February 9, 2016

One More Happy Ending Episode 5 - 2

One More Happy Ending Episode 5 - 2


Ae Ran memutuskan tidur di rumah Dong Mi karena di antara ketiga temannya, hanya Dong Mi yang tinggal sendirian. Da Jung ada anak dan suaminya, sedangkan Mi Mo ada ppoppo, anjing milik Seung Jae. Dong Mi yang tak ingin Ae Ran tidur di rumahnya, langsung menyuruh Ae Ran pulang ke rumahnya sendiri. Namun Ae Ran tak mau. Ia beralasan butuh dihibur oleh sabahatnya. 

Melihat Ae Ran menerobos masuk rumahnya, Dong Mi berkata kesal kalau seharusnya dia memelihara anjing gila galakn saja, biar teman-temannya tak selalu menerobos masuk ke rumahnya. 

“Kau tak mau memelukku? Hatiku sangat sakit. Cepat hibur aku!” teriak Ae Ran kesal karena penyambutan Dong Mi yang kasar seperti itu.

“Maaf saja, aku sedang menikmati waktu kasmaranku. Baru kali ini aku SMS-an dengan pria lagi, setelah 3000 hari,” jawab Dong Mi. Ae Ran langsung menyuruhnya untuk tetap melakukannya hal tersebut walau di depannya. 

Tepat di saat itu nada SMS dari ponsel berbunyi, dan nada SMS-nya adalah suara pria yang menyebutkan kata “sayang”. LOL 



Dong Mi mengambil ponsel dan membaca sms dari pacar barunya. Ia memberitahu pacarnya kalau sekarang temannya sedang menginap di rumah, agar terlihat sebagai teman yang baik, Dong Mi pun mengaku pada sang pacar kalau teman-temannya selalu mencarinya tiap kali ada masalah. 

Saat tengah asik mengetik SMS, Dong Mi dikagetkan oleh teriakan Ae Ran yang mulai membongkar-bongkar isi tasnya. Ternyata Ae Ran kesal karena dia sudah membeli banyak baju seksi, tapi dia malah menghabiskan malam yang seharusnya menjadi malam pertama di rumah Dong Mi. Merasa dirinya bodoh sudah mempersiapkan semuanya, Ae Ran pun berteriak akan membakar semua pakaian seksi itu. 

“Jadi seperti ini pernikahan. Aku bisa melihat Han Mi Mo dalam Hong Ae Ran, ” gumam Dong Mi melihat apa yang Ae Ran lakukan. 

Da Jung sedang berada di kamar Tae Young dan menemani anaknya belajar. Ingin menjadi ibu yang baik, Da Jung pun bertanya apa yang dipelajari Tae Yong hari ini di sekolah. Apa ada yang menyenangkan? Tae Yong menjawab ada yang menyenangkan dan itu adalah pendidikan seks. Mendengar anaknya sudah belajar tentang seks di kelas satu SD, tentu saja membuat Da Jung sedikit terkejut.


“Setelah 100 juta sperma berenang selama 72 jam, mencapai sel telur, pembuahan dimulai dan jadilah aku,” ucap Tae Yong menjelaskan apa yang sudah dia pelajari di sekolah dan Da Jung membenarkan, kalau seperti itulah Tae Yong lahir. 

“Omma.”

“Ya.”

‘Kenapa ibu tidak tidur bersama ayah?” tanya Tae Yong. Tentu saja pertanyaan itu tak bisa langsung dijawab oleh Da Jung. 


Da Jung menceritakan apa yang ditanyakan Tae Yong pada Mi Mo dan Mi Mo menyarankan agar Da Jung menjawab kalau suami istri itu tidak tidur bersama. Tentu saja Da Jung tak bisa mengatakan hal seperti itu, karena hatinya berasa berat saat anaknya bertanya tentang itu. Dari pancaran mata Tae Yong, Da Jung merasa seolah-olah anaknya tahu semuanya dan menyalahkan dirinya. 


“Anak usia 8 tahun sekarang ini sudah pandai. Ketika mereka diberi kartu langganan bus, mereka akan menarik uang tunai yang ada di dalamnya. Semua komentar labil itu juga kerjaan anak SD. Mereka sangat kreatif dan tegas,” ucap Mi Mo membuat Da Jung sadar kalau dia tak banyak tahu tentang anaknya. 


Hae Joon baru sampai di lobi apartemen dan hendak masuk ke dalam lift saat A Ni memanggilnya. A Ni membawakan makanan untuk mereka berdua. 

Mereka sekarang sudah berada di dalam rumah Hae Joon, dimana Hae Joon sedang memasak ramyeon dan A Ni menungguinya sambil curhat tentang Soo Hyuk. Dia mengaku pada Hae Joon kalau di dalam hati Soo Hyuk, dia hanya menempati ruang yang sangat kecil. Dan untuk sekarang, A Ni akan membiarkan Soo Hyuk tetap merasa bersalah padanya dengan harapan agar perasaan Soo Hyuk padanya akan bertambah.

Mendengar hal itu, Hae Joon bercerita kalau dia juga sedang mendekati seorang wanita. A Ni kemudian hendak menanyakan sesuatu namun dia mengurungkannya. Dia mengganti topik dengan membahas tentang dirinya yang tidak bisa menari.

Flashback

Kita beralih pada saat A Ni dan Soo Hyuk masih duduk dibangku kuliah. Ternyata sudah dari mereka kuliah, A Ni mulai menaruh perhatiannya pada Soo Hyuk, karena Soo Hyuk berbeda dengan pria yang lain. Soo Hyuk kuliah dengan membawa bayinya. 


Teman A Ni berkata kalau Soo Hyuk adalah pahlawan didalam drama romantis. Karena baru masuk kuliah, Soo Hyuk jatuh cinta pada seorang wanita dan langsung punya anak. Menurutnya, orang tampan hidupnya memang sulit. 

“Ibunya dimana?” tanya A Ni yang belum tahu cerita tentang Soo Hyuk. 

“Meninggal saat melahirkan.” Jawab teman A Ni. “Dia sempat stres karena syok, jadi dia pergi ke Amerika untuk penyembuhan. Dia pulang karena ingin membesarkan anaknya.”

“Hebat. Dia bertanggung jawab dan percaya diri,” puji A Ni yang mulai terpesona pada sosok Soo Hyuk. 


Di sebuah ruang tari, Soo Hyuk sedang menari sambil mengocok susu untuk Min Woo kecil. Melihat ayahnya, Min Woo kecil terlihat senang dan terus tertawa. Tak lama kemudian Hae Joon masuk dengan membawa banyak kado dari para gadis. Dia menghampiri Soo Hyuk dan melihat betapa lucunya Min Woo. 

Dengan bangganya, Soo Hyuk berkata kalau Min Woo adalah anak yang pandai bergaul seperti dirinya. Hae Joon menambahkan kalau Min Woo juga mendapatkan ketampanan Soo Hyuk. Tepat disaat itu, A Ni masuk dan bertanya apa dia boleh bergabung dengan mereka.


Ae Ran berbaring di tempat tidur bersama Dong Mi. Namun dia tak bisa tidur, karena kepikiran tetang masalahnya. Ae Ran kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Dong Bae di luar kamar. 

“Anggap saja ini sebagai alimentasi. Aku akan pergi bulan madu sendirian. Kau tetap disini dan renungkan kesalahanmu,” ucap Ae Ran pada Dong Bae dan Dong Bae pun menuruti kemauan Ae Ran.


Keesokan harinya, Ae Ran sudah berada di bandara sendirian. Dia berdandan sekece mungkin agar tak terlihat sedih di depan para penggemarnya. Secara kebetulan, dia melihat Seung Jae dan Si Ah yang sepertinya juga akan bepergian. Ae Ran pun langsung menghampiri mereka. 


“Dada 35, pinggang 24, bokong 35,” ucap Ae Ran dalam hati menilai Si Ah. Ae Ran lalu menyindir Seung Jae yang terlihat lebih tampan karena berdampingan dengan wanita yang lebih muda. Bukan hanya Seung Jae yang kena sindir, Ae Ran juga meminta Si Ah untuk berhati-hati pada pria yang lebih tua, sebab mereka akan lebih cepat lelah. 

“Kau tidak berubah,” ucap Seung Jae pada Ae Ran.

“Tentu saja, aku sudah menghabiskan banyak uang,” jawab Ae Ran yang tak nyambung, hehhe... karena maksud Seung Jae pasti yang tidak berubah itu adalah sifat Ae Ran, bukan penampilannya.

Si Ah bertanya pada Seung Jae siapa wanita yang ada di hadapan mereka itu. Tanpa ada yang ditutup-tutupi Seung Jae menjawab kalau Ae Ran adalah teman mantan istrinya. 

“Senang bertemu denganmu, aku Song Si Ah,” ucap Si Ah memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Ae Ran.

“Kau senang? Aku teman mantan istrinya loh,” jawab Ae Ran yang tak membalas jabatan tangan Si Ah. Dia menambahkan kalau Si Ah seharusnya kaget saat tau siapa dirinya. Ae Ran juga memuji kalau anak muda sekarang memang berbeda. Si Ah menjawab kalau dia tak perlu kaget, karena dia dan Seung Jae tidak selingkuh. 

“Pasti kau mau pergi, selamat menikmati perjalanannya. Kami juga harus mengejar pesawat,” pamit Si Ah pada Ae Ran dan mengajak Seung Jae pergi. 

Diperlakukan seperti itu, membuat Ae Ran kesal dan bergumam kalau dia sangat ingin memukul Si Ah. Diapun akhirnya mengerti kenapa kemarin Mi Mo sangat emosi saat curhat tentang Seung Jae dan pacarnya. Kita lalu diperlihatkan pada pesawat terbang yang lepas landas pertanda Ae Ran pergi ke tempat bulan madunya sendirian.


Saat Soo Hyuk mengambil surat di kotak pos miliknya, dia melihat Mi Mo yang keluar dari lift dengan pakaian tipis. Dia pun langsung menghampirinya. 

“Hei, tidak kedinginan?” tanya Soo Hyuk.

“Penampilan fashionista itu melawan musim. Musim panas, kedinginan. Musim dingin, kepanasan,” jawab Mi Mo dengan bangga.

“Lalu? Kau melawan musim dingin?”


“Aku harus berpakaian seperti ini. Agar pelukannya terasa hangat. Aku sudah memperhitungkannya,” jawab Mi Mo.

“Maksudmu Hae Joon?” tanya Soo Hyuk dan Mi Mo mengiyakannya. Soo Hyuk kemudian memberitahu Mi Mo kalau Hae Joon sedang sibuk mengurus pasiennya. Tapi Mi Mo menjawab kalau masih banyak dokter lain dan tak hanya Hae Joon saja dokter di Korea ini. Lagi pula sekarang sudah malam, jadi Hae Joon harus menghabiskan waktu malamnya bersama Mi Mo. 


Mi Mo sudah bersama Hae Joon di bioskop, menonton film romantis. Tepat di saat adegan kissing, Mi Mo langsung melihat ke sekelilingnya dan banyak pasangan yang menonton disana langsung mencium pasangan mereka. Mi Mo melihat ke arah Hae Joon, berharap, namun Hae Joon malah fokus dengan filmnya. 

Bersamaan, Mi Mo dan Hae Joon mengambil pop corn sehingga tangan mereka bertemu. Mi Mo jadi salah tingkah dan langsung mengambil duluan. Hae Joon terus melihat ke arah Mi Mo dan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Mi Mo. 

“Makanlah sendiri, aku tidak suka popcorn,” ucap Hae Joon dan meletakkan popcorn di samping kursi Mi Mo. Wkwkkw.... Mi Mo sudah kepedean, ngira mau dicium ternyata enggak. Tentu saja dia merasa kecewa.

Hae Joon yang sepertinya tahu keinginan Mi Mo, langsung tertawa sendiri. Hmmm.... kayaknya Hae Joon sedang ngerjai Mi Mo dah. Setelah nonton, Hae Joon dan Mi Mo makan bersama di sebuah restoran mewah. 

Seperti itulah tiap hari, jadwal pacaran Mi Mo hanya nonton bioskop dan makan malam bersama. Sampai-sampai membuat Mi Mo bosan. Semua jenis film sudah mereka tonton dan semua jenis makanan sudah mereka santap. Saking bosannya menjalani pacaran seperti itu, Mi Mo sampai tidur saat mereka sedang nonton dibioskop. 

Gaya pacaran yang Mi Mo jalani sangat berbeda jauh dengan Dong Mi yang bergerak cepat melampiaskan kesendiriannya selama 3000 hari. Dia dan pacar barunya, selalu menghabiskan waktu mereka dengan penuh gairah. Mereka selalu berciuman.


Pacar Dong Mi memang sangat berbeda jauh dengan Hae Joon, kalau Hae Joon adalah pria yang kaku dan serius, sedangkan pacar Dong Mi adalah pria yang romantis. Bahkan dia bisa bermain sulap untuk membuat Dong Mi terpesona padanya. 


Mi Mo mendapat telepon dari Hae Joon yang mengajaknya nonton film lagi. Dia tak langsung mengiyakannya, dia bergumam kalau selama ini dia dan Hae Joon hanya makan dan nonton film, sedangkan yang lain belajar bermain sulap sehingga membuat hubungan mereka semakin intim. Mi Mo pun akhirnya mengaku kalau dia sudah tak tertarik lagi nonton bioskop karena semua jenis film sudah mereka tonton. 

Tepat disaat itu, film yang sedang Mi Mo tonton di rumah pas adegan kissing. Melihat itu, Mi Mo pun punya ide baru, dia mengajak Hae Joon nonton film klasik. Dan sepertinya hae Joon setuju dengan ide itu.

“Kelucuannya membuatku gila,” gumam Hae Joon saat menutup teleponnya. 

“Lucunya,” ucap Yeon Soo yang menyebut Hae Joon seperti sedang melatih lumba-lumba. “Kau, apa kau berbelit-belit lagi? Jangan begitu, wanita itu akan bosan. Kebosanan yang akan membuatnya pergi darimu,” tambah Yeon Soo dan berjalan pergi.


Soo Hyuk baru selesai mandi dan dia melihat kembali surat-surat yang dia ambil dari kotak pos. Salah satu surat yang dia terima, ada undangan dari SD-nya dulu yang mengadakan acara ulang tahun yang ke-50. Untuk ulang tahun SD-nya itu mereka ingin mengangkat tema “Kenanganmu akan Romeo 24 tahun lalu telah menunggumu”. Mengingat tentang masa SD, Soo Hyuk pun jadi teringat pada Mi Mo.

Mi Mo sendiri sekarang sedang berdandan ria untuk menyambut kedatangan Hae Joon. Dia juga sedang memikirkan tentang film apa yang harus dia tonton bersama Hae Joon nanti. Dia berjanji pada dirinya sendiri kalau malam ini dia harus mendapatkan ciuman dari Hae Joon. 


Mi Mo mempersiapkan semuanya, bukan hanya mengenakan pakaian transparan, dia juga menyalakan lilin dan mempersiapkan anggur. Setelah semuanya siap, terdengar suara bel pintu. Dengan wajah riang, Mi Mo pun pergi membukakan pintunya. Namun senyum di wajah Mi Mo langsung hilang saat  melihat kalau yang  datang adalah Soo Hyuk bukan Hae Joon. 

“Tidak dingin?” pertanyaan yang sama saat Soo Hyuk melihat pakaian yang Mi Mo pakai.

“Kepanasan! Mau apa?” tanya Mi Mo ketus. Soo Hyuk tak bisa langsung memberitahukan maksud kedatangannya, dia ingin Mi Mo mengganti bajunya terlebih dahulu. Mendengar kalau Soo Hyuk tak bisa melihat Mi Mo dengan baju itu, membuat Mi Mo tersenyum senang. “Kau bisa malu juga? Kau tidak pernah dengar? Baju ini hanya dipakai oleh wanita yang punya tubuh indah,” ucap Mi Mo.


“Kalau hanya dipakai wanita dengan tubuh indah, kenapa kau memakainya? Saking canggungnya sampai ingin nangis,” jawab Soo Hyuk yang menyindir kalau Mi Mo punya tubuh tak indah. 

“Kau sedang bosan? Kau mengajak berantem?” tanya Mi Mo. Soo Hyuk mengeluarkan undangan yang dia terima dan mengajak Mi Mo bicara di dalam rumah. Namun Mi Mo langsung mencegah. Dia tak mau Soo Hyuk masuk ke dalam rumahnya dan mengacaukan semua yang sudah dia persiapkan untuk Hae Joon. 


“Wine? Hei, biasanya cuma minum soju campur, kan? Bukan wine, kan? Biasanya kau suka pesan ceker kan?” protes Soo Hyuk saat melihat wine yang dipersiapkan oleh Mi Mo. Mi Mo yang tak senang dengan protes itu, langsung menyuruh Soo Hyuk pulang karena tak lama lagi Hae Joon akan datang. 


Soo Hyuk kembali ke rumah dengan wajah kesal. Dia kemudian mengintip dari lubang pintu dan melihat Hae Joon datang. Sebelum Hae Joon masuk rumah Mi Mo, Soo Hyuk langsung keluar dan berkata, “Sudah datang?”

“Iya, tapi bukan ke situ, kesini,” jawab Hae Joon dan menunjuk ke rumah Mi Mo. 

“Kenapa? Kau tidak merindukanku?” tanya Soo Hyuk dengan ekspresi manja dan menjawab sendiri kalau sepertinya Hae Joon tak rindu padanya. Hae Joon pun menjawab lain kali saja karena dia sekarang akan menemui Mi Mo. 

“Tunggu!” teriak Soo Hyuk menghentikan Hae Joon memencet bel rumah Mi Mo. Dia pun berkata kalau dia sudah memasak makanan enak, jadi dia mengajak Mi Mo dan Hae Joon untuk makan bersamanya. Dia sudah memasak ayam goreng kesukaan Hae Joon plus saus yang pedas dan taburan rumput laut. 

“Lain kali,” jawab Hae Joon.


Soo Hyuk tiba-tiba menahan Hae Joon dengan memegangi tangan temannnya. Dia mengaku kalau dia tak bisa makan sendiri karena hari ini dia merasa kesepian. “Kau yakin, tidak mau makan denganku? Tidak mau?” tanya Soo Hyuk dengan wajah memelas. Hae Joon tak menjawab, dia hanya langsung masuk ke rumah Mi Mo. 

Hae Joon dan Mi Mo menikmati segelas wine sambil menonton film romantis. Mi Mo kemudian mengambil buah dan menggoda Hae Joon dengan berpura-pura hendak menyuapinya, tapi malah dia makan sendiri. Melihat bibir Mi Mo yang merah merona, membuat Hae Joon hendak menciumnya, namun ia mengurungkan karena ponselnya berbunyi. Ada SMS dari Soo Hyuk.

Bulannya...  kelihatan besar malam ini,” bunyi SMS Soo Hyuk. Hae Joon mengacuhkannya. Adegan di dalam film semakin romantis dan itu membuat Mi Mo tertawa malu. Hae Joon melihat ke arah Mi Mo dan Mi Mo langsung memberi isyarat kalau dia ingin Hae Joon melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan si tokoh dalam film. 


Hae Joon pun mendekatkan wajahnya ke wajah Mi Mo dan hendak mencium Mi Mo. Namun niat itu terhenti lagi, karena dia mendengar bunyi SMS lagi dan lagi-lagi itu adalah SMS dari Soo Hyuk.

Ada kelinci disana,” bunyi SMS Soo Hyuk. Hae Joon yang kesal diganggu terus oleh Soo Hyuk, langsung mematikan ponselnya. 


Hae Joon melanjutkan aksinya, tapi dia mendapat gangguan lagi. Celananya digigit-gigit oleh Ppoppo, anjing Mi Mo. Karena sudah lama menunggu ciuman pertama dari Hae Joon, Mi Mo pun mengusir Ppoppo menggunakan kakinya. 


Hae Joon kembali mendekatkan wajahnya pada Mi Mo dan lagi-lagi dia gagal melancarkan niatnya mencium Mi Mo. Kali ini gangguannya berasal dari bel pintu yang terus berbunyi. Dan saat pintu di buka, ternyata orang yang datang adalah Soo Hyuk. Dia datang dengan membawa ayam goreng. 

Kwkkwkw.... Soo Hyuk memang datang untuk mengganggu mereka berduaan. Bukan hanya menggagalkan mereka berciuam, Soo Hyuk juga mengacaukan malam yang sudah Mi Mo rancang, karena sekarang Soo Hyuk ikut bergabung dengan mereka. Film romantis yang Mi Mo tonton tadi, sekarang sudah berganti jadi film kartun dan Mi Mo sendiri sudah memakai baju tambahan. 


Soo Hyuk kemudian meracik minuman seperti minuman yang biasa Mi Mo minum. Dia bahkan mengikuti cara Mi Mo yang melempar tisu bekas mengocok ke atas.  Soo Hyuk lalu memberitahu Hae Joon kalau Mi Mo tidak suka dengan wine, yang dia suka adalah soju campur. Soo Hyuk kemudian mengajak keduanya bersulang. 

“Setelah itu kami hanya berpegangan tangan,” cerita Mi Mo pada Dong Mi. Dan dia mengeluh karena sudah kalah dengan gaya pacaran anak SD yang sudah saling cium kening. 

“Mungkin dia ingin melindungimu?” ucap pelayan restoran. Euum... sepertinya pelayan ini adalah teman Mi Mo dan kawan-kawan, karena dia sering kali ikut nyaut setiap kali mereka berbicara.

“Melindungi? Dari apa? Apa dia melindungi rumahnya? Negaranya?” jawab Mi Mo.

Dong Mi yang sekarang sudah pacaran dan gaya pacarannya cukup hot, langsung meledek Mi Mo. Karena Mi Mo hanya berpegangan tangan dan nonton film. Dia kemudian menyebut kalau masa kejayaan Mi Mo sudah habis. Han Mi Mo yang sekarang bukanlah Han Mi Mo yang dulu. 

“Hei, apakah pria tampan itu... cerai karena terlalu protektif pada istrinya?” tanya Dong Mi. Mi Mo langsung membantahnya dengan berkata kalau hal itu tidak mungkin.

“Tidak apa-apa, dia tampan kan? Kagumi saja ketampanannya saat bersamanya. Hari ini lihat matanya. Besok kagumi hidungnya. Lalu bibirnya, setelah itu kembali ke mata. Dengan begitu kau akan bahagia. Dia tampan, kan!” ledek Dong Mi dan Mi Mo langsung terlihat khawatir.


Saking khawatirnya, Mi Mo sampai membayangkan Hae Joo berbaring di tempat tidur dengan mata terbuka. Mi Mo kemudian menghampirinya dan membelai wajah Hae Joon yang tampan. Mi Mo juga berselfi dengannya. Dan saat Mi Mo mengangkat tangan Hae Joon untuk membelai wajahnya, tangan Hae Joon langsung terjatuh lagi ke tempat semula.

Tentu saja itu membuat Mi Mo terkejut dan dia langsung histeris saat melihat tulisan “Hanya dilihat, jangan disentuh” di tempat tidur Hae Joon. Ya, Hae Joon seperti tak bernyawa dan Mi Mo hanya bisa menikmati ketampanannya saja.

Mi Mo berusaha bangun dari lamunannya dan dia sekarang sudah berada di cafetaria rumah sakit. Tepat disaat itu, dia mendapat SMS dari Hae Joon yang berkata kalau dia sedang ada pasien jadi tak bisa menemui Mi Mo. 

“Ahjumma kemari lagi?” ucap Yeon Mi yang tiba-tiba muncul dan duduk di depan Mi Mo. Ia mengaku kalau dia baru saja bertemu dengan mantan istri Hae Joon dan hal itu membuatnya marah. Mendengar itu, tentu saja Mi Mo kaget. Tepat disaat itu istri Hae Joon lewat dan ternyata istri Hae Joon adalah Yeon Soo.


Da Jung menemui Yeon Soo dan mengaku kalau dia tak siap apabila payudara-nya diangkat karena dia masih muda, masih berusia 34 tahun. Yeon Soo menjelaskan kalau pasien kanker payudara memang banyak yang berusia di bawah 40 tahun. Dan Da Jung juga seharusnya bersyukur bisa dioperasi agar bisa hidup. 

Da Jung masih bersikeras tak mau dioperasi karena dia tak bisa hidup tanpa payudara. Dia merasa tak hidup sebagai wanita. Yeon Soo menjawab kalau Da Jung masih bisa hidup sebagai wanita walau tanpa payudara dan meminta agar Da Jung memikirkan anaknya agar dia bisa kuat.


Da Jung sekarang sudah berada di kamar mandi. Dia menangis dan meraba dadanya. 

Flashback

Da Jung sedang mengasuh anaknya, terlihat lelah dan lusuh. Saat mendengar suara suaminya yang sedang mandi, Da Jung mengambil lap susu anaknya dan menempelkannya di bajunya. 


Sang suami selesai mandi dan hendak membangunkan Da Jung. Namun saat mencium bau susu di baju Da Jung, Gun Hak langsung mundur dan langsung tidur. Tanpa Gun Hak ketahui, Da Jung membuka matanya. Euuum ternyata Da Jung sengaja melakukan semua itu.

Flashback End

Da Jung menangis meratapi nasibnya.

A Ni sedang mencari dokumen untuk festival film, karena tak ada di komputernya. A Ni pun mencarinya  di komputer Soo Hyuk. Namun bukan dokumen festival film yang A Ni dapatkan disana, dia malah menemukan kumpulan foto Seul Ah yang ada  Mi Mo-nya.

Melihat foto-foto itu, A Ni teringat saat atasannya bertanya apa ada wanita yang membuat keributan di restoran Jung Hoon. Saat itu Soo Hyuk meyakinkan kalau wanita yang datang itu tidak ada hubungannya dengan Seul Ah. 

Di rumah Mi Mo terlihat sangat penasaran dengan mantan istri Hae Joon. Apalagi Dong Mi pernah berkata kalau ada kemungkinan Hae Joon bercerai dengan istrinya karena Hae Joon terlalu melindungi istrinya. Saking penasarannya, Mi Mo ingin menanyakan langsung dengan mantan istri Hae Joon. Dia ingin memastikan, apa Hae Joon yang bermasalah atau dia sendiri yang bermasalah. 


Mi Mo sudah berada di depan Yeon Soo, namun bukan pertanyaan tentang Hae Joon yang dia ajukan,. Dia datang sebagai pasien yang bertanya kenapa dia telat datang bulan selama 2 hari. Dengan tenang Yeon Soo menjawab kalau tak masalah, jika telat hanya 2 hari.


Hari berikutnya, Mi Mo datang dan betanya kenapa payudara sebelah kanannya terasa sakit. Yeon Soo menjawab kalau tes yang Mi Mo lakukan terakhir kali menunjukkan kalau Mi Mo tak mengalami masalah apapun. Hari ketiga, Mi Mo datang dan bertanya kenapa dia keputihan. Yeon Soo menjawab kalau hal itu karena Mi Mo sedang datang bulan. 

Untuk hari keempat, Mi Mo kesulitan membuat pertanyaan untuk konsultasi, sehingga membuat Yeon Soo berkata kalau dia akan memberitahu Mi Mo tentang alasannya bercerai dengan Hae Joon. Hehhehe... ternyata Yeon Soo tahu maksud kedatangan Mi Mo, namun dia sengaja menunggu Mi Mo bertanya sendiri. Tapi karena Mi Mo tak sanggup, jadi dia yang membahasnya terlebih dahulu.


“Aku tahu kalian pacaran. Kenapa dia cerai dengan pria sehebat itu? Apa pria itu punya masalah? Kau pasti merasa tak nyaman menanyakan hal itu. Jadi ingin cari petunjuk dariku. Tebakanku benar, kan?” tanya Yeon Soo dan Mi Mo membenarkannya. Yeon Soo lalu mengaku kalau dia merasa marah jadi dia meminta cerai. 

“Pria itu.... saat aku mengajak menikah, dia bilang ‘iya’. Begitu juga saat aku mengajaknya cerai. Dia tak pernah peduli padaku. Hanya aku yang peduli padanya. Begitulah ceritanya. Kau yang menyatakan perasaan padanya, kan? Dia tak pernah.... terlalu mencintai,” ungkap Yeon Soo.

Mi Mo sekarang sudah bersama Dong Mi dan menceritakan semuanya. Dia penasaran apakah Hae Joon benar-benar mencintainya atau tidak. Dan Dong Mi berkata kalau sepertinya, Hae Joon pacaran dengan Mi Mo karena Mi Mo yang menyatakan perasaannya duluan. Tentu saja hal itu malah membuat Mi Mo frustasi.

Dong Mi menyarankan cara yang bisa digunakan untuk mengetes Hae Joon. Untuk memastikan apa Hae Joon atau Mi Mo yang bermasalah. 


Di sebuah tempat karoke, Soo Hyuk dan Hyun Ki sedang sembunyi-sembunyi merekam sepasang kekasih yang sedang pacaran. Setelah merasa cukup mendapatkan bukti untuk gosip mereka, Soo Hyuk dan Hyun Ki pun berjalan pergi. 


Di kamar karoke yang lain, kita melihat Mi Mo yang sedang berlatih sulap dari video Dong Mi dan pacarnya. Ternyata Dong Mi sengaja merekam agar dia bisa belajar sulap juga. Dong Mi berpendapat kalau sulap itu sangat bagus utuk memanaskan suasana. 

Setelah berlatih sulap, Mi Mo terlihat khawatir karena kalau sampai caranya yang sekarang gagal maka Mi Mo sendirilah yang bermasalah dan dia kalah. Mi Mo kemudian meyakinkan dirinya kalau dia bisa, karena dulu dia adalah seorang Angels dan sekarang, dia juga masih seksi. 

Saat Soo Hyuk melintasi ruang karoke Mi Mo, dia langsung berhenti karena mendengar suara Mi Mo. Penasaran dengan apa yang dilakukan Mi Mo ditempat seperti itu, Soo Hyuk pun menyuruh Hyun Ki pulang duluan karena dia akan menemui Mi Mo terlebih dahulu. 


Mi Mo mendapat telepon dari Hae Joon yang mengatakan kalau Hae Joon tidak bisa datang karena masih ada urusan di rumah sakit. Berusaha terdengar tegar, Mi Mo pun menjawab tak apa-apa sebab urusan rumah sakitlah yang paling penting. Setelah Mi Mo menutup telponnya, tiba-tiba tirai ruangannya terbuka dan orang yang muncul adalah Soo Hyuk. 

“Kenapa kau?” tanya Mi Mo.

“Kenapa kau disini?” tanya Soo Hyuk balik. 


Mi Mo langsung mengambil bunga-bunga untuk sulapnya. Melihat itu Soo Hyuk bertanya apa Hae Joon sudah mengabaikannya. Mi Mo pun dengan cepat mengiyakannya. Soo Hyuk pun duduk di depan Mi Mo.

Mi Mo mengaku kalau dia sudah datang 1 jam lebih cepat ke tempat itu untuk berlatih sulap dan menunjukkannya pada Hae Joon. “Apa aku masih bisa membuat jantungnya berdebar? Aku ingin tahu. Aku ingin membuatnya menginginkanku. Tapi malah diabaikan,” aku Mi Mo.

Soo Hyuk kemudian menyuruh Mi Mo untuk mempraktekkannya terlebih dahulu padanya. Dan nanti Soo Hyuk akan menilai apa cara Mi Mo itu berhasil atau tidak. Karena Soo Hyuk dan Hae Joon sama-sama pria, jadi kalau cara Mi Mo itu berhasil pada Soo Hyuk maka akan berhasil juga pada Hae Joon. 


Mi Mo setuju dengan ide itu dan diapun mulai merayu Soo Hyuk dengan trik sulapnnya. Seperti yang sudah kita perkirakan, Soo Hyuk pun mulai terlihat mulai tergoda. Namun suasana romantis itu langsung berubah menjadi suasana tegang saat topi yang Mi Mo pakai terbakar, gara-gara Mi Mo menggunakan trik api untuk mengubah bunga mawar kertas menjadi mawar asli.
  

Saking paniknya, Soo Hyuk langsung menyiram kepala Mi Mo dengan air es dan setelah itu baru bertanya, “Kau tak apa-apa?”


Di mobil, Mi Mo terus bersin-bersin sehingga Soo Hyuk membesarkan suhu pemanas mobilnya. Tanpa Mi Mo sadari, sekarang Hae Joon sudah berada di depan rumahnya. Karena Mi Mo tak membukakan pintu, Hae Joon pun berusaha menelponnya namun ponsel Mi Mo tidak aktif. 


Hae Joon ke parkiran dan di sana ia melihat Mi Mo dan Soo Hyuk pulang bersama. Melihat Mi Mo memakai jas milik Soo Hyuk dan Soo Hyuk dengan perhatiannya menggosok-gosok lengan Mi Mo, Hae Joon berkomentar kalau semuanya akan menjadi rumit. 


Soo Hyuk dan Hae Joon sama-sama memperlihatkan ekspresi tegang. Hanya Mi Mo yang tersenyum senang karena melihat Hae Joon.



Komentar :

Kita sekarang mengenal siapa mantan istri Hae Joon. Agak kaget juga mengentahui Yoon Seo ternyata adalah mantan istrinya. Saya sempat merasa Yoon Seo nantinya yang akan menjadi OTP-nya Hae Joon. Ternyata been there, done that.


Sekilas jika melihat Hae Joon, pribadinya seperti orang yang pasif. Selalu hanya menerima atau menunggu. Tapi begitukah sifat Hae Joon? Menurut saya, Hae Joon juga lebih mementingkan perasaan orang yang dia sayangi.

Dulu ia suka pada Yoon Seo. Tapi ia tak mengejar Yoon Seo. Jika Yeon Seo suka dengan orang lain, ia pun tak masalah. Ternyata Yoon Seo menyukainya dan mereka pun jadian dan menikah.

Mungkin bagi Hae Joon, kehidupan pernikahannya baik-baik saja. Tapi tidak bagi Yoon Seo, sehingga memilih cerai. Hae Joon yang mementingkan kebahagiaan istrinya, menyanggupi permintaan Yoon Seo. Semua ia lakukan agar Yoon Seo bahagia.

Padahal sebenarnya Yoon Seo mungkin tak menginginkan perceraian. Padahal Yoon Seo mungkin hanya ingin menantang, mencobai Hae Joon. Jika Hae Joon sedikit ngotot untuk mempertahankan pernikahan mereka, mungkin Yoon Seo juga mau tak bercerai.

Begitu juga saat Hae Joon pacaran dengan Mi Mo. Cintakah Hae Joon pada Mi Mo? Saya yakin Hae Joon mencintai Mi Mo. Apalagi Hae Joon sudah ngefans dengan Mi Mo sejak Angels. Tapi maukah Hae Joon berjuang untuk mendapatkan Mi Mo? Kenyataan Mi Mo dululah yang menembaknya.

Kehidupan Hae Joon menjadi lebih berwarna jika bersama dengan Mi Mo. Mi Mo yang impulsif akan cocok mengimbangi Hae Joon yang pasif. Tapi seperti yang dikatakan Yoon Seo, pacar Hae Joon nanti akan lelah dan bosan dengan hubungan seperti itu. Jika Hae Joon tak ingin Mi Mo pergi, Hae Joon harus merubah sikapnya.

Bagaimana dengan Soo Hyuk? Soo Hyuk memang kelihatan usil dengan menjadi third wheel di kencan Mi Mo. Saya sebenernya agak kesal melihat Soo Hyuk mengganggu kencan Mi Mo, apalagi Soo Hyuk tahu kalau Mi Mo adalah pacar Hae Joon, sahabatnya.

Pada akhirnya memang Mi Mo yang memutuskan, siapa yang akan ia pilih.


Saya kasihan melihat kehidupan pernikahan Da Jung. Pernikahan yang dulu atas dasar cinta, menjadi obsesi untuk mendapatkan anak. Usaha yang memakan jiwa dan raga akhirnya membuahkan hasil. Seorang bayi yang sehat. Namun memiliki bayi itu jujur membutuhkan usaha ekstra, apalagi jika

Da Jung lelah mengurus putranya. Jadi saat melihat suaminya sudah hendak tidur, ia menempelkan celemek ASI dengan harapan Gun Hak enggan menyentuhnya. Dan memang benar. Namun penolakan implisit itu juga akhirnya menjauhkan keduanya. Padahal keduanya kelihatan masih cinta.

Kayaknya Da Jung dan Gun Hak butuh honeymoon kedua, deh..

Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending Episode 6

4 comments :

  1. awalnya saya bingung knpa da jung dan suaminya mau bercerai kirain suami nya selingkuh ternyata mereka sdh pisah ranjang selama 7 thn...hebat juga suaminya bisa tahan puasa heheee

    ReplyDelete
  2. Aku jg bertanya tanya knp da. Jung bersikap seperti itu pada. Suaminya... Hmmmm.. Udh papah ranjang... Gk. Mauucerai.. Mksudny gimana.. Blm. Paham

    ReplyDelete
  3. Dan yg buat kaget adalah suaminya ae. Ran dong bae... Kok trnyata kaya gt sifat nya... Padahal kmrin kmrin. Pikir dia pria sempurna untuk jadi. Suami.. Tapi malahan punya pacar di. Mana mana

    ReplyDelete
  4. Kayaknya Dajung itu ngalamin yang namanya baby blues. Biasanya baby blues paling lama itu satu bulan. Rasanya sedih, ga pede, perubahan pola hidup dari yang cuman berdua terus jadi bertiga. Karena suami bekerja, biasanya yang ngurus si istri sendiri. Mungkin da jung juga ngerasa gitu. Dia ga mood untuk sama suaminya. Dia udah terlalu capek ngurus si adek. Perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan juga bisa berpengaruh.

    Aku sendiri cukup beruntung karena pas anak pertama lahir, ditemeni ibu. Dari yang ga ngerti ngurus bayi, diajarin bener2 sama ibuku.

    Tapi coba bayangin dajung. Dari artis, terus jadi istri. Punya beban untuk ngelahirin pewaris. Seneng banget akhirnya hamil. Tapi begitu ngelahirin, dia harus ngurus bayi sendiri, apa-apa sendiri. Pola hidup jungkir balik.

    Hal ini kadang buat si ibu depresi. Kadang ringan kadang berat. Kalau baby blues sampai berkepanjangan, kadang si ibu harus diterapi. Tapi sindrom ini kita kadang ga ngeh jadi ngebiarin aja. Dalam kasusnya Da Jung, dibiarkan hingga bertahun2. Da Jung sudah merasa itu zona nyamannya dia, dan gak mau lagi berubah.

    ReplyDelete