February 19, 2016

Signal Episode 8 - 2

Signal Episode 8 - 2

Kembali ke masa kini,


Setelah mendengarkan rekaman pembunuhan itu Kapten Ahn langsung memperdengarkannya pada Bum Joo... dan Se Kyu.




Bum Joo meyakinkan Se Kyu bahwa dia akan mengatasi tim kasus dingin dan mengalihkan kasus ini ke tim lain atau dengan cara lainnya. Se Kyu juga tidak perlu mencemaskan masalah bukti rekaman itu karena kasus ini sudah lebih dari 20 tahun dan sudah tidak ada jenazah ataupun TKP untuk diselidiki.

Tapi semua itu sama sekali tidak bisa membuat Se Kyu tenang karena sebagai pengacara dia mengerti betul tentang prinsip dasar evaluasi bebas sebuah bukti, yang mana hakim bebas menimbang bukti berdasarkan keyakinan batin mereka. Bum Joo terus berusaha meyakinkan Se Kyu bahwa masalah ini tidak akan sampai ke pengadilan, dia akan mengurusnya secara diam-diam.


Lalu bagaimana dengan saksi itu? Siapa nama saksi itu? tanya Se Kyu. Kapten Ahn memberitahunya nama saksi itu adalah Kim Ji Hee. Bum Joo sekali lagi meyakinkan Se Kyu untuk tidak mencemaskan masalah saksi itu. Tapi Se Kyu langsung menyela dan mengingatkan Kapten Ahn bahwa membuat bukti dan kesaksian menjadi tidak berguna adalah tugas seorang pengacara , sepertinya bukan polisi seperti mereka.


Di kantor polisi, Detektif Kim terus menggerutu panjang lebar karena harus berurusan dengan pengacara seperti Se Kyu. Hae Young tenang-tenang saja, dia yakin kalau mereka masih punya waktu. Detektif Kim pesimis, dia yakin kalau Se Kyu tidak akan datang memenuhi panggilan mereka. Hae Young malah sebaliknya, dia yakin Se Kyu pasti akan datang karena Se Kyu adalah orang yang impulsif, emosional dan sangat kompleks. Dia orang yang tidak akan terima jika dia kalah dari seseorang yang dianggapnya jauh lebih rendah darinya.


Dan dugaan Hae Young-lah yang terbukti benar. Tak lama kemudian, Hun Gi terburu-buru datang dan mengabarkan kalau Se Kyu sudah datang. Mereka cepat-cepat pergi ke ruang interogasi dan melihat Se Kyu sudah duduk menunggu dengan tenang di sana. Hae Young senang, akhirnya Se Kyu memakan umpan mereka. Dia lalu menelepon Soo Hyun dan mengabarkan kedatangan Se Kyu. Soo Hyun saat itu sedang dalam perjalanan untuk menjemput Da Hye di rumah sakit.


Sebelum memulai interogasi, Hae Young kali ini tidak lupa untuk terlebih dulu membacakan hak-haknya Se Kyu sebagai tersangka. Se Kyu punya hak untuk diam dan didampingi pengacara dan lain sebagainya. Di sisi lain ruang interogasi, Bum Joo datang untuk mengawasi jalannya interogasi ini bersama Kapten Ahn.


Hae Young memulai interogasinya dengan memberitahukan kasus kematian Shin Da Hye yang 20 tahun lalu dinyatakan sebagai bunuh diri. Akan tetapi baru-baru ini ada seseorang yang mengklaim kalau Shin Da Hye tidak bunuh diri tapi dibunuh. Saksi itu mengatakan kalau Se Kyu membunuh Da Hye di rumahnya.

Saat Se Kyu menyangkal tuduhannya, Hae Young langsung memutar rekaman pembunuhan Da Hye yang mana suara Se Kyu terdengar jelas dalam rekaman itu. Anehnya, Se Kyu tampak tenang-tenang saja. Bahkan dengan santainya dia mengakui bahwa suara itu memang suaranya. Tapi saat Hae Young bertanya apakah Se Kyu mengakui pembunuhan yang dilakukannya pada Da Hye, Se Kyu langsung menyangkalnya.


"Itu memang suaraku. Tapi aku tidak bilang kalau aku membunuhnya. Tadi kau bilang kalau ini direkam di rumah Da Hye. Aku tidak tahu kau mendapatkan rekaman ini dari mana, tapi apa kau bisa membuktikan kalau rekaman ini direkam di rumah Da Hye?"

Hae Young langsung membisu dan Se Kyu tersenyum senang, mengira dia sudah menang.

Flashback,


Bum Joo memperingatkan Se Kyu untuk tidak datang memenuhi panggilan tim kasus dingin tapi Se Kyu menolak. Dia bersikeras mau datang karena tidak terima ditantang oleh tim kasus dingin yang menurutnya orang rendahan. Dia bersumpah akan menghancurkan Hae Young dan menyuruh Bum Joo untuk mengurusi orang yang mengaku sebagai saksi itu.

Kembali ke masa kini,


Soo Hyun akhirnya tiba di rumah sakit tapi sesampainya di kamar rawat Da Hye, dia malah mendapati Da Hye sudah tidak ada. Unnie malah bingung karena Da Hye barusan pergi bersama seorang suster... suster pria.



Cemas, Soo Hyun langsung buru-buru pergi ke ruang kontrol CCTV mencari Da Hye dan mendapati Da Hye didorong seorang pria di parkiran. Soo Hyun langsung turun ke parkiran tapi di sana, dia mendapati kursi rodanya Da Hye sudah kosong.


Tiba-tiba saja si suster palsu itu menyerang Soo Hyun.


Yakin kalau dirinya sudah menang, Se Kyu bertanya apakah sesi interogasi ini sudah selesai? Atau dia masih harus diinterogasi lebih jauh lagi?

"Iya" jawab Hae Young "Kami bisa membuktikannya"

"Apa?"

"Rekaman ini. Kami bisa membuktikan bahwa rekaman ini benar-benar direkam di rumah Shin Da Hye 20 tahun yang lalu"


"Bagaimana mungkin?"

"Rekamannya tidak hanya sampai disini"

Se Kyu langsung tegang. Begitu juga Bum Joo yang langsung panik. Hae Young berkata bahwa berdasarkan sejauh yang mereka dengar barusan memang mereka tidak akan bisa membuktikannya. Tapi bagian akhir dari rekaman itu bisa membuktikan bahwa rekaman itu memang direkam di rumah Da Hye. Hae Young lalu memutar lanjutan dari rekaman itu.

Flashback,


Setelah wanita yang dia kira Da Hye sudah mati, Se Kyu langsung menyalakan senter yang dia bawa lalu mengobrak-abrik laci-laci Da Hye untuk mencari kalung berlian. Se Kyu baru saja menemukan kalung itu saat tiba-tiba saja Da Hye cegukan.


Se Kyu mendengar suara aneh itu dan langsung mengarahkan senternya ke arah dapur. Da Hye berusaha keras menahan cegukannya tapi dia malah terus cegukan. Se Kyu terus berjalan mendekat ke arah kulkas... tepat saat suara bel pintu berbunyi.

Ternyata Min Sung yang datang dan dia memanggil-manggil Da Hye. Tapi setelah beberapa lama tidak ada jawaban, akhirnya dia pergi. Kedatangan Min Sung itulah yang menyelamatkan Da Hye.

Se Kyu panik gara-gara kedatangan Min Sung sampai akhirnya dia melupakan suara aneh dari dapur tadi. Dia lalu cepat-cepat membungkus tubuh wanita yang dia kira Da Hye dengan selimut dan memasukkannya kedalam sebuah tas besar.

Kembali ke masa kini,


Suara Min Sung yang memanggil-manggil Da Hye terdengar jelas di rekaman itu, begitu juga dengan suara Se Kyu yang menggerutu sebal saat dia kesulitan memasukkan mayat wanita itu ke dalam tas. Hae Young memberitahu Se Kyu bahwa suara pria yang memanggil Da Hye itu adalah tunangan Da Hye, Kim Min Sung. Dia juga sudah mengkonfirmasi kalau dia memang singgah ke rumah Da Hye malam itu.

Se Kyu benar-benar tak percaya mendengarnya. Saat dia menggerutui hal yang sama sekali tidak dia sangka-sangka ini, Hae Young langsung bertanya kenapa, apa rekaman yang ini beda dari yang dia dengar?


"Aneh, Bukti kasus kami seharusnya tidak boleh bocor keluar" ujar Hae Young sambil menatap tajam ke kaca dua arah, tempat Kapten Ahn dan Bum Joo sedang mengawasi mereka.

Tepat saat itu juga, Bum Joo dapat telepon yang membuatnya tambah panik. Hae Young kembali mengalihkan tatapannya pada Se Kyu dan berkata bahwa rekaman yang mereka dengar ini adalah rekaman asli yang membuktikan bahwa rekaman ini memang benar-benar direkam di rumah Da Hye.


"Lalu kenapa? Kau mau apa?" tantang Se Kyu

"Sekarang giliranmu untuk memberikan pernyataan tentang apa yang kau lakukan di rumah Shin Da Hye waktu itu"


Hun Gi masuk lalu diikuti dengan Soo Hyun yang datang dengan membawa Da Hye. Dan begitu melihat wajah Da Hye, Se Kyu langsung melompat mundur ketakutan seperti melihat hantu "Kau... bagaimana bisa?"

Flashback,


Soo Hyun diserang, ditinju dan dicekik si suster palsu tapi Soo Hyun berhasil melawannya dan terlepas dari cengkeramannya. Saat itulah dia melihat Da Hye disekap di sebuah mobil. Si suster palsu kembali menyerang Soo Hyun dan membantingnya ke sebuah mobil.


Dalam usahanya melepaskan diri dari cengkeraman si suster palsu, Soo Hyun mendorong suster palsu itu sampai dia menubruk mobil di belakangnya. Ia menendangnya lalu menghantam kepala pria itu  dengan tabung pemadam kebakaran lalu cepat-cepat membawa pergi mobil tempat Da Hye disekap.

Kembali ke masa kini,


Se Kyu gemetaran hebat saat dia menunjuk Da Hye "Kau... bagaimana bisa? Seharusnya kau sudah mati... Aku yakin aku sudah membunuhmu!"

"Tidak, orang yang kau bunuh adalah Kim Ji Hee"


Se Kyu shock. Hae Young bangkit dari duduknya dan berterima kasih pada Se Kyu atas pengakuannya barusan, pengakuan pembunuhan yang dia lontarkan dari mulutnya sendiri. Dan karena tadi dia sudah terlebih dulu membacakan hak-hak Se Kyu sebagai tersangka maka pengakuan Se Kyu barusan memiliki kekuatan hukum yang sah.


Se Kyu tidak terima dan langsung menggila. Melempar semua barang-barang di ruangan itu, menonjok Hae Young dan hampir saja menyerang Da Hye. Tapi tim kasus dingin bergerak cepat menghentikannya dan Soo Hyun langsung memborgolnya.


Dia menahan Se Kyu atas tuduhan berbagai kejahatan yang dilakukannya barusan dan juga atas pembunuhan Kim Ji Hee 20 tahun yang lalu. Se Kyu menjerit-jerit dan bersumpah akan membunuh mereka semua saat dia diseret keluar.


Saat Da Hye dibawa kembali ke rumah sakit, Min Sung sudah menunggu di depan kamarnya. Awalnya Da Hye memalingkan wajahnya dari Min Sung tapi Ming Sung menggenggam tangannya dengan lembut. Da Hye akhirnya berani menatap mata Min Sung dan mereka berpelukan dengan tangis haru.


Pertemuan kembali Da Hye dan Min Sung membuat Soo Hyun berkaca-kaca, teringat saat Jae Han dulu pernah berkata padanya bahwa mereka akan bicara setelah dia menyelesaikan kasus penculikan. Tapi ternyata ucapan itu adalah ucapan terakhir Jae Han padanya sebelum Jae Han menghilang.


Keesokan harinya, Hae Young kembali menemui Da Hye dan bertanya kenapa Se Kyu sampai melakukan hal sejauh itu hanya untuk mendapatkan kalungnya kembali. Da Hye memberitahunya bahwa didalam kotak perhiasan itu ada sebuah disket.

Lalu apa Da Hye masih menyimpan disket itu? tanya Hae Young. Da Hye berkata tidak, dulu dia sudah menyerahkan disket itu pada seorang detektif.


Da Hye bercerita bahwa dulu dia pergi ke rumah Ji Hee untuk mengambil passport Ji Hee saat seorang detektif meneleponnya. Jae Han-lah yang menelepon rumah Ji Hee saat itu dan menanyakan masalah disket. Da Hye menjawab tidak ada lalu cepat-cepat menutup teleponnya.


Tentu saja Jae Han tidak percaya dan akhirnya memutuskan untuk datang langsung ke rumah Ji Hee. Setibanya di rumah Ji Hee, Jae Han mendapati rumah itu digembok dari luar. Dia akhirnya bertanya pada beberapa ahjumma tetangga Ji Hee yang memberitahunya bahwa mereka tidak melihat Ji Hee selama beberapa hari ini. Da Hye melihatnya waktu itu tapi dia cepat-cepat bersembunyi.

Saat Hae Young bertanya tentang nama detektif itu, Da Hye mengaku tidak tahu. Dia hanya tahu kalau dia detektif dari divisi kejahatan berat kepolisian Seoul. Yakin kalau detektif itu akan terus mencarinya gara-gara disket itu, Da Hye akhirnya memutuskan untuk mengirimkan disket itu via pos ke kantor polisi.


Sayangnya, Jae Han sedang tidak ada di kantor waktu surat itu datang dan Bum Joo lah yang mengambilnya. Soo Hyun melihat Bum Joo mengotak-atik surat-surat Jae Han waktu itu tapi dia tidak mencurigai apapun. Saat Jae Han kembali ke kantor polisi tak lama kemudian, surat itu sudah menghilang.


Curiga, dia langsung mendatangi meja Bum Joo dan mendapati surat itu sudah terbuka dan disket sudah berada di tangan Bum Joo. Jae Han marah besar tapi Bum Joo dengan tenangnya memperkenalkan Jae Han pada para detektif yang berasal dari kantor kejaksaan yang menyelidiki kasus korupsi Jinyang.

 

Dan karena disket itu ditujukan pada Jae Han, para detektif itu malah jadi mencurigai Jae Han. Bum Joo tampak sangat mencurigakan saat tiba-tiba saja dia malah memuji kerja keras Jae Han dalam mendapatkan disket itu dan menyuruh Jae Han bekerja sama membantu penyelidikan Detektif kejaksaan.


Suatu hari, Bum Joo baru keluar dari rumahnya sambil membaca koran yang memberitakan penangkapan petinggi perusahaan konstruksi Sekang atas kasus korupsi pembangunan jembatan Hanyoung. Bum Joo tampak sangat senang dengan berita itu. Dia hendak pergi saat tiba-tiba saja dia melihat mobil Jae Han meluncur ke arahnya dengan kecepatan tinggi tapi dia berhasil menghindar tepat waktu.


Jae Han marah besar pada Bum Joo, dia sudah dengar tentang apa yang Bum Joo perbuat. Anggota Kongres Jang dan 2 teman CEO-nya sama-sama terlibat dalam kasus korupsi besar itu tapi yang ditangkap hanya perusahaan konstruksi Sekang.

Bum Joo pura-pura tidak mengerti maksud Jae Han dan bersikeras kalau disket itu hanya berisi informasi tentang Sekang. Jae Han tidak percaya dan yakin kalau Bum Joo pasti sudah menghapus semua data-datanya dan bersikap seperti seekor anj*ng yang patuh pada tuannya.


Dugaan Jae Han memang benar. Dalam flashback, Bum Joo memang menghapus data-data korupsi yang dilakukan beberapa perusahaan dan Anggota Kongres Jang dan hanya menyisakan satu file tentang Sekang.


Bum Joo tidak peduli, kalau Jae Han tidak suka yah pergi saja. Kesal, Jae Han langsung menyindir pedas Bum Joo. Bagaimana Bum Joo yang awalnya hanya seorang petugas rendahan, bisa langsung naik jabatan jadi seorang Kapten di usia semuda ini.

Bum Joo pasti sudah menemukan jalur yang tepat hingga jabatannya bisa meroket dengan sangat cepat dan membeli rumah mewah padahal tidak mungkin dia bisa membeli rumah sebagus itu jika hanya mengandalkan gajinya sebagai polisi.

"Aku tidak akan pergi" Jae Han bersumpah tidak akan pergi sebelum dia menghancurkan anj*ng yang sudah menodai kepolisian "Kita lihat saja siapa yang akan menang, aku atau anj*ng itu."

Tahun 2015,


Bum Joo mengamuk pada Kapten Ahn bahkan sampai menampari Kapten Ahn. Dia marah besar karena Kapten Ahn tidak mampu mengontrol tim kasus dingin dan menuduh Kapten Ahn sengaja melakukan itu untuk menjatuhkannya. Dia mengingatkan Kapten Ahn kalau dulu Kapten Ahn hanya orang kecil yang berasal dari kota kecil dan dialah yang membawa kapten Ahn sampai ke tempat ini.


Bum Joo lalu bertanya tentang Hae Young, apa dia melakukan sesuatu yang mencurigakan? Kapten Ahn teringat pada walkie talkie Hae Young yang dia pungut dari tempat sampah... tapi entah kenapa dia memutuskan untuk menjawab tidak dan sama sekali tidak memberitahu Bum Joo tentang walkie talkie itu.

Bum Joo memperingatkan Kapten Ahn untuk segera menyingkirkan Hae Young jika Hae Young mengendus tentang apa yang terjadi pada Jae Han. Jika kasus itu sampai terungkap maka Kapten Ahn-lah yang akan berada dalam posisi terburuk.


Tim kasus dingin berkumpul di restoran untuk merayakan kesuksesan mereka. Detektif Kim lah yang paling heboh, berakting menirukan Se Kyu saat dia melompat ketakutan melihat Da Hye masih hidup. Detektif Kim hendak memesan satu porsi lagi tapi Soo Hyun malah merusak suasana dengan berkata kalau dia harus kembali ke kantor polisi untuk mengerjakan laporan kasus ini.


Hae Young akhirnya bangkit untuk menggantikan Soo Hyun. Sebelum pergi, dia menasehati Soo Hyun agar dia mengoleskan salep obat untuk luka di wajahnya. Detektif Kim dan Hun Gi langsung bersorak kagum mendengarnya.


Hae Young memiliki salep obat dan bimbang apakah harus memberikan salep obat itu pada Soo Hyun atau tidak. Dan akhirnya setelah menimbang-nimbang, dia memutuskan tidak usah saja.


Saat baru mulai mengerjakan laporannya, tiba-tiba dia mendengar suara gemirisik radio dan suara Jae Han menyapanya.


Pada saat yang bersamaan, Kapten Ahn tampak sangat muram saat berjalan kembali ke kantor. Di tengah tangga, dia berhenti dan melihat bayangannya sendiri di kaca dan mengingat kejadian masa lalu...

Tahun 2000,


Jae Han sekarat dan tengah bertransmisi dengan Hae Young saat tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki seseorang yang mendekat. Dia cepat-cepat memberitahu Hae Young bahwa masa lalu bisa berubah dan menasehati Hae Young untuk tidak pernah menyerah lalu cepat-cepat menyembunyikan walkie talkie itu dibalik bebatuan besar. Orang itu mendekati Jae Han sambil mengacungkan pistol lalu menembak Jae Han...


Si penembak itu adalah Kapten Ahn.

Tahun 2015,


Perlahan-lahan Hae Young mendekati asal suara radio itu dan akhirnya menemukannya di laci meja kerjanya Kapten Ahn. Dia bingung kenapa walkie talkie itu bisa berada disitu... tepat saat itu juga, Kapten Ahn berjalan masuk, melihatnya memegang walkie talkie itu dan memanggilnya.

Komentar:

Wah! apa Kapten Ahn dengar suaranya Jae Han? Apa rahasia Hae Young ketahuan? Apa yang akan dilakukan Kapten Ahn kalau tahu? Melaporkannya pada Bum Joo? Err... tapi Kapten Ahn rada aneh sih setelah dia ditampar sama Bum Joo. Dia tidak memberitahu Kapten Ahn tentang walkie talkie-nya dan dia juga terlihat sedih saat teringat penembakan yang dilakukannya pada Jae Han.

5 comments :

  1. Wahhh..makin penasaran sama kelanjutannya...apa jae han masih bisa selamat yaa di ending nya nanti..bum joo jahatt banget.. dtunggu trus update nya mba...makasih

    ReplyDelete
  2. Mba Ima, itu yang jd Se Kyu kayanya yg pernah main di It's ok, that's love, bener ga ya? Yang jd cowok penyanyi yang ditaksir sm Ji Hae Soo..
    Mba Ima..tetap semangat lanjutin sinop nya, Fighting...!!!

    ReplyDelete