February 24, 2016

Signal Episode 10 - 1

Signal Episode 10 - 1


Soo Hyun melaporkan penemuan mayat-mayat pada para petinggi kepolisian. Total korban yang mereka temukan sebanyak 9 orang. 8 diantaranya berhasil diidentifikasi, hanya korban terakhir belum bisa diidentifikasi. Semua korban dibuang dengan cara yang sama, kepala mereka dibungkus rapat dengan kresek sementara tubuh mereka dibungkus dengan karung beras atau matras atau kotak kardus.




Berdasarkan metode pembunuhannya dan caranya membuang mayat, bisa disimpulkan bahwa ini adalah pembunuhan berantai. Semua orang langsung mendesah frustasi mendengarnya... dan makin shock saat Soo Hyun berkata bahwa selain 9 korban yang ditemukan di Gunung Donghae, masih ada 2 korban lagi yang mati terbunuh dan dibuang dengan cara yang sama pada tahun 1997 tapi pembunuhnya tidak pernah tertangkap.


Inspektur polisi langsung ngomel-ngomel kesal karena selama bertahun-tahun ini ada 9 korban yang mati gara-gara polisi tidak bisa menemukan pembunuhnya beberapa tahun yang lalu. Apa sebenarnya kerja mereka selama ini? gerutu Inspektur (sama pak saya juga pengen teriak-teriak 'apa aja kerjanya polisi?').

Dia cemas kalau sampai kasus ini tercium media maka masyrakat akan heboh dan citra kepolisian akan hancur. Bagaimana mereka harus menghentikan media sekarang?


"Tidak bisa dihentikan" kata Bum Joo. Mengingat banyaknya korban, pastinya akan sulit untuk mengendalikan media. Karena itulah dia mengusulkan agar kasus ini diserahkan saja pada tim kasus dingin. Tim kasus dingin sudah pernah berhasil memecahkan kasus Gyeonggi Nambu jadi pasti banyak orang yang menaruh kepercayaan mereka pada tim kasus dingin, menyerahkan kasus ini pada tim kasus dingin pasti akan membuat media bungkam. Semua orang setuju, Inspektur pun akhirnya setuju lalu menginstruksikan berbagai perintah pada Kapten Ahn.


Walaupun Bum Joo tampak seolah berbaik hati memuji-muji kehebatan tim kasus dingin, tapi Kapten Ahn tahu betul pasti ada udang dibalik batu. Begitu rapat usai, dia langsung mengkonfrontasi maksud tersembunyi Bum Joo. Dia pasti sengaja membuang kasus ini ke tim dingin. Karena Bum Joo hanya ingin melihat tim kasus dingin gagal dan jika mereka gagal maka tim kasus dingin akan bisa dibubarkan, iya kan?

"Kenapa? Kau khawatir karena mereka anak buahmu? Apa karena itu kau tidak melapor padaku saat Park Hae Young menemui Kim Sung Bum? Kalau mereka gagal dalam kasus ini, bukan hanya tim kasus dingin yang akan menderita."


Hae Young berusaha meminta Soo Hyun untuk bercerita lebih banyak tentang penculikannya dulu dan kenapa dulu mereka gagal menemukan Si pembunuh itu. Tapi Soo Hyun hanya terdiam.

Tahun 1997,


Soo Hyun dibawa kembali ke kantor polisi. Semua orang mencemaskannya. Tapi Jae Han malah langsung memaksanya untuk bercerita. Soo Hyun masih sangat trauma dan hanya berkata kalau dia tidak bisa melihat apapun.


"Cha Soo Hyun, kau bukan korban biasa. Kau seorang detektif. Orang yang menculikmu sudah membunuh 2 orang. Aku membutuhkan ingatanmu agar bisa menangkapnya. Katakan! Kalau kau tidak bisa melihat apapun, aku yakin kau pasti mendengar sesuatu."


Soo Hyun akhirnya mulai mengingat-ingat lagi. Dia ingat mendengar suara tetesan air, dia ingat suara Si pembunuh yang kedengaran seperti suara seorang lelaki muda, dia ingat saat pria itu membelai wajahnya dan merasakan tangannya kurus dan dingin. Pria itu lalu berkata padanya untuk menunggu sebentar lalu setelah itu dia mendengar pria itu pergi, pintu tertutup lalu diselot dari luar (selotnya pakai selot rantai)


Tapi tak lama setelah itu, dia mendengar pintu sedikit terbuka dan angin dingin masuk. Saat itu dia berpikir dia akan mati kalau tidak pergi. Maka dia pun bangkit dan mulai meraba-raba tembok untuk mencari pintu. Suaranya makin tercekat saat dia mengingat kejadian itu. Dia memang menemukan sebuah gagang pintu waktu itu. Dia mencoba membukanya tapi sepertinya terjadi sesuatu hingga ia langsung berteriak ketakutan.


Ingatan itu sangat mengerikan hingga membuat Soo Hyun langsung terdiam dan menutup matanya rapat-rapat, tidak ingin mengingatnya lagi. Tapi Jae Han malah terus memaksanya, memaksa Soo Hyun untuk membuka matanya dan menatapnya. Perlahan-lahan, Soo Hyun akhirnya membuka matanya dan menatap Jae Han.

"Sekarang sudah tidak apa-apa," ucap Jae Han lembut "Jadi sekarang teruskan."


Soo Hyun akhirnya mau melanjutkan ceritanya kembali. Bibirnya gemetaran hebat dan air matanya berjatuhan saat dia mengingat saat dia membuka gagang pintu itu. Pintu yang dia buka itu ternyata pintu lemari. Dia langsung melompat mundur dan menjerit ngeri saat dia merasakan sesuatu di dalamnya... sebuah tangan manusia yang sudah dingin dan mati.


Soo Hyun terjatuh saking shocknya waktu itu, tapi dia berhasil bangkit kembali dan berusaha mencari pintu keluar. Saat dia akhirnya menemukan pintu depan, dia langsung mendobrak-dobrak pintu itu dengan tubuhnya sampai akhirnya selot rantai itu putus dan dia langsung terbanting ke jalan gang.


Soo Hyun berhenti bicara dan gemetaran makin hebat tapi Jae Han terus menyuruhnya untuk bercerita. Soo Hyun berkata kalau dia bangkit dan berlari. Dia terus berlari lalu menabrak sesuatu yang sangat keras, dia terjatuh dan dia tidak bisa melihat cahaya setelah itu... "Sepertinya aku pingsan saat itu. Saat aku membuka mata, sunbaenim ada disana"

"Kau lari ke arah mana?"

"Lurus. Aku berlari lurus. Tapi aku tidak bisa melihat apapun."

"Berapa lama kau lari? Berapa menit?"


Soo Hyun menggeleng-gelengkan kepala tidak tahu, tapi Jae Han terus memaksanya untuk mengingatnya. Soo Hyun menduga mungkin sekitar 15 menitan. Dia ingat mencium bau selokan saat dia keluar dari rumah itu. Rekannya Jae Han berkata di daerah Hongwon-dong memang ada saluran pembuangan, lalu apakah waktu itu Soo Hyun mendengar bunyi air mengalir? Soo Hyun tidak yakin tapi sepertinya dia memang pernah mendengar suara air mengalir.

Rekan Jae Han cepat-cepat menyudahi interogasi ini, lagipula beberapa informasi itu saja sudah cukup untuk menarik kesimpulan bahwa rumah Si pembunuh ada di sekitar saluran pembuangan Hongwon-dong, rumah itu hanya terdiri dari satu lantai dan ditinggali oleh seorang pria muda lajang yang hidup sendirian.


Soo Hyun akhirnya disuruh pulang dan mereka semua mengantarkannya keluar sampai dia masuk mobil polisi. Jae Han terus mengawasinya sampai pintu mobil polisi akhirnya menutup.

 

Dan setelah mobil polisi itu pergi mengantarkan Soo Hyun pulang, Jae Han masuk kembali ke kantor dan bersumpah akan membunuh si kepar*t itu.


Semua polisi mulai melakukan pencarian berdasarkan petunjuk Soo Hyun. Sementara para polisi berpencar dan berkeliaran di sekitar kawasan itu mencari seorang pria mudah lajang kemungkinan sekitar umur 20 tahuanan yang hidup sendirian di sebuah rumah berlantai satu, Si pembunuh sibuk mengumpulkan berbagai barang yang dia akan gunakan untuk membungkus korban. Dia tampak gelisah, mungkin takut polisi akan segera menemukannya atau mungkin cuma menunggu kesempatan yang tepat untuk keluar.

Rekannya Jae Han tiba-tiba berhenti di sebuah gang kecil gara-gara tertarik membaca sebuah poster. Dan gara-gara itu malah tak sengaja menginjak kotoran anjing, mereka tidak sadar di gang itulah Soo Hyun diculik.


Pencarian terus berlanjut sampai malam tiba. Tapi setelah beberapa saat belum ada satupun yang menemukan petunjuk, mereka semua akhirnya masuk kembali ke mobil, memutuskan untuk mencari ke area lain dengan keyakinan di sekitar gang itu tidak ada satupun pria lajang yang tinggal sendirian... Mereka tidak sadar bahwa begitu mereka pergi, Si pembunuh baru saja keluar rumah dari gang yang baru saja mereka klaim tidak ada pria lajang yang hidup sendirian disana.

Tahun 2015,


"Tadinya kami mengira kami bisa segera menangkapnya. Tapi kami tidak bisa menemukan apapun," ujar Soo Hyun.

Waktu terus berlalu tanpa sedikitpun ada petunjuk. Dan pada akhirnya Kim Bum Joo yang saat itu adalah Kapten mereka, memutuskan untuk menutup kasus ini. Hae Young tidak percaya mendengarnya, bagaimana bisa Bum Joo menutup kasus ini begitu saja padahal sudah ada 2 korban yang mati dan seorang polisi yang nyaris jadi korban ketiga. Kalau dulu mereka menangkap Si pembunuh itu maka ke-9 orang ini pastilah masih hidup sekarang.


"Baik dulu maupun sekarang sama saja," kata Detektif Kim.

Tidak ada seorangpun yang suka dengan kasus pembunuhan berantai. Motif pembunuhannya pun sering kali tidak jelas dan pembunuh berantai biasanya membunuh korban hanya karena ingin membunuh saja. Tidak ada cukup petunjuk dan bahkan sampai sekarang pembunuh berantai bisa ditangkap jika ada informasi atau karena kebetulan saja.

Sekeras apapun usaha mereka untuk menyelidiki pembunuhan berantai, tetap saja susah mendapatkan petunjuk apapun. Pada akhirnya mereka akan dituduh tidak kompeten. Dan saat itu terjadi, akan ada orang yang kena sial dan dipecat. "Sekarang pun sama. Kalau kita tidak bisa menangkap pembunuhnya sekarang, kita yang akan disalahkan."


Beberapa saat kemudian, Soo Hyun melaporkan penemuan penting tentang para korban. 3 orang korban tinggal di Hongwon-dong sementara 5 korban pindah ke Hongwon-dong karena alasan pekerjaan dan lain sebagainya (korban yang terakhir masih belum diketahui). Intinya semua korban berhubungan dengan Hongwon-dong dan begitu pula dengan 2 korban tahun 1997.


Dari fakta ini, kemungkinan besar Si pembunuh masih tinggal di Hongwon-dong sampai sekarang. Dalam menginvestigasi pembunuhan berantai terutama pembunuhan berantai yang terjadi di masa lalu, sangat bergantung pada profiling. Karena itulah, Soo Hyun langsung mempersilahkan Hae Young untuk maju mempresentasikan investigasi profilingnya.

Tapi begitu melihat wajah Hae Young, semua orang langsung berpaling sambil mengeluh dan menggerutu tak senang, mungkin mereka mengira kalau Hae Young akan bersikap sok lagi seperti biasanya.


Menyadari kebencian semua orang padanya, Hae Young berkata dengan sopan dan tenang bahwa dia memang masih belum punya banyak pengalaman dan yang dia tahu hanya teori. Karena itulah apa yang akan dia katakan ini murni berdasarkan teori dan spekulasi semata. Saat mereka menangkap penjahatnya, mungkin saja mereka salah orang. Karena itulah, dia meminta agar apa yang akan dia katakan ini dijadikan acuan dalam penyelidikan.

Mereka semua orang masih tampak tidak senang tapi pada akhirnya mereka diam dan mulai mendengarkan presentasi Hae Young. Berdasarkan cara si pelaku membungkus dan mengubur korban, Hae Young menduga kalau Si pembunuh punya kepribadian yang sangat cermat dan rapi. Penampilannya pun bersih dan rapi. Segala sesuatu yang berhubungan dengannya baik di rumah maupun di tempat kerja, tertata dengan sangat rapi. Dengan kepribadiannya ini, mungkin butuh waktu lama baginya untuk membungkus jasad para korbannya.


Kemungkinan Si pembunuh bekerja di tempat dimana dia tidak akan bisa diganggu. Mungkin dia hidup seorang diri di rumah yang tidak ada halamannya. Karena jika rumahnya punya halaman sendiri, dia pasti akan mengubur korban-korbannya di halaman rumah dan tidak perlu repot-repot membawa mereka ke Gunung Donghae.

Hae Young menekankan bahwa ciri-ciri fisik semua korban tidak ada yang sama, satu-satunya kesamaan para korban adalah mereka menderita depresi atau terlihat seperti orang depresi. Dari fakta ini, Hae Young menyimpulkan bahwa Si pembunuh kemungkinan juga menderita depresi.

Hae Young menduga bahwa Si pembunuh akan butuh waktu lama untuk mengamati korban. Dan karenanya Si pembunuh pastinya akan berada di tempat dimana dia bisa mengamati korbannya. Karena itulah, penyelidikan harus fokus pada tempat-tempat dimana korban sering datangi, rute jalan mana saja yang korban sering lewati dan lain-lain.


Semua dugaan Hae Young tentang pelaku memang sangat tepat. Di mini market tempat kerjanya, Si pelaku menata semua barang-barangnya dengan teramat sangat rapi sekali (saking rapinya aku sampai ngeri lihatnya XD). Dia juga menelan beberapa butir obat (mungkin obat anti-depresi). Tak lama kemudian, seorang wanita masuk dan langsung menarik perhatiannya.


Karena wanita itu tampak murung dan telinganya tertutup earphone, dia membeli ramen tanpa menatap Si pembunuh lalu duduk dan memakan ramennya sendirian. Wanita memang memperhatikan Si kasir ganteng menatapnya tapi dia tidak mencurigai apapun. Dia malah tersenyum malu-malu, mungkin mengira kalau Si kasir ganteng itu naksir padanya. (Maklum sih, tatapan matanya itu loh. Kalau aku jadi dia mungkin juga aku pasti ngira lagi ditaksir cowok cakep. Hahaha!)


Maka Kapten Ahn pun mulai memberikan berbagai perintah penugasan pada tiap-tiap tim sementara tim kasus dingin ditugaskan untuk mencari tahu identitas korban terakhir yang belum teridentifikasi. Setelah itu Kapten Ahn menyudahi rapat mereka. Tapi saat semua orang hendak beranjak pergi, Soo Hyun tiba-tiba mengumumkan bahwa ada  satu saksi yang selamat dari percobaan pembunuhan.


Setelah semua orang keluar dari ruang rapat, Hae Young bertanya cemas apakah Soo Hyun benar-benar ingin melakukan hipnotis? Walaupun Soo Hyun seorang detektif tapi mengingat masa lalu yang traumatis bisa berdampak secara psikologis.


Soo Hyun bersikeras ingin melakukannya, dia menyesal karena tidak melakukan ini dari dulu. Soo Hyun menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab kematian ke-9 korban itu, seandainya dia bisa menangkapnya dulu maka semua korban itu tidak akan mati.

"Kau bahkan tidak melihat wajahnya"

"Aku memang tidak tahu wajahnya. Tapi... aku mungkin bisa menemukan rumahnya. Aku yakin aku pasti bisa menemukan sebuah petunjuk... dalam ingatanku"


Beberapa saat kemudian, Soo Hyun mulai dihipnotis sementara rekan-rekan timnya mengawasinya dari ruangan sebelah. Ahli hipnotis mengintruksikannya untuk menenangkan diri lalu membawa ingatannya kembali pada malam tanggal 20 Oktober 1997, saat dia diculik seseorang. Ahli hipnotis mulai menyuruh Soo Hyun untuk mengingat kejadian setelah dia keluar dari rumah Si pembunuh.


Soo Hyun ingat begitu dia keluar dari rumah itu, dia terjatuh dan saat terjatuh dia mencium bau selokan (karena dia terjatuh diatas lubang selokan). Dia bangkit kembali setelah itu dan berlari tapi tidak bisa melihat apapun.

 

Dia menubruk sebuah tiang sampai terjatuh terguling-guling, tapi kemudian dia bangkit kembali dan lari lagi. (err... di bagian ini aku ngerasa kayaknya dia balik arah deh)


Napasnya mulai tersengal-sengal sekarang tapi Ahli hipnotis menginstruksikannya untuk terus mengingat. Dia ingat dia terus berlari... terus dan terus... sampai akhirnya dia menubruk sesuatu lagi dan terjatuh.


Dia tidak tahu dan tidak ingat apa yang dia tubruk. Tapi tiba-tiba saja, dia mulai sesak napas seperti tercekik. Soo Hyun menendang-nendangkan kakinya dengan panik dan kesakitan. Ahli hipnotis berusaha menenangkannya dan meyakinkannya untuk tenang dan menyuruhnya untuk bernapas pelan-pelan. Setelah Soo Hyun akhirnya mulai bisa tenang, Ahli hipnotis langsung menyudahi sesi hipnotis ini.


Hae Young sangat mencemaskan keadaan Soo Hyun. Tapi Detektif Kim bukannya bersimpati, malah mengeluh tidak ada petunjuk apapun dari sesi konsultasi ini.


Yakin pasti ada sesuatu yang tidak dia ingat, Soo Hyun berkata ingin mengulang sesi hipnotis ini sekali lagi. Tapi Hae Young tidak setuju, melakukan investigasi berdasarkan ingatan Soo Hyu sudah pernah gagal dulu jadi lebih baik untuk memfokuskan diri pada penyelidikan semua korban saja.


"Pak Hae Young benar," ujar Kapten Ahn. Menurutnya tidak perlu mengulang metode yang sudah pernah gagal di masa lalu, lebih baik mereka menyelidiki korban yang belum teridentifikasi saja. Semua orang kaget. Kapten Ahn yang biasanya membenci dan selalu berseteru dengan Hae Young, kali ini malah sependapat dengan Hae Young.


Jae Han masih sibuk melakukan pencarian saat walkie talkienya berbunyi. Jae Han bertanya apakah kasus Hongwon-dong adalah kasus pembunuhan yang korbannya ditutupi kresek? Saat Hae Young membenarkannya, Jae Han langsung mengernyit frustasi dan langsung menduga jangan-jangan dia tidak bisa menangkap Si pembunuh.

Sekali lagi Hae Young membenarkannya dan menginformasikannya bahwa saat ini dia dan timnya sedang menyelidiki Si pembunuh. Hae Young mengaku bahwa dia tidak punya petunjuk apapun selain semua korban berhubungan dengan Hongwon-dong dan menderita depresi. Lalu apakah Jae Han punya petunjuk lain dari dua korban tahun 1997. Jae Han memberitahunya bahwa kedua korban dikenal sangat tertutup dan tidak suka pergi ke supermarket.


"Dia sudah membunuh 2 orang dan nyaris membunuh Maknae kami. Aku harus menangkap si kepar*t itu!"

"Maknae yang kau maksud, apakah dia Detektif Cha Soo Hyun?"

Jae Han kaget mendengarnya "Kau kenal Cha Soo Hyun? Bagaimana kau bisa mengenalnya?"

"Detektif Cha Soo Hyun, adalah ketua tim kami. Ketua tim kasus dingin."


Jae Han shock mendengarnya, benar-benar tidak menyangka kalau si bodoh Cha Soo Hyun ternyata menjadi ketua tim di masa depan. Dia tampak sangat senang dan bangga mendengar hal itu "Wah! Itu adalah berita paling tidak masuk akal yang pernah kudengar. Apa tim kalian berfungsi dengan baik?"

Hae Young tertawa mendengarnya "Kenapa? Apa Detektif Cha Soo Hyun seburuk itu?"

"Dia bukan cuma buruk, menyetir mobil polisi saja tidak becus. Ketua Tim? Aigooya...," desah Jae Han bangga.


"Saat itu sepertinya dia sangat menderita. Walaupun dia polisi, tapi tetap saja dia diculik seorang pembunuh. Aku yakin dia trauma."

Tapi Jae Han yakin kalau Soo Hyun pasti bisa mengatasinya. Walaupun Soo Hyun tidak bisa menyetir dengan baik tapi dia orang yang pantang menyerah. Hae Young menasehati Jae Han untuk mengatakan kalimat yang diucapkannya barusan pada Soo Hyun. Jika Jae Han menyimpan pikiran itu sendiri maka orang yang bersangkutan tidak akan pernah tahu.

"Kalau kau yang mengatakannya maka hal itu akan memberinya kekuatan. Menurutku akan sangat berarti jika anda sendiri yang mengatakannya, Detektif Lee Jae Han."

"Aku? Kenapa?"

"Aku hanya merasa seperti itu."


Hae Young bertanya-tanya apakah Jae Han tidak penasaran dengan dirinya di masa depan? Jae Han berkata kalau dia sudah muak dengan ramalan gara-gara ayahnya yang percaya takhayul. Lagipula menurutnya tidak ada gunanya dia mengetahui masa depannya atau tidak. Karena jadi apapun dia di masa depan nanti, dia tetap akan menjalani hidupnya.

Tapi... "Seandainya, kau bertemu aku dan aku terlihat kacau, kau boleh memukulku sekali agar aku sadar."


"Detektif Lee, sebenarnya, kau..." Hae Young hendak memberitahunya tapi tepat saat itu transmisi mereka terputus.


Tidak banyak petunjuk yang bisa ditemukan dari 8 korban. Ke-8 korban jarang bersosialisasi, selain keluarga mereka tidak punya teman dan bahkan dengan rekan kerja pun tidak akrab. Dan gara-gara sifat mereka itu, tidak ada seorang pun yang memperhatikan mereka. Begitu juga dengan tempat-tempat dan jalan yang mereka lewati. Mereka jarang keluar rumah dan transportasi yang sering mereka naiki kebanyakan bis atau subway tapi rute jalan dan jadwal perjalanan mereka tidak ada yang saling bersalipan.

Lalu bagaimana dengan korban tak dikenal? tanya Kapten Ahn. Detektif Kim melapor bahwa korban memakai jaket musim dingin. Dia sudah menyelidiki produsen jaket itu dan mendapati fakta bahwa jaket itu pertama kali dijual tahun 2014. Jadi mungkin korban menghilang pada musim dingin tahun 2014 atau setelahnya.


Dokter ahli forensik memberitahu Soo Hyun dan Hae Young bahwa DNA mayat korban terakhir tidak ada yang cocok dengan semua data orang hilang. Tapi setelah memeriksa tulangnya, dokter menemukan ada banyak kandungan merkuri. Dosisnya memang tidak fatal tapi sepertinya korban sudah cukup lama terkena merkuri.

Keanehan lain dari korban terakhir ini adalah pada cara jasadnya dibungkus dan diikat. Korban-korban yang lain diikat dengan plastik dan simpulnya berada di depan, hal ini menandakan bahwa Si pembunuh melihat korban saat dia mengikat mereka. Tapi pada korban yang terakhir ini, simpulnya berada di belakang leher. 


Dan lagi keretakan tulang lehernya pun berbeda. Korban yang lain dicekik dari depan. Sementara korban yang terakhir ini sepertinya dicekik dari belakang. Intinya Si pembunuh membunuh dan membungkus mayat korban terakhir tanpa mau melihat wajahnya.


Hae Young tiba-tiba ingat kalau tubuh korban terakhir dibungkus dengan selimut... selimut yang hangat dan lembut. Dan mengingat cara pembunuhannya yang dilakukan tanpa melihat wajah korban, Hae Young menyadari Si pembunuh mengubah cara pembunuhannya. Kemungkinan kondisi mental Si pembunuh juga berubah.


Sepertinya, korban terakhir ini telah menggerakkan emosinya. Karena itulah mereka harus mencari tahu identitas korban terakhir, kalau mereka bisa mengetahui siapa dia maka mereka pasti akan menemukan petunjuk lain.

Bersambung ke episode 10 - 2

5 comments :

  1. Lanjut Mbk ima , , ,
    Koq kayaknya hae young mulai rada' perhatian sama soo hyun ya , , ,
    Sering bolak-balik ngecek dah ada sinopsisnya/ belum , , ,
    Makasih , , ,

    ReplyDelete
  2. unnie semangat ya. Aku selalu setia nungguin sinop signal ni, maklum aq suka banget genre drama korea kayak gini (Ghost,Sign,dll)

    ReplyDelete
  3. Gag sabar nunggu sinopsis selanjutnya :D

    ReplyDelete