January 24, 2016

Signal Episode 1 - 2


Pagi-pagi sekali, rombongan polisi tiba di rumah sakit jiwa Seonil setelah mendapat laporan dari Hae Young. Tim forensik mulai meneliti tulang belulang itu. Hae Young dilarang masuk tapi Soo Hyun langsung melangkah menghampirinya dan bertanya bagaimana Hae Young bisa menemukan mayat itu? Dan kenapa orang pertama yang Hae Young hubungi adalah dia?


Hae Young hanya menanggapinya dengan meminta Soo Hyun untuk melakukan hal yang dia tahu mungkin kedengaran sangat gila "Bisakah kau membandingkan DNA kerangka itu dengan Seo Hyung Joon, tersangka penculikan Kim Yoon Jung 15 tahun yang lalu?"


Walau merasa aneh dengan permintaan Hae Young, tapi Soo Hyun menurutinya. Patolog memberitahu Soo Hyun bahwa kerangka itu adalah pria yang tingginya sekitar 170 cm. Diduga, mayat itu mati pada umur sekitar awal atau pertengahan 20 tahunan. Patolog sempat berkata kalau mayat ini 'bukan orang yang Soo Hyun cari karena umurnya tidak sesuai'.


Jempol mayat itu sepertinya diputus dengan sesuatu yang sangat tajam, mungkin pisau bedah. Seorang dokter lain muncul dengan membawa hasil otopsi dan Soo Hyun langsung shock membacanya, mayat itu memang Seo Hyung Joon.


Hae Young berusaha mencari informasi tentang polisi bernama Lee Jae Han dengan meminta bantuan rekannya. Tapi dari semua polisi bernama Lee Jae Han, tidak ada satupun yang mengetahui kasus penculikan Kim Yoon Jung. Hae Young jadi semakin bingung, Apakah saat itu dia bicara dengan hantu?


Belum sempat berpikir lebih jauh, Soo Hyun langsung mendorongnya ke tembok dan menuntut penjelasannya. Bagaimana dia bisa tahu kalau mayat itu Seo Hyung Joon? Bagaimana dia bisa tahu dimana menemukan mayatnya? Tapi Hae Young malah jauh lebih kaget darinya, benar-benar tidak menyangka kalau mayat itu memang Seo Hyung Joon.


"Sidik jari yang ditemukan hanya jempolnya. Tapi kerangka yang kita temukan hari ini, jari jempolnya menghilang. Seseorang memotongnya. Penculik yang sebenarnyalah yang telah membunuh Seo Hyung Joon, memotong jempolnya dan menggunakannya untuk meninggalkan sidik jari. Itu artinya siapapun yang tahu dia ada disana adalah penculik yang asli. Bagaimana kau bisa tahu dimana mayat itu berada? Bagaimana kau tahu tentang Seo Hyung Joon?" tuntut Soo Hyun.


Hae Young belum sempat menjawab apapun saat tiba-tiba saja seseorang muncul dan menyela mereka, detektif Ahn yang sekarang menjabat sebagai kapten. Dia datang setelah mendapat kabar ini dan langsung menuntut Soo Hyun untuk menyerahkan kasus ini padanya.


Soo Hyun langsung protes berat, dia ingin menyelidiki masalah ini dan mencari siapa pembunuhnya. Tapi kapten Ahn beralasan kalau kasus ini sudah berumur 15 tahun jadi apapun yang mereka temukan sekarang pasti sudah terkontaminasi, kurang bukti dan ingatan saksi pun sudah mulai memudar. Lagipula kasus ini akan ditutup dalam waktu 29 jam "Apa kau bisa menyelesaikan kasus berumur 15 tahun hanya dalam waktu sehari?"


Dengan sangat terpaksa, Soo Hyun akhirnya memberikan semua dokumennya pada kapten Ahn yang kemudian menyerahkannya ke Kim Bum Joo yang sekarang menjabat sebagai kepala penyidik. Bum Joo tampak senang saat dokumen itu sudah sampai ditangannya. Tapi saat kapten Ahn berkata bahwa apa yang pernah Jae Han katakan ternyata terbukti benar (dibuktikan dengan menghilangnya jempol mayat yang diduga dipotong dengan pisau bedah), ekspresi Bum Joo langsung berubah kejam.


"Berani sekali kau membantahku. Apa kau mau menanggung akibatnya kalau masalah ini sampai mengungkap masa lalu Jae Han?" ujar Bum Joo. (wah, wah, wah ternyata mereka mencurigakan!)

Soo Hyun menelepon seseorang, sepertinya minta data kasus. Begitu menerima setumpuk faks data-data yang dibutuhkannya, dia pun langsung pergi. Hae Young yang sedari tadi sudah menunggunya, langsung mengejarnya dan bertanya apakah Soo Hyun akan menyerah begitu saja.


Saat Soo Hyun tidak menjawabnya, Jae Hoon langsung menghentikannya dan mengaku kalau dia memang pernah melihat pelaku yang sebenarnya "Aku melihatnya, orang yang mengambil Kim Yoon Jung. Aku tidak melihat wajahnya tapi aku melihatnya. Dia bukan Seo Hyung Joon. Orang yang menculik Yoon Jung adalah seorang wanita"

"Lalu kenapa kau tidak pernah bilang?"

"Apa kau pikir aku tidak pernah melakukannya? Aku hanya seorang anak kecil waktu itu. Aku berusaha memberitahu polisi tapi tidak ada seorangpun yang mau mendengarkan. Awalnya aku mempercayai mereka. Maksudku, mereka kan polisi. Kukira jika aku menunggu maka mereka akan segera menemukannya. Aku percaya kalau mereka akan menangkapnya suatu hari nanti... tapi ternyata tidak ada apapun yang terjadi"


Saat dia menyemburkan semuanya dengan getir, kita melihat bagaimana dia tumbuh setiap tahun dengan memandang ibu Kim Yoon Jung dengan penuh penyesalan dan tanpa daya. Beberapa tahun kemudian, dia mencoba lagi mendatangi kantor polisi. Dia terus berusaha lagi dan lagi. Tapi berkali-kali pula, tidak ada seorangpun yang mempercayainya.

"Seperti itulah orang-orang seperti kalian setiap waktu. Aku baru mengetahui apa alasannya, bahwa dengan membuka kembali kasus Kim Yoon Jung sama artinya menyuruh polisi untuk mengakui bahwa ada yang salah dengan investigasi mereka waktu itu. Sama artinya menyuruh mereka untuk menyalahkan diri mereka sendiri!"


Pada saat yang bersamaan, Kim Bum Joo keluar dari kantor polisi dan langsung diserbu para wartawan. Dia berlagak mengacuhkan semua wartawan itu dan langsung berjalan menghampiri ibu Kim Yoon Jung yang telah menunggunya didepan.


"Apa anda sudah menemukan pelakunya?" isak ibu Kim Yoon Jung.


Bum Joo menyerahkan map berisi dokumen hasil otopsi Seo Hyung Joon yang disertai foto-foto tulang belulang Seo Hyung Joon dan menyatakan kalau tersangka Seo Hyung Joon mati bunuh diri. Lalu setelah itu, tepat dihadapan semua wartawan, dia membungkuk dalam-dalam, menyatakan permintaan maaf pada ibu Kim Yoon Jung dan memeluknya saat wanita itu ambruk dan menangis.


Hae Young bertanya apakah Soo Hyun juga akan mengacuhkan masalah ini seperti detektif-detektif yang lain? Tapi Soo Hyun langsung berjalan pergi dan berkata "Apa kau tahu apa yang paling buruk dari sebuah kasus yang dipetieskan? Dalam sebuah kasus dimana kau tahu siapa pembunuhnya, kenapa dan bagaimana keluargamu meninggal dunia. Walaupun berat, pada akhirnya harus bisa merelakannya. Tapi dalam kasus yang dipetieskan, kau bahkan tidak tahu kenapa orang yang kau cintai harus mati, maka kau tak akan pernah bisa merelakannya."


"Jadi karena itu kau akan mencari si pelaku secara diam-diam?"

"Tidak. Aku akan menangkapnya"

Tapi bagaimana caranya Soo Hyun akan menemukan pembunuh itu dalam waktu yang sangat singkat, tuntut Hae Young. Menemukan pembunuhnya dalam waktu sesingkat ini pastinya dibutuhkan semua satuan polisi. Hae Young mengusulkan agar mereka menyelidiki kasus ini bersama-sama. Dia ingin membantu. Tapi Hae Young langsung menolak dan mengingatkannya kalau dia tidak cocok jadi polisi.


Saat Soo Hyun hendak keluar, dia mendapati serombongan wartawan menghalangi jalannya. Ia berusaha menerobos mereka dan mengacuhkan pertanyaan-pertanyaan mereka tentang Seo Hyung Joon. Saat seorang wartawan bertanya apakah Seo Hyung Joon bunuh diri, Hae Young tiba-tiba keluar dan berteriak menjawab pertanyaan itu.


"Tidak. Seo Hyung Joon tidak bunuh diri. Dia dibunuh oleh orang lain. Dia dibunuh oleh penculik yang sebenarnya!" teriaknya

Sontak saja para wartawan itu langsung menyerbunya. Soo Hyun dan para polisi lain berusaha membuat Hae Young berhenti bicara tapi Hae Young terus bicara. Dia mengaku kalau dialah yang menemukan mayat itu di rumah sakit jiwa Seonil dan didapati jempolnya terpotong.

Dengan penuh keyakinan dia menyebutkan dugaannya bahwa pembunuh Kim Yoon Jung dan Seo Hyung Joon adalah seorang suster yang pernah bekerja di rumah sakit jiwa Seonil sebelum rumah sakit jiwa itu ditutup. Dia menyebutkan kalau tersangka adalah wanita yang berusia sekitar akhir 30 tahunan. Tingginya sekitar 165 cm. Dan dia adalah seorang suster yang terbiasa menggunakan pisau bedah.

Para polisi yang lain berusaha menyeret Hae Young kembali kedalam tapi Hae Young langsung memberontak dan terang-terangan  mengkonfrontasi si pembunuh melalui TV. "Kau pasti hidup bebas selama 15 tahun terakhir ini. Tapi kau akan hancur sekarang. Aku punya bukti solid!"


Tepat saat itu juga, Hae Young akhirnya berhasil menembus kerumunan wartawan dan langsung mendorong Hae Young masuk sebelum dia sempat mengatakan apapun lagi "Apa kau sudah gila?!"


"Kau bilang kau mau menangkap pelakunya. Kita tidak punya pilihan lain. Sudah tidak ada waktu lagi, sekarang hanya tersisa 27 jam lagi. Ini kesempatan terakhir."


Bum Joo kembali ke kantornya dengan riang lalu menyuruh detektif Ahn untuk menyalakan TV, dia sudah berharap akan melihat akting hebatnya di TV. Tapi begitu TV menyala, dia langsung ngamuk melihat berita TV malah heboh menyiarkan pernyataan Hae Young.


Sementara itu di sebuah rumah sakit, seorang suster tiba-tiba membeku di tengah jalan saat tak sengaja dia mendengar siaran berita TV tentang Hae Young yang menyebutkan kalau si pembunuh adalah seorang suster yang pernah bekerja di rumah sakit jiwa  Seonil. Tiba-tiba dia melangkah mundur seperti orang ketakutan.


Dia hendak melangkah pergi saat tiba-tiba saja langkahnya terhenti lagi saat dia mendengar suster-suster lain menggosipkan siapa saja suster-suster yang pernah bekerja di rumah sakit jiwa Seonil.


Seorang suster lain, suster Yoon, tiba-tiba muncul menghampirinya dan memandangnya dengan curiga, sekilas kita melihat wajah kedua suster dan ID tag si suster yang tampak ketakutan itu bernama 'Kang Se Yong'.


Begitu masuk, kapten Ahn langsung ngamuk-ngamuk. Soo Hyun langsung maju membela dirinya dan Hae Young dan meminta kapten Ahn untuk mengadakan investigasi ulang. Semua bukti tentang Seo Hyung Joon mengarah pada pembunuhan dan ditambah lagi sekarang dia memiliki seorang saksi yang dulu diacuhkan polisi.


Hae Young mengaku kalau dialah saksi itu. Dialah yang melihat si pelaku adalah seorang wanita. Dia memperkirakan tinggi badan si pelaku karena dia ingat bahu wanita itu setinggi jungle gym tingkat 3 yang terletak tak jauh dari tempat wanita itu berdiri.


Si pelaku memakai aksesoris yang mencolok dan sepatu yang berwarna cerah. Hae Young yakin kalau wanita itu menculik dan membunuh Kim Yoon Jung demi tujuan tertentu.


Dia menduga si pelaku menderita gangguan kepribadian narsisistik, orang seperti itu biasanya tidak mempercayai orang lain dan tidak mempedulikan orang lain. Karena itulah dia yakin kalau si pelaku tidak berkomplot dengan Seo Hyung Joon dan awalnya tidak berencana memanfaatkan Seo Hyung Joon.


Mungkin Seo Hyung Joon tak sengaja memergoki si pelaku membunuh Kim Yoon Jung saat dia pulang. Seo Hyung Joon mungkin memintanya untuk menyerahkan diri ke pihak berwajib dan mengancam kalau melaporkannya sendiri kalau si pelaku tidak mau menyerahkan diri. Si pelaku jadi panik dan marah, dan karena itulah dia memutuskan bahwa dia harus membunuh Seo Hyung Joon dan mengkambing-hitamkannya.


Tapi bagaimana caranya seorang wanita membunuh laki-laki yang jauh lebih besar darinya? Dengan menggunakan kemampuannya, dia tahu obat mana yang harus dia gunakan untuk membunuh Seo Hyung Joon. Dia membujuk Seo Hyung Joon ke rumah sakit jiwa Seonil dan begitu Seo Hyung Joon lengah, si pelaku langsung menusukkan jarum suntiknya padanya, membunuhnya lalu memotong jempolnya.


Walaupun pakaian yang digunakan si pelaku sangat menyolok tapi kukunya bersih, sangat tidak sesuai dengan penampilannya secara kesuluruhan. Karena itulah, dia menduga kalau si pelaku bekerja di tempat dimana dia tidak boleh mengecat kukunya. Dia bisa menggunakan pisau bedah dengan baik, jadi sudah pasti si pelaku adalah seorang suster bedah.


Kapten Ahn tidak percaya dan dengan ketus bertanya pada Soo Hyun, apakah Soo Hyun akan menyelidiki kasus ini hanya berdasarkan cerita fiksi buatan Hae Young? Soo Hyun mengklaim kalau semua ucapan Hae Young itu benar. Mayat Seo Hyung Joon ditemukan di tempat dimana hanya para karyawan yang diperbolehkan masuk. Jarinya jelas dipotong oleh seseorang yang pernah menjalani pelatihan medis dan bisa menggunakan pisau bedah.


Soo Hyun punya bukti yang bisa membuktikan kalau si pelaku bukan seorang dokter. Dia lalu menunjukkan setumpuk dokumen yang tadi ia minta dari seseorang. Dokumen itu adalah daftar pegawai rumah sakit jiwa Seonil selama 5 tahun beroperasi. Waktu itu memang ada 2 dokter wanita tapi keduanya tidak sesuai kriteria si pelaku, yang satu berusia 40 tahun dan yang satunya lagi sedang cuti melahirkan.

Lagipula, berdasarkan data penggunaan kartu kredit Seo Hyung Joon, menunjukkan bahwa kartu kredit itu digunakan untuk membeli barang-barang wanita berusia 20 tahunan. Jika 15 tahun dia berusia sekitar 20 tahunan, berarti sekarang usianya sekitar pertengahan 30 tahunan. Jadi pelakunya pasti seorang suster yang pernah bekerja di rumah sakit jiwa Seonil dan berusia 30 tahunan.


Kapten Ahn ragu, memangnya Soo Hyun akan bisa melacak hanya dengan semua informasi itu?Dalam dokumen itu, sedikitnya tercatat ada 100 orang suster. Apa Soo Hyun berencana untuk mengintergosi semuanya sekaligus?


Hae Young menyela dan berkata kalau mereka tidak perlu menyelidiki satu per satu. Mereka bisa mengandalkan media, 100 orang suster dalam daftar itu pasti menonton siaran berita dirinya tadi dan salah satu pasti pelakunya.

Memang sampai saat ini mereka belum dapat telepon tapi pastinya perlu waktu kurang lebih satu jam bagi seseorang untuk mencurigai tingkah aneh rekan kerja mereka. Begitu mereka melihat ada yang aneh maka mereka pasti akan menelepon polisi. Lagipula, dia sudah pura-pura berkata di TV kalau dia punya bukti solid. Si pelaku pasti akan melakukan sesuatu yang tidak biasa. Misalnya tiba-tiba menghilang atau mengepak semua barang-barangnya.


Pada saat yang bersamaan, suster Kang terlihat terburu-buru keluar rumah sakit sambil menenteng tas ransel dan sebuah tas besar lain.


Salah seorang suster ingat kalau suster Kang Se Young pernah bekerja di rumah sakit jiwa Seonil. Dia mencurigai suster Kang gara-gara berita tadi. Suster Yoon langsung mengomelinya tapi dia sendiri langsung menatap telepon dengan ragu.


Telepon kantor polisi tiba-tiba berbunyi dari seseorang yang melaporkan tentang seseorang yang dia curigai karena ciri-cirinya cocok dengan yang digambarkan Hae Young. Sedetik kemudian, mereka dapat telepon kedua.


Soo Hyun langsung memohon pada kapten Ahn untuk mengizinkan mereka mengadakan investigasi. Tim forensik akan membantu menyelidiki apa yang mereka temukan di TKP, mereka hanya perlu secuil bukti yang bisa mereka bandingkan dengan DNA tersangka. Saat kapten Ahn masih belum mau menjawab, Soo Hyun langsung menyatakan bahwa jika ada masalah maka dia akan bertanggung jawab penuh.


Kapten Ahn memperingatkan Soo Hyun bahwa mereka hanya punya waktu 24 jam untuk menemukan tersangka. Mereka harus bisa membuat tersangka mengakui kejahatannya atau cari bukti kuat yang bisa mengaitkan tersangka pada pembunuhan. Jika mereka sampai gagal, maka Soo Hyun harus menanggung semua akibatnya.

20 jam menjelang berakhirnya Statute of limitation...


Soo Hyun ditunjuk sebagai ketua tim investigasi. Berdasarkan catatan pengunaan kartu kredit Seo Hyung Joon, jelas si pelakulah yang memakai kartu kredit itu. Dari data itu, Hae Young menyimpulkan bahwa si pelaku gila belanja dan tipe orang yang narsistik, suka belanja di toko-toko merek ternama yang menjual barang-barang limited edition. Si pembunuh selalu memilih barang-barang berwarna cerah dengan design unik dan selalu mengikuti tren. Orang seperti itu biasanya tak pernah lupa membawa cermin kemana-mana demi memperhatikan penampilan.

Bersama-sama mereka mendatangi sebuah rumah sakit yang salah seorang susternya dicurigai sebagai si pelaku. Tapi saat mereka membuka lokernya, ternyata mereka mendapati kalau suster itu bukan si pelaku yang mereka cari. Si suster itu jarang menggunakan kartu kreditnya dan di lokernya tertempel foto anak anjing peliharaannya. Berdasarkan ciri-ciri yang dia gambarkan, si pelaku tidak mungkin punya binatang peliharaan. Si pelaku adalah orang yang berani dan cerdas dan akan melakukan segala upaya untuk melindungi dirinya sendiri.


Suster Kang terlihat pergi dengan mengendarai mobilnya. Sementara di rumah sakit, suster Yoon masih terus memandangi teleponnya.


6 jam menjelang berakhirnya statute of limitation...

Semua polisi ketiduran di meja kerjanya masing-masing. Tiba-tiba telepon berbunyi... dari suster Yoon. Setelah berdiam diri sekian lama, akhirnya dia melapor dan memberitahu polisi kalau suster Kang Se Yong pernah bekerja jadi suster bedah di rumah sakit jiwa Seonil dan dia menghilang sejak berita itu disiarkan.


Dia lalu membawa polisi ke loker milik suster Kang. Dan disanalah mereka menemukan kalender tahun 2015 yang ditandai pada tanggal 29 Juli dan sepasang sepatu high heels warna merah.


Polisi lalu mengirim foto loker suster Kang pada Soo Hyun dan Hae Young.


Semua polisi langsung bergegas mencari keberadaan suster Kang. Hingga beberapa saat kemudian, mereka akhirnya berhasil melacak penggunaan kartu kredit suster Kang yang barusan dia gunakan untuk pesan kamar hotel... di Busan.


Soo Hyun dan Hae Young yang saat itu sedang terjebak macet, langsung stres mendengarnya. Kapten Ahn tiba-tiba ikut membantu dengan memerintahkan anak buahnya untuk menghubungi kepolisian Busan dan minta helikopter secepatnya.


Soo Hyun dan Hae Young akhirnya kembali ke kantor polisi, 100 menit menjelang berakhirnya statute of limitation. Saat mereka masuk, mereka mendapati ibu Kim Yoon Jung tengah menunggu mereka dan langsung menuntut apakah mereka sudah menemukan pembunuh Yoon Jung yang sebenarnya. Sayangnya, tidak ada satupun dari mereka yang bisa memberinya jawaban.


Tapi saat mereka masuk ke ruang interogasi, mereka mendapati suster Kang ternyata sudah ditangkap. Kapten Ahn mengingatkan bahwa mereka hanya punya sisa waktu satu setengah jam, jadi satu-satunya cara tercepat untuk mengadili tersangka adalah dengan mendapatkan pengakuannya.


Di ruang interogasi, Soo Hyun langsung to the point menuduh suster Kang menculik dan membunuh Kim Yoon Jung. Tapi suster Kang langsung menyangkalnya bahkan mengklaim kalau dia tidak kenal dengan Seo Hyung Joon.


Lalu kenapa suster Kang malah menghilang setelah berita itu disiarkan? tanya Soo Hyun. Suster Kang lagi-lagi menyangkalnya, dia tidak menghilang melainkan hanya cuti. Kalau Soo Hyun tak percaya maka tanya saja pada suster Yoon, suster Yoon lah yang mengizinkannya cuti. Lalu bagaimana dengan hapenya? tanya Soo Hyun. Suster Kang berkata kalau hapenya hilang.


Detektif Kim menemukan Hae Young merenung di luar. Detektif Kim menyuruhnya untuk pulang saja. Tapi Hae Young tidak bisa tenang memikirkan hal yang menurutnya janggal. Dia tidak mengerti kenapa orang seperti suster Kang malah meninggalkan sepatu merah mahalnya di loker. Dia lalu bertanya apakah detektif Kim melihat sepatu apa yang sedang dipakai suster Kang sekarang. Detektif Kim menjawab kalau suster Kang memakai sepatu warna coklat.


Mendengar itu, Hae Young mengingat kembali foto barang-barang didalam loker suster Kang lalu menerobos ruang interogasi. Dia langsung memeriksa sepatu suster Kang yang memang berwarna coklat. Setelah memeriksa tangan suster Kang, dengan frustasi Hae Young menyatakan kalau suster Kang bukanlah pelakunya. Suster Kang adalah pengguna tangan kanan, sementara barang-barang yang ada didalam loker menunjukkan kalau pemilik loker itu adalah pengguna tangan kiri, si pelaku adalah orang kidal.


Saat itulah Soo Hyun mulai mencurigai suster lain yang barusan disebut suster Kang... Suster Yoon yang tepat saat itu juga, membuang hapenya lalu memoleskan lipstik merah.


Dalam flashback kita melihat suster Yoon tiba-tiba membeku saat dia mendengar siaran berita itu. Tapi kemudian, dia melihat suster Kang tampak ketakutan setelah mendengar berita itu. Mereka berdua ternyata sama-sama pernah bekerja di rumah sakit jiwa Seonil.



Dia sengaja memberi izin cuti pada suster Kang. Apa yang dia lihat waktu itu bukan telepon tapi jam yang terletak di samping telepon.


Dia menunggu waktu yang tepat untuk menukar label nama lokernya dengan label nama suster Kang sebelum dia menelepon polisi. Dia sengaja membuat mereka membuang waktu untuk mengejar suster Kang.


"Aku salah. Aku sangat yakin dia akan melarikan diri. Tapi ternyata dia memasang perangkap pada polisi yang tengah menghadapi deadline agar kita membuat kesalahan. Aku tidak bisa membiarkannya berakhir seperti ini saja. Sama seperti saat dia menculik gadis kecil itu 15 tahun yng lalu, dia terlalu percaya diri dengan strateginya. Dia meyakini kalau dia lebih baik daripada orang lain. Dia kira dia bisa mengontrol dan memanipulasi polisi. Aku yakin dia belum jauh. Dia pasti sedang mengawasi kita yang sedang dipermainkan"


Hae Young langsung berlari menembus hujan untuk mencari suster Yoon. Sementara Soo Hyun terlebih dulu menghubungi pengawas CCTV meminta mereka untuk mencari keberadaan mobilnya suster Yoon.

40 menit menjelang berakhirnya Statute of limitation...


Pengawas CCTV akhirnya menemukan rekaman yang menunjukkan suster hendak masuk kedalam mobilnya. Pada saat yang bersamaan, Hae Young tiba-tiba berhenti, dia menoleh ke sebuah cafe lantai atas dan akhirnya melihat sosok suster Yoon yang sama persis dengan sosok wanita misterius yang dia lihat waktu dia masih kecil.


Hae Young naik kedalam cafe itu tapi sesampainya disana, suster Yoon sudah tidak ada. Dia langsung keluar lewat jalan lain dan mendapati suster Yoon berjalan santai menyeberangi jalan raya. Hae Young berusaha mengejarnya tapi lalu lintas sangat ramai, dia berusaha menembus lalu lintas tapi mobil-mobil terus menerus melaju menghalanginya.


Sebuah truk tiba-tiba berhenti di jalan seberang dan menghalau pandangannya. Saat truk itu akhirnya melaju kembali, dia melihat suster Yoon terdiam di seberang... menghadap Soo Hyun.


Hae Young akhirnya bisa menyeberang jalan dan suster Yoon berpaling padanya, tepat 20 menit menjelang statute of limitation berakhir.



Komentar:

Hai, annyeonghaseyo. Perkenalkan saya anak baru di kutudrama, namaku imma. Hehee. Pertama-tama saya mau berterima kasih pada mbak Dee atas undangannya menulis di kutudrama. Aku milih drama ini karena SW-nimnya adalah yang nulis drama Sign (salah satu drama kesukaanku). Dan ternyata aku ga nyesel milih drama ini, dramanya keren, walaupun durasinya panjang tapi nontonnya ga kerasa panjang. Ga terlalu serem banget lah, ada lucu-lucunya juga.

Ga nyangka pembunuhnya akan ketangkap secepat ini, tapi masih banyak misteri. Aku curiga jangan-jangan Hae Young itu mata-matanya dispatch, hahaha (apa coba?). Aku sebenarnya belum terlalu ngeh sama Hae Young, dia itu polisi apa yah? Dia itu penakut tapi cermat mengamati sesuatu dan bakat itu sudah tampak sejak dia kecil waktu dia mengamati sosok si pelaku. Dia ngerti ilmu psikologi dilihat dari cara dia menggambarkan sifat-sifat si pelaku yang narcisstic dan lain sebagainya. Apa mungkin dia profiler?

Terus misteri tentang Jae Han. Apa dia masih hidup setelah hantaman di kepala itu? Apakah orang yang dia panggil 'tuan Park' itu Hae Young? Bagaimana dan kapan pertama kali dia berkomunikasi dengan tuan Park? Lalu apa hubungan dia dengan Soo Hyun? Apa yang disembunyikan kapten Ahn dan Kim Bum Joo tentang Jae Han?

Sekarang setelah mereka berhasil menangkap si suster, bisakah mereka memasukkan dia ke penjara hanya dalam waktu hitungan menit. Mereka cuma punya waktu 20 menit!

5 comments :

  1. Seru kak.. Kak Ima ini yg dr Drama Diary ( sutrimadiary.blogspot.com ) kan? kok bisa sampai di kutudrama kak? wahhhh.. ternyata hubungan sesama blogger itu unik ya

    ReplyDelete
  2. Lanjut mb imma... sudah sering baca sinopsis mb ima yg drama lainnya... tks mb imma.

    ReplyDelete
  3. semangat mbak ima...aku selalu menantikan karya sinopsismu

    ReplyDelete
  4. aku suka drama misteri kayak gini makasih mbk imma

    ReplyDelete