February 14, 2016

One More Happy Ending Episode 7 - 1

One More Happy Ending Episode 7 - 1


One More Happy Ending Episode 7 di mulai dengan flashback saat Soo Hyuk dan Jae Hoon kuliah. Saat itu masih ada Soon Soo. Soo Hyuk, Jae Hoon dan Soon Soo sedang melihat para anggota yang lain latihan menari dan mereka sedikit-sedikit mengikuti gerakan tariannya sambil duduk. 



Mereka kemudian mengadakan acara makan bersama. Soon Soo sepertinya  tak bisa minum soju, terlihat dari ekspresi tak nyamannya saat menegak segelas soju. Tahu akan hal itu, Hae Joon diam-diam mengisi gelas Soon Soo dengan air putih. Namun, Soo Soon tersenyum berterima kasih pada Hae Joon, tapi pandangan tak pernah lepas pada Soo Hyuk.

Padahal yang memberi perhatian padanya adalah Hae Joon sementara Soo Hyuk sendiri sedang sibuk berbicara dengan yang lainnya, membahas tentang gerakan tarian mereka. 


Hujan turun, Soon Soo melihat Soo Hyuk berjalan sendiri memakai payung. Soon Soo pun modus, meninggalkan payungnya dan nebeng ke payung Soo Hyuk. Sejak itulah mereka mulai dekat dan akhirnya berpacaran. 


Di tengah hujan dan dibawah naungan payung, Soo Hyuk mencium Soon Soo. Hae Joon melihatnya dan diapun terlihat sedih. Dalam sekejap hujan pun reda dan Hae Joon berjalan pergi. Euuuum... ternyata inilah alasan kenapa Hae Joon tak mau terlibat cinta segitiga lagi dengan Soo Hyuk. Karena dia sudah merasakan sakitnya menjadi orang yang ditinggal dan harus merelakan orang yang dia cintai.


Kita kemudian melihat Soon Soo sangat kecewa dan menyebut Soo Hyuk jahat.  Apa yang membuat Soon Soo begitu kecewa? Ternyata Soon Soo hamil dan Soo Hyuk takut menghadapinya. Dia sepertinya belum siap menjadi ayah, padahal yang Soon Soo harapkan adalah kata-kata penyemangat dari Soo Hyuk, namun Soo Hyuk tak bisa mengeluarkan kata-kata itu karena rasa takutnya.


Min Woo lahir dan Soo Hyuk melihatnya di ruang bayi. Hae Joon yang sedang magang di rumah sakit, masuk ke ruangan Soon Soo dan menemukan Soon Soo yang terjatuh dari tempat tidurnya. Hae Joon panik karena Soon Soo kesulitan bernafas dan ia langsung minta bantuan. 


Dokter dan perawat langsung memberikan Soon Soo pertolongan, namun mereka tidak bisa melakukan pertolongan yang lebih  lanjut karena profesor yang berwenang tak kunjung datang, masih dalam perjalanan menuju rumah sakit. Hae Joon yang saat itu masih belajar sebagai dokter, tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa melihat Soon Soo dengan panik tapi tak berdaya.


Soon Soo tak bisa diselamatkan, dia meninggal dunia. Soo Hyuk shock mendengarnya. Dia menyalahkan dirinya karena belum sempat berkata apa-apa pada Soon Soo.


“Harusnya aku bilang padanya untuk percaya padaku. Padahal aku sudah mengumpulkan semua keberanianku. Teganya dia... teganya dia meninggalkanku!” ucap Soo Hyuk dan hendak menemui Soon Soo namun di halangi oleh Hae Joon. Hae Joon pun berusaha menenangkan Soo Hyuk, dengan memeluknya dan berkata kalau semuanya akan baik-baik saja.


Soo Hyuk mendapat murka dari kakak Soon Soo yang menyalahkan Soo Hyuk atas kematian Soon Soo. Saking marahnya, sang kakak memukul dan memaki  Soo Hyuk di hadapan banyak orang. 


Sepeninggal Soon Soo, semuanya kacau balau. Ketika Hae Joon pergi ke rumah Soo Hyuk, ia melihat Min Woo menangis sementara Soo Hyuk hanya diam mematung di sofa.  Hae Joon menghampirinya dan meminta Soo Hyuk agar cepat sadar dari keterpurukannya itu.

“Kau bisa bertahan tanpa makan, tapi bayi ini bisa mati,” ucap Hae Joon.


Akhirnya Hae Joon yang menggendong Min Woo dan memberinya susu. Soo Hyuk mengaku kalau dia tak punya keberanian untuk menghadapi hidup seperti itu. Hae Joon menyemangati Soo Hyuk kalau rasa terpuruk itu hanya sementara, karena setelah itu Soo Hyuk pasti bisa bangkit dan bernafas lalu mulai makan. 


“Lambat laun kau akan mulai sadar.  Bayi ini akan mulai tersenyum, begitu juga denganmu. Waktu yang akan membantumu,” ujar Hae Joon. Ia menyarankan Soo Hyuk kembali ke Amerika karena Soo Hyuk membutuhkan keluarganya saat ini. Dia juga meminta agar Soo Hyuk membenahi hidupnya baru kembali lagi ke Korea. 

Flashback End

(hmmm... ternyata semua tebakan saya diawal salah, saya kira Soo Hyuk sudah menikah, tapi ternyata dia belum dan rasa bersalah yang pernah A Ni katakan sebelumnya adalah rasa bersalah pada Soon Soo. Dia merasa kalau Soon Soo meninggal karena dirinya)


Kembali lagi pada Soo Hyuk yang sedang mengendarai mobilnya dan menuju ke suatu tempat. Dia kembali teringat pada pertanyaan A Ni yang menanyakan apa Soo Hyuk menyukai Mi Mo. Sepertinya, Soo Hyuk sudah menyadari kalau dia menyukai Mi Mo. 


Mi Mo sendiri sedang merasa gundah di kantornya. Dia terus terbayang ketika Soo Hyuk menggenggam tangannya dan meminta agar Mi Mo tak menyentuhnya, karena hal itu akan membuat Soo Hyuk  jadi ingin menggenggam tangan Mi Mo.  Mi Mo melihat buku tabungan milik Min Woo dan dia tersenyum saat melihat isinya. 


Kita beralih pada Soo Hyuk yang minta maaf pada Hae Joon, namun sebelum Soo Hyuk menyebut maaf itu untuk apa, Hae Joon memotong dan meminta agar Soo Hyuk jangan minta maaf. Ia minta yang lain.

“Jangan ikut campur hubungan kami,” ucap Hae Joon, namun Soo Hyuk tidak bisa melakukannya. Dia merasa harus ikut campur. Tanpa mereka berdua sadari, Yeon Soo mendengar percakapan mereka berdua.

“Aku suka pada Han Mi Mo,” aku Soo Hyuk dan Hae Joon menghela nafas mendengarnya. “Lebih tepatnya, aku sadar kalau ternyata aku memiliki perasaan padanya.”

“Lalu?”

“Karena itu, aku akan menyukainya. Maaf, aku harus jadi pria jahat. Meski kau akan memukul, aku akan ikut campur hubungan kalian. Setelah itu aku akan sadar.”


“Sadarkan dirimu sekarang,” tuntut Hae Joon. “Kalau kau mencampuri hubungan kami, semua akan terluka. Kau tak sekedar jadi pria jahat. Saat kau ikut campur hubungan kami, aku menderita dan Han Mi Mo merasa tidak nyaman.  Bukan hanya kau yang terluka, aku dan Han Mi Mo juga akan terluka. Cinta segitiga yang kau sebabkan, akan membuat Han Mi Mo bingung dan terluka.  jangan seperti ini hanya karena kau sadar akan perasaanmu.

Jika kau sadar kau menyukainya, yang harusnya kau lakukan adalah tahan perasaanmu. Lihatlah dari jauh dan merintihlah kesakitan. Bukannya malah mengganggu hubungan kami, tapi berharaplah orang yang kau cintai bahagia dengan cintanya. Lakukan seperti itu,” ucap Hae Joon dan pergi.


Soo Hyuk seperti tertampar mendengar ucapan Hae Joon dan hanya diam mendengarnya.  Tepat setelah Hae Joon pergi, Terdengar bunyi telepon. Dari Mi Mo. Soo Hyuk menjadi bimbang antara menjawab atau tidak telepon dari Mi Mo. Akhirnya ia memilih untuk tidak menjawabnya.


Hae Joon langsung masuk ke ruang kerjanya, tapi terlihat masih emosi.  Dia mengeluarkan ponselnya, hendak menelpon seseorang namun ia tak sanggup. Hal ini membuatnya tambah emosi dan ia langsung membanting ponselnya. 

Dia kemudian teringat kembali pada percakapannya dengan A Ni. Saat itu dia sangat optimis kalau dia dan Soo Hyuk tidak akan masuk kedalam situasi cinta segitiga, karena dia yang akan mencegah hal itu terjadi. A Ni jadi ingin tahu apa yang akan Hae Joon lakukan, jika hal itu benar-benar terjadi.

Sekarang kejadian itu jadi kenyataan. Apa Hae Joon akan melakukan hal-hal yang berbeda dengan A Ni,yang melakukan hal kekanak-kanakan?


Soo Hyuk masih melihat layar ponselnya, dimana ada 1 miscalled dari Mi Mo. Dia tersentak kaget saat mendengar namanya dipanggil. Ternyata Yeon Soo yang mengajaknya minum kopi bersama.   


Yeon Soo mengaku kalau dia tak sengaja menguping pembicaraan Soo Hyuk dan Hae Joon.  Soo Hyuk juga mengakui kalau dia sendiri tak tahu apa yang dia lakukan, karena begitu sadar dia sudah berada di depan Hae Joon dan mengatakan hal-hal gila.


“Dari sudut pandang Hae Joon kau pantas ditampar. Tapi kalau aku, aku akan memelukmu,” ucap Yeon Soo. Ia mengaku kalau dia mengerti apa yang Soo Hyuk rasakan sampai membuatnya datang menemui Hae Joon. Dalam pikiran Soo Hyuk pasti semuanya kabur kecuali gadis itu. Han Mi Mo. Tapi sekarang cinta Soo Hyuk jadi bertepuk sebelah tangan karena dia terlambat menyadarinya. 

“Hae Joon memang akan melakukan hal itu. Dia tak akan pernah melakukan hubungan yang rumit demi wanita, tak pernah menjadi cengeng demi wanita. Dia juga tak pernah patah hati karena wanita,” ucap Yeon Soo yang tak pernah tahu kalau Hae Joon pernah merasakan dan melakukan semua itu, sehingga membuatnya tak mau melakukannya lagi.


Menurut Yeon Soo, yang harus dilakukan Soo Hyuk janganlah menahan perasaannya, karena dengan begitu Soo Hyuk tidak akan pernah tahu perasaan siapa yang lebih berharga bagi Mi Mo. 


Kita beralih pada Mi Mo yang sekarang memandangi buku tabungan Min Woo. Da Jung masuk dan bertanya apa yang sedang Mi Mo pandangi. Mi Mo menjawab buku itu adalah harapan. Harapan untuk membuat seseorang bahagia dan harapan itu terus tumbuh selama 5 tahun ini. 


“Da Jung-a... apa aku punya kasih sayang seorang ibu?” tanya Mi Mo dan Da Jung menjawab kalau Mi Mo belum pernah punya anak, jadi menurutnya itu bukan kasih sayang seperti itu. Mi Mo pun jadi bertanya-tanya kenapa jantungnya terus berdebar tiap kali melihat Min Woo dan Soo Hyuk. 

Ia mencoba mencari alasan akan perasaan asing ini. Soo Hyuk pasti merasa kesepian dan pasti ingin dipeluk. "Karena itulah dia... akan jatuh cinta pada siapa saja.  Iya, pasti seperti itu,” tebak Mi Mo.


Keluar dari ruangan Mi Mo, Da Jung mendapat SMS dari rumah sakit yang memberitahukan jadwal operasi Da Jung adalah tanggal 11 Februari, jadi Da Jung diminta untuk menemui bagian administrasi dan mengikuti prosedur pendaftaran. 


Saat meeting Masspunch, si bos meminta salah satu anak buahnya pergi ke London karena ada pasangan artis yang diduga akan bertemu di London. Di saat dua rekannya menolak untuk pergi ke London, Hyun Ki langsung mengangkat tangannya dan berkata kalau dia bersedia. Wkwkkkw.... terlihat jelas sekali kalau Hyun Ki sengaja ingin menghindari anaknya yang masih bayi dan terus-terusan menangis di rumah. Namun keinginan Hyun Ki itu ditolak oleh Soo Hyuk, karena mereka adalah tim dan dia tak mau pergi ke London. 

“Aku yang akan pergi,” ucap A Ni yang akhirnya ikut bicara. Dia sedang ingin menghilang dari kehidupan seseorang untuk sementara waktu dan tentu saja Soo Hyuk merasa kalau orang yang A Ni maksud adalah dirinya.



Soo Hyuk mendapat SMS dari Mi Mo yang memintanya untuk datang ke kantornya karena ada hal penting yang ingin dibicarakan.


Selesai rapat, Soo Hyuk dan A Ni  bicara berdua. A Ni mengaku kalau awalnya dia memang ingin mengungkap semuanya, termasuk kisah mereka berdua, tapi ternyata A Ni tak sanggup melakukannya. A Ni bertanya apa Mi Mo terharu setelah mengetahui perasaan Soo Hyuk. 

Tapi Soo Hyuk enggan menjawabnya dan malah berpesan. “Hati-hati di Eropa, Saat ini kau harus fokus pada pekerjaanmu. Dan juga, terima kasih karena tidak menerbitkannya.” Dan Soo Hyuk pun berjalan pergi.


Ae Ran baru sampai di Korea dan disambut  oleh Dong Bae di bandara. Melihat Dong Bae lagi tentu saja menjengkelkan Ae Ran. Ia kemudian mengembalikan struk barang-barangnya yang sudah dibeli dan ditempatkan di rumah mereka dan menyuruh Dong Bae untuk melakukannya ke toko karena Ae Ran sudah merasa malu gara-gara ulah Dong Bae di pernikahan mereka. Dengan santai Dong Bae mengajak Ae Ran tinggal bersama tanpa harus mempermalukan diri sendiri. 


“Tinggal denganmu semakin membuatku merasa hina. Kau ini di bawah standarku,” ucap Ae Ran kesal.

“Coba pikirkan lagi. Kalau kau berharap untuk bertemu pria lain, kau takkan bisa. Lihat baik-baik wajahmu di cermin,” jawab Dong Bae santai.

“Apa?”


“Kulitmu semakin kendur. Ada keriput disekitar mata. Perutmu juga berlemak dan pantatmu.. ya ampun... sudah tak seperti dulu. Sadarkanlah dirimu. Kau pikir kau bisa hidup dari foto dengan bikini selamanya? Pengunjung situsmu juga turun kan?”

“Kau...”

“Dengar, hiduplah dengan suami yang bisa memberikan uang bulanan. Ini bukanlah hal yang buruk. Pikirkan lagi. Kita juga tak perlu mengembalikan barangmu,” ucap Dong Bae dan mengembalikan struknya lagi pada Ae Ran.

Ae Ran akan mempertimbangkan hal itu, namun dia tetap tak ingin tinggal bersama Dong Bae. Dia akan tinggal bersama orang yang akan senang hati menerima dirinya.

Memang ada?


Siapa yang Ae Ran maksud? Ternyata orang itu adalah Dong Mi. Namun tak  seperti yang Ae Ran katakan, Dong Mi menolak menerima Ae Ran numpang lagi di rumahnya. Tapi bukan Ae Ran namanya kalau langsung pergi begitu saja.

Dia menerobos masuk rumah Dong Mi karena dia memang tak punya tempat tinggal lagi sedangkan dia juga tak mau tinggal bersama Mi Mo karena Mi Mo memelihara Ppoppo. Ae Ran takut pada anjing. Mendengar hal itu, Dong Mi bertekad akan membeli anjing untuknya sendiri.


Dong Mi menceritakan tentang kedatangan Ae Ran di rumahnya. Sang pacar bertanya apa Dong Mi benar-benar ingin memelihara seekor anjing. Dong Mi menjawab tidak karena dia tak setega itu pada Ae Ran. Karena kebaikan Dong Mi itu, sang pacar pun menyebut Dong Mi seperti malaikat dan Dong Mi menjawab kalau dulu dia memang anggota girlband Angels. 

Sang pacar pamit mau ke toilet dan Dong Mi berkata dengan nada manis kalau malaikatnya (Dong Mi) akan menunggu. Pria itu tersenyum mendengar Dong Mi menyebut dirinya malaikat, namun senyum itu langsung hilang saat dia berpaling dari Dong Mi. Euum…. Sepertinya ada yang di sembunyikan pria ini dari Dong Mi. 


Sambil menunggu, Dong Mi memperhatikan syal pemberian sang pacar yang mulai berserabut jahitannya. Melihat itu, Dong Mi bergumam kenapa syal mahal bisa cepat berserabut? Tepat disaat itu, ponsel sang pacar berbunyi. Karena suaranya terlalu berisik dan mengganggu pengunjung yang lain, Dong Mi pun menjawab telepon itu. 


“Halo? Ini ponselnya Lee Wook-shi…” jawab Dong Mi saat menjawab telepon itu. Ah.. ternyata nama si pacar/penjual oven itu Lee Wook.

“Halo, kau bilang? Aku istrinya. Siapa kau?” tanya orang yang menelpon. Tentu saja Dong Mi tak percaya karena yang dia tahu, pacarnya adalah duda. Dia mengatakan pada wanita yang menelpon kalau dia sudah salah sambung. 

“Aku tidak salah sambung. Aku bahkan hafal nomor KTP Lee Wook,” jawab wanita itu.

“Benarkah? Kau hafal nomor KTP-nya? Habis berapa duit untuk dapat nomornya? Penipu zaman sekarang tambah parah saja. Ini cara baru?”  ejek Dong Mi.

“Hei!” bentak wanita di seberang.


“Apa?!” teriak Dong Mi tak mau kalah. Tepat disaat itu Wook kembali dari toilet, sehingga Dong Mi merendahkan suaranya dan berbisik kalau wanita itu beruntung hari ini, namun dia berjanji akan memberi pelajaran padanya lain waktu. 


Menyadari kalau Dong Mi mengangkat telepon miliknya, Woo  panik dan langsung mengambil ponselnya. Dia bahkan langsung mematikan ponselnya saat ponselnya berbunyi lagi. Wook kemudian hendak mengakui sesuatu pada Dong Mi.


Kita tak mendengar apa Wook katakan, karena sekarang Dong Mi sudah bersama Ae Ran dan malah bertekad untukmenyelamatkan prianya. Mendengar itu Ae Ran langsung berkata kalau dia mencium bau Dong Bae pada pacar Dong Mi. Walau dia belum pernah bertemu dengan Wook, Ae Ran dengan yakin berkata kalau Wook adalah penipu wanita. 

“Begitu dia bicara tentang uang, apalagi mengatakan jumlahnya, hubungan kalian akan berakhir di kantor polisi,” tambah Ae Ran. Ttentu saja Dong Mi tak percaya. Dia tetap berpendapat kalau Wook sedang mengalami kesulitan uang.


Flashback
Lee Wook mengaku pada Dong Mi kalau dia sebenarnya punya dua anak dan yang menelpon tadi adalah mantan istrinya. Dia berbohong karena takut Dong Mi menolaknya saat tahu kalau dia sudah punya anak. Pengadilan memutuskan kalau tunjangan untuk anaknya adalah 1,5 juta won perbulan, tapi karena keuangannya sedang memburuk saat ini, diapun menunggak 3 bulan dan itulah yang membuat mantan istrinya marah. 

“Aku menjual semua barangku di situs penjualan dan mencoba cari uang. Tapi, aku sangat menderita. Kalau kuberikan semua uangku, aku hanya bisa makan ramyun. Pendidikan anak juga semakin mahal. Hatiku sakit tiap memikirkannya. Kalau kau keberatan, silahkan tinggalkan aku. Dong Mi...," ujar Wook sedih. Tentu saja Dong Mi merasa tersentuh oleh kata-katanya, bahkan dia merasa menyesal sudah meminta diskon saat membeli oven dari WOok.

Flashback End


Dong Mi merasa Wook mengatakan semua itu karena cinta. Ae Ran hanya bisa terbengong-bengong mendengar cerita Dong Mi dan tak bisa berkata-kata lagi. Dong Mi sekarang sedang dibutakan dengan rasa sukanya pada Wook dan itu membuatnya tak bisa berpikir logis.

Soo Hyuk sudah berada di depan kantor Mi Mo. Dia merasa ragu untuk masuk ke dalam kantor Mi Mo karena teringat ucapan Hae Joon yang memintanya untuk tidak ikut campur dengan hubungannya dengan Mi Mo. Namun saat teringat kata-kata dari Yeon Soo agar dia mencari tahu perasaan siapa yang lebih berharga bagi Mi Mo, membuat Soo Hyuk berani masuk ke dalam kantor. 


Karena Mi Mo masih menemui klien, jadi So Hyuk diminta menunggu di ruang tunggu. Disana dia mendengar percakapan seorang wanita dengan temannya yang punya pacar duda beranak. Wanita itu berpendapat kalau cinta itu hanya di antara pria dan wanita. Menjalani kehidupan pernikahan itu sulit. Dan jauh lebih sulit kalau orang yang mereka nikahi sudah punya anak. "Apa kau sudah gila? Jangan pernah dekat dengannya. Pada akhirnya kau sendiri yang akan terluka dan kelelahan."

Mendengar semua itu, Soo Hyuk merasa tak nyaman dan memikirkan sesuatu. 

Mi Mo kaget saat diberitahu pegawainya kalau Soo Hyuk datang tapi kemudian pergi lagi. Tentu saja hal itu membuatnya penasaran dan bertanya kenapa Soo Hyuk seperti itu.


Waktunya pulang dan Mi Mo menutup kantornya. Ternyata sudah ada Hae Joon yang menunggunya. Euum… ada untungnya Soo Hyuk langsung pergi, karena bakal ribet kalau Hae Joon melihat Soo Hyuk menemui Mi Mo di tempat kerja.

Sementara Soo Hyuk sekarang sedang berjalan sendirian menyusuri dinginnya malam. 


Hae Joon dan Mi Mo makan malam bersama.  Melihat Mi Mo hanya diam dan seperti sedang memikirkan sesuatu, Hae Joon pun bertanya apa Mi Mo khawatir tentang hutangnya. Mi Mo segera menjawab kalau dia tak mengkhawatirkannya.


“Kau lucu saat khawatir. Tak usah khawatir, dua bulan  lagi lunas. Itu cicilan rumah,” jawab Hae Joon. Mi Mo terlihat tak terlalu mempermasalahkan hal itu dan malah melanjutkan makannya. Tentu saja respon Mi Mo yang tak seperti kemarin membuat Hae Joon sedikit kecewa.

Hae Joon lalu mengubah topik dengan bertanya tentang kerja sukarela yang di lakukan Mi Mo kemarin dan Mi Mo hanya menjawab kalau itu hanya kerja sukarela biasa. Melihat Mi Mo seperti tak berniat mengobrol dan Mi Mo yang tak memberitahu kenapa dia digendong oleh Soo Hyuk kemarin, membuat Hae Joon semakin sedih. 


Gun Hak sedang mengemasi barang-barangnya ke koper saat menemukan kaset Angels dengan tanda tangan Da Jung. Melihat itu, Gun Hak pun terkenang pada pertemuan pertamanya dengan Da Jung.


Flashback
Saat itu Gun Hak mendatangi studio pemotretan Angels untuk promosi roti mereka. Dari keempat anggota yang datang melakukan pemotretan, hanya Dong Mi yang tak bisa berekspresi imut.  Karena Seul Ah masih syuting film dan belum selesai maka Seul Ah nanti akan melakukan pemotretan terpisah dan gambarnya akan diedit jadi satu. 

“Tolong stikernya Koo Seul Ah lebih diutamakan,” ucap Gun Hak pada penanggung jawab kartu Angels. Pandangan Gun Hak kemudian tertuju pada Da Jung yang tanpa berusaha pun sudah tampak imut.  


Saat istirahat, Dong Mi terus berlatih agar bisa menghasilkan ekspresi imut. Sementara Gun Hak menghampiri Da Jung yang hendak ke toilet untuk meminta tanda tangan Da Jung di CD yang dia bawa. Melihat pakaian Gun Hak, Da Jung bisa menebak kalau Gun Hak adalah dari pihak sponsor.


Tanpa pretensi apapun, Da Jung menandatangani CD itu dan berbalik untuk meminta tanda tangan Angels yang lain. Gun Hak buru-buru menarik sayap Da Jung, mencegahnya. Dia hanya ingin tanda tangan Da Jung saja. Da Jung terlihat tak percaya melihat ada orang yang hanya meminta tanda tangannya tanpa tanda tangan Koo Seul Ah. Gun Hak tersenyum penuh arti.

Ahh.. ternyata so sweet banget kisah cinta mereka.

Gun Hak terlihat sedih mengingat semua itu. Ia menoleh saat terdengar suara pintu ditutup. Ternyata Da Jung baru pulang dari kantor. Gun Hak kemudian keluar untuk mengambil minum dan berpapasan dengan Da Jung. Keduanya tampak seperti orang asing. Namun sebelum Da Jung masuk kamar, dia memberitahu Da Jung kalau dia akan pergi ke Jepang besok untuk urusan kantor.


Da Jung mengajak Gun Hak bicara. Dia memberikan surat cerai yang sudah ia tanda tangani pada Gun Hak. Da Jung akhirnya membebaskan Gun Hak. “Aku hanya ingin apartemen, aku tak butuh harta gono gini yang lain,” ucap Da Jung.


Gun Hak bertanya apa yang membuat Da Jung melakukan semua itu. “Kenapa tiba-tiba? Aku jadi takut,” tanya Gun Hak. Tapi Da Jung hanya mengatakan kalau dia akan pergi liburan ketika Gun Hak pulang dari Jepang, jadi dia ingin Gun Hak mengemasi barangnya saat Da Jung tak ada di rumah. 

“Kita sudah melawati banyak hal, Kim Gun Hak. Berbahagialah,” ujar Da Jung dan Gun Hak tak bisa berkata-kata lagi.


Soo Hyuk sekarang sedang minum bersama Hyun Ki di sebuah pojangmacha. Hyun Ki menghentikan Soo Hyuk yang minum banyak soju, karena dia tak mau menggendong Soo Hyuk pulang lagi. Akhirnya Soo Hyuk mengaku pada Hyun Ki kalau selama ini dia  sudah menahan perasaannya.

“Kau tak mau jujur pada perasaanmu?” tanya Hyun Ki. Soo Hyuk mengiyakan karena tak ada yang ingin tahu tentang perasaannya.  Hyun Ki bertanya tentang alasan sebenarnya Soo Hyuk menyukai wanita itu. Soo Hyuk menjawab kalau dia tidak tahu alasannya. Mendengar itu, Hyun Ki menyimpulkan kalau Soo Hyuk pasti sangat menyukai wanita itu. 

Soo Hyuk menuangkan soju lagi. Hyun Ki meraih gelas itu namun tangannya dicekal oleh Soo Hyuk. Soo Hyuk lalu bertanya-tanya kenapa dia tak bisa memegang tangan Mi Mo.

Dia teringat saat itu Hae Joon bertanya apa Soo Hyuk memiliki perasaan pada Mi Mo dan akan membuat hubungan mereka bertiga jadi rumit. Saat itu Soo Hyuk dengan yakin menjawab tidak, karena Mi Mo hanya teman SD-nya.

“Bodohnya,” ucap Soo Hyuk pada dirinya sendiri saat mengingat apa yang dia katakan saat itu. 


Hyun Ki mendapat telepon dari istrinya yang menanyakan keberadaanya. Karena tak suka berada di rumah dan mendengarkan tangisan anaknya, Hyun Ki pun berbohong dengan  mengatakan kalau dia masih sibuk bekerja. Hyun Ki lalu berkata kalau Soo Hyuk seharusnya pacaran dari dulu, karena setelah sendirian selama belasan tahun, Soo Hyuk jadi lupa caranya. Dia pun berharap agar Soo Hyuk mengumpulkan keberaniannya untuk melakukan semua itu. 


“Keberanian? Tidak bisa. Itu hanya membuatku terlihat semakin brengsek,” jawab Soo Hyuk dan teringat kembali saat kakak Soon Soo menyalahkannya atas kematian Soon Soo. 


Saat itu kakak Soon Soo berkata dengan marah, "Kau jangan pernah berpikir untuk pacaran lagi karena pasanganmu akan menderita juga,” ucap kakak Soon Soo.

Komentar: 

Ternyata kata-kata itu lah yang membuat Soo Hyuk tak punya pacar selama ini. Dan sepertinya setelah bertemu dengan Mi Mo, dia ingin sekali menghancurkan kutukan dari kakak Soon Soo itu. Namun, yang menjadi masalah sekarang adalah Mi Mo sudah menjadi kekasih dari teman baiknya.

Apa yang akan Soo Hyuk lakukan? Apakah dia benar-benar akan menahan perasaannya untuk selamanya? Kita tunggu jawabannya di sinopsis part selanjutnya.

Bersambung One More Happy Ending Episode 7 Part 2

8 comments :

  1. Banget banget nunggu sinopnya, akhirnya muncul jg, gumapta mba dee

    ReplyDelete
  2. Aiihh... story line nya daebaakk!!!
    Moga bagus smpe akhir.. hehe

    ReplyDelete
  3. Baru tau Klo mbak dee aktif lg bikin sinop..tau gitu aku pantengin trs hehe.. jgn ngilang lg Ya mbak... aku tunggu project duetnya bareng mbak fanny.. fighting mbak

    ReplyDelete
  4. Baru tau Klo mbak dee aktif lg bikin sinop..tau gitu aku pantengin trs hehe.. jgn ngilang lg Ya mbak... aku tunggu project duetnya bareng mbak fanny.. fighting mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang nulis bukan aku, Indah. Kala One More Happy Ending yang nulis lilik, kalau Signal yang nulis Imma :)

      Tapi inshaallah emang aktif lagi kok.

      Delete
  5. Haha baru ngeh.. Posted by lilik... Oh Jd pada gabung nih... Hebat lah para bloger cantik kita.. Semangat ya

    ReplyDelete
  6. Haha baru ngeh.. Posted by lilik... Oh Jd pada gabung nih... Hebat lah para bloger cantik kita.. Semangat ya

    ReplyDelete