February 17, 2016

Signal Episode 8 - 1

Signal Episode 8 - 1


Tim kasus dingin shock mendapati hasil kecocokan kedua sidik jari antara sidik jarinya Da Hye yang sudah mati dengan sidik jari wanita yang mirip Da Hye. Detektif Kim benar-benar tidak percaya melihatnya. Kalau Da Hye memang masih hidup lalu siapa yang mati 20 tahun yang lalu?




Apa mungkin ada kesalahan dalam penyelidikan bunuh diri Da Hye dulu? Hun Gi bertanya-tanya. Soo Hyun berkata tidak karena polisi jelas menemukan KTP-nya Da Hye di tempat dia tenggelam, tidak mungkin kan KTP itu ada disana secara kebetulan. Kalau begitu kemungkinan besar ada seseorang yang dengan sengaja membuatnya seolah mayat itu adalah Da Hye, duga Detektif Kim.


"Kalaupun itu benar maka kemungkinan kasus ini bukan kasus bunuh diri biasa" ujar Soo Hyun

"Aku kan sudah bilang. Kasus ini bukan bunuh diri tapi pembunuhan"

Walaupun begitu Hae Young tidak perlu se-emosional ini, Soo Hyun mengingatkan. Lagipula mereka sama sekali tidak punya bukti apakah kasus ini bunuh diri ataukah pembunuhan. Hanya satu orang yang bisa menjawab pertanyaan ini, Shin Da Hye sendiri. Jika mereka menemukan Da Hye maka mereka pasti akan bisa mengetahui apa yang terjadi 20 tahun yang lalu.

Detektif Kim pesimis, bagaimana caranya menemukan seseorang yang sudah bersembunyi selama 20 tahun?


"Dia bisa bersembunyi karena tidak ada yang tahu. Tapi sekarang kita tahu kalau dia masih hidup. Orang yang masih hidup pasti akan meninggalkan jejak di suatu tempat. Kita hanya perlu mencari jejak itu"

Soo Hyun curiga dengan keluarg Da Hye. Karena itulah, Detektif Kim ditugaskan untuk menyelidiki keluarga itu.


Beberapa saat kemudian, Detektif Kim melapor bahwa apa yang dikatakan kakak Da Hye memang benar. Ibunya Da Hye memang menderita kanker liver dan saat ini sedang dalam ruang ICU untuk operasi transplantasi. Dia juga sudah memeriksa segala sesuatu yang berhubungan dengan kakaknya Da Hye dan tidak mendapati ada yang mencurigakan.


Soo Hyun pergi menemui Kim Min Sung untuk meminta informasi tentang Da Hye, orang seperti apa Da Hye dulu? Min Sung menjawab dengan menunjukkan berbagai kaset rekaman milik Da Hye. Semua kaset rekaman itu adalah suara Da Hye setiap kali dia berlatih akting. Dulu, Da Hye benar-benar bekerja keras melatih aktingnya.


Da Hye tidak punya musuh dan tidak akan pernah melukai siapapun. Tapi dulu Da Hye pernah punya masalah dengan pihak agensinya.


Di tempat lain, Hae Young menemui pria yang dulu merupakan pemilik agensi tempat Da Hye bernaung. Saat Hae Young menanyakan tentang Da Hye, Pria itu berkata kalau dia tidak ingat dengan alasan kalau duli dia punya banyak calon artis yang dia tangani.

Dia sudah hendak pergi saat tiba-tiba saja Hae Young mengancamnya dengan cara menyebutkan berbagai macam kejahatan yang dilakukannya. Mulai dari penipuan, penggelapan, penyerangan dan judi ilegal. Dan kenyataan kalau dia bersikeras mengaku tidak mengenal Da Hye, membuktikan kalau dia pasti melakukan sesuatu pada Da Hye.

Pria itu akhirnya mau duduk kembali dengan patuh. Dia membela diri kalau dia tidak melakukan apapun pada para calon artisnya, dia cuma melempar mereka pada pria-pria kaya yang bisa membantu mereka mendapatkan lebih banyak uang. Para wanita itu senang-senang saja bisa bersenang-senang dan mendapatkan uang banyak. Pria itu berkata kalau Shin Da Hye itu sebenarnya sama saja tapi bersikap sok suci.


Dalam flashback, kita melihat Da Hye dipaksa ikut dalam pesta gila-gilaannya Se Kyu dan teman-temannya padahal jelas-jelas dia tampak tak menyukai pesta itu. Dia selalu duduk diam dan tidak ikut minum-minum. Tapi justru itu yang Se Kyu sukai.


Se Kyu yang saat itu sudah mabuk, langsung menyeret paksa Da Hye ke kamar. Parahnya lagi, salah satu teman Se Kyu merekam saat Se Kyu memperkosa Da Hye.


Hae Young benar-benar marah dan jijik mendengarnya. Dia bertanya apakah hal itu terjadi di kabin tempat Se Kyu menyembunyikan barang curiannya? Kabin yang berada di dekat danau Mikang tempat mayat Da Hye ditemukan? Dan apakah kejadian itu terjadi pada bulan September tahun 1995 bersamaan dengan kasus perampokan juga? Pria itu membenarkan tentang masalah kabinnya tapi dia pura-pura tidak ingat waktu kejadiannya.

"Haruskah aku memborgolmu untuk membuatmu mengingatnya?" ancam Hae Young

Pria itu akhirnya mengaku bahwa pada suatu malam, dia tak sengaja mendengar Se Kyu dan teman-temannya bertengkar, pertengkaran yang membuat hubungan mereka berantakan.


Waktu itu, ketiga teman Se Kyu memerintahkan Se Kyu untuk bicara pada ayahnya dan menyuruh ayahnya untuk menghentikan investigasi kasus korupsi yang dilakukan ayah-ayah ketiga orang itu. Mereka mengancam jika Se Kyu tidak menuruti perintah, maka mereka akan menyerahkan video pemerkosaan itu ke polisi. Hukuman Se Kyu bisa jadi semakin berat karena dia juga mengkonsumsi narkoba.


Hae Young sekarang mengerti, Se Kyu sebenarnya hanya ingin mencuri rekaman video rekaman itu. Tapi dia menyamarkan aksinya sebagai perampokan biasa dengan cara mengambil beberapa uang dan perhiasan juga.

 

Hae Young menelepon dan melaporkan masalah ini pada Soo Hyun dengan emosi. Memberitahu Soo Hyun bahwa Se Kyu adalah pelaku dari semua kasus yang saling terkait ini.

"Han Se Kyu si bajing*an itu, dia mengira dia terlepas dari semua ini berkat ayahnya. Selama ini si bangs*t hidup dengan baik! Aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja!"


Soo Hyun speechless mendengar semua rentetan umpatan Hae Young apalagi Hae Young tidak memberinya kesempatan bicara sedikitpun. Dia lalu menanyakan masalah kalung berlian biru itu pada Min Sung. Tapi Ming Sung mengaku kalau dia belum pernah melihat benda itu. Soo Hyun bertanya-tanya apa mungkin Da Hye menitipkan kalung itu pada seseorang yang dia percayai? Pertanyaan itu membuat Min Sung teringat pada Jae Han.


Dulu setelah pemakaman selesai, Jae Han pernah menghubunginya lagi. Waktu itu, dia mengantarkan Jae Han ke apartemen Da Hye yang sudah kosong dan semua barang-barang sudah diambil Unnie-nya. Saat itulah Jae Han menanyakan pertanyaan yang sama persis dengan pertanyaan yang diajukan Soo Hyun.

Waktu itu Jae Han juga bertanya-tanya tentang masalah disket. Tapi Min Sung memberitahunya bahwa dia yakin kalau Da Hye tidak memiliki disket apapun karena Da Hye bahkan tidak bisa mengoperasikan komputer.


Saat tengah mencari keberadaan disket, tak sengaja Jae Han menemukan sebuah foto seorang wanita yang tergeletak di bawah bufet. Min Sung berkata bahwa wanita itu adalah Kim Ji Hee. Dia adalah teman Da Hye yang berasal dari kampung halaman yang sama dengan Da Hye. Dan sama seperti Da Hye, Ji Hee juga ingin menjadi seorang artis. Ji Hee selalu datang menginap di rumah Da Hye setiap kali ada audisi.

Jae Han lalu bertanya apakah baru-baru ini Ji Hee juga pernah datang kemari? Min Sung membenarkannya, Ji Hee datang lagi sekitar seminggu yang lalu. Mendengar itu, Jae Han langsung meminta Min Sung untuk memberinya nomor kontak dan alamat rumah Ji Hee.

Di tahun 2015,


Min Sung juga memberikan informasi nomor kontak dan alamat Ji Hee pada Soo Hyun. Informasi kontak itu adalah informasi kontak 20 tahun yang lalu jadi dia tidak tahu apakah nomor telepon dan alamat itu sekarang masih ada atau tidak. Soo Hyun lalu bertanya apakah Ji Hee juga datang ke pemakamannya Da Hye.


"Tidak. Mungkin kami lupa menghubunginya," ujar Min Sung.

"Atau mungkin... dia memang tidak bisa datang," duga Soo Hyun.


Di kantor polisi, Hun Gi menyelidiki tentang Ji Hee dan mendapati bahwa kedua orang tua Ji Hee sudah meninggal dunia sebelum tahun 1995 dan dia juga tidak punya sanak saudara. Lalu pada akhir tahun 1995, Ji Hee pergi ke Jerman dan menetap di sana sejak saat itu. Tapi sekitar 2 minggu yang lalu, Ji Hee diketahui kembali ke Korea.


Setelah mendapat informasi itu, Soo Hyun kemudian pergi ke hotel tempat Kim Ji Hee menginap. Pegawai hotel berkata Ji Hee sudah check-out seminggu yang lalu dan tidak ada barang apapun yang tertinggal.


Soo Hyun bertanya-tanya kenapa Ji Hee tiba-tiba kembali ke Korea setelah bersembunyi selama 20 tahun? Dia lalu menyingkap salah satu jendela dan disanalah dia mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. Kamar hotel itu menghadap ke rumah sakit tempat ibu Da Hye dirawat.

Soo Hyun lalu pergi ke rumah sakit itu. Detektif Kim memberitahunya bahwa ibu Da Hye sudah menjalani operasi transplantasi liver 6 hari yang lalu dan sekarang sedang dalam masa perawatan intensif jadi dia tidak boleh dikunjungi siapapun. Detektif Kim bingung untuk apa Soo Hyun tiba-tiba ingin menemui ibu Da Hye. Soo Hyun mengoreksi kalau dia bukan datang untuk menemui ibu Da Hye tapi menemui si pendonor liver.


Tepat saat mereka tiba di ruang perawatan si pendonor, mereka bertemu dengan kakak Da Hye yang baru keluar dari kamar rawat itu. Unnie tampak sangat tegang melihat kedatangan mereka bahkan dia langung cepat-cepat menutup kamar rawat itu. Soo Hyun langsung bertanya curiga, sedang apa Unnie disini? Bukankah ruangan itu adalah kamar pendonor organ untuk ibu Da Hye? Apa Unnie mendatangi si pendonor untuk berterima kasih?

"Atau... kau datang untuk menemui adikmu yang kau kira sudah mati?"

Biasanya, pasien yang membutuhkan transplantsi organ dari orang yang masih hidup, akan menerima sumbangan organ dari anggota keluarganya sendiri. Tapi Unnie tidak cocok sebagai donor. Tapi anehnya, tiba-tiba muncul seorang pendonor yang datang jauh-jauh dari Jerman, seorang pendonor yang darahnya cocok seolah dia adalah anak kandung.


Bukankah itu berarti Kim Ji Hee, orang yang menyumbangkan livernya untuk ibuna dan selama 20 tahun bersembunyi di Jerman, sebenarnya adalah adiknya sendiri. Shin Da Hye.


Soo Hyun dan Detektif Kim lalu masuk ke ruang rawat itu. Detektif Kim kebingungan mendapati wanita itu memang memiliki wajah Da Hye tapi namanya adalah Kim Ji Hee. Dengan tenang Soo Hyun menyapa wanita itu "Akhirnya kita bertemu, Kim Ji Hee-ssi... atau haruskah aku memanggilmu Shin Da Hye-ssi?"

Beberapa saat kemudian, mereka mencoba menginterogasi Da Hye tapi dia tidak mau bicara apapun. Detektif Kim sampai stres dengan diamnya Da Hye. Soo Hyun tidak peduli dan terus melempar berbagai pertanyaan pada Da Hye. Apakah yang mati 20 tahun yang lalu adalah Kim Ji Hee yang asli? Bagaimana identitas mereka bisa tertukar? Apa yang sebenarnya terjadi 20 tahun yang lalu? Da Hye akhirnya mau bicara dan mengaku bahwa semua ini adalah salahnya.


Flashback,


Suatu malam, dia kembali ke kabin Se Kyu setelah diiming-imingi janji kalau Se Kyu akan memberikan video pemerkosaan itu padanya. Tapi setibanya disana, Se Kyu malah memaksanya menonton video itu.


Se Kyu bahkan menyeretnya dengan kasar ke garasi dan memperlihatkan berbagai barang curian yang disimpannya di bagasi mobil. Sambil menunjukkan kalung berlian biru, dia berkata kalau orang rendahan seperti Da Hye tidak akan pernah bisa memiliki barang semewah itu.


Tak lama kemudian, Se Kyu tertidur karena mabuk. Saat itulah, Da Hye memanfaatkan situasi itu untuk mencuri kalung berlian itu karena saat itu Da Hye meyakini bahwa kalung berlian itu bisa membantunya untuk keluar dari penderitaan hidupnya. Tak lama setelah itu, Se Kyu ditangkap karena pencurian yang dilakukannya. Tapi sejak itu hidupnya jadi semakin menderita karena setiap hari dia selalu dilanda ketakutan akan ditangkap juga.


Lalu tak lama setelah itu, dia melihat berita yang mengatakan kalau Se Kyu sudah dibebaskan. Pada hari itu juga Se Kyu meneleponnya dan melabraknya. Se Kyu menyuruhnya untuk segera mengembalikan kalung itu tapi Da Hye menolak dan berkata kalau dia akan menyerahkan dirinya ke polisi besok. Tapi malam harinya, Se Kyu mendatangi rumahnya.

Kembali ke masa kini,


Se Kyu masih sama seperti dulu, masih suka menghambur-hamburkan uangnya dengan pesta pora dan main wanita. Hari itu dia sedang bersenang-senang di klub malam saat tiba-tiba saja Hae Young menerobos masuk dan langsung ceplas-ceplos menyindir kegemarannya yang tidak pernah sejak 20 tahun yang lalu.

Dan saat Hae Young mulai menyinggung masalah kalung berlian biru yang dicuri Da Hye 20 tahun yang lalu, Se Kyu langsung gugup lalu cepat-cepat mengusir semua orang. Begitu mereka hanya tinggal berdua, Hae Young memperkenalkan dirinya sambil melempar kartu namanya ke Se kyu dan memberitahunya kalau dia sedang menyelidiki kasus bunuh diri Da Hye 20 tahun yang lalu... atau lebih tepatnya kasus pembunuhan Da Hye.


Sambil memainkan sloki-sloki, mangkok dan gelas dihadapannya sebagai pion (sloki-slokinya mewakili korban dan pembunuh, mangkok dan gelas mewakili tempat pembunuhan dan mayat dibuang dan juga cara si pembunuh menyamarkan aksinya), Hae Young mulai mengemukakan semua dugaan kejadian pembunuhan Da Hye yang disamarkan sebagai bunuh diri.


Korban ditemukan dalam keadaan memakai piyama, hal itu menunjukkan bahwa pembunuhan itu pastinya dilakukan di rumah korban. Jika pembunuhan itu dilakukan karena perampokan atau kematian yang tak disengaja maka pastinya mayatnya tidak perlu repot-repot dibuang. Jelas hal ini menunjukkan kalau si pembunuh mengenal korban.

Si pembunuh berusaha menyamarkan kematian Da Hye sebagai bunuh diri. Karena itulah, si pembunuh sengaja menaruh KTP didalam kantong jaketnya korban. Sayangnya, si pembunuh tidak sadar kalau metodenya itu punya banyak kekurangan. Sepertinya si pembunuh waktu itu sedang dalam pengaruh alkohol dan narkoba makanya waktu itu dia tidak bisa berpikir dengan benar.

"Kau dulu pecandu narkoba kan?"


Se Kyu hendak protes tapi Hae Young tidak memberinya kesempatan bicara dan terus nyerocos mengemukakan semua dugaannya. Biasanya, dalam kejahatan seperti ini, mayat korban akan dibuang di lokasi yang dikenal betul oleh si pelaku. Lalu sambil menceburkan sloki yang mewakili korban kedalam segelas air, Hae Young berkata bahwa mayat korban pasti dibuang di danau Mikang yang letaknya dekat kabinnya Se Kyu.

"Apa kau sedang mengancamku?"

"Tidak, aku hanya mengatakan kebenarannya saja."

Anehnya lagi, kasus ini tidak diselidiki dengan baik. Kasusnya tiba-tiba saja ditutup dan dinyatakan sebagai bunuh diri tanpa otopsi. Kasus ini ditutup begitu saja oleh jaksa. "Ah, sepertinya Kepala Jaksa kita yang agung, tidak bisa menjadikan anaknya sebagai pembunuh."


Fakta kalau dia suka menghambur-hamburkan uang orang tuanya dan melecehkan wanita memang membuat Hae Young muak dan jijik, tapi Hae Young bisa mengabaikannya. Bahkan fakta kalau Se Kyu merampok rumah teman-temannya sendiri untuk mencari video yang merusak hidup orang lain pun bisa dia abaikan walaupun hal itu membuatnya sangat marah.

"Tapi... membunuh orang itu tidak benar."

"Memangnya kenapa? Iya, aku memang membunuhnya" Se Kyu mengaku kalau dia memang membunuh Da Hye karena Da Hye tidak sadar tempatnya dan berani menyentuh barang berharganya "Memangnya apa yang akan kau lakukan?" tantang Se Kyu.

Flashback,


Malam itu, Se Kyu menerobos masuk ke rumah Da Hye seperti maling. Dalam keadaan remang-remang, dia melihat seorang wanita tidur dengan menutupi hampir seluruh tubuhnya dengan selimut. Mengira wanita itu Da Hye, Se Kyu langsung melompat ke kasur itu dan mencekik wanita itu sampai mati.

Yang tidak dia ketahui, Da Hye sebenarnya sedang bersembunyi di balik kulkas dan gemetaran hebat menyaksikan temannya dibunuh Se Kyu.

Kembali ke masa kini,


Da Hye terisak sedih mengingat kejadian mengerikan malam itu. Dia tidak bisa melakukan apapun dan tidak berdaya untuk menghentikannya, dia sama sekali tidak bisa bergerak karena ketakutan. Dia takut akan mati dan karena itulah dia tidak berani keluar dari tempat persembunyiannya.

Setelah kejadian itu, dia langsung pergi bersembunyi di rumah ibunya. Tapi kemudian polisi menelepon dan memberitahu kalau dia sudah mati. Saat itulah, Da Hye membuat keputusan untuk hidup sebagai Kim Ji Hee.


Se Kyu dengan santainya menantang Hae Young. Hae Young mau apa walaupun dia sudah mengakui kejahatannya? Menangkapnya? Se Kyu mengingatkan Hae Young kalau dia adalah pengacara dari firma hukum paling top di negeri ini. Pengakuannya tadi sama sekali tidak punya kekuatan hukum karena Hae Young tidak membacakan hak-haknya sebagai tersangka terlebih dulu. Dan bahkan sekalipun Hae Young terus menyelidiki kasus ini, dia tetap tidak akan bisa menangkapnya karena dia selalu punya jalan keluar.

Hae Young ketawa geli mendengarnya. Se Kyu memang pengacara di firma hukum paling top se-Korea. Tapi bukankah dia bisa masuk firma hukum itu hanya karena koneksi ayahnya. Hae Young dengar kalau selama beberapa tahun ini, Se Kyu tidak pernah lagi memenangkan kasus. Dan dia juga dengar kalau Se Kyu sekarang sudah tidak lagi diberikan kasus setelah mengacaukan beberapa kasus yang ditanganinya.


"Siapkan pembelaanmu dengan otak udangmu itu. Bahkan sekalipun aku akan dipecat, aku akan memenjarakanmu sebagai pembunuh!"


Walaupun Da Hye sudah mengakui segalanya tapi Soo Hyun tetap cemas. Karena jika Da Hye tidak punya bukti kuat untuk mendukung pernyataannya, maka pernyataannya itu mungkin malah bisa dijadikan senjata untuk menyerangnya. Selama 20 tahun Da Hye sudah hidup sebagai Kim Ji Hee, mungkin saja dia malah akan dituduh membunuh Ji Hee dan mencuri identitasnya. Da Hye panik tapi Unnie tiba-tiba berkata kalau dia punya sebuah bukti.


Tak lama kemudian, semua orang kembali ke kantor polisi. Hae Young kembali belakangan dan langsung dapat sambutan omelan dari Detektif Kim yang cemas setengah mati setelah mendengar kabar kalau Hae Young melabrak Se Kyu. Detektif Kim takut kalau Kapten akan marah-marah pada mereka gara-gara ulah Hae Young ini.

Baru diomongin, Kapten Ahn langsung muncul. Sebelum Kapten Ahn sempat mengucapkan apapun, Hae Young dengan tenangnya mengakui perbuatannya melabrak Se Kyu dan sama sekali tidak merasa perbuatannya itu salah. Semua orang tegang menunggu kemarahan Kapten Ahn meledak... tapi Kapten Ahn ternyata tidak marah, dia cuma bertanya kenapa Hae Young melakukan itu?


Semua orang jelas kaget dan heran dengan reaksi Kapten Ahn. Soo Hyun langsung maju dan berkata kalau dialah yang memerintahkan Hae Young untuk melakukan penyelidikan atas Se Kyu sebagai tersangka pembunuhan. Soo Hyun menjelaskan bahwa di tahun 1995 ada sebuah kasus kematian tak wajar di Danau Mikang.

Hasil penyelidikan waktu itu adalah bunuh diri, tapi baru-baru ini mereka mendapat petunjuk yang mengarah pada pembunuhan, mereka bahkan punya seorang saksi atas pembunuhan itu. Menurut saksi mata itu, tersangka utamanya adalah Han Se Kyu. Karena itulah Hae Young meminta Kapten Ahn untuk mengeluarkan surat panggilan untuk Se Kyu.


"Kau akan melawan pengacara dari Firma Hukum HK. Tanpa bukti kuat, kau tidak bisa memanggilnya"

"Aku punya bukti"


Soo Hyun lalu menyerahkan sebuah kaset rekaman yang didapatnya dari Unnie. Dia menemukan kaset rekaman itu secara tak sengaja saat dia mengepaki barang-barang Da Hye dulu. Kaset itu mungkin bisa jadi bukti yang bisa mengungkapkan kalau Da Hye masih hidup, karena itulah Unnie tidak pernah memberikan kaset itu pada siapapun. Kaset itu merekam semua yang terjadi malam itu.


Kapten Ahn dan yang lainnya mendengarkan kaset rekaman itu bersama-sama. Rekaman itu diawali dengan suara Da Hye saat dia berlatih dialog-dialognya. Melalui rekaman kaset itu lah, kita dibawa kembali ke masa lalu...


Malam itu Ji Hee menginap lagi di rumahnya, Da Hye berlatih dengan recordernya sementara Ji Hee sudah tidur. Tak lama kemudian, dia ketiduran dan lupa mematikan recordernya. Ji Hee terbangun untuk mematikan lampu lalu menutupi seluruh tubuh dan wajahnya dengan selimut sebelum akhirnya tidur lagi. Tak berapa lama kemudian, Da Hye terbangun karena merasa haus.


Dia baru saja mengambil air di kulkas saat tiba-tiba dia mendengar suara pintu terbuka. Dia mengintip siapa yang datang dan begitu melihat Se Kyu, dia langsung bersembunyi di belakang kulkas dan menyaksikan Se Kyu membunuh temannya sementara recorder itu terus berputar merekam suara-suara kejadian pembunuhan malam itu.

Bersambung ke Signal Episode 8 - 2

5 comments :

  1. Makin seru,,,makasih sinopsisnya mbak ima...mba dee juga 😍😍

    ReplyDelete
  2. Trims sinopdisnya mbak, ditunggu part 2 nya

    ReplyDelete
  3. Trims sinopdisnya mbak, ditunggu part 2 nya

    ReplyDelete
  4. Ditunggu part 2 nya.. penasaran hihi.. thanks mbak ima jg mbak dee

    ReplyDelete
  5. Ditunggu part 2 nya.. penasaran hihi.. thanks mbak ima jg mbak dee

    ReplyDelete