January 25, 2016

One More Happy Ending Episode 2 - 1



Mi Mo keluar dari taksi dengan menggunakan gaun elegan, menuju ke sebuah toko yang bernama 'Happy Tifanyee'. Namun dia tak masuk ke dalam toko tersebut. Dia hanya berdiri di depan toko dan makan makanan yang dia bawa. Hee.. mirip dengan Audrey Hepburn di film Breakfast At Tiffany's.

Sepuluh tahun yang lalu, aku suka semua hal yang besar. Semakin besar, semakin bagus. Cincin berlian haruslah yang besar. Tapi..... sekarang, aku tahu bahwa ukuran berlian tak menjamin kelanggengan pernikahan. Karena itu, cincin untuk pernikahan kedua harus beda.  Haruslah cincin yang tak membuatku bosan.  Harus yang sederhana supaya tidak repot saat dipakai,” ucap Mi Mo sebagai narator dan kita melihat dia sedang melihat cincin-cincin yang dipajang di Happy Tifanyee.



Setelah puas melihat cincin-cincin tersebut, Mi Mo berjalan pergi. Beberapa langkah dia pergi, muncul seorang laki-laki yang menawarinya cincin dari Rolex dan Tifanyee. Namun Mi Mo tak tertarik dengan cincin yang pria itu bawa dengan alasan kalau dia tak suka barang-barang palsu. Mendengar hal tersebut, si pria langsung kesal dan berkomentar kalau Mi Mo sendiri juga palsu. 

“Apa?” tanya Mi Mo tak mengerti.

“Kau Audrey Hepburn palsu. Cincinmu juga palsu,” jawab si pria dan Mi Mo langsung berteriak histeris saat melihat cincin yang dia pakai, dia memakai cincin mainan yang dia sendiri tidak tahu kapan ada di jarinya. 

“Ahjumma, punyaku ini berbeda. Barangku ini KW super. Aigooo, tak jadi kujual padamu,” ucap si pria dan berjalan pergi.

“Ahjumma?” ucap Mi Mo sedih dan bingung dengan cincin yang ada di jari manisnya. 


Kita kembali pada Mi Mo yang masih mengenakan kostum sapi. Dia berusaha mengingat-ingat  tentang bagaimana cincin mainan itu bisa ada di jarinya. 


Flashback
Mi Mo dan Soo Hyuk pergi ke catatan sipil dalam keadaan mabuk. Mi Mo menelpon Dong Mi dan meminta datang untuk menjadi saksi, namun Dong Mi tidak bisa karena dia harus menghadiri pertemuan penting (kencan buta). Karena Dong Mi tidak bisa datang, Mi Mo pun meminta Dong Mi hanya mengirim nomor KTP-nya saja. 


Tepat di saat itu, seorang pria tampan datang ke kantor catatan sipil dengan membawa sebuket bunga. Pria itu adalah Koo Hae Joon. Dia adalah teman Soo Hyuk. Hae Joon bertanya apa Soo Hyuk punya pacar, sehingga membuat dia tiba-tiba menikah? Soo Hyuk membenarkan, dia berkata kalau dia akan menikah dengan wanita penghuni kamar 1501. Soo Hyuk pun kemudian mengenalkan Hae Joon dengan Mi Mo. 

Soo Hyuk memanggil Hae Joon datang karena untuk menjadi saksi pernikahan mereka berdua. Tentu saja Hae Joon mau melakukan apa yang diminta oleh Soo Hyuk, tanpa ragu dia menandatangi  formulir pernikahan milik Soo Hyuk. Setelah mendapatkan tanda tangan dari Hae Joon, Soo Hyuk langsung memberikannya formulirnya pada pet ugas agar segera diurus.


“Hari ini aku menikah!” ucap Mi Mo dalam keadaan mabuk. Dia terus mengumumkan pada semua orang kalau dia sudah menikah. Saking senangnya karena sudah menikah, Mi Mo terus berjoget-joget ria dan Hae Joon hanya terbengong-bengong melihatnya. 


Tiba-tiba Soo Hyuk muncul lagi di depan Mi Mo sambil berlutut dan menunjukkan bunga sambil berkata, “Maukah kau menikah denganku?”

“Tentu saja!” teriak Mi Mo dan mereka langsung teriak bersama, “YEAH!”

Mi Mo langsung melompat ke gendongan Soo Hyuk dan Soo Hyuk memutar-mutarnya. Semua orang memberikan sorakan selamat pada mereka berdua, namun Hae Joon hanya melihat mereka berdua dengan ekspresi bingung. 

Flashback End

Kita beralih pada Soo Hyuk yang shock karena menyadari bahwa dirinya sudah menikah dengan Mi Mo. “Tidak mungkin..,” ucapnya lemas.

“Tidak mungkin,” ucap Mi Mo yang langsung membuang cincin mainan yang ia pakai. Melihat cincin itu, Mi Mo pun teringat kembali pada kejadian semalam. Setelah selesai mengurus pernikahan, mereka berdua hendak pulang. Sebagai teman yang baik Hae Joon yang mengambil mobil dan menyuruh mereka menunggu di depan kantor. 


Saat sedang berdua Mi Mo memanggil Soo Hyuk dengan sebutan 'Honey' dan bertanya apa  mereka berdua benar-benar sudah menikah? 

“Tentu saja. Catatan Sipil Korea sudah mengesahkan pernikahan kita,” jawab Soo Hyuk dan bertanya apa yang akan mereka lakukan setelah ini. Dengan ekspresi senang dan sedikit malu-malu, Mi Mo mengajak Soo Hyuk bulan madu. Soo Hyuk setuju dengan ide tersebut.


Soo Hyuk menggendong Mi Mo tapi Mi Mo minta turun saat melihat cincin yang dijajakan seorang pedagang kaki lima. Dia minta Soo Hyuk membelikannya cincin. Maka Soo Hyuk langsung memborong semua cincin tersebut untuk Mi Mo. 


Mi Mo menutup mulutnya karena shock  saat menyadari apa yang terjadi tadi malam.  Dia mengambil salah satu  bra dengan motif macan yang berserakan di rumahnya  dan mencoba mengingat-ingat tentang semua pakaian dalam dan kostum-kostum aneh yang memenuhi rumahnya.


Flashback

Mi Mo dan Soo Hyuk sudah berada di sebuah toko pakaian wanita. Saat Mi Mo bertanya Soo Hyuk suka yang mana, Soo Hyuk menunjuk sebuah kostum sapi dengan gambar belahan dada yang seksi. Itu adalah kostum sapi yang Mi Mo pakai sekarang. 

Seorang penjaga toko menghampiri Mi Mo dan bertanya ukuran bra milik Mi Mo agar dia bisa membantu mencarikan mana yang cocok untuk Mi Mo. Dengan berbisik, Mi Mo memberitahu si penjaga toko kalau ukuran miliknya A. 

Mi Mo bertanya pada Soo Hyuk, tentang ukuran apa yang Soo Hyuk sukai dan Soo Hyuk menjawab A, karena dari sekolah dulu, dia memang suka A. Tentu saja Mi Mo senang mendengarnya. 

Kembali lagi pada Mi Mo yang sekarang. Dia shock dan melempar bra yang ada di tangannya. Dia menyebut dirinya sudah gila. Mi Mi terduduk lemas dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak minum lagi. 

Mi Mo pergi ke rumah Soo Hyuk, namun Soo Hyuk tak membuka pintu rumahnya. Tapi kayaknya Soo Hyuk memang sedang tidak ada di rumah. Mi Mo lalu mengeluarkan ponselnya dan hendak menelpon Soo Hyuk.

“Apa? Aku menikah dnegan pria yang nomornya saja tak tahu?” tanya Mi Mo tak percaya,  kembali terduduk lemas.


Kemana Soo Hyuk? Dia sedang berada dalam perjalanan pulang. Dia hendak menelpon Mi Mo, namun di ponselnya tak ada kontak Mi Mo. Soo Hyuk pun merasa kalau dia sudah dijebak oleh Mi Mo. 


Mi Mo kembali ke rumahnya. Sekarang diaa benar-benar bingung, tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia menelpon Dasan Call Center untuk bertanya bagaimana cara membatalkan pernikahan.


Syarat pembatalan pernikahan yang pertama adalah saat melakukan perdaftaran pernikahan salah satu mempelai merasa keberatan, Kedua, salah satu pasangan tidak waras dan yang ketiga, salah satu pasangan sudah berbohong atau memaksa untuk menikah. Namun tak ada satupun dari tiga itu yang terjadi, jadi Mi Mo tidak bisa membatalkan pernikahannya. Jika Mi Mo benar-benar ingin berpisah, dia harus bercerai. Mi Mo langsung shock saat dia mengetahui cara satu-satunya untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah bercerai. 

Soo Hyuk sampai ke parkiran gedung apartemennya. Dengan tak sabar, dia memencet tombol kedua lift yang ada di hadapannya. Pintu lift terbuka dan kita melihat Mi Mo di dalam lift, namun ternyata mereka berdua tak bertemu karena Mi Mo keluar dari lift yang berbeda dengan lift yang Soo Hyuk naiki. 


Mi Mo buru-buru mencari mobilnya untuk mendapatkan kartu nama Soo Hyuk. Setelah mengetahui nomor telepon Soo Hyuk, Mi Mo pun langsung menghubunginya. Namun sayang tak diangkat, karena ponsel Soo Hyuk tertinggal di dalam mobil. 

Di dalam lift, Soo Hyuk kembali teringat pada apa yang sudah dia lakukan  tadi malam bersama Mi Mo. Di lift yang sama semalam tadi, Soo Hyuk berkata pada Mi Mo kalau dia adalah pria yang menggebu-gebu. Mi Mo menarik telinga Soo Hyuk dan berbisik, “Semakin menggebu, semakin bagus.”

Soo Hyuk benar-benar shock saat mengingat apa yang dia lakukan semalam. Pintu lift terbuka dan dia pergi ke rumah Mi Mo, namun tak dibuka oleh Mi Mo karena memang Mi Mo sedang berada di luar rumah. 


Mi Mo sudah berada di dalam lift dan satu lift bersama seorang anak laki-laki dan ibunya. Ketika si anak laki-laki melihat Mi Mo, dia pun bertanya pada ibunya,  “Eomma.... apa ini sapi yang kita perah di peternakan?” Hahaha...LOL.

“Kau benar. susu yang kau minum pagi-pagi dihasilkan sapi itu,” jawab si ibu dan Mi Mo yang merasa tak nyaman dengan obrolan ibu dan anak itu, langsung menarik resliting kostumnya sampai ke atas, sampai menutup bagian wajahnya. 

Mi Mo keluar dari lift dan dia melihat Soo Hyuk sudah berada di depan rumahnya. Setelah saling mencari akhirnya mereka bertemu juga.

“HEI!” teriak keduanya kompak saat bertemu.


Lagi-lagi mereka saling menyalahkan atas apa yang sudah terjadi pada mereka berdua. Mi Mo menyalahkan Soo Hyuk yang datang ke rumahnya padahal mereka berdua sudah berjanji untuk tidak bertemu lagi. Dan Soo Hyuk menyalahkan Mi Mo karena Mi Mo sudah mencekokinya dengan minuman, padahal Soo Hyuk tidak bisa minum lebih dari 3 gelas. Dia bahkan menuduh Mi Mo sudah menjebaknya. Tentu saja Mi Mo langsung membantah karena Soo Hyuklah orang yang mengajaknya menikah malam itu. 

“Kau yang sok memelas dan merayuku!” seru Soo Hyuk dan Mi Mo membantah melakukannya, sebab dia tak seputus asa itu. Mendengar jawaban Mi Mo, Soo Hyuk bertambah kesal dan langsung berkata kalau dia adalah orang yang hebat. 

Setelah berteriak-teriak, akhirnya keduanya diam. Pandangan Soo Hyuk tertuju pada gambar belahan dada di kostum yang Mi Mo pakai dan reflek Mi Mo langsung menutupinya. Soo Hyuk kemudian melihat pakaian dalam yang berserakan di rumah Mi Mo, dan bertanya apa tadi malam mereka sudah melakukannya. Dengan ragu Mi Mo menjawab tidak, Dia ragu karena ia pun tak bisa mengingat bagian itu. 


Mi Mo terus meyakinkan dirinya kalau mereka tak melakukannya, karena Mi Mo takkan pakai kostum yang dia pakai sekarang ini jika melakukannya. Itu bukan gayanya. Soo Hyuk malah terduduk lemas mendengarnya. 

“Itu gayaku,” ucap Soo Hyuk shock.

“Gayamu? Jadi... kau memaksaku?” tanya Mi Mo yang dijawab Soo Hyuk kalau dia tidak tahu.

“Tempat bangun kita terpisah, kan?” tanya Soo Hyuk saat menyadarinya.

“Iya”

“Itu artinya....”

“Tak ada yang terjadi..,” sambung Mi Mo dan Soo Hyuk membenarkan. Dia kemudian mengajak Mi Mo untuk membatalkan surat pernikahan, Mi Mo pun memberitahu kalau pernikahan mereka tidak bisa dibatalkan dan satu-satunya cara mereka berpisah adalah bercerai. 


Dengan hati-hati, Mi Mo meminta Soo Hyuk untuk berkorban. Dia ingin Soo Hyuk pura-pura jadi orang yang menyimpang  agar mereka bisa melakukan pembatalan pernikahan karena Mi Mo tak bisa bercerai untuk kedua kalinya. Cerai dua kali bisa membahayakan untuk pekerjaan Mi Mo. Tentu saja Soo Hyuk tak bisa melakukannya, karena itu akan merusak image Soo Hyuk sendiri.


Soo Hyuk dan Mi Mo kemudian pergi ke catatan sipil untuk protes pada petugas karena sudah mengizinkan mereka berdua menikah. Mereka ingin agar pernikahan mereka dibatalkan. Si petugas tentu saja merasa kesal pada mereka berdua, karena tadi malam mereka mengemis-ngemis untuk dinikahkan, eh sekarang mereka malah ingin pernikahannya dibatalkan. 


Flashback

Mi Mo dan Soo Hyuk mendaftar dengan urutan 34. Saat itu si petugas sudah mencium bau alkohol dan menebak kalau keduanya sedang mabuk, jadi dia menyuruh mereka pulang dan mendaftarkan pernikahannya besok. Namun mereka berdua tak mau, mereka tetap bersikukuh untuk menikah malam itu juga.

Petugas pun tak bisa menolak permintaan mereka, jadi dia minta agar mereka membawa saksi pernikahan mereka berdua. Tanpa pikir panjang, Soo Hyuk langsung menelpon temannya untuk menjadi saksi. Orang yang Soo Hyuk telepon adalah Hae Joon dan setelah mendapatkan tanda tangan Hae Joon sebagai saksi, Soo Hyuk menyerahkan formulir pendaftarannya. Ya, kejadian selanjutnya sama seperti yang saya ceritakan sebelumnya. Dimana Soo Hyuk dan Mi Mo terlihat bahagia atas pernikahan mereka sampai mereka berputar-putar dan di tonton oleh banyak orang. 

Si petugas menjelaskan kalau tadi malam, dia dan teman Soo Hyuk sudah mengingatkan mereka berdua untuk kembali lagi besok untuk menikah namun mereka berdua tak mau. Sebagai bukti pernikahan, si petugas mengatakan kalau formulirnya disimpan di jaket milik Soo Hyuk. Dan ternyata benar, formulirnya masih ada di jaket itu. 


Kita kemudian beralih pada teman Soo Hyuk yaitu Hae Joon. Ternyata Hae Joon adalah seorang dokter dan dia mendapatkan surat cinta dari salah satu pasiennya. Nama pasiennya adalah Goo Yeon Mi, seorang murid SMA. Yeon Mi mengirimkan surat tersebut melalui perawat rumah sakit dan berpesan agar Hae Joon membaca surat itu di depan para perawat agar para perawat tahu kalau Hae Joon adalah miliknya jadi jangan di sentuh. 


Hae Joon memang dokter yang tampan dan banyak wanita yang terpesona olehnya. Yeon Mi bahkan berkata kalau sakit kepala dan stres-nya langsung hilang saat melihat Hae Joon. Yeon Mi sendiri adalah siswi SMA yang cantik, banyak pria yang terkagum-kagum pada kencantikanny. Dia ingin Hae Joon menunggunya sampai dia mendapatkan KTP (selama 2 tahun), karena saat dia dewasa, dia ingin punya ikatan dengan Hae Joon. 


Selesai membaca surat, Hae Joon berkomentar kalau suratnya bagus juga. Tepat disaat itu Woo Yeon Soo menghampiri Hae Joon dan melihat surat itu juga. Dia berkomentar kalau anak zaman sekarang sangat blak-blakan dan bertanya apa Hae Joon benar-benar akan menunggu Yeon Mi? 

“Tak ada alasan bilang tidak. Dua tahun itu sebentar,” jawab Hae Joon dan seorang perawat bertanya bagaimana tipe wanita ideaman Hae Joon. Hae Joon bertanya kalau tipe idealnya adalah wanita yang  walau telah melalui banyak hal tapi masih polos. 

“Pilih salah satu. Wanita yang telah melalui banyak hal tak mungkin masih polos. Kategorinya berbeda,” ucap Yeon Soo.

“Pasti ada di luar sana,” jawab Hae Joon. Euuum..... Mi Mo banget tuh kriterianya.


Mi Mo dan Soo Hyuk sudah berada di sebuah cafe. Mereka berdua terlihat canggung padahal mereka berdua bukanlah pasangannya yang hendak putus. Mi Mo mengajak Soo Hyuk tutup mulut, dia tak ingin ada yang tahu kalau mereka berdua sudah menikah. Setelah membicarakan masalah mereka, mereka pun berpisah di depan cafe karena mereka akan pergi ke arah yang berlawanan. 


Mi Mo hendak berjalan pergi, namun dia menghentikan langkahnya dan melihat cafe  yang baru saja dia datangi. 

Saat itu cuacanya juga seperti ini, dan juga berakhir di cafe itu. Bedanya saat itu kami mendoakan kebahagiaan masing-masing dengan penuh air mata,” ucap Mi Mo dalam hati dan teringat pada masa lalunya. Ternyata itu adalah cafe dimana mereka bicara berdua sebelum memutuskan bercerai.


Flashback

“Kim Seung Jae dan Han Mi Mo, kalian tidak keberatan atas putusan ini?” tanya hakim yang mengatur perceraian mereka dan dengan yakin Seung Jae menjawab iya. Karena Seung Jae sudah menjawab iya, jadi Mi Mo pun menjawab iya. Karena sudah memutuskan berpisah, maka hakim pun mengumumkan jika proses perceraian selesai dan mulai sekarang Mi Mo dan Seung Jae tak ada hubungan lagi. 

Kami keluar ruangan sebagai orang asing sesuai putusan hakim. Kalau diingat kembali, selera makanan kami berbeda, kesadaran mencuci berbeda. Kebiasaan tidur kami berbeda, film favorite berbeda. Perbedaan kami terus menumpuk, jarak di antara hati kami terlalu jauh untuk kembali,” ungkap Mi Mo dalam hati dan melihat beberapa pasangan yang baru bercerai.


Kupikir akan lebih baik jika cerai. Kami menangis sangat lama di tempat itu,” ucap Mi Mo dalam hati dan saat itu mereka duduk di cafe yang baru Mi Mo datangi bersama Soo Hyuk. 


Di rumah Mi Mo terlihat sedih dan kesepian. Saat melihat kaos putih milik Seung Jae, dia langsung melipatnya dan menciumnya. Mi Mo menangis.

Aku menangis seperti itu untuk beberapa saat. Akhirnya aku sadar, cinta itu harus sepenuh hati. Supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari,” ucap Mi Mo lagi sebagai narator.

Flashback End


Mi Mo sampai di rumah dan melihat rumahnya masih berantakan. Melihat semua itu, dia pun berkomentar kalau dia sudah terlalu sepenuh hati sampai jadi gila. 


Dia mendapat telepon dari Da Jung yang marah-marah padanya karena tak datang ke kantor. Da Jung mengeluh karena merasa dimanfaatan oleh teman sendri. Mi Mo pun berjanji akan cepat siap-siap dan pergi ke kantor, tapi Da Jung melarangnya karena hari ini adalah hari pernikahan pasangan terhebat yang berhasil Mi Mo pasangkan. Mereka berdua harus menghadiri acara pernikahannya. 


Kita beralih pada Soo Hyuk yang ternyata punya janji bertemu dengan guru Min Woo (anak Soo Hyuk). Dia dipanggil untuk datang ke sekolah karena mendapat panggilan wawancara masalah keluarga. Guru Min Woo berkata kalau dia sudah menyarankan agar Min Woo masuk SMP Internasional, tapi  Min Woo menolaknya. 

Guru Min Woo centil banget, dia terus-terusan memegang lengan Soo Hyuk sehingga Soo Hyuk sendiri merasa tak nyaman dibuatnya. Soo Hyuk lalu berkata kalau dia sangat menghormati keputusan Min Woo, apapun itu. Mau dia belajar musik, memasak atau jadi atlet, karena dia ingin anaknya hidup sesuai dengan yang dia inginkan. 


Tangan guru Min Woo lagi-lagi hendak menyentuh lengan Soo Hyuk dan kali ini ditangkap oleh Soo Hyuk, Ia meletakkan tangan guru Min Woo di meja. 


Ae Ran sedang belanja keperluan rumah tangga bersama calon suaminya. Calon suaminya terlihat sangat bersemangat mempersiapkan semuanya, namun Ae Ran tak memperlihatkan sedikitpun rasa itu. 


Saat mereka berada di sebuah cafe, Ae Ran pun akhirnya bertanya apa calon suaminya itu tak merasa gugup. Padahal yang dia tahu, kebanyakan pria merasa gugup menjelang pernikahan. Calon suaminya menjawab kalau dia juga gugup, namun dia tak memperlihatkannya. 

“Jangan khawatir... aku takkan kemana-mana. Aku akan selalu disampingmu,” ucap calon suami Ae Ran yang tak tahu apa yang sebenarnya Ae Ran pikirkan selama ini.


Soo Hyuk sedang menunggu lift dan saat lift terbuka, ternyata Mi Mo yang keluar. Mi Mo yang terkejut melihat Soo Hyuk, hampir terjatuh. Untunglah Soo Hyuk dengan cepat menangkap tubuh Mi Mo.

Namun saat menyadari apa yang dia lakukan, Soo Hyuk langsung melepaskan Mi Mo. Ya, mereka jadi merasa canggung setiap bertemu. Mereka hanya saling menyapa seperti layaknya hubungan antar tetangga.


Di depan gedung aparteman, Mi Mo berpapasan dengan tetangganya yang lain yang baru selesai jogging pagi. Tetangganya yang satu ini punya tubuh seperti model karena dia sering berolahraga. Dia bahkan menyarankan agar Mi Mo juga berolahraga agar bisa merawat leher dan tangannya yang tak akan bisa dipermak meski dengan jalan operasi. 


Kita beralih pada Dong Mi yang masih sibuk dengan pencarian jodohnya. Teman sekantornya menghampirinya dan bertanya tentang kencan buta yang Dong Mi lakukan semalam. 

“Mukaku seperti ini, apa artinya baik?” jawab Dong Mi kesal dan temannya langsung berkata kalau kencan buta memang seperti itu. “Kalau begitu seharusnya mereka mengembalikan uangku! Beraninya mereka memanfaatkan orang yang putus asa akan pernikahan. Aku takkan tinggal diam!” teriak Dong Mi. 

Temannya tadi tak bisa lagi berkata-kata. Dia lebih memilih kembali ke meja kerjanya dan meninggalkan Dong Mi sendiri.


Dong Mi ternyata sedang mengetik surat protes pada penyelenggara acara kemarin. Isi surat protesnya adalah:
Selamat siang. Saya Ko Dong Mi, wanita lajang paling dicari.  Saya menulis ini,  untuk menanggapi pelayanan kencan buta Anda.  Kemarin, saya mengikuti kencan dengan biaya 200 ribu, tapi para prianya sangat parah. Penglihatan orang usia 34 masih sangat bagus. Karena itu saya bisa melihat jelas penampakan para prianya.”

Bersambung One More Happy Ending Episode 2-2

1 comment :

  1. mbak Lilik nulis di sini juga? Mbak Dee, Daebak!! Ada mbak Ima yg nulis sinop Signal dan skrg ada mbak Lilik nulis sinopsis One More Happy Ending, semua penulis ada di sini.

    ReplyDelete