February 27, 2016

High End Crush Episode 8

High End Crush Episode 8


Se Hoon mengantarkan Yi Ryung ke rumah yang sudah ia sediakan. So sweet banget, kan? Nggak juga karena Se Hoon menggunakan hal ini sebagai uang muka agar Yi Ryung segera menandatangani kontraknya.


Yi Ryung menganggap Se Hoon ini aneh, tapi Se Hoon malah menjawab, “Semua orang hebat itu pasti aneh. Orang biasa tak mungkin bisa memahaminya. Bahkan di jaman dulu, orang yang melakukan sebuah hal besar semuanya itu aneh.” Se Hoon menatap Yi Ryung, “Ngerti kan? Got it?”


Ha.ha.ha. Yi Ryung hanya bisa nyengir kuda melihat omongan Se Hoon.


Se Hoon membukakan  pintu apartemen untuk Yi Ryung dan bertanya Yi Ryung masih menyimpan kartu namanya. Ia tak memberikan kartu nama itu ke sembarang orang, jadi Yi Ryung harus pegang kartu itu erat-erat. Se Hoon juga akan memberikan handphone untuk Yi Ryung besok. Yi Ryung menolak sopan karena tak ingin ia menjadi beban Se Hoon. Tapi Se Hoon menjawab tak apa-apa, “Toh kau sudah membebaniku banyak. Beban 100 persen dengan 101% toh juga tak ada bedanya.”


Yi Ryung gemas alias kesal melihat Se Hoon yang sok banget. Tapi walau begitu itu berterima kasih atas semua perhatian Se Hoon ini. Tau jawaban pria itu? “Semua ini tidak gratis. Jangan hanya berterima kasih. Nikmati semuanya hari ini. Besok juga lakukan hal yang sama. Aku ingin kau merasa tertekan karena terus berhutang budi. Selamat malam, dan tetap lah ingat pada tekanan yang ada dalam pikiranmu.”

Dan sebelum pergi, Se Hoon melepas pintu sehingga hampir mendorong Yi Ryung, membuat Yi Ryung benar-benar kesal dibuatnya.


Pada kedua temannya, Chief Heo berkata jika seseorang sudah terbiasa dengan perilaku si gila a.k.a si bos, maka si boss mulai terlihat menawan. Dan ia tak tahu apa yang akan terjadi pada Se Hoon sekarang ini.


Se Hoon terlihat selalu senang, dan tak bisa jauh-jauh dari handphone-nya. Ingin memberikan yang terbaik pada si gadis. Tapi ia jadi terlalu banyak pertimbangan. Kita melihat Se Hoon ragu antara menelepon Yi Ryung atau tidak, akhirnya memilih tidak untuk jaga gengsi.


Dan memang Yi Ryung terkesima melihat apartemen yang sangat mewah dan lengkap. Tak perlu ia tambah lagi kecuali foto kakeknya yang ia taruh di atas meja. 


Sambil berbaring Yi Ryung meminta kakeknya untuk tidak memarahinya. “Hanya sampai sini saja, Kek, jadi jangan terlalu khawatir. Aku hanya membayar hutang budi dan sepertinya ia juga tak jahat. Walau sedikit aneh.”


Keesokan paginya, Se Hoon mengajak Yi Ryung untuk keluar sarapan. Tapi Yi Ryung berkata kalau ia sekarang akan sarapan. Maka Se Hoon mengundang dirinya sendiri untuk sarapan bersama. Walau ia terus berkomentar kalau makanan yang ia dapat tak pernah makanan 9 hidangan.


Yi Ryung heran akan obsesi Se Hoon itu. Se Hoon langsung menukas tajam, “Tentu saja. Kenapa kau buatkan Direktur Jang makanan 9 hidangan tapi aku tidak?” Yi Ryung berkilah kalau ia tak mungkin membuatkan 9 jenis makanan karena ini hari pertamanya di apartemen ini.


Tapi Se Hoon masih mengomel, berkomentar ini itu hingga Yi Ryung mengangkat piring Se Hoon karena sepertinya Se Hoon tak berniat makan. Se Hoon langsung menahan piringnya, “Dari 48 ribu pesona yang harus aku temukan padamu, aku sudah menemukan satu, yaitu keahlian masakmu.”

Dan Se Hoon pun mulai mengambil makanan dan memuji lezatnya masakan itu, membuat Yi Ryung diam-diam tersenyum senang. Yi Ryung akhirnya berkata kalau ia juga membuat hidangan 5 macam saja pada Direktur Jang. Se Hoon tak percaya kalau Direktur Jang berkata 9.


Maka Yi Ryung pun memberitahu kemungkinan perbedaan itu. “Mungkin ia juga menghitung sup, kimchi dan saos. Kau tahu kan kalau itu tak dihitung?”


Ucapan Yi Ryung itu membuat Se Hoon terbelalak senang. Ia tertawa terbahak-bahak di depan anak buahnya yang hanya mematung melihatnya. Tapi ia tak peduli dan terus menertawakan kebodohan Direktur Jang yang tak bisa membedakan hidangan 5 macam dan 9 macam.


Akhirnya Se Hoon menyadari kehadiran anak buahnya. Ada apa mereka ke ruangannya? Chief Heo balik bertanya. Apa yang sebenarnya ingin Se Hoon lakukan pada Yi Ryung? Se Hoon sebenarnya ingin membuat surat kerja sama atau surat nikah? “Kenapa sepertinya kelihatan Anda sedang pacaran?”


Ucapan itu malah membuat Se Hoon marah. “Kalian itu sarapan apa sih sampai bisa berkata sesuatu yang tak masuk akal?” Tapi melihat ekspresi anak buahnya, membuat Se Hoon heran. Apa benar ia baru kali ini bersikap seperti ini?


Chief Heo memnbenarkan. Se Hoon menjemput Yi Ryung dan sarapan bersama. Artis yang baru bergabung tak pernah mempunyai project setidaknya setahun setelah tanda tangan kontrak. Artis yang paling terkenal pun juga mulai pindah ke villa setelah tanda tangan kontrak. Dan bahkan artis sekaliber Min Joo pun hanya ditangani pribadi oleh Chief Jo. Se Hoon tak pernah turun tangan langsung.


Se Hoon mulai memikirkan ucapan para anak buahnya. Ia pun memutuskan untuk menemui Yi Ryung. Tapi ternyata Yi Ryung tak ada di ruangan.  Ia bertemu dengan ahjumma koreografer yang memberitahu kalau Min Joo cs membawa Yi Ryung keluar.


“Sepertinya mereka akan mencoba mendisplinkan si anak baru,” melihat Se Hoont terbelalak, ahjumma menenangkan kalau itu adalah proses yang harus dilewati Yi Ryung walau hanya sekali. “Anak-anak itu punya peraturan sendiri. Tak peduli dia dari mana, anak baru..”


“Disiplin apa?” sergah Se Hoon. “Apa kita ini adalah tentara yang harus mendisiplinkan orang?!” Se Hoon buru-buru pergi mencari Yi Ryung, tak menghiraukan si ahjumma yang heran melihat tingkah aneh Se Hoon.


Se Hoon mencari Yi Ryung diiringi suara Se Hoon yang menjelaskan sikap aneh ini. Kau akan selalu mengkhawatirkannya, entah itu masalah yang besar atau kecil. Dan itu membuatmu terganggu. Orang akan merasakan hal itu jika sedang jatuh cinta.


Se Hoon akhirnya menemukan Yi Ryung, tapi kita tak melihat apa yang terjadi saat itu. Karena setelah itu kita melihat Se Hoon mandi dan mendinginkan pikiran sambil mengingat apa yang diucapkan anak buahnya.


Jika Se Hoon masih belum pasti akan perasaannya, biar Chief Heo saja yang mengurusi Yi Ryung. Jika Se Hoon tak bisa konsentrasi karena terus memikirkan Yi Ryung, berarti Se Hoon menyukai gadis itu.


Se Hoon pun memulai harinya dengan berangkat sendiri sedangkan Chief Heo yang menjemput Yi Ryung. Yi Ryung yang terbiasa bersama Se Hoon, merasa canggung bersama pria lain.


Chief Heo berkata kalau Se Hoon sangat sibuk karena Se Hoon adalah businessman yang sukses dan sangat sibuk. Ia menjelaskan semua kehebatan Se Hoon yang selalu melindungi para artisnya dan bekerja sepenuh hati. Yi Ryung merasa yang ditawarkan Se Hoon itu menarik tapi ia tetap menolak. Chief Heo memuji Yi Ryung yang keras, “Kukira kau tak akan menemui kesulitan dengan Direktur kami.”


Para chief sebenarnya menganggap Yi Ryung biasa-biasa saja. Tapi melihat tatapan tajam Se Hoon, semua berubah pikiran dan menganggap Yi Ryung bisa berhasil. Hanya Chief Park yang tak tanggap dan berkata jujur, membuat Chief Jo menyelamatkannya sebelum tatapan laser Se Hoon membunuhnya.


*ini saya yang lebay*


Salah satu rekan girlband Min Joo membicarakan si Daebak Item yang menurutnya tak spektakuler karena gadis itu dibawa oleh bos mereka jauh-jauh dari Odaesan. Tak disangka, Min Joo malah percaya pada penilaian Se Hoon. Pasti Se Hoon tak pernah salah. Temannya itu akhirnya juga mengakui karena dulu Se Hoon juga yang menemukan Min Joo.


Tapi mereka masih bertanya-tanya kenapa Se Hoon berlari seperti orang gila kemarin siang. Ah.. dan kita melihat apa yang terjadi hari itu saat Se Hoon panik mencari-cari Yi Ryung.


Saat itu Yi Ryung dipojokkan oleh Min Joo cs.  Mereka pikir Yi Ryung sok dan pura-pura tak mengenal mereka, padahal mereka populer sekali di televisi. “Kau tak mungkin tak mengenalku, kecuali kau ini tinggal sendirian di gunung.” Ucapan itu langsung dibenarkan oleh Yi Ryung, “Ah benar. Itu karena aku sendirian tinggal di gunung.”


Min Joo bengong mendengar sindirannya ternyata malah beneran. Tapi tiba-tiba Yi Ryung teringat kalau ia memang mengenal Min Joo, “Kau kan gadis yang dulu kuselamatkan. Aku selalu merasa kau ini cantik seperti boneka.”


Min Joo tersipu dan mulali melunak apalagi saat Yi Ryung  memujinya sekarang jauh lebih cantik dan merasa Min Joo pasti nanti akan terkenal. Teman Min Joo ganti menyudutkannya, kalau Yi Ryung tak punya TV, mestinya Yi Ryung sering melihat wajah Min Joo di mobile internetnya dari handphone. Yi Ryung mengaku kalau ia juga tak punya handphone.


Semua orang shock mendengar Yi Ryung tak punya handphone. Tapi shock itu terlupakan saat Yi Ryung juga menebak gadis itu juga selebritis karena wajahnya cantik sekali. “Kurasa kau pasti juga sangat terkenal, ya.” 


Ucapan itu membuat gadis itu tersipu-sipu dan mengaku walau ia belum debut, tapi ia sudah punya fanbase yang besar.


Dan akhirnya mereka pun jadi ramah pada Yi Ryung. Mereka malah kaget melihat Se Hoon berlari menghampiri mereka. Setelah memberi salam, mereka pergi dan berkata kalau Yi Ryung ternyata orangnya asyik juga.


Se Hoon hanya bisa bengong mendengar celotehan para gadis itu.

Komentar :


Yaaa… gak jadi deh jadi knight ini shining armor. Padahal Se Hoon udah ganti gaya loh, pake celana pendek. Ckckck… kenapa fashion-nya Se Hoon jadi aneh begini? Kenapa pake celana pendek digabung sama kemeja kerja? Haduhh.. saya paham kalau orang jadi aneh-aneh saat jatuh cinta. Tapi anehnya mbok jangan gini..

1 comment :