January 30, 2016

Signal Episode 3 - 1

Signal Episode 3 - 1


Hae Young gemetaran hebat, ngeri melihat tulisannya di papan dan foto-foto korban tiba-tiba berubah secara ajaib. Lee Mi Sun yang seharusnya menjadi korban ke-8, sekarang statusnya berubah menjadi korban yang selamat dalam usaha percobaan pembunuhan. Saking tidak percayanya, dia sampai menampar dirinya sendiri keras-keras.




Anehnya, tidak ada seorang pun yang menyadari perubahan itu selain dirinya sendiri. Saat Hun Gi datang, Hae Young mengira Hun Gi lah yang merubah tulisannya di papan. Tapi Hun Gi cuma menatapnya dengan tatapan kosong lalu dengan santainya bilang "Memang dia hidup"


Shock, Hae Young langsung terjatuh dengan gemetaran hebat. Dengan panik, dia langsung mengemasi barang-barangnya dan cepat-cepat pergi. Dia lalu menelepon Soo Hyun untuk memberitahu  tentang keanehan yang baru saja didapatinya itu.


Tapi sama seperti Hun Gi, Soo Hyun pun sama sekali tidak menyadari perubahan itu. Seolah bagi semua orang kecuali Hae Young, perubahan itu tidak pernah ada. Seolah bagi semua orang kecuali Hae Young, sejarahnya memang seperti itu. Bahkan saat Hae Young bersikeras kalau Lee Mi Sun itu mati, Soo Hyun malah jadi kesal menuduh Hae Young tidak membaca laporannya dengan benar.


Di tahun 1989, Jae Han shock berat mendapati Lee Mi Sun ternyata masih hidup. Setelah berhasil menguasai dirinya sendiri, dia langsung membantu melepaskan semua ikatan Lee Mi Sun. Tapi tepat saat itu juga ada seseorang yang mengendap-endap di belakangnya dengan membawa tongkat. Lee Mi Sun berusaha berteriak-teriak dalam keadaan mulut tersumpal, saat itulah Jae Han menyadari kehadiran si pelaku.


Dia langsung bergerak cepat menyerang si pelaku tapi orang itu berhasil lepas dari cengkeraman Jae Han dan langsung melarikan diri.


Kejadian itu terjadi dengan cepat hingga Jae Han tidak sempat melihat wajahnya tapi dia melihat pria itu memakai jaket dan topi. Jae Han berusaha mengejarnya, berkelok-kelok melewati gang-gang.


Jae Han hampir saja kehilangan jejaknya tapi begitu dia sampai di halte, dia berhasil menangkap si pria bertopi itu dan langsung menghajarnya... tanpa menyadari bahwa saat itu ada sebuah bis yang baru saja pergi dari halte.


Setelah berhasil menangkap pria bertopi itu, Jae Han langsung membawanya ke kantor polisi. Pria itu terus berusaha memberontak sambil berkali-kali memberitahu mereka bahwa bukan dia pelakunya. Tapi tentu saja tidak ada yang percaya. Pak detektif yang menangani kasus ini memuji kerja bagus Jae Han, lalu ia dan anak-anak buahnya menyeret pria itu naik untuk diinterogasi.


Di tahun 2015, Hae Young pergi mencari detektif yang dulu menangani kasus pembunuhan Gyeonggi Nambu. Detektif itu sekarang sudah tua dan sepertinya terjadi sesuatu dengan karirnya karena sekarang dia hanya menjadi seorang satpam. Dan anehnya lagi, saat Hae Young menyebut-nyebut pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu, mantan detektif itu tampak sangat marah dan menolak membicarakan kasus itu.


Saat Hae Young menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Lee Mi Sun, satu-satunya korban yang selamat di dekat rel kereta Hyungpoong, mantan detektif itu berkata dengan nada penuh kebencian bahwa semua itu terjadi gara-gara Lee Jae Han "Dia mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal tentang transmisi radio. Orang itu telah menghancurkan segalanya!"


Hae Young akhirnya kembali ke kantor polisi dengan kebingungan. Dia mulai memikirkan kembali semua percakapannya dengan Jae Han selama ini dan akhirnya menyadari berbagai keanehan dari percakapan-percakapan mereka.

Dalam komunikasi pertama mereka, Jae Han memberitahunya tentang mayatnya Seo Hyung Joon yang ditemukannya di lubang rumah sakit jiwa Seonil, Hae Young baru sadar kalau waktu itu Jae Han mengatakan kalau dia menemukan 'mayat' bukan 'tulang belulang'.

Lalu kedua kalinya mereka berkomunikasi, Jae Han berkata kalau transmisinya waktu itu mungkin akan jadi transmisinya yang terakhir tapi dia juga bilang kalau semua ini akan terulang kembali. Dan jika itu terjadi, Jae Han meminta Hae Young untuk meyakinkannya kembali, dirinya di tahun 1989. Lalu dalam transmisi mereka selanjutnya, Hae Young menginformasikan Jae Han tentang korban ke-8 dan ke-9 dan sejak itulah, sejarah tiba-tiba berubah.


Lalu apakah dia benar-benar bicara pada orang yang hidup di tahun 1989? Tidak mungkin, Hae Young benar-benar sulit mempercayainya. Tepat saat jam 11:23, walkie talkie-nya tiba-tiba menyala lagi dan suara Jae Han terdengar menyapanya.

"Siapa kau?" tuntut Hae Young


Jae Han bingung mendengarnya "Letnan Park Hae Young? Ini saya Lee Jae Han"

"Siapa kau sebenarnya?! Apa yang telah kau lakukan padaku?!"


Jae Han benar-benar bingung, sama sekali tidak mengerti maksud Hae Young. Tapi kemudian, dia memberitahu Hae Young kalau dia sudah berhasil menangkap pelakunya "Semuanya berkat anda Letnan Park. Tapi saya penasaran, dari mana anda tahu kalau kejadian itu akan terjadi di dekat rel kereta Hyungpoong?"

Hae Young ketawa histeris mendengarnya. Dia sama sekali tidak percaya mendengarnya dan mengira kalau Jae Han pasti sedang mengibulinya. Dengan kesal dia bertanya dimana Jae Han sekarang? Jae Han bingung dan dengan polosnya berkata kalau dia sedang berada didepan kantor polisi Ohsung.

"Aku baru saja menyerahkan Choi Young Shin" kata Jae Han.


Mendengar itu, Jae Han langsung tercengang menatap tulisan tambahan yang ada di papan (tulisan yang muncul secara ajaib bersamaan dengan berubahnya status korban ke-8). Tulisan yang menyebutkan bahwa Choi Young Shin adalah tersangka yang ditangkap pada malam itu.

"Jadi maksudmu, kau benar-benar berada di tahun 1989?" tanya Hae Young ngeri "Aku tidak tahu apa yang kau inginkan, tapi jika kau benar-benar berada di tahun 1989, Choi Young Shin akan mati!"


Jae Han bingung dan tidak percaya... akan tetapi dalam data yang tertulis di tahun 2015 menyebutkan bahwa Choi Young Shin mati saat dia dalam proses investigasi.


"Choi Young Shin bukan pembunuhannya! Saat Choi Young Shin mati, korban ke-8 mati didepan supermarket Ohsung. Jika kau benar-benar polisi di tahun 1989, seharusnya kau bisa menghentikan semua ini"


Sementara Hae Young menginformasikan semua ini pada Jae Han, Choi Young Shin sedang diseret ke ruang interogasi. Tapi tiba-tiba saja dia mulai kejang-kejang. Kejang-kejangnya makin lama makin hebat hingga dia langsung ambruk dengan mulutnya berbusa. Semua polisi dan pak detektif langsung panik melihatnya.


Sementara itu di tempat lain, seorang ahjussi supir bis sedang dalam perjalanan pulang saat tiba-tiba saja dia menemukan mayat seorang wanita tergeletak di salah satu sudut gang yang gelap. Ahjussi mendekati mayat itu dan ternyata ia mengenal korban.

Jae Han masih bingung dengan semua yang Hae Young ucapkan, tapi tepat saat itu juga komunikasi mereka tiba-tiba terputus lagi . Dia masih sulit mempercayai apa yang barusan didengarnya, tapi kemudian dia memutuskan untuk mengeceknya.


Dia berlari naik ke ruang interogasi... dan menemukan pak detektif sedang berusaha keras melakukan CPR pada Choi Young Shin tanpa hasil. (Aigoo, kayaknya biarpun masa lalu berubah tapi hasilnya tetep sama yah, Lee Mi Sun hidup tapi ujung-ujungnya malah membuat orang yang tidak bersalah mati)


Semenit kemudian, seorang polisi buru-buru datang dan memberitahu semua orang bahwa korban ke-8 baru saja ditemukan di dekat supermarket Ohsung. mendengar itu, Jae Han langsung menatap walkie-talkienya dengan gemetaran ngeri, menyadari semua yang barusan didengarnya dari Hae Young di walkie talkie, benar-benar jadi kenyataan.


Pada saat yang bersamaan di tahun 2015, Hae Young menatap papan dengan gugup, menunggu tulisan korban ke-8 yang mati pada jam 23:00 berubah... tapi harapannya langsung pupus saat dia menyadari tulisan itu tetap tidak berubah saat jam menunjukkan pukul 24:00.


Keesokan harinya, dia pergi ke perpustakaan untuk mengecek berita-berita koran lama dan mendapati sejarah memang benar-benar berubah dalam segala hal, termasuk berita-berita di koran. Dalam salah satu artikel, ada yang menyebutkan tentang Jae Han beserta fotonya. Hae Young mengenali foto wajah Jae Han itu dari salah satu resume yang dimilikinya, resume Lee Jae Han yang diberhentikan tahun 2001.


"Apa semua ini? Jadi transmisi itu benar-benar nyata?"


Dia lalu pergi untuk menemui keluarga Lee Mi Sun. Tapi sesampainya di restoran yang dijalankan Suaminya Lee Mi Sun, dia mendapati Soo Hyun ternyata sudah berada disana.

Soo Hyun berusaha membujuk suami Lee Mi Sun untuk membantunya dalam investigasi ulang ini, tapi suami Lee Mi Sun menolak dan bersikeras kalau dia sudah mengatakan semua hal yang diketahuinya pada para polisi.


Dan saat Soo Hyun masih ngotot memintanya untuk menunjukkan barang-barang almarhum istrinya, ia langsung menyiram Soo Hyun dengan seember air "Istriku memang selamat dari serangan mengerikan itu. Tapi apa kau tahu apa yang pada akhirnya membuatnya mati? Orang-orang seperti kalian. Apa yang terjadi? Bagaimana kejadiannya? Istriku tidak ingin mengingatnya lalu kenapa kalian bertanya-tanya terus menerus? Orang-orang seperti kalianlah yang mendorongnya ke kematiannya!"


Soo Hyun akhirnya memutuskan untuk mundur, meminta maaf pada ahjussi lalu pamit. Di luar, dia mendapati Hae Young menunggunya lalu menawarinya sapu tangan. Soo Hyun mengacuhkan sapu tangannya dan bertanya apa yang Soo Hyun lakukan disini.

"Apa kau selalu seperti ini?" tanya Hae Young

"Apa kau takut dengan keadaanku yang selalu seperti ini? Kita tidak cuma dihina dan dicaci oleh detektif lain, keluarga korban biasanya jauh lebih buruk"


Belum seberapa jauh mereka berjalan, tiba-tiba seorang wanita memanggil mereka. dia adalah Putrinya Lee Mi Sun. Tanpa sepengetahuan ayahnya, dia membawa kedua polisi itu ke restoran lain dan menunjukkan barang-barang milik ibunya yang diminta Soo Hyun.

Dia mengaku kalau dia tidak tahu apa-apa tentang kejadian yang dialami almarhum ibunya karena almarhum ibunya tidak pernah mengatakan apapun tentang kejadian itu. Tapi dia yakin kalau ibunya sudah mengatakan semua hal yang diketahuinya pada polisi karena ibunya pernah memberitahunya bahwa dia sudah berusaha yang terbaik dalam investigasi itu.


Tidak ada barang-barang penting yang bisa mereka jadikan petunjuk dari semua barangnya Lee Mi Sung, tapi Soo Hyun mendapati sebuah foto keluarga terselip di salah satu buku. Putrinya Lee Mi Sun berkata bahwa dulu ibunya pernah memberitahunya bahwa foto keluarga itu bisa tercipta berkat jasa polisi yang telah menyelamatkannya di rel kereta Hyungpoong. Karena waktu itu, Lee Mi Sun diserang saat dia sedang mengandung.


"Jika dia datang terlambat sedikit saja, jika dia tidak berada di tempat dan waktu yang tepat, baik ibu maupun aku tidak akan pernah ada di dunia ini. Ibu pernah mencoba mencarinya beberapa kali tapi polisi itu tidak mau bertemu dengan ibu jadi ibu tidak bisa berterima kasih padanya secara pribadi. Karena itulah, ibu pernah bilang kalau dia harus bersikap baik pada para polisi yang lain"

Setelah berpisah dengan putri Lee Mi Sun, Soo Hyun mulai penasaran apa yang sebenarnya Hae Young lakukan disini dan bukannya mengerjakan perintahnya. Kenapa sebenarnya Hae Young ingin menemui keluarga korban?


"Itu... seandainya... menurutmu bagaimana jika kau bisa berkomunikasi dengan masa lalu? Mungkin ini kedengaran sangat tidak masuk akal..."

Tentu saja Soo Hyun tidak percaya dan mengira kalau Hae Young hanya mengucapkan kebohongan sebagai alasan karena menghindar dari tugas. Frustasi karena menyadari dia tidak akan bisa membicarakan masalah ini dengan Soo Hyun, Hae Young memutuskan untuk pergi saja.


"Aku akan meminta seseorang untuk melindungi orang sangat penting bagiku jika aku bisa berkomunikasi dengan masa lalu" ujar Hae Young tiba-tiba

"Bagaimana kalau hal itu malah mengacaukan segalanya?"

"Kalau aku tidak melakukan apapun, aku juga akan menyesalinya. Bukankah jauh lebih baik untuk berusaha melakukan sesuatu walaupun nantinya akan jadi kacau?"


Di rumah, Hae Young merenungkan ucapan Soo Hyun itu dengan serius dan akhirnya memutuskan untuk berusaha menyelamatkan para korban melalui komunikasi radio dengan Jae Han. Dia yakin dia pasti bisa menangkap si pelaku, Jae Han pun pernah bilang kalau masa lalu bisa diubah.


Maka Hae Young pun mulai menulis lagi data-data korban di papan tulisnya sendiri. Dia menulis 2 data. Yang pertama adalah data yang asli sementara yang kedua adalah data baru setelah sejarah berubah.


Dalam data yang asli, nama-nama korban sesuai urutan mulai dari korban ke-8 adalah Lee Mi Sun, korban ke-9 adalah Hwang Min Joo, dan korban ke-10 adalah Kim Won Kyung.


Tapi setelah komunikasi radio mereka, sejarah jadi berubah dan Lee Mi Sun hidup. Akan tetapi, walaupun satu korban selamat tapi korban-korban yang berikutnya tetap sama hanya saja sekarang berubah urutan, Hwang Min Joo berubah jadi korban ke-8 dan Kim Won Kyung berubah jadi korban ke-9. Dan jumlah korban yang mati pun berubah jadi 9 orang dari yang awalnya 10 orang.


Tiba-tiba Hae Young menyadari bahwa walaupun kedua korban yang berikutnya tetap sama tapi ada sesuatu yang berubah, tanggal pembunuhan kedua korban jadi lebih awal dan lokasinya juga berubah. Hwang Min Joo (dalam data asli) yang seharusnya mati pada tanggal 25 november 1989, dalam data baru tanggal kematiannya berubah lebih awal tanggal 5 november 1989 .

Begitu juga dengan Kim Won Kyung yang dalam data asli seharusnya mati tanggal 10 desember 1989, dalam data baru berubah jadi mati tanggal 7 november 1989.


Hae Young menduga pasti ada sesuatu yang terjadi pada si pembunuh setelah kegagalannya di rel kereta Hyungpoong, sesuatu yang memaksanya untuk membunuh korban-korbannya lebih awal. Lokasi-lokasi yang dipilihnya untuk membunuh korban biasanya di tempat-tempat yang sangat terpencil dan sepi. Akan tetapi sejak kegagalannya di rel kereta Hyungpoong, lokasi pembunuhan kedua korban terakhir jadi berubah.

Dalam data asli, Hwang Min Joo dan Kim Won Kyung dibunuh di tempat-tempat yang sangat sepi seperti di sawah dan di mata air. Tapi dalam data baru, lokasi pembunuhannya berubah jadi di gang dan didepan supermarket yang notabene tempat-tempat umum yang banyak dilewati orang.


Keesokan harinya, Soo Hyun membagi-bagikan laporan data-data korban sejak yang pertama sampai yang terakhir yaitu korban ke-9. Saat semua orang mempelajari dokumen itu, Hae Young menyadari bahwa hanya dia satu-satunya orang yang mengetahui perubahan ini.


"Aka kucari tahu, alasan kenapa para korban dibunuh lebih awal. Aku harus menemukan pembunuhnya dulu sebelum orang lain mati lagi" tekad Hae Young


Di tahun 1989, Jae Han diinterogasi oleh para polisi lain karena hanya dia satu-satunya saksi di tempat kejadian malam itu.


Tapi saat menjawab semua pertanyaannya hanya dengan jawaban 'aku tidak tahu', si detektif langsung mencengkeram kerah bajunya Jae Han dengan penuh amarah. Bagaimana tidak marah? Walaupun Jae Han sudah berjasa menyelamatkan Lee Mi Sun, tapi perbuatannya yang salah menangkap orang yang dia kira tersangka, malah mengakibatkan bencana bagi para polisi yang lain.


Polisi yang lain cepat-cepat menghentikan si detektif dan menyeretnya pergi. Jae Han meminta pada salah satu detektif untuk membantunya mencarikan seorang polisi yang bernama Letnan Park Hae Young, tapi detektif itu hanya menanggapinya dengan menyuruh Jae Han untuk menyerahkan lencananya dan walkie talkienya sekarang juga.


Kesal dengan semua hal yang terjadi padanya, Jae Han langsung menerobos masuk ke salah satu kantor polisi sambil berteriak-teriak mencari Park Hae Young. Seorang polisi berdiri dan tanpa mengkonfirmasi identitasnya, Jae Han langsung membantingnya dan menuntutnya bertanggung jawab sebagai penyebab kematian seseorang. Jelas saja polisi yang dibantingnya itu kebingungan.



Tiba-tiba seorang polisi wanita muncul dan memberitahu Jae Han bahwa dialah yang bernama Park Hae Young. Menyadari kesalahannya, Jae Han langsung cepat-cepat kabur.


Tak sengaja dia lewat didepan sebuah kantor. Tiba-tiba Jae Han tampak gugup lalu cepat-cepat merapikan penampilannya sebelum dia masuk ke kantor itu. Ah, ternyata wanita yang dibuntutinya waktu itu bekerja di kantor itu dan ternyata Jae Han memang naksir wanita itu.


Diam-diam dia mengintip wanita itu dan melihatnya sedang sibuk kerja. Jae Han senyam-senyum sendiri melihat wanita itu... tepat saat wanita itu melihatnya. Sontak, Jae Han langsung memalingkan wajahnya dengan malu dan gugup. Semenit kemudian menoleh kembali ke arah wanita itu tapi wanita itu tidak ada di meja kerjanya.


"Mungkin dia tidak melihatku" pikir Jae Han kecewa.

Dia mau pergi tapi tiba-tiba wanita itu muncul. Reaksinya Jae Han tuh cute banget, dia mau kabur tapi wanita itu cepat-cepat memanggilnya.


"Apa anda baik-baik saja?" tanya wanita itu

"Iya, te-tentu saja" jawab Jae Han tergagap


Jae Han mau kabur lagi tapi wanita itu cepat menghentikannya lagi. Sambil tersenyum malu-malu, dia merogoh kedalam sakunya, sepertinya dia ingin memberikan sesuatu pada Jae Han, tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk membatalkannya.


Mereka hendak berpisah tapi Jae Han tiba-tiba teringat sesuatu, dia lalu mengeluarkan sebuah taser yang memberikannya pada wanita itu

"Dunia ini adalah tempat yang sangat menakutkan" teriak Jae Han lalu mengakhirinya dengan "Terima kasih" lalu kabuuuurr.


Dia bersembunyi di balik tembok dan setelah memastikan wanita itu masuk kembali ke kantornya, dia akhirnya bisa bernapas lega.


Jae Han bertekad akan menangkap si pembunuh itu dengan tangannya sendiri, dia bersumpah akan memasukkan si penjahat itu kedalam penjara. Dengan begitu, dia akan dapat promosi. Jika dia punya jabatan lebih tinggi, dia akan mengajak wanita kencan dengan penuh percaya diri. (lalu apa yang terjadi dengan wanita itu kalau nantinya Jae Han punya hubungan dengan Soo Hyun??)


Di tahun 2015, Soo Hyun menginformasikan semua anggota timnya bahwa ke-9 korban memang berbeda-beda baik dari segi usia, pekerjaan maupun tempat tinggal. Tapi ada satu kesamaan yang baru disadarinya, yaitu ke-9 korban dibunuh setelah mereka turun dari bis.


Detektif Kim ternyata juga pernah ikut terlibat dalam investigasi kasus ini dulu. Tapi dia malah meremehkan dugaan Soo Hyun itu. Detektif Kim berpikir hal itu tidak aneh karena jaman dulu belum ada subway jadi satu-satunya kendaraan pulang yah pastinya dengan bis.


Soo Hyun mengacuhkannya dan kembali melanjutkan laporannya. Dia telah memasukkan data lokasi kematian korban ke aplikasi GeoPros (software yang digunakan untuk menghubungkan pembunuhan berantai ke satu titik).


Dari data yang dimasukkannya ke GeoPros, dia mendapati bahwa bis 95 adalah bis yang 26 tahun yang lalu melewati semua lokasi pembunuhan. Dan lagi, Hwang Min Joo (korban ke-8) adalah karyawan yang bekerja di perusahaan bis itu "Bukankah hal itu terlalu aneh untuk disebut sebagai kebetulan?"

Detektif Kim tetap saja bersikeras tidak ada yang aneh dari masalah bis itu, Hun Gi juga berpendapat sama. Tapi Hae Young tampaknya mulai menyadari sesuatu berkat informasi.


Dia langsung membaca kembali semua laporannya lalu bertanya apakah bis 95 juga melewati area stasiun Hyunpoong. Begitu Soo Hyun membenarkannya, Hae Young langsung sadar bahwa bis itulah petunjuk utamanya.

Selanjutnya Signal Episode 3 - 2

3 comments :

  1. wow makin seruuu... tetap semangat ya mbak ima and team

    ReplyDelete
  2. Jadi deg2an bacanya n takut sendiri klu mau lihat gambarnya

    ReplyDelete