February 23, 2016

One More Happy Ending Episode 9 - 2

One More Happy Ending Episode 9 - 2


Min Woo mempunyai 2 tiket bioskop. Dia teringat kembali saat Soo Hyuk menggendong Mi Mo karena kakinya sakit. Min Woo tertawa mengingat hal itu. Rupanya ia sudah ada calon sendiri untuk ayahnya.



Mi Mo keluar dari rumahnya dan melihat Min Woo ternyata di depan pintu, sudah menunggu untuk memberikan tiket nonton yang ia miliki sebagai tanda terima kasih. Kalau Mi Mo tidak keberatan Min Woo meminta Mi Mo untuk nonton bersama ayahnya dengan alasan karena ayahnya selalu sendiri. Mi Mo langsung menyadari maksud di balik tiket itu. 

“Min Woo-a... aku tidak bisa menjadi ibumu ataupun kekasih untuk ayahmu. Maaf... sepertinya aku tidak bisa menerimanya,” ucap Mi Mo dan mengembalikan tiketnya.

Min Woo terdiam tapi kemudian tersenyum. “Maaf, aku selalu terburu-buru, jadi akhirnya selalu seperti ini,” jawab Min Woo dan masuk ke dalam rumah. Mi Mo benar-benar tak merasa enak sudah mengatakan hal itu pada Min Woo, tapi dia tak punya pilihan lain. 


Bos menghampiri pegawai baru yang menggantikan posisi A Ni  dan bertanya apa ada berita yang ditinggalkan A Ni. Pegawai itu menjawab tidak ada. Namun ketika dia memeriksa file di folder  Recycle Bin, dia menemukan foto Mi Mo yang muncul di saat Seul Ah dilamar dan diapun langsung memberitahukannya pada si bos. Tentu saja si bos senang melihatnya.


Mi Mo terlihat murung ketika mengunjungi Da Jung sehingga membuat Da Jung bertanya apa penyebab yang membuat Mi Mo jadi lebih murung dari dirinya. Namun Mi Mo tak bisa menceritakan masalah itu pada Da Jung, maka dia mencoba tersenyum ceria dan mengajak Da Jung makan.  

Karena Mi Mo tak mau membahas masalah itu, Da Jung pun mengubah topik dengan meminta Mi Mo mempersiapkan acara pesta perjodohan yang akan diselenggarakan hari ini dengan baik . 

“Tapi, apa aku harus ada di sana?” tanya Mi Mo yang sepertinya enggan datang karena di acara itu pasti akan ada Soo Hyuk.

“Pastinya, karena aku tidak bisa kesana,” jawab Da Jung dan bertanya apa Mi Mo punya acara lain sehingga tak bisa datang. Lagi-lagi Mi Mo tak memberitahu alasannya, dia hanya menjawab tidak.


Saat hendak keluar rumah sakit, Mi Mo melihat Gun Hak yang berdiri ragu. Mi Mo pun mengajaknya bicara. Gun Hak mengaku kalau dia diberi tugas oleh dokter yang merawat Da Jung untuk mencari tahu apa yang Da Jung inginkan. “Kalau aku membutuhkan bantuan, aku boleh menghubungimu kan?” tanya Gun Hak. Dengan senang hati Mi Mo akan membantu.


Semua pegawai Brave Wedding sedang sibuk menyiapkan acara kencan buta. Soo Hyuk datang  dan benar-benar berdandan sangat keren, bahkan dengan stelan jas. Ia menghampiri Mi Mo untuk bertanya pendapat Mi Mo mengenai penampilannya. Soo Hyuk yakin akan menjadi pusat perhatian para wanita yang datang ke acara itu dan kalau hal itu benar-benar terjadi, ia akan memilih wanita muda dan seksi.

Namun Mi Mo tak terlalu menanggapi hal tersebut, dia langsung memberikan nametag Soo Hyuk dan menyuruhnya duduk. Soo Hyuk mengagumi nametag miliknya, “Aku tak pernah pakai beginian sejak TK." Soo Hyuk mengaku kalau mengikuti acara ini adalah yang pertama baginya dan sangat antusias sekali.

“Kau akan menikmati pengalaman yang baru. Selamat datang di acara kencan buta pertamamu,” ucap Mi Mo dan menyuruh Soo Hyuk duduk. 


Rasa girang yang Soo Hyuk rasakan langsung hilang saat mendapati teman wanita di mejanya, tak seperti yang dia bayangkan. Wanita yang duduk di samping Soo Hyuk, tiba-tiba berkata kalau Soo Hyuk adalah tipenya dan juga bertanya dimana Soo Hyuk tinggal. Namun Soo Hyuk tak menjawab, dia hanya tertawa dengan mengeraskan suaranya agar Mi Mo mendengar dan menoleh kearahnya.

Soo Hyuk seperti memberi kode agar Mi Mo menolongnya, namun Mi Mo sendiri tak bisa berbuat apa-apa. 


“Kenapa klien hari ini seperti ini?” bisik Mi Mo pada pegawainya dan pegawainya menjawab tak tahu kenapa. 


Para jomblowan dan jomblowati kemudian melakukan permainan untuk membuat mereka saling akrab. Namun permainan itu tambah membuat Soo Hyuk semakin tersiksa.


Selesai acara, Soo Hyuk pergi ke toilet dan di depan cermin dia marah-marah. “Menyenangkan apanya? Aku tidak pernah lihat yang beginian. Aku kaget daguku masih bisa kupungut dari tanah,” ucap Soo Hyuk kesal. Tapi tiba-tiba dia mendengar sura gelas pecah dari luar. 


Apa yang sebenarnya terjadi? Ternyata ada seorang pria yang sedang mengamuk pada Mi Mo. Pria itu berkata kalau Mi Mo sudah menjodohkan seseorang dengan seorang gigolo. Mi Mo yang tak mau disalahkan langsung berkata kalau kerjaan bironya hanyalah mengenalkan mereka dan selebihnya mereka sendirilah yang menentukan. Namun pria itu tak percaya, dia bahkan menuduh Mi Mo sudah menerima uang dari pria yang disebutnya sebagai gigolo tersebut.

“Malahan katanya kau membayar orang untuk menjadi klienmu. Siapa yang tahu diantara mereka ada penipu?” ucap pria itu sinis.

“Beraninya kau bilang begitu! Kaulah yang lebih tepat disebut penipu,” jawab Mi Mo dan hendak pergi namun pria itu menahan pundak Mi Mo. Pria itu mengancam Mi Mo untuk melakukan apa yang pria itu inginkan, kalau tidak pria itu akan memberitahu media bahwa mantan anggota Angels yang juga seorang CEO sudah melakukan penipuan. 


Tepat disaat itu seseorang muncul dan mengambil tangan pria itu dari pundak Mi Mo. Orang itu adalah Soo Hyuk, dia memelintir tangan pria itu. Soo Hyuk berkata kalau dia juga bisa membuat berita palsu tentang pria itu hingga semua orang yang membacanya akan percaya.

“Siapa kau itu?” tanya pria itu.

“Penasaran kan? Kau akan tahu kalau kau mengancamku, seperti kau mengancamnya. Kenapa? Karena akan kuberitahu dunia seperti apa kau dan membuatmu mengingatnya,” jawab Soo Hyuk dengan ekspresi serius dan kemudian maju selangkah. “Menyenangkan kan?”


Pria itu mulai ketakutan dan berkata kalau dia tak pernah bilang tak akan melakukan sesuatu pada Mi Mo. Pria itupun pergi. Soo Hyuk berbalik dan bertnya apa Mi Mo baik-baik saja. Mi Mo hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Tindakan Soo Hyuk semakin membuat Mi Mo tak bisa mengenyahkan pikiran dari teman SD-nya itu. Saat Mi Mo sedang menikmati minuman hangat di depan aquarium yang banyak ikan mas, tiba-tiba Mi Mo mendengar suara Soo Hyuk yang memanggilnya “ikan mas” dan Mi Mo menemukan ikan mas berwajah Soo Hyuk di sana.

“Aku bicara padamu, ya kau. Kau, iya kau,” ucap Soo Hyuk. Mi Mo tak percaya pada matanya dan langsung menghampiri aquarium untuk melihat lebih jelas.


“YOU... Y.O.U.... you!” teriak ikan yang sekarang sudah berubah menjadi kepala orang bule.

“Kenapa ikan-ikan ini,” tanya Mi Mo yang kemudian menyuruh Sek. Park untuk tidak memberi makan ikan-ikan itu sampai besok. “Ah tidak, sampai lusa. Kita lihat apa mereka masih berlagak,” ucap Mi Mo kesal dan kemudian berjalan pergi.

“Kenapa dia itu? Padahal mereka lapar tiap 3 detik. Kejam sekali membuat mereka lapar selama 3 hari,” gumam Sek. Park yang gak ngerti dengan apa yang Mi Mo pikirkan. 


Masuk ruangan, Mi Mo berusaha meyakinkan dirinya kalau dia hanya sedang kelelahan, jadi pikirannya ngacau. Tak lama kemudian Sek. Park masuk dan memberikan kue yang dia dapat dari Ibu Lee. Mi Mo mengambil kue itu dari dalam kantong dan saat dia melihat bentuk kue itu adalah bentuk ikan, Mi Mo langsung berteriak histeris dan menjatuhkan kue itu.  Sek. Park bertanya kenapa, namun Mi Mo malah melihat Soo Hyuk di diri Sek. Park. 

“Song Soo Hyuk?” tanya Mi Mo kaget.

“Ikan mas,”sapa Soo Hyuk dan menunjukkan kue berbentuk ikan sambil tersenyum.

“Bos..,” panggil Sek. Park berusaha menyadarkan Mi Mo dan setelah sadar kalau orang yang ada di depannya adalah Sek. Park bukan Soo Hyuk. Mi Mo langsung menyuruh Sek. Park mengambil kembali kue itu karena Mi Mo tak mau melihatnya. 


Hae Joon terlihat sedang tak sehat, dia batuk-batuk. Yeon Mi yang saat itu sedang berada di ruangannya, terus mengajak Hae Joon untuk makan malam bersama. Namun Hae Joon menolak karena seharusnya Yeon Mi makan malam di rumahnya sendiri. Hae Joon malah bertanya tentang les yang harus Yeon Mi ikuti dan Yeon Mi menjawab kalau dia tak butuh belajar untuk hidup karena dia bisa hidup dari warisan kakeknya. 

“Untunglah kau cucu pemilik rumah sakit,” ucap Hae Joon dan tersenyum.

“Wow, kau tersenyum. Dari tadi terlihat murung. Tahukah aku sengaja membuatmu tersenyum? Kau harus pacaran dengan seseorang yang bisa membuatmu tersenyum,” ucap Yeon Mi senang.

“Bisa membuatku tersenyum? Aku tahu seseorang yang bisa melakukannya,” jawab Hae Joon.


Mi Mo pulang dan sebelum dia masuk ke dalam rumah, dia terus menatap dengan tatapan marah ke arah rumah Soo Hyuk. Dia  kesal karena Soo Hyuk terus muncul di pikirannya. 


Di dalam rumah, Soo Hyuk sedang makan malam bersama. Tepat disaat itu Soo Hyuk mendapat telepon dari Kim Seo Yeon.  Dia adalah wanita yang pernah melakukan kencan buta dengan Soo Hyuk dan sekarang dia mengajak Soo Hyuk untuk ketemuan. Min Woo yang saat itu mendengar percakapan itu langsung menyuruh Soo Hyuk pergi namun Soo Hyuk menolak. 

“Maaf aku tidak ingin bertemu denganmu,” jawab Soo Hyuk.

“Tunggu, kau dibayar kan?” ucap Seo Yeon yang kemudian menuduh Soo Hyuk adalah klien yang dibayar oleh Brave Wedding untuk menaikkan pamor mereka karena punya klien yang bagus. 

“Aku tidak menerima sepeserpun,” jawab Soo Hyuk. Namun Seo Yeon tetap tak percaya dan malah mengancam akan menutup Brave Wedding. Mendengar itu, Soo Hyuk langsung kelabakan dan menerima ajakan Seo Yeon


Keluar rumah, Soo Hyuk langsung kaget karena melihat Mi Mo berdiri dengan tatapan menyeramkan ke arahnya. 

“Sedang apa disini? Kenapa melihatku begitu? Han Mi Mo itu..,” belum selesai Soo Hyuk menyelesaikan kata-katanya, Mi Mo langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengatakan sepatah katapun.  Soo Hyuk yang mengira Mi Mo marah karena masalah Seo Yeon langsung berkata kalau seharusnya Mi Mo mengenalkan dia dengan wanita yang lebih baik. 

“Bagaimana bisa mendapatkan yang lebih baik darimu?” gumam Soo Hyuk.

Untuk mencegah bayangan Soo Hyuk menginvasi pikirannya, Mi Mo memasang banyak foto Hae Joon di kamar. Mi Mo menghidupkan musik dan memejamkan mata. Namun suara Soo Hyuk yang memanggilnya ikan mas masih terngiang di telinganya dan itu membuatnya tersentak kaget. 


Mi Mo akhirnya menelpon Hae Joon tapi langsung kaget saat mengetahui kalau Hae Joon sedang sakit. Dalam sekejap, Mi Mo sudah berada di rumah Hae Joon dan dia sedang membuatkan bubur untuk Hae Joon. Saat sedang memasak, tanpa sengaja jari Mi Mo terkena pisau.


Mi Mo menyajikan bubur buatannya dengan jari yang sudah di tempel plester. Dia kemudian memeriksa kening Hae Joon untuk mengecek apa Hae Joon masih demam. 

“Kenapa tidak menghubungiku kalau sedang sakit?” tanya Mi Mo. Hae Joon menjawab kalau dia tak mau membuat Mi Mo khawatir. Setelah memakan beberapa suap bubur, Hae Joon meminta Mi Mo mendekat dan memeluknya. 


“Terima kasih, terima kasih sudah merawatku dan kemari seperti ini,” ucap Hae Joon dan kemudian mengecup kening Mi Mo. Agar Mi Mo tak salah paham lagi, Hae Joon beralasan tak mencium Mi Mo karena dia tak ingin menularinya. Mi Mo melihat jarinya yang sudah diberi plester dan terlihat sedikit kecewa karena Hae Joon tak menyadari kalau jarinya terluka.


Keesokan harinya, Mi Mo kembali ke rumah Hae Joon untuk mengantar makanan. Namun ternyata Hae Joon sudah sembuh dan malah sudah bekerja. Hae joon mengaku kalau dia sembuh karena makan bubur dari Mi Mo. 

“Seharusnya kau memberitahuku. Aku ada di depan rumahmu sekarang,” ucap Mi Mo dan mengaku kalau dia membawakan sesuatu untuk Hae Joon. Karena tak mau mengecewakan, Hae Joon pun memberikan password rumahnya pada Mi Mo. 


Mi Mo memasukkan makanan di dalam kulkas Hae Joon dan saat hendak mencuci buah, Mi Mo melihat masih banyak cucian piring Hae Joon yang belum dicuci. Ingin menjadi pacar yang baik, Mi Mo pun hendak mencucinya. Namun perasaan Mi Mo lagi-lagi harus kecewa saat melihat sisa bubur yang dia buat masih sangat banyak. Ternyata Hae Joon tak menghabiskannya. 


Pulang dari rumah Hae Joon, Mi Mo merasa kakinya sakit dan itu karena sepatunya. Dia juga melihat jarinya yang terluka dan itu membuat Mi Mo semakin merasa sakit karena kecewa. 

Flashback!

Mi Mo dan Hae Joon sedang jalan berdua. Saat itu Mi Mo merasa kakinya sakit, namun Hae Joon tak mengetahui hal itu. Dia malah menggandeng Mi Mo dan terus berjalan. Saat Hae Joon menjawab telepon dari seseorang, Mi Mo melihat kakinya dan ternyata bagian belakang kaki Mi Mo  sudah lecet karena dia terus memaksa kakinya untuk berjalan. 

Flashback End

Mi Mo akhirnya menyadari kalau Hae Joon bukanlah pria yang perhatian dan itu membuatnya sedih. Di gedung apartemen, Mi Mo bertemu Soo Hyuk. Mereka terlihat canggung dan sama-sama diam saat menunggu lift. 


Di dalam lift Soo Hyuk melihat tangan Mi Mo yang terluka dan menyebut Mi Mo ceroboh. Sebelum keluar dari lift, Soo Hyuk juga berpesan agar Mi Mo memakai sepatu datang saja. Tentu saja Mi Mo terkejut karena ternyata Soo Hyuk menyadari semua hal yang tak Hae Joon sadari. 


Semua reporter gosip berkumpul di depan Rumah Sakit Sarang untuk mengejar berita Seul Ah keguguran. Tersiar gosip juga kalau penyebab Seul Ah keguguran adalah Jung Hoon yang selingkuh dengan wanita lain. Hyun Ki lalu mengajak Soo Hyuk makan dulu karena orang yang mereka tunggu-tunggu masih lama keluar dari Rumah Sakit.  


Dong Mi mengaku kalau perasaannya masih sakit walau dia sudah membalas dendam pada Wook. Ae Ran lalu berkata kalau dari awal mereka tak seharusnya bergabung dengan girlband. 

“Aku pernah baca, cinta dalam kehidupan manusia itu ada batasnya. Dulu kita menerima banyak cinta. Jadi sekarang, kita harus membayar tiap kelebihan cinta. Kita membayarnya dengan bertemu semua pria aneh itu,” ucap Ae Ran dan langsung diprotes oleh Dong Mi karena dari dulu dia tak ada yang mencintai. Kalau apa yang Ae Ran memang benar, maka sekarang harusnya Dong Mi mendapatkan banyak cinta bukannya mabuk sendiri seperti sekarang. 

Ae Ran juga mulai mengumpat Dong Bae yang sudah membohongi dirinya. Namun dia kemudian malah mengaku pada Dong Mi kalau sekarang Dong Bae membuatnya berdebar-debar, padahal sebelum menikah Ae Ran sama sekali tak merasakan hal itu. Ae Ran sekarang mulai tertarik pada Dong Bae. 

“Ah, aku harus bilang apa pada orang-orang? Kami menikah di depan semua orang, tapi kami belum mendaftarkan pernikahan. Itu artinya aku bercerai atau belum menikah? Apa aku hidup saja dengannya?” tanya Ae Ran bimbang.

“Enaknya, kau masih punya pria saat terpuruk. Hanya aku yang selalu sendiri,” keluh Dong Mi sedih. Mendengar itu Ae Ran lalu mengajak Dong Mi ke tempat yang bisa membuat mereka dikelilingi banyak pria hingga membuat mereka sampai lupa bernafas. 


Kemana Ae Ran membawa Dong Mi? Teryata Ae Ran membawanya ke club malam. Ya, disana memang banyak pria. Ae Ran dan Dong Mi menari di lantai dansa, namun karena Dong Mi menari dengan gerakan yang tak karuan dan menyenggol sana-sini, dia pun sering ditegur oleh pria-pria yang ada disekitarnya. 

Ae Ran lalu punya ideyang lebih jitu agar mereka bisa menjadi perhatian banyak pria. Tanpa memberitahukan pada Dong Mi dia mau apa, Ae Ran langsung pergi ke meja DJ. Dia berbisik sesuatu pada DJ, namun DJ itu menolak permintaan Ae Ran. Bukan Ae Ran kalau pergi tanpa dituruti keinginannya. Dia terus meminta sehingga DJ itu mengabulkan permintaannya. 


Ae Ran berjalan ke tiang dan menari disana dengan lagu yang dia request, lagu jadul. Dia begitu pede melakukannya, bahkan tak perduli kalau semua orang yang ada di lantai dansa memprotesnya, bahkan ada yang berteriak agarAe Ran pulang dan merawat kulitnya. Mendengar ejekan pada Ae Ran, Dong Mi pun jadi malu dan memilih pergi. 


Karena ramainya orang, Dong Mi kesusahan untuk jalan keluar. Dong Mi sampai terpeleset dan hampir terjatuh. Untungnya ia ditangkap oleh seorang pria agar tak terjatuh. Melihat pria yang menolongnya, Dong Mi langsung terpesona, bahkan dia tak merasakan sakit sedikitpun saat keningnya terkena penutup botol. 

Mi Mo bernarasi, “Dong Mi tak bisa percaya, dia bertanya-tanya 'Apa benar wanita yang ada dipelukannya adalah aku? Atau aku melamun karena mabuk? Apa aku terjerumus alkohol? Apa ini khayalanku? Apa aku berhalusinasi?


Dong Mi sudah berada di luar club dan tak lama kemudian pria yang menolongnya tadi muncul dengan membawa obat untuk Dong Mi. Bukan hanya membelikan obat, pria itu juga memakaikannya. 

“Dengan begini wajah cantikmu takkan memar,” ucap pria itu setelah memakaikan plester.


Dong Mi menceritakan apa yang terjadi pada teman-temannya dan hal pertama yang keluar dari mulut Mi Mo adalah, “Apa saat itu mati lampu?”

“Pandangan kabur atau rabun dekat. Kira-kira yang mana?” tambah Ae Ran.


“Hentikan! Aku sudah cukup gugup,” ucap Dong Mi dan kemudian memberitahu kalau mereka sudah ada janji ketemuan hari Sabtu jam 2 siang. Namun Dong Mi jadi khawatir pria itu akan kecewa saat melihat wajah aslinya karena di jam 2, matahari sedang memancarkan sinar terangnya. 

“Jangan khawatir, siapa yang tahu? Bisa saja matahari kasihan pada Unni lalu menyilaukan mata pria itu,” ejek Ae Ran. Dong Mi kesal dan meminta mereka semua berhenti mengejek karena yang harus dilakukan sekarang adalah menyingkirkan permasalahan selisih 6 tahun. 

“Aku tidak ikutan. Suamiku lebih tua, jadi aku tak punya saran,” ucap Da Jung mundur dari jabatan love expert.

“Aku juga tak pernah pacaran dengan pria lebih muda,” jawab Mi Mo juga dan tinggal Ae Ran. Dong Mi langsung tersenyum senang saat mengetahui kalau Ae Ran pernah pacaran dengan pria yang lebih muda darinya. 

Seperti orang yang profesional, Ae Ran menjelaskan kalau pria usia 28 tahun bisa memuaskan fantasi wanita usia 30-an. Jadi walaupun mereka berpegangan tangan di depan orang, mereka takkan salah mengira dia sebagai bibinya. Selain itu, pria itu pasti sudah pernah pacaran sehingga takkan mungki mengecewakan Dong Mi. 

“Unni, kau beruntung. Kali ini kau beruntung. Aku akan membantumu,” janji Ae Ran dan Dong Mi menjadi senang mendengarnya. Ae Ran lalu bertanya-tanya kenapa ada banyak wartawan di luar rumah sakit. Dong Mi menjawab kalau dia dengar dari perawat ada artis terkenal yang datang ke rumah sakit itu. 


Hyun Ki membaca berita tentang Mi Mo dan langsung menunjukkan pada Soo Hyuk. Berita itu berjudul 'Pertengkaran Koo Seul Ah dan Han Mi Mo berlanjut.'

Kita kembali ke ruang Da Jung, dimana Mi Mo mendapat telepon dari Soo Hyuk. Dengan panik Soo Hyuk bertanya keberadaan Mi Mo.

“Aku? Di rumah sakit,” jawab Mi Mo yang belum tahu tentang berita dirinya.

“Rumah sakit mana?” tanya Soo Hyuk lagi. 

“Rumah sakit tempat temanku dioperasi,” ucap Mi Mo dan tiba-tiba teleponnya mati.


Dong Mi yang saat itu sedang bermain handpone, melihat berita tentang Seul Ah yang keguguran. Mi Mo penasaran dan langsung membuka internet juga. Dong Mi bertanya-tanya kenapa Mi Mo dan Jung Ho di sangkut pautkan dengan penyebab keguguran Seul Ah. Mi Mo sendiri shock saat melihat artikel dengan judul 'Penyebab Koo Seul Ah keguguran adalah Han Mi Mo.'

Merasa tak bersalah, Mi Mo pun nekad pulang melalui lobi. Dia tak mau bersembunyi karena keguguran Seul Ah tak ada hubungannya dengan dia. Ae Ran khawatir dan meminta Mi Mo pulang malam saja, karena para fans Seul Ah tidak perduli dengan kebenarannya. 

Mi Mo melanjutkan langkahnya, tapi tiba-tiba seseorang menangkap lengan Mi Mo. Dan orang yang menangkap Mi Mo adalah Soo Hyuk. Ae Ran dan Dong Mi terlihat bingung dengan kedatangan Soo Hyuk, hehhehe mereka memang tidak pernah tahu tentang Soo Hyuk. 


“Kau ini ikan mas sungguhan ya? Meski kau tak salah, kau tetap harus menghindari mereka. Koo Seul Ah keguguran dan dia dirawat disini. Lalu ada artikel isinya kau selingkuhan Kim Jung Hoon. Mana boleh kau jalan lewat lobi? Dimana pikiranmu? Kau tahu apa yang akan terjadi kalau mereka dapat fotomu? Kau akan dijadikan penjahat!” tukas Soo Hyuk marah.

“Tidak apa-apa. Jangan khawatir,” jawab Mi Mo dan menolak pulang dengan mobil Soo Hyuk. Mi Mo juga berkata kalau dia akan mengurus masalah itu sendiri karena hal seperti itu bukan yang pertama bagi dia. 

“Aku tidak lemah. Aku tak butuh perlindunganmu. Karena itu jangan khawatir. Hal ini bukan urusanmu,” jawab Mi Mo dan berjalan pergi.

Hae Joon sedang berjalan saat tak sengaja mendengar 2 orang wanita membicarakan gosip tentang Mi Mo dan mereka berdua menyalahkan Mi Mo sebagai penyebab keguguran Seul Ah. Tentu saja Hae Joon kaget mendengarnya.

Soo Hyuk keluar rumah sakit dan mendengar para fans Seul Ah sudah mengetahui tentang keberadaan Mi Mo di rumah sakit. Merekapun hendak menuntut balas pada Mi Mo. 


Mi Mo sudah berada di tempat parkir. Tiba-tiba serombongan media dan para fans Seul Ah muncul dan menyerangnya. Mi Mo panik, tapi untungnya, Soo Hyuk cepat datang dan melindungi Mi Mo sehingga Mi Mo terhindar dari lemparan telur.


“Kenapa kau lakukan itu padanya?! Apa masalahmu?!” teriak para fans Seul Ah sambil terus melempari punggung Soo Hyuk. Salah satu fans Seul Ah melempar batu dan mengenai pipi Soo Hyuk.


Mi Mo shock, namun Soo Hyuk tak mempedulikan luka itu dan malah menenggelamkan kepala Mi Mo ke dalam pelukannya. 

Komentar :

Damsel in distress dan knight in shining armor. Cuman berharap tak ada Hae Joon yang melihat kejadian itu di salah satu sudut parkiran. Bisa diamuk nanti Soo Hyuk-nya.

Btw, kok kayaknya kotak time capsule-nya Soo Hyuk ada di tasnya Mi Mo, ya? Pas bangun pagi, Mi Mo kayak terbengong-bengong tanpa alasan. Masa masih kepikiran ucapan Soo Hyuk malam itu? Dan juga, tas Mi Mo itu cukup gede untuk menyembunyikan kotak yang cukup besar itu.

Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending Episode 10

4 comments :

  1. Terimakasih buat sinopsisnya... Saya selalu menanti2 kelanjutannya.... ��

    ReplyDelete
  2. Saya membaca sinopsisnya berulang kali dari awal. Sangat senang dengan film ini... Terimakasih yach

    ReplyDelete