January 24, 2016

One More Happy Ending Episode 1 - 2



Jung Hoon dan Seul Ah berada di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan banyak bunya mawar. Jung Hoon menanyakan tentang kondisi anak yang ada di kandungan Seul Ah. Ternyata anak itu benar-benar anak Jung Hoon.

Seul Ah menjawab kalau anak mereka sangat sehat, bahkan terlalu sehat. Dari ekspresi wajah Seul Ah, sepertinya dia tak terlalu menyukai kehamilannya itu.  Jung Hoon lalu memeluk Seul Ah dan berkata, “Ayo kita hidup bahagia selamanya.”



Mi Mo masih di dalam mobilnya. Dia mengendarai mobil sambil menangis, bahkan berteriak-teriak menyumpahi Jung Hoon.  Dan saat Mi Mo berteriak kita dialihkan pada film dinosaurus yang juga sedang membuka mulutnya.

Yang menonton film itu adalah dua anak laki-laki, mereka nonton sambil makan. Seorang anak yang berambut panjang bertanya siapa yang memasak makanannya karena rasanya enak. Dan anak yang satunya menjawab kalau yang memasak adalah ayahnya. 


“Wuah, masakan ayahmu enak begini?”  tanya anak berambut panjang.

“Dia bagus dalam semua hal kecuali.... “ 

“Apa?”

“Merayu wanita,” jawab Song Min Woo.

Mendengar itu anak yang berambut panjang menyuruh Min Woo untuk mengajari ayahnya cara merayu wanita karena Min Woo adalah anak yang populer di kalangan anak cewek. Namun Min Woo menolak karena menurutnya, para anak cewek itu menyukainya tanpa perlu dirayu olehnya. 

“Karena inilah kau tidak punya teman,” ucap anak berambut panjang yang merasa kata-kata Min Woo terlalu sombong.

“Ada kau kan, “jawab Min Woo dan menyuruh temannya cepat makan karena mereka harus segera berangkat.

Jung Hoon dan Seul Ah sudah berada di restoran yang memang sudah  diatur khusus untuk mereka hari ini. Jung Hoon melakukan semua itu agar Seul Ah bisa makan teratur demi kebaikan bayi mereka berdua. Seul Ah, yang tak mau banyak orang tahu jika dia sedang hamil, langsung menyuruh Jung Hoon menjaga ucapannya. Namun Jung Hoon tak mau mempermasalahkannya. Dia tak ambil pusing jika semua orang tahu tentang mereka berdua, toh tak akan lama lagi semua orang juga akan tahu.


Para pelayan restoran terus memperhatikan mereka berdua, bergosip tentang Jung Hoon yang sudah punya pacar baru. Melihat wanita yang bersama Jung Hoon bukanlah Mi Mo, Chun Gi pun jadi kebingungan karena dia sudah salah memberi informasi pada Mi Mo. Dia berusaha menghubungi Mi Mo, namun ponsel Mi Mo sedang tidak aktif. 


Soo Hyuk hendak masuk ke restoran dimana Jung Hoon dan Seul Ah sedang makan bersama, namun dia dilarang masuk oleh petugas restoran dengan alasan kalau restoran belum siap untuk dikunjungi dan jam makan malam akan dibuka mulai pukul 5 sore. Karena memang tujuan Soo Hyuk kesana bukan untuk makan, dia pun memaksa masuk dengan alasan kalau dia memang belum ingin makan, dia hanya ingin minum teh terlebih dahulu. Tetapi petugas tetap tidak bisa membiarkan Soo Hyuk masuk.


Tepat disaat Soo Hyuk dan petugas sibuk berdebat,  Mi Mo muncul dan langsung nyelonong masuk ke dalam restoran. Di dalam restoran, saat Jung Hoon hendak menyuapi Seul Ah, tiba-tiba seseorang menghampiriya dan langsung menempelkan daging steak ke wajahnya.

Dan orang yang melakukan hal tersebut adalah Mi Mo. Semua orang yang menyaksikan hal tersebut pun langsung terkejut, termasuk Soo Hyuk.


Dengan ekspresi marah Mi Mo berkata kalau dia sudah bilang akan datang, jadi paling tidak Jung Hoon memberinya makan dulu baru memutuskannya. Bukannya tiba-tiba mengatakan putus lewat SMS. 

“Mau makan?” tanya Jung Hoon yang masih shock melihat Mi Mo datang dengan cara seperti itu.

Soo Hyuk akhirnya ingat kalau dia sudah bertemu dengan Mi Mo sebelumnya. Seorang wanita yang dia tabrak mobilnya dan merupakan salah satu anggota girlband Angel. 

“Aku harus makan dimana? Makan bersama dengan kalian berdua? Atau mau kau siapkan meja lain?” sindir Mi Mo marah dan sekilas melihat ke arah Seul Ho (Mi Mo belum mengenali kalau wanita yang sedang bersama Jung Hoon adalah Seul Ah). “Kau selingkuh? Aku tidak tahu siapa yang duluan. Tapi yang jelas, kaulah pemenangnya. Aku ingin sekali menghajarmu, tapi aku bukan istrinya dan tidak punya bagian....” 


“Ingin menghajarku lagi?” tanya Seul Ah yang akhirnya membuka kacamatanya dan menunjukkan wajahnya pada Mi Mo. 

“Koo Seul Ah?” ucap Mi Mo dengan ekspresi tak percaya. Mi Mo benar-benar tambah tak suka pada Seul Ah. Tanpa mereka sadari Soo Hyuk mengambil gambar mereka bertiga.

Seul Ah berkata kalau bukan Mi Mo saja korbanya pada situasi ini, karena Seul Ah juga merasa tidak senang dengan situasi sekarang ini. Namun Mi Mo tidak percaya dengan kata-kata Seul Ah, karena dari dulu Seul Ah memang selalu mengatakan hal seperti itu. 

“Jangan begitu pada Seul Ah, aku sangat menyayanginya. Marah saja padaku,“ ucap Jung Hoon yang tak mau Mi Mo terus memaki Seul Ah.

“Yaa! Kim Jung Hoon!” teriak Mi Mo kesal. Kekesalan Mi Mo semakin memuncak saat mendengar Jung Hoon mengajaknya untuk menyelesaikan masalah mereka di lain hari karena sekarang Mi Mo sudah membuat Seul Ah merasa tak nyaman. 

“Kau hanya memikirkan penderitaannya? Kau tidak lihat aku juga menderita? Kenapa harus di lain hari? Apa akan ada yang berubah kalau kita selesaikan di lain hari? Aku tidak akan mendekat kalau memang sudah berakhir. Tapi setidaknya jangan memutuskan hubungan lewat sms,” ucap Mi Mo dengan mata berkaca-kaca.  


Soo Hyuk yang masih berdiri di tempatnya, terlihat bersimpati pada Mi Mo. Tiba-tiba terdengar suara perut Mi Mo dan hal itu semakin membuat Mi Mo kesal. Diapun mengatai Jung Hoon dan Seul Ah kunyuk. 

Mata Mi Mo kemudian terarah pada cincin bermata berlian yang terpasang manis di jari manis Seul Ah. Dia teringat kata-kata Da Jung yang berkata kalau cincin itu penting dan sekarang Mi Mo membenarkan pendapat Da Jung. 


Kita tidak akan pernah tahu, sebelum ada cincin di jarimu,” batin Mi Mo. Mi Mo kemudian bertanya pada Jung Hoon kenapa dia tidak memutuskan hubungan mereka dulu, sebelum dia melamar Seul Ah. Namun Jung Hoon tak bisa menjawab. Dengan kesal Mi Mo mengelap tangannya yang berlumur saos steak dan melempar bekas lap itu ke wajah Jung Hoon. Setelah itu Mi Mo memilih pergi sambil menahan air matanya. 

“Dasar kunyuk itu.... tidak memberiku apa-apa,” batin Mi Mo saat meninggalkan restoran itu.


Di sebuah gereja kita melihat  Dong Mi sedang berdoa agar dia dipertemukan dengan pria impiannya di kencan buta yang akan dia datangi. Walaupun mengatakan kalau dia tidak minta yang muluk-muluk, tapi dia menyebutkan  ciri-ciri pria yang sempurna. Pria tampan yang memakai jeans dan kaos putih, tidak memperdulikan apa yang dia makan, pria yang terlihat seksi saat pakai celana dalam... buatan Calvin Klein. 

Saat aku dicampakkan oleh pria... Dong Mi sedang berdoa, untuk mendapatkan pria impian,” ucap Mi Mo sebagai narator.


Kita kemudian diperlihatkan pada Da Jung yang sedang berteleponan dengan seseorang. Dari apa yang dia katakan, sepertinya dia tak mau menyetujui atau melakukan apa yang orang di telpon itu minta, sampai-sampai dia menyobek kertas yang dikirimkan padanya. 

Da Jung sedang disusahkan oleh pria yang sangat ingin bercerai,” ucap Mi Mo sebagai narator.


Lalu kita beralih pada Ae Ran dan keluarganya, dimana semua anggota keluarga Ae Ran sedang merasa senang sebab diberikan barang-barang mewah oleh calon suami Ae Ran yang kaya. Berbeda dengan perasaan yang dirasakan semua anggota keluarganya, Ae Ran terlihat tak nyaman dan tak senang dengan semua itu. 

Dan Ae Ran sedang bimbang untuk menjalani hidup dengan pria ini, “ucap Mi Mo sebagai narator.


Mi Mo sekarang sudah berada di tepi pantai. Dia menangis sambil melihat kalung pemberian Jung Hoon. Walaupun sudah meneteskan air mata, Mi Mo tetap berkata kalau airmatanya hanya akan sia-sia jika menangisi pria seperti Jung Hoon. 


Soo Hyuk sedang berada di sebuah restoran. Sambil menikmati teh hangat, dia mulai menulis artikel untuk majalah tempat dia bekerja. Dia memikirkan cerita yang menarik untuk kisah cinta segitiga antara Mi Mo, Jung Hoon dan Seul Ah.

Saat mata Soo Hyuk mengarah keluar jendela, dia melihat Mi Mo yang masih berdiri di pinggir pantai. Mi Mo memang sudah benar-benar marah dan kesal, tanpa berpikir dua kali dia melempar kalung pemberian Jung Hoon ke laut. Namun saat dia membalikkan badannya, dia teringat kalau kalung itu adalah edisi khusus dengan harga 30 ribu dolar dan hal itu membuat Mi Mo goyah dan hendak mengambil kembali kalungnya. Tapi dia mengurungkan niatnya untuk mencari kalung tersebut karena dia ingin memilih harga dirinya. 

“Hanya 30 ribu dolar,” gumam Mi Mo sambil berjalan pergi namun langkahnya tiba-tiba terhenti.  “Aku pasti sudah gila. Berapa lama aku kerja untuk dapat segitu? Aku pasti sudah gila,”teriak Mi Mo dan melepas mantel, tas serta sepatunya lalu berlari ke pantai.


Soo Hyuk melihat apa yang Mi Mo lakukan. Mengira kalau Mi Mo hendak bunuh diri, dia pun jadi panik dan langsung bergegas pergi, Dia tak tahu kalau Mi Mo sedang mencari 30 ribu dolarnya.  Mi Mo terus berenang untuk mencari kalung yang dia buang, sehingga tak mendengar teriakan Soo Hyuk yang memanggilnya. 


Takut terjadi apa-apa pada Mi Mo, Soo Hyuk pun langsung melepas sepatunya dan masuk ke dalam air. Namun dari cara dia masuk ke dalam air, sepertinya dia tidak bisa berenang. Dan benar, ternyata Soo Hyuk memang tak bisa berenang karena bukannya menolong dan menarik Mi Mo keluar dari air, Soo Hyuk malah berteriak minta tolong.

Mi Mo mendengar teriakan Soo Hyuk dan langsung menolongnya. 

Cara Mi Mo nolong Soo Hyuk lucu banget dah, masa dia narik rambutnya Soo Hyuk.


Karena Soo Hyuk tak sadarkan diri, Mi Mo pun memberikan nafas buatan untuknya. Untunglah, setelah dada Soo Hyuk ditekan-tekan, air yang masuk ke dalam tubuhnya keluar dan Soo Hyuk langsung sadar. Saat sadar, hal pertama yang dikatakan Soo Hyuk adalah keadaan Mi Mo, apakah dia baik-baik saja? Tentu saja Mi Mo menjawab kalau dia baik-baik saja. 


Tiba-tiba Soo Hyuk memeluk Mi Mo dan bertanya kenapa Mi Mo melakukan semua itu? Dicampakkan bukanlah akhir dari dunia. Soo Hyuk meminta Mi Mo memikirkannya lagi, sebab masih banyak alasan untuk bertahan hidup dan untuk membalas dendam pada Jung Hoon, Mi Mo harus membuktikan betapa bahagianya dia tanpa Jung Hoon. 

Mi Mo sendiri tak mengerti kenapa Soo Hyuk melakukan semua itu, namun dia hanya bisa mengiyakan semua perkataan Soo Hyuk karena dia tak diberi waktu bicara.


Kita beralih pada Da Jung yang sedang menangani seorang klien yang hendak membalas dendam pada mantan istrinya. Dia ingin mencari wanita yang lebih cantik dari mantan istrinya. Awalnya Da Jung menyetujui permintaan kliennya itu, karena memang itulah tugasnya sebagai biro jodoh, namun dia langsung kebingunga saat mendengar kriteria wanita yang di berikan si klien.

“Lebih muda 12 tahun... dan tinggalnya di Gangnam. Mantan istriku dari daerah lain, jadi sulit berhubungan dengannya. Latar belakang sangat penting. Aku tidak suka golongan darah B. Aku juga benci lulusan kampus wanita. Aku tidak mau yang suka warna merah dan makan di kasur.  Aku juga tidak mau yang masaknya pakai MSG. Aku benci wanita yang menaruh tisu bekas sembarangan. Aku ingin dia menerima gaji bulananku. Seseorag yang tidak suka beli tas baru.

Aku suka wanita yang langsung mengeluarkan sampah, jadi serangga tidak berdatangan. Aku ingin wanita yang cinta kebersihan. Sering emmbersihkan kamar mandi. Aku tidak suka kamar mandi yang kotor.  Yang terakhir, dia pemalu tapi liar di ranjang. Aku ingin wanita yang seperti itu,” ucap si klien mengakhiri kriterianya dan Da Jung hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya.


Mi Mo dan Soo Hyuk sekarang sudah berada di satu mobil. Mereka dalam perjalanan pulang ke Seoul. Soo Hyuk menumpang pada Mi Mo karena mobil yang dia bawa ke hotel tadi sudah dibawa pulang oleh temannya. Mereka berdua sama-sama saling menyalahkan atas apa yang terjadi, Soo Hyuk menyalahkan Mi Mo yang tiba-tiba masuk ke dalam air dan Mi Mo menyalahkan Soo Hyuk yang nekad masuk ke dalam air padahal tahu kalau tak bisa berenang. 

Setelah melihat wajah Soo Hyuk lebih jelas, Mi Mo akhirnya sadar kalau Soo Hyuk adalah orang yang menabrak mobilnya tadi pagi. Namun yang keluar dari mulut Mi Mo adalah “orang mesum”. Dia menyebut Soo Hyuk sebagai orang mesum karena tadi pagi Soo Hyuk memakai pakaian wanita. Tentu saja Soo Hyuk langsung membantah dan berkata kalau dia bukan orang mesum. 

Penasaran siapa Soo Hyuk sebenarnya, Mi Mo pun berusaha mengambil kartu nama yang di tinggalkan Soo Hyuk tadi pagi. Tapi karena Mi Mo sedang menyetir jadi Soo Hyuk melarangnya dan dia memberitahu Mi Mo kalau dia adalah seorang wartawan dari Masspunch. 

“Wartawan? Apa kau mengikutiku?” tanya Mi Mo kepedean dan Soo Hyuk hanya tersenyum kecil. Mi Mo kemudian bertanya sebapa banyak yang Soo Hyuk tahu. Soo Hyuk menjawab semuanya dan dia mengetahui hal itu dengan tidak sengaja. Mendengar itu tentu saja Mi Mo shock dan bertanya tentang berita apa yang hendak Soo Hyuk liput. Mi Mo mengira kalau Soo Hyuk mengikutinya untuk mendapatkan berita tentangnya.

“Aku tidak membuat berita tentangmu. Kami juga pilih-pilih. Kami hanya memuat berita tentang artis terkenal, kau itu.... hanya mantan anggota girlband yang tidak diingat masyarakat. Aku sedang meliput tentang Koo Seul Ah dan Kim Jung Hoon,“ ucap Soo Hyuk dengan keras dan membuat Mi Mo tersinggung.

“Permisi. Kau ingin kuturunkan di tengah jalan tol?”

“Tidak.”

“Tidak masuk akal, akulah yang tadi menolongmu. Beraninya kau mengejekku begitu.  Hmmm.... karena aku orang baik. Akan kutahan,” ucap Mi Mo dan kemudian bertanya alamat rumah Soo Hyuk. 


Soo Hyuk dan Mi Mo sampai di depan rumah apartemen mereka masing-masing. Kebetulan, keajaiban pun terjadi. Ternyata mereka berdua itu tetanggaan bahkan pintu rumah mereka saling berhadapan,  Soo Hyuk tinggal di rumah nomor 1502 dan Mi Mo tinggal di nomor 1501. 

Mereka berdua sama-sama tidak percaya kalau mereka adalah tetanggaan, padahal mereka sudah 3 kali bertemu dalam sehari. Mereka berdua sama-sama merasa kesal terhadap satu sama lain, sampai-sampai Soo Hyuk  berjanji akan mandi besar jika sampai bertemu lagi. 

Mereka kemudian masuk ke rumah mereka masing-masing. Mi Mo merasa ada yang aneh dengan pertemuannya dengan Soo Hyuk, begitu juga Soo Hyuk apalagi mereka sampai bertemu sebanyak 3 kali hari ini. Langkah Soo Hyuk terhenti karena perutnya merasa lapar. Karena merasa lapar, dia pun teringat dengan ucapan Mi Mo saat mengatakan, “Setidaknya beri aku makan”. Euuum dari ekspresi Soo Hyuk, sepertinya dia mulai simpati pada Mi Mo. 

Soo Hyuk kemudian mengambil memo yang dipasang di figura foto anaknya. Di memo itu Min Woo menulis kalau nilai snack yang Soo Hyuk buat hari ini adalah 8 dari 10. 


Setelah mandi, Soo Hyuk pun mulai memasak sesuatu di dapurnya, dan hasil masakannya dia bawa ke rumah Mi Mo. Soo Hyuk memberikan makanan itu sebagai tanda terima kasih karena Mi Mo sudah menolongnya dan mengantarkannya pulang. 

Karena Soo Hyuk yang datang menemuinya, Mi Mo pun mengingatkan kembali kata-kata Soo Hyuk yang berkata kalau dia akan langsung mandi besar ketika bertemu lagi dengan Mi Mo. Soo Hyuk hanya dia dan memilih langsung pergi namun Mi Mo menahannya dan mengajak Soo Hyuk minum bersama. 


Soo Hyuk masuk rumah Mi Mo dan dia langsung terkejut saat melihat rumah Mi Mo yang sangat kotor dan jorok. Walaupun rumahnya jorok namun Mi Mo tak ada rasa sungkan sedikitpun pada Soo Hyuk. Dia bahkan mengajak Soo Hyuk minum dan menggunakan meja yang sangat berantakan. Mi Mo ingin minum untuk melupakan masalah Jung Hoon. 


Mi Mo mencicipi masakan Soo Hyuk dan berkomentar kalau rasanya enak. Dia lalu mencampur dua minuman ke dalam satu gelas dan mengocoknya dengan bagian atas gelas ditutup tisu. Tapi yang membuat Soo Hyuk melongo, tisu bekas mengocok minuman dilempar Mi Mo ke atas sehingga menempel ke bagian atas rumahnya. Namun mata Soo Hyuk memang langsung terang saat mencoba campuran bir yang dibuat Mi Mo. 


Da Jung dan suaminya dipanggil oleh guru BP anaknya. Sang guru menunjukkan jurnal yang di buat oleh Tae Woong (anak Da Jung).  Dalam jurnal tersebut Tae Woong  menulis, “Siapa aku ini?”, “Kenapa aku dilahirkan?”, “ Aku kesepian”, “Hidup ini sulit”.  Padahal yang harusnya ditulis oleh Tae Woong adalah “Aku tidak ingin mengerjakan PR”, “Aku ingin bermain”, “Aku menyukai seseorang”.

Selesai menemui Guru BP, Da Jung dan suaminya saling menyalahkan atas apa yang terjadi pada Tae Woong. Da Jung menyalahkan suaminya yang selalu minta cerai dan menjadi penyebab Tae Woong merasakan hal seperti itu.

Namun suami Da Jung membantah tuduhan Da Jung karena dia tak pernah mengatakan hal tentang cerai di rumah. Karena itulah dia mengirim surat gugatan cerai ke kantor Da Jung . Selain itu si suami juga berkata kalau Da Jung lah yang membuat hubungan mereka berdua retak. Ia meminta Da Jung agar mereka berdua bisa hidup seperti yang lainnya.

Mendengar itu, Da Jung mengerti tentang keinginan suamiya yang ingin hidup seperti pria yang lainnya. Maksud dari seperti pria lainnya tidak terlalu dijelaskan disini, jadi kita lanjutkan sinopsisnya untuk mencari tahu apa sebenarnya masalah rumah tangga Da Jung dan suaminya. 


Mi Mo sudah mulai mabuk dan dia berkata kalau dia ingin menikah lagi tapi ternyata dia hanya menjadi korban PHP Jung Hoon. Soo Hyuk lalu bertanya alasan Mi Mo ingin menikah lagi. 

“Lalu apa aku harus pacaran terus seumur hidup? Pernikahan adalah.... sesuatu yang pria dan wanita lakukan... untuk saling berhubungan secara resmi dicatat oleh pemerintah, “jawab Mi Mo.

“Kalau tidak tercatat artinya hubungan itu tidak sah?”

“Tidak juga.... mudah sekali putus saat pacaran. Tapi kalau menikah, kau baru bisa putus kalau mendapat persetujuan dari pemerintah.”

“Kalau seseorang ingin pergi, tinggal pergi. Tidak perlu persetujuan segala,” jawab Soo Hyuk dan meminum minumannya. Melihat minuman Soo Hyuk habis, Mi Mo pun memberinya gelas ke dua.

Karena mereka berdua belum saling tahu nama masing-masing, maka Mi Mo menanyakan namanya. Soo Hyuk pun langsung memperkenalkan namanya.

“Aku Song Soo Hyuk. Kalau kau nomor 1501?” tanya  Soo Hyuk.

“Aku? Han Mi Mo,” jawab Mi Mo dan Soo Hyuk langsung tertawa mendengarnya. Saat ditanya kenapa Soo Hyuk tertawa, Soo Hyuk pun menjawab kalau dia  pernah punya kenalan yang namanya juga Han Mi Mo. Bahkan orang yang bernama Han Mi Mo itu menyebut dirinya sendiri Olivia Hussey dari Daegwallyeong. 

“Siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau tahu nama panggilanku?” tanya Mi Mo penasaran dan langsung mengingat-ingat tentang orang yang bernama Song Soo Hyuk. Dan saat mengingat-ingat, Mi Mo memang merasa tak asing dengan Soo Hyuk. Bukan hanya Mi Mo yang mengingat-ingat, Soo Hyuk juga berusaha mengingat dan akhirnya mereka dengan kompak berteriak, “SEKOLAH DASAR DALBIT?!”

“Romeo?” tanya Mi Mo.

“Juliet?” tanya Soo Hyuk.


Flashback

SD Dalbit sedang mengadakan teater drama 'Romeo dan Juliet', dengan pemeran Mi Mo kecil sebagai Juliet dan Soo Hyuk kecil sebagai Romeo. Saat melakukan adegan akhir, Soo Hyuk tiba-tiba merasakan sakit perut. Dan tepat disaat hendak mencium sang Juliet, tiba-tiba  Romeo merasa mual dan langsung lari ke belakang panggung. Melihat adegan itu, sontak para penonton tertawa dan berkomentar kalau Romeonya melarikan diri dari Juliet. Mendapat ledekan seperti itu, benar-benar membuat Mi Mo malu dan sangat marah pada Soo Hyuk. 

Keesokan harinya, Soo Hyuk bersama teman-temannya bermain bola. Soo Hyuk memang anak yang populer dan pandai bermain bola. Saat dia menggiring bola, namanya terus dielu-elukan oleh para siswi. Mi Mo juga berada di bangku penonton menyaksikan Soo Hyuk bermain bola. 


Tak lama kemudian muncul sekelompok siswi menghampiri Mi Mo, dia mengejek Mi Mo tentang perlakuan Soo Hyuk kemarin padanya. Siswi itu berkata kalau Mi Mo pasti sangat jelek dan membuat Soo Hyuk mual saat hendak menciumnya. 

“Kalau kau Julietnya, Hussey pasti akan marah,” jawab Mi Mo kesal.

“Apa?”

“Kau tidak tahu? Aku Olivia Hussey dari Daegwallyeong! Orang yang harusnya malu, dan pindah sekolah adalah dia, “ seru Mi Mo sambil menunjuk ke arah Soo Hyuk. “Akan kutunjukkan siapa dia yang sebenarnya,” tambah Mi Mo dan langsung berlari menuju Soo Hyuk. 


Mi Mo melompat menuju Soo Hyuk dan tepat di depan Soo Hyuk, Mi Mo langsung melorotkan celananya. Sontak semua cewek teriak melihatnya dan Soo Hyuk langsung menaikkan kembali celananya.

“Ya! Apa-apaan kau? Apa kau cabul?” tanya Soo Hyuk kesal.

“Aku hanya mau memeriksa sesuatu, “jawab Mi Mo santai. 

“Apa?”

“Kau tidak bisa menciumku. Jadi kupikir apa kau itu cowok beneran,” jawab Mi Mo dan dia semakin kesal karena ternyata Soo Hyuk benar-benar laki-laki. 

Flashback End

“Kau itu si cabul Han Mi Mo!” teriak Soo Hyuk. “Hei! Sejak saat itu, aku tidak bisa hidup tanpa sabuk!” 

“Gara-gara kau aku phobia ciuman pertama! Apa yang akan kau lakukan sekarang?!” teriak Mi Mo tak mau di salahkan. 

Mereka berdua saling menyalahkan satu sama lain, karena hal itu adalah peristiwa yang sangat memalukan di hdup mereka. 


“Kau lihat kan? Kau melihatku, dipermalukan hari ini,” ucap Mi Mo dengan nada lemas mengingat kejadian tadi di restoran. “Kau lihat bagaimana menyedihkannya aku. Kau lihat kan? Dibandingkan dengan, dipermalukan di depan orang yang tidak kau kenal, lebih menyedihkan melihat pria yang kau percayai melamar wanita lain. Rasanya lebih brutal,” ungkap Mi Mo dengan sedih dan meminum minumannya lagi.

Ko Dong Mi sampai di tempat pertemuan, dia benar-benar begitu semangat menghadiri acara tersebut.

Kita balik lagi ke Mi Mo yang mengaku kalau dia sangat mencintai Jung Hoon sepenuh hati, tapi Jung Hoon malah memutuskannya melalui sms.





“Dasar Kunyuk,”umpat Mi Mo. Mendengar kata-kata itu Soo Hyuk teringat pada seorang perempuan yang sedang menangis dan mengatakan hal yang sama. Sekilas, Soo Hyuk membandingkan Mi Mo dengan perempuan yang dia bayangkan.


“Kenapa menangismu cantik sekali?” ucap Soo Hyuk dan langsung mencium bibir Mi Mo. Saat Soo Hyuk mencium bibir Mi Mo, semua tisu yang menempel di atas langsung berjatuhan. 


“Ini yang tidak kulakukan dulu,” ucap Soo Hyuk saat melepaskan ciumannya.

“Kau gila?” 

“Aku akan bersikap gila lagi.  Ayo lakukan hal yang tidak bisa kau lakukan hari ini, bersamaku,” ajak Soo Hyuk. Mi Mo terdiam mendengarnya.


Dong Mi syok saat melihat kalau semua peserta kencan buta yang ikut di acara itu, semuanya sudah tua. “Aku bangun jam 6 pagi hanya untuk bertemu orang-orang ini? Aku bahkan sampai ambil cuti!” ucap Dong Mi menyesali semua yang dia lakukan.

Dong Mi melupakan sesuatu yang penting. Akuntan yang tampan pasti sudah menikah atau akan menikah atau tidak tertarik dengan wanita. Dia lupa bahwa akuntan yang mengikuti kencan ini pasti tidak menarik baginya. Dong Mi menyesal sudah membayar 200 ribu, jadi.... dia terus saja meminum wine yang mahal itu. Dan akhirnya dia pingsan, “ ucap Mi Mo sebagai narator.


Saat umur 20-an, aku mulai minum... dan aku menemukan hal baru. Dunia perminuman membawa kita ke dunia dimana tidak ada rasa sakit. Disana, Semua orang hidup bahagia,” ungkap Mi Mo dan kita diperlihatkan pada Mi Mo dan Soo Jung yang terlihat sangat bahagia. Mi Mo di gendong dan berputar-putar bersama Soo Hyuk. 


Pagi harinya, kita melihat Mi Mo tidur dengan kostum sapi. Dia terbangun oleh telepon dari Dong Mi. 

“Halo?”

“Kau memakai KTP-ku?

“Apa?” tanya Mi Mo tak mengerti.

“Wah, kau mendaftarkan pernikahan begitu ada kesempatan, karena kau takut dia akan lari?” tanya Dong Mi dan Mi Mo masih tidak mengerti maksud Dong Mi. Dong Mi pun dengan nada sedikit berteriak menjawab, kalau Mi Mo sudah mendaftarkan pernikahan.

“Mendaftarkan pernikahan? Kau tahu apa yang di lakukan kunyuk itu padaku kemarin? Bahkan dia kemarin...,” Mi Mo tak melanjutkan kata-kata dan tak menjawab pertanyaan Dong Mi karena dia terkejut dengan cincin bermata besar yang dia pakai. 

Di tempat lain, kita melihat Soo Hyuk muntah-muntah di kloset. Dia kemudian mendapat pesan yang berisi ucapan selamat atas pernikahan. Di pesan itu juga terdapat fotonya bersama Mi Mo, mereka saling berciuman dan menunjukkan sebuah kertas. 


Sepertinya Soo Hyuk juga kehilangan ingatan saat mabuk, masih tak mengerti dengan situasinya, diapun menelpon teman yang memberinya ucapan selamat tadi. Dia bertanya pada temannya tentang apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dia mencium tetangganya. 

“Tetangga? Dia istrimu. Kalian menikah kemarin,” jawab teman Soo Hyuk.

“Apa? Istriku?” tanya Soo Hyuk masih tak mengerti.

Kita beralih pada Mi Mo yang masih bertanya-tanya tentang cincin yang di pakainya. 

Agar Soo Hyuk tak bingung, temannya menyuruh Soo Hyuk membaca kertas yang ada di foto tersebut. Dan Soo Hyuk langsung shock saat melihat isi kertas itu. 


Di rumah Mi Mo masih terbingung-bingung melihat banyak pakaian dalam  yang berhamburan di rumahnya. Dia kemudian teringat pada kata-kata Soo Hyuk yang berkata, “Benarkah? Kau ingin menikah lagi? Mulai hari ini, jadilah istriku. Ayo...”

Dengan sebuket bunga dan dihadapan banyak orang, Soo Hyuk melamar Mi Mo dan Mi Mo menerima lamaran itu dengan sangat antusias. 


Mi Mo dan Soo Hyuk kompak langsung teriak saat menyadari kalau mereka berdua sekarang sudah menikah. Wkwkkwkw................ 

5 comments :

  1. .. Minunan benar benar membuat orang jadi lupa diri.. Wkwkwkw... Konyol banget... Mi mo soon huum.... Kita akan penasaran banget episode episode selanjutnya akan seperti apa ya.. Pernikahan yg tiba tiba dan tidak dilandasi oleh apapun.... Cinta tidak.. Pacaran pun tidak.. Tapi itulah serunya...

    ReplyDelete
  2. bener... disitulah menariknya drama ini... apalagi ini romcon, pasti nanti ada kejadian-kejadian lucunya...

    ReplyDelete
  3. Ha ha ha.... ada orang nikah saat mabuk.

    Kocaaaak.... penasaran gimana hari hari mereka lewati nantinya... #ep1 bikin greget...

    _@helmiyr

    ReplyDelete
  4. Mbak, d awalnya kog mirip film taiwan ya mbak, judulnya drunken love, lupa2 ingat sama judul filmnya. Udah lama juga soalnya.
    Delfi

    ReplyDelete
  5. Iya mirip drunken to love u nya Rainie Yang sama Joseph Chang :D. Moga2 cuman bagian nikahnya aja yg mirip...

    ReplyDelete