January 23, 2016

Signal Episode 1 - 1


Hari ini kayaknya khusus drama baru dengan penulis yang bukan saya, deh. Kali ini, saya perkenalkan kontributor Kutudrama yang akan menulis drama Signal, yaitu Ima dari Sutrimadiary. Baca sinopsisnya aja buat saya penasaran. Seru! Jadi gak usah berpanjang-panjang. Yuk baca, yuk!

Signal Episode 1 - 1


29 juli 2000...


Siang itu di sebuah sekolah SD, hujan turun deras. Anak-anak berkumpul di gerbang sekolah menunggu para orang tua menjemput mereka. Satu per satu, anak-anak itu akhirnya pulang. Sampai pada akhirnya, hanya tersisa seorang anak perempuan yang tidak dijemput siapapun dan tidak membawa payung sendiri. Tak lama kemudian, seorang anak lelaki muncul belakangan. 

Dia membawa payung dan berhenti di gerbang saat melihat gadis kecil itu. Dia memandang payungnya dengan ragu, mungkin ingin memberikan payung itu padanya. Tapi saat gadis kecil itu berpaling dan tersenyum padanya, dia langsung menyembunyikan payungnya lalu berlari meninggalkannya sendirian.


Didepan sekolah, dia berhenti karena keheranan melihat seorang wanita. Dia tidak melihat wajah wanita itu karena tertutup payung, tapi dia memperhatikan pakaian bagus dan sepatu merah yang dikenakan wanita itu. Dia melihat wanita itu memandang sekolahnya. 


Tapi saat wanita itu berpaling padanya, anak lelaki itu langsung pergi. Dia sempat menoleh lagi dan melihat wanita itu membawa si gadis kecil pergi.


Malam harinya, anak lelaki itu makan ramen seorang diri di rumahnya sambil menonton siaran berita TV. Sebuah berita langsung mengejutkannya, karena berita itu memberitakan tentang hilangnya seorang murid perempuan SD bernama Kim Yoon Jung, dia adalah si gadis kecil yang menunggu hujan reda seorang diri di gerbang sekolah, gadis kecil yang tadinya dia tinggalkan seorang diri dan dibawa pergi wanita misterius.


Keesokan harinya saat dia tiba di sekolah, dia mendapati sekolahnya ramai diserbu oleh para wartawan yang berebut mewawancarai anak-anak yang mau masuk sekolah tentang kejadian penculikan itu. Melihat semua itu sepertinya membangkitkan kenangan buruk, kenangan saat dia menjerit-jerit histeris, tak berdaya melihat hyung-nya dijebloskan kedalam penjara.


Selama beberapa hari kemudian, dia menonton perkembangan kasus itu lewat berita di TV. Media memberitakan bahwa dari penyelidikan sidik jari yang ditemukan dalam surat pemerasan yang dikirim si pelaku, polisi mendapati sidik jari itu adalah milik seorang mahasiswa kedokteran bernama Seo Hyung Joon. Terang saja anak lelaki itu heran, karena dia jelas-jelas melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau orang yang membawa Kim Yoon Jung pergi adalah seorang wanita.


Setelah ragu-ragu cukup lama, anak itu akhirnya memberanikan diri pergi ke kantor polisi untuk memberikan kesaksiannya. Tapi sesampainya gerbang kantor polisi, dia ragu dan gugup. Kegugupannya terutama disebabkan oleh trauma masa lalu saat dia berusaha berteriak-teriak histeris membela hyung-nya yang tidak bersalah.

Saat ada polisi lewat, dia langsung memberanikan diri untuk memberitahu mereka kalau penculiknya bukan pria. Tapi sayangnya, tidak ada satupun yang mempercayai omongannya. Dia terdiam di tempat itu sementara para polisi hilir mudik di sekitarnya, sibuk sendiri membicarakan kasus-kasus yang mereka tangani masing-masing.


Beberapa waktu kemudian (err... sejauh ini saya ga paham dengan jeda waktunya, apa udah lewat beberapa hari, minggu atau bulan saya ga tahu), Kim Yoon Jung akhirnya ditemukan, dalam keadaan sudah mati (omo!).


Ibu korban histeris menangisi kematian putrinya. Media memberitakan bahwa tersangka Seo Hyung Joon, mengambil uang tebusan sebesar 50,000 dollar dari polisi lalu menghilang tanpa jejak dan sekarang dia jadi buron. 


Ibu Kim Yoon Jung yang patah hati, berdiri didepan kantor polisi dengan membawa spanduk petisi meminta polisi untuk menemukan pembunuh putrinya. Sementara Hae Young hanya bisa terdiam tak berdaya melihat ibunya Kim Yoon Jung.


5 tahun kemudian, anak lelaki itu tumbuh jadi remaja SMA bandel yang sering berkelahi dan membuat masalah. Tapi selama 5 tahun itu pula, dia selalu melihat ibu Kim Yoon Jung  yang masih terus berusaha menegakkan keadilan untuk putrinya tanpa kenal lelah di depan kantor polisi.


Musim terus berganti, tahun demi tahun terus berlalu. Hingga 15 tahun kemudian, tersangka penculikan dan pembunuhan itu masih belum ditemukan. Media mengumumkan bahwa kasus penculikan dan pembunuhan itu, akan secara resmi ditutup pada tanggal 29 Juli 2015. Tersangka hanya akan dihukum jika dia dibawa ke pengadilan sebelum tengah malam tanggal 29 juli 2015... yang artinya tinggal 3 hari lagi.


27 juli 2015...


Anak lelaki itu adalah Park Hae Young (Lee Je Hoon) yang sekarang tumbuh jadi seorang polisi yang cukup pandai dan cermat dalam menyelidiki sesuatu... terutama skandal artis, dia bahkan bisa mendeduksi dengan tepat artis mana yang pacaran sama siapa dan dimana mereka akan ketemuan nantinya. 

Hari itu, dia bertemu dengan seorang reporter di sebuah cafe, dimana dia memberi informasi pada si reporter tentang dugaannya akan hubungan tentang Kang So Ra dan Im Shi Wan (keduanya bermain di Misaeng. Emangnya mereka pacaran yah? *kok malah bahas gosip artis*).


Selama bicara, dia memperhatikan kehadiran seorang wanita yang menarik perhatiannya. Bukan karena wanita itu cantik atau seksi, tapi karena dia melihat wanita itu tampak mengeluarkan beberapa foto sambil meliriknya terus menerus. 

Saat Hae Young mulai membicarakan hubungan artis lain (Ji Sung dan Lee Bo Young), wanita itu langsung menyela mereka dengan menunjukkan kartu identitasnya, Cha Soo Hyun (Kim Hye Soo), seorang detektif.


Soo Hyun lalu membawa Hae Young ke kantor polisi. Sepertinya kejahatannya berat banget sampai-sampai dia diinterogasi di divisi kejahatan berat. Soo Hyun dan detektif Kim menuduhnya menguntit Lee Bo Young dan mengobrak-abrik tempat sampahnya Lee Bo Young untuk mendapat informasi lalu menjual informasi itu pada media. Mereka bahkan sudah punya buk foto-foto yang memperlihatkan Hae Young sedang mengobrak-abrik tempat sampahnya Lee Bo Yong.

"Siapa yang menerima uang? Kata siapa? Selidiki saja rekening bankku, aku tidak menerima uang sepeser pun! Ini cuma hobiku saja. Mencari informasi dan berbagi informasi itu dengan orang lain" kata Hae Young membela diri.


"Ah, kau ini benar-benar. Apa kau tidak tahu kalau atasan sekarang sedang berusaha untuk memperketat disiplin. Detektif Cha, laporkan saja dia atas tuduhan tindakan tidak patut biar dia dipecat"

Hae Young langsung ketawa geli mendengarnya. Dengan jijik dia mulai mengamati meja kerjanya Soo Hyun lalu menceramahi mereka tentang apa itu tindakan tidak patut bagi seorang polisi. Dia menunjuk ke tumpukan dokumen-dokumen berbagai kasus yang berbeda yang tertumpuk menggunung tak rapi di meja kerjanya Soo Hyun, lalu berkata bahwa jika Soo Hyun kerja dengan cara meloncat-loncat antara satu kasus dengan kasus lainnya maka bisa-bisa dia akan menjebloskan orang tak bersalah kedalam penjara.


"Yang paling lucu dari orang-orang seperti kalian yang bekerja di tempat seperti ini, ditempat yang hanya bisa kau lihat sendiri..." Hae Young merogoh kedalam sela tumpukan dokumen dan menemukan err... foto batman yang dipigura dan dipiguranya ada sebuah quote bertuliskan 'Setiap borgol membawa 2.5 liter air mata'.

"Kau menulis quote yang cukup bagus untuk mencuci otakmu sendiri dan berkata pada dirimu sendiri kalau kau adalah seorang polisi yang hebat. Tapi kau tidak merasa kalau Batman itu kebangetan? Tapi setidaknya tempat ini mirip meja kerjanya seorang detektif"


Dia lalu menunjuk ke meja kerjanya detektif Kim dan berkomentar bahwa meja itu lebih mirip meja kerjanya sales. Buktinya, buku panduan investigasi yang seharusnya dia pelajari malah dia jadikan tatakan makan. Buku-buku yang dia baca malah tentang golf dan mendaki.

Dilihat dari tumpukan kartu-kartu nama bisnis yang dikoleksinya, Hae Young yakin sekali kalau detektif Kim pasti punya kartu nama managernya Lee Bo Young. Dugaannya terbukti benar, karena detektif Kim langsung merebut bukunya kembali dengan kesal dan canggung.


"Pasti managernya Lee Bo Young yang menyuruh kalian menyelidikiku. Kalau tidak, kenapa aku musti diinvestigasi di divisi kejahatan berat. Iya bukan? Apa kalian menyebut investigasi ini adalah tindakan yang patut? Apa polisi pernah memiliki rasa  kepatutan?"

"Orang bilang kau punya mulut untuk mengatakan hal-hal yang benar. Kau memang punya mulut, tapi kenapa kau tidak mengatakan hal yang benar?" dengus Soo Hyun "Siapa juga yang mengharapkan sikap patut dari polisi. Mereka tidak mengajarkan itu di universitas kepolisian nasional, iya kan? Karena itulah kau malah mengobrak-abrik tumpukan sampah"

Hae Young membela diri kalau dia melakukan itu hanya untuk menyelidiki sesuatu "Tapi, bisa tidak anda bicara dengan sopan sedikit?" protes Hae Young

"Kami kan orang yang tidak patut. Seperti inilah orang yang tidak patut kalau ngomong"

Kedua orang itu langsung saling melotot tajam, tapi tiba-tiba ketegangan mereka terhenti berkat sebuah telepon yang mengabarkan klau pihak Lee Bo Young menarik kembali laporan mereka akan Hae Young. Kasus ini otomatis selesai tapi Hae Young malah tidak terima kalau kasus ini ditutup begitu saja. Dia bahkan langsung berusaha mencari bukti kalau mereka berdua ini disuap.

Soo Hyun dengan tenangnya, menanggapi gerutuan Hae Young dengan menantang Hae Young untuk saling menyelidiki siapa diantara mereka yang benar. Hae Young langsung gugup lalu cepat-cepat membuat alasan untuk menghindar dan pergi.



Tapi saat Hae Young baru keluar beberapa langkah, Hae Young menyusulnya untuk memberinya sebuah nasehat "Seorang polisi yang penuh dengan kepatutan dan benci pada polisi, sebaiknya kau cari pekerjaan lain saja. Kau tidak cocok jadi seorang polisi"


Hae Young berjalan pergi sambil menggerutu. Tapi saat dia melewati membelok ke sebuah lorong, dia langsung membisu. Perlahan-lahan, dia berjalan menyusuri lorong itu dengan wajah sendu sampai akhirnya dia berhenti di tempat didepan lift. Dia menatap tempat itu dengan sedih karena di tempat itulah 15 tahun yang lalu, dia berdiam diri sementara para polisi hilir mudik mengacuhkannya.


Kita kembali 15 tahun silam... tanggal 3 Agustus 2000, 5 hari 5 jam setelah Kim Yoon Jung diculik...

Beberapa saat lamanya, Hae Young kecil berdiam diri di lorong itu seraya memegangi sebuah kertas erat-erat. Sesaat kemudian, akhirnya ada seorang polisi yang memperhatikannya. Pak polisi itu langsung menghampirinya dan menanyainya macam-macam karena pak polisi mengira dia anak hilang.


Hae Young kecil jadi gugup dan langsung melarikan diri. Saat dia menuruni tangga, tak sengaja dia menabrak seorang polisi lain. Gara-gara tabrakan itu, kertas-kertas dokumen yang dipegang si polisi berhamburan.




Hae Young kecil cepat-cepat kabur dan membuat polisi yang ditabraknya itu keheranan melihatnya. Saat bertabrakan, tak sengaja Hae Young kecil menjatuhkan kertas yang dipegangnya. Polisi itulah yang menemukan kertas itu lalu memungutnya, tapi dia tidak sempat membacanya karena dipanggil.


Polisi itu adanya detektif Lee Jae Han (Jo Jin Woong), dia adalah detektif yang menangani kasus penculikan Kim Yoon Jung. Hari itu, dia memimpin rapat membahas kasus penculikan Kim Yoon Jung. Ddia menjelaskan bahwa mereka mendapatkan sidik jari tersangka Seo Hyung Joon saat mereka menggerebek cafe yang tersebut dalam surat si pelaku. Mereka mengambil semua sidik jari yang ada di cafe itu dan mendapatkan sidik jari Seo Hyung Joon yang sama persis dengan sidik jari yang mereka temukan dalam surat yang kirim si penculik.


Mereka tengah memburunya tapi sampai sekarang mereka masih belum bisa menemukan keberadaannya. Mereka juga tidak bisa menemukan jejaknya dalam bentuk apapun. Teleponnya tidak bisa dilacak karena selama 2 bulan ini, tersangka Seo Hyung Joon sudah tidak pernah membayar tagihan teleponnya. Dalam catatan kartu kreditnya, mereka mendapati kalau dia menunggak hutang sebesar 50,000 dollar. Tapi kartu kredit itu sekarang sudah dihentikan jadi mereka tidak bisa melacaknya.


Detektif kepala Kim Bum Soo, langsung ngamuk-ngamuk mengomeli para anak buahnya yang tidak bisa menemukan tersangka padahal mereka sudah berhasil mengidentifikasinya. Jae Han langsung menyelanya dan memberitahu Bum Joo bahwa mereka sebenarnya sudah menemukan petunjuk lain. Dari data pembelian kartu kreditnya, dia mendapati bahwa tersangka Seo Hyung Joon banyak membeli barang-barang wanita.


Lalu apakah si tersangka punya pacar? tanya Bum Joo. Jae Han berkata bahwa berdasarkan informasi dari teman tersangka, bahwa tersangka sedang mengalami masa sulit dengan wanita yang dicintainya. Tapi mereka tidak tahu siapa wanita itu karena tersangka tidak pernah menyebutkan namanya.


Detektif Ahn Chi Soo tiba-tiba datang membawa kabar baru, si penculik lagi-lagi meminta uang tebusan 50,000 dollar tapi kali ini, si penculik meminta uang itu untuk diantarkan ke taman Seohyun jam 10 malam. Para polisi langsung berhamburan keluar. Saat Bum Joo hendak menyusul, Jae Han menghentikannya untuk mengatakan sesuatu yang menurutnya aneh.

Sidik jari Seo Hyung Joon yang mereka temukan di surat pemerasan dan di cafe, hanya sidik jari jempol kanannya saja. Hal ini jelas aneh, karena kalau memang dia yang menulis surat pemerasan itu, maka sudah pasti sidik jarinya yang lain akan tampak juga di surat itu. Yakin ada yang tidak beres dengan hal ini, Jae Han memberitahu Bum Joo bahwa dia akan menyelidiki pacarnya Seo Hyung Joon juga.


Tapi Bum Joo tampaknya tidak mempercayai dugaannya dan menyuruh Jae Han untuk menyelidiki sendiri saja "Kau kan selalu suka kerja sendiri" sindir Bum Joo, tapi kemudian dia memberi saran "Hati-hati di belakangmu."


Detektif Ahn yang sedari tadi hanya diam mengawasi perbincangan mereka, berusaha menasehati Jae Han untuk berhenti saja, lagipula dia sudah berusaha mencari siapa pacar si tersangka tanpa hasil sampai sekarang.

"Kau juga sebaiknya menyerah saja... berhentilah menjilat atasanmu" balas Jae Han ketus


Setelah detektif Ahn pergi dengan marah, Jae Han kembali menekuni dokumen catatan transaksi kartu kreditnya tersangka. Tapi sesaat kemudian, perhatiannya mulai teralih berkat kehadiran seorang polisi wanita, yang ternyata Soo Hyun yang saat itu baru saja dipindah tugaskan ke kantor polisinya Jae Han ini.

Entah apa hubungan mereka selain sunbae-hoobae, tapi mereka tampak canggung satu sama lain. Soo Hyun sepertinya ingin mengatakan sesuatu, mungkin permintaan maaf. Tapi Jae Han menyelanya dengan cepat "Kurasa aku bisa menyelesaikannya akhir pekan ini. Ayo kita bicara setelah semua ini selesai."


Jae Han lalu pergi, dan seulas senyum tipis mulai tersungging di wajah Soo Hyun.

Tahun 2015...


Kita melihat Soo Hyun sampai sekarang masih bekerja di kantor polisi itu. (Hmm... tapi kayaknya Jae Han sudah tidak ada disana... atau mungkin dia memang sudah tidak ada, maksudku meninggal?). Dia mengembalikan foto Batmannya lalu mulai menggerutu kesal sambil membanting-banting tumpukan dokumennya yang sangat banyak... sebelum akhirnya dia mulai duduk dan kembali mengerjakan tumpukan kasus-kasusnya.


Tahun 2000...


Satu jam setelah dia melarikan diri dari kantor polisi, Hae Young kecil kembali lagi setelah dia menyadari kalau kertas yang dipegangnya tadi menghilang. Tapi saat dia mendengar pintu mau terbuka, dia langsung melarikan diri. 


Jae Han lah yang keluar sambil membawa dokumen dan walkie talkie. Dia akhirnya punya kesempatan membuka kertas yang dia pungut di tangga. Dalam kertas itu tertulis sebuah pesan yang berbunyi bahwa penculiknya adalah wanita bukan pria.


Dia kemudian pergi menyelidiki beberapa tempat seorang diri. Dia punya sebuah informasi yang dia tulis di sebuah robekan kertas yaitu rumah sakit jiwa Soenil. Dia langsung pergi ke rumah sakit jiwa itu, tapi rumah sakit jiwa itu ternyata sudah tidak lagi beroperasi dan gedungnya jadi terlantar. Dia masuk ke tempat gelap gulita itu dengan bantuan senter.


Dia berjalan menyusuri lorong-lorong sampai dia keluar ke halaman belakang lewat pintu belakang gedung. Disana, dia menemukan sebuah lubang dan didalam lubang itu dia menemukan mayat yang mati gantung.


Pada saat yang bersamaan tapi di tahun yang berbeda, tahun 2015...


Hae Young keluar dan mendapati sebuah truk sampah diparkir sangat dempet ke mobilnya. Dia berusaha memindahkan truk itu tapi tentu saja tanpa hasil. Dia menghubungi si pemilik truk yang nomor hapenya tertera di kaca truknya, tapi teleponnya tidak dijawab-jawab. Hae Young jadi makin mencak-mencak. Sementara itu didalam kantor polisi, Soo Hyun sibuk meneruskan pekerjaannya menyelidiki kasus.


Tepat pada jam 11:23 malam (baik di masa depan dan di masa lalu), Hae Young yang masih berusaha menelepon si pemilik truk, tiba-tiba mendengar suara radio aneh dari hapenya. Dan pada jam yang bersamaan di tahun 2000, walkie talkie-nya Jae Han tiba-tiba menyala. Jae Han menjawab walkie talkienya mengira dia dipanggil oleh 'tuan Park'.


Akan tetapi Hae Young di masa depan lah yang sebenarnya mendengar suaranya (err... atau mungkin tuan Park itu emang Park Hae Young???). Bingung, Hae Young langsung mencari asal suara radio yang didengarnya itu, yang sepertinya berasal dari salah satu kantong sampah.


Tanpa mengkonfirmasi siapa orang yang mendengar suaranya, Jae Han mengenalkan dirinya lalu berkata pada walkie talkienya bahwa dia menemukan mayat di lubang di halaman belakang gedung rumah sakit Soenil. Mayat yang dia temukan di lubang itu adalah Seo Hyung Joon, tersangka penculikan dan pembunuhan Kim Yoon Jung. Melihat dari keadaan mayatnya, Jae Han menduga kalau dia dibunuh dan mayatnya dibuat seperti bunuh diri dan jempolnya dipotongnya.


Tercengang, Hae Young langsung mengobrak-abrik kantong sampah itu dan mendapati sebuah walkie talkie yang sedang menyala. Hae Young langsung tanya dia siapa, maksudnya apa dan rumah sakit jiwa Soenil itu dimana.

"Bukankah anda sendiri yang memberitahu saya tentang tempat ini" jawab Jae Han


Tepat saat itu juga, Jae Han tiba-tiba merasakan kehadiran orang lain. Dia langsung mengarahkan senternya kemana-mana tapi tidak melihat siapa-siapa. Jae Han tiba-tiba punya perasaan tidak enak lalu bertanya pada 'tuan Park', kenapa sebenarnya tuan Park melarangnya datang ke tempat ini.


"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya Jae Han penasaran... dan PAK! sebuah pukulan telak tiba-tiba menghantam kepalanya... dan seketika itu pula, komunikasinya dengan Hae Young di masa depan, terputus.


Hae Young jelas saja bingung dan lebih bingung lagi saat radio itu tiba-tiba mati. Mungkin mengira dirinya barusan lagi mimpi, Hae Young menampar wajahnya sendiri keras-keras dan langsung mengumpat kesakitan. 


Setelah berhasil mengeluarkan mobilnya dari parkiran, Hae Young pun langsung pergi sambil geleng-geleng menertawai kejadian aneh barusan. Tapi di luar, dia langsung membeku penuh rasa bersalah melihat ibunya Kim Yoon Jung masih berdiri di depan kantor polisi.


Hae Young membawa walkie talkie itu ke pos polisinya, salah satu rekannya mengagumi penemuan Hae Young itu karena walkie talkie itu kelihatan antik. Dia lalu mencobanya siapa tahu masih bisa berfungsi... dan mendapati walkie talkie itu tidak ada batereinya. Jelas saja Hae Young langsung kaget dan bingung karena barusan tadi dia ngomong sama orang di walkie talkie itu.


Selama beberapa saat kemudian, Hae Young terbengong-bengong memandangi walkie talkie itu. Akhirnya dia memutuskan kalau mungkin tadi itu cuma khayalannya saja, khayalan gara-gara stres kerja. Tapi tiba-tiba, dia teringat akan omongan orang di walkie talkie itu tentang mayat yang ditemukannya di rumah sakit jiwa Seonil.


Penasaran dan demi membuktikan kalau dia masih waras, Hae Young pun langsung pergi ke rumah sakit yang gedung-gedungnya masih berdiri kokoh itu. Tempat itu sekarang sudah penuh dengan sarang laba-laba. Dia menelusuri lorong-lorong yang dulu ditelusuri Jae Han hingga dia menemukan pintu ke halaman belakang. 


Dia mengedarkan senternya kesana-kemari... sampai dia mendapati lubang yang sama persis dengan yang dia dengar di walkie talkie. 


Dia lalu menerangi bagian dalam lubang itu mencari mayat yang disebut dalam walkie talkie... tapi tidak ada apa-apa didalam sana.


"Aaah! Apa yang kulakukan. Walkie talkie-nya bahkan tidak ada batereinya. Semua ini tidak masuk akal! Ah, sudahlah aku pergi saja" gerutunya.


Hae Young pun berjalan pergi, tepat saat senternya menemukan lubang kedua tak jauh dari lubang pertama yang ditemukannya.


Dia memutuskan untuk menghampiri lubang kedua itu dan mengarahkan senternya kedalamnya dengan keyakinan tidak akan menemukan apapun juga disana. Tapi betapa shocknya dia saat mendapati ada tulang belulang dan taling gantungan didalam lubang itu. Didekat tulang belulang itu, Hae Young melihat ada sebuah kacamata dan botol kecil obat. Panik dan ketakutan, Hae Young langsung lari terbirit-birit dari sana.


Bersambung ke Signal Episode 1 - 2

13 comments :

  1. kereennn.... bikin penasaran. lanjutin sinopnya y mbak... :-)

    ReplyDelete
  2. keren dramanya .. keren penulisnya sinopsisnya.. keren juga pemilk blog nya .. hehehe

    makin makin makin betah nongkrong disini .. soalnya banyak bacaannya .. heheh

    ReplyDelete
  3. Waa, kok saya malah de ja vu dengan film lawas ya ... Anak yang berkomunikasi dengan bapaknya di masa lalu lewat radio atau alat komunikasi jadul gitu. Mereka berdua polisi. (Lupa judulnya, maaf....)
    Anyway, saya tetap ingin mengikuti sinopnya!
    Eh, salam kenal untuk pemilik blog dan penulis sinopnya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga... kalo ga salah judul film lawas itu Frequency ^^

      Delete
  4. Thanks mbak ima....aku sering baca blog sutrimadiary jg loohh....
    Skrg nulis di blog mbak dee yah?
    Semangat ya mbaakk.....

    ReplyDelete
  5. Thanks mbak ima....aku sering baca blog sutrimadiary jg loohh....
    Skrg nulis di blog mbak dee yah?
    Semangat ya mbaakk.....

    ReplyDelete
  6. Mba imaaaaaa.... emang paling top urusan sinopsis suspense kriminal gini. Bisaaa gitu bikin qt ngebayangin horornya.
    Mantengin trus deh jadinyaaa...
    Hwaiting ya mba Ima.
    Mba Dee... proyek selanjutnya apaaaa??? *nodong pake brownies

    ReplyDelete
  7. Gamshamida mbak ima...kirain sign tadi ternyata signal...semangat ya mbak ngelanjutinnya...

    ReplyDelete
  8. Kakak aku masih bingung pas bagian walkie talkie nya. :(
    Fighting

    ReplyDelete
  9. Aq baca sinopsisnya baru nonton dramanya.
    Makasi mba..faightinge

    ReplyDelete
  10. Aq baca sinopsisnya baru nonton dramanya.
    Makasi mba..faightinge

    ReplyDelete
  11. thanx sinopsisnya

    ReplyDelete