February 17, 2016

One More Happy Ending Episode 8 - 1

One More Happy Ending Episode 8 - 1


Yeon Soo meminta Hae Joon kembali padanya. Tapi Hae Joon menjawab kalau diantara mereka berdua sudah selesai. Yeon Soo kembali bertanya, bagaimana kalau dia membakar api di antara mereka berdua. Apa Hae Joon masih akan terbakar?

Hae Joon tak langsung menjawab dan ia terkejut saat tanpa sengaja menoleh ke arah Mi Mo.



Mi Mo dan Hae Joon sekarang sudah berdua untuk menyelesaikan masalah mereka. Mi Mo menyadari kalau mantan kekasih lebih berbahaya daripada teman lama, tapi ada yang lebih bahaya lagi, yaitu mantan istri.

Hae Joon minta Mi Mo untuk tidak langsung menarik kesimpulan, karena tidak terjadi apa-apa antara dirinya dengan Yeon Soo. Namun Mi Mo tak percaya, karena dia melihat bagaimana pedulinya Hae Joon pada debu yang masuk ke dalam mata Yeon Soo.

“Jika seseorang pingsan dijalan, apa kau akan mengabaikan mereka?” tanya Hae Joon.

“Apa dia pingsan di jalan?" balas Mi Mo.  "Jika ada sesuatu di matanya, dia bisa lari ke kamar mandi untuk menghilangkannya. Mengapa dia harus minta bantuan mantan suaminya? Dan kenapa kau semangat sekali untuk membantunya?” tanya Mi Mo kesal.

Jawaban itu semakin membuat Hae Joon tambah kesal juga. Dia hanya meniup debu di mata Yeon Soo, tapi Mi Mo sudah menyimpulkan yang tidak-tidak. Mi Mo yang mendengar pertanyaan Yeon Soo bertanya kenapa Hae Joon tak tegas dan malah ragu saat menjawabnya. Seharusnya kan Hae Joon jawab kalau sudah tak ada lagi kesempatan untuk Yeon Soo, tapi yang terjadi tadi adalah Hae Joon malah diam saja.


“Aku memang sudah tertangkap basah. Tapi tak ada apa-apa lagi antara kami berdua, oke?!” aku Hae Joon yang sepertinya ingin mengakhiri pertengkaran mereka itu, namun Mi Mo masih tetap ngotot dengan kecemburuannya.

“Apa kau mau bertaruh kalau kau tidak ada apa-apa lagi dengannya?” tanya Mi Mo.

“Bagaimana mungkin tidak ada apa-apa?” bentak Hae Joon kesal. Sedikit sinis ia bertanya, "Apa kau pikir kita sudah punya hubungan sekuat itu? Kita baru saja berhubungan dan hubungan kita masih belum sampai ke sana,"

Hae Joon lalu pergi meninggalkan Mi Mo yang terperangah mendengar kata-kata Hae Joon.


Dong Mi baru saja menutup telepon dari Wook saat tiba-tiba dia disiram dengan air berisi rumput kering oleh seorang ahjumma gendut. Ahjumma itu mengaku kalau dia adalah istri Woo. Tentu saja Dong Mi shock mendengarnya. 


Flashback
Istri Wook memang sengaja menyuruh Wook untuk menjual barang bekas di rumah mereka dengan harga rendah di internet. Saat ketemua sama si pembeli, Wook langsung terpesona pada pembeli barangnya, karena wanita itu begitu cantik, sehingga membuatnya tanpa sadar mulai merayu wanita itu.

Dan Mi Mo bernarasi, “Ini saat di mana pria ini kehilangan hati nuraninya. Situs barang bekas sangat menguntungkannya. Dia memulai hubungan baru dengan orang yang dia temui secara online. Dia pura-pura menjadi korban perceraian dan membagi cerita sedih tentang tunjangan anak... untuk menipu wanita dan mendapatkan uang.

Tapi dinding punya telinga. Tepat saat istrinya mulai curiga, dia memutuskan untuk berhenti menipu. Namun saat itulah Dong Mi menelan kail.. yang tidak ada umpannya. Lee Wook, bajingan itu sudah mempermainkan Dong Mi yang dari dulu sudah mendambakan cinta. Dia menjadi seorang bajingan,”

Flashback End


Dong Mi langsung membakar syal pemberian Wook dan kemudian mengunci diri di kamar mandi, menangis tersedu-sedu menyesali semuanya. Ae Ran yang mendengar jadi khawatir dan meminta Dong Mi membukakan pintu, namun tak Dong Mi tak mau membukakannya. Dong Mi teringat pada masa lalunya.

Flashback


Ketika Dong Mi masih kuliah, dia terlihat begitu senang sambil membawa sebuah kado di tangannya. Saat lift hampir menutup, ia melihat seorang pria dan sangat senang hingga menahan pintu lift agar terbuka untuk melihat pria itu. Tapi pria itu bersama seorang gadis dan ia pun bersembunyi untuk mendengarkan apa yang mereka obrolkan. Pria itu adalah pria yang bertemu dengan Dong Mi di depan restoran bersama Wook.

Si pria mengaku pada wanita itu kalau dia berkencan dengan Dong Mi karena dia merasa penasaran kencan dengan anggota Angels, tapi ternyata biasa saja dan sekarang dia merasa bosan. 

“Aku kencan dengannya setelah mendengar dia anggota grup idola. Tapi dia sama sekali bukan tipeku. Tidak ada apa-apa dengannya,” ucap pria itu. Si gadis merasa apa yang mereka lakukan itu salah karena ia sudah merebut dari Dong Mi.


Tapi si pria mengatakan kalau dia sudah memberitahu bagaimana perasaan yang sebenarnya dengan jelas pada Dong Mi. jadi jika Dong Mi bukan orang bodoh, seharusnya juga sadar. Mendengar hal itu, tentu saja Dong Mi merasa sedih.

Flashback End


Dong Mi masih menangis di kamar mandi dan itu membuat Ae Ran geram. Dia pun berjanji akan membalas apa yang sudah Wook lakukan pada Dong Mi. Ae Ran jadi bertanya-tanya kenapa semua pria gila seperti itu, apa mereka belajar cara menikam wanita dari belakang? Karena nasib Dong Mi dan dirinya sama-sama dikhianati pria, membuat Ae Ran semakin kesal dan frustasi. 


Jung A Ni baru sampai di bandara dan sambut oleh Hyun Ki yang membawa  poster bertuliskan “I LOVE YOU Jung A NI”. Tentu saja A Ni merasa malu dengan sikap berlebihannya  Hyun Ki itu, dia pun menyuruh Hyun Ki berhenti.


“Bos menyuruhku menyambutmu karena kau melakukan pekerjaan dengan bagus,” jawab Hyun Ki dan A Ni mengeluh dan bertanya apa tidak ada orang yang enak dilihat untuk menjemputnya. 

Di mobil, A Ni bertanya tentang Soo Hyuk dan Hyun Ki kelepasan bicara mengatakan kalau Soo Hyuk sekarang sedang melakukan kencan buta. Tentu saja A Ni marah mendengarnya dan langsung ingin tahu di mana tempat Soo Hyuk melakukan kencan buta. 


Soo Hyuk sudah berada di restoran bersama seorang wanita. Wanita itu memuji Soo Hyuk tampan dan Soo Hyuk menjawab kalau dia sengaja berdandan setampan mungkin karena dia mendengar wanita yang akan ditemuinya adalah wanita cantik. Mendengar itu, si wanita pun menyebut Soo Hyuk lucu. 

“Lucu sekali. Sangat lucu! Memang benar!”ucap A Ni keras-keras. Ternyata ia sudah berada di meja sebelah bersama Hyun Ki. Wkkwkkw.... A Ni sengaja datang untuk mengacaukan kencan buta Soo Hyuk. 


Melihat dua orang juniornya ada di meja sebelah, tentu saja Soo Hyuk merasa tak nyaman dan saat dia membuka ponselnya, ada SMS dari Hyun Ki yang minta maaf karena A Ni mengancam akan membunuhnya kalau tak dibawa ke restoran itu. 

Wanita itu kemudian bertanya tipe wanita seperti apa yang Soo Hyuk suka dan Soo Hyuk menjawab kalau dia suka wanita yang punya kekurangan. Mendengar itu si wanita jadi tersenyum malu dan berkata kalau dia tak punya kekurangan sama sekali kecuali sudah sekali gagal dalam pernikahannya.

“Apa itu artinya aku tidak sesuai standarmu?” tanya wanita itu.

“Aku suka wanita yang memiliki kekurangan, bukan berarti kau harus memiliki banyak kekurangan. Itu artinya.... kau mendekati tipe idealku,” jawab Soo Hyuk.


“Ya, terserah kau saja,” ucap A Ni lagi yang memang dari tadi menyimak apa yang Soo Hyuk dan wanita itu obrolkan. Mendengar itu Soo Hyuk pun semakin membesarkan suara tawanya, tapi nampak sekali kalau ia menahan emosinya. Sambil melirik pada mereka berdua, ia mengirim SMS pada Hyun Ki agar membawa A Ni pergi. 

“Dia sudah mau meledak,” jawab Hyun Ki.

“Kau mau aku yang pergi?”

“Aku rasa dia akan mengikutimu.”

“Kau ingin mendengar seluruh percakapan kami?” tulis Soo Hyuk.


Saking fokusnya pada SMSan dengan Hyun Ki, Soo Hyuk pun jadi tak fokus pada wanita yang ada di depannya. Soo Hyuk hanya menjawab terserah pada semua pertanyaan wanita itu sehingga membuat wanita itu kesal. Wanita itu pun menyadari kalau sedari tadi Soo Hyuk sedang SMS-an dengan Hyun Ki, orang yang ada di sebelah mereka. 

“Hei, Song Soo Hyuk!” ucap wanita itu dan memukul meja.

“Pergilah!” ujar Soo Hyuk keras. Hahaha.. rupanya Soo Hyuk masih kebawa dengan SMSan dengan Hyun Ki dan salah bicara.


“Apa?! Bilang saja padaku kau tidak menyukaiku. Kenapa kau sangat kekanak-kanakan?” bentak wanita itu dan bertanya siapa yang Soo Hyuk sms-in. Namun Soo Hyuk tak mau memberitahunya sehingga wanita itu langsung menoleh ke arah Hyun Ki. Dia bertanya pada Hyun Ki apa Soo Hyuk yang meminta Hyun Ki datang untuk menyingkirkanya. 

“Ah, apa ini yang aku dapatkan karena sudah menikah dua kali?” keluh wanita itu.

“Dua kali?” tanya Soo Hyuk terkejut dan wanita itu juga terkejut karena keceplosan. “Sepertinya hanya sekali, bukan dua kali. Aku menikah secara hukum satu kali,” ralat wanita itu. Ia berjanji akan merahasiakan kelakuan Soo Hyuk hari ini pada Brave Wedding, asal Soo Hyuk juga merahasiakan tentang pernikahannya yang dua kali. Wanita itupun kemudian pergi.

Dengan kesal A Ni pindah ke meja Soo Hyuk, namun sebelum pindah Hyun Ki minta kartu kredit perusahaan padanya karena Hyun Ki merasa lapar.


“Kau menolakku karena aku tidak punya kekurangan?” tanya A Ni pada Soo Hyuk dan Soo Hyuk mengiyakannya, dia menyebut A Ni adalah wanita hebat tanpa kekurangan sehingga pantas mendapatkan pria yang lebih baik. Namun, meski A Ni sangat hebat, Soo Hyuk tetap tidak menyukainya. 

A Ni dan Hyun Ki terkejut mendengar Soo Hyuk secara blak-blakan mengaku kalau dia tidak menyukai A Ni. Kesal dan penasaran, A Ni pun bertanya apa kekurangan yang dia miliki sehingga Soo Hyuk tidak memberinya kesempatan. 

“Maafkan aku, aku tidak penasaran denganmu,” jawab Soo Hyuk.

“Apa?”


“Aku tidak pernah penasaran denganmu. Aku sudah mengenalmu lebih dari 10 tahun, tapi aku tidak ingin tahu tentangmu," jelas Soo Hyuk. “Apa yang kau lakukan sekarang, apakah kau tidur nyenyak, apa yang kau makan, apa kau baik-baik saja, dengan siapa kau sekarang, dan apa yang kau pikirkan.... Aku tidak pernah merasa penasaran,”

Mendengar itu A Ni  sudah tak bisa berkata-kata lagi dan hanya bisa menangis.


Mi Mo pergi dari rumah sakit dengan perasaan marah. Perasaannya semakin bertambah kesal  karena Hae Joon tak mengejarnya. Dia teringat pada perkataan Hae Joon yang menyebut kalau hubugan mereka belum kuat. 


Hae Joon masuk rumah sakit dan Yeon Soo langsung bertanya apa dia baik-baik saja. Dengan ekspresi tegas, Hae Joon menjawab kalau mulai sekarang Yeon Soo harus membersihkan kotoran matanya sendiri. Hae Joon berjalan pergi dan Yeon Soo masuk ke ruangannya sendiri. Disana dia teringat kembali pada masa dia dan Hae Joon masih menikah.


Flashback

Yeon Soo pulang dengan kondisi setengah mabuk dan bertanya apa Hae Joon tak merasa kesal padahal dia sudah minum bersama teman-teman prianya. Hae Joon beranjak dari duduknya dan berkata kalau semua itu bisa saja terjadi. “Aku percaya padamu,” ucap Hae Joon.

“Bukan itu maksudku. Kau tidak tertarik padaku,” jawab Yeon Soo kesal.

Flashback End


Kita beralih pada Mi Mo yang menerima curhat dari kliennya yang kebetulan sama dengan suasana hatinya. Klien itu mengaku kalau pasangannya sekarang kembali ke mantan istrinya karena mereka sering bertemu untuk membahas tentang anak mereka. 

“Saat mereka bertemu, mereka akan mengingat kembali masa lalu  dan mereka jadi jatuh cinta lagi,” ucap kliennya.

“Meskipun tidak ada anak, mereka bertemu setiap hari. Apa hubungan mereka?” tanya Mi Mo dalam hati dan kita kemudian beralih pada Hae Joon yang sedang merasa bimbang, antara menelpon Mi Mo atau tidak.


Mi Mo minum sendirian di pojangmacha dan teringat kembali saat dia dan Seung Jae berpisah. Saat itu Seung Jae mengajaknya untuk tidak bertemu lagi dengan alasan, kalau mereka bertemu maka mereka akan jatuh cinta lagi, kemudian bertengkar dan akhirnya mereka menyesal lagi karena sudah pernah saling mencintai. Dan siklus itu akan berulang lagi.


“Kita sangat saling mencintai sampai kita memutuskan untuk menikah tanpa persiapan. Jadi ini berbahaya. Lebih baik kita tidak saling bertemu,” ucap Seung Jae.

Mi Mo lalu teringat pada saat Yeon Soo mengatakan akan membakar api lagi di antara dia dan Hae Joon. Dia  juga  teringat saat Hae Joon berteriak bahwa  dia tak bisa bertaruh kalau tidak ada apa-apa di antara dia dan Yeon Soo.  


Soo Hyuk mengantarkan A Ni pulang, namun disepanjang jalan A Ni terus menangis. Soo Hyuk bertanya kenapa A Ni menangisi pria yang tak mencintainya. Tak menjawab, A Ni langsung memeluk Soo Hyuk. 

“Hatimu.... benar-benar tak bergetar?” tangis A Ni.


Soo Hyuk memeluk balik A Ni dan berkata, “Carilah orang yang akan menghargaimu dan mencintaimu. Aku ingin kau melakukan itu.”


Soo Hyuk kembali ke apartemennya dan terkejut saat melihat Mi Mo duduk di depan apartemennya. Begitu melihatnya, Mi Mo langsung memanggilnya Romeo. Soo Hyuk membantu Mi Mo berdiri dan bertanya berapa banyak Mi Mo minum sampai seperti itu. 

“Hanya sedikit. Aku hanya minum sedikit,” Jawab Mi Mo.

“Berapa? 5 botol?” sindir Soo Hyuk.


“Oooh... kau tahu aku dengan baik. Romeo tahu Juliet-nya. Bagus, sangat menggemaskan,” ucap Mi Mo dengan senang dan menggelitik dagu Soo Hyuk.

Soo Hyuk akan membawa masuk Mi Mo dan bertanya berapa password apartemen Mi Mo. Tapi Mi Mo tak menyebutkan kodenya dengan benar, jadi Soo Hyuk pun tak bisa membuka pintu rumah Mi Mo dan itu membuatnya kesal sehingga sedikit membentak Mi Mo.


“Kenapa kau berteriak padaku? Jangan berteriak padaku! Kau adalah orang-orang yang melakukan hal yang tak pantas. Kenapa kau berteriak padaku ketika kau melakukan semua hal yang tak pantas? Berhenti melakukan hal tak pantas. Kalau aku sampai menyulut api, pasti akan meledak seperti bom! Jika kau bermain-main dengannya. Aku akan merobek mulutmu!” omel Mi Mo yang ingin seperti Yeon Soo.


Tapi dasar mabuk, baru sebentar ngomel, ia pingsan dan kepalanya terjatuh di bahu Soo Hyuk. Sekejap Mi Mo muntah di pundak Soo Hyuk, sehingga mengenai jas Soo Hyuk dan mengotori lantai. 


Tepat disaat itu muncul pegawai apartemen  yang orangnya super higienis. Dia melihat muntahan Mi Mo dan langsung menyuruh Soo Hyuk membersihkan muntahan pacarnya.


Mi Mo sekarang sudah berbaring di kamar Soo Hyuk, sedangkan Soo Hyuk sendiri tengah sibuk membersihkan bekas muntahan Mi Mo, dia menggunakan masker dan kacamata.  Si petugas apartemen terus mengawasi Soo Hyuk untuk memastikan Soo Hyuk benar-benar membersihkannya. 

“Kenapa dia memakai kacamata hitam?” gumam si petugas itu dan bertanya pada Soo Hyuk, apa dia seorang selebriti. 

“Aku sangat peduli tentangnya, tapi aku tidak ingin melihat muntahannya. Ini akan merusak asmara,” jawab Soo Hyuk. Euuum... buat teman-teman yang mau nonton scene ini, saya sarankan jangan sambil makan ya... karena bikin gak nafsu makan dah.


Ae Ran sudah bebersih diri dan saat dia hendak masuk kamar, dia teringat pada Dong Mi. Ae Ran kemudian masuk ke kamar Dong Mi dan melihat Dong Mi sudah tidur. Diapun tidur disamping Dong Mi dan memeluknya.


Dong Mi bermimpi didatangi seorang cupid dan berkata kalau dia akan menghapus air mata Dong Mi. Namun bukannya menghapus air mata, si cupid malah membuat Dong Mi kesal karena setiap dia memilih panah asmara, si cupid selalu berkata kalau panah itu tak cocok buat Dong Mi, karena panah pria-pria itu terlalu hebat buat Dong Mi. Saking kesalnya, Dong Mi menumpahkan semua panah asmaranya. Dong Mi lalu bertanya apa pekerjaan pria di depannya itu dan dia menjawab cupid.

“Benar, bukankah tugasmu untuk menembakkan panah emasmu agar orang saling jatuh cinta?” teriak Dong Mi kesal. Si cupid menjawab kalau dia masih belajar, jadi panahnya tidak selalu berhasil. Mendengar itu, Dong Mi semakin kesal dan berkata kalau seharusnya yang dikirim padanya adalah dewa yang sudah terlatih.

Dimarahi terus oleh Dong Mi, si cupid pun memilih pergi dan berjanji akan datang kembali ketika dia sudah mahir. Karena tak mau menunggu lama, Dong Mi pun memberi waktu 1 minggu untuknya berlatih.


Setelah cupid pergi. Dong Mi menemukan sebuah panah asmara milik dewa asmara yang tertinggal. Dia terlihat senang menemukannya sampai-sampai dia kembali tidur sambil memeluknya.  Dan ternyata pada kenyataannya, yang dipeluk Dong Mi bukanlah panah asmara, tapi kaki Ae Ran. Hehehe...


Da Jung pergi ke toko pakaian dalam wanita dan membeli sepasang bra dengan model terbagus. Di rumah, Da Jung hanya melihatnya saja kemudian menyimpannya di laci.



Soo Hyuk sedang mandi dan Mi Mo masih tertidur di kamarnya. Mi Mo merasa kepanasan dan dia melepas pakaiannya satu persatu, sampai dia menggunakan gaun tidurnya.  Soo Hyuk keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat  Mi Mo hanya menggunakan gaun tidurnya. Tak nyaman melihatnya, Soo Hyuk pun menutupi tubuh Mi Mo dengan selimut dan kemudian membelai wajahnya.

Soo Hyuk mencoba tidur di sofa, tapi tak bisa. Jadi dia pun masuk ke kamar Min Woo dan tidur disana. 


Paginya, Mi Mo terbangun karena mendengar suara ponselnya. Ternyata yang menelpon adalah Hae Joon yang mengaku kalau dia sudah berada di depan rumah Mi Mo. Dia sudah menekan bel dari tadi, tapi Mi Mo tak keluar juga. Mi Mo bangun dan bertanya-tanya kenapa dia tak mendengar sama sekali suara bel pintu. 


Setelah membuka matanya, Mi Mo pun akhirnya tersadar kalau dia sekarang tidak berada di kamarnya sendiri, melainkan di kamar Soo Hyuk. Mi Mo jadi panik karena Hae Joon ada di depan rumahnya dan tidak mungkin dia keluar dari rumah Soo Hyuk dengan kondisi seperti itu. Hae Joon pasti akan semakin marah padanya. 

Mi Mo langsung keluar kamar dan mengintip Hae Joon dari pintu apartemen Soo Hyuk. Melihat Hae Joon benar-benar ada di depan rumahnya, ia bertambah panik dan bingung harus mengatakan apa pada Hae Joon. 

“Kenapa kau disini? Kita kan bertengkar,” ucap Mi Mo.


“Itu sebabnya aku disini. Butuh nyali besar untuk datang kesini. Apakah kau akan mengusirku?” tanya Hae Joon dan Mi Mo menjawab kalau dia tak mau memaafkan Hae Joon dengan mudah.  Diapun menyuruh Hae Joon pulang dan kembali besok dan besok Mi Mo akan mengabari Hae Joon lagi, apa dia akan membukakan pintu atau tidak. 

“Maksudnya?” tanya Hae Joon tak mengerti.


“Setidaknya kau mencoba sebanyak 3 kali. Aku akan berpikir tentang cara memaafkanmu. Kau tidak ingin melakukan itu?” tanya Mi Mo. Hae Joon pun melakukan apa yang Mi Mo inginkan.

Mi Mo sendiri merasa kesal sudah melakukan semua itu pada Hae Joon, tapi saat itu hanya cara itulah yang ada di pikirannya, agar Hae Joon tak tahu dia sebenarnya ada di mana. 


Karena apa yang sudah dia lakukan dan melihat pakaiannya sekarang yang hanya memakai gaun tidur, Mi Mo pun berteriak kesal sehingga membuat Soo Hyuk dan Min Woo terbangun. Tak ingin Min Woo tahu kalau Mi Mo ada di rumah mereka, Soo Hyuk menyuruh Min Woo tidur lagi dan berkata kalau suara itu hanyalah suara alarm. 


Soo Hyuk keluar kamar dan Mi Mo langsung menghujaninya pertanyaan. Dia bertanya kenapa Soo Hyuk membawanya ke rumahnya? Kenapa dia tidur di kamar Soo Hyuk? Dan kenapa ia memakai pakaian seperti itu?


Soo Hyuk menjawab kalau tidak terjadi apa-apa diantara mereka, jadi Mi Mo tak perlu khawatir. Dia lalu bertanya apa Mi Mo mabuk. Mendengar itu, Mi Mo malah balik bertanya apa mereka sudah minum bersama. Tentu saja Soo Hyuk gemas dan menjawab tidak. Dia memberiahu Mi Mo kalau tadi malam Mi Mo yang mabuk bahkan sampai tak ingat pada password pintunya. 

“Aku tidak bisa membiarkanmu mati membeku di luar. Itu sebabnya aku membawamu ke tempatku,” ucap Soo Hyuk.


“Lalu kenapa kau melepaskan semua pakaianku?” teriak Mi Mo kesal.

“Aku tidak melakukannya! Kau melepaskan pakaianmu sendiri,” jawab Soo Hyuk. Dia mengingatkan Mi Mo kalau dia tinggal bersama seorang anak berusia 13 tahun, jadi mana mungkin dia melakukan hal yang tidak-tidak.

Soo Hyuk lalu menawari Mi Mo untuk membuatkan sup anti mabuk, tapi Mi Mo menolaknya, karena dia sudah merasa malu pada Soo Hyuk. Mi Mo pun langsung pulang ke rumahnya sendiri. 


Mi Mo sedang makan siang bersama ketiga sahabatnya. Melihat semua ekspresi sedih teman-temannya, Ae Ran pun mengeluh.

“Ada apa dengan kalian semua? Aku yang menderita. Aku bertemu 6 mantan pacar suamiku di pernikahanku. Kau belum menghiburku setelah aku kembali dari Maladewa. Aku terluka juga! Itu menyakitkan!” teriak Ae Ran yang meminta diperhatikan.

“Si brengsek itu. Ternyata dia sudah menikah,” aku Dong Mi. Ae Ran berkata kalau dia sudah bisa menebak semua itu. 

“Pacarku sepertinya memiliki perasaan terhadap mantan istrinya,” ucap Mi Mo dengan ekspresi sedih. 

“Apa? Inilah sebabnya kenapa kau tidak boleh membiarkan orang bercerai kembali dekat dengan mantannya. Setidaknya ada sungai yang memisahkan mereka,” ucap Ae Ran.


“Aku mengidap kanker payudara,” ucap Da Jung dan sontak membuat ketiga sahabatnya terkejut. “Aku sudah berusaha untuk kuat. Jadi kalian tak perlu menangisi aku, itu akan sulit bagiku,” pinta Da Jung memaksakan senyum.


Ia hanya minta agar teman-temannya hanya memberi semangat untuknya.Ae Ran minta maaf dan bertanya sejak kapan Da Jung mengetahui hal ini?


"Saat pemeriksaan terakhir. Aku akan menjalani operasi agar bisa tetap hidup," ujar Da Jung tegar. Mi Mo menggenggam tangan Da Jung dan Dong Mi langsung berdiri memeluknya. 

Aku masih berusia 34 tahun. Akhir-akhir ini, aku tidak terlalu perduli dengan payudaraku. Dan sekarang mereka sepertinya marah tentang hal itu,” ucap Da Jung.

“Hal yang kita anggap remeh tidak bisa dilakukan ketika kita semakin tua. Kita berusia 34 tahun dan payudara Da Jung akan diangkat,” ucap Mi Mo sebagai narator.

Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending episode 8 part 2

2 comments :

  1. Kasian jg sm hae joon.. nangis dech.. mksh mbak lilik Dan mbak dee

    ReplyDelete