January 26, 2016

Six Flying Dragon Episode 17



Yi Seong Gye datang menemui Choi Young bersama Poeun. Ia meyakinkan Choi Young kalau ia tak pernah melakukan pemberontakan pada Raja. Choi Young juga tahu itu. Tapi ia tak bisa menahan Hong In Bang tanpa titah Raja, karena itu artinya juga pemberontakan. Apalagi katanya Hong In Bang didukung oleh klan Haedonggap.


Bang Won menemui Jung Do Jeon dan memberikan dokumen yang ditandatangani oleh seluruh anggota klan. Jung Do Jeon merasa lega dan berterima kasih pada Bang Won. “Kali ini aku belajar banyak darimu.” Bang Won merasa gembira dipuji seperti itu oleh gurunya.



Jung Do Jeon pergi ke rumah Choi Young untuk memberikan dokumen tersebut. Kali ini Choi Young tak ragu lagi. Ia akan membawa dokumen itu pada Raja agar Raja mengeluarkan titah untuk menangkap Hong In Bang dan Gil Tae Mi.


Hong In Bang sudah mempersiapkan pasukannya dan bersiap-siap pergi ke istana jika klan Haedonggap membawa dokumen yang sudah ditandatangani. Tapi dokumen itu belum datang juga dan Jukryeong belum juga muncul memberi laporan.


Jukryeong ternyata sedang hitung-hitungan, ia harus memihak siapa karena tahu kalau dokumen Hong In Bang tak ditandatangani. Jukryeong kelamaan mikir sampai membuat anak buahnya gemas karena mereka terdesak oleh waktu.


Tapi ia akhirnya memutuskan untuk tetap berpihak pada Hong In Bang karena sudah terlanjur. Ia pun melaporkan pada Hong In Bang tentang peristiwa semalam dan Yi Seong Gye berhasil mendapatkan tandatangan klan Haedonggap yang meminta pemakzulannya.


Hong In Bang kaget. Ia tahu dengan Yi Seong Gye memiliki dokumen dari klan Haedonggap, maka Raja pasti akan memerintahkan untuk menangkapnya. Ia pun bergerak cepat dengan memberitahu pasukannya untuk menangkap Yi Seong Gye. Jika ia berhasil menangkap Yi Seong Gye lebih dulu, Raja pasti akan merubah keputusannya.


Yi Seong Gye juga sudah mempersiapkan pasukannya untuk menangkap Hong In Bang, Gil Tae Mi dan Lee In Gyeom.


Sementara Choi Young juga berhasil mendapatkan titah Raja untuk menangkap Hong In Bang dna Gil Tae Mi. Namun dia terlambat karena Hong In Bang telah pergi dengan membawa seluruh tentara kejaksaan.


Dengan memakai pakaian militer, Hong In Bang berhasil menggerakkan pasukan untuk menangkap Yi Seong Gye yang terbukti menjadi dalang pemberontakan Jo Ban. Kepala pasukan sebenarnya ragu, tapi yang memberi perintah adalah salah satu menteri tertinggi, sehingga mereka mengikuti perintah Hong In Bang.

Tapi saat ia menyerbu rumah Yi Seong Gye, rumah itu ternyata kosong.


Yi Seong Gye ternyata membidik Gil Tae Mi lebih dahulu. Dengan membawa pasukan besar, Yi Seong Gye hendak menangkap Gil Tae Mi. Gil Tae Mi yang mengintip dari jendela rumahnya sadar kalau rencana Hong In Bang pasti gagal karena tentara Yi Seong Gye sekarang mengepung rumahnya.


Tak tahu cara lain, Gil Tae Mi akhirnya memutuskan, “Baiklah, aku akan bunuh saja semuanya.” Ia tak cemas akan dirinya sendiri tapi lebih mencemaskan besannya.


Moo Hyul yang ikut mengepung, memutuskan untuk tak keduluan dari Bang Ji. Ia harus bisa menangkap Gil Tae Mi lebih dulu, demi Tuan Mudanya. Karena tak ada tanda-tanda menyerah, Yi Seong Gye pun memutuskan menyerang lawan. Karena pasukan Gil Tae Mi lebih sedikit, mereka menang cukup mudah. Tapi Gil Tae Mi tak ada, hanya ditemukan satu mayat tentara tanpa seragam di kamarnya.


Gil Tae Mi ternyata berhasil kabur dengan menyamar sebagai tentara. Hannya satu kekesalannya. “Aku belum sarapan!” Haduhh..


Pencarian Gil Tae Mi menjadi sangat sulit karena mereka tak bisa menyebar pasukan menjadi kelompok kecil karena begitu bertemu Gil Tae Mi, kelompok tentara itu pasti dapat dibunuh dengan mudah. Jung Do Jeon mengusulkan agar Yi Seong Gye pergi menangkap Lee In Gyeom. Pencarian Gil Tae Mi akan dilakukan diam-diam. Sedangkan untuk Hong In Bang, Jung Do Jeon percaya Choi Young bisa menangkapnya.


Banyak rakyat yang mengintai semua aktivitas yang berbahaya itu. Ternyata mereka adalah anak buah Boon Yi yang tersebar di berbagai tempat, mengawasi semua kejadian ini untuk disampaikan pada Komandan Boon Yi. Mendengar Boon Yi dipanggil Komandan, Bang Won tersenyum geli walau juga bangga.


Ada info baru tentang keberadaan Hong In Bang yang menuju ke istana. Boon Yi kaget tapi Bang Won mengangkat tangan seperti murid pada gurunya, menyela, “Komandan Boon Yi, jika Hong In Bang pergi ke istana, Jenderal Choi Young pasti bisa mengatasinya.” Boon Yi menatap tajam pada Bang Won yang seperti menyepelekan masalah Hong In Bang. Bang Won hanya cengar cengir saja.


Jung Do Jeon muncul dan kaget melihat Boon Yi punya markas lengkap dengan peta kota. Apalagi Moo Hyul yang tak pernah mengenal orang-orang di ruangan ini. Saat mendengar kalau Gil Tae Mi menghilang, Boon Yi segera memberikan selebaran lukisan wajah Gil Tae Mi pada anak buahnya, membagi anak buahnya ke beberapa kelompok dan untuk mencari Gil Tae Mi.


Bang Won memandang Boon Yi kagum. Begitu pula dengan Bang Ji yang baru melihat kewibawaan adiknya itu.


Jung Do Jeon menyuruh Bang Ji, Moo Hyul dan Young Kyu juga ikut mencari dengan membawa pasukan. Ia berpesan untuk tak gegabah untuk menyerang Gil Tae Mi. Pada Boon Yi ia bertanya tentang keberadaan Hong In Bang. Saat diberitahu kalau Hong In Bang menuju istana, Jung Do Jeon berpendapat kalau hal itu lebih baik karena Jenderal Choi Young pasti sudah memberi tahu pengawal istana.


Ucapan Jung Do Jeon itu sama dengan pendapat Bang Won. Boon Yi menoleh pada Bang Won yang berkata tanpa suara, “Tuh kan apa kubilang.” Ha. Boon Yi melengos kesal. Jung Do Jeon baru menyadari kalau Bang Won masih tinggal di markas. Kenapa juga Bang Won masih ada di sini? Seperti mendapat amunisi, Boon Yi langsung menyambar, “Itu juga yang saya pikirkan. Padahal semua orang sedang melakukan sesuatu.”


Bang Won menjawab, “Karena ada sesuatu yang benar-benar ingin saya saksikan. Saya harus menyaksikan Hong In Bang ditangkap dan ditahan.” 


Hong In Bang akhirnya tahu kalau Yi Seong Gye mengepung rumah Gil Tae Mi. Walau khawatir, tapi ia percaya pada kemampuan pedang Gil Tae Mi.  Ia berniat mengejar Yi Seong Gye tapi dihadang oleh Choi Young yang juga membawa pasukan. Benar dugaan Jung Do Jeon dan Bang Won.


Tapi Hong In Bang tak gentar. Ia malah menuduh Jenderal Choi Young ikut memberontak sama seperti Yi Seong Gye. Ia menyuruh pasukannya untuk mengepung Choi Young dan menahannya.


Para komandan mencabut pedang, tapi mengarahkan pedang mereka ke leher Hong In Bang. Hong In Bang geram karena tak ada yang mau memihaknya.


Ia ditahan dan digiring dengan badan terikat. Di tengah jalan Gil Tae Mi muncul dan menghadang mereka. Ha,  tanpa mencabut pedannya, Gil Tae Mi berhasil membuat semua tentara kabur.


Hong In Bang berterima kasih dan mengajak Gil Tae Mi untuk kabur dari Gaegyeong. Pelayannya, Dae Geun, telah mempersiapkan perahu di sungan Pyeong Cheong untuk menuju ke Pyeong Taek. Gil Tae Mi meminta Hong In Bang untuk pergi dulu karena ia ingin membunuh Yi Seong Gye dulu.


Hong In Bang khawatir dan meminta besannya untuk mempertimbangkan lagi. Tapi Gil Tae Mi sudah yakin. Ia kan ahli pedang terbaik di Goryeo. Ia akan menemui Cho Young untuk mencari tahu keberadaan Yi Seong Gye dan berjanji untuk menemui Hong In Bang di Pyeong Taek.


Sebelum Hong In Bang pergi, Gil Tae Mi berkata, “Besan, hidupku benar-benar asyik setelah aku bertemu denganmu.” Selama ini Gil Tae Mi merasa menjadi kain gombalnya Lee In Gyeom dan semua yang ia alami ini bisa terjadi berkat Hong In Bang. “Aku merasa sedih karena orang menganggap kau adalah bawahanku.”

Hong In Bang tersenyum, kali ini tulus, kepada Gil Tae Mi. Satu-satunya orang yang berpihak padanya tanpa pamrih.


Jung Do Jeon mendapat laporan kalau Hong In Bang lolos karena para tentara takut dengan Gil Tae Mi. Dengan tentara tersebar di berbagai gerbang, ia menduga Hong In Bang akan mencoba lari melalui sungai. Mereka pun menyelidiki kapal mana yang mungkin membawa Hong In Bang.


Hak Do cs, kroni Hong In Band dari Sadaebu, mulai berpindah mencari tuan baru. Mereka mendekati Lee In Gyeom meminta perlindugannya. Karena tak punya kekuasaa lagi, Lee In Gyeom menyuruh mereka untuk ikut memakzulkan Hong In Bang. Hak Do cs pun berterima kasih dan segera pergi untuk memasukkan nota pemakzulan itu.


Lee In Gyeom mulai mengumpulkan sekutunya yang lain, Jenderal Jo Min Soo, Lee Do Soo dan Jo Sang Heon, secara diam-diam. Ia tahu kalau Hong In Bang akan jatuh dan menyuruh mereka tetap berada di Dodang untuk memihak Choi Young.


Khusus untuk Jenderal Jo, ia memerintahkan agar Jendral Jo bisa mendapatkan kepercayaan Yi Seong Gye sekaligus menjadi tangan kanan Choi Young. Jenderal Jo mematuhi perintah Lee In Gyeom. Ia juga sudah menyuap pelayan Hong In Bang agar bisa menangkap Hong In Bang.


Yi Seong Gye datang ke Wisma Dohwa untuk menangkap Lee In Gyeom. Tapi Lee In Gyeom menolak, tak mau ditangkap kecuali Yi Seong Gye mendapat titah Raja. Yi Seong Gye sadar kalau ia tak bisa berbuat apa-apa karena Lee In Gyeom adalah mertua Raja.


Maka ia memerintahkan agar pasukannya menjaga Wisma Dohwa dan menjadikan Lee In Gyeom sebagai tahanan rumah. “Aku akan menangkap semua penghuni Wisma Dohwa dan hanya meninggalkan satu pelayan saja. Nikmatilah kehidupan sepi di Wisma Dohwa ini.”


Akhirnya mereka menemukan jejak Hong In Bang. Bang Won membawa Young Kyu untuk mengejar Hong In Bang. Sementara Yeon Hee melaporkan pada Jung Do Jeon kalau ia berhasil membujuk Cho Young untuk meninggalkan Hong In Bang dan Gil Tae Mi dan sekarang Cho Young sedang menemui Choi Young.


Gil Tae Mi, yang tak mengetahui hal ini, pergi ke Hwasadan untuk minta makan. Haha.. iya. Karena belum sarapan, ia mampir ke Hwasadan dulu untuk sarapan. “Aku merasa sarapan itu adalah yang paling penting!”

Tuh.. dengerin Gil Tae Mi, anak-anak. Jangan pernah nggak sarapan, ya?


Hong In Bang menemui Dae Geun yang sudah menyiapkan perahu. Tapi Dae Geun tersenyum licik sebelum ia berteriak, memberitahu kehadiran Hong In Bang. Hong In Bang kaget karena pelayannya mengkhianatinya. Tentara berdatangan dari segala penjuru.


Ia buru-buru berlari mendekati perahu yang siap untuk berlayar dan menyuruh si pendayung untuk segera pergi. Tapi betapa kagetnya saat melihat si pendayung itu menoleh padanya dan tersenyum.


“Kemana mau pergi dengan terburu-buru, Guru? Bukankah sudah saya katakan kalau kita akan bertemu lagi dan akan membuat Anda dihukum.” Hong In Bang lemas mendengarnya, apalagi pasukan pimpinan Jendral Jo juga sudah mengepungnya.


Sambil menunggu sarapan dihidangkan, Gil Tae Mi gembira melihat meja rias milik pendekar wanita Hwasadan. Warna-warnanya sangat cantik. Tapi sarapan yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang, ia malah mendengar suara tentara yang menyuruhnya menyerah. Gil Tae Mi sadar kalau ia telah dikelabuhi Cho Young.  


Tentara itu adalah bawahan Hong In Bang yang ingin berjasa menangkap Gil Tae Mi agar bisa diampuni oleh Yi Seong Gye. 


Tapi bukan ampunan yang didapat, malah kematian yang mereka terima. Gil Tae Mi, yang kesal karena belum sarapan juga, muncul dan menghabisi satu pasukan. Setelah itu ia mengeluh, “Aduhh.. aku lapar sekali. Inilah sebabnya mengapa seorang pria harus sarapan.”


Bang Won menemui Hong In Bang yang sudah menjadi tahanan. Ia bangga karena tak seperti Hong In Bang, ia tak kalah dengan ulat yang berniat menggerogoti hatinya. Tapi Hong In Bang mengejek, menyuruhnya untuk tak yakin dulu karena ulat itu selalu ada untuk membisiki Bang Won.


Hong In Bang tahu, apa yang digaungkan Jung Do Jeon pasti sangat menarik bagi Bang Won. Dulu pun ia juga merasa seperti itu, sama seperti Bang Won. “Tapi pikirkan baik-baik. Yang membuatmu berdebar-debar itu apa karena negari yang Sam Bong ingin buat atau keinginanmu memiliki negeri itu. Kau mungkin tak menyadarinya sekarang. Tapi nanti, kau akan memikirkan hal ini.”

Bang Won mencemooh Hong In Bang yang tetap menyedihkan sampai akhir. “Tapi saya tak akan pernah takut dengan orang jahat seperti Anda lagi. Selamat tinggal, Guru Hong In Bang.”


Tuan Min memuji pilihan Da Kyung yang tepat, memilih Yi Seong Gye. Da Kyung tersenyum dan teringat rahasia yang suaminya beritahukan padanya. Dinasti akan berubah. Keluarga Lee akan memiliki negeri ini. Ia menyimpan rahasia ini untuk dirinya sendiri.


Gil Tae Mi akhirnya bisa sarapan setelah membunuh semua penghuni warung makan. Setelah kenyang, ia menoleh pada tentara yang mengepungnya tapi tak berani menyerang. Dengan nada bersahabat, Gil Tae Mi menasehati mereka untuk membawa sedikitnya 100 tentara agar bisa menangkapnya, jika tidak sebaiknya mereka minggir saja. “Kalian seharusnya menyerangku sebelum aku sarapan. Sekarang aku sudah sarapan, jadi bagaimana?”


Para tentara itu mulai gelisah karena Gil Tae Mi sekarang berdiri menghadap mereka. Salah satu tentara ditebas lehernya, membuat para tentara itu tak berani menyerang saat Gil Tae Mi melangkah pergi ke pasar. Semua orang berteriak ketakutan dan bersembunyi melihat Gil Tae Mi lewat. Salah satu tentara membunyikan peluit, memberi isyarat tentang keberadaan Gil Tae Mi.


Bang Gwa yang pertama kali muncul menghadang Gil Tae Mi. Walau takut, tapi Bang Gwa tetap menyerukan agar Gil Tae Mi menyerah sama seperti Hong In Bang.


Gil Tae Mi melihat kalau ia sudah terkepung karena pasukan lain juga sudah muncul di belakangnya. Tapi ia tak gentar. Ia memperingatkan mereka akan mati jika menyerangnya. Salah satu tentara tak sabar dan meneriakinya, “Dasar kau kain gombal Lee In Gyeom!”


Gil Tae Mi marah mendengar hinaan itu dan membunuh tentara itu dengan sekali tebas. Ia tak suka disebut sebagai kacungnya Lee In Gyeom. Ia tak pernah membersihkan Lee In Gyeom sama sekali. Ia mengancam akan membunuh orang berikutnya yang berani menyebutnya kain gombal Lee In Gyeom.


Moo Hyul tahu ini kesempatannya. Jika ia muncul dan meneriakinya kain gombal Lee In Gyeom, ia akan bertempur melawan Gil Tae Mi. Ia pun buka mulut untuk berteriak. Tapi teriakannya itu terdengar seperti mencicit. Ia mencoba bersuara lagi, tapi ada suara menggelegar yang muncul dari sisi lain, “HEI, KAIN GOMBAL LEE IN GYEOM!!”


Bang Ji muncul dan Gil Tae Mi terbelalak mendengar seruan itu. Ia menoleh ke belakang dan bertanya polos, “Kau.. apa kau bicara padaku?” Haha.. Bang Ji mengulang dan kali ini menekankan kalau Gil Tae Mi memang jadi kain gombal Lee In Gyeom seumur hidupnya. Gil Tae Mi menyadari kalau inilah Gagak Beracun yang selama ini ia cari.


“Tinggalkan predikatmu sebagai Ahli Pedang Terbaik dari Tiga Kerajaan di sini!” seru Bang Ji. Gil Tae Mi tak marah mendengarnya, malah kegirangan karena akhirnya bisa menemukannya. Ia tak akan bisa pergi jika belum membunuh si Gagak Beracun.


Gil Tae Mi menjatuhkan sarung pedangnya. Dan gerakan itu menjadi tanda pertempuran mereka. Keduanya terbang untuk saling menyerang.


Komentar :

Yeah! Ayo bertempur. Kayaknya keren banget nanti pertempuran mereka. Sudah lama saya tak menonton drama sageuk yang penuh aksi kungfu. Eh bukan kungfu sih ya. Entahlah apa nama beladiri ala Korea. Ternyata Gil Tae Mi memang jago beladiri. 

Awalnya saya sangsi melihat Gil Tae Mi yang suka dandan itu menjadi ahli pedang terbaik mengalahkan Hong Ryun, dan menduga kalau sebenarnya Gil Sun Mi-lah yang membunuh Hong Ryun, tapi karena Gil Sun Mi tak mau berpolitik, maka Gil Tae Mi yang maju. Eh.. ternyata dia memang ahli.

Menarik apa yang diucapkan Hong In Bang kepada Bang Won. Hong In Bang, yang merasa Bang Won mirip dengan dirinya, mempertanyakan maksud Bang Won mewujudikan rencana Jung Do Jeon. Rencana mulia itu untuk kebaikan negeri ini atau untuk Bang Won sendiri?


Kita tahu bagaimana Bang Won ingin mewujudkan keinginan Boon Yi. Sejak kecil ia melihat penderitaan rakyat dan bagaimana penguasa selalu menindas mereka. Jadi sepertinya semua yang Bang Won lakukan ini adalah untuk merubah nasib mereka.


Tapi ada yang mengganjal. Rahasia yang diberikan Bang Won pada istrinya. Apakah pernyataan itu semata-mata hanya untuk membuat Da Kyung menyadari posisi keluarga Yi yang nanti akan besar, atau posisinya sebagai keturunan Yi Seong Gye yang nanti akan menjadi besar?


1 comment :