January 25, 2016

Signal Episode 2 - 1



20 menit menjelang berakhirnya statute of limitation, Suster Yoon akhirnya dibawa ke ruang interogasi.




10 menit lebih 30 detik kemudian, para polisi masih mengawasinya dari ruang sebelah dengan tegang apalagi sampai saat ini mereka sama sekali belum memiliki bukti apapun.


Detektif Kim menggerutu kesal, dia menyesal kenapa mereka tadi tidak mengubah jarum jamnya saja, Suster Yoon pasti tidak akan tahu kalau mereka mengundur jarum jamnya 10 menit. Tapi Hae Young berkata kalau mereka hanya perlu 3-5 menit untuk membuat Suster Yoon mengakui kejahatannya.


Sementara ibu Kim Yoon Jung menunggu di luar, Soo Hyun menyambar kacamata salah seorang polisi jaga sebelum akhirnya dia masuk ke ruang interogasi tepat 10 menit menjelang statute of limitation. Soo Hyun memulai interogasinya dengan menyebutkan berbagai barang dan apartemen mewah milik Suster Yoon yang tentunya tidak sesuai dengan gajinya sebagai suster, jadi Suster Yoon pasti bisa membiayai hidup mewahnya itu karena dia memiliki pacar yang lumayan kaya... seperti Seo Hyung Joon 15 tahun yang lalu.

Suster Yoon pura-pura tidak mengerti apa maksudnya. Soo Hyun langsung bertanya kenapa Suster Yoon membohongi mereka dengan menukar lokernya dengan lokernya Suster Kang. Dengan sikap tenang dan senyum licik, Suster Yoon beralasan kalau dia hanya ingin mengetes seberapa bagus kerja polisi dalam menginvestigasi kasus. Dulu kan polisi kehilangan pelaku karena mereka dibodohi oleh kebohongan.


"Kalau kali ini kalian tidak bisa menangkap pelakunya lagi, kasihan sekali anak yang mati itu," kata Suster Yoon dengan senyum licik.

"Jadi kau mengakui kalau loker itu berserta semua isinya adalah milikmu?"

"Iya."


"Terima kasih, kami jadi punya waktu berkat kau. Aku berterima kasih karena kau mau memberikan DNA-mu secara sukarela," kata Soo Hyun yang langsung membuat suster Yoon tiba-tiba gugup.


Di ruang sebelah, Hae Young memperhatikan kegugupan itu Ia menduga Suster Yoon pasti sedang bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apa yang salah sebenarnya.

Mereka semua menunggu dengan tegang saat Soo Hyun memberitahu Suster Yoon bahwa mereka menginginkan DNA-nya karena mereka telah menemukan darah pembunuhnya Seo Hyung Joon yang secara tak sengaja tertempel di kacamatanya Seo Hyung Joon.


Dengan penuh percaya diri seolah mereka sudah punya hasil tes DNA-nya, Soo Hyun menunjukkan kacamata yang ia pinjam dari salah satu rekan polisinya tadi, berpura-pura kalau kacamata yang dipegangnya itu kacamatanya Seo Hyung Joon.

Padahal sebenarnya kacamata Seo Hyung Joon yang asli masih dalam proses penelitian. Tim forensik saat itu masih dalam proses mengekstraksi darah yang mereka temukan di celah tangkai kacamata Seo Hyung Joon. Darah yang tak sengaja menempel di kacamata Seo Hyung Joon saat Suster Yoon dan Seo Hyung Joon bergulat sebelum Seo Hyung Joon mati.


Suster Yoon sepertinya percaya dan tampak gugup mendengarnya. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang saat dia menyatakan ketidakpercayaannya. Dia yakin kalau mereka tidak mungkin bisa menemukan darah setelah 15 tahun berlalu.


"Awalnya juga kukira ini kebohongan. Tapi sekecil apapun darah yang tertinggal. Sepuluh tahun, dua puluh tahun, bahkan setelah seratus tahun pun, tes DNA tetap bisa dilakukan. Itu adalah hadiah yang diberikan oleh ilmu pengetahuan modern."

Suster Yoon bergerak-gerak semakin gelisah mendengarnya. Menit demi menit terus berlalu... tapi mereka masih belum bisa membuat Suster Yoon mengakui kejahatannya.

[4 menit] Soo Hyun mulai berteriak-teriak menyudutkan Suster Yoon dan menuduh Suster Yoon membunuh Seo Hyung Joon 15 tahun yang lalu demi menutupi kejahatannya. Menculik dan membunuh Kim Yoon Jung hanya demi mendapatkan uang 50,000 dollar.

[3 menit] Suster Yoon tampak makin gelisah, sepertinya dia sudah mulai terpancing. Semua polisi tegang menunggunya untuk mengakui kejahatannya...
 

Tapi suster Yoon tiba-tiba tersenyum jahat, sama sekali tidak terpedaya tipuan Soo Hyun (Arrgh!). Dia yakin kalau polisi sebenarnya tidak punya bukti apapun. Kalau mereka memang punya bukti solid maka mereka akan tidak akan perlu mengkonfrontasinya seperti ini."Kalian sudah tidak punya waktu, karena itulah kalian menyerangku, iya kan? Kau pikir dengan melakukan ini aku akan mengaku?"


[1 menit] Dengan tenangnya, Suster Yoon menyangkal semua tuduhan Soo Hyun. Frustasi, Hae Young langsung menerobos masuk ke ruang interogasi dengan membawa beberapa lembar kertas yang dia bilang hasil tes DNA dan hasilnya positif, cocok dengan DNA-nya Suster Yoon (padahal sebenarnya hasil tesnya belum keluar). Soo Hyun menyadari itu kertas palsu, tapi dia diam saja.


"Kau membunuh mereka. Seo Hyung Joo dan Yoon Jung! Dia hanya seorang anak yang belum berusia 12 tahun, kau melakukannya hanya demi 50,000 dollar! Kau tidak perlu membunuhnya. Kau mendapatkan uangnya, jadi kenapa?!"

Detik demi detik terus berjalan, Suster Yoon tampak makin gugup... "Aku tidak membunuhnya" ujarnya tiba-tiba dengan senyum licik (Arrrgh! Rasanya pengen ngelempar sandal ke laptop!)


Statute of limitation pun akhirnya berakhir. Dengan senyum liciknya, Suster Yoon pamit lalu melangkah pergi begitu saja, berlenggak-lenggok melewati ibu Kim Yoon Jung dengan cuek.


Dan tepat setelah dia melangkah keluar dari ruang interogasi, tim forensik baru menelepon dan mengabarkan kalau hasil DNA-nya 99,98% positif, Suster Yoon adalah pelakunya (Aaargh! Telat! Cuma telat beberapa menit dan pembunuhnya lepas begitu saja!).


Detektif Kim langsung ngamuk-ngamuk mendengarnya. Kenapa mereka tidak menelepon dari tadi?!


Soo Hyun, Hae Young dan polisi lainnya pada akhirnya hanya bisa melihat Suster Yoon melenggang kangkung. Beberapa menit kemudian, seorang petugas forensik menyerahkan sesuatu pada Soo Hyun. Sebuah tiket parkir masuk rumah sakit jiwa Seonil yang mereka temukan di dalam baju Seo Hyung Joon.


Tertera dalam tiket parkir itu adalah tanggal 30 Juli 2000. Hal ini membuktikan bahwa walau Statute of limitation pembunuhan Kim Yoon Jung sudah berakhir, tapi Statute of limitation pembunuhan Seo Hyung Joon belum berakhir.


Begitu melihatnya, Soo Hyun dan para polisi lainnya langsung mengejar Suster Yoon dan menangkapnya atas tuduhan pembunuhan atas Seo Hyung Joon.

Polisi hendak menyeret Suster Yoon kedalam penjara, tapi ibu Kim Yoon Jung menghentikan mereka. Ia tak mengerti kenapa Suster Yoon hanya ditahan atas pembunuhan Seo Hyung Joon. Lalu bagaimana dengan pembunuhan putrinya? Kenapa Suster Yoon tidak ditahan atas pembunuhan putrinya juga?


Dengan berat hati, Soo Hyun meminta maaf dan memberitahu wanita itu bahwa dalam hal ini mereka tidak tahu waktu kematian Kim Yoon Jung. Dalam kasus seperti ini, biasanya hukum lebih berpihak pada tersangka.


"Jadi wanita itu yang membunuh putriku, kan? Tapi kau bilang dia tidak akan membayar kejahatannya, begitu?"

"Maafkan kami."

Tentu saja ibu Kim Yoon Jung tidak bisa menerima keputusan yang tidak adil itu. Ia memutuskan akan menghukum Suster Yoon sendiri, tapi para polisi yang lain langsung mencegahnya. Ibu Kim Yoon Jung menangis, sama sekali tidak bisa menerima semua ini setelah menunggu pembunuh putrinya untuk ditangkap selama 15 tahun lamanya. "Hukum macam apa ini? Kenapa bisa jadi seperti? Yoon Jung-ah, maafkan ibu. Hukum macam apa ini? Detektif, kenapa jadi seperti ini? Bagaimana aku akan menghadapi Yoon Jung nantinya? Maafkan ibu, Yoon Jung-ah.."


Setelah hari itu, Hae Young mengunjungi sekolah SD-nya dan meletakkan setangkai bunga krisan putih di depan pintu sekolah, tempat terakhir kali ia meninggalkan Kim Yoon Jung, lalu memberikan penghormatan terakhirnya pada Kim Yoon Jung.


Dia melangkah pergi, tapi kemudian dia menoleh kembali... dan melihat Kim Yoo Jung tersenyum padanya.


Setelah itu, dia pergi ke sebuah hutan dan menghampiri sebuah papan peringatan yang tertempel di sebuah pohon atas nama hyung-nya, Park Sun Woo. Dalam papan itu tertera tanggal kematian hyung-nya 16-2-2000.


Dalam flashback, kita melihat Hae Young kecil menangis dan menjerit-jerit memanggil hyung-nya saat hyung-nya dibawa masuk ke mobil tahanan bersama para tersangka lainnya.


Kasus pembunuhan Kim Yoon Jung pada akhirnya tetap menjadi kasus tak terpecahkan. Akan tetapi kasus itu mulai menghebohkan masyarakat. Beberapa orang mulai bermunculan untuk melakukan aksi serupa, meminta keadilan ditegakkan atas keluarga mereka yang menjadi korban dalam kasus dingin.

Sejak saat itu pula, pemerintah memutuskan untuk mencabut peraturan Statute of limitation bagi kejahatan berat yang terjadi sejak tanggal 1 Agustus 2000.


Tapi peraturan itu sendiri mulai memunculkan perdebatan baru. Sebuah acara TV menayangkan perdebatan seru antara 2 orang yang memperdebatkan masalah pencabutan Statute of limitation bagi kejahatan-kejahatan berat yang dilakukan sejak tanggal 1 Agustus 2000.

Orang pertama memperdebatkan bagaimana dengan kejahatan yang terjadi sebelum tanggal tersebut? Apakah para penjahat yang melakukan kejahatan sebelum tanggal tersebut dianggap tidak bersalah? Seharusnya aturan ini diberlakukan bagi semua tindak kejahatan berat di masa lalu demi semua korban. Sementara orang kedua membela hak-hak para kriminal yang sudah dianggap tidak bersalah, jadi tidak seharusnya mereka dinyatakan bersalah hanya karena aturan hukum berubah.


"Jadi hak penjahat lebih penting? Lalu apakah hak-hak korban dan keluarga korban itu tidak penting?"

"Walaupun kita melakukannya secara retroaktif, tetap saja ada masalah. Kasus dingin dan kasus kriminal yang terjadi sebelum tahun 2000, tidak ada bukti atau saksi, kemungkinan kasusnya terungkap pun sangat tipis. Sementara kita berusaha memecahkan kasus lama, kasus baru akan terabaikan. Kalau begitu, maka akan muncul lebih banyak kasus dingin baru"

"Polisi harus membuat tim khusus untuk menangani kasus dingin," usul orang pertama. "Contohnya kasus pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu, kasus dingin seperti ini terus menjadi luka bagi masyarakat."

Sejak perdebatan di TV yang mengungkit tentang kasus pembunuhan Gyeonggi Nambu, masyarakat mulai berunjuk rasa menuntut polisi untuk memecahkan kasus pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu.


Hari itu, Kim Bum Joo baru saja tiba di kantor polisi dan langsung disambut oleh puluhan wartawan dan pengunjuk rasa yang menuntutnya untuk menangani kasus-kasus dingin. Tapi dia mengacuhkan semuanya.

Karena banyaknya tuntutan dari masyarakat, pemerintah akhirnya mencabut Statute of limitation untuk kejahatan-kejahatan yang terjadi sebelum tahun 2000. Bum Joo menanggapi berita itu dengan sinis, walaupun Statute of limitation sudah dihapus tapi dia pesimis kalau mereka akan bisa menangkap para penjahatnya.


Tapi akhirnya dia memutuskan untuk membentuk tim khusus yang akan menangani kasus dingin. Karena kapten Ahn telah melawan perintahnya dengan membuka kembali kasus pembunuhan Kim Yoon Jung, maka Bum Joo menunjuk kapten Ahn sebagai penanggung jawab tim khusus itu sebagai hukuman.


Membuka kembali kasus dingin akan mengungkapkan aib kepolisian, ujar Bum Joo. Karena itulah, dia berencana membentuk tim khusus itu hanya sampai masyarakat sudah mulai tenang dan kehebohan tentang Statute of limitation reda.

"Diam saja dan selalu waspadalah. Ikuti saja permainan ini. Sama seperti yang kau lakukan 15 tahun yang lalu dengan Lee Jae Han."


Para anggota yang dipilih Bum Joo adalah orang-orang yang terlibat dalam penanganan kasus pembunuhan Kim Yoon Jung dan Seo Hyung Joon. Mereka adalah Soo Hyun, Detektif Kim dan Jung Hun Gi (agen forensik yang menemukan tiket parkir di bajunya Seo Hyung Joon).


Sementara Detektif Kim mencak-mencak kesal gara-gara pemindahannya ke tim khusus kasus dingin, Soo Hyun menerima pemindahannya dengan tenang-tenang saja. Dia lalu mengunjungi Suster Yoon di penjara, dan menunjukkan foto Jae Han padanya. Setelah menyebutkan ciri-ciri Jae Han ia lalu bertanya apakah Jae Han pernah mendatangi Suster Yoon dulu. (Hmm... dari cara tanyanya, Soo Hyun terdengar seperti mencari orang hilang)


Suster Yoon langsung ketawa geli mendengarnya "Kau sudah gila yah? Kalau waktu itu ada seorang detektif datang mencariku, aku pasti sudah ditangkap dulu."


Saat dia kembali ke kantor polisi, dia mulai mengepak barang-barangnya untuk di pindahkan ke meja kerja baru nantinya. Dia membuka pigura foto Batman yang ternyata didalamnya tersembunyi fotonya bersama Jae Han.


Flashback,

Soo Hyun (kayaknya dia masih polisi baru waktu itu) dan Jae Han dipaksa oleh para polisi lainnya untuk berpose jadi model majalah kepolisian. Awalnya mereka sangat canggung sampai tidak bisa berpose dengan baik.


Tapi pada akhirnya, Jae Han lah yang mulai menyemangati Soo Hyun untuk berpose dengan baik. Dia menyuruh Soo Hyun untuk berpose sambil mempelototi si polisi yang memaksa mereka jadi foto model itu.


Soo Hyun melakukan perintahnya dan mereka pun mulai bisa berpose secara natural. Lama kelamaan, mereka mulai menikmati pekerjaan ini dan mulai bisa menampilkan berbagai berpose dengan baik sambil mempelototi si polisi seolah dia penjahat.

Kembali ke masa kini,


Hae Young memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya memata-matai selebritis. Lalu saat jam menunjukkan jam 11:23, tiba-tiba dia mendengar suara radio lagi dan menemukan walkie talkie ajaib itu menyala lagi. Oh, jadi walkie talkie itu menyala tiap jam 11:23 malam. Hmm... ada apa jam 11:23 malam?

Dengan antusias, Hae Young memberitahu Jae Han bahwa mereka akhirnya berhasil menyelesaikan kasus penculikan dan pembunuhan Kim Yoon Jung berkat bantuan Jae Han. Tanpa menyadari kalau dia bicara dengan orang di masa lalu, Hae Young bertanya-tanya bagaimana Jae Han bisa tahu kalau mayat Seo Hyung Joon ada di dalam lubang di rumah sakit jiwa Seonil. Dia terus nyerocos, bertanya Jae Han dari kepolisian mana dan bagaimana Jae Han mengenalnya.


Sementara itu Jae Han di masa lalu, tepatnya tanggal 3 Agustus 2000, terlihat sedang berada di tengah-tengah hutan, darah segar mengucur dari kepalanya dan tampaknya dia sedang sekarat dan berada dalam bahaya yang masih mengintai. Dia hanya berkata pada Hae Young bahwa ini mungkin akan jadi transmisi terakhir mereka.

"Tapi bukan berarti semuanya sudah selesai. Mereka akan memulainya lagi. Saat itu, kau harus meyakinkan aku, Lee Jae Han di tahun 1989. Ini masih bisa berubah. Jangan menyerah"


Hae Young sama sekali tidak mengerti apa maksudnya. Tapi sebelum dia mendapatkan jawabannya, tiba-tiba suara tembakan terdengar dari walkie talkie itu. Hae Young langsung cemas, dia bertanya apakah Jae Han baik-baik saja. Tapi yang terdengar hanya suara gemirisik sebelum akhirnya walkie talkie-nya mati lagi.


Bersambung ke Signal Episode 2 part 2

12 comments :

  1. Mimin ima lanjutin....slalu ditunggu....trus mbak dee nulis sinop yg mna??

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... aku nulis apa, ya?

      Aku nerusin Remember dan ngejar Six flying dragon yang udah ketinggalan jauh. sama nemenin sha ngerecap High end crush krn sha lagi sibuk skripsi dan magang ke lain kota.

      Delete
  2. bener2 drama ini .... akhirnya kau menemukan lagi drama seperti ini...
    semoga gak ada romance nya sama seperti bad guy... full action dan investigasi aja ........

    ReplyDelete
  3. Kaya sign. Ak seneng kalo drama model gini tanpa romance

    ReplyDelete
  4. Mba,kok tdk diceritain secara jelas ya, apa alasannya suster yoon culik kim yoon jung sampai tega membunuh gadis kecil itu?

    ReplyDelete
  5. Wah.. Drama ini penuh teka teki.. Tapi itu yg membuat seru... Awal cerita juga menarik banget... Ampe buat greget... Mudah"an cepet updatenya ya... Selalu ditunggu...

    ReplyDelete
  6. drama ini sama menariknya dengan drama sign cuma beda plot cerita aj...fighting mbak Dee!

    ReplyDelete
  7. Ko susah ya mba klik langsung dari menu sinopsisnya...aq selalu search dari google tiap ganti sinopsis...hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. aku juga ga tau, kenapa jadi susah ngeklik untuk pindah ke link berikutnya. coba aku tanya yang pinter dulu.

      Delete
  8. Ih aku kesel banget ke suster yoon kalo dia ada d dpn aku bkalan aku jambak rambut nya sambil lempar sepatu ke dia. Greget bangetttt

    ReplyDelete
  9. Jadi inget film frequency, tpi frequency lebih k kluarga, kalo signal lebih rumit krn hubunganny sama kasus2, tapi signal emang keren

    ReplyDelete