January 30, 2016

One More Happy Ending Episode 3 - 1

One More Happy Ending Episode 3 - 1


One More Happy Ending episode 3 dibuka dengan zaman ketika Seoul masih menjadi Hanyang. Pada masa itu, pernikahan bukan untuk orang yang saling menyukai, tapi untuk orang yang dijodohkan oleh keluarga kedua pihak. Kita pun melihat Dong Mi yang sepertinya akan dijodohkan dengan seseorang. 

Pada dinasti Joseon ada sebuah profesi yang disebut dengan nama 'Maepa'. Itu adalah lembaga yang mengurusi masalah perjodohan. Kalau zaman modern-nya seperti biro jodoh gitu lah. Ketika Maepa sudah mencocokan pasangan dan kedua keluarga setuju maka pasangan tersebut langsung di nikah kan. Sebelum hari pernikahan pasangan yang dijodohkan pun saling berharap akan dinikahkan dengan pasangan yang sempurna, pasangan seperti yang mereka harapkan. 

Namun…. Imajinasi yang berlebihan dapat menyebabkan masalah,” ucapMi Mo sebagai narrator.



Hari pernikahan Dong Mi pun digelar, namun saat dia melihat pasangannya tidak seperti yang dia harapkan, dia berniat kabur, tapi tak bisa karena ditahan dua ahjumma yang ditugaskan menjaga di sampingnya.

Untuk pasangan yang tidak suka dengan system perjodohan di zaman Joseon, mereka memilih pasangan sendiri dan kabur dari rumah untuk bersatu. Itulah kisah romansa yang terjadi di masyarakat Joseon.


Sementara itu, didalam kerajaan hidup seorang wanita bernama Deok Joong (Mi Mo). Deok Joong adalah istri Raja Sejo. Karena rasa sukanya pada Pangeran Gwiseong (Hae Joon) yang tak lain adalah sepupu raja, Deok Joong  pun nekad menulis surat cinta untuknya.


Sialnya, surat cinta Deok Joong dibaca oleh Raja Sejo (Soo Hyuk). Merasa dikhianati, Raja Sejo murka dan langsung menghukum Deok Joong dengan hukuman kaki dijepit sampai mati.


Setelah 550 tahun kemudian, di sebuah rumah sakit di Seoul, seorang wanita yang mengaku cinta gila pada seorang pria. Dan pria itu adalah orang yang memanggilnya dengan sebutan kakak ipar,” ucap Mi Mo sebagai narrator.


Hee Joon masih terbengong-bengong dengan pengakuan cinta Mi Mo, sementara Soo Hyuk dalam perjalanan ke rumah sakit untuk menjemput Mi Mo. Ingin memastikan apakah Mi Mo masih sakit sampai-sampai mengatakan hal seperti itu, Hae Joon pun bertanya apa Mi Mo merasa pusing.

“Tidak,”jawab Mi Mo yakin dan untuk memastikan kalau dia baik-baik saja, dia pun menyebutkan jam berapa saat itu dan alasan dia dibawa ke rumah sakit. Dia juga tahu kalau orang yang ada di depannya adalah Koo Hae Joon, seorang dokter ahli saraf.

Mendengar semua itu, Hae Joon semakin tak percaya. Dia tak percaya Mi Mo mengaku suka dalam kondisi baik-baik saja. Karena yang Hae Joon tahu, Mi Mo sudah menikah dengan sahabatnya yang bernama Soo Hyuk.


Saat Hae Joon hendak mengkorfirmasi kembali atas apa yang Mi Mo katakan tadi, tiba Dong Mi muncul dan memukuli Mi Mo. Melihat sabahatnya datang, Mi Mo bukannya merasa senang, dia malah bertanya kenapa Dong Mi cepat sekali datang.

“Bagaimana denganmu? Kau menikah kemarin dan sekarang kau berada di UGD!” teriak Dong Mi dan kemudian bertanya keadaan Mi Mo. Melihat jas dokter yang Mi Mo kenakan, membuat Dong Mi berpikir kalau Mi Mo gila sampai menggunakannya.

Tak mau orang lain menganggap sahabatnya itu gila, Dong Mi pun berusaha melepaskan jas yang di pakai Mi Mo, tanpa mau mendengarkan penjelasan Mi Mo terlebih dahulu. Dan akhirnya, brak! Dong Mi melihat kalau Mi Mo tidak mengenakan pakaian selain pakaian tidurnya yang seksi.

“Aku sudah bilang untuk membiarkannya!” teriak Mi Mo kesal.

“Apa kau datang ke UGD seperti ini? Apakah itu sebabnya kau mengatakan padaku untuk membawa mantel?” tanya Dong Mi yang mulai mengerti situasi yang di alami sahabatnya.

Hae Joon beranjak dari tempat duduknya dan sebelum dia pergi dia sempat bertatap mata dengan Mi Mo. Mi Mo seperti hendak mengatakan sesuatu, tapi karena tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya, Hae Joon pun memilih pergi.

Mi Mo lalu beralih ke Dong Mi dan menatapnya dengan tatapan marah, “Ini adalah waktu terburuk yang pernah terjadi.”

“Apa?” tanya Dong Mi yang tak mengerti situasinya.

Kemana Soo Hyuk? Kenapa tidak sampai-sampai kerumah sakit? Ternyata dia terjebak macet karena  ada kecelakaan.


Mi Mo pergi keruang UGD lagi untuk melihat Hae Joon yang sibuk menangani pasien. Dia kemudian menemui perawat untuk melepaskan jarum infus di tangannya. Setelah tangannya terlepas dari infus, dia bertanya pada si perawat apa dia bisa mengembalikan jas milik Hae Joon lain waktu saja. Si perawat mengiyakan namun Mi Mo harus benar-benar mengembalikannya nanti, karena kalau tidak Hae Joon harus membeli lagi jas-nya.


Ketika Mi Mo berjalan pergi, dua teman perawat itu menghampiri perawat yang baru saja berbicara dengan Mi Mo dan mereka bertiga menertawai Mi Mo. Mi Mo yang masih bisa mendengar tertawaan mereka, langsung menutupi wajahnya dengan jas yang di pakainya.


Soo Hyuk sampai di rumah sakit namun Mi Mo sudah pulang dengan Dong Mi. Dia menemui Hae Joon yang langsung bertanya apa dia dan Mi Mo sudah bercerai karena Mi Mo bukannya menelpon suaminya, malah menelpon temannya. Mendengar pertanyaan itu, akhirnya Soo Hyuk mengaku kalau dia dan Mi Mo belum menikah.

Di mobil Mi Mo bergumam atas apa yang terjadi pada dirinya. Mulai dari diputus oleh pacarnya, kemudian menikah dengan teman lamanya yang sudah selama 24 tahun tidak bertemu. Dan beberapa jam kemudian…. Mi Mo melanjutkan ucapannya di dalam hati kalau dia sudah nembak seorang pria. Menyadari semua hal yang sudah dia lalui, Mi Mo pun menyebut dirinya gila.


Di rumah sakit, Soo Hyuk menceritakan semua yang tadi malam itu pada Hae Joon. Tentang menikah karena pengaruh alkohol. Mendengar fakta itu, Hae Joon pun teringat saat Mi Mo menembaknya dan tanpa sadar dia bergumam kalau Mi Mo ternyata tidak gila.

Soo Hyuk berterima kasih pada Hae Joon atas semua bantuannya. Dia juga menceritakan tentang Mi Mo yang selalu punya ide-ide aneh saat dia sedang panik, salah satunya adalah menyuruh Soo Hyuk menjadi seorang yang cabul agar Mi Mo bisa membatalkan pernikahan mereka. Soo Hyuk sangat bersyukur karena tidak ada hal yang terjadi diantara mereka. 

Mendengar itu Hae Joon bertanya apa memang tak ada yang terjadi diantara mereka. Dengan kesal Soo Hyuk menjawab kalau dia tak akan tertarik dengan orang yang mengatainya cabul. 

“Aku beritahu padamu. Aku sama sekali tak ada perasaan padanya. Itu semua terjadi karena alkohol,” jawab Soo Hyuk dengan yakin.

“Lalu kenapa kau kesini?” tanya Hae Joon. Mendapat pertanyaan itu Soo Hyuk tak  bisa langsung menjawabnya. Hae Joon mengulangi pertanyaannya lagi, kenapa Soo Hyuk bela-belain datang ke rumah sakit di jam 3 pagi jika dia benar-benar tak ada perasaan pada Mi Mo. 

Soo Hyuk langsung pura-pura menguap dan berkata kalau dia setengah sadar datang ke rumah sakit, selain itu karena dia ingin bertemu dengan Hae Joon. Soo Hyuk langsung berdiri, beranjak pergi dengan alasan ingin melanjutkan tidurnya. Namun Hae Joon bisa melihat kalau Soo Hyuk berbohong, karena semua itu terlihat dari sepatu yang Soo Hyuk pakai. Sepatu Soo Hyuk tidak ditali dengan benar dan itu berarti Soo Hyuk buru-buru pergi ke rumah sakit. 


Mi Mo baru saja sampai di rumahnya. Dia kemudian melempar tas yang berisi jas Hae Joon. Mi Mo mengeluh pada dirinya sendiri, kenapa dia harus membawa jas itu. Namun Mi Mo kembali mengambil tas itu dan memeluknya. 

“Dia akan menganggapku sebagai orang yang aneh,” gumam Mi Mo yang berpikir kalau Hae Joon pasti beranggapan bahwa dia adalah seorang istri dari temannya yang bermimpi untuk selingkuh. 


Hae Joon sedang berada di depan komputernya, dia kemudian teringat pada pertemuan pertamanya dengan Mi Mo. Saat pertama kali melihat Mi Mo, Hae Joon seperti sedang melihat malaikat. Wuaaah, ternyata Hae Joon juga terpesona pada Mi Mo pada pandangan pertama.

“Han Mi Mo? Sangat menarik,” gumam Hae Joon dan tersenyum.


Soo Hyuk pulang dan sebelum masuk rumah, dia melihat ke arah apartemen Mi Mo. Dia berniat  memencet bel rumah Mi Mo. Namun ingatan tentang ucapan Hae Joon yang mengira Soo Hyuk punya perasaan dengan Mi Mo, langsung membuat Soo Hyuk mengurungkan niatnya.

“Mengapa aku pergi ke rumah sakit? Menyebalkan sekali,” keluh Soo Hyuk pada dirinya sendiri.


Soo Hyuk kemudian teringat pada kejadian malam itu, dimana mereka berdua keluar dari lift dan masuk ke rumah masing-masing. Jadi dapat di pastikan kalau pada malam itu tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Mengingat hal itu tentu saja membuat Soo Hyuk senang dan juga lega. 


Mi Mo sudah berbaring di tempat tidurnya dan kali ini dia menggunakan baju tidur yang tertutup, tidak seperti sebelumnya. Namun dia tak bisa tidur karena terus teringat saat dia mengungkapkan rasa suka pada Hae Joon.

Mi Mo benar-benar tak bisa tidur, dia terus gelisah dan terus mondar-mandir di kamarnya. Saking sudah tergila-gilanya pada Hae Joon, Mi Mo sampai mencium-ciumi dan memakai jas milik Hae Joon. Tapi setelah itu, dia menangis karena mengingat apa yang sudah dia lakukan. 

Paginya, Mi Mo langsung merias wajahnya agar terlihat cantik dan fresh. Dengan menggunakan kerudung di kepala dan kacamata besar, Mi Mo pergi ke rumah sakit. Sepertinya dia menggunakan semua itu agar orang-orang tak mengenalinya. Ya, wajar kalau Mi Mo malu atas apa yang sudah dia alami tadi malam dan tak ingin semua orang membahasnya lagi saat melihat dirinya. 


Dari kejauhan, Mi Mo terus memperhatikan Hae Joon yang sedang berbicara seorang perawat. Dan lagi-lagi, Mi Mo dibuat terpesona oleh ketampanan Hae Joon, sampai-sampai dia membayangkan kalau Hae Joon melihat ke arahnya dan memberikan kedipan mata. 


Pada Da Jung dan Dong Mi yang ia temui di cafe, iia mengaku kalau dia akan menikah lagi karena sudah menemukan pria yang membuat jantungnya berdebar-debar. Dong Mi langsung menebak kalau Mi Mo sedang jatuh cinta dengan dokter yang merawatnya semalam dan Mi Mo membenarkannya. 

Dong Mi menyarankan Mi Mo agar minta maaf pada dokter yang dia sukai itu, karena dia hanya melakukan tugasnya sebagai dokter, tapi Mi Mo malah berpikir untuk menikahinya.

“Dia tampan. Dia seorang dokter. Dia juga sopan. Mengapa dia ingin menikahimu?” tanya Dong Mi dan Mi Mo tak bisa menjawab. Da Jung yang memberi alasan yang paling masuk akal. Karena Mi Mo punya sebuah gedung dan bisa membuka klinik untuk dokter tersebut.

Haha.. dapet suami matre, dong.

“Hei!” teriak Mi Mo kesal. “Bukankah kalian teman-temanku, seharusnya kalian mendukungku?” keluh Mi Mo kesal.

“Aku menjadi temanmu karena aku sudah tahu bagaimana kau selama ini,” jawab Dong Mi yang mengaku kalau dia sebenarnya membenci wanita seperti Mi Mo. Karena wanita seperti Mi Mo-lah maka perawan tua sepertinya jadi tidak bisa menikah. Dong Mi mengeluarkan sebuah kertas dan berkata kalau kertas itu berasal dari seorang wanita seperti Mi Mo, maka kertas itu adalah sebuah undangan pernikahan.


Flashback

Dong Mi ikut menghadiri acara makan-makan bersama semua rekan kerjanya. Dia terlihat sedang mencari perhatian seorang pria tampan yang duduk di depannya. Namun pria itu tak terlalu menanggapinya. Yang menyukai Dong Mi malah pria gemuk yang ada di samping pria tampan tadi. Wajah pria gemuk itu sama persis dengan pria yang dinikahkan dengan Dong Mi saat zaman Joseon. 


Karena ingin terlihat sebagai wanita baik dan ramah di depan si pria tampan, Dong Mi pun dengan terpaksa melayani pria gemuk tadi untuk bersulang. Teman sekantor Dong Mi menuangkan minuman untuk Dong Mi, agar dia bisa melupakan kencan buta yang sudah mengambil uangnya sebesar 200 dolar. Dong Mi pun mengaku kalau dia sudah mengeluh pada panitia acara tersebut melalui email. 

Mendengar itu, teman sekantornya itu menyarankan agar Dong Mi berhenti ikut acara seperti itu dan mulai mencari pria yang ada di sekitarnya saja. 

“Ada dua pria lajang disini,” ucap teman Dong Mi dan mengarahkan pandangannya pada si pria tampan dan juga pria gemuk yang ada di depan mereka. 

“Apa maksudmu ada dua? Hanya satu dari mereka yang merupakan tipe ku,” jawab Dong Mi dengan yakin. Tentu saja pria yang Dong Mi maksud adalah pria yang tampan.


Tak lama kemudian, atasan mereka kemudian berkata kalau Jung Mi punya pengumuman penting yang akan di umumkan. Wanita yang bernama Jung Mi itu pun berdiri dan mengumumkan kalau dia akan menikah. Dan pria yang akan menikah dengannya adalah Kang Soo Yong. Mendengar nama Kang Soo Yong disebutkan, reflek Dong Mi langsung menyemburkan minuman yang sedang dia minum. Kenapa? Karena pria yang bernama Kang Soo Yong adalah pria tampan yang Dong Mi incar untuk menjadi suaminya. 

Flashback End


“Sementara aku mendekati dia dengan hati-hati sesuai dengan strategiku, penyihir (Jung Mi) langsung menyambarnya tepat di depan mataku. Penyihir yang..... Woo Jung Mi adalah wanita yang sudah bercerai,” ucap Dong Mi menjelaskan alasannya yang tak suka pada wanita seperti Mi Mo.

“Apa kau tahu? Di usia kita, orang-orang lajang yang belum menikah itu seperti barang langka dan berharga atau seperti artefak. Apakah kau benar-benar harus mengganggu sistemnya? Kenapa kau berpikir kalau wanita yang sudah bercerai itu lebih berharga dari kami? Ini tak bisa diterima. Ini harus dilarang oleh hukum,” ungkap Dong Mi kesal dan Mi Mo sudah tak bisa berkata-kata lagi.


Mi Mo kembali bekerja dan sedang melakukan konsultasi pada klien yang punya profil bagus. Setelah membaca profil wanita itu, Mi Mo sampai bertanya kenapa wanita sempurna seperti dia bercerai. Dan wanita itu menjawab karena suaminya berselingkuh. Sebagai narator, Mi Mo lalu menjelaskan kalau wanita seperti itulah yang banyak dicari pria. Selain sudah bercerai, wanita itu juga punya karir profesional.

Mi Mo menjabat tangan wanita itu dan mengatakan akan memberi diskon sebesar 30% pada wanita itu karena sudah mau masuk keanggotan di biro jodoh miliknya.  


Setelah melakukan konsultasi, Mi Mo memberikan data wanita tadi  pada pegawainya, agar diketik dan dimasukkan ke dalam daftar anggota mereka. Sistem kerja di biro jodoh yang Mi Mo kelola adalah menganalisis data yang mereka dapat, dibuatkan rapor dan diberi peringkat berdasarkan seberapa menarik mereka sebagai single. Dalam mendiskusikan semuanya, Mi Mo tidak kerja sendiri, dia dibantu oleh Da Jung dan pegawai lainnya. 


Mi Mo menjatuhkan tubuhnya di kursi karena merasa lelah setelah melakukan semua pekerjaannya. Tepat disaat itu dia mendapat telepon dari Jung A Ni, reporter Masspunch. A Ni menelpon untuk menanyakan tentang rencana pernikahan Mi Mo.

Mendapat pertanyaan itu, Mi Mo pun dengan jujur menjawab kalau dia sudah dikhianati, pria yang dia pikir akan menjadi suaminya, memilih untuk menikahi wanita lain. Sebelum menutup telepon, Mi Mo meminta A Ni untuk menulis cerita besar tentang kisahnya itu, karena dia tidak ingin pacarnya merasa kasihan padanya. Selain itu, Mi Mo juga meminta agar A Ni menggunakan fotonya yang terbagus, kalau perlu diedit dengan photoshop terlebih dahulu. 

Setelah menutup telepon, Mi Mo hanya bisa menghela nafas menghadapi semua itu. 


Da Jung sedang di kamar anaknya, membelai anaknya yang sedang tertidur pulas. Setelah itu, dia menemui suaminya dan bertanya apa sang suami benar-benar ingin mereka berdua pergi ke pengadilan. Ia mengingatkan kalau selama ini, dia  tidak pernah melakukan apapun yang menjadi alasan mereka harus bercerai, jadi akan percuma saja mereka pergi ke pengadilan karena si suami pasti akan kalah. 

Si suamimenjawab kalau dia (aku masih belum tahu si dia siapa) pergi ke pengadilan, maka mereka berdualah yang kalah. Karena itulah, si suami ingin mereka menyelesaikan semuanya sekarang. 

“Aku memberimu izin untuk melakukan apapun yang kau inginkan. Bertemu wanita lain dan berkencan. Melakukan perjalanan dan main mata dengan wanita yang kau temui selama perjalananmu,” ucap Da Jung dan si suami tahu apa yang Da Jung tunggu dengan melakukan semua itu. Ia beranggapan kalau Da Jung hanya ingin mengklaim semua aset mereka. 


Da Jung menuduh suaminya memanipulasinya agar mereka berdua akan bercerai dengan cepat. Namun bukan itu alasannya. Si suami mengaku kalau dia tak bisa bersama wanita lain sebelum mereka berdua bercerai. Semua itu karena dia masih perduli pada Da Jung. Tentu saja mendengar itu, Da Jung langsung terdiam. 

“Aku tidak bisa melukaimu dengan selingkuh darimu sementara kita masih menikah,” aku si suami.

“Kau memintaku untuk menandatangani surat cerai setiap dua hari, bukankah itu juga melukaiku? Apa kau akan bertemu orang lain untuk sekarang atau nanti, hal itu tak ada bedanya. Jika kau menipuku sekarang, aku setidaknya bisa mendapatkan lebih banyak uang,” kata Da Jung dan mengingatkan si suami kalau dia belum tentu bisa mendapatkan wanita impiannya setelah mereka bercerai dan pada akhirnya si suami hanya akan menjadi duda yang punya anak. 

Si suami menjawab kalau dia punya sebuah gedung. Tapi Da Jung menjawab kalau dia mengambil sebagian harta milik si suami, maka si suami akan menjadi kurang menarik di mata wanita. 


Ibu Ae Ran marah saat mengetahui kalau Ae Ran membatalkan pernikahan, padahal pernikahannya akan dilaksanakan seminggu lagi. Si ibu lebih memilih membiarkan Ae Ran menikah lalu bercerai daripada  menjelaskan pada 600 orang yang diundang tentang pernikahan yang batal. Jadi pernikahan Ae Ran dan Dong Bae tidak bisa di batalkan.

Mendengar itu Ae Ran langsung protes namun si ibu tak mau mendengarkannya, malah mengingatkan Ae Ran kalau Dong Bae adalah pria yang baik dan tak pantas diperlakukan seperti itu oleh Ae Ran. 


Dong Bae muncul dan melihat pecahan piring yang dijatuhkan ibu tadi. Tanpa berkata sepatah katapun Dong Bae langsung membereskan dan Ae Ran hanya bisa duduk terdiam di kursi makan. Selesai menyingkirkan pecahan piring, Dong Bae menghampiri Ae Ran dan berkata kalau dia mengerti perasaan Ae Ran sekarang. 


Dia berjongkok di depan Ae Ran dan menggenggap tangan Ae Ran. “Tak apa merasa gamang. Tapi beri aku kesempatan untuk menghilangkan kegamanganmu. Ayo kita menikah dan tinggal bersama selama satu tahun. Kalau kau tetap merasa begitu, aku akan melepaskanmu,” pinta Dong Bae dan Ae Ran hanya bisa menangis mendengarnya.

“Ae Ran tak mengerti perasaannya sendiri,” ucap Mi Mo sebagai narator.

“Aku akan melakukan yang terbaik,” tambah Dong Bae.

“Dia tak mengerti kenapa pria itu tak membuat jantungnya berdebar,” tambah Mi Mo lagi.

Mi Mo sedang menyetrika jas dokter milik Hae Joon saat teringat ucapan Dong Mi yang tak menyukai janda sepertinya. Mi Mo membenarkan kalau dia adalah kodok bletung seperti yang Dong Mi katakan. Namun saat berada di depan Hae Joon, dia merasa seperti kecebong. 


“Bagaimana aku menjelaskan padanya. Aku bukan istri temanmu. Aku dan Soo Hyuk melakukan kesalahan karena alkohol. Kami tidak ada hubungan sama sekali, kami hanya orang asing,” kata Mi Mo yang berlatih untuk menjelaskan semuanya pada Hae Joon. Dia kemudian meyakinkan dirinya agar tak ragu, karena dia sudah menembak Hae Joon duluan. 


Mi Mo menelpon seseorang dan mengajaknya ketemuan. Siapa yang dia ajak ketemuan? Ternyata orang itu adalah Soo Hyuk. Melihat Mi Mo sedang minum alkohol, Soo Hyuk mengingatkannya kalau alkohol tidak baik untuk mereka berdua. Mi Mo pun menjawab kalau dia tak bisa mengatakan semuanya kalau tak mabuk. Mi Mo memberikan satu kaleng minuman pada Soo Hyuk, namun langsung ditolak oleh Soo Hyuk karena dia tak mau lagi pergi ke catatan sipil bersama Mi Mo. 

Mi Mo berkata kalau dia sudah melakukan hal gila pada Hae Joon. Tapi belum selesai Mi Mo menjelaskan hal gila apa itu, Soo Hyuk langsung memotong kalau dia sudah tahu. Namun yang dia tahu hanya tentang Mi Mo yang masuk ke rumah sakit, bukan tentang Mi Mo yang menembak Hae Joon. 


Soo Hyuk memberitahu Mi Mo kalau dia sudah menjelaskan status pernikahan mereka yang sebenarnya pada Hae Joon. Mendengar itu Mi Mo langsung senang, sampai-sampai memeluk Soo Hyuk. 


Dong Mi sedang makan sendiri di rumahnya saat mendapat telepon dari si kodok bletung. Bukan hanya nama yang diganti kodok bletung oleh Dong Mi, nada ringtone untuk panggilan dari nomor itu  juga dia buat menjadi suara kodok. Siapa sih sebenarnya orang yang dia juluki kodok bletung? Ternyata dia adalah Jung Mi, seorang janda yang telah merebut pria tampan pujaan Dong Mi. 

Jung Mi menelpon untuk bertanya apa Dong Mi mau menerima bouque di pernikahannya. Dia menawari Dong Mi karena semua teman Jung Mi sudah menikah semua, jadi dia pun menawari Dong Mi untuk melakukannya. 

“Cuma aku wanita single yang ada di kepalamu? Kau mengejekku?” tanya Dong Mi kesal dan Jung Mi langsung membantahnya. Dia beralasan kalau Dong Mi tentu merasa senang jika segera menikah. Walaupun Jung Mi mengatakan kalau dia tulus saat mengatakan semua itu, tapi Dong Mi tetap menolaknya. Pacar saja dia tak punya, bagaimana dia bisa cepat menikah. 

“Kalau kau mau, akan kuberitahu tempat yang bagus,” bujuk Jung Mi yang menawari Dong Mi sebuah tempat yang bisa membuat Dong Mi bertemu pria dalam waktu 3 bulan. 


Sepertinya Dong Mi percaya akan hal itu, karena sekarang dia dan Mi Mo sudah berada di tempat yang Jung Mi katakan. Tempat itu seperti tempat seorang peramal. Namun beda dengan peramal biasanya, peramal yang satu ini terlihat seperti penyanyi hip hop. Dia menebak semuanya dengan cara menggerakkan tangannya sambil mendengarkan lagu hip hop. 

“Sudah 7 tahun kau tak bersentuhan dengan pria. Aku tak bisa merasakan energi keseimbangan darimu,” terka si peramal dan Dong Mi langsung bertanya apa dia bisa menikah sebelum umur 40 tahun. 

Peramal itu langsung menari-nari lagi kemudian berkata kalau Dong Mi akan bertemu dengan pria yang lebih muda darinya, 9 tahun lebih muda. Mendengar itu Mi Mo lalu berbisik pada Dong Mi kalau peramal itu pasti pembohong. Namun Dong Mi tetap ingin mempercayai perkataan peramal itu. Dia pun bertanya-tanya siapa pria berumur 25 tahun yang nantinya menjadi jodohnya. 

“Iya, mungkin saja. Setelah kesini kau akan lebih beruntung dengan pria,” tambah si peramal yang kemudian menyuruh Dong Mi memilih gambar diantara gambar Hwang Jin Yi, Yang Gulfei, Cleopatra dan Marllyn Monroe. Dengan yakin Dong Mi mengambil gambar Cleopatra, karena dia ingin para pria bertarung demi dirinya. 

“Tapi, apa benar pria itu akan muncul?” tanya Dong Mi yang mulai ragu. 

“Kau benci melihat wanita berwajah biasa tapi bisa mendapatkan perhatian semua pria, kan?” tanya peramal dan Dong Mi membenarkan. Si peramal pun berkata kalau Dong Mi terlahir untuk berselingkuh, tapi dia bisa mengatasi masalah itu dengan 5.

“$ 500?” tanya Dong Mi.

Mendengar itu si peramal langsung memukul meja. “Kau tidak pernah dengar tentangku? Apanya yang $500?” tanya si peramal kesal. Ternyata si peramal sudah menargetkan harganya sebesar $ 5000 dan Dong Mi merasa keberatan karena itu terlalu mahal. 


Tepat disaat itu, ada seorang wanita muncul dengan marah-marah. Dia kesal karena setelah berkonsultasi dengan si peramal, muncul seorang psikopat yang menyukai, mengikuti dan mengancamnya. Pria itu bahkan datang ke kantornya dan menyebarkan isu. Yang lebih parahnya lagi pria itu juga menculiknya, untungnya wanita itu bisa kabur. Jadi wanita itu datang ke si peramal lagi untuk meminta agar semuanya dibatalkan. 

“Aku bilang akan disukai para pria. Tapi kapan aku bilang kualitasnya akan terjamin?” ucap si peramal yang tak mau tahu dengan masalah wanita tadi.

“Dong Mi tak berani mengambil resikonya. Jadi dia memilih rencana cadangannya,” ucap Mi Mo sebagai narator.


Apa cadangan rencana Dong Mi?

Ternyata dia belajar ber-make-up dari acara TV, namun sayang hasil make-up yang dilakukan Dong Mi masih terlihat hancur. 

Bersambung ke sinopsis One More Happy Ending ep 3 - 2

2 comments :