February 28, 2016

Signal Episode 11 - 1

Signal Episode 11 - 1


Soo Hyun gemataran hebat saat dia membuka pintu rumah Si pembunuh. Rumah itu tampak gelap namun dia memberanikan dirinya untuk masuk...




Pada saat yang bersamaan, pegawai mini market memberikan nama dan alamat Si pembunuh pada Hae Young. Si pegawai memberitahu Hae Young bahwa Si pembunuh bernama Kim Jin Woo. Dan saat dia ditanya apakah hari ini Jin Woo bersikap aneh, Si pegawai mengiyakan. Tadi sebelum pulang, Jin Woo membawa kotak kardus dan segulung pita.

(Wah! dia mau membunuh lagi! Cepeten susul Soo Hyun!)


Soo Hyun mengeluarkan pistolnya saat masuk ke rumah si pembunuh yang gelap dan sepertinya tidak ada orangnya. Napasnya mulai memburu saat tangannya mulai meraba-raba rumah itu seperti dulu hingga akhirnya dia sampai di lemari tempat dia merasakan tangan dingin mayat. Kenangan buruk malam itu mulai kembali memenuhi pikirannya hingga membuatnya gemetaran hebat.


Tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang melangkah masuk, Soo Hyun ketakutan dan memegang pistolnya erat-erat saat orang itu mulai mendekat... makin dekat... orang itu menyentuh bahunya... sontak Soo Hyun bereaksi menampik tangan orang itu dan menodongkan pistol.


Tapi ternyata dia Hae Young. Walau begitu, Soo Hyun tampak sangat amat kalut dan ketakutan hingga dia tidak sadar siapa yang dia todong. Perlahan-lahan Hae Young mendekatinya dan saat dia berhasil mencengkeram tangan Soo Hyun, Soo Hyun langsung memberontak panik.


Fiuh! Aku kira pistolnya mau meledak waktu mereka saling meronta-ronta, untung tidak. Hae Young akhirnya berhasil menenangkan Soo Hyun dan meyakinkannya bahwa sekarang dia baik-baik saja dan baru saat itulah Soo Hyun sadar kalau dia Hae Young.

"Apa yang kau lakukan? Walaupun kau seorang detektif kejahatan berat tapi bagaimana bisa kau datang kemari sendirian?"

"Aku baik-baik saja. Bagaimana kau bisa sampai kemari?"

"Aku menemukan mini market tempat si pembunuh bekerja. Kita harus menangkapnya, hari ini dia membawa kardus dan pita dari toko"

"Lagi... dia akan membunuh seseorang lagi."


Soo Hyun ingin pergi menangkap Si pembunuh, tapi Hae Young langsung melarangnya dan menasehati Soo Hyun untuk istirahat saja di mobil, lagipula dia sudah memanggil bala bantuan. Tapi Soo Hyun menolak, dia bertekad untuk menangkap Si pembunuh itu, dia bertekad untuk mengakhiri mimpi buruk ini.


Tak lama kemudian tim polisi yang lain dan Kapten Ahn akhirnya tiba disana. Soo Hyun menginformasikan Kapten Ahn tentang identitas si pembunuh lalu mengeluarkan sebuah kotak yang berisi barang-barang milik korban yang sengaja disimpan Jin Woo, yang mungkin sebagai kenang-kenangan. Dia bahkan melabeli tiap-tiap barang-barang dengan nama tiap-tiap korban.


Kapten Ahn lalu membagi semua orang kedalam beberapa tim. Soo Hyun dan tim 1 diperintahkan mencari Jin Woo, Detektif Kim dan tim 2 diperintahkan kembali ke kantor untuk melacak informasi pribadi Jin Woo, Hun Gi dan tim forensiknya diperintahkan mencari bukti sementara Hae Young diperintahkan melakukan profiling si pembunuh.

Soo Hyun dan tim 1 menemukan obat milik si pembunuh di mini market tempat kerjanya tapi mereka kesulitan melacak keberadaannya apalagi di daerah itu tidak banyak CCTV. Dia terakhir tertangkap kamera CCTV saat berjalan pulang tapi setelah itu keberadaannya tidak diketahui.


Hae Young meneliti barang-barang milik korban dan menyadari ada satu yang tidak ada, barang pribadi milik Yoo Seung Yeon.


Detektif Kim menemukan informasi bahwa kedua orang tua Jin Woo bercerai saat masih berusia 7 tahun dan sejak itu tinggal bersama ibunya di rumah milik ibunya. Diduga dia masih tinggal dengan ibunya. Tapi saat mereka menelepon, Hae Young malah bingung karena tidak menemukan adanya tanda-tanda wanita yang tinggal di rumah ini.


Hae Young mengedarkan pandangannya mencari petunjuk, tiba-tiba perhatiannya tertuju pada lemari sepatu. Di sana dia menemukan sebuah sepatu anak kecil yang sudah sangat usang.


Hun Gi pun akhirnya menemukan sesuatu... sisa tulang manusia.


Karena kurangnya CCTV, Soo Hyun dan tim 1 akhirnya mencari jejak Jin Woo melalui black box mobil milik warga. Dari salah satu rekaman black box, mereka akhirnya melihat Jin Woo tampak menenteng sebuah kotak menuju ke arah Gunung Donghae semalam.


Hae Young meneleponnya saat itu dan memberitahunya bahwa ingatannya akan mayat di lemari memang benar, karena barusan mereka menemukan sisa tulang mayat yang selama ini disimpan dalam lemari.

Hae Young yakin mayat itu bukan korban biasa karena menyimpan mayat di rumah menandakan bahwa Jin Woo memiliki hubungan emosional yang kuat dengan mayat itu. Terlebih lagi jika mayat ini dibuang di luar maka identitasnya akan terbongkar karena mayat itu adalah mayat ibunya.

"Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba dia ingin mengubur mayat ibunya yang selama ini disimpannya di rumah. Tapi yang pasti, hal ini memandakan adanya perubahan dalam kondisi mentalnya."


Sementara Soo Hyun dan timnya sedang berpencar di gunung Donghae mencari Jin Woo, tim forensik tak sengaja memencet replay CD player yang mengalunkan sebuah lagu. Hae Young mendengarnya dan teringat pernah membaca lagu itu di buku diary Yoo Seung Yeon. Hae Young akhirnya sadar itulah barang personal Seung Yeon yang disimpan Jin Woo.


Sesuai dugaan Hae Young, Jin Woo memang baru saja mengubur mayat ibunya. Dia lalu menatap langit dengan sedih lalu melangkah naik ke sebuah blok kayu... dimana dia sudah menyiapkan sebuah tali gantungan. Dia membungkus kepalanya sendiri dengan kresek lalu menggantung dirinya.


Polisi berlarian ke segala penjuru saat tiba-tiba saja mereka mendengar letusan pistol. Soo Hyun tiba tepat saat itu juga dan langsung menembak tali gantungan Jin Woo dan mencegahnya bunuh diri.

Dengan penuh kebencian dia melepaskan kresek yang membungkus kepala Jin Woo dan berkata "Kali ini, akulah yang akan membantumu." Dia langsung menodongkan pistol ke leher Jin Woo dan menggeram, "Kau... tidak pantas mati dengan cara semudah ini."


Beberapa saat kemudian, Jin Woo akhirnya dibawa ke ruang interogasi. Kapten Ahn menginformasikan Bum Joo bahwa mayat yang disimpan didalam lemarinya Jin Woo memang mayat ibunya. Penyebab kematiannya tidak jelas. Tapi karena tidak adanya tanda-tanda cekikan di tulangnya, mereka menduga ibu Jin Woo meninggal dunia akibat kematian wajar.


Jika dia tidak membunuh ibunya lalu kenapa dia membunuh wanita-wanita lain? tanya Bum Joo. Soo Hyun menduga dia membunuh orang karena sejak kecil dia selalu disiksa oleh ibunya yang menderita depresi berat.


"Dia membunuh orang karena disiksa saat dia masih kanak-kanak? Dasar sampah!" kata Bum Joo... yang langsung dapat tatapan tajam dari Hae Young.


Tapi Bum Joo mengacuhkannya. Ia malah memuji kerja keras mereka lalu pergi untuk melakukan konferensi press dan mengumumkan kasus ini pada media. Begitu dia keluar, Detektif Kim dan Hun Gi langsung menggerutu, masak hasil kerja keras mereka hanya dihargai dengan pujian tanpa penghargaan atau promosi?


Setelah semua orang pergi, Hae Young masuk ke ruang interogasi dan menyetel lagu kesukaan Seung Yeon. Hae Young bertanya apakah sepanjang tahun ini Jin Woo selalu mendengarkan lagu itu berulang kali? "Yoo Seung Yeon, dia berbeda, iya kan?"

Flashback,


Jin Woo tampak galau saat dia melihat Seung Yeon menangis ketakutan. Dia hendak mencekik Seung Yeon dengan cara biasa tapi Seung Yeon langsung menjerit tertahan saat merasakan tangan Jin Woo di lehernya. Jin Woo langsung mundur seolah takut menyakitinya.

 

Tapi kemudian dia mengangkat Seung Yeong lalu mencekiknya dari belakang dengan posisi seperti back hug. Dia benar-benar menangis sedih saat Seung Yeon meronta-ronta dan dia terus memeluk Seung Yeon bahkan setelah dia mati.

Kembali ke masa kini,


Hae Young dan Soo Hyun melihat Jin Woo dikawal ke pergi. Hae Young berkata bahwa Jin Woo mungkin tidak sadar akan perasaannya pada Seung Yeon karena tidak pernah ada seorangpun yang pernah mengajarkan perasaan itu padanya. Sejak kematian Seung Yeon, dia tidak sanggup lagi melakukan pembunuhan. Dan karena sudah tidak bisa membunuh orang lagi, dia tidak punya alasan untuk hidup. Karena itulah dia memutuskan untuk bunuh diri.

"Detektif Cha, apa kau juga berpikir sama. Kalau dia cuma seonggok sampah?"


"Walaupun masa kecilnya berat. Tapi Kim Jin Woo sudah membunuh 11 orang. Aku tidak bersimpati sama sekali padanya."

"Ada orang-orang yang terlahir sebagai monster. Tapi ada orang-orang yang menjadi monster karena diciptakan oleh orang lain. Seandainya ada seseorang, satu orang saja yang mau mengulurkan tangan untuk membantunya...," ketidakberdayaan Jin Woo membuatnya mulai teringat saat dia menjerit-jerit tak berdaya melihat Hyung-nya ditangkap dan mati bunuh diri "... Kim Jin Woo dan semua korban, pasti bisa diselamatkan."


Malam itu walkie talkienya menyala dan dia mendengar suara Jae Han bertanya apakah dia sudah menangkap pelakunya. Hae Young ragu sesaat sebelum dia membenarkannya, mereka memang sudah menangkap penjahatnya. Tapi saat Jae Han bertanya siapa pelakunya, Hae Young memutuskan untuk merahasiakan informasi pelaku dari Jae Han.

Pengalaman beberapa kasus sebelumnya, dimana dia menyampaikan informasi masa depan pada Jae Han dan pada akhirnya malah mengakibatkan perubahan masa lalu dan masa depan dan memakan korban-korban lain yang tidak bersalah, membuat Hae Young memutuskan untuk tidak menginformasikan apapun pada Jae Han.


"Detektif Lee, kita tidak bisa menentukan takdir seseorang. Jika kita tidak berhati-hati maka nyawa orang yang tidak bersalah akan melayang."

"Jadi apa kita harus diam saja dan melihat orang-orang mati?"

"Saat aku pertama kali menerima transmisi ini, kau bilang padaku untuk tidak pernah menyerah. Kasus-kasus dingin ini ada karena seseorang menyerah. Jadi kau tidak boleh menyerah, Detektif Lee."


Saat Jae Han kembali ke kantor polisi, dia diberitahu rekannya kalau Bum Joo sudah memutuskan untuk menutup kasus yang menurutnya cuma kasus penculikan biasa itu. Jae Han langsung marah mendengarnya. Tapi saat dia hendak protes, rekannya langsung mencegahnya dan mengingatkannya bahwa sampai saat ini mereka sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun, lagipula Jae Han-lah yang akan menderita kalau melawan perintah kapten.


Jae Han akhirnya menyerah tapi saat dia keluar tak lama kemudian, dia melihat Soo Hyun yang akhirnya kembali ke kantor.

Di tahun 2015,


Angin aneh tiba-tiba berhembus. Dan saat Hae Young membuka kembali memo Jae Han, dia langsung shock mendapati tulisan tentang kasus dingin Hongwon-dong perlahan-lahan mulai memudar. (Wah! apa ada perubahan di masa lalu?)

Tahun 1997,


Walaupun Soo Hyun baru masuk kantor tapi Jae Han langsung membawanya ke pusat forensik dan memaksa Soo Hyun untuk menyentuh tangan mayat agar dia tahu apakah tangan yang dia pegang di lemari Si pembunuh benar-benar mayat atau cuma sekedar manekin.

Soo Hyun masih sangat gugup tapi Jae Han terus menyemangatinya hingga Soo Hyun akhirnya memberanikan diri untuk menyentuh tangan mayat itu. Dan begitu menyentuhnya, dia langsung yakin tangan yang disentuhnya di lemari itu adalah tangan manusia mati.

Berbekal informasi itu, Jae Han mulai melakukan penyelidikan seorang diri. Bertanya-tanya pada dirinya sendiri kenapa mayat yang ada di lemari tidak dibuang? Apa yang ditakuti Si pembunuh?... Atau jangan-jangan... mayat itu adalah mayat yang bisa membuat identitasnya terbongkar jika mayat itu ditemukan? Mungkin dia tidak tinggal sendirian? Mungkin rumah itu dihuni dua orang?


Jae Han pun langsung pergi ke kantor real estate dan mendata rumah-rumah mana saja yang ditinggali 2 orang. Dia lalu berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain dari pagi sampai malam... hingga akhirnya dia tiba di sebuah rumah yang dekat dengan lubang selokan.
 

Saat itu juga, dia melihat seorang pria muda keluar dari rumah itu. Jin Woo langsung membeku saat melihat Jae Han. Jae Han pun langsung menatapnya, memperhatikan fisik dan ekspresinya dan sepertinya dia mulai menyadari sesuatu.

Di tahun 2015,


Hae Young shock melihat tulisan kasus Hongwon-dong sekarang benar-benar menghilang. Masa lalu sudah berubah.


Dia langsung masuk ke ruang interogasi dan mendapati ruangan itu tertata rapi seolah tak pernah ada seorangpun yang pernah duduk disana. Dia lalu pergi mencari laporan informasi kasus Hongwon-dong dan mendapati informasi bahwa Si pembunuh tertangkap pada tanggal 20 Januari 1998 di rumahnya.


Para korban yang dibunuh mulai tahun 2000 ke atas, sekarang masih hidup. Sementara Jin Woo terkurung di rumah sakit jiwa. Dia dihukum penjara seumur hidup atas kejahatannya. Tapi karena selama di penjara kondisinya memburuk, dia akhirnya dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Saat Hae Young pergi ke rumah sakit jiwa itu, dia melihat Jin Woo melamun di kamar selnya.

"Aku tidak tahu bencana apa yang akan menimpa orang lain sebagai ganti kembalinya nyawa para korban. Tapi, selama mereka masih hidup. Selama setidaknya mereka masih hidup, mereka masih punya harapan."


Saat dia berjalan keluar, dia tidak sadar kalau dia baru saja berpapasan dengan Yoo Seung Yeon, korban terakhir Jin Woo yang sekarang masih hidup dan datang ke rumah sakit itu sebagai sukarelawan.
 

Tepat saat Seung Yeon melewati kamar selnya, Jin Woo menoleh padanya dan sekilas mereka saling bertatap mata. (Ternyata mereka memang jodoh. Err... tapi sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan perubahan ini. Kerja keras tim kasus dingin malah terkesan jadi tidak berarti)


Hari Soo Hyun akan kencan buta dengan seorang pengacara. Tapi saat dia keluar, ibu langsung protes karena Soo Hyun mau kencan buta tapi malah pakai pakaian kerja serba hitam. Soo Hyun cuek tapi ibu langsung mendorongnya masuk kembali ke kantor dan memaksanya memakai gaun brokat warna pink. Puas mendadani Soo Hyun yang tampak tidak antusias sama sekali, ibu pun akhirnya keluar.


Tapi saat Soo Hyun hendak pergi, tiba-tiba dia ditelepon dokter forensik.


Hae Young juga libur hari ini, tapi dia malah lebih suka menghabiskan waktunya di kantor. Tak sengaja dia memecet sebuah dokumen di komputer dan kaget mendapati itu adalah laporan penemuan kerangka manusia yang mati secara tak wajar.


Hae Young cepat-cepat pergi ke pusat forensik dan mendapati Soo Hyun sudah tiba di sana duluan. Tapi yang paling membuatnya tercengang adalah pakaian serba pink dan high heelsnya Soo Hyun.


Soo Hyun cepat-cepat menanyakan kerangka mayat itu sebelum Hae Young sempat bertanya-tanya. Dokter berkata bahwa kerangka mayat itu pria... dan di bahu kanannya ada pelat metal. Mungkin mayat ini adalah orang yang Soo Hyun cari selama ini tapi mereka masih harus menunggu hasil tes DNA.

Menjelang hari valentine tahun 1999,


Soo Hyun tengah menangani kasus 3 orang wanita yang ditipu seorang lelaki yang merayu mereka. Saat pria itu mencoba membela diri, Soo Hyun langsung teriak-teriak berapi-api memarahi pria itu. Salah seorang korban tiba-tiba menangis.

"Ada banyak pria lain, kenapa kau menangis?" ujar Soo Hyun menghibur wanita itu


Saat dia sedang mencari-cari tisu didalam tasnya, tak sengaja isinya berhamburan di luar... dan salah satunya adalah sekotak coklat. (Buat Jae Han yah?)


Panik, Soo Hyun cepat-cepat menyambar coklat itu sambil mengedarkan pandangan untuk memastikan tidak ada seorangpun yang melihat coklatnya. Yakin tidak ada yang memperhatikan, Soo Hyun langsung memasukkan kembali coklatnya kedalam tas. Setelah mendapatkan pengakuan dari ketiga korban, dia langsung memukul-mukul kepala pria itu dan memaksanya keluar.


Tapi begitu Soo Hyun pergi, semua Sunbaenya yang tadinya tampak sibuk sendiri-sendiri, langsung menghentikan akting mereka dan heboh menggosipkan Soo Hyun. Melihat emosinya yang sangat berapi-api dalam menangani kasus pria itu, mereka menduga Soo Hyun seemosi itu gara-gara cintanya pada Jae Han bertepuk sebelah tangan.

Ternyata semua orang sudah tahu kalau selama 2 tahun ini Soo Hyun memendam cinta pada Jae Han. Sekarang mereka penasaran apakah Soo Hyun akan memberikan coklatnya pada Jae Han? Apakah akhirnya Soo Hyun akan menyatakan cintanya pada Jae Han yang telah terpendam selama 2 tahun ini?

Tapi yang paling membuat mereka frustasi adalah Jae Han. Mereka tidak mengerti bagaimana bisa Jae Han malah buta dengan perasaan Soo Hyun padanya? Apa juga yang Soo Hyun sukai darinya? Itu benar-benar misteri terbesar abad ini. 


Tepat saat itu juga, misteri terbesar abad ini aka Jae Han baru keluar dengan penampilan serba acak-acakan karena baru bangun tidur. Dia sama sekali tidak peduli dengan penampilannya malah langsung merokok begitu dia duduk di meja kerja.


Saat Soo Hyun kembali, rekan Jae Han dengan sengaja menyinggung masalah valentine dan bertanya-tanya siapa kira-kira wanita yang akan memberikan coklat pada Jae Han tahun ini. Soo Hyun langsung menegakkan tubuh dengan antusias, penasaran dengan jawaban Jae Han.



Tapi Jae Han malah bilang "Aku benci wanita yang melakukan itu. Wanita seperti itu adalah wanita yang menyedihkan" (Aduh makjleb! wkwk)

Bersambung ke episode 11 - 1

8 comments :

  1. Haaa..lucu lihat ekspresi soo hyun saat jae han blg cwek yg ngasih coklat mnyedihkn...makin penasaran sma ini drama..mksh mba ima..mba dee

    ReplyDelete
  2. dikirain mah beloman ada sinopsis nya ! untung mampir dlu eh udah ada aja part 1 nya 😁😁 yaa ampun aku ini betah bgt kaa baca sinopsis nya walaupun udh nntn drama nya >< ntah tulisan nya yg bagus or emg drama nya yg ciamik '-'? sepertinya dua duanya xD

    thkyu 😘😘😘 ppaiting kaa ima nulis sinop singalnya ❤

    ReplyDelete
  3. Lanjug mbak, aq suka baca dinosipnya
    Apalahi dr kutudrama, enak bacanya n gambarnya banyak

    ReplyDelete
  4. aku makin suka cerita ini. Selain bikin penasaran, bikin sedih jg. Ada sisi menyedihkan dari para penjahat itu cuma ya kejiwaan mereka kok labil ya. Jadi inget kasus2 aneh yg jg terjadi di indonesia.
    Tetep semangat bwt nerusin sinopnya ya mbak ima sampe selese. Makasih

    ReplyDelete
  5. Penantian dr hari minggu akhirnya terbayar pas buka kutudrama hari ni....HOREEEE,ternyata sinop eps 11 nya udah ada...
    Makasih mba Ima...
    Saranghae

    ReplyDelete
  6. Ada yg tau judul lagu favorite Seung Yeon ga? Please..

    ReplyDelete
  7. Ada yg tau judul lagu favorite Seung Yeon ga? Please..

    ReplyDelete