February 24, 2016

One More Happy Ending Episode 10 - 1

One More Happy Ending Episode 10 - 1


Mi Mo di serang oleh para fans Seul Ah karena mereka mengira Mi Mo lah yang menjadi penyebab Seul Ah keguguran. Untungnya ada Soo Hyuk yang melindunginya dan kemudian membawanya pulang. Dalam perjalanan pulang, Mi Mo hanya diam, terlihat masih shock. Dia teringat kembali cacian para fans Seul Ah.



Mampus kau penyihir! Kenapa kau masih hidup? Harusnya kau mampusItu Han Mi Mo! Hei! Pergi kau!


Soo Hyuk melihat Mi Mo, walau khawatir ia tak mengatakan apa-apa, seolah-olah tahu apa yang Mi Mo rasakan dan pikirkan. 


Soo Hyuk menuntun Mi Mo masuk rumah dan mendudukkannya di sofa. Ia juga mengambilkan minuman hangat untuk Mi Mo. Agar Mi Mo tak melihat berita, Soo Hyuk mencabut semua kabel TV, menyembunyikan laptop dan juga mematikan ponsel Mi Mo. 


“Hari ini saja, jangan lihat apapun. Jangan dengarkan apapun,” ucap Soo Hyuk dan kemudian mengambil Ppoppo. Ia menyuruh Mi Mo hanya bermain dengan Ppoppo.

“Aku baik-baik saja. Tak usah khawatir, pergilah,” jawab Mi Mo, memaksakan senyum. Soo Hyuk pun tak bisa berkata-kata lagi dan meninggalkan Mi Mo sendiri. 


Hae Joon sedang berjalan di koridor rumah sakit saat tak sengaja mendengar 2 orang wanita membicarakan gosip tentang Mi Mo dan menyalahkan Mi Mo sebagai penyebab keguguran Seul Ah. Tentu saja Hae Joon kaget mendengarnya. 

Kita kemudian diperlihatkan pada artikel-artikel yang menyudutkan Mi Mo. Judul artikelnya antara lain, “Drama Koo Seul Ah dan Han Mi Mo”, “Kim Jung Hoon selingkuh dengan anggota Angel yang lain”, “Koo Seul Ah keguguran setelah ditendang Han Mi Mo” dan  “Pelayann restoran melihat Han Mi Mo memaki Koo Seul Ah.” 


Hae Joon masuk ke ruangannya dan langsung berusaha menghubungi Mi Mo, namun sayang ponsel Mi Mo sudah di matikan oleh Soo Hyuk, sehingga Hae Joon tak bisa menghubungi Mi Mo. Seorang perawat masuk dan Hae Joon dengan tergesa-gesa meminta si perawat untuk membatalkan semua jadwalnya karena ia punya masalah mendesak. 


Soo Hyuk sudah berganti baju dan hendak pergi kerja lagi. Sebelum masuk lift, Soo Hyuk melihat sejenak ke arah apartemen Mi Mo. 


Di kantor, Soo Hyuk membuat perhitungan pada pegawai pengganti A Ni. Dengan penuh emosi, Soo Hyuk menarik wanita itu dari tempat duduknya. Hyun Ki muncul dan berusaha menenangkan Soo Hyuk. Saat di tanya tentang artikel Mi Mo, si pegawai baru mengaku kalau dia menemukan artikel itu di recycle bin A Ni. 


“Kau tahu arti recycle bin? Ini tempatnya membuang data. Lalu kenapa kau ambil lagi datang yang sudah dibuang? Kau pikir kenapa A Ni membuangnya?” tanya Soo Hyuk emosi.

“Soal itu...”

“Harusnya kau tanya dulu. Kau tahu berita tak bisa ditarik setelah beredar kan? Kenapa kau merilisnya tanpa tanya A Ni dulu?” teriak Soo Hyuk dan menghentakkan kertas-kertas yang ada di meja pegawai itu. 

“Soal itu..,” pegawai itu bingung menjawab sehingga bos mereka muncul dan menjawab kalau dialah yang menyuruh pegawai itu merilisnya, karena artikel itu seharusnya di rilis sejak dulu. 

“Saat A Ni dan aku memutuskan untuk menguburnya, seharusnya Anda tahu bahwa kami punya alasan kan? Bisa-bisanya Anda merilis artikel itu tanpa bilang padaku? Artikel itu memicu ratusan artikel lain untuk menyerangnya. Berkat Anda... wanita polos berubah menjadi seorang penyihir,” ucap Soo Hyuk kesal pada bosnya.


“Cuma kebetulan artikel itu dirilis saat Koo Seul Ah keguguran. Kau pikir kami sengaja? Lagi pula, dirilis atau tidaknya sebuah artikel, itu terserah aku. Kenapa harus tanya kau dulu?” tanya Bos.


“Bagaimana dengan keputusan kami? Hah, bagaimana dengan keputusan penulis artikel itu? Hah?!” tanya Soo Hyuk dan si bos tak bisa menjawabnya. Dengan kesal Soo Hyuk membanting tempat sampah. “Aku tak suka seperti ini. Aku berhenti,” ucap Soo Hyuk dan berjalan pergi. Hyun Ki pun mengejarnya.


Pegawai baru itu bertanya apa si bos baik-baik saja dan si bos mengiyakan. Bukannya marah dengan apa yang Soo Hyuk lakukan, si bos malah memuji sikap Soo Hyuk.

“Aigoo, baru kali ini... ada orang membentak atasan,” ucap si bos dan si pegawai baru menambahkan kalau dunia ini memang sudah gila.

“Woah, lumayan seksi,” puji si bos dan si pegawai baru terbengong mendengarnya.


Mi Mo masih duduk terdiam di sofa. Ia masih teringat semua makian yang di tujukan padanya. Tepat disaat itu bel pintunya bunyi dan yang datang adalah Hae Joon.


“Kau baik-baik saja?” tanya Hae Joon dan Mi Mo mengiyakan. Hae Joon kemudian langsung memeluk Mi Mo.

Mereka kemudian duduk di sofa, Hae Joon melihat kabel TV Mi Mo yang sudah di cabut, namun dia tak berkomentar apa-apa, karena dia tak tahu siapa yang melakukannya. Coba dia tahu, wkkwkw bakal cemburu tuh dia.


Hae Joon menggenggam tangan Mi Mo dan Mi Mo berkata kalau dia akan baik-baik saja sejalannya waktu berlalu. Hae Joon lalu menyarankan agar Mi Mo menanggapi semua hal yang menyudutkan dirinya. Mendengar saran itu, Mi Mo jadi teringat pada apa yang Soo Hyuk katakan kalau hari ini Mi Mo tidak usah melihat apapun dan jangan dengarkan apapun. 

“Waktu... waktu akan menyelesaikan semuanya. Aku hanya perlu berharap semua akan berlalu. Meski sekarang aku melakukan sesuatu..,” belum selesai Mi Mo berkata-kata, Hae Joon memotong dan bertanya kenapa Mi Mo hanya ingin diam saja seperti orang bodoh. Mi Mo kaget dengan reaksi dan solusi yang diberikan Hae Joon, berbeda dengan reaksi Soo Hyuk yang menenangkannya.


“Sewa pengacara dan katakan kalau semua ini salah. Aku akan membantumu,” ucap Hae Joon dan Mi Mo menjawab tidak sekarang. Mi Mo berkata kalau kejadian ini bukan yang pertama terjadi, dulu bahkan lebih parah. Hae Joon pun mengerti dan dia terlihat sedih karena dia tak bisa membantu Mi Mo. 


“Terima kasih sudah datang kemari. Aku jadi kuat,” ucap Mi Mo dan langsung dipeluk oleh Hae Joon. Hae Joon lalu mengajak Mi Mo pergi.


Dong Mi bercerita pada Da Jung kalau tadi ada seorang pria yang tiba-tiba menarik Mi Mo pergi. Da Jung penasaran dan bertanya siapa, apa orang itu  Koo Hae Joon? Ae Ran dan Dong Mi menjawab dengan gelengan kepala. Ae Ran mengaku kalau dia tidak kenal. Mendengar itu, Da Jung jadi ingat kalau sebelumnya Mi Mo pernah mengaku selalu berdebar saat bertemu dengan seseorang. 


Dong Mi kemudian bertanya-tanya dengan nasip Mi Mo, karena dulu dia pernah tersiksa gara-gara Koo Seul Ah. 

“Kenapa selalu dengan Koo Seul Ah?” tanya Dong Mi bingung.

“Mungkin di kehidupan yang lalu mereka suami istri. Karena itu mereka selalu berurusan,” ucap Ae Ran dan Da Jung langsung menegur karena sekarang bukan waktunya bercanda. Ae Ran membela diri dengan mengatakan kalau dia berkata seperti itu karena dia khawatir. 


Da Jung meminta kedua sahabatnya untuk pergi menemani Mi Mo, namun Ae Ran berkata kalau Mi Mo melarang mereka datang. 

“Dia tak sungguh-sungguh. Cepat temui dia,” ucap Da Jung.


Min Woo pulang dan tanpa sengaja melihat Mi Mo dan Hae Joon berada di dalam mobil yang sama. 


Ae Ran dan Mi Mo sudah berada di depan rumah Mi  Mo. Mereka memencet bel namun tak ada yang membukakan pintu. Mereka tidak tahu kalau Mi Mo sudah pergi bersama Hae Joon. Dong Mi mencoba menelpon Mi Mo, tapi tidak bisa karena ponsel Mi Mo memang di-nonaktif-kan. 

“Kalian temannya ahjumma itu?” tanya Min Woo pada Dong Mi dan Ae Ran.

“Apa? Ahjumma?” tanya Dong Mi tak percaya kalau Mi Mo sudah dipanggil Ahjumma.

“Ahjumma apartemen 1501,” jawab Min Woo. Dong Mi langsung bertanya pada Ae Ran apa mereka sudah pantas dipanggil ahjumma. Ae Ran mengiyakan karena mereka memang sudah tua. 

“Barusan dia keluar dengan pria,” ucap Min Woo.

“Apa? Dengan siapa? Seperti apa dia? Dia tinggi dan tampan? Atau dia tinggi dan tampan?” tanya Dong Mi tak jelas, membuat Ae Ran yang maju untuk bertanya. 


“Apa dia setinggi ini dan tampan? Atau dia setinggi ini...  dan lucu?” tanya Ae Ran.

“Aku berharap ahjumma bersama si pria lucu itu. Tapi dia pergi dengan si pria tampan,” jawab Min Woo yang mengerti siapa kedua pria yang dimaksud. Dong Mi merasa lega karena Mi Mo sekarang sedang bersama pacarnya jadi mereka tidak perlu khawatir. 


Min Woo lalu masuk ke rumahnya. Melihat Min Woo, Dong Mi berkomentar kalau Min Woo terlihat sangat cerdas. Dong Mi yang sudah berpengalaman mengajar anak-anak, sangat yakin kalau Min Woo akan tumbuh menjadi orang hebat.  Di dalam rumah, Min Woo terlihat sedih karena  mengetahui kalau Mi Mo berpacaran dengan Hae Joon. 


Kantor sudah gelap dan Soo Hyuk masih sibuk di depan laptopnya. Dia mengingat kembali saat Mi Mo marah pada Jung Hoon dan mengingat setiap kata yang Mi Mo katakan saat itu dan mengetiknya. Hyun Ki melihatnya dan terlihat iba.


Hae Joon mengajak Mi Mo ke sebuah rumah tradisional. Mereka duduk di luar. 

“Malam ini, jangan pikirkan apa-apa. Pandangi langit saja,” pinta Hae Joon dan Mi Mo mengeluh kalau semua yang terjadi tak ada habisnya. Mi Mo lalu mengaku kalau hal terbaik yang terjadi padanya adalah saat debut bersama Angels tapi hal yang sangat dia sesali juga debut bersama Angels.


“Aku bahagia menerima banyak cinta dari penggemar. Tapi grup bubar... dan kami melewati masa sulit. Kesulitan yang kami lewati membuat kami kuat. Meski Angels hanyalah masa lalu... Orang masih mengingatku sebagai anggota grup itu. Mereka selalu mengungkit masa lalu. Aku ingin menghapus semua itu dan hidup sebagai Han Mi Mo. Tapi mereka tak membiarkanku melakukannya. Aku pikir aku semakin kuat setelah sekian tahun. Sepertinya aku salah,” ucap Mi Mo dan Hae Joon kemudian merangkul Mi Mo.


“Kau masih bisa tegar begini... artinya kau itu kuat,” ucap Hae Joon dan Mi Mo tersenyum, namun senyumnya hanya sebentar karena Mi Mo kembali terlihat sedih.


Soo Hyuk sedang minum bersama Hyun Ki di pojamacha. Hyun Ki menyarankan agar masalah Mi Mo dibiarkan begitu saja, karena semua itu akan hilang sejalannya waktu. Kalau Soo Hyuk berusaha melawan mereka semua, maka itu akan jadi pertarungan yang sia-sia. Jadi sebaiknya Soo Hyuk mencari gosip besar lain untuk menutupinya. Selain itu juga, karena agensi Koo Seul Ah adalah agensi terbesar dan Soo Hyuk sendiri nantinya yang akan terluka jika menjelekkan artis mereka.


“Tidak apa-apa aku terluka. Tapi kalau aku diam saja, dia juga akan terluka. Yang paling ku khawatirkan adalah nantinya artikelku itu... juga bisa melukai Han Mi Mo,” jawab Soo Hyuk dan Hyun Ki tak bisa berkata-kata lagi.


Soo Hyuk pulang dan sebelum masuk rumah, dia berdiri sejenak di depan rumah Mi Mo. 


Mi Mo pulang dan menyalakan ponselnya, ada 24 panggilan tak terjawab. Mi Mo pun langsung menghubungi balik nomor tersebut dan dia memanggil orang tersebut dengan nama “nona Kwak.” Belum selesai Mi Mo menyudahi pertanyaannya, nona Kwak langsung berkata kalau mereka mendapat masalah. 


Soo Hyuk membuka pintu dan bertepatan dengan Mi Mo yang juga keluar rumah. Mi Mo terlihat tergesa-gesa menuju suatu tempat. Karena belum saatnya Mi Mo muncul di tempat umum, Soo Hyuk pun menangkap tangannya dan hendak mencegah Mi Mo pergi. Namun karena urusannya darurat, Mi Mo pun tak bisa mematuhi permintaan Soo Hyuk.


Yeon Soo sengaja menunggu Hae Joon di lobi. Namun Hae Joon tak berkata sepatah katapun saat melihat Yeon Soo, dia hanya berjalan lurus ke depan sehingga membuat Yeon Soo meminta Hae Joon untuk tidak menghindari dirinya. Hae Joon berbalik dan menjawab kalau Mi Mo yang melarang dirinya bicara dengan Yeon Soo. 

“Aku kemari bukan untuk mendekatimu. Kita tiap hari bertemu, aku tak nyaman seperti ini. Aku minta maaf atas ucapanku tempo hari. Pikiranku sedang kacau. Jawab aku, sakit rasanya,” pinta Yeon Soo 


Dan sekarang mereka sudah berada di rumah Hae Joon. Yeon Soo lalu bertanya tentang Han Mi Mo, karena berita tentang Han Mi Mo sudah menyebar luas. Hae Joon menjawab kalau dia dan Mi Mo berharap waktu yang akan menyelesaikannya. 

Yeon Soo kemudian bertanya kenapa Hae Joon menyukai Mi Mo, apa karena dia anggota Angels? Hae Joon menjawab karena Mi Mo bisa membuatnya tersenyum. Saat mengatakan itu, Hae Joon teringat kembali saat dia melihat Mi Mo untuk pertama kalinya. Ketika itu Mi Mo sedang manggung bersama anggota Angels yang lain dan itulah saat pertama kali Hae Joon tersenyum karena Mi Mo. 

Hae Joon juga dibuat tersenyum oleh Mi Mo saat Hae Joon mengaku terlilit hutang dan juga saat Mi Mo dikira akan dicium saat di bioskop padahal Hae Joon hanya meletakkan popcorn di samping Mi Mo. 


Membayangkan semua kejadian itu membuat Hae Joon tersenyum kembali. 

“Dia membuatmu tersenyum? Cinta memang kualitas bukan kuantitas. Kau sudah berkali-kali pacaran. Tapi kau belum menyadari sesuatu. Kau itu oranganya bisa menerima tapi tak tahu cara memberi,” ungkap Yeon Soo.

“Apa?”


“Wanita yang membuatmu tersenyum. Semua hubungan selalu berpusat padamu. Karena itu, kau tak bisa melihat apa yang seharusnya kau lihat,” ucap Yeon Soo lagi, namun Hae Joon tak mengerti maksudnya. “Saat kau tersenyum, hatiku menangis,” tambah Yeon Soo yang kemudian pamit balik karena dia sudah merasa baikkan setelah mengungkapkan semuanya. Dia juga meminta Hae Joon memikirkan baik-baik arti perkataannya. 


Mi Mo pergi ke kantor polisi diikuti Soo Hyuk, namun Soo Hyuk hanya melihat apa yang terjadi dari pintu dan tidak masuk ke dalam. Mi Mo menghampiri Sek. Park yang memberitahunya kalau Brave Wedding dituduh melakukan penipuan. 

“Anda ingat pasangan Lee So Yeon dan Oh Gyeong Wook kan?” ucap Sek. Park hendak menjelaskan, namun belum selesai Sek. Park menjelaskan tiba-tiba seorang pria mencengkram baju Mi Mo dan itu membuatnya terkejut. Untungnya ada polisi yang mencegah pria itu untuk menyakiti Mi Mo. Ternyata yang melaporkan Brave Wedding adalah pria yang mengamuk selesai acara kencan buta. 


Polisi mengatakan kalau bukan Lee So Yeon yang menuntut Brave Wedding, karena itu polisi sendirilah yang harus menyelidiki apa yang terjadi. Polisi kemudian memberikan bukti kalau surat-surat milik Tuan Oh semuanya palsu. Mulai dari sertifikat, lisensi bisnis, dan juga pernyataan dari institusi keuangan. Mi Mo mengaku kalau dia tak tahu tentang semua itu dan pengakuan itu langsung diprotes oleh pria yang melaporkannya. Karena pria itu terus berteriak, diapun ditegur oleh pak polisi. 

“Apa kami bisa dituduh menipu karena tidak memeriksa surat-surat ini?” tanya Mi Mo.

Polisi kemudian memberikan bukti transfer Tuan Oh pada Brave Wedding. “Dari situ terlihat Anda menerima imbalan,” jelas polisi tentang kesalahan Brave Wedding.


Mi Mo sepertinya tidak tahu tentang uang transfer tersebut, sehingga dia langsung menoleh pada Sek. Park dan Sek. Park menjawab kalau Da Jung-lah yang tahu tentang hal tersebut. 

“Kami sudah menolaknya, tapi Tuan Oh memaksa ingin berterima kasih. Dia mentransfer uang itu untuk berterima kasih,” jelas Sek. Park dan pernyataan itu langsung disindir oleh pria penutut.


“Tentu saja ucapan terima kasih, karena kalian sudah mengenalkannya pada wanita kaya raya. Pasti itu belum semua. Dia pasti akan membayar lebih setelah dia kabur dengan uang wanita itu,” sindir pria itu dan Mi Mo menjawab kalau mereka masih belum tahu kebenarannya jadi pria itu harus menjaga mulutnya. 


“Perusahaan kami tidak serendah itu... sampai bisa kau katai,” ucap Mi Mo kesal dan pria itu tak bisa berkata-kata lagi.

Keluar kantor polisi, Mi Mo terlihat sangat shock dan mentalnya drop. Dan itu mempengaruhi fisiknya. Dia terlihat sangat lemas dan tak bertenaga sampai hampir terjatuh. Untungnya ada Sek. Park yang menahan tubuhnya. Sek. Park mengusulkan untuk menghubungi Da Jung namun Mi Mo mencegah karena dia tak ingin kondisi Da Jung memburuk.

“Jadi bagaimana?” tanya Sek. Park.

“Aku akan membuktikannya. Aku yakin perusahaan kita tidak melakukan penipuan. Jangan beritahu Da Jung,” ucap Mi Mo dan berjalan pergi diikuti Sek. Park, tak menyadari kalau ada Soo Hyuk di dekatnya dan mendengar apa yang Mi Mo katakan. 


Soo Hyuk lalu menelpon seseorang dan berkata, “Ini aku, carikan orang untukku. Pakai segala cara.”


Di jalan semua orang yang berpapasan dengannya menggunjingkan Mi Mo secara terbuka karena masalah Seul Ah. Tentu saja itu membuat Mi Mo tak nyaman dan ketakutan. Saking ketakutannya, Mi Mo membayangkan ada seorang pria yang hendak menusuknya dengan pena. Membayangkan hal itu, membuat Mi Mo berteriak histeris dan terduduk. 


Sek. Park pun bertanya kenapa dengan Mi Mo, apa Mi Mo baik-baik saja. Namun pertanyaan itu tak dijawab oleh Mi Mo, Mi Mo lebih memilih meneruskan perjalanan. 


Karena bosan di kamar, Da Jung pun pergi ke luar. Dia duduk di taman rumah sakit sendirian. Melihat ranting yang kering, Da Jung bergumam kalau mereka bernasib sama. Tanpa Da Jung sadari, Gun Hak berada tak jauh dari tempatnya duduk. Da Jung juga tidak tahu kalau selama ini Gun Hak terus mengawasi dirinya. Gun Hak terlihat sedih dan teringat pada masa lalu mereka.

Flashback


Da Jung menemui Gun Hak di kantor dan membawa kaos couple bertuliskan mempelai pria dan mempelai wanita. Da Jung ingin mereka berdua memakai baju itu.

“Ini bukan gayaku. Aku tak suka kaos couple,” ucap Gun Hak yang merasa terlau tua memakai baju yang anak muda banget.


“Baiklah... Kalau begitu aku tak mau menikah. Kalau sekarang saja menolak permintaanku, apalagi setelah menikah nanti? Aku tak mau menikah dengan pria seperti itu,” ucap Da Jung dan hendak pergi. Namun Gun Hak menangkap lengannya dan bertanya kapan mereka memakai kaos couple itu. Da Jung menjawab saat mereka pergi ke taman hiburan. 

“Kau ingin ke tempat seperti itu?” tanya Gun Hak.


“Mungkin kau lupa, tapi usiaku baru 22 tahun. Kita pakai kaos memalukan itu dan bersenang-senang seperti anak kecil. Aku sebenarnya berencana menikah saat usiaku 30. Tapi karena menikahimu, untuk delapan tahun kedepan, aku takkan hidup seperti jomblo. Karena itu kita harus bersenang-senang selama 8 bulan ini,” jelas Da Jung dan kemudian mengeluarkan daftar yang ingin dia lakukan. 


Euuum.... Saat itu mereka berdua terlihat bahagia bersama. Gun Hak juga terlalu tersenyum setiap melihat Da Jung bicara.

Flashback End


Namun Gun Hak dan Da Jung yang sekarang, sudah berjauhan. Walaupun sepertinya masih ada cinta diantara mereka, namun mereka berdua sama-sama malu mengakuinya.


Mi Mo pergi ke kantor dan mendapati masalah lain. Kantor sekarang ricuh karena banyak klien Brave Wedding yang mengamuk setelah mendengar perusahaan itu melakukan penipuan. Mi Mo berusaha memberitahu kalau hal itu belum dipastikan kebenarannya dan polisi masih melakukan penyelidikan. 


“Istriku yang berasal dari biro jodoh ini.... kabur dengan uangku! Bagaimana kau menjelaskannya?” teriak pria itu dan Mi Mo kebingungan menjawab.


Masspunch Membeberkan Kebenaran” adalah artikel yang berhasil Soo Hyuk tulis semalam. Isi artikel itu adalah kebenaran tentang Han Mi Mo yang menjadi korban cinta segitiga. Hyun Ki muncul dan memberitahu Soo Hyuk kalau dia sudah menemukan orang yang Soo Hyuk minta carikan. Orang itu sekarang ada di Hong Kong. 


Soo Hyuk lalu menghadap bos dan mengatakan kalau dia ingin merilis artikel yang sudah dia tulis. Si Bos pun mengingatkan Soo Hyuk, kalau dia akan berurusan dengan banyak hal jika artikel itu di rilis.


“Jika Anda peduli padaku, harusnya Anda tanya dulu sebelum merilis artikel itu. Ini salah Anda. Jangan lari dari tanggung jawab. Tapi..... aku akan memberitahu Anda saat saya sudah membuat keputusan,” jawab Soo Hyuk dan pergi.


Mi Mo sedang berada di bangku taman saat Soo Hyuk muncul dan menghampirinya. Soo Hyuk memakaikan syal miliknya pada Mi Mo karena cuaca sangat dingin. 

Ia memberitahu kalau berita itu akan reda seiring berjalannya waktu, tapi mereka bisa juga melakukan sesuatu dengan merilis artikel lain. Ia akan menulis kebenaran dari cinta segitiga ini. "Tapi untuk melakukannya, kau harus... membeberkan hubunganmu dengan Kim Jung Hoon,” ucap Soo Hyuk hati-hati. Tak ada jawaban dari Mi Mo. 


Soo Hyuk lalu jongkok di depan Mi Mo, “Aku sudah coba mengubur artikel ini, aku masih enggan untuk merilisnya. Aku takut kau terluka. Tapi berita palsu ini akan butuh waktu lama agar bisa reda kalau aku tak melakukan apa-apa. Selain itu, selama selang waktu ini, kau akan ketakutan lagi. Itulah yang kutakutkan. Aku tak tahu luka seperti apa yang akan kau alami. Setiap keputusanku, tergantung perasaanmu. Kalau kau tak mau, takkan kulakukan,” jelas Soo Hyuk.

Mi Mo menggeleng bingung dan menjawab, “Entahlah. Aku benar-benar tidak tahu. Aku semakin bingung karena semua ini tentang aku,” Mi Mo sekuat tenaga menahan air matanya  


Tapi Mi Mo tak kuat lagi dan meneteskan air mata. Soo Hyuk merasa iba dan hendak menghapus air mata itu, namun tangan Soo Hyuk terhenti. Dia tak berani menyentuh wajah Mi Mo. 


Di dalam lift, Mi Mo mengembalikan syal Soo Hyuk dan mengucapkan terima kasih. Tubuh Mi Mo lemas dan dia lagi-lagi hampir terjatuh. Untungnya ada Soo Hyuk yang menangkap Mi Mo.


“Kau baik-baik saja?” tanya Soo Hyuk khawatir dan Mi Mo mengiyakan. 


Mi Mo kembali merasakan kalau tubuhnya tak stabil saat masuk ke dalam rumah. Dia sampai harus berpegangan saat melepas sepatu tingginya. Mi Mo mencoba menenangkan diri dengan minum air putih tapi cacian dan hinaan para fans Seul Ah malah terus terngiang di telinganya.


Dan semua itu membuat Mi Mo merasa pusing dan terjatuh. Mi Mo pingsan.

Apa yang akan terjadi pada Mi Mo? Siapa yang akan menolongnya? Hae Joon kah? Atau Soo Hyuk? Atau Min Woo?

Tunggu jawabannya di sinopsis part 2 ya...

Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending Episode 10 part 2

3 comments :