February 26, 2016

One More Happy Ending Episode 10 - 2

One More Happy Ending Episode 10 - 2


Hyun Ki akhirnya mendapat informasi tentang masalah Mi Mo. Tuntutan pada Brave Wedding itu disebabkan karena surat-surat milik Tuan Oh yang ternyata palsu dan yang lebih menyudutkan biro jodoh Mi Mo adalah karena uang yang dikirimkan ke Brave Wedding cukup untuk disalahartikan sebagai komisi. Hyun Ki kemudian menambahkan kalau hanya ada satu jalan untuk mengatasi masalah itu  yaitu menemui Tuan Oh di Hong Kong. 

“Kapan aku bisa berangkat?” tanya Soo Hyuk yang langsung memutuskan untuk pergi ke Hong Kong.



Soo Hyuk membuka-buka artikel tentang Mi Mo mulai dari perkelahiannya dengan Koo Seul Ah sampai Mi Mo yang dracun oleh penggemar Seul Ah. Menyadari begitu menderitanya Mi Mo karena di-bully oleh penggemar  Seul Ah, tambah membuat Soo Hyuk bingung untuk merilis artikel yang dia tulis atau tidak. 


Soo Hyuk hendak menemui Mi Mo, dia memencet bel berkali-kali namun Mi Mo tak keluar untuk membukakan pintu. Maka ia berusaha menelpon gadis itu dan tidak diangkat, tapi dia mendengar suara dering telepon Mi Mo.  Cemas, Soo Hyuk terus memanggil Mi Mo dan mengetuk pintu. Karena masih tak ada jawaban, Soo Hyuk pun memanggil security dan minta di bukakan pintu. 


Di dalam rumah, Soo Hyuk mendapati Mi Mo sudah tak sadarkan diri. Soo Hyuk shock dan langsung meminta security untuk menghubungi 911. 


Mi Mo dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulance dan Soo Hyuk ikut mengantarkannya. Wajah Soo Hyuk terlihat pucat, dia terlihat sangat khawatir sampai-sampai dia terus menggenggam tangan Mi Mo. 


Di UGD, Mi Mo langsung menerima perawatan medis. Soo Hyuk benar-benar terlihat cemas. Hae Joon datang ke ruang UGD dan melihat Soo Hyuk. Saat Soo Hyuk hendak memegang tangan Mi Mo, Hae Joon menangkap tangannya. 

“Kau bisa dengar penjelasannya nanti, sekarang pergilah,” ucap Hae Joon dengan nada marah.

Soo Hyuk menghentakkan tangannya agar terlepas dari pegangan Hae Joon dan menolak perintah Hae Joon. Soo Hyuk yang sudah tak karuan hendak mendekati Mi Mo namun di halangi Hae Joon.

“Menyingkirlah! Kau tidak dengar?” ucap Hae Joon marah.


Soo Hyuk menangkap tangan Hae Joon. “Berkelahinya nanti saja. Sekarang dialah yang terpenting,” jawab Soo Hyuk emosi dan membuat Hae Joon tercengang mendengarnya sampai dia tak bisa berkata-kata lagi. Diapun membiarkan Soo Hyuk berada di sisi Mi Mo. 


Mi Mo sudah diperiksa dan Soo Hyuk masih berada disisinya. Dia terus melihat  Mi Mo yang belum  sadarkan diri. Hae Joon muncul namun dia tak menghampiri Soo Hyuk, dia hanya melihat mereka dari jauh.  

“Terima kasih... karena kau baik-baik saja.,” ucap Soo Hyuk dan setelah membenari selimut Mi Mo, Soo Hyuk pergi. 


Soo Hyuk berhadapan dengan Hae Joon. Dia langsung minta maaf karena tadi sudah sangat emosi. Soo Hyuk mengaku khilaf. 

“Dia baik-baik saja. Aku pergi dulu. Tolong rawat dia,” pinta Soo Hyuk. 

“Tolong? Tolong apa?” tanya Hae Joon yang tak terima dimintai tolong karena seolah-olah Hae Joon lah yang bukan siapa-siapanya Mi Mo.

Soo Hyuk menyadari ia salah ucap, “Aku hanya bilang. Aku tahu... kau akan merawatnya,” jawab Soo Hyuk dan pergi.


Keluar ruang UGD, Soo Hyuk duduk di bangku tunggu. Dia menangis dan teringat saat dia kehilangan Soon Soo. 


Hae Joon sudah berada di samping tempat tidur Mi Mo. Dia teringat pada Soo Hyuk emosi dan berkata, “Berkelahinya nanti saja. Sekarang dialah yang terpenting.” Ia teringat pada ucapan Yeon Soo yang berkata, “Kau selalu menjadi pusat sebuah hubungan, karena itulah kau tidak bisa melihat apa yang seharusnya kau lihat.”

Hae Joon melihat Mi Mo dan kemudian memejamkan mata sejenak. Dia seperti memikirkan sesuatu. 

Soo Hyuk pergi ke bandara dan setelah mengambil tiket plus dokumen tentang Tuan Oh, Soo Hyuk langsung pergi menuju Hong Kong.


Hae Joon masih berada di samping Mi Mo saat Mi Mo membuka mata. Hae Joon  berkata kalau dia tidak  tahu Mi Mo menderita seperti itu, seharusnya Mi Mo bilang padanya.


Hyun Ki menghadap si bos dan meminta si bos untuk merilis artikel yang sudah Soo Hyuk tulis karena Soo hyuk yang menginginkannya. Si Bos berkata kalau artikel itu dirilis maka Soo Hyuk-lah yang akan menderita. Ada agensi besar di belakang Seul Ah dan juga penggemar fanatiknya yang akan menyerang Soo Hyuk nanti. Walaupun dengan konsekwensi seperti itu, Hyun Ki menjawab kalau Soo Hyuk tetap ingin merilisnya dan kalau sampai artikel itu tak dirilis, Soo Hyuk mengancam akan mengundurkan diri. 

“Kalau kita menerbitkannya, dia juga akan diancam untuk mengundurkan diri,” ucap si Bos. 


Keesokan harinya, artikel Soo Hyuk terbit dan semua orang membacanya. Dalam artikel itu disebutkan kalau Mi Mo adalah korban dari cinta segitiga. Jung Hoon melamar Seul Ah sebelum putus dengan Mi Mo. Semua orang percaya dan mulai bersimpati pada Mi Mo. Mereka semua bahkan mulai menyalahkan Seul Ah karena sudah merebut kekasih Han Mi Mo. 

“Reporter itu melakukan hal yang bagus,” puji Dong Mi setelah  selesai membaca artikel Soo Hyuk.  Dia membacanya bersama Mi Mo dan Ae Ran. Dong Mi dan Ae Ran merasa  lega karena semuanya sudah terselesaikan, apalagi  para pembaca tidak bisa berkomentar lagi mengenai Mi Mo. 

Dong Mi menyebut nama si penulis artikel yaitu Song Soo Hyuk. Mendengar nama itu, Mi Mo malah menangis. Ae Ran dan Dong Mi langsung memberi pelukan untuk menghibur Mi Mo. 


Masspunch menyatakan Han Mi Mo adalah korban dari cinta segitiga” adalah judul artikel Soo Hyuk dan Hae Joon juga sudah membacanya. 


Di depan kantor Masspunch, para penggemar Seul Ah melakukan protes. Mereka tidak terima idolanya dijelek-jelekan. Mereka juga menuntut agar Soo Hyuk segera meminta maaf. 

Si Bos bersama pegawai Masspunch yang lain hanya melihat para penggemar Seul Ah dari atas. Melihat para penggemar Seul Ah begitu mengerikan, si Bos menyuruh Hyun Ki untuk memberitahu Soo Hyuk agar menetap di Hong Kong  sementara waktu ini. 

“Tapi dia tidak bisa bahasa Cina,” jawab Hyun Ki.

“Dia bisa bahasa Inggris,” ucap si Bos.

“Haruskah aku bilang padanya?” tanya Hyun Ki dan si Bos hanya mengangguk.


Mi Mo berada di kantornya. Dia teringat saat dia mendatangi rumah Soo Hyuk dan Min Woo berkata kalau ayahnya sedang dinas ke luar negeri dan akan kembali besok. Layar ponsel Mi Mo sudah membuka kontak telepon Soo Hyuk, namun dia masih ragu untuk meneleponnya. 


Tepat disaat itu, Sek. Park masuk dan membawakan dokumen yang bisa di jadikan bukti kalau Brave Wedding tidak bersalah. Sek. Park lalu mengingatkan Mi MO kalau masalah terbesarnya adalah soal komisi. 

“Kita akan cari cara... bahwa itu bukan komisi,” ucap Mi Mo dan Sek. Park kemudian memberitahu kalau sudah ada klien yang menunggu di luar. Sek. Park menambahkan kalau klien mereka kali ini adalah orang asing yang baru sedikit bisa bahasa Korea, jadi untuk mempermudah klien mereka itu membawa seorang penerjemah. Untuk informasi tambahan, klien mereka ini adalah kepala Cabang Perusahaan Internasional dan dia datang untuk konsultasi. 

“Kenapa dia ingin menikah disini?” tanya Mi Mo, namun tak ada jawaban untuk pertanyaan itu karena kita langsung diperlihatkan pada klien asing itu.

“Selamat datang di Brave Wedding,” sambut Mi Mo dengan riang. Wajah si klien mirip sekali dengan wajah yang muncul di aquarium saat itu. Hehhehe.. ikan mas yang berteriak dengan bahasa Inggris. 


Mi Mo dengan ramah berkata kalau dia sangat senang bertemu dengan si klien dan berharap si klien akan menemukan pasanganya disini. Nama si klien adalah Conan O’Brien, dia duda punya satu anak, dia juga punya banyak properti. Saat Mi Mo membaca prifol, si Conan terus melihat Mi Mo. 

“Anda lupa menulis tipe ideal anda,” ucap Mi Mo dan memberikan formulir pada si penerjemah agar disampaikan pada Conan.


“Aku ingin yang tingginya 163 cm, punya mata yang besar, tidak operasi plastik, mungil dan wanita yang punya kesalahan. Kau orangnya, wanita adalah kau, ikan mas,” ucap Conan dan kemudian berkata kalau dia tak jadi bergabung dengan Brave Wedding. 

“Kenapa tidak jadi? Kenapa? Kenapa?” tanya Mi Mo yang sepertinya tidak rela kehilangan klien seperti Conan. 

“Kalau aku jadi anggota, aku tidak bisa mendekatimu,” jawab Conan dan Mi Mo langsung berkata pada si penerjemah kalau walaupun tipe ideal Conan adalah dirinya, tapi dia tak suka diperlakukan seperti itu oleh Conan. 

“Ucapanku ini langsung dari lubuk hatiku. Cinta mengalahkan segalanya. Beranikan dirimu,” ucap Conan dan mengedipkan mata pada Mi Mo lalu berjalan pergi.


Gun Hak kembali ke rumah sakit dan melihat kondisi bangsal sedang heboh. Para pasien wanita sedang sibuk merias dirinya dan berkata kalau sebentar lagi “dia” datang. Melihat kehebohan itu, Gun Hak pun bertanya pada perawat. 

“Ada apa ini?” tanya Gun Hak.

“20 menit lagi dia datang,” jawab perawat.

“Dia?” tanya Gun Hak tak mengerti.

“Iya,” jawab perawat dan tak memberikan penjelasan.


Para pasien wanita sibuk menghias diri, mereka berdesal-desalan untuk memakai cermin. Hye Sun tertawa senang melihat kehebohan para pasien wanita. 

“Dari ribut-ributnya, sepertinya dokter itu akan datang,” ucap Hye Sun pada Da Jung. 

“Apa?” tanya Da Jung tak mengerti.


Dokter yang dimaksud datang dan dia berjalan bersama dokter lain. “Dia idola di Rumah Sakit ini. Prof. Kim meluluhkan hati para ibu-ibu. Julukannya penakluk hati dari lantai 8. Dia sangat mengerti wanita. Dia pendengar dan penyemangat yang baik. Dia membuat pasien tergila-gila,” jelas Hye Sun mengenai Prof. Kim.

“Sepertinya itu bukan hal hebat,” jawab Da Jung dan Hye Sun berkata kalau semua penyakit asalanya dari hati. Prof. Kim adalah dokter sejati karena dia tahu cara menyembuhkan hati. Senyuman hangat dan kata penyemangat sangat penting untuk pasien penyakit wanita. 

Gun Hak berpapasan dengan Prof. Kim dan setelah rombongan Prof. Kim pergi, tiba-tiba muncul pasien wanita yang masih mengeramas rambutnya. 

“Kenapa dia sudah pergi? Kenapa aku tak pernah bisa melihatnya? Perasaanku hancur rasanya,” ucap pasien wanita itu.

Gun Hak kemudian teringat pada pesan Yeon Soo, “Meski setelah operasi, perasaan mereka tetap hidup. Wanita tetap ingin dicintai dan diperdulikan. Operasinya cuma mengangkat payudara, bukannya perasaan.” 


Ae Ran membantu Dong Mi untuk berdandan agar terlihat cocok dengan pria usia 28 tahun, karena kalau sampai pria itu menganggap Dong Mi sebagai kakaknya, maka mereka berdua tidak akan bisa pacaran. Setelah membongkar-bongkar baju Dong Mi, akhirnya Ae Ran mendapatkan baju yang pas untuk dipakai. 

Untuk masalah rambut, agar terlihat muda, Ae Ran menguncirnya keatas dan membiarkan sebagian rambut tergerai. Ae Ran juga memakaikan make-up yang natural dan memfokuskan pada warna kulit saja, jadi Dong Mi hanya memakai sedikit blush on dan lipstik.  

Baju sudah, rambut sudah dan make-up juga sudah. Namun Ae Ran masih merasa ada yang kurang. Ya, Dong Mi kurang membawa tas, jadi Ae Ran pun meminjamkan tas miliknya pada Dong Mi. 

“Ini tas kesukaanku, jadi jangan sampai kotor. Kalau sampai lecet, kubunuh kau,” ancam Ae Ran dan kemudian mengingatkan Dong Mi untuk membayar makan dengan patungan, 6 banding 4. Jangan sampai Dong Mi dimafaatkan lagi. 


Setelah Dong Mi pergi, Ae Ran mendapat sms dari Dong Bae. Yang isi pesannya, “Syukuran jam 4 di restoran Swan.”


Dong Mi berjalan dengan riang sambil mengayun-ayunkan tas Ae Ran. Mengingat kalau Ae Ran berpesan agar tasnya jangan sampai rusak, Dong Mi pun langsung menghentikan langkahnya dan membersihkan  tas Ae Ran dari debu. Dong Mi kemudian berjalan pelan-pelan agar tas Ae Ran tidak rusak.


Jantung Dong Mi langsung berdegup kencang saat dia melihat pria muda itu sudah menunggunya. Pria itu tersenyum dan melambai pada Dong Mi. Dia menghampiri Dong Mi dan merangkulnya lalu mengajak Dong Mi makan. 

“Ayo kita makan, Koo Dong Mi,” ucap pria itu dan Dong Mi senang mendengarnya karena pria itu tak menganggapnya sebagai kakak tapi sebagai wanita. 

Gun Hak memberikan sekuntum bunga pada Tae Yong. “Berikan ini pada ibumu, jangan bilang dari ayah. Katakan kalau dia cantik,” ucap Gun Hak dan tae Yong mengerti. 


Tae Yong masuk ruangan Da Jung dan memberikan bunganya. “Bunga, aku berikan pada ibu karena ibu cantik... seperti bunga,” ucap Tae Yong dan Da Jung senang menerimanya. 


“Inilah enaknya punya anak. Aku harap dia ini anakku,” ucap Hye Sun dan Da Jung langsung memeluk Tae Yong. Hye Sun melihat ke luar dan lagi-lagi ia melihat pria yang sama yang dilihat sebelumnya, tapi ia tak mengetahui kalau pria itu, Gun Hak, adalah suami Da Jung. 


Ae Ran pergi ke restoran tempat Dong Bae mengundangnya. Semua orang langsung berdiri saat melihat kedatangan Ae Ran dan Dong Bae hanya melambaikan tangannya.

“Pegawaimu terus memintaku mengadakan syukuran, jadi kuundang mereka kemari,” ucap Dong Bae. Hmmm ternyata orang-orang yang datang itu adalah pegawai Ae Ran.

“Memangnya siapa dirimu?” tanya Ae Ran.

“Aku adalah pria yang bersamamu saat di pelaminan,” jawab Dong Bae dan salah satu pegawai Ae Ran meminta Ae Ran ikut duduk karena mereka semua sudah merasa lapar. Ae Ran tak mau, dia mengajak Dong Bae bicara berdua. 


Di luar, Ae Ran berkata kalau apa yang Dong Bae lakukan sekarang tidak ada gunanya. Dong Bae menjawab kalau dia tak ingin orang-orang beranggapan mereka cerai sesaat setelah menikah. Dia juga merasa aneh tinggal di rumah sendiri. 

Ae Ran kesal dan langsung menarik kerah baju Dong Bae, “Dasar egois, lebih tepatnya kita bukan bercerai. Secara resmi kita belum menikah!”

Dong Bae menangkap tangan Ae Ran dan berkata kalau semua orang tahu mereka berdua sudah menikah. Apa Ae Ran sendiri tak merasa bingung, jika ada yang bertanya? Ae Ran melepaskan tangannya dan kembali menarik kerah Dong Bae. 

“Karena itu kau ingin kita tinggal bersama? Supaya semua tambah membingungkan? Dasar kunyuk!” ucap Ae Ran kesal dan Dong Bae berusaha menjelaskan kalau semua wanita yang datang saat itu hanyalah mantannya saja, Dong Bae sudah putus dengan mereka. 

“Tapi kau memintaku jadi perisa.  Kau bilang kau ingin selingkuh!” teriak Ae Ran dan Dong Bae mengatakan kalau Ae Ran juga sama, Ae ran tak tulus pada Dong Bae. 


Di atas, semua pegawai Ae Ran sedang menikmati makanan mereka. Mereka kemudian melihat Ae Ran dan Dong Bae yang berpegangan tangan sambil berputar. Jadi setahu mereka Dong Bae dan Ae Ran sedang berdansa, pahalan aslinya mereka sedang bertengkar dan dorong-dorongan. 

Setelah dorong-dorongan, Dong Bae dan Ae Ran kelelahan. Mereka berdua duduk di bangku taman. Dong Bae lalu mengaku kalau disaat mereka masih pacaran, Ae Ran sering membuatnya patah hati, jadi karena itulah Dong Bae memutuskan selingkuh. 

“Kalau aku janji akau akan tulus padamu, apa kau mau tinggal bersama?” tanya Dong Bae dan Ae Ran tak bisa langsung menjawab. 


Mi Mo masih galau antara menelpon Soo Hyuk atau tidak. Dan akhirnya Mi Mo menelpon, namun sayang nomor Soo Hyuk tidak aktif. Karena nomor Soo Hyuk tidak aktif, maka Mi Mo pun menelpon nomor Masspunch. Pada orang yang mengangkat telepon, Mi Mo bertanya apa Soo Hyuk ada. 

“Dia sedang dinas keluar,” jawab Hyun Ki dan menambahkan kalau sebentar lagi Soo Hyuk tiba dari dinasnya. Penasaran kapan Soo Hyuk pulang, Mi Mo pun bertanya jam berapa Soo Hyuk sampai. 


Hyun Ki menjemput Soo Hyuk di bandara. Dia bertanya bagaimana pertemuan Soo Hyuk dengan Tuan Oh di Hong Kong, namun Soo Hyuk menjawab entahlah. 

“Aku sudah menemuinya, tapi aku tak tahu keputusan mereka,” tambah Soo Hyuk.

“Aaah, kau sampai beli tiket pesawat sendiri untuk kesana. Harusnya kau bawa mereka. kau perlu ancam mereka,” ucap Hyun Ki.

“Memangnya aku ini kau?” ucap Soo Hyuk dan Hyun Ki meralat dengan mengatakan kalau dirinya itu adalah pria yang cinta damai, buktinya setiap si istri marah, Hyun Ki hanya selalu diam. 

“Bukannya sunbae yang jadi kasar akhir-akhir ini?” tanya Hyun Ki, tapi saat melihat ekspresi Soo Hyuk menunjukkan ketidaksukaan, Hyun Ki langsung meralat dengan mengatakan kalau Soo Hyuk tidak terlalu kasar. 


Lee So Yeon dan Tuan Oh menemui Mi Mo di kantor. Ternyata Soo Hyuk berhasil membujuk mereka. Nyonya Lee meminta maaf pada Mi Mo karena sudah menimbulkan masalah untuknya. Dia beralasan pergi karena tak ingin mendengar keributan dan dia tak pernah menyangka akibatnya akan menjadi kacau. 

“Sulit sekali mengatur anak-anak itu. Terutama masalah uang. Anda ingat? Tentang pria idaman yang kubilang?” tanya Nyonya Lee.


Flashback

Saat itu Nyonya Lee berkata kalau dia ingin pria yang baik. Memang susah menentukan pria itu baik atau tidak, namun mereka bisa mendapatkan kesannya ketika bertemu dengan pria itu. Nyonya Lee kemudian melakukan kencan buta pertamanya dan disanalah pertama kali dia bertemu dengan Tuan Oh. 

Flashback End

“Separuh kehidupanku kujalani tanpa cinta. Aku punya banyak uang karena aku bekerja keras. Tapi setelah keuanganku stabil, aku sadar kalau cuma uang yang kupunya. Aku pikir anak-anakku akan memberiku banyak cinta, tapi kau lihat sendiri... Gyeong Wook, orang yang kau kenalkan, pria yang sangat hangat. Saat aku bertemu dengannya, dia menceritakan semuanya. Dia bilang bisnisnya bangkrut.. dan dia terlilit utang. Tapi anakku memeriksa jati dirinya.... dan menuduhnya ingin mencuri uangku. Jadi aku menyuruhnya ,memalsukan dokumen... untuk meyakinkan anak-anakku. Aku ingin hidup dengan tenang jadi kami lari ke luar negeri. Aku tak mengira akan jadi begini. Aku bodoh kan?” tanya Nyonya Lee dan Mi Mo menggeleng.

“Aku... tidak tahu apa perbuatanku benar,” tambah Nyonya Lee.


“Hal yang paling penting dalam hidup adalah kebahagiaan diri. Jika anda tidak bahagia karena khawatir pada perkataan anak anda, selamanya anda takkan bahagia. Aku juga, sering gagal membina hubungan. Aku sering terluka dan ketakutan...  karena cinta. Tapi aku takkan menyerah pada cinta karena aku ingin bahagia. Dengan begitu, orang disekitarku... akan ikut  bahagia,” ucap Mi Mo dan kemudian meraih tangan Nyonya Lee, dia meminta agar Nyonya Lee tidak menyerah dan mencintailah sesuka dirinya. Mendengar itu, Nyonya Lee pun menangis, meminta maaf dan berterima kasih pada Mi Mo. 


Tuan Oh masuk dan mengajak Nyonya Lee pulang, namun sebelum mereka pergi, Nyonya Lee memberitahu Mi Mo kalau teman Mi Mo lah yang sudah menyakinkan mereka untuk kembali ke Korea. 

“Dia bilang kau dalam masalah besar kalau kami tidak kembali. Kami pikir takkan ada yang akan menemukan kami, tapi dia berhasil menemukan dan mendatangi kami. Dia memohon dengan sangat, dia memohon supaya kami kembali ke Korea dan mendatangi kepolisian supaya kau tidak dituntut,” jelas Nyonya Lee dan tentu saja Mi Mo tahu kalau teman yang di maksud Nyonya Lee adalah Soo Hyuk. Mi Mo akhirnya tahu alasan Soo Hyuk pergi beberapa hari ini.


Pihak managemen Seul Ah mengamuk di kantor Masspunch, mereka menyalahkan dan memaki Soo Hyuk.

“Reporter dungu, beraninya kau memfitnah artis besar! Apa kau melihatnya? Apa kau melihat Seul Ah mencuri Kim Jung Hoon darinya?” ucap orang dari managemen Seul Ah.

“Semuanya tertulis di artikel. Ada fotonya juga,” ucap Soo Hyuk dengan santai. Yang membuat pihak managemen sangat murka adalah karena akibat artikel Soo Hyuk yang memojokkan Seul Ah sebagai perebut pacar Mi Mo, membuat beberapa kontrak di batalkan. Pria itu pun bersumpah kalau Soo Hyuk yang akan membayar semua kerugian mereka dan akan terlilit hutang seumur hidupnya. 

Soo Hyuk dan si bos keluar gedung. Melihat Soo Hyuk, para fans Seul Ah langsung menyerbunya. Soo Hyuk di maki dan juga di lempari telur. 


Mi Mo muncul dan melihat apa yang terjadi pada Soo Hyuk. Tentu saja Mi Mo tidak tega dan hendak menolong Soo Hyuk, namun Hyun Ki dengan cepat mencegahnya. Hyun Ki meminta Mi Mo untuk tidak mendekat karena suasana akan semakin runyam jika Mi Mo muncul. 

“Mana bisa aku diam? Ini semua salahku!” ucap Mi Mo panik.


“Meski anda kesana, mereka takkan berhenti. Sunbae pasti tak menginginkan hal itu,” ucap Hyun Ki. Mi Mo pun terlihat semakin sedih karena melihat Soo Hyuk dimaki dan dilempari. Soo Hyuk sendiri hanya bisa pasrah menerima semuanya. 


Mi Mo pulang namun dia tak langsung masuk ke apartemennya, dia duduk di bangku taman. Mi Mo menangis dan teringat pada ucapan Soo Hyuk yang berkata, “Aku masih ragu untuk merilis artikel itu. Tapi kalau tidak, akan butuh banyak waktu. Selain itu, selama waktu tersebut, kau akan terluka lagi. Aku takut..  aku takut karena aku tak tahu seperti apa kau akan terluka.” 

Mi Mo juga teringat ucapan Soo Hyuk saat dia mengakui perasaannya, “Apapun yang kukatakan, sepertinya akan termaafkan karena hari ini turun salju. Akan kukatakan sekali ini saja. Akan kukumpulkan keberanianku. Perasaanku selalu membohongiku, membuatku menyesal.”


Perasaan memang licik,” ucap Mi Mo saat dia dan Soo Hyuk berada di tempat duduk itu.

Menjengkelkan memang,” jawab Soo Hyuk.

Selama 13 tahun ini tak ada wanita yang membuatku marah. Tapi kau selalu membuatku marah,” ucap Soo Hyuk saat Mi Mo menemukan dia mabuk di depan rumah.

Sepertinya dia tidak datang. Lakukan padaku. Kita lihat, aku berdebar atau tidak. Kalau aku berdebar, pasti dia juga,” ucap Soo Hyuk saat bersedia melihat pertunjukan sulap Mi Mo. 


Mengingat semua itu, Mi Mo menangis terisak-isak.

Jangan sentuh aku. Membuatku jadi ingin memelukmu,” ucap Soo Hyuk saat Mi Mo menyentuh kepalanya.

Apa kau ingin tahu siapa aku?” ucap Soo Hyuk saat menyelamatkan Mi Mo dari anak Nyonya Lee.


Wanita yang tingginya 163 cm, kelopak mata ganda, badannya mungil... punya kesalahan yang indah. Wanita itu adalah dirimu, ikan mas,” ucap Soo Hyuk saat mereka berdua ada di SD Dalpit. 

Mi Mo terus menangis mengingat semuanya. Tepat disaat itu Soo Hyuk muncul dan mereka hanya saling pandang dari jarak jauh. 


“Seandainya aku.... sedikit saja lebih lambat..,”ucap Mi Mo dalam hati.

“Seandainya aku.... sedikit saja lebih cepat...,” ucap Soo Hyuk dalam hati.

Kami...”

“Kami..”

“Akankah kami melihat tempat yang sama?”


“Akankah kami melihat tempat yang sama?”


Ucap keduanya didalam hati secara bergantian. Mereka saling menatap dengan tatapan penuh cinta namun tak berani untuk bersatu. 

Komentar :

Saat Hae Joon melihat Soo Hyuk berada di samping Mi Mo yang kedinginan, yang pertama kali ia pikirkan adalah kenapa Mi Mo bersama Soo Hyuk. Ia tak melihat Mi Mo yang basah dan kedinginan, tapi ia malah memikirkan Mi Mo yang masih dekat dengan Soo Hyuk padahal sudah punya pacar.


Saat Hae Joon melihat Soo Hyuk berada di samping Mi Mo yang terbaring tak sadarkan diri, yang terpikir pertama kali bukannya memikirkan keadaan Mi Mo, tapi malah menyuruh Soo Hyuk menyingkir dari sisi Mi Mo karena Mi Mo adalah pacarnya.

Hae Joon tentu memikirkan ucapan Yeon Soo yang mengatakan kalau Hae Joon selalu menjadi pusat sebuah hubungan, karena itulah Hae Joon tak bisa melihat apa yang seharusnya kau lihat. Benarkah yang ia lakukan ini karena ia merasa pusat dari sebuah hubungan?

Bukankah ini yang namanya cemburu? Dan ia cemburu karena cinta?

Mungkin Hae Joon sekarang masih bertanya-tanya, tapi mungkin kita sebagai penonton sudah merasakan saat Hae Joon jadi pusat sebuah hubungan.


Contoh sebuah pusat adalah matahari yang menjadi pusat tata surya kita. Dia ada di tengah, dan planet-planet mengelilinginya. Matahari tak akan menyadari apa yang terjadi pada bumi. Saat Bumi terjadi gerhana, matahari tak akan tahu. Saat Bumi mengalami jaman es karena tertabrak asteroid, matahari tetap akan menyinari Bumi yang terus mengelilinginya. Saat Bumi menghijau lagi, yang dilihat Matahari tetaplah Bumi yang sama.

Begitu pula Hae Joon. Saat kaki Mi Mo lecet karena memakai high heels,  Hae Joon tak menyadari hal itu dan malah mengajaknya jalan lagi. Saat di bioskop, Hae Joon merasa senang bisa menggoda Mi Mo yang ia tahu sudah ingin dicium (dan ia tak mencium Mi Mo sampai film selesai) Saat di restoran, Hae Joon merasa geli bisa membuat Mi Mo cemas akan hutang-hutangnya.

Padahal yang ia hadapi adalah Mi Mo, janda yang merasa insecure. Ia tak memikirkan kalau seorang wanita akan merasa galau dengan hutang yang dimiliki pacarnya. Ia tak memikirkan kalau Mi Mo mungkin jadi tak pede dengan dirinya sendiri karena tak jadi dicium. Ia sibuk memikirkan dirinya sendiri, perasaannya sendiri.

Masa sih sampe sekayak gitunya? Women is a complicated person, kadang yang remeh-remeh aja dipikirn sampe baper.


Saya jadi kasihan dengan Hae Joon. Karena ini drama korea, dan Mi Mo kemungkinan besar jadian sama Soo Hyuk. Lantas Hae Joon dengan siapa, dong? Karena jika Hae Joon tak merubah pola pikirnya seperti yang disarankan Yeon Soo, kehidupan cinta Hae Joon pasti akan berujung pahit.

Jika Hae Joon tak mulai belajar care dengan pasangannya, mungkin hubungannya akan berakhir seperti pernikahannya dengan Yeon Soo. Pasangannya akan merasa lelah menghadapi Hae Joon, seperti yang diungkapkan Yeon Soo sebelumnya.


Yeon Soo pernah berkata kalau Hae Joon tak pernah tersenyum seperti itu padanya (saat Hae Joon tersenyum-senyum di ruang kerjanya). Hae Joon berkata ia pernah tersenyum, tapi Yeon Soo tak menyadarinya. Yeon Soo baru menyadari setelah Hae Joon bercerita.

Yang membuat saya berpikir.. Hae Joon tersenyum memikirkan Mi Mo saat tak di depan Mi Mo. Jadi mungkinkah Hae Joon dulu tersenyum memikirkan Yeon Soo saat Yeon Soo tak melihatnya? Pantas saja Yeon Soo merasa Hae Joon tak peduli, karena kepedulian Hae Joon disimpan sendiri.



Sementara Soo Hyuk dan Mi Mo..Andai Mi Mo lebih lambat mengungkapkan perasaannya pada Hae Joon, atau Soo Hyuk ga lemot dan lebih cepat menyadari perasaannya, mereka tak akan mengalami dilema ini. Mi Mo menyadari perasaannya apada Soo Hyuk, dan Soo Hyuk sudah tahu ternyata cinta pertamanya belum padam. Tapi hubungan mereka sudah terpisah oleh tembok tinggi yaitu Hae Joon.

Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending Episode 11

4 comments :

  1. sama ambk aku juga.. tiap hari patengin blog ini thanks for mbk dee n mbk lilik..slam kenal

    ReplyDelete
  2. can't waiting for next episode...

    gumawo..

    ReplyDelete
  3. lanjut terus sinopnya ya mbak...makin seru aja

    ReplyDelete