January 27, 2016

Signal Episode 2 - 2


Detektif Kim dan Jung Hun Gi mulai memindahkan barang-barang mereka ke kantor baru. Sayangnya mereka tidak mendapat sambutan hangat di kantor baru itu, orang-orang di kantor baru itu memandang mereka dengan hina apalagi mereka sudah tahu kalau tim kasus dingin hanya akan bertahan beberapa bulan saja.

Hanya seorang opsir polisi baru bernama Hwang Eui Kyung yang mau membantu membawakan barang-barang mereka dan mengantarkan mereka ke meja kerja baru mereka yang ternyata lebih mirip gudang, sangat amat berantakan dan penuh berbagai tumpukan dokumen yang bertebaran di sana sini.




Beberapa waktu kemudian, yang dilakukan Detektif Kim dan Hun Gi hanyalah bersih-bersih dan bersih-bersih terus sambil menggerutui kantor baru mereka.


Soo Hyun datang tak lama kemudian dan memperhatikan ada satu meja kerja kosong di sebelahnya. Detektif Kim memberitahunya kalau meja kerja kosong itu kemungkinan meja kerja seorang profiler yang akan bekerja bersama mereka.

Ngomong-ngomong tentang profiler, Detektif Kim jadi curiga jangan-jangan si profiler yang dikirim ke mereka adalah si bocah kunyuk itu.


Tak lama kemudian Kapten Ahn tiba dan langsung melempar beberapa dokumen laporan kasus pertama yang akan tangani oleh tim khusus kasus dingin. Yaitu kasus pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu, kasus dingin yang paling terkenal di Korea. (Ppembunuhan ini berdasarkan kisah nyata pembunuhan berantai Hwaseong yang memang merupakan kasus pembunuhan berantai paling terkenal di Korea dan belum terselesaikan sampai sekarang)
 

Korban pertama adalah seorang wanita yang diserang pada malam hari di sebuah tempat sepi pinggir sawah dan mayatnya ditemukan pada tanggal 3 desembar 1987 di sebuah parit didekat gunung Ohsung.


Setelah pembunuhan pertama itu, kemudian diikuti oleh pembunuhan-pembunuhan selanjutnya hingga si pembunuh membunuh lebih dari 10 orang. Semua korban ditemukan dalam keadaan kaki dan tangan terikat ke belakang dengan simpul unik, mulut tersumpal dan mereka mati dengan cara dicekik.


Kasus itu jadi sangat terkenal apalagi sejak saat itu mulai banyak bermunculan mitos-mitos seputar pembunuhan itu semisal, jika seseorang memakai warna merah maka dia akan mati atau seseorang akan mati di saat hujan. Dan banyak pula bermunculan kisah-kisah hantu korban pembunuhan itu. Ribuan polisi dikerahkan untuk menangani kasus itu. Tapi sayangnya, mereka bahkan tidak bisa menemukan bayangan pelakunya.


Soo Hyun langsung protes, bagaimana caranya menyelidiki kasus yang sudah berusia 26 tahun, tidak mungkin bisa menyelidiki kasus ini dengan minimnya bukti dan laporan.


"Sepertinya layak dicoba" timbrung Hae Young yang baru saja datang sambil membawa sekotak barang lalu menaruhnya di meja kosong yang berada di sampingnya Soo Hyun. Detektif Kim langsung kesal menggerutui dugaannya yang ternyata jadi kenyataan.


Kapten Ahn lalu memperkenalkan Hae Young sebagai profiler (analis kriminal). Sayangnya tidak ada satupun yang senang melihatnya. Soo Hyun bahkan dengan sinisnya memprotes pemilihan Hae Young sebagai profiler mereka karena Hae Young itu tidak berpengalaman dan bahkan belum lulus pelatihan investigasi profiler. Dalam menangani kasus ini yang minim bukti, tugas seorang profiler menjadi sangat penting. Karena itulah, dia tidak mau dikasih sembarang orang.


"Sembarang orang?" Hae Young tersinggung.

Soo Hyun menuntut Kapten Ahn untuk memberinya profiler yang sudah ahli. Tapi pemintaannya itu langsung ditolak mentah-mentah. Kapten Ahn bahkan mengancam kalau mereka tidak mau bekerja sama maka sebaiknya mereka menyerahkan lencana mereka saja.


Setelah Kapten Ahn pergi, Soo Hyun dan Hun Gi menata meja-meja mereka dalam diam sementara Hae Young dan detektif Kim malah sibuk tengkar sendiri. Saat Detektif Kim mengolok-olok kepercayaan diri Hae Young dalam menangani kasus dingin ini apalagi semua bukti dalam kasus ini sudah musnah, Hae Young dengan sinisnya menghina cara kerja polisi yang tidak becus dalam menyimpan barang bukti.


Apalagi dalam investigasi pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu, semua masyarakat juga tahu kalau investigasi kasus itu dilakukan dengan sangat buruk, hina Hae Young. Tentu saja semua polisi langsung berpaling padanya dengan tercengang. Tapi Hae Young tidak peduli dan terus berceloteh mengkritik cara kerja kepolisian yang tidak becus dalam menangani semua kasus dingin.


"Kau kira ini permainan anak kecil? Ada orang-orang yang mempertaruhkan hidup mereka demi menyelidiki kasus itu. Kau tidak tahu apa-apa jadi jangan sembarangan bicara" tegur Soo Hyun

"Apa kau barusan... membela karena kalian rekan sesama polisi?"


Detektif Kim jadi makin kesal mendengarnya dan mengingatkan Hae Young kalau dia juga seorang polisi. Tapi Hae Young dengan santainya berkata kalau dia beda dengan mereka.


"Aku polisi baru dan kau polisi tua" katanya sambil menunjuk Detektif Kim.

Habis sudah kesabaran Detektif Kim! Dia langsung mengejar Hae Young keliling meja, melemparinya dengan berbagai barang dan  ujung-ujungnya mereka malah jambak-jambakan. Hahaha!


Malam harinya, Hae Young masih sibuk meneliti laporan kasus pembunuhan Gyeonggi Nambu sementara semua orang sudah pulang. Tapi lama-lama dia jadi kesal karena tidak ada apapun yang bisa dia temukan dalam laporan yang disusun sangat amat tak teratur itu. Dia akhirnya mengalihkan perhatiannya untuk mencari polisi bernama Lee Jae Han.


Total ada 15 resume polisi bernama Lee Jae Han yang dia dapatkan. Dari suara Jae Han yang dia dengar di walkie talkie, dia menyimpulkan kalau Jae Han yang bicara dengannya itu adalah orang yang usianya belum sampai 50 tahunan. Hae Young pun langsung menyingkirkan semua resume polisi bernama Lee Jae Han yang usianya diatas 50 tahunan. Maka hanya sisa 9 resume. Lalu dia menyingkirkan resume orang-orang berjabatan tinggi jadi sekarang sisa 6 orang saja.


Tapi dia sudah mencoba menanyai 3 orang dan ketiga-tiganya tidak ada yang tahu tentang kasus penculikan Kim Yoon Jung. Maka sekarang tersisa 3 orang saja. Hae Young yakin pasti salah satu dari ketiga orang inilah yang bicara dengannya di walkie talkie. Memang, salah satunya adalah Jae Han yang bicara dengannya di walkie talkie. Tapi anehnya, dalam resume itu tertulis bahwa Jae Han diberhentikan tanggal 12 Februari 2001.


Sementara itu, Soo Hyun mengunjungi ayah Jae Han yang menjalankan sebuah toko servis jam. Soo Hyun datang untuk memperbaiki jam tangannya. Ayah Jae Han tahu kalau Soo Hyun sangat mencintai putranya, tapi ia menyarankan agar Soo Hyun tidak lagi berkunjung kemari apalagi sekarang sudah 15 tahun berlalu.

Soo Hyun melihat koleksi foto-foto Jae Han yang tertempel di dinding sejak dia masih bayi sampai dia jadi polisi. Ia lalu bertanya pada ayah Jae Han tentang kasus pertama Jae Han saat dia baru jadi polisi, yang ternyata adalah kasus pembunuhan berantai Gyeonggi. Ayah Jae Han memberitahunya kalau Jae Han bekerja sangat keras dalam menangani kasus itu.

Ayah Jae Han ingat Jae Han dulu pernah mengatakan sesuatu yang cukup menarik. Jae Han berkata bahwa walau dia gagal menangkap penjahatnya, tapi akan ada orang lain di luar sana yang akan menangkapnya.


Tepat saat jam 11:23, Hae Young mendengar suara radio. Walkie talkie itu menyala lagi dan Hae Young langsung menyapa Lee Jae Han... yang anehnya terjawab oleh Lee Jae Han di tahun 1989, tahun pertama kali Jae Han menjadi polisi.

Tanpa menyadari kalau dia bicara dengan Jae Han di tahun yang berbeda dari Jae Han yang terakhir kali bicara dengannya, Hae Young langsung tanya apakah Jae Han selamat, dia cemas sejak terakhir kali mereka bicara waktu itu.


Jae Han tahun 1989 bingung apa maksudnya (Ah, jadi ini pertama kalinya Jae Han berkomunikasi dengan Hae Young), dan siapa orang yang bicara dengannya di walkie talkie itu. Saat Hae Young memperkenalkan dirinya sebagai Letnan Park Hae Young, Jae Han tampak semakin kebingungan, dia tidak kenal orang bernama Letnan Park Hae Young.

Mengira bahwa mungkin Letnan Park Hae Young adalah detektif yang menangani kasus pembunuhan Gyeonggi Nambu, Jae Han langsung menginformasikan bahwa saat ini dia dan tim polisi lainnya sedang melakukan penyisiran di bagian selatan Gunung Ohsung, mencari orang hilang yang bernama Lee Gye Sook.


Awalnya Hae Young bingung, tapi kemudian dia menyadari kalau Jae Han pasti tengah membicarakan kasus pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu dan Lee Gye Sook adalah korban ke-7 yang ditemukan di tengah padang alang-alang dekat jalan raya 3.


"Di tengah alang-alang dekat jalan raya 3?" tanya Jae Han bingung.

"Memangnya ada polisi di Korea yang tidak mengetahui masalah itu?" kata Hae Young "Korban ke-7 ditemukan di tengah alang-alang dekat jalan raya 3. Korban ke-8 ditemukan di dekat rel kereta stasiun Hyunpoong..."


Hae Young baru mau mengatakan tentang korban ke-9 saat tiba-tiba saja salah seorang polisi di tahun 1989 berteriak mengumumkan kalau dia sudah menemukan mayat korban. Dan seketika itu pula, komunikasi mereka terputus dan walkie talkie-nya Hae Young mati lagi. Hae Young bingung, tapi kemudian dia melihat jam tangannya dan sepertinya dia mulai menyadari sesuatu.


Di tahun 1989, Jae Han shock mendapati mayat korban ke-7 benar-benar ditemukan di tengah-tengah padang ilalang dekat jalan raya 3, sama persis seperti yang diinformasikan orang asing di walkie talkie barusan. Jae Han menatap walkie talkie-nya dengan gemetar ketakutan dan bertanya-tanya "Siapa kau sebenarnya"

Tanggal penemuan mayat itu adalah tanggal 4 November 1989.


Keesokan harinya, Detektif Kim, Jun Hun Gi dan Soo Hyun baru datang dan mendapati Hae Young sudah selesai mendata ringkasan nama-nama dan tanggal kematian tiap-tiap korban di papan.


Soo Hyun kemudian memulai rapatnya dengan mengingatkan semua orang bahwa bekerja di tim khusus kasus dingin sama artinya dengan menuduh polisi lain melakukan kesalahan dalam penyelidikan mereka. Karena itulah, dia menyarankan agar mulai sekarang mereka mempersiapkan diri untuk menerima hinaan atau makian.


Dia lalu memberikan daftar para detektif yang pernah ditugaskan dalam kasus pembunuhan Gyenggi Nambu. Tugas pertama mereka adalah menemui semua orang itu untuk mendapatkan data-data yang mereka miliki semua hal yang mereka ketahui tentang kasus ini, dia menugaskan Detektif Kim dalam tugas ini. Hun Gi dia tugaskan untuk menangani bukti-bukti sementara dia sendiri akan menemui keluarga korban. Hanya Hae Young seorang yang tidak dia beri tugas.

"Ketawa saja semau kalian. Aku akan menyelidikinya sendiri" gerutu Hae Young cemberut


Soo Hyun mendesah melihatnya, tapi kemudian dia memutuskan untuk mengikutsertakan Hae Young dalam kerja tim dengan memberinya foto-foto korban ke-7 dan ke-8. Tapi dia memperingatkan Hae Young untuk tidak sampai menghilangkannya karena foto-foto itu milik sunbae-nya dan dia sudah janji mau mengembalikannya nanti.


Setelah Soo Hyun pergi, Hae Young melihat foto-foto itu. Yang paling menarik perhatiannya adalah foto-foto korban ke-8, yang didekatnya ditemukan sekresek apel.



Foto-foto itulah yang kemudian membawa kita kembali ke tanggal 5 November 1989, saat seorang wanita berjalan didekat rel kereta api seorang diri dengan langkah santai, sementara seseorang tengah membuntutinya secara diam-diam.


Orang itu terus membuntutinya sampai wanita itu tiba di area perumahan yang sangat sepi. Tiba-tiba si penguntit melihat kesempatan saat wanita itu berhenti untuk mengambil kuncinya yang terjatuh... tapi tiba-tiba ibu si wanita muncul dari dalam rumah, dan si penguntit pun langsung cepat-cepat bersembunyi.


Ibu dan anak itu kemudian masuk rumah bersama-sama. Ternyata mereka berdua sudah tahu kalau dia sedang dikuntit dan sepertinya ini bukan pertama kalinya. Sang ibu menduga kalau si penguntit itu adalah orang yang menyukai putrinya tapi tidak berani menyatakan perasaannya.


"Hei, mungkin karena dia polisi, dia ingin melindungi gadis yang disukainya" kata sang ibu.


Oh, ternyata si penguntit itu Jae Han. Setelah anak dan ibu itu masuk, Jae Han pun keluar dari tempat persembunyiannya. Dia tengah berusaha mengintip kedalam saat tiba-tiba saja pintu pagar terbuka dan sang ibu keluar. Panik, Jae Han asal membuat-buat alasan lalu cepat-cepat kabuuuuurrr.


Jae Han tiba kembali di rel kereta dan teringat akan ucapan orang bernama Letnan Park Hae Young yang menginformasikannya tentang korban ke-8 yang ditemukan di dekat rel kereta api Hyungpoong. Ah, jadi dia membuntuti wanita itu bukan karena naksir tapi mungkin untuk melindungi wanita itu.


Dia kemudian pergi ke kantor polisi lain untuk mencari polisi bernama Letnan Park Hae Young. Tapi detektif kepala di kantor polisi itu tidak mengenal seorang pun yang bernama Park Hae Young. Saat ditanya kenapa Jae Han mencari orang bernama Park Hae Young itu, Jae Han pun dengan polosnya menginformasikan apa yang dia dengar dari Hae Young bahwa korban ke-8 akan ditemukan di dekat rel kereta Hyungpoong.


Si detektif langsung marah mendengarnya, mengira kalau Jae Han itu orang sinting yang mengharapkan akan ada orang mati lagi.


Setelah Jae Han pergi, si detektif langsung kembali melakukan pekerjaannya. Yaitu memaksa sepasang lansia untuk melihat wajah-wajah beberapa tersangka karena sepasang lansia itu mengaku pernah melihat seseorang, sayangnya sepasang lansia itu sekarang sudah lupa. Hmm... tapi tiba-tiba layar fokus pada foto seorang pria muda.


Di dekat rel kereta, seorang wanita berjalan seorang diri... sambil membawa sekresek apel (wah, yang ini pasti korban ke-8). Dia berjalan santai tanpa menyadari kalau di sedang dibuntuti seseorang. Yang pasti, orang yang membuntutinya itu bukan Jae Han.


Di tahun 2015, Hae Young masih sibuk menatap foto-foto korban ke-8 saat tiba-tiba saja dia dapat penglihatan aneh, foto-foto korban ke-8 yang dipegangnya tiba-tiba berkelip seperti mau berubah. Hae Young langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, tak yakin dengan apa yang dilihatnya.


Pada saat yang bersamaan di tahun 1989, Jae Han tengah berjalan menyusuri rel kereta itu saat tiba-tiba saja dia melihat sekresek apel di depan. Dia mengedarkan senternya ke arah pepohonan dan langsung kaget menemukan korban-8 tergeletak di sana.


Dia memberanikan dirinya mendekati korban, mengarahkan senternya ke wajah korban yang tersumpal mulutnya itu... dan mata korban tiba-tiba membuka. omomomo!!! Shock, Jae Han langsung terjerembab ke belakang dan gemetaran hebat.


Di tahun 2015, Hae Young shock melihat foto-foto korban-8 benar-benar berubah.


Dan seketika itu pula, catatan korban di papan juga ikut berubah.


Dia langsung berpaling untuk memeriksa papan dan mendapati korban ke-8 yang seharusnya mati pada tanggal 5 November 1989... sekarang berubah menjadi korban yang selamat dalam usaha percobaan pembunuhan. Hah?!


Pada saat yang bersamaan, Soo Hyun juga tengah mempelajari data-data korban di buku jurnalnya saat tak sengaja sepasang pejalan kaki menabraknya dan membuat buku jurnalnya terjatuh. Sama seperti Hae Young, catatan di buku jurnalnya Soo Hyun juga berubah saat buku terjatuh.


Soo Hyun memungutnya lalu membacanya kembali... tapi sepertinya dia tidak menyadari perubahan itu.


Komentar :


Ooooh, jadi percakapan antara Hae Young dan Jae Han ini nantinya akan merubah masa lalu yang secara otomatis akan merubah masa depan juga.

Aishh.. merinding pas lihat menit terakhir ini, ketika foto yang sedang dipegang Hae Young berubah dan tulisan di papan tulis juga berubah. 

Benarkah masa lalu bisa dirubah? 

7 comments :

  1. Lanjutin min dee plng ska sma drama genre bgini....ditungguin trus pokoknya....

    ReplyDelete
  2. Wah.. Penasaran kok bisa ya walkie talkie itu berhubungan dan bisa merubah masa depan... Apa hubungan antara jae han dan hae young... Arrrggggg.... Klu di pikir sekarang.. Blm ketemu jawabannya... Semangat bikin sinopsis nya mba ima....

    ReplyDelete
  3. Wah.. Penasaran kok bisa ya walkie talkie itu berhubungan dan bisa merubah masa depan... Apa hubungan antara jae han dan hae young... Arrrggggg.... Klu di pikir sekarang.. Blm ketemu jawabannya... Semangat bikin sinopsis nya mba ima....

    ReplyDelete
  4. Drama ini ngingetin aku sama drama nine time travelnya lee jin wook..yg tau dramanya pasti tau maksud aku,kisah tentang mesin waktu yg menghubungkan masa kini dengan masa lalu.. bedanya kalo di nine penghubungnya adalah dupa sedangkan di signal walkie talkie.. dan kejadian di masa lalu memang bisa ngerubah kejadian di masa depan dan hanya orang" yg tau tentang perjalanan waktu ini yg menyadari perubahannya..sedangakan mereka yg tidak tahu tidak akan menyadarinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget hehe
      cuma kalo di nine kan dupanya ada hubungannya sama kakaknya
      kalo ini, apa hubungannya hae young dan jae han? ayaaaaaah? LOL kebanyakan nonton sinetron...
      banyak banget teka-teki di sini rasanya baru awal
      jadi penasaran ma analisisnya mbak irfa yg juga ngerecap ini

      Delete
  5. Kalau masa lalu bisa berubah... pasti bakalan seru nihc

    ReplyDelete