mi Mo mengenai apa yang harus dia perhatikan saat mendekati seorang duda, seperti do dan don't-nya. Mi Mo menjawab kalau Dong Mi jangan sampai bertanya alasan dia bercerai, karena kelihatan terlalu kepo itu tidak bagus untuknya. Selain itu, dia pasti akan mengungkit-ungkit hal tersebut saat mereka bertengkar. 

Mendengar itu, Dong Mi bergumam, menyayangkan karena dia sangat ingin tahu alasan pria sekeren itu bisa bercerai. 


Selesai makan, mereka berdua sama-sama berbaring. Dong Mi berbaring di atas sofa dan Mi Mo di bawah. Dong Mi lalu bertanya apa Mi Mo tak merasa malu saat mengungkapkan perasaannya pada Hae Joon. Mendengar itu Mi Mo tertawa dan berkata lirih kalau sebenarnya dia merasa malu. Tapi setelah mengungkapkan semuanya, ia merasa lebih lega. 


Soo Hyuk menemui Hae Joon disebuah café. Hae Joon mengajak ketemuan untuk mengatakan pada Soo Hyuk kalau dia menyukai Mi Mo. Mendengar nama Mi Mo yang keluar dari mulut Hae Joon, tentu saja Soo Hyuk merasa kaget sampai-sampai dia menyemburkan minuman yang hendak di minum.

Namun sebelum mendengar penjelasan dari Hae Joon tentang bagaimana bisa dia menyukai Mi Mo, Soo Hyuk langsung teringat pada pengkuan Mi Mo kalau dia sudah menemukan pria yang bisa membuat hatinya berdebar dan merasa bahagia. Dan setelah mendengar pengakuan Hae Joon, Soo Hyuk pun bisa menebak kalau pria yang disukai Mi Mo adalah Hae Joon. 

“Apa hal ini bisa menjadi cinta segitiga?” tanya Hae Joon yang ingin memastikannya sekali lagi namun Soo Hyuk tak bisa langsung menjawabnya. Dia hanya terdiam, sehingga Hae Joon menebak ada  kemungkinan terjadi hal tersebut.

“Tidak ada,” jawab Soo Hyuk cepat.

“Butuh waktu lagi? Untuk memastikan perasaanmu kepadanya?” tanya Hae Joon dan Soo Hyuk meyakinkan kalau Mi Mo hanyalah teman masa SD-nya. 

“Sekarang aku tahu kau tidak memiliki perasaan padanya,” ucap Hae Joon dan beranjak dari duduknya. Sebelum pergi, Hae Joon memberitahu Soo Hyuk kalau dia akan pergi ke Brave Wedding, karena dia ingin memberikan profil miliknya pada Han Mi Mo. Hae Joon bahkan ingin mengajak Mi Mo untuk menjalin hubungan yang lebih serius kalau Mi Mo mau. 

Setelah Hae Joon pergi, Soo Hyuk mendapat telepon dari A Ni yang mengingatkannya tentang makan malam mereka. 


Di tempat kerjanya, Mi Mo mendapat undangan pernikahan dari pasangan yang berhasil dia jodohkan. Setelah pasangan itu keluar dari ruangan, seorang pegawainya muncul dan memberitahu kalau mereka kedatangan tamu dengan level A-99. Mendengar itu, Mi Mo bertanya-tanya apa Won  Bin atau Hyun Bin yang bercerai. 


Orang yang dimaksud pegawai tadi muncul dan ternyata pria itu adalah Hae Joon. Tentu saja hal itu membuat Mi Mo terkejut dan bertanya kenapa Hae Joon bisa datang ke tempatnya. Hae Joon menjawab kalau dia datang karena ingin menikah lagi.  Ternyata Hae Joon juga pernah menikah, namun usia pernikahannya hanya sebentar.

Saking nervous-nya pada Hae Joon, tangan Mi Mo sampai  gemetar saat menyuguhkan teh untuk Hae Joon. Setelah mereka duduk bersama, Hae Joon memberikan profil yang sudah dia isi saat menunggu tadi. 

“Aku ingin wanita yang imut, kecil, tingginya sekitar 165 cm. Aku ingin wanita yang cocok di segala situasi. Yang terakhir dan yang terpenting, tolong kenalkan aku dengan wanita yang polos dan sudah mengalami asam garam kehidupan,” terang Hae Joon.

“Abstrak sekali,” komentar Mi Mo yang tak sadar kalau semua ciri-ciri itu ada padanya. “Kalau dia sudah mengalami asam garam kehidupan, berarti pernah mengalami kegagalan. Kalau dia polos, berarti dia itu berhati baik, benar kan?” tebak Mi Mo yang berusaha menelaah keinginan Hae Joon.

Namun tebakan Mi Mo tadi tak langsung di jawab oleh Hae Joon, dia malah menatap terus kearah Mi Mo dan di balas oleh Mi Mo. Tapi lama kelamaan, Mi Mo yang jadi salah tingkah.

“Dipandangi terus begini kesal kan? Bukan tempatku mengatakannya,” ucap Hae Joon dan langsung beranjak dari tempat duduknya. Dia batal untuk mendaftar di biro milik Mi Mo dengan alasan karena  Mi Mo dinilai tidak objektif dalam hal mengatur matanya. Tadi mata Mi Mo bergerak terus saat mereka saling tatap.

Mi Mo pun beralasan kalau matanya tadi bergerak karena dia merasa bersalah. Dia berjanji tidak akan mendendam dan menjodohkan Hae Joon dengan wanita yang aneh. Namun Hae Joon tetap pada pendiriannya untuk tidak mendaftar di biro milik Mi Mo. 


“Apa itu? Apa dia mempermainkanku?” ucap Mi Mo kesal saat Hae Joon sudah pergi. Di luar ruangan Mi Mo, Hae Joon terlihat sedikit tersenyum. Hmmm… apa Hae Joon hanya berencana untuk memberitahu Mi Mo kalau dia adalah duda? Entahlah…

Mi Mo masih bertanya-tanya tentang tujuan Hae Joon datang ke tempatnya. Dia benar-benar merasa kesal pada Hae Joon karena merasa dibodohi. Sambil melihat profil Hae Joon, Mi Mo berkata kalau dia memang lemah soal cinta, tapi kalau untuk urusan sebagai CEO, semuanya jadi beda. 


Jung In A mengajak Soo Hyuk makan di restoran yang romantis dimana banyak pasangan yang sedang menikmati makan malam sambil berpegangan tangan, ngobrol dan yang lainnya. In A kemudian membandingkannya dengan apa yang sedang dia alami bersama Soo Hyuk. Mereka berdua memang duduk di meja yang sama, namun Soo Hyuk malah sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia tak menghiraukan In A yang duduk di depannya. 

Pikiran Soo Hyuk sedang di penuhi dengan pengakuan Mi Mo dan Hae Joon, yang sama-sama mengaku saling suka. Saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 8 malam, Soo Hyuk pun teringat tentang ucapan Hae Joon yang ingin pergi ke tempat Mi Mo bekerja dan mengajak Mi Mo menjalin hubungan yang lebih serius. 


“Apa sekarang aku sedang makan dengan Song Soo Hyuk? Tolong anggap aku sebagai wanita, setidaknya saat ini,” ucap In A yang merasa kesal karena Soo Hyuk terus mengabaikannya. “Dan juga… juniormu ini, ingin menjadi kekasihmu,” tembak In A dan pernyataan itu berhasil membuat Soo Hyuk terdiam.

Keluar dari restoran, Soo Hyuk berkata kalau In A pasti akan bertemu dengan pria yang lebih baik darinya. Dengan wajah tertunduk In A menjawab kalau tak akan ada pria lain, karena Soo Hyuklah pria yang dia sukai. Namun dia meminta agar Soo Hyuk tidak merasa bersalah karena sudah menolaknya.

Kita kemudian diperlihatkan pada Mi Mo yang sedang menunggu seseorang di lobi sementara Soo Hyuk sedang mengendarai mobilnya. Di mobil, Soo Hyuk terus teringat pada kata-kata Hae Joon kalau dia ingin menjalin hubungan serius dengan Mi Mo. Soo Hyuk mencoba menghubungi telepon kantor Mi Mo, namun tak diangkat karena kantor Mi Mo memang sudah kosong.


Ternyata Mi Mo sedang berada di lobi apartemen Hae Joon. Melihat Mi Mo datang mencarinya, membuat Hae Joon tersenyum senang, namun saat dia berhadapan dengan Mi Mo, dia menutupi rasa senangnya itu dengan memprotes apa yang sudah Mi Mo lakukan. 

“Apa kau diperbolehkan menggunakan informasi pribadi klienmu? Menelponku hingga datang ke tempatku,” tanya Hae Joon dengan ekspresi tegas.


“Itulah caraku menangani klien,” bantah Mi Mo dan kembali meminta agar Hae Joon mendaftar di biro jodoh miliknya karena semua biro jodoh pasti ingin mendapatkan klien seperti Hae Joon. Semua itu dikarenakan Hae Joon adalah duda yang tampan dan mapan. 

“Kau baca profilku?” tanya Hae Joon.

“Kubaca berkali-kali, sampai aku menghafalnya,” jawab Mi Mo dan Hae Joon langsung berkata kalau rencananya sudah berhasil untuk membuat Mi Mo menghafal profilnya. Hae Joon akhirnya berkata jujur tentang alasan dia tak mau mendaftar, karena kalau dia mendaftar, dia tidak akan bisa menjadi kekasih Mi Mo. 

Mendengar pernyataan tak terduga itu, tentu saja membuat Mi Mo sangat terkejut, sampai-sampai dia meminta Hae Joon mengulangi kata-katanya.

“Kalau aku mendaftar, aku tidak bisa menjadi kekasihmu. Jadi aku tidak akan mendaftar,” ulang Hae Joon. 


“Kau ingin jadi kekasihku?” tanya Mi Mo dan Hae Joon menjawab dengan anggukan. “Kenapa tiba-tiba? Katanya aku tak begitu cantik dan katanya kau tidak suka hubungan yang rumit,” tambah Mi Mo.


“Sekarang aku sudah tahu ini bukan hubungan yang rumit. Han Mi Mo dan aku, hanya kita berdua. Ayo lakukan,” ajak Hae Joon dan tepat disaat itu Soo Hyuk muncul dan melihat mereka berdua dari luar gedung.

Mi  Mo masih tak percaya pada apa yang dia dengar, sehingga dia meminta agar Hae Joon mencubitnya. Hae Joon hendak mencubit pipi Mi Mo, namun dia mengurungkannya, karena dari pada mencubit, dia lebih memilih memeluk Mi Mo. 


“Apa kau sudah percaya?” tanya Hae Joon dan Mi Mo tersenyum bahagia. Tanpa mereka berdua sadari, Soo Hyuk melihat sedih kearah mereka.



Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending episode 4


6 comments :

  1. Oooh.....poor soo hyuk... :'(...tp...ga tau kenapa..ttp suka ma pasangan mi mo-hae joon... ^^ ...ikut geregetan waktu liat mereka bersama...heee..gumawo mbak liik... :*

    ReplyDelete
  2. Senang lihat mimo sm hae joon jadian tp kasihn liht soo hyuk aaakh galau lanjut ters mbak...tetp semangt

    ReplyDelete
  3. Wah.. Kok cepet banget mi mo jadian ama hae joon ... Tapi kayae jalannya gk akan mulus.. Dan akan terjadi cinta segi tiga...ternyata soo hyuk juga banyak yg naksir ya... Mudah"an semakin hari semakin seru.. Dan gk membosankan...

    ReplyDelete