January 24, 2016

Remember : War of the Son Episode 8 - 1



In Ah terkejut melihat ruang rahasia Jin Woo dengan tembok penuh bagan kasus ayah Jin Woo. Dan sebenarnya apa yang sedang terjadi? Jin Woo berkata kalau ia menduga kalau Nam Gyu Man telah menjebaknya. 



In Ah terkejut mendengarnya. Tapi ia buru-buru bereaksi cepat saat mendengar suara langkah kaki naik tangga. Ia segera keluar dan menggeser rak buku, menutupi kamar rahasia Jin Woo. Ternyata Dong Hoo yang datang. Jin Woo buru-buru mengemasi barangnya, USB data keuangan Ilho dan beberapa gepok uang cash.


Dong Hoo minta agar In Ah memberitahu keberadaan Jin Woo karena ia masih terikat kontrak dengan Jin Woo. In Ah minta Dong Hoo tak bicara omong kosong karena ia tak pernah percaya pada Dong Hoo lagi.


Gyu Min menyuruh Detektif Park membawakan Jin Woo ke hadapannya, hidup atau mati. Dong Hoo menemui Gyu Man dan melihat kepergian Detektif Park. Ia tahu kalau Gyu Man yang menjebak Jin Woo dan memintanya cerita semua karena sebagai pengacaranya, ia harus siap jika terjadi sesuatu pada Gyu Man. Tapi Gyu Man menenangkannya karena jika terjadi sesuatu, paling yang kena adalah Presdir Seok.


Dong Hoo bertanya pada hyungnya, kenapa mau melakukan hal ini. Bahkan ketika mereka hidup sebagai preman, mereka tak pernah melakukan hal seperti ini. Presdir Seok menjawab kalau Nam Gyu Man orang yang menakutkan jadi lebih baik bagi mereka berdua jika Gyu Man bisa menangkap Jin Woo.


Jin Woo harus menyembunyikan diri karena semua televisi menayangkan wajahnya. Ada polisi yang membawa selebaran fotonya dan langsung mengenalinya. Ia langsung melarikan diri. Untung ia berhasil lepas dari kejaran para polisi itu.


Jin Woo pergi ke sebuah motel dan meminta kamar tanpa jendela. Untung petugas motel tak memperhatikan TV yang sedang menayangkan kasusnya dan langsung memberikan kunci kamar. Masuk ke kamar, ia seperti masuk ke kamarnya saat kuliah dulu. Kamar tanpa jendela yang dindingnya penuh bagan kasus ayahnya.


Di rumah, Gyu Man bertemu dengan adiknya dan dengan sengaja mengatakan, “Apa kubilang dulu. Jangan berkencan dengan Seo Jin Woo.” Yeong Kyu menjawab kalau ia hanya makan malam bersama dan bukannya pacaran. Gyu Man tersenyum, merasa Young Kyu sekarang tak punya perasaan lagi setelah mengetahui kalau Jin Woo adalah pembunuh. Sambil mengelus kepala adiknya, ia berkata penuh kasih sayang,”Mulai sekarang dengarkan kakakmu ini, ya. Oke?”


Di sebuah atap gedung, Jin Woo kaget saat Manager Yeon menemukannya. Manager Yeon tahu kalau Jin Woo menginap di kamar 213 tanpa jendela. Ketika semua orang mencari kamar dengan jendela, hanya Jin Woo yang mencari kamar yang mirip dengan kamar penjara. “Ketika aku tahu kau melakukan itu karena ayahmu, hatiku sangat sedih.”


Manajer Yeon ingat saat pertama kali ia bertemu dengan Jin Woo. Jin Woo menemukannya yang baru saja disiksa oleh suaminya. Jin Woo menyarankan untuk minta visum dokter untuk melaporkan suaminya ke polisi dan bersedia menjadi saksi. “Jika aku tak mengikuti saranmu, aku pasti belum bisa bebas dari suamiku,” ucapnya penuh rasa terima kasih.


Seok Kyu akhirnya menolak permintaan banding yang diajukan Jin Woo. Jaksa Kang melaporkan hal ini pada Gyu Man, membuat pria itu senang. Ia menyuruh So Bum untuk pergi ke suatu tempat, karena ia tiba-tiba ia kangen, ingin menemui seseorang.


In Ah juga mendengar berita penolakan banding itu dan bertanya langsung pada Seok Kyu. Seok Kyu membenarkan dan bertanya apa hubungan In Ah dengan Jin Woo. In Ah menjelaskan kalau alasan ia menjadi pengacara karena kasus ayah Jin Woo. Ia percaya kalau ayah Jin Woo tak bersalah, dan ayah Jin Woo berhak mendapat kesempatan untuk naik banding.


Ugh.. ternyata Gyu Man pergi penjara untuk menemui ayah Jin Woo. Betapa kasihannya ayah Jin Woo yang menemui Gyu Man dengan takut-takut. Gyu Man tahu kalau ayah Jin Woo sakit lupa. Tapi dengan kejinya, Gyu Man mengatakan sebagai pembunuh, ayah Jin Woo harus dihukum atas kejahatan yang dilakukan. Bagi Gyu Man hal itu tak adil. Betapa enaknya ayah Jin Woo lupa dengan kejahatan telah membunuh gadis yang baru berusia 20 tahun. Ayah minta maaf dan meminta Gyu Man berhenti bicara seperti itu.


Gyu Man tertawa dan ia menyebut nama Jin Woo. Tapi Ayah hanya ingat kalau Jin Woo adalah pengacaranya. Gyu Man mengatakan kalau Jin Woo menjadi pembunuh sama seperti ayah Jin Woo. Ayah tak percaya tapi Gyu Man bertanya, “Bagaimana kau tahu? Kau bahkan tak kenal siapa Jin Woo sebenarnya.”


Gyu Man keluar dari penjara dan berkomentar kalau ia tak mungkin bisa tahan hidup sehari saja di penjara. “Tempat ini tak pantas untuk manusia.” So Bum mengiyakan. Karena itulah orang tak boleh melakukan kejahatan, katanya sambil tertawa. Tapi tawanya berhenti melihat Gyu Man menatapnya marah, merasa tersinggung. Hahaha.. So Bum minta maaf dan pergi mengambil mobil.


In Ah pulang saat makan malam. Ibu menyuruh In Ah untuk tak bergaul dengan Jin Woo lagi karena akan mempengaruhi citranya sebagai jaksa. In Ah kesal. Baginya pendapat orang lain itu tak penting dan ia percaya Jin Woo tak bersalah. Ia tak jadi makan malam dan pergi.


Ayah memasakkan pizza dan menghibur In Ah. Jika sudah tiba waktunya, semuanya akan terbukti dan jelas. Walau orang-orang bicara semaunya dan menduga-duga, tapi semuanya akan terbuka nanti. “Dengarkan saja kata hatimu dan lakukan apa yang kau percayai. Jangan takut.”


Jin Woo menelepon In Ah dan mereka pun bertemu. Jin Woo menceritakan apa yang ia alami hari itu. Gyu Man mengetahui kalau ia naik banding dan menyerangnya lebih dulu. Kalau ia tak menemukan pembunuh ahjumma itu, ia tak akan bisa menolong ayahnya.

In Ah mengusulkan untuk melaporkan hal ini pada polisi, tapi Jin Woo tak mau melakukannya. Polisi pasti akan memalsukan bukti dan menjadikannya sebagai pembunuh. “Sama seperti yang mereka lakukan pada Ayah. Aku tak akan tertipu lagi kali ini. Aku akan menangkap pembunuh yang sebenarnya.”


Pengacara Song mendesak Manajer Yeon untuk mencari Jin Woo. Manajer Yeon memutuskan memberitahu semuanya pada Pengacara Song. Ia membawa Pengacara Song ke kamar rahasia Jin Woo. Pengacara Song terkejut melihat bagan kasus ayah Jin Woo dan nama Ilho grup di sana. Mengapa Grup Ilho menjadi musuh Jin Woo?


“Karena Nam Gyu  Man yang membunuh Oh Jung Ah,” jawab Manajer Yeon. Pengacara Song terkejut dan mengira Manajer Yeon bercanda saat diberitahu kalau Nam Gyu Man juga menjebak Jin Woo sebagai pembunuh.Tapi Manajer Yeon tak bercanda dan bertanya apa pendapatnya.


In Ah keluar dari kantor forensik dan melihat ada Detektif Park di dalam mobil. Ia menyindir Detektif Park yang tak menangkap penjahat malah membuntutinya. Detektif Park berkata ia membuntuti In Ah untuk menangkap pembunuh, tak seperti In Ah yang pengacara dan malah main-main ke kantor forensik. In Ah menjawab tajam, “Aku akan menangkap semua orang yang menjebak Seo Jin Woo dan menyeret mereka ke pengadilan. Dan itu termasuk kau.”


Detektif Park menelepon Jaksa Hong untuk melaporkan hal ini. Jika In Ah tak dicegah, In Ah akan menemukan jejak mereka.


Berdasarkan laporan forensik, ahjumma dibunuh dengan tali pancing. Ia memerintahkan penyidik untuk mencari kasus yang sama dalam kasus-kasus lama. Pembunuhan dengan tali pancing.


Manajer Yeon menemui Jin Woo untuk memberikan baju ganti. Ternyata Manajer Yeon membawa Pengacara Song yang langsung memeluk JIn Woo, bersimpati dengan nasib Jin Woo. Selain meminta disediakan mobil dan handphone, Jin Woo meminta mereka mencari wartawan yang bisa dipercaya karena ia akan mengungkapkan kepada publik tentang suap yang dilakukan oleh Ilho selama ini.


Polisi masih mencari-cari Jin Woo. Maka Jin Woo keluar motel dengan menyamar.. sebagai Healer? Hahaha.. topi dan kacamata memang untuk menyamar, tapi kenapa mirip banget dengan Healer, ya?


Ia menghubungi wartawan yang diperoleh dari koleganya dan menghubungi wartawan itu, memberitahu kalau ia akan memberikan wawancara tentang uang kotor grup Ilho jam 3 sore besok.
Gyu Man, yang terlihat gembira, mentraktir Seok Kyu dan So Bum. Namun kegembiraannya tak berlangsung lama karena Jin Woo meneleponnya. Dengan geram Gyu Man bertanya, di mana Jin Woo sekarang.


Ternyata Jin Woo ada di restoran yang sama. Dari ruangannya, Jin Woo bisa melihat Gyu Man di toilet, mencoba menggertaknya, ia bisa mati tanpa diketahui orang. Tapi Jin Woo berkata kalau ia sudah pernah mati sekali saat ayahnya masuk penjara. Ia menyuruh Gyu Man untuk menyerahkan pembunuh sebenarnya ke kantor polisi. Jika tidak, ia akan mempublikasikan daftar uang kotor yang pernah dikeluarkan Ilho Group.


Gyu Man tak tahu tentang daftar itu. Jin Woo minta Gyu Man berpikir kembali alasan ia mengambil kasus Wakil Presiden Ilho saat itu. Kalau hal itu dipublikasikan, dunia akan tahu ulah Gyu Man dan ayahnya yang menyuap sana sini. Walau gentar, tapi Gyu Man mencoba tak menunjukkannya. Ia malah mempersilakan Jin Woo melakukannya karena setelah itu ia akan menghabisi Jin Woo dan ayahnya.


Tapi Jin Woo sudah nothing to lose, karena baik ia dan ayahnya sama-sama telah dituduh sebagai pembunuh. Jadi Gyu Man harus menyerahkan pembunuh itu sebelum jam 3 besok sore. Kalau tidak ia akan menyiarkan uang kotor grup Ilho.


No comments :

Post a Comment