February 29, 2016

Signal Episode 11 - 2

Signal Episode 11 - 2


Soo Hyun pulang dengan kepala tertunduk lesu dan saat adiknya bertanya-tanya apakah dia sudah menyatakan cintanya pada pria itu, Soo Hyun langsung menendangnya dari kasur dengan wajah cemberut. Penasaran, si adik langsung membuka tas Soo Hyun dan mendapati kotak coklatnya masih ada di sana.

"Aku sudah menduga. Dasar bodoh, kau bahkan tidak bisa memberinya coklat?" si adik jadi semakin penasaran apa sih hebatnya pria itu sampai Soo Hyun tidak sanggup menyatakan cintanya. "Memangnya dia Jang Dong Gun apa?" gerutu Si adik. "Apa yang yang kau suka darinya? Ayo beritahu aku"



Flashback,


Jae Han baru ke kembali kantor dan mendapati semua orang sedang sibuk bersih-bersih, ada apa dengan mereka semua? Rekan Jae Han berkata kalau hari ini kantor mereka akan kedatangan anggota kongres makanya mereka sedang bersiap-siap sekarang.

Bukannya langsung ikut membantu, Jae Han malah menggerutu kesal merasa apa yang mereka lakukan itu sama sekali tidak perlu. Dia menasehati rekan-rekannya untuk bersikap normal seperti biasanya saja tapi tentu saja tidak ada yang mendengarkannya.

Saat dia melihat Soo Hyun menyiapkan kopi yang akan digunakan sebagai sajian untuk anggota kongres nanti, Jae Han langsung menyindirnya pedas dan mengatainya lebih mirip pelayan dan bukannya polisi yang menangani kasus. Saat itu Soo Hyun sedang tidak enak badan dan jadi makin sedih mendengar sindiran Jae Han.

"Hei, kenapa kau marah-marah pada orang yang sedang tidak enak badan?" omel rekan Jae Han. "Kau pikir dia senang melakukan itu? Dia selalu disuruh masuk sebagai maskot setiap kali ada pejabat tinggi yang datang. Dia juga pasti tidak menyukainya."

"Memangnya mereka tidak punya tangan dan kaki? Kenapa harus wanita yang membuat kopi?!" gerutu Jae Han. (Wah! Jae Han keren deh)


Beberapa saat kemudian, Soo Hyun ketiduran sampai melewatkan kedatangan anggota kongres. Rekan Jae Han, Jung Jae, cepat-cepat membangunkannya. Tapi saat Soo Hyun hendak membuat kopinya, baki berisi kopi yang sudah siapkan tadi malah menghilang. Kemana menghilangnya baki kopi itu?


Sementara itu Anggota Kongres, Pak komisaris dan Bum Joo sudah menunggu kedatangan kopi yang akan dibawakan maskot kantor polisi. Mereka sudah berharap akan melihat maskot yang cantik tapi saat pintu akhirnya terbuka tak lama kemudian... yang datang melayani kopi malah Jae Han. hahaha! Wajah semua orang langsung berubah masam.


Soo Hyun dan Jung Jae, langsung buru-buru berlari ke ruang komisaris tepat saat Jae Han baru keluar. Jae Han langsung ngomel-ngomel pada Soo Hyun, memarahinya karena bersikap terlalu manis dan terlalu banyak tebar senyum makanya dia selalu disuruh melayani kopi. "Berapa lama lagi kau mau jadi bunga (maskot)?"

"Itu... mereka menyuruhku untuk beramah tamah," ujar Soo Hyun sambil memandang Jae Han dengan mata besar memelasnya.

"Tuh kan, lagi-lagi kau mengedipkan matamu yang besar dan cantik itu. Menjadi detektif kejahatan berat harus punya tatapan mata tajam. Kau jadi sakit karena kau selalu bersikap lemah lembut. Coba lihat kami, apa ada dari kami yang pernah sakit? Awas kalau kau berani sakit lagi. Kuomeli kau nanti, mengerti?!"


Aduh manisnya Jae Han sampai membuat pipi Soo Hyun memerah. Jung Jae, langsung tertawa mendengar omelan itu dan langsung menggodainya.

Kembali ke masa kini,


Kenangan manis itu langsung membuat Soo Hyun berguling-guling di kasurnya dengan senyum penuh kebahagiaan.

Tahun 2015,


Hasil tes DNA-nya akhirnya keluar. Sayangnya, DNA mayat itu tidak cocok DNA Jae Han. Soo Hyun akhirnya pergi dengan kecewa dan makin kesal saat Hae Young bertanya-tanya tentang pakaiannya dan apakah dia berpakaian seperti ini karena dia mau kencan buta dan apakah dia sungguh mau menikah?


Kesal, Soo Hyun langsung balik menuntut Hae Young untuk menjawab pertanyaannya. Kenapa Hae Young datang kemari? Kenapa dia sangat terobsesi pada Jae Han? Saat Hae Young beralasan kalau dia hanya merasa berterima kasih pada Jae Han, Soo Hyun langsung memukul pundaknya dan menuntutnya untuk mengatakan yang sejujurnya.

"Kalau aku mengatakan yang sebenarnya, apa kau akan percaya? Aku sendiri saja sulit mempercayainya, lalu apakah kau bisa mempercayainya?"

Soo Hyun bingung mendengarnya. Tapi Hae Young akhirnya memutuskan untuk diam dan menasehati Soo Hyun untuk bersikap lebih lembut pada pria teman kencannya kalau tidak dia bisa kabur nanti.


Jam 11:23 malam itu, walkie talkie Hae Young menyala. Dia langsung bertanya apakah Jae Han yang menangkap Kim Jin Woo. Jae Han langsung cemas, apa terjadi sesuatu yang aneh di masa depan gara-gara hal itu?

"Tidak, semuanya selamat berkat Detektif Lee."


Setelah mengkonfirmasi Jae Han saat ini hidup di tahun 1999, Hae Young memberitahunya bahwa ada satu kasus terakhir yang akan Jae Han tangani, kasus siswi SMA Injoo yang terjadi tahun 1999 (Berdasarkan kisah nyata kasus Pemerkosaan Geng Miryang yang terjadi tahun 2004).

Hae Young memohon pada Jae Han untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di Injoo tahun 1999. "Kumohon, tolong cari tahu kebenaran dibalik kasus itu untukku. Kasus ini sangat penting bagiku."

Jae Han bingung mendengarnya, dia sama sekali tidak tahu ada kasus apa di Injoo. Lagipula Injoo bukan wilayah yuridiksinya. Tapi tepat saat itu juga, transmisi mereka terputus.

Februari 1999 - Kota Injoo,


Seorang siswa misterius, tampak sedang mengepost berita di website sekolahnya tentang seorang siswi yang diperkosa beramai-ramai. Postingannya sontak membuat semua siswa heboh. Tertulis dalam postingan itu. "Semuanya dimulai di Rumah Pohon Willow. Awalnya hanya satu orang lalu kemudian jadi 7 orang. Pada akhirnya ada 10 iblis. 10 iblis itu tidak jauh. Mereka ada di sekitar kita. Mereka menginjak-injak gadis yang merupakan teman mereka sendiri. Mereka menginjak-injaknya tapi mereka masih saja berada diantara kita. "


Beberapa siswa yang membaca postingan itu, tampaknya tahu tempat Rumah Pohon Willow yang dimaksud dalam postingan dan mereka mulai tampak resah karenanya.


Hyung-nya Hae Young, Park Sun Woo sedang mengajari Hae Young matematika saat tiba-tiba saja dia dapat telepon yang tampaknya sangat penting sampai dia langsung buru-buru keluar. Hae Young ingin ikut tapi Sun Woo melarangnya dan berkata kalau Hae Young tidak boleh pergi ke tempat itu.


Sejak merebaknya postingan yang mengatakan bahwa pelakunya ada diantara mereka tapi tidak ada satupun yang dihukum, Seorang siswi tampak berlari ke atap gedung. Setetes air mata menetes di wajah saat dia melangkahkan kakinya dari tepi gedung untuk bunuh diri.


Bum Joo dibawa ke sebuah ruang private restoran dimana dia ditunggu oleh Anggota Kongres Jang. Bum Joo tampak ketakutan dan langsung berlutut dihadapan Anggota Kongres Jang dan menyatakan janji setianya saat Anggota Kongres Jang.

Dia dibawa kemari karena Anggota Kongres Jang memerintahkannya untuk 'membersihkan' suatu kasus. Dengan tatapan tajam, Anggota Kongres Jang memperingatkan Bum Joo masalah ini harus diinvestigasi dengan 'jujur dan terbuka' dan dibersihkan tanpa kesalahan apapun.


Keesokan harinya saat baru tiba di kantor polisi, Jae Han terheran-heran mendapati rekan-rekannya sedang sibuk bergosip. Dari Soo Hyun-lah akhirnya dia tahu kalau mereka semua sedang menggosipkan kasus pemerkosaan geng di Injoo. Sekarang Jae Han mengerti kasus siswi SMA Injoo yang Hae Young maksud waktu itu.


Saat Bum Joo masuk, dia mengumumkan pada semua orang bahwa kepolisian Injoo meminta bantuan mereka untuk menangani kasus pemerkosaan itu. Karenanya dia akan membentuk Tim satuan khusus, dia yang akan memimpin Tim satuan khusus ini lalu menunjuk 4 orang detektif tapi Jae Han tidak diikutsertakan dalam kasus ini. Begitu Bum Joo keluar, Jae Han langsung menyeret salah satu detektif yang tadinya ditunjuk Bum Joo.


Tak lama kemudian, Bum Joo dan Tim satuan khusus berangkat ke Injoo. Dan bisa dibayangkan betapa kaget dan sebalnya Bum Joo saat melihat Jae Han sudah duduk di jok belakang. Jae Han beralasan kalau detektif yang satunya sedang tidak enak badan jadi dia yang menggantikannya. Dan karena tidak punya alasan untuk menolaknya terpaksa Bum Joo membiarkan Jae Han ikut.


Setibanya di kantor polisi Injoo, mereka langsung dikerubungi oleh para wartawan yang bertanya-tanya tentang sebuah kabar yang mengatakan kalau investigasi kasus ini dipersempit (ada yang ditutup-tutupi). Kapten Ahn (di masa ini dia belum Kapten sebenarnya) cepat-cepat menghentikan para wartawan itu lalu mempersilahkan masuk para detektif dari Tim satuan khusus.


Begitu masuk kantor, mereka langsung disambut oleh teriakan ribut-ribut para orang tua yang berteriak-teriak protes membela anak-anak mereka yang mereka yakini tidak bersalah (anak-anak yang dituduh sebagai tersangka pemerkosaan) dan menuduh siswi itulah yang menggodai para pria. (Kejadian ini sesuai dengan kisah nyatanya dimana para orang tua tersangka mati-matian membela anak-anak mereka dan menuduh korban sebagai wanita penggoda).


Kapten Ahn memberitahu mereka bahwa para tersangka itu memang anak-anak nakal yang selalu buat onar. Tapi dibandingkan keributan itu, Jae Han lebih tertarik untuk menanyakan masalah pertanyaan para reporter tadi tentang investigasi yang dipersempit. Kapten Ahn tampak tegang tapi kemudian cepat-cepat berkata kalau para wartawan itu cuma bicara omong kosong.


Setelah membaca laporan kasus ini, Bum Joo langsung mengomeli ketidakbecusan cara kerja Kapten kepolisian Injoo. Masalah ini diketahui publik sejak merebaknya postingan itu tapi para polisi malah menghapusnya, karena inilah para wartawan di luar itu jadi ribut. Bum Joo menyarankan agar postingan diberikan saja pada media.


Saat Kapten hendak protes, Bum Joo memberitahunya bahwa ada orang-orang di dunia ini yang tidak pantas untuk hidup, untuk memusnahkan orang-orang seperti itu mereka harus mengatasi masalah dari akarnya. Masalah ini akan beres kalau mereka menangkap orang-orang semacam itu. Lagipula orang-orang semacam itu hanya sampah yang mengotori kotanya, jadi sekalian saja mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk membersihkan kota.


Kapten akhirnya mempercayakan kasus ini sepenuhnya pada Bum Joo dan Bum Joo memerintahkan agar dia melacak siapa orang yang mengepos postingan itu dan menangkapnya.


Bum Joo lalu memimpin rapat dan memberi tugas masing-masing para anak buahnya dan Jae Han diperintahkan untuk bekerja sama dengan Kapten Ahn. Setelah rapat usai, Kapten Ahn akhirnya memperkenalkan dirinya pada Jae Han dengan senyum ramah.

Tahun 2015,


Kapten Ahn menatap putrinya yang sedang dalam kondisi kritis. Saat dokter keluar, ia memberitahu Kapten Ahn bahwa putrinya sepertinya tidak bisa bertahan lama dan meminta Kapten Ahn untuk bersiap diri menghadapi yang terburuk.


Tiba-tiba Bum Joo meneleponnya. Dan saat dia tiba di kantornya Bum Joo, Bum Joo langsung bertanya apakah karena putrinya sekarat dan tidak butuh uang lagi makanya sekarang Kapten Ahn mulai melawannya dengan tidak memberinya informasi kalau Hae Young adalah adiknya Park Sun Woo?

Dia penuh amarah saat mendorong Kapten Ahn ke tembok dan mengancam kalau dia bisa membunuhnya setiap saat. Kapten Ahn langsung menampik tangan Bum Joo darinya lalu melempar surat pengunduran diri dan berkata, "Sekarang semuanya sudah selesai."


Kapten Ahn kembali ke kota Injoo. Setibanya di rumah sakit Injoo, dia menelepon Hae Young. Dia mengakui semua hal yang diketahuinya tentang latar belakang Hae Young dan hyung-nya yang terlibat dalam kasus pemerkosaan geng Injoo. Kapten Ahn memperingatkan Hae Young bahwa kasus itu jauh lebih berbahaya daripada yang Hae Young pikir. Dan jika Hae Young sampai mengetahui kebenarannya maka dia akan dalam bahaya besar seperti hyung-nya dulu.

"Tidak, aku harus tahu kebenarannya. Aku harus tahu kenapa kakakku mati seperti itu. Walaupun aku harus mati, aku harus tahu."

"Kalau kau pikir kau sudah siap mengetahui kebenarannya, datanglah ke Injoo."

"Apa anda tahu apa yang terjadi waktu itu?"

"Ya, aku tahu apa yang terjadi waktu itu. Akulah yang mengotak-atik kasus itu dengan tanganku sendiri. 2 jam lagi, didepan rumah sakit Injoo."

Tahun 1999,


Kapten Ahn mengantarkan Jae Han ke rumah sakit tempat korban dirawat. Kapten Ahn menginformasikannya bahwa korban bernama Kang Hae Seung dan dia sering bergaul dengan para tersangka. Sejak kejadian itu tersebar ke publik, dia mencoba bunuh diri. Saat ini pikiran Hae Seung sedang kalut jadi mungkin akan susah untuk menemuinya.


Tepat saat mereka melangkah masuk, seorang siswa keluar dengan membawa sebuah tas berisi syal merah.


Setibanya didepan kamar rawat Hae Seung mereka bertemu dengan ayah Hae Seung yang mengkonfirmasi bahwa semua hal yang tertulis dalam postingan itu memang benar. Dia lalu menyerahkan sebuah catatan berisi 18 nama tersangka (jumlah total berdasarkan postingan, 1 orang lalu berubah 7 orang dan akhirnya ada 10 iblis).


Jae Han merasa aneh melihat daftar 18 nama itu karena dalam pernyataan awalnya, Hae Seung berkata pelakunya hanya ada 10 orang. Ayah Hae Seung berkata kalau anaknya hanya malu mengakui berapa banyak orang yang melakukan itu padanya.


Lebih anehnya lagi, ayah Hae Seung yang sepertinya masih agak mabuk, bukannya mengutuki para tersangka, malah mengatai anaknya sendiri sebagai cewek murahan. Jelas saja Jae Han semakin heran, apalagi mengingat ayahnya-lah yang selalu bicara mewakili korban dan bukannya korban sendiri yang bicara.


Dia ingin bertemu langsung dengan korban tapi permintaan itu langsung ditolak mentah-mentah oleh ayah Hae Seung dan Kapten Ahn dengan alasan kondisi mental Hae Seung saat ini kurang baik. Tapi saat ayah Hae Seung masuk, Jae Han melihat korban dari sela pintu.


Dia langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk menerobos masuk dan memberikan kartu namanya pada Hae Seung. Tapi Hae Seung malah menjerit ketakutan. Jae Han langsung didorong keluar dan Kapten Ahn langsung mengomelinya karena membuat korban ketakutan.

Jae Han cemas karena jelas-jelas si ayah itu seorang alkoholik tapi Kapten Ahn mengingatkan kalau dia tetaplah ayah korban. Lagipula mereka sekarang sudah punya daftar para tersangka jadi dia bisa mulai penyelidikan dari daftar itu.


Dia lalu menyeret Kapten Ahn pergi tanpa menyadari Sun Woo yang mendengarkan semuanya dari belakang tembok. Tak lama setelah Jae Han dan Kapten Ahn pergi, Sun Woo melihat ayah Hae Seung membuang kartu nama Jae Han dan berteriak menyuruh Sun Woo pergi.


Dalam perjalanan keluar, Jae Han ditelepon Jung Jae yang mengabarkan kalau mereka sudah menemukan TKP. Tanpa dia sadari, ekspresi Kapten Ahn tampak sangat resah mendengar kabar itu.


TKP itu adalah sebuah bangunan kosong bekas sebuah restoran. Anak-anak nakal yang sering hangout di tempat ini, menyebut bangunan itu Rumah Pohon Willow. Tidak ada CCTV di tempat itu tapi ada sepasang petani yang mengaku sering lewat sini dan sering melihat para berandalan itu bergaul di tempat itu.


Pasutri petani itu kemudian dibawa ke kantor polisi dan diminta untuk menunjuk siapa saja anak-anak yang sering hangout di tempat itu. Mereka menunjuk beberapa foto siswa. Dan saat ditanya apakah ada seorang siswi yang bergaul dengan para siswa berandalan, pasutri itu langsung mengiyakannya.


Dalam flashback, pasutri itu melihat seorang siswi yang memakai syal merah mengikuti para berandalan itu masuk kedalam Rumah Pohon Willow. Dan foto siswi bersyal merah yang pasutri tunjuk adalah Hae Seung, mereka yakin Hae Seung-lah orangnya karena sudah beberapa kali melihatnya.


Setelah itu, polisi menginterogasi beberapa siswi. Menurut keterangan salah seorang siswi, Hae Seung tidak punya banyak teman di sekolah dan jarang masuk sekolah. Menurut keterangan siswi lain, Hae Seung itu lebih sering bergaul dengan siswa-siswa berandal. Mereka lalu menunjuk beberapa foto siswa yang mereka klaim anak-anak berandalan. Dan selama mereka menunjuk foto-foto siswa berandal, Bum Joo tampak gelisah di tempat duduknya.


Total tersangka yang ditunjuk para saksi ada 18 orang, sesuai dengan daftar tersangka dari Hae Seung (nama Sun Woo tidak termasuk dalam daftar ke-18 nama itu). Tapi Jae Han tetap saja tidak tenang mengingat mereka sama sekali tidak punya bukti apakah memang benar 18 orang itu pelakunya.


Jung Jae mengingatkannya kalau tempat ini bukan Seoul yang punya banyak CCTV dimana-mana, ada saksi mata saja sudah syukur. Jung Jae yakin kalau kasus ini akan segera selesai lalu memaksa Jae Han untuk pulang istirahat saja.


Jae Han akhirnya menurut dan pergi. Dalam perjalanan kembali ke penginapan, dia berpapasan dengan seorang siswa yang menundukkan kepalanya (Sun Woo). Setibanya di penginapan, ahjumma memberitahunya bahwa barusan ada seorang siswa yang menitipkan sebuah amplop untuknya. Amplop itu berisi sebuah foto 7 orang siswa dalam acara pelantikan badan organisasi siswa SMA Injoo.


Jae Han tiba-tiba teringat postingan itu kembali yang dalam salah satu kalimat menyebutkan '7 orang'. Jae Han menyadari jumlah siswa dalam foto itu ada 7 lalu melingkari dua kata yang jika digabungkan menjadi kata 'orang'. (Pelakunya ada 7 orang? lalu 10 iblis itu siapa?)

Tahun 2015,


Hae Young akhirnya tiba di depan rumah sakit Injoo. Dalam perjalanan masuk rumah sakit Injoo, dia melihat sebuah mobil yang baru saja pergi. Dia tidak melihat penumpangnya dan hanya terlihat ada sebuah hiasan bandal tergantung di kaca spionnya.


Hae Young mencoba menelepon Kapten Ahn tapi tidak diangkat. Dia mencoba lagi... dan tiba-tiba saja dia mendengar bunyi dering hape tak jauh dari tempatnya berdiri.


Hae Young langsung berlari ke asal suara dering hape itu... dan mendapati Kapten Ahn berdiri di sebuah pohon lalu terjatuh dengan perut berlumuran darah. OMO!

Komentar:

Pasti ulahnya Bum Joo! Haduh kenapa dia musti suruh Hae Young ke Injoo, kenapa tidak langsung datang ke rumahnya Hae Young saja dan memberitahu segalanya disana? Kasus ini sejak awal sudah jelas ditutup-tutupi oleh kepolisian Injoo. Ayahnya Hae Seung juga mencurigakan. Aku curiga jangan-jangan Sun Woo yang mengepos postingan di website sekolah itu dan pasti karena itu dia dijebak dan dikambinghitamkan. Tapi apa hubungan kasus ini dengan Anggota Kongres Jang?

13 comments :

  1. Duuuuh, jd makin penasaran sama drama ini. Lanjutkan mba sinopsis episode 12 nya....

    ReplyDelete
  2. Akhirnya sampai juga ke kasus pemerkosaan yg mlibatkn kakanya hae young...makin seru..mksh mba
    Klu jae han di 1999 mampu memecahkan kasus nya..brrti kaka nya hae young ada kmungkinan ntr mah hdup di 2015

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,,, bisa jadiii
      Wah penasaran bangett

      Delete
  3. Makin seru aja nih...
    Mbak ima smangat ya..ditunggu kelanjutanx..:)

    ReplyDelete
  4. iyaa udah smpe ke inti dramanya ! matinya sunwoo >< adooh knpa bgg kapten ahn mati di ep 13 ini ;; dr pada sunwoo yg hidup di 2016 aku lebih ngarep nya lee jaehan aja yg slmett ! klo sunwoo or jaehan gak ada yg selamet di 2016 buat apa talkie walkie itu ada T^T

    Tapi aku lebih suka signal kemana mana klo di banding remember ✌✌ di aduk rasa nya nntn nya ! mau lagi dan lagi .. udah gitu gak kerasa aja mantengin hp tetiba udahan aja xD aaaaa chuaa ❤ thanks mba imaa, smngt ep 12 nya :*

    ReplyDelete
  5. Mungkin salah satu pelakunya anak konggres jang. Sikap ayah Haesung berdasarkan sikap nyata ayah korban geng miryang, nona choi, dia meminta kompensasi kalau ga salah 50 juta won ke keluarga pelaku terus maksa anaknya buat tandatangan kalau mereka tidak bersalah. Pada akhirnya, ayahnya mati kecanduan alkohol :((
    Makasih sinopsisnya min ditunggu ep 12~

    ReplyDelete
  6. Makin seruuuu...:).alur ceritanya ga membosankan...baca recap nya aja berasa nonton....makasih sinopnya mba..^_^

    ReplyDelete
  7. Makin seru ceritanya.
    KayaknyA emg iya mbak grandhis, pasti salah satu pelakunya anak kongres
    Makny hrus ditutupi
    Mkin penasaran, kira2 jae han hidup lg g ya?
    Dramany menarik n seru walaupun g ad romance2nya
    Lanjut mbak sinosipnyaaa

    ReplyDelete
  8. aduh aku makin penasaran ni mbak ima. Semangat ya mbak

    ReplyDelete
  9. Yang bikin diri ini penasaran tuuuuh, kasus asli nya yg katanya taon 2004 ya..? Ada yang bisa tolong ceritain ga itu kasus apa yah?
    Mba Ima, ditunggu kelanjutannya ya...
    Hwaiting!!!

    ReplyDelete
  10. Yang bikin diri ini penasaran tuuuuh, kasus asli nya yg katanya taon 2004 ya..? Ada yang bisa tolong ceritain ga itu kasus apa yah?
    Mba Ima, ditunggu kelanjutannya ya...
    Hwaiting!!!

    ReplyDelete
  11. Mba imaa.. aku cekkin terus blognya tiap hari.. penasaran mba.. ceritanya seru, gak bosen, gak itebak. Semangat mba nulis sinopsisnya. Aku fansnya blog mba imaa :D

    ReplyDelete
  12. Mba imaa.. aku cekkin terus blognya tiap hari.. penasaran mba.. ceritanya seru, gak bosen, gak itebak. Semangat mba nulis sinopsisnya. Aku fansnya blog mba imaa :D

    ReplyDelete