February 19, 2016

One More Happy Ending Episode 8 - 2

One More Happy Ending Episode 8 - 2


Mi Mo memberitahu pegawainya kalau Da Jung akan cuti selama dua minggu dan semua urusan kantor Da Jung bisa dilimpahkan padanya Mi Mo kemudian mendapat sms dari SD Dalbit, yang mengingatkan kalau acaranya akan  dilaksanakan pada pukul 3 siang tanggal 11 Februari. 



Ternyata Soo Hyuk juga mendapat SMS serupa karena setelah itu Mi Mo mendapat telepon dari Soo Hyuk yang mengajak berangkat barsama dengan mobilnya. Mi Mo pun mengiyakan ajakannya. 

Setelah menutup telepon dari Hae Joon, Mi Mo menghela nafas dan kepikiran dengan  Hae Joon. Dia membuka kontak Hae Joo dan ingin menelponnya. Namun akhirnya ia urungkan niatnya itu. 

Mi Mo menoleh ke meja kerja Da Jung yang saat ini sudah kosong, dia terlihat sedih mengingat nasib sahabatnya itu. Tapi Mi Mo kemudian menelpon seseorang. “Kau sedang bebas kan? Kalaupun tidak, ini harus didahulukan,” ucap Mi Mo pada orang yang di telponnya.


Ternyata urusan penting yang harus didahulukan adalah mendatangi rumah Da Jung, mereka datang untuk memberikan pelukan pada Da Jung. Mereka berempat sengaja menghabiskan malam bersama di rumah Da Jung. 


Mi Mo bernarasi, “Kami semua tak ada yang menangis, sepert yang sudah kami janjikan. Kami tidak akan memberikan kata-kata semangat atau saling menghibur diri. Sebagai gantinya, kami menghadapi masalah ini dengan tertawa bahagia dan menikmati kebersamaan kami. Kami akan terus tertawa.”


Mi Mo menjemput Tae Yong di sekolahnya. Melihat Tae Yong yang terlihat sangat murung, Mi Mo berbohong kalau Da Jung sekarang sedang jalan-jalan. Tapi Tae Yong tak bisa dibohongi.


“Aku tahu, ibu pergi untuk menenangkan diri. Mereka pasti akan bercerai,” ucap Tae Yong sedih. Mi Mo kaget dan bertanya kenapa Tae Yong berpikiran seperti itu.  Dia berusaha meyakinkan Tae Yong kalau yang sebenarnya bukan seperti itu. Namun Tae Yong tahu kalau ibu dan ayahnya belum pernah tidur dalam satu kamar sejak dirinya lahir.  

“Itu tidak benar,” ucap Mi Mo.

“Ini karena aku. Mereka tidak bisa tersenyum karena aku,” aku Tae Yong.


“Kau ini bicara apa?” tanya Mi Mo dan Tae Yong mengaku kalau dia pernah mendengar ayahnya berkata pada bibi kalau hubungan ayah dan ibunya sudah seperti itu sejak Tae Yong lahir. Mi Mo tentu saja merasa tak tega melihat Tae Yong seperti itu, dia berkata kalau Tae Yong sudah salah paham.

“Seharusnya aku tidak di lahirkan. Jika bukan karena aku..,” ucap Tae Yong.

“Lihat aku... Tae Yong-a... sebenarnya..,” ungkap Mi Mo dan kita langsung dialihkan pada Da Jung yang sudah mendapatkan kamar rawat untuknya. 


Perawat yang mengantarnya bertanya apa Da Jung tidak apa-apa berbagi kamar dengan pasien yang lain dan Da Jung menjawab tidak apa-apa karena dia jadi tidak kesepian karena banyak orang.  

Da Jung duduk di tempat tidurnya dan menghela nafas. Tepat disaat itu, teman sekamarnya datang dan senang bertemu dengan Da Jung, karena sudah lama tak ada yang menempati tempat tidur Da Jung itu. Teman sekamar Da Jung bernama Yang Hye Sun. 

Hye Sun lalu mengambil makanan yang dia bawa  dan menawarkannya pada Da Jung. Dia berkata kalau makanan itu dia bikin sendiri dirumah. Namun Da Jung menolaknya dengan alasan kalau dia tidak merasa lapar. 

“Kau akan memohon untuk dibuatkan dalam beberapa hari. Makanan disini sangat tidak enak,” ucap Hye Sun karena Da Jung menolak makanannya. “Kau tidak nafsu makan kan? Terasa seperti dunia akan runtuh dan kau tidak tahu apa yang harus dilakukan. Semua orang seperti itu, pada awalnya dan semakin lama akan semakin membaik. Mengapa kau datang kesini?” tanya Hye Sun dan Da Jung menjawab kalau dia terkena kanker payudara. 

“Apa kau akan dioperasi?” tanya Hye Sun lagi dan Da Jung mengiyakan. “Baguslah. Beberapa orang kesini hanya untuk kemotrapi karena tida bisa dioperasi. Kau bisa melakukan bedah plastik setelah mereka mengangkatnya,” tambah Hye Sun memberi solusi dan menyemangati Da Jung. 


“Ibu!” panggil Tae Yong dan langsung memeluk Da Jung. Tae Yong datang bersama Mi Mo. “Ibu... maafkan aku. Apa Ibu sakit? Apa terasa sakit sekali? Maafkan aku.. aku tidak tahu,” ucap Tae Yong dan menangis. 


Rombongan dokter datang dan salah satunya adalah Yeon Soo, Yeon Soo dan Mi Mo pun jadi bertemu. Merasa kalau ada sesuatu yang harus mereka berdua selesaikan, mereka pun bicara berdua.


Mi Mo menyebut Yeon Soo sudah keterlaluan dengan apa yang dia lakukan. Tapi Yeon Soo juga menganggap Mi Mo juga sudah bertindak keterlaluan.  Mi Mo datang ke obgyn padahal dia tak memiliki masalah apapun. selain Mi Mo ingin mengetahui alasan Yeon So bercerai dari Hae Joon. Mi Mo membela diri dengan mengatakan kalau Yeon Soo sendirilah yang mengatakan semuanya sebelum dia bertanya. 

“Aku katakan padamu karena aku merasa terganggu dan ingin kau berhenti datang,” aku Yeon Soo. Mi Mo menyebut kalau Yeon Soo punya pikiran dan sikap yang berbeda. 


“Ah benar. Pantas kau berusaha untuk mendapatkan perhatian dari pria yang sudah putus denganmu,” sindir Mi Mo. Yeon Soo menjawab kalau dia lebih banyak mengerti tentang Hae Joon dibanding Mi Mo karena dia sudah hidup bersama Hae Jon selama tiga tahun, sedangkan Mi Mo baru kenal dengan Hae Joon selama 3 bulan-an. 

“Kau menjadi keras kepala saat kau sudah bercerai,” ucap Mi Mo.

“Kau juga tidak memiliki hak penuh atas dirinya. Kau hanya seorang kekasih yang akan menjadi masa lalunya kapan saja,” balas Yeon Soo.

“Setidaknya, aku pernah menjadi bagian dari kehidupannya meskipun sesaat.”

“Kalau begitu, selamat karena akan menjadi masa lalunya. Aku tidak akan sepertimu,” ucap  Yeon Soo dan kemudian beranjak pergi. Sebelum pergi, Yeon Soo menyuruh Mi Mo untuk tidak mengkhawatirkan Da Jung, karena Da Jung akan ditangani oleh ahli bedah kanker payudara terbaik. Mi Mo pun menjawab kalau sampai operasinya tidak beres, maka orang yang pertama dicarinya adalah Yeon Soo. 


Da Jung memberitahu Dong Mi dan Ae Ran kalau sekarang Mi Mo sedang bersama mantan istri Hae Joon. Mendengar itu Dong Mi jadi khawatir kalau mereka berdua akan bertengkar karena Mi Mo paling jago bertengkar.

“Tidak. Han Mi Mo mudah sekali kesal, tapi pikirannya normal. Khawatirkan saja dirimu sendiri. Apa kau sudah menendangnya?” tanya Ae Ran yang juga ingin tahu apakah Dong Mi sudah membalas Wook. Dong Mi menjawab kalau dia sudah punya ide bagus untuk membalas dendam tapi ia membutuhkan bantuan Ae Ran untuk melakukannya. 


Gun Hak baru pulang dari perjalanan bisnis dan mendapati rumah dalam keadaan sepi. Gun Hak pun teringat saat  Da Jung memberitahukan akan pergi jalan-jalan. Jadi sebelum Da Jung pulang, dia ingin Gun Hak mengemasi barang-barang dan pergi dari rumah. 


Tepat disaat itu Tae Yong pulang dan saat melihat ayahnya, Tae Yong langsung menangis. Penasaran apa yang sudah terjadi, Gun Hak pun bertanya ada apa.

“Ayah, apa Ayah tidak bisa menunjukkan sedikit rasa cinta Ayah pada Ibu? Ibu.. sakit parah,” ucap Tae Yong dan Gun Hak terkejut mendengarnya.


Sekarang Gun Hak sudah berada di kamar Da Jung. Dia kembali teringat pada apa yang dikatakan Tae Yong tentang Da Jung. Tae Yong memberitahu kalau ada sesuatu di dada Da Jung yang membuatnya kesakitan. 

Mengetahui fakta itu, Gun Hak pun teringat saat Da Jung masuk ke ruang kerjanya dan meminta dipeluk. Namun saat itu Gun Hak menolaknya mentah-mentah. Mengingat apa yang sudah dia lakukan pada Da Jung, Gun Hak pun merasa menyesal dan menangis. 


Dong Mi sedang mengajar kelas seninya. Tae Yong sedang berusaha keras membuat patung Da Jung. Tahu kalau hal itu susah jika Tae Yong lakukan sendiri, maka Dong Mi pun membantunya. 

Selesai membantu Tae Yong, Dong Mi mendapat SMS dari Ae Ran yang berkata kalau dia sudah mempersiapkan semua dan mereka bisa melakukannya hari ini. 


Wook sedang berdansa dengan seorang wanita dan wanita itu mengaku kalau dia sudah menikah tapi sangat terpikat pada Wook. Dengan gaya gentle-nya, Wook menjawab kalau perzinahan bukan lagi sebuah kejahatan. Apalagi UU tentang perzinahan sudah dihapuskan tahun lalu. Wanita itu pun setuju dengan ucapan Wook, dia beranggapan kalau semua itu bukanlah masalah besar. 

“Jatuh cinta bukanlah sebuah kejahatan. Bukankah begitu?" ucap wanita itu.

“Tentu saja. Selama kau bisa menanggung dosanya dan memiliki banyak uang untuk membayar tunjangan. Tidak ada yang perlu ditakutkan,” jawab Wook dan mengakhiri dansanya.

Tepat disaat itu Dong Mi dan Ae Ran muncul di tempat itu.

Mi Mo bernarasi, “Tidak ada yang perlu ditakutkan? dasar brengsek! Undang-undang tidak dihapuskan bagimu yang tidak memiliki rasa takut. Camkan itu dan jangan salah mengerti.”


Wook berbalik dan tiba-tiba dia langsung disiram dengan air oleh Dong Mi dan disiram dengan tepung oleh Ae Ran. Diperlakukan seperti itu tentu saja membuat Wook marah. Tapi Dong Mi lebih mara lagi. "Yang kau lakukan itu memang bukan suatu kejahatan menurut Undang-Undang di Korea, namun hal itu menjadi kejahatan serius bagiku!"


Wook masih emosi dan hendak maju menghampiri Dong Mi, namun langkahnya terhenti saat melihat banyak pria bertubuh besar datang dan berdiri di belakang Dong Mi. Reflek Woo langsung berlutut, sehingga Dong Mi memberi kode agar para pria itu pergi.

“Ini peringatan bagimu untuk tidak pernah melakukan hal seperti ini lagi. Jika kau ketahuan melakukan penipuan lagi. Aku akan benar-benar membunuhmu saat itu juga. Aku akan mengirimkan nomor rekeningku. Kembalikan uangku yang 6000 dolar. Aku tidak cukup baik untuk merawat anak orang lain,” tukas Dong Mi. Ia memberi waktu sampai besok, kalau sampai Wook tak membayarnya maka mereka akan bertemu di kantor polisi. 


Saat hendak pergi, Ae Ran melihat wanita yang berdansa dengan Woo tadi sedang duduk ketakutan di sudut ruangan. Ae Ran pun menghampirinya dan berkata, “Pulanglah dan rayu suamimu. Berhenti merayu orang lain.”

Ae Ran dan Dong Mi berjalan pergi dengan perasaan puas dan gaya yang keren karena sudah membuat Wook dan pasangan tidak benarnya kapok.


~Rumah Sakit Sarang~
Da Jung akan dibawa masuk ke ruang operasi. Sebelum dia masuk, Tae Yong memberikan patung yang dia buat dan berkata kalau patung itu akan melindungi ibunya selama operasi. Tentu saja hal itu membuat Da Jung terharu dan langsung memeluk anaknya. 


Dan operasipun dimulai. Da Jung mulai hilang kesadaran dan setelah itu para dokter memulai operasi. Patung pemberian Tae Yong yang diletakkan di jendela ikut menemani Da Jung.


Tae Yong dan ketiga sahabat ibunya menuggu di bangku tunggu. Mata Tae Yong terus melihat layar yang menunjukkan proses operasi. Beberapa jam kemudian, Mi Mo pergi untuk membeli makanan. Dia memberikannya pada Tae Yong, namun Tae Yong tak memakannya, matanya terus saja menatap ke arah layar. 

Saat status di layar berubah menjadi pemulihan, Tae Yong langsung beranjak dari duduknya dan bersama ketiga tantenya, dia pergi melihat Da Jung. Perawat yang membawa Da Jung berkata pada mereka kalau mereka harus menunggu sampai Da Jung bangun, karena sekarang Da Jung masih dalam pengaruh obat bius. 

Da Jung ternyata tak sepenuhnya terbius, dia masih bisa mengangkat tangannya untuk meraih Tae Yong dan Tae Yong pun menggenggam tangan ibunya. 


Gun Hak menemui Yeon Soo untuk menanyakan kondisi Da Jung. Setelah mendengar kalau proses operasinya berjala lancar, Gun Hak pun terlihat lega. Tapi Yeon Soo memberitahunya kalau masalah sebenarnya dimulai setelah operasi, karena payudara sangatlah penting bagi seorang wanita. 

“Sikap Anda akan mempengaruhi dalam memulihkan keberaniannya. Sekarang, dia merasa tak berguna. Jadi, Anda harus berhati-hati dengan tindakan dan perkataan Anda. Ini adalah saat ketika dia membutuhkan cinta dan perhatian yang lebih,” ucap Yeon Soo yang tak tahu kalau Gun Hak dan Da Jung sudah bercerai.


Gun Hak mencari ruang rawat Da Jung, tepat disaat itu Mi Mo keluar dan berpamitan dengan Dong Mi. Tak mau teman-teman Da Jung melihat dirinya, Gun Hak langsung bersembunyi. Mi Mo pergi untuk menghadiri acara ulang tahun SD Dalbit.

Setelah Mi Mo pergi dan Dong Mi kembali masuk ruangan Da Jung, Gun Hak menghampiri ruangan Da Jung namun dia tetap tak berani masuk. Tepat disaat itu, pintu terbuka dan Gun Hak langsung membalikkan badannya. Ternyata yang keluar adalah Hye Sun. Dia melihat Gun Hak namun tak berkata apa-apa. Dia pergi dengan membiarkan pintunya sedikit terbuka. 

Dari celah pintu yang sedikit terbuka, Gun Hak melihat Da Jung yang sedang merintih kesakitan.


Mi Mo keluar rumah sakit dan disana sudah ada Soo Hyuk yang menunggunya. Mi Mo menghampirinya dan berkata kalau dia ingin membawa mobil sendiri, namun Soo Hyuk menolak karena itu hanya akan jadi pemborosan.

“Negara kita bahkan tidak menghasilkan setetes minyak,” ucap Soo Hyuk dan menyuruh Mi Mo masuk ke dalam mobil. Walaupun merasa tak nyaman, Mi Mo tak punya pilihan lain. Diapun pergi bersama Soo Hyuk dengan mobilnya. 


Di perjalanan mereka berdua hanya diam. Salju turun dan tak ada juga obrolan yang keluar dari mulut mereka. Hal itu membuat Mi Mo tak nyaman. Ia akhirnya mengeluarkan ponsel dan melihat foto-foto Hae Joon. Soo Hyuk melihat apa yang Mi Mo lakukan dan dia hanya tersenyum.


Ketika berhenti untuk makan Mi Mo bertanya apa yang Soo Hyuk masukkan ke kapsul waktunya saat itu. Namun Soo Hyuk tak mau menjawab. Dia malah balik bertanya apa yang Mi Mo sendiri masukkan. Mi Mo mengaku kalau dia memasukkan Tinker Bell,

“Kukira, aku akan menjadi seperti peri. Kurasa sejak kecil aku sudah tahu kalau akan menjadi peri. Anak yang mendapatkan Tinker Bell akan menjadi.... generasi berikut Han Mi Mo yang akan mengangkat Korea seperti badai,” ucap Mi Mo dan Soo Hyuk merasa penasaran anak seperti apa yang akan mendapatkan Tinker Bell milik Mi Mo. Mi Mo kembali bertanya apa yang sebenarnya Soo Hyuk masukkan ke kapsul waktunya.

“Aku..,” jawab Soo Hyuk dan kita kemudian dibawa ke masa lalunya Soo Hyuk saat dia masih kecil.


Flashback
Soo Hyuk dan Mi Mo pulang sekolah bersama. Mi Mo protes dan meminta Soo Hyuk berhenti memanggilnya dengan nama “Ikan Mas”. Namun Soo Hyuk tak mau, dia terus memanggil Mi Mo dengan sebutan “Ikan Mas”. 

Mereka berhenti di sebuah toko dan Mi Mo mengatakan kalau dia sangat ingin memenangkan permainan yang ada di toko itu agar mendapatkan hadiah sebuah kotak perhiasan. Soo Hyuk tak mengerti dengan keinginan Mi Mo, dia pikir akan lebih bagus jika mendapatkan hadiah cincinnya.

“Tidak, aku akan mendapatkan sebuah cincin dari cinta pertamaku. Aku akan mendapatkan kotak perhiasan ini dulu dan menunggunya,” jawab Mi Mo dengan senang.


Keesokan harinya, Soo Hyuk bertanya harga kotak perhiasan pada si penjaga toko. Namun si penjaga toko menjawab kalau kotak perhiasan itu tidak dijual dan kalau Soo Hyuk ingin mendapatkannya, maka Soo Hyuk harus memenangkan permainannya terlebih dahulu dan mendapatkan 100 poin. 

Flashback End

Soo Hyuk tersenyum mengingat semua itu dan tentu saja dia tak bisa menceritakan apa dan bagaimana dia mendapatkan benda yang dimasukkan di dalam kapsul waktunya pada Mi Mo. Dia hanya berkata pada Soo Hyuk kalau benda itu adalah benda yang sangat berharga dan menghabiskan banyak uang. 

“Benar. Kau berasal dari keluarga kaya. Kau pindah ke AS setelah kelas 3. Semua orang sangat iri denganmu. Aku ingat sekarang,” tukas Mi Mo. Soo Hyuk mengaku kalau sebenarnya dia tak merasa senang harus pindah ke Amerika.

Soo Hyuk kemudian melihat ke luar dan melihat kalau salju turun dengan lebat. 


~Upacara Pembukaan – Kapsul Waktu ~
Mi Mo dan Soo Hyuk bersama peserta kapsul waktu yang lainnya membagikan hadiah yang mereka kumpulkan saat itu kepada anak-anak yang datang sekarang. Mereka membagikannya di tengah salju yang turun.

Saat membagikan hadiah, Soo Hyuk menemukan hadiah miliknya dan tidak mau memberikannya pada anak yang sudah mengantri dengan alasan barang itu bukan barang yang cocok untuk anak-anak. Barang XXX. "Aku ini dulu anak yang sudah dewasa sebelum waktunya."

Mi Mo berdecak mengejek Soo Hyuk yang usia 10 tahun sudah punya pikiran aneh-aneh. Soo Hyuk tak menggubris ejekan Mi Mo dan berkata ia akan memberikan gantinya, benda yang diinginkan anak itu. 


“Nintendo terbaru,” jawab anak itu saat ditanya Soo Hyuk ingin apa. Soo Hyuk sempat kesal karena benda yang diinginkan anak itu sangat mahal, tapi karena dia tak mau membuat masalah, jadi dia meminta anak itu untuk memanggil ayahnya dan menemui Soo Hyuk. Tak lama kemudian Mi Mo juga menemukan hadiah miliknya Mi Mo.

“Generasi baru Han Mi Mo yang akan mengangkat Korea dari badai. Dimana putriku, nomor urut 22,” panggil Mi Mo dengan ceria. Dan seorang anak perempuan gendut berdiri di depannya. Mi Mo lalu berkata pada anak itu kalau nanti anak itu akan tumbuh menjadi peri cantik seperti dirinya. 

“Terserah,” jawab anak itu tak tertarik dan pergi. Tentu saja Mi Mo sedikit shock diperlakukan seperti itu oleh anak kecil.

“Mari kita jangan membuat mereka marah,” ucap Soo Hyuk pada Mi Mo dan melanjutkan pembagian hadiah.

“Anak jaman sekarang tidak punya mimpi,” keluh Mi Mo dengan ekspresi prihatin.


Tae Yong melihat salju dari jendela dan memberitahu ibunya kalau hujan salju turun dengan deras. Da Jung yang saat itu ditemani Dong Mi dan Ae Ran membenarkan ucapan Tae Yong. Di rumah, Gun Hak juga sedang melihat hujan salju dari jendela kamarnya. Tapi dia terlihat sedih. 


Mi Mo dan Soo Hyuk masih berada di sekolah. Mi Mo memisahkan diri karena dia harus menjawab telepon dari Hae Joon. Dia memberitahu Hae Joon kalau sekarang dia sedang menghadiri acara SD-nya. Mendengar hal itu, Hae Joon terlihat kaget dan bertanya apa Mi Mo pergi sendiri. Jujur Mi Mo menjawab kalau dia tidak pergi sendiri.

“Jika kau tidak pergi sendirian, kau pergi dengan salah satu temanmu kan?” tanya Hae Joon.

“Aku datang dengan Soo Hyuk. Kami berangkat bersama-sama,” jawab Mi Mo dan Hae Joon langsung terlihat cemas. Rasa cemasnya semakin bertambah saat melihat berita kalau salju di Yongpyong tebalnya mencapai 6.5 cm, salju di Daegwallyeong dan Taebaek tebalnya mencapai 5.5 cm. Sehingga mulai dari sore, 11 kota di provinsi Gangwon termasuk Gangneung, Sokcho dan Yanggu tidak bisa dilewati. 

Kita beralih pada Mi Mo yang diberitahu kalau jalan ke Seoul ditutup karena salju, jadi mereka tak bisa pulang dan harus menginap malam ini karena salju akan berhenti saat fajar tiba. Namun yang jadi masalah sekarang, pihak SD tidak punya tempat yang layak untuk ditinggali Soo Hyuk dan Mi Mo. 


Karena memang tidak ada tempat lagi, Soo Hyuk dan Mi Mo diminta menginap di sekolah. Mi Mo terlihat tak nyaman harus berada di satu ruangan dengan Soo Hyuk, namun Soo Hyuk biasa saja karena mereka juga tidak akan melakukan sesuatu yang tidak pantas. Mi Mo kemudian pergi ke toilet sendirian.  

Saat sendirian, Soo Hyuk membuka kotak hadiahnya dan melihat kotak perhiasan yang dulu berhasil dia dapatkan. 


Keluar dari toilet, Mi Mo memutuskan untuk berjalan-jalan melihat sekolah lamanya. Dia kemudian masuk ke ruang Sains. Saat dia melihat-lihat patung dinosaurus, tiba-tiba lampu padam.

“Hei Song Soo Hyuk-a! Berhentilah bercanda!” teriak Mi Mo dan minta lampunya dinyalakan lag. Namun tak ada jawaban dari Soo Hyuk. Mi Mo pun jadi merasa takut apalagi pintunya juga tiba-tiba terkunci dan tidak bisa dibuka. Dia berteriak meminta Soo Hyuk membukakan pintu.


Soo Hyuk sendiri masih di ruangan yang tadi. Ternyata memang sedang mati lampu dan bukan Soo Hyuk yang mematikannya. Tiba-tiba terdengar suara teriakan Mi Mo dan Soo Hyuk langsung mencarinya. 


So Hyuk mendapati pintu ruangan Sains terkunci. Merasa kalau Mi Mo ada di dalamnya, Soo Hyuk pun mendobrak pintunya. Setelah pintu terbuka, Soo Hyuk menemukan Mi Mo pingsan dan ditindih tengkorak plastik. 

Takut terjadi apa-apa pada Mi Mo, Soo Hyuk langsung memanggil dokter untuk memeriksanya. Tapi Dokter mengatakan kalau Mi Mo tidak apa-apa, dia hanya membutuhkan minum air hangat saja saat dia sadar nanti. 


Setelah dokter pergi, Soo Hyuk duduk disamping Mi Mo dan bertanya kenapa Mi Mo pergi ke ruang Sains? Soo Hyuk kemudian membelai rambut Mi Mo dan membenahi selimutnya.


“Han Mi Mo.... Apakah kau tau bahwa 24 tahun yang lalu, Romeo dari SD Dalbit... tidak pernah bisa memberitahu Juliet tentang bagaimana perasaannya. Aku heran melihatnya. Betapa bodohnya dia. Dia makan sesuatu yang diberikan oleh temannya, jatuh sakit dan mengacaukan pertunjukkan.

Setiap kali kita lupa dialog, aku menyukainya karena waktu latihan akan bertambah lama dan kita harus menghabiskan waktu bersama-sama. Itulah yang selalu dipikirkan Romeo. Tapi perasaannya... terkunci disebuah kapsul waktu tanpa pernah terungkap. Tapi, kenapa kita malah bertemu lagi? Kenapa hatiku berdebar-debar lagi? Kenapa... kau milik sahabat yang aku sayangi?”

Soo Hyuk menatap kotak hadiahnya dan berkata, "Aku belum pernah merasa seperti ini, sudah lama sekali. Tapi aku harus menyembunyikannya lagi seolah-olah tidak terjadi kan? Karena kau yang aku suka. Sepertinya kau akan memaafkanku. Apapun yang aku katakan hari ini... karena diluar lagi turun salju,” Soo Hyuk dan melihat ke luar dengan mata berkaca-kaca.


“Jadi, aku akan mengatakan ini untuk pertama dan terakhir kalinya. Aku akan menguatkan nyaliku untuk mengutarakan perasaanku. Wanita dengan tinggi badan 63 cm. Memiliki kelopak mata ganda. Belum melakukan operasi plastik. Mungil.. dan punya kekurangan yang memikat. Itu adalah kau. Kau ikan mas,” aku Soo Hyuk dan meneteskan air mata.

Merasa dadanya sesak akan pengakuan yang baru saja diungkapkan, Soo Hyuk keluar ruangan.


Dan Soo Hyuk keluar Mi Mo membuka matanya, terlihat shock dengan pengakuan Soo Hyuk.

Bersambung ke One More Happy Ending Episode 9

4 comments :

  1. yewww akhirnya so hyuk mengakui perasannya d dpan mimo,,,pnasaran ma klanjutan critanya

    ReplyDelete
  2. Episode yg manis. Suka dengan persahabatan Mi Mo, Da Jung, Ae Ran dan Dong Mi.

    ReplyDelete
  3. aduhhh min cepetan dilanjutin huahuahua

    ReplyDelete