February 26, 2016

Signal Episode 10 - 2

Signal Episode 10 - 2


Wanita itu datang lagi ke mini market tempat Si pembunuh bekerja. Dia senang saat mendapati Si kasir tampan sedang menatapnya.




Suatu malam, dia ikut makan malam bersama rekan-rekan kerjanya. Tapi karena sifat pendiamnya, dia jadi seperti orang terkucil yang tidak diperhatikan sedikitpun oleh rekan-rekannya. Dari luar, Si pembunuh ternyata menguntitnya dan memperhatikan ekspresi muramnya.


Si pembunuh terus membuntutinya saat dia berjalan pulang. Di tengah jalan, tak sengaja dia menjatuhkan sekresek jeruk. Satu butir jeruk bergulir ke kaki Si pembunuh dan gara-gara itulah dia menyadari kehadiran Si kasir tampan.

Anehnya, Si kasir tampan entah kenapa langsung mundur seperti orang ketakutan saat sebutir jeruk itu menggelinding ke dekat kakinya. Dia sama sekali tidak membantu mengambilkan jeruk yang berada dekat kakinya itu. Dan saat wanita itu mendekat untuk mengambil jeruknya, lagi-lagi dia malah mundur ketakutan.


Yang mengejutkannya, wanita itu tiba-tiba memberikan sebutir jeruk ke tangannya lalu cepat-cepat melarikan diri. Tapi saat dia menatap jeruk di tangannya, dia malah berteriak ketakutan dan menjatuhkan jeruk itu seolah jeruk itu barang mengerikan.


Sesampainya kembali ke rumah, Si pembunuh langsung meringkuk di salah satu sudut sambil gemetaran hebat... teringat masa kecilnya yang sangat mengerikan.

Flashback,


Saat dia masih kecil, dia selalu disiksa oleh ibunya. Dulu, dia selalu meringkuk dan gemetaran hebat saking takutnya pada ibunya. Tapi ibunya (yang sepertinya tidak waras) malah mengira dia kedinginan lalu menjejalkannya secara paksa ke dalam sebuah tas besar dengan alasan untuk membuatnya merasa 'lebih nyaman'.


Setiap kali dia tidak mau makan, Ibunya akan menjejalkan makanan itu secara paksa kedalam mulutnya, lagi-lagi dengan alasan untuk membuatnya merasa nyaman.


Suatu hari, dia menemukan seekor puppy kecil berwarna putih di depan rumahnya. Dia lalu membawa puppy itu pulang. Saat Ibunya melihatnya, dia berkata kalau mereka harus membuat puppy itu merasa nyaman...


Dan keesokan harinya, dia shock mendapati puppy kecilnya dijejalkan kedalam sebuah kresek. (Busyet!)

Kembali ke masa kini,


Si pembunuh hampir tidak bisa bernapas mengingat kenangan yang sangat mengerikan itu. Dia cepat-cepat meminum obatnya dan berusaha menutup telinganya rapat-rapat saat kata-kata ibunya terngiang-ngiang di pikirannya... kata-kata yang sama persis dengan kata-kata yang selalu dia ucapkan pada para korbannya "Hidup itu berat, kan? Aku... akan membantumu."


Tim kasus dingin tiba di daerah Hongwon-dong untuk mencari identitas korban terakhir yang belum dikenali. Hae Young menginstruksikan bahwa orang yang mereka cari kemungkinan berusia sekitar akhir 20 tahunan atau awal 30 tahunan, tingginya sekitar 162 cm dan hilang sejak tahun 2014.

Dan karena tidak ada yang melaporkan kehilangannya maka kemungkinan dia tidak punya keluarga. Hae Young menyarankan sebaiknya mereka bertanya pada kantor real estate untuk mencari tahu apakah ada penyewa yang mendadak hilang.


Wanita itu datang lagi ke mini market. Dia melihat Si kasir tampan sedang menyapu di luar. Tapi saat Si kasir tampan melihatnya, pria itu malah langsung memalingkan muka dan menghindar. Sedih, wanita itu akhirnya memutuskan untuk pergi tapi malah terpeleset dan terjatuh. Lututnya lecet sampai berdarah dan isi tasnya berhamburan keluar.


Saat dia tengah mengumpulkan barang-barangnya kembali, Si kasir tampan tiba-tiba muncul dan membantunya memungut buku diarynya. Tentu saja wanita itu langsung tersenyum bahagia.


Malam harinya saat dia hendak pulang, hujan turun deras. Dia hendak berjalan menembus hujan saat wanita itu tiba-tiba muncul dan memayunginya. Dengan malu-malu wanita itu meminta Si kasir tampan untuk memakai payungnya. Tapi Si kasir tampan diam saja dan langsung berjalan pergi. Dia bahkan tetap mengacuhkannya saat wanita itu berkata kalau rumahnya dekat dan dia bawa payung lain.



Wanita itu terus mengikutinya dan memayunginya sampai mereka tiba di depan rumahnya Si kasir tampan. Wanita itu bertanya apakah ini rumahnya tapi Si kasir tampan tetap membisu. Wanita itu akhirnya pamit pergi... tapi Si kasir tampan tiba-tiba memanggil namanya "Yoo Seung Yeon-ssi.."

Wanita itu berbalik heran "Bagaimana kau bisa tahu namaku?"


Tim kasus dingin saling berpencar, berkeliling beberapa kantor real estate tanpa hasil. Soo Hyun yang awalnya bersama Hae Young, menyarankan agar sebaiknya mereka berpencar sendiri-sendiri.


Tapi Hae Young tidak setuju meninggalkannya sendirian, apalagi tadi saat mereka di pusat forensik Hae Young memperhatikan kegugupan Soo Hyun saat mendengar suara tetesan air. Dia tahu betul kegugupan Soo Hyun itu adalah efek samping dari sesi hipnotisnya yang membuat ingatan masa lalunya jadi semakin jelas. Apalagi tempat ini dekat dengan lokasi penculikannya karena itulah Hae Young tidak tenang meninggalkannya sendirian.

Tapi Soo Hyun bersikeras kalau dia baik-baik saja jadi lebih baik mereka berpencar dan langsung pergi sebelum Hae Young sempat protes lagi.

Tahun 1997,


Polisi sudah mulai frustasi karena tidak menemukan petunjuk apapun. Jae Han belum ingin menyerah tapi yang lain sudah capek, mereka sudah membuang-buang waktu bahkan menghentikan penyelidikan kasus lain hanya demi mencari penculiknya Soo Hyun tapi nyatanya tetap saja mereka tidak berhasil mendapatkan bukti. Jika dalam 2 minggu kedepan belum ada petunjuk juga maka kasus ini akan menjadi kasus dingin.

Jae Han langsung protes, apa mereka tidak ingat kalau Soo Hyun bilang di rumah itu ada mayat lain. Rekannya Jae Han tidak yakin dengan masalah itu, mungkin saja salah mengira itu mayat padahal mungkin itu cuma manekin, saat itu kan dia dalam keadaan kalut dan tidak bisa berpikir dengan benar. Banyak hal dari kata-kata sangat meragukan, dia bahkan tidak yakin apakah dia berlari selama 10 atau 15 menit.


Membicarakan masalah Soo Hyun, Jae Han akhirnya mulai memperhatikan meja kerjanya yang kosong. Dia menanyakan dimana Soo Hyun sekarang, Rekannya berkata kalau Soo Hyun sudah 3 hari tidak masuk kantor. Jae Han teringat kata-kata Hae Young tentang betapa menderitanya Soo Hyun sejak penculikan itu.


Jae Han akhirnya menjenguk Soo Hyun ke rumahnya. Soo Hyun keluar dengan kepala tertunduk sedih. Melihat itu, Jae Han meyakinkannya untuk tidak usah mencemaskan masalah kerja. Dia sudah meminta izin cuti sakit untuk Soo Hyun.

"Tidak perlu melakukan itu. Sunbaenim benar. Aku... tidak cocok jadi polisi," tangis Soo Hyun


Soo Hyun merasa tidak sanggup menjadi seorang polisi. Dia sangat ketakutan pada banyak hal. Dia takut pada gang-gang kecil, dia takut melihat mayat, bahkan sekarang mendengar suara kresek pun membuatnya sangat ketakutan setengah mati. Dan dia sangat takut pada penjahat.

Setiap hari dia selalu teringat kejadian malam itu "Kalau begini, aku tidak punya hak untuk jadi polisi. Kurasa aku tidak bisa jadi polisi lagi."


Jae Han mengeluarkan sekotak buah kesemek kering, itu adalah hadiah yang diberikan pada Soo Hyun dari salah satu korban perampok bersepeda motor sebagai ungkapan terima kasih karena Soo Hyun berhasil menangkap si perampok.


"Aku juga takut pada penjahat" ujar Jae Han berusaha menghibur Soo Hyun "Aku sudah sering bertemu berbagai macam penjahat karena pekerjaan ini. Orang yang menodongkan pisau padaku, gangster yang mau menembakku, bahkan ada orang yang mendatangiku dengan kapak. Bahuku sampai harus dipasangi pelat metal gara-gara orang itu"

Soo Hyun heran, masa bahunya dipasangi pelat metal gara-gara berkelahi dengan orang yang membawa kapak? Jae Han mengaku kalau pelat metal di bahunya itu sebenarnya gara-gara dia ketabrak motor saat dia tengah berusaha melarikan diri dari si pembawa kapak.


"Tapi apa boleh buat. Harus ada seseorang yang menangkap mereka. Tidak apa-apa kalau kau mau keluar, tidak akan ada orang yang akan berkata buruk tentangmu," tapi dia meminta agar Soo Hyun memikirkannya dulu baik-baik sebelum membuat keputusan. "Tapi kau tahu, menjadi polisi itu tidak buruk. Siapa tahu, suatu hari nanti kau akan jadi Ketua Tim."


Terhibur kata-kata Jae Han, Soo Hyun membuka kotak hadiahnya... dan mendapati buah kesemek keringnya cuma tinggal satu. Jae Han berkata kalau orang-orang di kantor yang memakannya "Aku tidak makan. Aku berhasil menyelamatkan satu buah dari para kunyuk itu."

Tahun 2015,


Soo Hyun akhirnya tiba didepan gang kecil yang pernah dilewatinya dulu sebelum dia diculik. Dia sangat ketakutan dan menutup matanya rapat-rapat saat teringat kejadian itu. Tapi saat dia teringat kata-kata Jae Han bahwa harus ada orang yang menangkap penjahat, Soo Hyun akhirnya membuka mata dan memberanikan diri, melangkah masuk ke gang itu.


Hae Young mencari informasi ke kantor real estate yang lain. Tapi sama seperti kantor real estate yang lain, mereka juga tidak tahu menahu tentang seorang wanita yang menghilang tahun 2014. Tapi saat Hae Young hendak pergi, tiba-tiba sesuatu dalam peta lokasi Hongwon-dong yang menarik perhatiannya karena ada salah area di peta yang tampak kosong.

Saat dia menanyakannya, Bos real estate berkata kalau area kosong itu hanya ditempati oleh pabrik-pabrik. Dia teringat ucapan Dokter forensik bahwa tulang korban terakhir banyak mengandung merkuri, maka dia langsung menanyakan tentang pabrik yang berhubungan dengan merkuri. Dia diberitahu bahwa hanya satu pabrik yang berhubungan dengan merkuri, sebuah pabrik pembuatan bola lampu listrik yang tahun lalu sempat ribut-ribut gara-gara mereka melakukan pembuangan limbah merkuri secara ilegal.


Hae Young langsung mendatangi pabrik itu dan menanyakan pegawai wanita yang menghilang sekitar musim dingin tahun 2014. Tapi manager pabrik itu bilang kalau dia tidak tahu karena ada banyak karyawan yang tiba-tiba saja mengundurkan diri tanpa pemberitahuan.

Tapi tiba-tiba salah seorang pegawai wanita menyela mereka dan memberitahu Hae Young bahwa sekitar musim dingin tahun lalu memang ada seorang pegawai wanita yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Dan pegawai wanita yang menghilang itu bernama 'Yoon Seung Yeon'.


Sama seperti korban lainnya, Seung Yeon adalah seorang pendiam dan pemurung dan tidak akrab dengan siapapun. Seung Yeon tinggal di asrama pabrik. Tapi setelah pabrik mereka ribut-ribut musim dingin tahun lalu, Seung Yeon tidak pernah muncul lagi dan tidak pernah ada kabar. Karena keributan itu, semua orang jadi sangat sibuk dan tidak ada yang mempedulikannya. Tapi untunglah dia menyimpan barang-barangnya Seung Yeon di sebuah kotak.

Hun Gi menyelidiki identitas Seung Yeon dan mendapati bahwa Seung Yeon tidak punya orang tua ataupun saudara dan keluarganya yang masih hidup hanya tinggal neneknya saja. Yakin kalau korban terakhir adalah Seung Yeon, Hae Young pun meminta Hun Gi untuk membandingkan DNA korban terakhir dengan DNA neneknya Seung Yeon.


Hae Young lalu membaca buku diary milik Seung Yeon. Yang paling menarik perhatian Hae Young adalah curhatan Seung Yeon di hari ultahnya. Tertulis dalam diary itu, Seung Yeon berkata kalau dia tidak akan sendirian lagi tahun depan.

Di halaman selanjutnya, dia menulis tentang kegugupannya dan kebahagiaannya tiap kali dia pergi 'ke sana'. Di halaman selanjutnya, dia bercerita kalau 'Dia' membuntutinya dan memperhatikannya, Seung Yeon bertanya-tanya apakah 'Dia' menyukainya.


Tidak ada tulisan lagi setelah itu. Tapi di bagian paling belakang, Seung Yeon menulis tentang berbagai barang yang pernah dibelinya setiap hari. Hae Young menyadari semua itu adalah barang-barang yang dijual di mini market, hal ini sangat sesuai dengan ucapan Jae Han bahwa korban adalah orang-orang yag tidak suka pergi ke supermarket.


Dia langsung menelepon Soo Hyun dan memberitahunya tentang penemuannya ini. Semua korban adalah orang-orang pendiam yang lebih suka belanja ke mini market. Karena di mini market orang-orang bisa belanja atau makan sendirian tanpa ada seorangpun yang memperhatikan. Mini market juga selalu buka 24 jam dan bisa didatangi kapanpun.

Dia yakin korban terakhir juga seperti itu, saat ini Hun Gi sedang memeriksa DNA-nya. Dan selama menunggu hasil DNA keluar, Hae Young akan memeriksa beberapa mini market yang dekat pabrik. Soo Hyun mau ikut dan berkata kalau dia akan segera menyusul Hae Young.


Dia hendak kembali ke mobilnya, tapi saat perhatiannya tertuju ke lampu jalan, dia langsung membeku. Soo Hyun akhirnya ingat bahwa saat dia melarikan diri dari rumah itu, lampu jalan ada di sebelah kirinya. Tapi setelah itu... lampu jalan berubah di sebelah kanannya.

Ingatan akan perubahan lampu jalan yang menandakan perubahan arah saat dia melarikan diri, mulai membangkitkan ingatan-ingatan lain yang selama ini dilupakannya. Ingatan mengerikan yang dikuburnya dalam-dalam.


Hae Young berkeliling beberapa mini market mencari seorang pegawai yang sesuai ciri-ciri pembunuh yang kemungkinan sekarang berusia pertengahan 30 tahunan (dihitung sejak pembunuhan yang dilakukannya tahun 1997). Dia berkeliling dari satu toko ke toko yang lain... sampai akhirnya dia tiba di sebuah mini market yang barang-barangnya tertata dengan teramat sangat rapi.


Perlahan-lahan, Soo Hyun masuk ke sebuah gang, hingga akhirnya dia tiba di tempat Jae Han menemukannya dalam keadaan pingsan. Soo Hyun menyadari bahwa para Sunbae-nya dulu mengira dia berlari lurus dari saluran pembuangan air sampai kemari, karena itulah pencarian dilakukan di sekitar saluran pembuangan. Sekarang dia baru menyadari kalau titik awal pencarian mereka waktu itu salah.


Dia lalu berjalan menelusuri gang yang dia lewati saat dia melarikan diri dulu... sampai akhirnya dia melihat 2 buah tiang listrik besar. Di kedua tiang itulah dia terbentur sampai terjatuh berguling-guling. Karena waktu itu tidak bisa melihat dan mungkin masih pusing karena benturannya, dia jadi tidak sadar kalau dia malah berbalik arah... kembali menuju ke gang rumah Si pembunuh. Itulah sebabnya kenapa lampu jalan tiba-tiba berubah disisi berlawanan.


Dan kedua kalinya dia menabrak... yang dia tabrak adalah Si pembunuh "Dan ingatan yang ingin kukubur. Ingatan itu... Ingatan yang tidak ingin kuingat kembali."


Si pembunuh waktu itu lalu berkata padanya bahwa dia akan membantunya. Soo Hyun berusaha bangkit dan melarikan diri,tapi Si pembunuh langsung mendorongnya dan mencekiknya. Soo Hyun meronta-ronta, kakinya menendang-nendang panik. Dia hampir mati... tapi tiba-tiba Si pembunuh mendengar suara Jae Han memanggil Soo Hyun.


Hae Young shock melihat tatanan super rapi mini market itu. Hun Gi meneleponnya saat itu dan memberitahunya bahwa hasil DNA-nya positif, Yoo Seung Yeon adalah korban terakhir.


Soo Hyun berlari kembali ke tempat Jae Han menemukannya, lalu menelusuri gang itu. Dia berhenti saat dia melihat lubang selokan. Dia ingat di situlah dia terjatuh begitu dia keluar dari rumah Si pembunuh dan mencium bau tidak enak air selokan. Dia mulai mengangkat pandangan matanya... dan melihat sebuah rumah.


Saat seorang pegawai pria keluar dari gudang, Hae Young langsung membantingnya dan bertanya apakah dia yang menata semua barang-barang ini? Si pegawai bilang tidak, Si ahjussi yang melakukannya. Lalu dimana Si ahjussi itu? tuntut Hae Young. Si pegawai berkata kalau shift-nya ahjussi itu sudah selesai jadi mungkin dia sudah pulang.


Perlahan-lahan Soo Hyun mendekati rumah itu... (Arrrgh! Jangan! Pembunuhnya mungkin ada di rumah!)... Napasnya mulai tersengal-sengal. Dia mengetuk pintunya. Tidak ada jawaban. Dia memegang gagang pintunya. Dia menariknya. Pintunya tak terkunci.


Dia membukanya dan melihat rumah itu gelap. Dia melihat kedalamnya dan setetes air mata mengalir di wajahnya.

Komentar:

ARRRGH!!! Kenapa buka rumah itu? Sendirian lagi?! *gregetan*

Lagi-lagi kasus KDRT yang membuat seorang anak jadi trauma berat dan ujung-ujungnya berubah jadi psiko yang lebih sadis daripada orang tua yang menyiksanya. Panteslah anaknya berubah jadi pembunuh psiko, ibunya juga psiko. Gila aja anak dimasukin tas biar katanya 'lebih nyaman'.

Tapi kalau di tahun 1997 korbannya ada 2, lalu mayat yang di lemari itu mayatnya siapa yah? Kayaknya korbannya jauh lebih banyak dari yang sudah ditemukan deh. Lalu kenapa Korban terakhir dibunuh dengan cara beda? Mungkin karena Korban menunjukkan rasa suka dan kepedulian padanya sehingga Si pembunuh juga ada rasa sama dia.

Btw, Hae Young udah mulai sekarang. Dia yang awalnya sok banget ngeremehin polisi yang lain, akhirnya mulai bisa merendah.

6 comments :

  1. Wah seru nih. Ayo donk lanjut sinopsisnya....gak sabar deh

    ReplyDelete
  2. Wahhhh..makin tegang aja...gavsabar nunggu nanti malam...semoga sinyal bersahabat..ntn pki bahasa kalbu..mksh mba ima

    ReplyDelete
  3. Ma kasih mbak atas sinosipnya
    Lanjutkann

    ReplyDelete
  4. Mba Ima...hari minggu ini adalah hari minggu yang luar biasa stress, harap2 cemas bolak-balik berkunjung kesini demi melihat apakah eps 11 nya yg tayang Jumat maren udah jadi sinop ato belum..
    Hiks hiks T_T
    Ga sabar nunggunya...
    Ga berharap ada romance nya sih, tapi kalo Hae Young dan Soo Hyun saling suka ya ngarep juga liat mereka berdua ada kisah kasih di kantor polisi nya...Hihihi (katanya ga berharap..taunya)

    ReplyDelete