December 30, 2015

Six Flying Dragon Episode 16

Six Flying Dragon Episode 16 


Pada seluruh anggota Dodoang, Hong In Bang berkata kalau ia menyadari ia akan dimakzulkan. Tapi bukankah rencana pemberontakan Jo Ban jauh lebih penting daripada masalah pemakzulan (impeachment) itu? Ia minta dilakukan investigasi menyeluruh terhadap Jo Ban. Jika masalah Jo Ban terselesaikan, ia percaya keputusan pemakzulannya pun akan mendapatkan hasilnya.

Voting dilakukan dan Hong In Bang berhasil mendapatkan 70 suara yang berarti usulannya diterima.



Tindakan Hong In Bang ini membingungkan Jung Do Jeon cs. Apa yang hendak dicapai oleh Hong In Bang? Bang Won mengatakan kalau sejak awal Hong In Bang sudah membidik klan Hapdonggap. Nam Eun mengatakan mustahil. Klan itu sudah berkuasa selama 700 tahun. Tak seorang pun berani mengganggu mereka.

“Benar, tak ada yang pernah melakukannya. Karena itulah ia melakukannya,” jawab Bang Won. Nam Eun menganggap Bang Won omong kosong, tapi Jung Do Jeon menanyakan alasannya. Bang Won menjawab, “Karena jika saya menjadi Hong In Bang, saya pun akan melakukannya.”


Bang Won membeberkan jika ia menjadi Hong In Bang apa yang ada di pikirannya. Ia berhasil menggulingkan Lee In Gyeom tapi tertipu oleh Jung Do Jeon dan Yi Bang Won dengan pernikahan klan Haedonggap. Ia akan membalas dengan membuat klan itu berlutut di bawah kakinya. “Aku ini Hong In Bang. Sudah ternoda. Dan aku akan melakukan sesuatu yang tak pernah orang lakukan selama 700 tahun.”

Semua tercenung mendengar monolog Bang Won.


Hong In Bang mengganti pejabat di kejaksaan dengan petugas yang dulu pernah ia pukuli (petugas yang menyiksanya di penjara), yang sekarang menjadi anjing piaraannya. Maka cara investigasi yang sebelumnya tanpa penyiksaan, sekarang penuh pukulan dan tendangan.


Gil Tae Mi mencoba menasihati Hong In Bang untuk tak mengganggu klan Hapdonggap yang bahkan Lee In Gyeom saja tak berani melakukannya. Tapi Hong In Bang berkata kalau ia akan tetap melakukannya. Sama seperti saat ia menyarankan Lee In Gyeom untuk memberi tanah untuk bangsawan yang mau maju perang. Sama seperti saat ia menaikkan pajak hingga 90%. “Yang kulakukan adalah, lakukan saja.”


Jung Do Jeon percaya apa yang diucapkan Bang Won benar, membuat Nam Eun merasa khawatir pada Bang Won. Jika Bang Won yang masih semuda itu punya pikiran itu, hal itu benar-benar menakutkan.


Hong In Bang mulai melakukan ancamannya. Ia menemui Tuan Min dan memberikan dokumen yang harus ditandatangani oleh seluruh klan Haedonggap nanti akan diserahkan pada Raja. Dokumen yang menyatakan Lee Seong Gye adalah dalang di balik pemberontakan Jo Ban. Ia harus menerima dokumen ini sebelum besok jam 6 pagi. Jika tidak, ia akan mengakhiri kekuasaan Haedonggap selama 700 tahun.


 “Apa kau pikir aku  tak mampu?” tantangnya. “Hanya butuh 8 tahun bagiku yang menjadi pengkhianat Sadaebu untuk menggapai posisi tertinggi Dodang. Aku tak peduli jika kehilangan itu! Tapi kau akan kehilangan 700 tahun!”


Hong In Bang kayak orang gila saat bicara. Ia berteriak-teriak mengancam. Tapi memang itulah yang ingin ia capai. Ia ingin Tuan Min takut. “Orang yang akan tenggelam, akan mengangkat tangannya, mencoba meraih tangan yang lebih kuat.”


Gil Tae Mi kagum mendengarnya. Hong In Bang tak bisa menggunakan pedang tapi sangat paham tentang pertempuran. Tapi apa Hong In Bang benar-benar akan menyerang klan Haedonggap? Hong In Bang menjawab kalau targetnya hanyalah Yi Seong Gye. Gil Tae Mi menyuruh Jukryeong untuk mengawasi Yi Seong Gye.

Tuan Min menyuruh kerabatnya untuk mengumpulkan semua anggota klan Haedonggap untuk berkumpul nanti malam.


Jung Do Jeon dan Poeun mengunjungi Tuan Min, khawatir kalau klan Haedonggap akan tunduk pada Hong In Bang. Tapi kata pelayan rumah, Tuan Min sedang pergi keluar kota beberapa hari. Hal ini tak benar karena Yeon Hee memata-matai rumah itu sejak tadi dan katanya Hong In Bang mengunjungi Tuan Min empat jam yang lalu.


Yeon Hee juga melaporkan hal ini pada Cho Young yang segera menyebar anak buahnya untuk mencari tahu lebih lanjut.


Boon Yi mencari Bang Won atas perintah Jung Do Jeon. Bang Won ternyata sedang bersama saudara-saudaranya menguji coba bubuk mesiu a.k.a bom dan mereka terkesima melihat hasilnya. Boon Yi menyampaikan pesan Jung Do Jeon untuk mencari tahu apa yang dibicarakan oleh Tuan Kim dengan Hong In Bang, karena Bang Woo adalah menantu Tuan Kim.


Bang Woo tak bisa melakukannya. Walau ia sudah menikahi putri dari klan Haedonggap, tapi mereka belum berkoalisi. Jika ia ingin mengetahui sesuatu, ia harus bernegosiasi dengan istrinya. Padahal ia tak memiliki apapun untuk ditawarkan.


Mendengar itu Boon Yi tertawa karena Bang Won dan Da Kyung ternyata mirip. “Lakukan apa yang kau selalu bisa,” saran Boon Yi. Bang Won bingung, memang apa yang dia bisa lakukan? 


Dengan wajah serius Boon Yi membuat mimiknya sama seperti Bang Won dulu, “Aku adalah Hong In Bang,” dan wajahnya kembali normal lagi. “Sekarang kau harus menempatkan dirimu pada posisi istrimu. Jika kau jadi dia, apa yang kau paling inginkan? Apa yang membuatku tergerak? Menurut pendapatku, ia sangat mirip denganmu.”


Da Kyung memang sudah bertemu dengan ayahnya dan mengetahui isi pembicaraan ayahnya dengan Hong In Bang. Ia bahkan juga diminta untuk bersiap-siap meninggalkan keluarga Yi. Sepulangnya dari rumah ayahnya, Bang Woo ternyata sudah menunggunya di kamar.


Bang Woo menyadari kalau Tuan Min pasti meminta Da Kyung untuk bersiap-siap pergi dari rumahnya jika sesuatu terjadi. Ia tak menyalahkan Da Kyung jika melakukannya karena Hong In Bang adalah orang yang paling berkuasa di Dodang yang dapat melakukan apapun. Ia hanya ingin bernegosiasi untuk membalik semua ini. Ia menawarkan akan memberikan rahasia terbesar keluarganya sebagai ganti Da Kyung memberitahukan isi pembicaraanyan dengan Tuan Min.


Da Kyung setuju dan mereka masing-masing menulis di sebuah kertas. Setelah itu mereka saling menukar kertas itu. Bang Won membuka kertas Da Kyung lebih dulu dan terkejut karena kertas itu kosong!


Da Kyung tersenyum dan membuka kertas Bang Won dan terkejut membaca isinya. Apakah isi surat itu benar? Bang Won membenarkan hal itu. Da Kyung bertanya lagi, “Jika aku memberitahukan apa yang diceritakan Ayah, apakah kau yakin bisa membalik situasi sekarang ini?


“Entah aku berhasil atau tidak, tak ada ruginya untuk keluarga Min dari Hwagreyeo. Jadi, beritahukanlah padaku.”


Bang Won melapor pada Ayah dan Jung Do Jeon, memberitahukan apa yang diminta Hong In Bang dari Klan Haedonggap. Tandatangan dari seluruh anggota klan yang menyatakan kalau Yi Seong Hye adalah dalang dari pemberontakan Jo Ban yang harus diserahkan pada Hong In Bang besok pagi agar bisa diserahkan pada Raja saat itu juga.


Jung Do Jeon meminta Yi Seong Gye untuk melarikan diri untuk sementara waktu. Tapi usulan itu ditolak oleh Yi Seong Gye dan minta Jung Do Jeon mencari cara lain. Jung Do Jeon pun berkata kalau mereka harus berhasil meyakinkan Choi Young kalau Hong In Bang memberi laporan palsu tentang pemberontakan Jo Ban. Tapi cara ini riskan karena ia tak tahu butuh berapa lama untuk meyakinkan Choi Young.


“Saya akan mencoba mengulur waktu,” ujar Bang Won. “Saya tahu dimana klan Haedonggap akan mengadakan pertemuan dan akan mengulur waktu sehingga mereka tak akan menandatangani dokumen itu.”


Jung Do Jeon ingin tahu apa yang direncanakan Bang Won kali ini. Apa Bang Won memang ingin mengulur waktu atau punya rencana lain? Bang Won diam, tahu kalau Jung Do Jeon bisa menebak pikirannya.


Jung Do Jeon memberitahu masalah terbesar yang dimiliki Bang Won adalah jika Bang Won merasa yakin akan sesuatu, Bang Won tak mencoba membicarakan hal itu dengan orang lain. “Saat kau tak mau membicarakan dengan orang lain, saat itulah kau menjadi preman. Dan jika aku tak salah tebak, kau pasti merasa yakin dengan hal itu, kan?”

Bang Won membenarkan dan minta maaf. Walau Bang Won tak menyebutkan rencananya, tapi Jung Do Jeon berkata ia mungkin juga akan sependapat dengan Bang Won, “Sebuah ombak besar akan kalah oleh ombak yang lebih besar. Benarkah itu?”


Bang Won kembali membenarkan, tersenyum lega mengetahui Sambong bisa menebak pikirannya. Jung Do Jeon pun berkata, “Lakukan saja apa rencanamu.”


Hong In Bang berhasil memaksa Lee In Gyeom untuk bicara pada Choi Young untuk meyakinkan Choi Young tentang Yi Seong Gye yang menjadi dalang dari pemberontakan Jo Ban.


Sekarang Choi Young menjadi ragu. Apalagi Lee In Gyeom berkata kalau Hong In Bang sudah berhasil mendapatkan bukti tentang pemberontakan Jo Ban dan bahkan mendapat dukungan dari klan Haedonggap. Jika sudah begini, Raja pasti tak bisa menolak permintaan investigasi pada Yi Seong Gye.


Bang Won mengambil kotak bom yang kosong dan mengisinya dengan batu kerikil hingga penuh. Ia pergi ke ruang mesiu dan menaruhnya di atas meja. Ia mengambil satu kotak mesiu dan meletakkannya di atas meja juga.


Ia pergi menemui Boon Yi di dapur dan memintanya untuk pergi ke ruang mesiu untuk mengambil salah satu kotak mesiu yang ada di atas meja. Kotak yang mana saja, ia menyerahkan pilihan pada Boon Yi.


Boon Yi masuk ke ruang mesiu dan melihat ada dua kotak di atas meja. Sesuai pesan Bang Won, ia mengambil satu kotak dan memberikannya pada Bang Won. Bang Won berterima kasih pada Boon Yi. Tapi dalam hati ia berkata, “Kau memilih tanpa tahu apa isinya. Tapi pilihanmu itu yang akan menentukan hidup matinya kita.”


Bang Won memejamkan mata, mencoba menebak apakah kotak yang dipegangnya kerikil atau mesiu. Ia sendiri tak tahu apa isinya.


Setelah berlatih hingga jurus ke-22, Moo Hyul mulai berlatih ekspresinya jika menantang Gil Tae Mi. Tapi berulang kali berlatih ia masih merasa belum mahir. Hingga ia menemukan kata-kata dan gerakan yang pas. Haha.. Moo Hyul ini pendekar paling polos, deh. Young Kyu yang melihat latihan itu hanya bisa geleng-geleng kepala, “Dia juga tidak normal, kurasa.”


Young Kyu terkejut melihat Bang Won muncul dengan membawa kotak mesiu. Hal itu sangat berbahaya! Tapi dengan tenang Bang Won meminta Young Kyu dan Moo Hyul mengumpulkan satu pasukan tentara dan membawa mereka diam-diam ke Gerbang Soongin untuk menemuinya.

Moo Hyul gembira mendengar perintah itu dan berkata dalam hati, “Akhirnya aku memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu.”


Klan Haedonggap berkumpul dan sepakat untuk menandatangai dokumen itu dengan mempertimbangkan  Hong In Bang hanya berkuasa selama 20 tahun, sementara klan mereka sudah berusia 700 tahun. 20 tahun adalah waktu yang sangat singkat.


Tapi sebelum mereka menandatangani, Bang Won muncul dengan sepasukan tentara yang mengepung mereka. Tuan Min terkejut karena menantunya datang dengan sebuah kotak dan berkata kalau kotak ini berisi bom.


Semua kaget mendengarnya, tak terkecuali Moo Hyul dan Young Kyu. Apalagi Bang Won memerintahkan pasukannya untuk tak membiarkan seorang pun untuk pergi. Moo Hyul dan Young Kyu pun mencabut pedang mereka.


Nam Eun kaget saat mengetahui dari Guru Hong kalau Bang Won mengambil satu kotak mesiu dan sepasukan tentara. Ia tak bisa mengerti jalan pikiran Bang Won maka ia melapor pada Jung Do Jeon.


Jung Do Jeon juga terkejut. Ia mengaku kalau ia mengetahui rencana Bang Won tapi tak tahu kalau ternyata Bang Won membawa kotak mesiu juga.


Bang Won mengambil dokumen Hong In Bang dan membacanya. Jika klan Haedonggap menandatangani dokumen ini, maka Jenderal Yi Seong Gye yang berjasa dalam banyak perang akan dituduh pemberontak dan akan mendapat hukuman mati. Nama Yi Seong Gye akan hilang dan klan Haedonggap akan kembali berleha-leha seperti biasanya.


Tuan Min marah. Tahu apa Bang Won tentang klannya? Bang Won tahu banyak. Ia tahu selama 30 tahun penjajahan Mongol, dimana seluruh kerajaan tersiksa dan rakyat dibantai, seluruh klan Haedonggap menyembunyikan diri ke pulau Ganghwa, menulis puisi dan melakukan kegiatan kesenian.


“Ya, tentu sangat menyakitkan melihat apa yang terjadi di Goryeo,” ujar Bang Won sinis. “Karena itulah kalian menciptakan banyak puisi yang menggambarkan penderitaan rakyat. Selain dari itu, apa yang kalian lakukan selama 700 tahun? Kalian hanya duduk dan melihat sejarah terjadi. Tanpa kehilangan apapun, kalian menikmati semuanya! Itu adalah klan Haedonggap.”


Para anggota marah. Siapa Bang Won yang berani-beraninya mengganggu pertemuan klan mereka. Bang Won tertawa getir. Sebelum ini ia tak pernah terpikir akan melakukan hal ini pada klan Haedonggap. Tapi ia harus melakukan hal ini karena klan Haedonggap tunduk pada kekuasaan Hong In Bang.


“Apa saya harus memberitahukan masa depan klan Haedonggap? Penguasa berikutnya di kerajaan ini akan selalu mengancam kalian, menggunakan kalian, membuat kalian berlutut, sama seperti yang Hong In Bang lakukan. Dan setiap saat, kalian selalu akan tunduk. Sama seperti malam ini, kalian hanya akan terus menganggukkan kepala. Begitulah nasib kalian selama 700 tahun berikutnya.”


Moo Hyul memandang Bang Won sementara semua anggota klan menunduk. Dengan nada lebih keras Bang Won bertanya, “Apa kalian benar-benar ingin memulai sejarah klan yang memalukan dan hina? Atau .. kalian ingin menghilangkan penghinaan penandatanganan dokumen ini dengan meraih kesempatan terakhir yang akan menyambung sejarah keemasan klan Haedonggap?”


Tuan Min bertanya apa maksud Bang Won? Bang Won pun mengeluarkan dokumen yang dibawa dan membaca isinya. Meminta pemakzulan akan Hong In Bang, Gil Tae Mi dan Lee In Gyeom karena mereka telah mencuri tanah banyak orang dan melakukan penyalahgunaan jabatan untuk melakukan bisnis. Mereka menuduh Jo Ban melakukan pengkhianatan dan membuat negara kacau balau. Kami mohon mereka dihukum atas kejahatan mereka.


Bang Won mengajak klan Haedonggap untuk menandatangai dokumen itu dan bersama-sama menggulingkan ketiga penguasa Dodang itu. Tuan Min bertanya bagaimana jika ia dan klannya belum bisa memutuskan segera? Bang Won menjawab kalau ia akan membantu mereka memutuskan. Ia mengambil lilin dan mulai menyalakan sumbu mesiu.


Mereka semua kembali kaget dan meminta Bang Won untuk mematikan sumbu itu. Bang Won bersedia mematikan setelah semua anggota klan menandatangani dokumen itu. Salah satu anggota berjanji akan menandatangi, tapi meminta Bang Won untuk mematikan dulu.


Bang Won tak bergerak. Anggota itu bangkit dan menandatangani dokumen itu, “Aku tak takut pada bom, tapi karena aku merasa ucapanmu itu benar.” Ha. Satu per satu anggota menandatangani sementara api terus bergerak.


Di goa, Nam Eun menyebut Bang Won itu sangat berbahaya. Jung Do Jeon membenarkan. Tapi ia percaya, insting Bang Won yang kata Nam Eun menakutkan itu akan menyelamatkan mereka sekarang.


Semua sudah menandatangani kecuali Tuan Min. Tuan Min bertanya apakah isi kotak itu benar-benar mesiu. Bang Won menjawab kalau ayah mertuanya ragu, bisa menunggu hingga meledak nanti.


Kerabat Tuan Min berseru, meminta Tuan Min untuk menandatangani. Dan yang lain membujuk Bang Won untuk mematikan sumbu itu karena yakin Tuan Min akan tanda tangan. Tapi baik Tuan Min maupun Bang Won sama-sama tak bergerak, sama-sama keras kepala.


Semua berkeringat dingin termasuk Moo Hyul dan Young Kyu. Bang Won pun juga gemetar dan menyebut nama Boon Yi berulang kali dalam hati. Tuan Min memperhatikan menantunya baik-baik.


Tak tahan menghadapi kecemasan, Moo Hyul berteriak, “Apakah Anda tak bisa melihat?Tuan Muda kami sekarang gemetar. Ia tak mungkin berbohong!” sumbu semakin pendek dan pendek, membuat Moo Hyul panik. “Apa Anda ingin membunuh semua orang di sini?!”


Tuan Min memperhatikan Bang Won lebih cermat, dan akhirnya mengambil dokumen itu dan menandatanganinya. Sebelum tinta kering, Bang Won mengambil pedang Moo Hyul dan memutus sumbunya.


Semua orang menarik nafas lega. Bang Won berterima kasih pada seluruh anggota klan Haedonggap, “Saya berterima kasih atas keputuan Anda yang bijaksana. Kami akan mencabut ketiga penguasa Dodang dan menyampaikan rasa terima kasih atas kebaikan Anda.”


Tuan Min berdiri dan membuka kotak mesiu itu. Kotak itu berisi batu! Tuan Min heran karena ia tadi ia melihat mata Bang Won penuh rasa ketakutan. Bagaimana Bang Won bisa berbohong sepintar itu? 


Bang Won sendiri merasa lega dan mengakui kalau ia tak tahu isi kotak itu batu atau kerikil. “Saya mengelabui diri saya sendiri untuk mengelabui Anda semua. Karena saya harus merasa takut juga.”

Ia mengambil dokumen yang telah ditandatangani dan pamit pergi.


Nam Eun masih menyalahkan keputusan Jung Do Jeon yang membiarkan Bang Won melakukan rencana dengan bubuk mesiu saat Boon Yi masuk. Boon Yi menyela, “Isinya bukan mesiu.”


Nam Eun dan Sambong kaget maka Boon Yi pun cerita kalau Bang Won memintanya untuk mengambilkan salah satu kotak. “Wajahnya terlihat serius saat ia memintaku. Saat aku buka dua kotak itu, ternyata satu terisi batu dan satunya lagi mesiu. Maka saya memberikan kotak isi kerikil.”
“Kenapa?”


“Saya tak begitu yakin. Tapi saya dapat merasakan apa yang ia rencanakan. Dan saya merasa bubuk mesiu akan sangat berbahaya, maka saya memberikan kotak isi kerikil,” jawab Boon Yi membuat Jung Do Jeon bernafas lega.


Mata-mata Jukryeong dan Hwasadan yang menyaksikan hal ini pergi untuk memberitahukan perkembangan baru yang terjadi.


Young Kyu bertanya apa tak masalah bagi Bang Won yang telah mengancam orang-orang yang punya kuasa seperti Haedonggap. Bang Won menjawab yakin, “Tak ada yang mau mengakui kalau mereka menandatangani di bawah ancaman. Mereka pasti membenarkan keputusan mereka dengan mengatakan kalau mereka menandatangani untuk tujuan yang lebih baik. Begitu cara mereka menutupi rasa malu mereka.”


Moo Hyul terkesima dengan Bang Won, “Ia benar-benar mengagumkan!”


Bang Won meminta Young Kyu tinggal untuk terus menjaga para anggota klan Haedonggap dari serangan yang mungkin dilakukan Hong In Bang. Ia mengajak Moo Hyul pergi.


Moo Hyul mengingatkan kalau lonceng sudah berbunyi dan matahari segera terbit. Bang Won mempercepat langkahnya dan berkata dalam hati, “Hong In Bang, ini adalah pagi terakhir untukmu.”

Komentar :

Gak cuman Moo Hyul yang terkesima dengan Bang Won. Saya juga. Haduhh.. kayaknya setiap episode baru selalu lebih daebak dari episode sebelumnya. Keren deh drama ini.


5 comments :

  1. Setuju banget mbak dee...asli drama ini keren pake banget....cerita nya...pemsinnya...daebak...
    Fighting mbak dee...

    ReplyDelete
  2. Setuju juga mb de.. jalan ceritanya menarik... apalagi banyak cowo gantengnya haha

    ReplyDelete
  3. Penuh dgn ketegangan gak sih ceritanya?

    ReplyDelete
  4. Lumayan suka drama sageuk. SFD bagus banget, apalagi setelah tahu yang buat sinopsis mbak Dee kutudrama. Ditunggu kelanjutannya... semangat!

    ReplyDelete